Anda di halaman 1dari 6

Faktor yang

Mempengaruhi Kadar
Kolesterol pada Usila di
Puskesmas Pandan
wangi
Ida Bagus Indrayana
10.2009.119
Kelompok E
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
Appucrawler@yahoo.com
Abstrak
Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL,
HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan
salah satu komponen lemak. Lemak merupakan salah satu zat gizi
yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti
karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah
satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping
sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya
kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.
Tingginya kadar kolesterol dalam darah bersama dengan tingginya trigliserida
menunjukan resiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner (PJK). Banyak
faktor yang dapat mempengaruhi kenaikan kolesterol. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
kenaikan kolesterol seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kadar Hb, dan
pekerjaan di Puskesmas Pandan wangi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah
studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak
54 orang yang berobat di Puskesmas Pandan wangi dan data ini didapat dari
data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan
antara tingkat penghasilan dengan kolesterol, sementara itu didapatkan
hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan ada tidaknya
pekerjaan

Kata kunci: penyakit jantung koroner, kolesterol, jenis kelamin, usia,


penghasilan, pekerjaan, pendidikan,
Abstract
Cholesterol is a fat molecules in the cell divided into ldl, hdl, total
cholesterol

and

triglycerides.Cholesterol

is

actually

one

of

the

component parts fat.Fat is one of the nutrients in which it is required by


our bodies besides the nutrients such as carbohydrates protein,
vitamins and minerals.Fat is one of a source of energy that gives
calories highest.Besides as one source of energy actually fat or
especially are indeed the cholesterol of substances which closely
needed by our bodies primarily to form the walls of the cells in the
body. High cholesterol levels in the blood along with high triglycerides
indicate greater risk of coronary heart disease exposed (PJK). Many
factors can affect cholesterol increases. The purpose of this research is
to know the factors related to the incidence of the increase in
cholesterol like age, gender, levels of education, levels of Hb, and work
in Clinics Pandan wangi. The type of research that is done is a
descriptive study with cross sectional approach. Sample research as
many as 54 people who seek treatment at Clinics Pandan wangi and
this data was obtained from secondary data. The results of research
shows that there is no relationship between the level of income with
cholesterol , while it was obtained the relationship between the ages ,
sex , the level of education and the whereabouts work.
Keywords: coronary heart disease, cholesterol, sex, age, income, occupation,
education
Pendahuluan

sebanyak 25%. Kolesterol terdiri dari

Latar Belakang

kolesterol baik (high-density lipoprotein)

Kolesterol adalah zat lemak yang beredar


dalam darah dan merupakan komponen
struktural penting dari semua sel manusia.
Tubuh memperoleh kolesterol melalui 2

dan

kolesterol

lipoprotein).

buruk

Tingginya

(low-density
kadar

LDL

berhubungan dengan peningkatan resiko


serangan jantung dan stroke.1

metode, yaitu hati yang memproduksi

Batas normal kadar kolesterol darah total

sekitar

melalui

adalah antara 140-200 mg/dL dengan HDL

makanan yang menyumbang kolesterol

>60 mg/dL dan LDL <130 mg/dL. Tubuh

75%

kolesterol

dan

memerlukan beberapa kolesterol untuk

otot

dapat

berfungsi

jantung.3

Studi

optimal,

tetapi

menunjukkan

kolesterol

dapat

yang tinggi meningkatkan risiko kejadian

meningkatkan deposit kolesterol dalam

PJK pada wanita, sedangkan pada pria

dinding-dinding

hanya di atas usia 50 tahun. Namun

peningkatan

kadar
arteri

yang

akhirnya

bahwa

Framingham

kadar

membentuk plak aterosklerotik. Plak ini

penelitian

tumbuh dari waktu ke waktu dan dapat

bahwa tingginya kadar trigliserida akan

membuka ke dalam arteri dan memicu

menjadi faktor risiko PJK bila diikuti

pembentukan

dengan penurunan HDL.4

bekuan

Penyumbatan

mendadak

darah.
arteri

oleh

bekuan darah mencegah oksigen sampai


ke otot jantung atau otak sehingga terjadi
serangan jantung atau stroke.1

paling

penting

adalah

kemampuannya untuk mendorong proses


yang

disebut

trasnportasi

membuktikan

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah


untuk mengetahui faktor-faktor apa saja
yang berperan pada peningkatan kadar
kolesterol di kalangan lansia.

