Anda di halaman 1dari 12

Sudut Brewster

Oleh : Muhammad Shadri


1110442023
Laboratorium Fisika Atom dan Inti
Jurusan Fisika
FMIPA
UNAND
2013

Abstrak
Pada penelitian ini, cahaya terpolarisasi sebagian saat terpantul
dari permukaan bukan pengantar dan sudut brewster akan
terukur. Cahaya dari laser dioda akan terpantul pada bagian
datar kaca akrilik dan prisma. Pantulan cahaya dilewatkan
melalui polarisator dan dideteksi oleh sensor gerak memutar
yang terpasang pada meja spectrofotometer. Hubungan antara
intensitas dari cahaya terpantulkan dengan sudut pantul
memperlihatkan sudut saat intensitas cahaya menjadi minimum.
Nilai sudut brewster yang diperoleh pada kaca akrilik dengan
intensitas cahaya 78 yaitu 56 untuk pengukuran manual dan 8
untuk pengukuran pada data studio. Sedangkan pada kaca
prisma Nilai sudut brewster yang diperoleh pada kaca akrilik
dengan intensitas cahaya 78 yaitu 51 untuk pengukuran
manual dan 8 untuk pengukuran pada data studio. Sudut
brewster ini dapat digunakan untuk menghitung index bias dari
kaca akrilik dan prisma.
Kata Kunci : Sudut Brewster, Polarisasi, Indeks Bias.

Teori

Polarisasi Cahaya
Sebagai gelombang transversal, cahaya
dapat mengalami polarisasi. Polarisasi
cahaya dapat disebabkan oleh empat
cara, yaitu refleksi (pemantulan), absorbsi
(penyerapan), pembiasan (refraksi) ganda
dan hamburan.
Pada kesempatan ini akan dibahas
mengenai polarisasi cahaya karena
reflkesi (pemantulan)

Teori
Polarisasi karena refleksi
Pemantulan akan menghasilkan cahaya
terpolarisasi
Pada sifat polarisasi ini sangat unik karena
selain cahaya di pantulkan juga dibiaskan pula.
Jika seberkas pola cahaya dijatuhkan pada
permukan bidang batas dua medium, maka
sebagian cahaya akan mengalami pembiasan
dan sebagian lagi mengalami pemantulan.
Sinar bias dan sinar pantul akan terpolarisasi
sebagian

Teori
Polarisasi karena refleksi
(lanjutan)
Jika sudut sinar datang diubahubah, pada suatu saat sinar bias
dan sinar pantul membentuk sudut
90.
Pada keadaan ini, sudut sinar
datang (i) disebut sudut polarisasi
(ip) karena sinar yang terpantul
mengalami polarisasi sempurna
atau terpolarisasi linear.
Sudut ip disebut sudut polarisasi
atau sudut Brewster, yaitu sudut
datang pada sinar bias dan sinar
pantul membentuk sudut 90.

Ilustrasi Polarisasi
Karena Refleksi
(Pemantulan)

Teori
Hukum Snellius
Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar
pantul dan sinar biasnya membentuk sudut 90o. Maka arah getar
sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang pantul.
Oleh karena itu sinar pantul tegak lurus sinar bias, berlaku ip + r
= 90 atau r = 90 ip . Dengan demikian, Menurut Hukum
Snellius,

Sehingga diperoleh persamaan :

Dengan n2 adalah indeks bias medium tempat cahaya datang n1 adalah


medium tempat cahaya terbiaskan, sedangkan ip adalah sudut pantul
yang merupakan sudut terpolarisasi. Persamaan di atas merupakan
bentuk matematis dari Hukum Brewster.

Metode Penelitian

Alat spectophotometer, polarisator bundar, analisator


persegi. Meja besi sudut brewster harus diposisikan
pada angka nol. Sinar lensa disejajarkan beserta silt
kolimator dan lensa D Di setting sebelum penelitian
dilakukan.
Pada penelitian ini medium yang digunakan adalah
kaca akrilik dan kaca prisma.
Penelitian diawali dengan memindahkan lensa diode,
sehingga menolkankan sudut sensor gerak melingkar
Kemudian lensa spectrophotometer diputar sehingga
berkas sinar laser terfokus pada slit sensor cahaya .
Klik Star pada data studio dan gerakkan lengan
spectrofotometer berputar maju-mundur dari laser
sehingga mendapatkan intensitas maksimum yang
terlihat pada komputer. Kemudian klik Stop pada data
stuido dan jangan menggerakkan lengan hingga

Metode Penelitian
(lanjutan)

Penghitungnan sudut dengan membagi dua


sudut yang sebenarnya.
Lengan spectrophotometer digerakkan,
kemudian membaca sudut pada tampilan
angka, dan dilanjutkan dengan memutar
piringan Brewster untuk mencocokkan sudut.
Kemudian dilanjutkan dengan membaca
tampilan angka dari intensitas cahaya.
Letakkan analisator persegi pada lengan di
depan slit, kemudian baca intensitas cahaya
pada Polarized Light.

Hasil
Data pengukuran sudut Brewster

Analisis

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan


dapat dianalisa bahwa pada kaca akrilik
dengan sudut brewster sebesar 560.
Percobaan kedua yaitu dengan
menggunakan prisma. Nilai sudut brewster
yang diperoleh yaitu sebesar 510. Tingkat
polarisasi bergantung pada sudut datang
dan indeks bias kedua medium. Artinya
kaca akrilik yang memiliki sudut brewster
lebih tinggi dibandingkan kaca prisma.

Analisis
Dari data yang ada terlihat bahwa cahaya yang
ditransmisikan nilainya semakin turun dan intensitas
cahaya yang terlihat turun juga.
Sedangkan cahaya yang direfleksikan intensitas cahaya
semakin besar dan cahaya yang direfleksikan nilainya
turun.
Sebagian dari sinar yang datang yang mengenai
medium bidang batas mengalami pemantulan dan
sebagian lagi akan dibiaskan, sehingga besar dari
transmisi dan cahaya yang direfleksikan dipengaruhi
oleh nilai sudut datangnya.

Semakin besar sudut datang, maka refleksi semakin


bertambah sedangkan transmisinya semakin berkurang.

Kesimpulan

Dari Penelitian ini kesimpulan yang diperoleh


antara lain:
Sudut Brewster adalah sudut yang terbentuk apabila
cahaya yang dipantulkan bernilai sama dengan cahaya
dibiaskan atau dengan kata lain sudut Brewster
terbentuk apabila sinar datang dan sinar pantul saling
tegak lurus (sudut 90 o).
Tingkat polarisasi bergantung pada sudut datang dan
indeks bias kedua medium. Artinya kaca akrilik yang
memiliki sudut brewster lebih tinggi dibandingkan kaca
prisma.
Semakin besar sudut datang, maka refleksi semakin
bertambah sedangkan transmisinya semakin
berkurang.