Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Semua organisme, tidak peduli ukuran mereka, spesies mereka atau di mana mereka
tinggal, perlu berinteraksi dengan organisme lain dalam lingkungan mereka dan dengan
lingkungan mereka untuk bertahan hidup.
Bayangkan seekor tikus negara kecil yang berhasil menyelinap ke dapur. Hal ini untuk
menghindari predator (misalnya manusia dan kucing), bersaing dengan hewan lain (seperti
semut dan manusia) dan juga dengan mikroba (bakteri dan jamur) untuk makanan di dapur.
Hal ini juga harus melawan elemen. Hidup itu akan terpengaruh oleh hal-hal seperti suhu,
kelembaban dan ketersediaan air dan oksigen sementara di dalam dapur. Kemudian mungkin
menghadapi kondisi cuaca yang keras dan predasi ketika ia pergi di luar dengan makanan.

Ekologi adalah studi ilmiah tentang interaksi antara organisme dan lingkungannya.
Dalam contoh di atas, itu adalah studi tentang interaksi kita lihat antara negara mouse dan
sekitarnya. Istilah ini berasal dari studi rumah yunani, yaitu studi tentang tempat kami
tinggal masuk.
Ruang lingkup ekologi sangat besar, dan itu mencakup semua organisme hidup di
bumi dan lingkungan fisik dan kimianya. Untuk alasan ini, lapangan biasanya dibagi menjadi
berbagai tingkat pendidikan termasuk: ekologi organisme, ekologi populasi, ekologi
komunitas dan ekologi ekosistem.

TUJUAN
Tujuan kami menyusun makalah ini selain tugas dari dosen mata kuliah adalah:
1) Mengetahui Interaksi Antar Komponen baik Interaksi antar komponen biotik maupun
abiotik
2) Mengetahui Interaksi Antar Individu Membentuk Populasi
3) Mengetahui Interaksi Antar Populasi Membentuk Komunitas
4) Mengetahui Interaksi Antara Komunitas dengan Komponen Abiotik yang Membentuk
Ekosistem
5) Mengetahui Interaksi Antar Ekosistem di Permukaan Bumi yang Membentuk Biosfer
6) Mengetahui Interaksi antar organisme
7) Mengetahui interaksi manusia dengan lingkungan hidup

PEMBAHASAN

A. Interaksi antar Komponen Biotik dan Abiotik


Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem.
Hubunganantara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran
energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur
atau

tingkat

trofik,

keanekaragaman

biotik,

serta

siklus

materi.

Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan


keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini
merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka
akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai
keseimbangan baru.
Di dalam system lingkungan terjadi interaksi antar komponen penyusunnya,
termasuk interaksi antar komponen biotik. Bahkan bisa dikatankan tidak ada biotic
yang

hidup

mandiri,

tanpa

bergantung

pada

komponen

biotik

lainnya

Interaksi antar komponen biotic di mulai dari interaksi antar individu dalam spesies
membentuk populasi. Interaksi antar populasi akan membentuk ekosistem. Terakhir,
interaksi antar ekosistem di permukaan bumi berbentuk biosfer
1. Interaksi Antar Individu Membentuk Populasi
Interaksi antar individu yang satu dengan yang lain dalam spesies yang sama
pada areal tertentu membentuk populasi. Misalnya, interaksi semut dengan semut
lain yang sejenis membentuk populasi semut. Begitu pula pada tumbuhan,
individu tumbuhan yang satu dengan tumbuhan yang sejenis mengadakan
interaksi interaksi membentuk populasi. Misalnya, interaksi pohon bambu yang
satu dengan pohon bambu yang lainnya membentuk populasi bambu
Interaksi antar individu antara lain berupa persaingan untuk mendapatkan
makanan, mempetahankan diri, dan melakukan perkawinan. Selain kompetisi,
interaksi antar individu dapat berupa kerja sama, seperti interaksi antara semut dan
antara lebah dalam membangu sarangnnya.
Jika interaksi antar individu bersifat kompetisi, maka akan berlaku siapa yang
kuat akan menang. Kuat disini lebih mengarah pada kemampuan tiap individu

