Anda di halaman 1dari 24

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang
dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo

atau

hemato yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat
dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem
trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke
jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan
menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paruparu atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang
berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang
belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke
dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas.
Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat
pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang
berwarna

biru,

mengandung

tembaga,

dan

digunakan

oleh

hewan

crustaceae.Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau


muda, biru, atau kuning oranye)
Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk
mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga
menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme,
dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan
mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem
endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen
sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah
disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang
mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya
molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah
mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa
oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa
karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu
dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah
dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah
membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut
pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah
vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan

10

sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan
dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni (Wahyu, 2009)
2.2. Komposisi Darah
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45%
bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel
darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55%
yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang
disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:
2.2.1. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak
dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin
dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam
penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit akan
menderita penyakit anemia.
2.2.2. Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
2.2.3. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas
untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya
oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak
memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit akan menderita

11

penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit akan


menderita penyakit leukopenia.
Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:
1. Air: 91,0%
2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium,
fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll).
4. Garam
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
1. albumin
2. bahan pembeku darah
3. immunoglobin (antibodi)
4. hormon

5. berbagai jenis protein


6. berbagai jenis garam
Demikian juga dengan darah Hewan, juga mengandung:air, protein
(Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen),mineral, natrium klorida,
natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen
(wahyu, 2009).
2.3. Trombosit
Trombosit atau keping sel darah merupakan salah satu komponen darah
yang mempunyai fungsi utama dalam pembekuan darah. Trombosit akan bekerja
dengan menutupi pembuluh darah yang rusak dan membentuk benang-benang

12

fibrin seperti jaring-jaring yang akan menutup kerusakan tersebut. Trombosit


manusia berukuran kecil dan berbentuk bulat, bentuk dan ukuran trombosit
tersebut memungkinkan trombosit masuk ke pembuluh darah yang kecil dan
mampu menempatkan diri pada lokasi yang paling optimal dalam menjaga
keutuhan pembuluh darah.
Trombosit dibentuk di dalam sumsum tulang dalam bentuk yang lebih
besar yang disebut dengan megakariosit (sel dengan inti yang besar), kemudian
mengalami pematangan menjadi trombosit yang tidak memiliki inti sel lagi dan
beredar di peredaran darah. Masa hidup trombosit dalam peredaran darah kurang
lebih 10 hari.
2.3.1. Fungsi Trombosit
Fungsi utama trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Bila
terdapat luka, trombosit akan berkumpul ke tempat luka kemudian memicu
pembuluh darah untuk mengkerut (supaya tidak banyak darah yang keluar)
dan memicu pembentukan benang-benang pembekuan darah yang disebut
dengan benag-benang fibrin. Benang-benang fibrin tersebut akan
membentuk formasi seperti jaring-jaring yang akan menutupi daerah luka
sehingga menghentikan perdarah aktif yang terjadi pada luka. Selain itu,
ternyata trombosit juga mempunyai peran dalam melawan infeksi virus
dan bakteri dengan memakan virus dan bakteri yang masuk dalam tubuh
kemudian dengan bantuan sel-sel kekebalan tubuh lainnya menghancurkan
virus dan bakteri di dalam trombosit tersebut.

13

Namun, dengan sifat trombosit yang mudah pecah dan bergumpal bila
ada suatu gangguan, trombosit juga mempunyai peran dalam pembentukan
plak dalam pembuluh darah. Plak tersebut justru dapat menjadi hambatan
aliran darah, yang seringkali terjadi di dalam pembuluh darah jantung
maupun otak. Gangguan tersebut dapat memicu terjadinya stroke dan
serangan jantung. Oleh karena itu, pada pasien-pasien dengan stroke dan
serangan jantung diberikan obat-obatan (anti-platelet) supaya trombosit
tidak terlalu mudah bergumpul dan membentuk plak di pembuluh darah.
2.3.2 Kelainan Trombosit
Nilai normal 150.000-400.000 sel/mikroliter darah. Bila kadar
trombosit di atas rentang nilai normal (>400.000/mikroliter darah) disebut
dengan Trombositosis. Penyebab terjadinya trombositosis dibagi menjadi 2
yaitu primer (kelainan di sumsum tulang) dan sekunder (reaktif akibat
suatu penyakit). Yang paling sering terjadi adalah penyebab sekunder.
Yang termasuk penyebab sekunder adalah: kekurangan zat besi,
peradangan dalma tubuh (seperti adanya kerusakan jaringan atau infeksi),
keganasan (kanker).
Bila kadar trombosit di bawah rentang normal (<150.000/mikroliter)
disebut dengan Trombositopenia. Bila hanya nilai trombosit yang
mengalami penurunan, biasanya disebabkan oleh penyakit idiopatik
trombositopenia purpura (ITP), trombositopenia yang disebabkan oleh
obat-obatan tertentu, atau karena gangguan pembekuan darah di seluruh
tubuh akibat infeksi atau peradangan yang meluas. Bila trombositopenia