HDL bermanfaat untuk sejumlah alasan.


Yang

selanjutnya

trigliserida

kolesterol

terbalik. Fungsi daripada HDL adalah


untuk mengekstrak kelebihan kolesterol
yang di simpan di dinding pembuluh darah
dan mengirimkannya kembali ke hati untuk
eliminasi melalui saluran pencernaan. HDL

Tujuannya

adalah

agar

diketahuinya

distribusi lansia di Puskesmas Pandan


Wangi menurut usia dan jenis kelamin,
hubungan
dengan

antara

hiperkolesterolemia

pekerjaan,

penghasilan,

dan

tingkat pendidikan lansia di Puskesmas


Pandan Wangi.
Tinjauan Pustaka

membantu menjaga pembuluh darah tetap


melebar sehingga aliran darah menjadi

Total kolesterol dengan usia dan jenis

lebih

kelamin

baik

dan

mengurangi

cedera

pembuluh darah.2
Penyakit jantung adalah penyebab utama
kematian di negara-negara maju meskipun
telah diketahui cara untuk mencegah dan
mengobati masalah jantung. Salah satu
jenis umumnya adalah penyakit jantung
koroner. Arteri jantung menyediakan aliran
darah ke otot jantung untuk makan tetapi
terdapat plak yang menutupi jalan tersebut
sehingga suplai makanan tidak sampai ke

Hiperkolesterolemia

merupakan

faktor

risiko yang terdokumentasi dengan baik


dan

diduga

menyebabkan

penyakit

jantung koroner (PJK). Namun, bukti


hubungan ini terutama dari setengah baya
atau realtif muda laki-laki lanjut usia
(<70tahun),
perempuan
populasi

sedangkan
atau

Asia

metaanalisis

bukti

lansia,
agak

yang

dari

terutama

langka.

berdasarkan

di

Suatu
studi

observasional menemukan bahwa tingkat

tinggi sererung kolesterol baik dikaitkan

54 usila, sebanyak 19 Usila berusia 60

dengan tingkat kematian PJK meningkat

tahun memiliki kadar kolesterol yang tinggi

baik pada pria dan wanita 75 tahun.5

dibandingkan dengan usia lainnya (tabel

Total kolesterol dan tingkat pendidikan

1). Analisis lebih lanjut memperlihatkan

Hubungan antara tingkat pendidikan dan

bahwa usila berjenis kelamin perempuan

PJK, subjek dengan pendidikan tertinggi

mempunyai

cenderung mengonsumsi makanan kurang

terkena PJK dibandingkan dengan laki-laki

aterogenik

(Tabel

daripada

subjek

dengan

kolesterol

2)

Tabel

lebih
3

tinggi

untuk

memperlihatkan

hubungan antara Tingkat pendidikan dan

pendidikan terendah.9
Total

resiko

dan

penghasilan,

kolesterol,

terlihat

bahwa

tingkat

Berdasarkan studi kasus kontrol wanita

memiliki resiko yang lebih tinggi terkena

dengan

resiko PJK dibandingkan dengan yang

didapatkan

tingkat

sedang

lebih

yang

pekerjaan
PJK,

pendidikannya

usila

penghasilan dan pekerjaan yang rendah

berpindidikan

memiliki profil lipid yang tidak sehat

berpendidikan

sehingga mengingkatkan risiko PJK .10

didapatkan bahwa usila yang tmemilik

tinggi.

atau

rendah

Pada

yang
tabel

penghasilan lebih tinggi terkena resiko


Metodologi Penelitian

PJK dibandingkan usila yang memiliki

Desain Penelitian

tidak memiliki pekerjaan.