untuk beradaptasi. Individu yang daya adaptasinya tinggi akan lestari, sedangkan
yang daya adaptasinya rendah akan punah.
2. Interaksi Antar Populasi Membentuk Komunitas
Interaksi antar populasi banyak di temukan di alam, misalnya interaksi
populasi burung jalak dan populasi kerbau di padang rumput, interaksi populasi
cacing tanah dan populasi ayam di kebun, dan interaksi antara ppulasi ganggang
dan populasi ikan di sungai. Interaksi antar populasi ini membentuk komunitas.
Misalkan, komunitas danau terdiri dari populasi ikan, eceng gondok, ganggang ,
kepiting, fitoplangton, dan serangga air
Masing-masing populasi itu bekerja sesuai dengan peranannya. Ada yang
bertindak sebagai produsen, berperan memproduksi zat-zat organic/bahan
makanan. Ada yang bertindak sebagai konsumen, berperan memakan zat-zat
organic yang tersedia. Ada yang bertindak sebagai pengurai , berperan sampah dan
sisa-sisa bahan organic. Semua populasi itu berinteraksi membentuk komunitas
danau. Interaksi antar populasi dapat di katagorikan dalam netralisme, predasi,
kompetisi.
3. Interaksi Antara Komunitas dengan Komponen Abiotik Membentuk Ekosistem\
Interaksi yang terjadi antara komunitas yang satu dengan yang lain. Misalnya,
interaksi komunitas ikan dan komunitas fitoplangton di sebuah danau. Ikan yang
mati akan di uraikan oleh pengurai. Hasil penguraian merupakan zat-zat anorganik
dan mineral di manfaatkan oleh fitoplangton. Fitoplangton di makan oleh ikanikan herbifora. Ikan-ikan herbivore di makan oleh ikan-ikan karnivora. Ikan-ikan
karnivora

yang

mati

di

urai

oleh

pengurai,

demikian

seterusnya.

Komunitas tidak dapat lestari tanpa adanya factor-faktor abiotik seperti air,
mineral, pH, suhu, cahaya , udara, dan sebagainya. Jadi, factor biotic tergantung
kepada factor abiotik. Begitu pula abiotik bergantung pada factor biotic.
Interaksi antar komponen dengan factor abiotiknya membentuk suatu system
ligkungan yang dikenal sebagai ekosistem. Ada ekosistem sungai, ekosistem
danau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, dan sebagainya.
Setiap ekosistem memiliki karakter tersendiri.

4. Interaksi Antar Ekosistem di Permukaan Bumi Membentuk Biosfer


Di permukaan bumi terdapat berbagai macam ekosistem yang saling
berinteraksi. Lapisan permukaan bumi yang di huni berbagai organism yang
saling berinteraksi di kenal sebagai biosfer. Bumi merupaka satu kesatuan sabagai
hasil dan interaksi berbagai factor penyusun yang terdapat di dalamnya.
B. Interaksi antar Organisme
Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain.
Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain
jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain.
Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita.
Interaksi antar individu yang bersifat negatif (ada pihak yang dirugikan) akan
memunculkan individu yang bersifat adaptif, artinya individu yang mampu bertahan
karena adanya interaksi dengan individu yang lain. Interaksi antar individu dalam
suatu populasi dapat bersifat positif (saling berkerjasama atau simbiosis) sebagai
contoh interaksi antar individu dalam populasi : semut (interaksi dalam hubungan
sosial atau gotongroyong) untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya, dalam
populasi semut, beberapa semut bergotong royong menyeret bangkai serangga ke
dalam lubang. Dalam interaksi antar individu dalam populasi perlu diperhatikan :
1. Jumlah atau batas individu yang layak dalam populasi sehingga populasi tersebut
mampu untuk mempertahankan jenisnya.
2. Kepadatan populasi yang dapat mempengaruhi berubahnya tingkah laku individu
dalam populasi, dan
3. Faktor llain yang dapat mempengaruhi interaksi individu dalam populasi antara lain
: natalitas, mortalitas dan ketahanan hidup populasi (adaptif)
Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang
erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.
a. Antagonisme.

Antagonisme merupakan bentuk hubungan antara 2 jenis mahluk hidup,


dimana mahluk yang satu merugikan mahluk hidup yang lainnya. Interaksi antar
mahluk hidup yang termasuk antagonisme adalah sebagai berikut :
1. Kompetisi ( persaingan )
2. Amensalisme
3. Parasitisme
4. Predatisme ( pemangsaan )
5. Antibiosis
1. Kompetisi
Kompetisi (persaingan) dapat terjadi diantara mahluk hidup yang dapat menimbulkan
seleksi alam dalam evolusi. Antara organisme yang satu dengan yang lain terjadi persaingan
untuk memperoleh kebutuhan hidupnya, seperti makanan, cahaya matahari, tempat
berlindung dan sebagainya. Dalam persaingan itu muncul berbagai cara untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungannya, baik penyesuaian struktur maupun tingkah laku agar dapat
melangsungkan kehidupannya. Persaingan tersebut dapat dibedakan menjadi dua.
Kompetisi

intra

spesifik,

yaitu

persaingan

antar

individu

satu

spesies.

Contoh : persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.
Kompetisi antar spesifik, yaitu persaingan antara individu yang berbeda spesiesnya.
Contoh : persaingan antara rumput teki, rumput gajah, dan ilalang dalam memperebutkan
lahan.
Persaingan akan semakin hebat apabila organismekorganisme yang bersaing tersebut
mempunyai kebutuhan yang hampir sama.Apabila antara dua spesies yang berkompetisi
terjadi persaingan yang semakin kuat,maka salah satu diantaranya akan kalah. Jadi, dua
spesies yang berbeda tidak dapat menduduki nichia/nisia/niche/relung ekologi yang
sama.Dalam niche tercakup juga peranan fungsional organisme tersebut dalam kelompok
komunitasnya.
2. Amensalisme

Amensalisme adalah interaksi antara berbagai jenis makhluk hidup dengan salah satu
dirugikan sedangkan yang lainnya tidak mengalami perubahan apa-apa. Sebagai contoh
rumput jepang yang ditanam dibawah naungan pohon mangga yang rindang,akan mati layu
karena tidak terkena sinar matahari. Sedangkan pohon mangga tidak dirugikan, juga tidak
mendapatkan keuntungan.
3. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antara dua jenis makhluk hidup,dimana makhluk hidup
yang satu mendapatkan kerugian,sedangkan yang lain mendapat keuntungan. Keuntungan
yang diperoleh berupa makanan dan perlindungan sedangkan makhluk hidup yang
ditumpanginya (hospes/inang) merasa rugi karena sari makanannya diambil,bahkan mungkin
dibunuh oleh parasit itu.Misalnya,benalu yang menumpang pada tumbuhan inang. Organisme
yang mendapat keuntungan disebut parasit, sedangkan organisme yang dirugikan disebut
inang.

Organisme

parasit

dapat

hidup

pada

tumbuhan,

hewan,

dan

manusia.

Contoh:
- plasmodium dalam tubuh manusia
- tali putri dengan tumbuhan inangnya
- taenia saginata dalam tubuh sapi
- benalu dengan pohon yang ditempelinya
- cacing perut dalam usus manusia
- rafflessia dengan tumbuhan inangnya
- nyamuk dan kulit manusia
4. Predasi atau Predatorisme
Predasi adalah hubungan antara pemangsa dan mangsanya. Pemangsa dikenal dengan
predator, dan yang dimangsa disebut prey. Hubungan ini sangat erat karena tanpa mangsa,
predator tidak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi pengontrol populasi mangsa
agar tidak terjadi ledakan populasi. Dalam rantai makanan, predator menempati posisi

sebagai konsumen sekunder. Pemangsa ini untuk memenuhi kebutuhan makanan demi
kelangsungan hidupnya.
Contoh

1. singa memangsa zebra.


2. hubungan singa dengan kijang dan rusa
3. burung hantu dengan tikus.
4. Antibiosis dan alelopati
Antibiosis adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda spesies, dimana
salah

satunya

dapat

menghambat

pertumbuhan

dan

kehidupan

yang

lainnya.

Hubungan antara makhluk hidup disebut sebagai hubungan antibiosis jika salah satu
organisme mengeluarkan sekret kimiawi yang mampu merusak bahkan membunuh makhluk
hidup yang lainnya. Interaksi ini dapat menyebabkan salah satu organisme lebih unggul
dalam persaingan untuk mendapatkan kebutuhan makanan atau organisme yang satu
mengeluarkan

zat

yang

dapat

mematikan

organisme

yang

lainnya.