Penelitian ini menggunakan studi deskriptif


dengan

pendekatan

cross

sectional,

karena data variabel bebas dan terikat


didapat pada waktu bersamaan, selain itu
tidak melakukan follow-up pasien serta
kontrol.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah semua pasien
yang telah diperiksa kadar kolesterol di
Puskesmas Padan Wangi yang didapat
dari data sekunder.
Hasil
Pembahasan
Sebagian besar responden yang diambil
datanya dari Puskesmas Pandan wangi
adalah usila berumur 6080 tahun. Dari

Tabel 1. Distibusi Umur Terhadap Kolesterol

Umur * kolesterol Crosstabulation

Pendidikan * kolesterol Crosstabulation

Count

Count
kolesterol
normal

Umur

kolesterol

tinggi

Total

normal

tinggi

Total

60

19

20

Pendidikan Rendah

38

44

61

Sedang

62

Tinggi

63

Total

47

54

64

65

66

68

70

71

72

75

77

80

Total

47

54

Tabel 4. Distribusi Kerja dan Tidak Bekerjanya


Usila Terhadap Kolesterol
Kerja * kolesterol Crosstabulation
Count
kolesterol
normal
Kerja

tinggi

Total

Kerja

45

52

Tidak kerja

Total

47

54

Tabel 2. Distribusi Jenis Kelamin Terhadap

Kesimpulan

Kolesterol

Berdasarkan hasil studi ini, maka dapat


disimpulkan

Sex * kolesterol Crosstabulation

Angka

(PJK) pada usila di Puskesmas Pandan


Wangi

kolesterol
normal

Tabel

berikut:

kejadian resiko penyakit jantung koroner

Count

Sex

sebagai

tinggi

hampir

sama

dengan

hasil

penelitian lainnya di Indonesia, yakni

Total

Perempuan memiliki resiko lebih tinggi dari

Laki-laki

Perempuan

42

49

koroner. Dan pada usila yang tingkat

Total

47

54

pendidikannya

3.

Distribusi

Terhadap Kolesterol

Tingkat

Pendidikan

pada pria untuk terkena penyakit jantung


rendah

memiliki

resiko

untuk terkena penyakit jantung koroner


lebih tinggi dibandingkan dengan orang
yang berpindidikan sedang dan tinggi.

Sedangkan pada usila yang memiliki

7. Schifferli JA. Anemia and low HDL

pekerjaan memiliki resiko penyakit jantung

cholesterol. N Engl J Med. 2007 May

koroner lebih tinggi dibandingkan yang

3;356:1893-1895.
8. Nnodim JK, Opara AU, Nwanjo HU,

tidak bekerja, hal ini dikarenakan usila


yang memiliki pekerjaan susah untuk
mengontrol gaya hidup sehat, sehingga
sering
kurang

mengkonsumsi
baik.

Ada

makanan

pun

yang

cara

untuk

mengurangi resiko untuk terkena penyakit


jantung koroner pada usia lanjut adalah

dkk. Plasma lipid profile in sickle cell


disease. Pakistan Journal of Nutrition.
2012;11(1):64-65.
9. Jacobsen BK, Thelle DS. Risk factors
for coronary heart disease and level of
education.

Am

Epidemiol.

dengan cara menerapkan pola hidup

1988;127(5):923-932.
10. Wamala SP, Wolk A, dkk. Lipid profile

sehat, contohnya mengurangi makanan

and socioeconomic status in healthy

berkolesterol

cara

middle aged women in Sweden. J

berolahraga secara teratur, menjaga berat

Epidemiol Community Health. 1997

badan, berhenti merokok dan berhenti

Aug;51(4):400-407.

tinggi

dengan

mengkonsumsi minuman beralkohol.


Daftar Pustaka
1. Scirica BM, Cannon CP. Treatment to
elevated

cholesterol.

Circulation.

2005;111:e360-e363.
2. Toth PP. The good

cholesterol.

Circulation. 2005;111:e89-e91
3. Torpy JM. Coronary heart disease risk
factors. JAMA. 2009;302(21):2388.
4. Khairani R, Sumiera M. Profil lipid
pada penduduk lanjut usia di Jakarta.
Universa Medicina. 2005 Des;24(4).
5. Nagasawa S, okamura T, Iso H, dkk.
Relation

between

serum

total

cholesterol level and cardiovascular


disease stratified by sex and age
group.

Am

Heart

Assoc.

2012;1:e001974.
6. Sandeep N, Rao VD, Hanumaiah A,
DKK. Lipid profile changes in anemia.
Transworld
2014;2(1):29-32.

Medical

Journal.