Sebagai contohnya, adanya jamur penicillium sp yang dapat menghambat pertumbuhan


bakteri dan jamur yang ada di sekitar. Jamur ini mengeluarkan zat kimia berupa antibiotika
yang disebut penicillin. Pohon-pohon tertentu akan mengeluarkan zat kimia berupa alelopati,
sehingga tumbuhan lain tidak dapat hidup di bawahnya. Misal, di bawah pohon kamboja
sedikit dijumpai rumput.
Contoh : jamur penicillium notatum dan jamur penicillium chrysogenum dapat menghambat
pertumbuhan dan kehidupan atau jamur patogen, karena kedua jamur tersebut dapat
mengharilkan zat antibiotik yang di sebut penisilium.
b. Protagonisme
Protagonisme merupakan suatu bentuk hubunganantara dua jenis makhluk hidup yang
saling menguntungkan,dimana suatu makhluk hidup menguntungkan makhluk hidup lainnya.
1. Mutualisme

Mutualisme

merupakan

bentuk

hubungan

(interaksi)

yang

saling

menguntungkan banyak terjadi di alam ini. Simbiosis mutualisme adalah suatu


hubungan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya yang saling
meguntungkan bagi dua belah pihak. Misalnya, simbiosis antara sapi dan burungburung memperoleh makanan berupa kutu di tubuh sapi,sedangkan sapi dibantu
menghilangkan kutu yang membuat tubuhnya gatal.
Protozoa berflagela yang hidup didalam saluran pencernaan rayap. Kayu yang
banyak mengandung selulosa tidak dapat di cerna oleh rayap,kecuali dengan bantuan
protozoa yang hidup di saluran pencernaanya. Protozoa akan mencerna selulosa
menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih kecil sehingga dapat dicerna oleh
pencernaan rayap. Dengan demikian, rayap mendapat keuntungan dari keberadaan
protozoa di dalam pencernaannya. Demikian juga protozoa akan mendapatkan
keuntungan, karena protozoa tersebut dapat hidup terlindung dalam saluran
pencernaan rayap.
Contoh mutualisme :
- tanaman kacang-kacangan (leguminosae) dan bakteri Rhizobium
- kupu-kupu dengan bunga
- ganggang (alga) dengan jamur (fungi) membentuk lumut kerak (lichenes)
- badak dengan burung jalak hitam.
2. Komensalisme
Komensalisme adalah hubungan antarorganisme dimana salah satu pihak
untung dan yang lain tidak dirugikan. Pada hubungan ini kedua pihak saling
bekerjasama.Misal pada ikan badut yang berada di laut bagian dalam,yang akan
memanfaatkan anemon laut sebagai tempat persembunyiannya terhadap pamangsapamangsa lain.Jadi ikan badut akan merasa terlindungi dengan adanya anemon laut
itu.

Ikan ikan kecil yang hidup bersama dengan ikan hiu. Ikan-ikan ini disebut
remora. Remora mendapat makanan sisa-sisa dari ikan hiu. Selain itu, mereka akan
terlindungi dari predator yang akan memangsanya.Ikan hiu tidak merasa tergangu
dengan kehadiran remora.
Pada tumbuhan epifit yang tumbuh melekat pada tumbuhan yang
lainnya,tetapi tidak merugikan tumbuhan yang ditumpanginya itu.Misalnya pasa
tumbuhan anggrek atau paku-pakuan yang melekat pada dahan tumbuhan lain,tetapi
tidak merugikan tumbuhan inangnya.
Contoh Simbiosis Komensalisme :
- anggrek dan pohon yang ditumpanginya
- ikan hiu dan ikan remora
- karang yang menempel pada tubuh ikan paus
- tanduk rusa dengan pohon lain
3. Protokooperasi
Hubungan antarorganisme ini adalah hubungan dimana organisme satu
memperoleh keuntungan dengan adanya asosiasi itu, tetapi hubungan itu tidak
merupakan suatu keharusan. Sebagai contoh hubungan kerbau dengan burung bangau.
Burung bangau bertengger di atas punggung kerbau dan mematuk kutu yang ada. Dari
interaksi tersebut, bangau memperoleh makanan dan kutu yang menjadi hama pada
kerbau berkurang, sehingga kerbau dapat hidup lebih sejahtera. Interaksi ini bukan
suatu keharusan, artinya tanpa interaksi tersebut kerbau dan bangau tetap mampu
mempertahankan hidupnya.
c. Interaksi antar populasi
Hubungan antara populasi yang satu dan populasi yang lain ini dapat terjadi secara
langsung maupun tidak langsung (saling mempengaruhi). Interaksi seperti ini membentuk
suatu komunitas. Interaksi antar populasi ini dapat bersipat menguntungkan, merugikan,
netral dan sebagainya.

1. Netralisme
Netralisme adalah hubungan tidak saling mengganggu antar organisme dalam
habitat yang sama, bersifat tidak menguntungkan dan tidak saling merugikan kedua
belah pihak. Contohnya hubungan antara capung dan sapi
2. Simbiosis
Simbiosis adalah bentuk interaksi yang erat antara dua individu/spesies yang
berbeda jenis. Mahluk hidup yang bersimbiosis disebut simbion. Interaksi tersebut ada
yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Simbiosis dalam suatu ekosistem
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu simbiosis parasitisme, simbiosis komensalisme,
dan simbiosis mutualisme.
d. Interaksi Antar Komunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan
saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas
sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan
gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan
dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk peredaran
nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua komunitas
tersebut.
Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi
juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati, misalnya pada
daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.

C. Interaksi Manusia dengan Lingkungan Hidup


Manusia dalam menjalani kehidupan di muka bumi tidaklah sendirian,
melainkan hidup dengan makhluk lain, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad renik.
Makhluk hidup yang lain tersebut bukanlah kawan yang hidup bersama secara netral

atau pasif terhadap manusia, melainkan terjadi keterkaitan di antara mereka agar
terjadi kehidupan yang sempurna. Jika di bumi tidak terdapat hewan dan tumbuhan,
dari manakah manusia mendapat oksigen dan makanan? Oleh karena itu, manusia
tidak dapat lepas dari lingkungan hidupnya.
Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada
mampu menyeimbangkan keadaannya. Namun, tidak tertutup kemungkinan, kondisi
demikian dapat berubah dengan adanya campur tangan manusia dengan segala
aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas. Keseimbangan
lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponenkomponen yang terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan,
pemindahan energi (arus energi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung.
Keseimbangan

lingkungan

dapat

terganggu

jika

terjadi

perubahan

berupa

pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat
menyebabkan putusnya mata rantai dalam suatu ekosistem. Salah satu faktor
penyebab gangguan adalah polusi, di samping faktor-faktor yang lainnya.
Lingkungan hidup memiliki tiga komponen utama meliputi :
1.Lingkungan hidup alam
2.Lingkungan hidup sosial
3.Lingkungan hidup buatan/binaan
Interaksi Lingkungan Hidup

Lingkungan alam akan membentuk lingkungan sosial (contoh: di lingkungan alam


pantai akan terbentuk lingkungan sosial kehidupan nelayan).

Lingkungan sosial akan mempengaruhi lingkungan alam (contoh: lingkungan


masyarakat yang sudah maju membutuhkan sumber daya alam yang semakin banyak).

Lingkungan sosial akan mempengaruhi lingkungan buatan (contoh:di lingkungan


sosial yang sudah melek pengetahuan semakin beragam lingkungan buatan yang
tercipta).

Lingkungan buatan akan tergantung pada lingkungan alam (contoh: pembangunan


fasilitas perkotaan sangat tergantung pada kondisi fisik lahan).

Peran manusia dalam interaksi komponen lingkungan hidup

Manusia mempunyai posisi yang dominan dalam hal ini yaitu :

Mempengaruhi lingkungan dengan cara mengatur lingkungan dan mengambil sumber


daya dari lingkungan (membangun jembatan, jalan, sawah, pemukiman dll).

Mengembangkan nilai dan norma dalam kaitannya dengan lingkungan (terlihat dari
bentuk rumah, jenis mata pencaharian, jenis pakaian dll).

PENUTUP

KESIMPULAN
Di dalam dunia ini, tidak akan pernah ada satupun komponen lingkungan hidup yang
tidak memiliki hubungan dengan komponen lain. Hubungan antar komponen lingkungan
hidup ini disebut Interaksi. Interaksi antar komponen makhluk hidup dibagi menjadi banyak
macam, baik menguntungkan ataupun tidak.
Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan
keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri
khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong
terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.

DAFTAR PUSTAKA

Hanisas Blog, Interaksi Antar Mahluk Hidup, oleh hanisa pada Maret 30, 2012
http//www.google.com/interaksi manusia dan lingkungan,.
http//www.wikipediabebas.com//interaksi makhul hidup. Thn 2011
http//www.fitriasri.com/Pengertian Ekologi dan Ekosistem