14

diikuti dengan penurunan nila normal komponen sel darah yang lain (sel
darah merah dan sel darah putih), perlu dicurigai adanya kegagalan
sumsum tulang dalam memproduksi seluruh komponen sel darah seperti
pada kanker darah yang akut (leukemia akut) atau kelainan dalam
pembentukan sumsum tulang (Setiabudy, 2009 ).

2.4. Demam Berdarah Dengue


Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi
yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk
menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut
sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena
demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat
seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah
demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri
otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah
menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah
demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah
(saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang
menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang
menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
Terdapat empat jenis virus dengue, Apabila seseorang telah terinfeksi satu
jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya.
Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu

15

singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia
mungkin akan mengalami masalah yang serius.
Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue
tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang
dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan
nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk
dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam
dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama
penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami
kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang
dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi
darah (diberikan darah dari orang lain).
Sejak 1960-an, semakin banyak orang yang terkena demam dengue.
Penyakit tersebut mulai menimbulkan masalah di seluruh dunia sejak Perang
Dunia Kedua. Penyakit ini umum terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahun,
sekitar 50100 juta orang terkena demam dengue.
Para ahli sedang mengembangkan obat-obatan untuk menangani virus
secara langsung. Masyarakat pun melakukan banyak usaha untuk membasmi
nyamuk.
Deskripsi pertama dari demam dengue ditulis pada 1779. Pada awal abad
ke-20, para ilmuwan mengetahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus
dengue, dan bahwa virus tersebut ditularkan atau disebarkan oleh nyamuk
( Satari, 2005 ).

16

2.4.1. Gejala Demam Berdarah (DBD)


Sekira 80% dari pasien (atau 8 dari 10 pasien) yang terinfeksi virus
dengue tidak menunjukkan gejala, atau hanya menunjukkan gejala ringan
(seperti demam biasa). Sekira 5% dari orang yang terinfeksi (atau 5 dari
100) akan mengalami infeksi berat. Penyakit tersebut bahkan mengancam
jiwa sedikit dari mereka.
Sebagian kecil penderita ini, penyakit tersebut mengancam jiwa. Gejala
akan muncul antara 3 dan 14 hari setelah seseorang terpajan virus dengue.
Seringkali gejala muncul setelah 4 hingga 7 hari. Oleh karena itu jika
seseorang baru kembali dari wilayah yang memiliki banyak kasus dengue,
kemudian ia menderita demam atau gejala lainnya setelah lebih dari 14
hari dia kembali dari wilayah tersebut, kemungkinan penyakitnya tersebut
bukan Dengue.
Seringkali, apabila anak-anak terkena demam dengue, gejala yang
muncul sama dengan gejala pilek atau gastroenteritis (atau flu perut;
misalnya, muntah-muntah dan diare). Namun, anak-anak mungkin
mengalami masalah yang parah karena Demam Dengue.
2.4.2. Laju penyakit secara Klinis.
Gejala Klasik Demam Dengue adalah demam yang terjadi secara tibatiba; sakit kepala (biasanya di belakang mata); ruam; nyeri otot dan nyeri
sendi. Julukan "demam sendi" untuk penyakit ini menggambarkan betapa
rasa sakit yang ditimbulkannya dapat menjadi sangat parah. Demam
dengue terjadi dalam tiga tahap: demam, kritis, dan pemulihan.

17

Pada fase demam, seseorang biasanya mengalami demam tinggi.


("Demam" berarti bahwa seseorang mengalami demam.) Panas badan
seringkali mencapai 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit). Penderita
juga biasanya menderita sakit yang umum atau sakit kepala. Fase febrile
biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Pada fase ini, sekira 50
hingga 80% pasien dengan gejala mengalami ruam. Pada hari pertama atau
kedua, ruam akan tampak seperti kulit yang terkena panas (merah).
Selanjutnya (pada hari ke-4 hingga hari ke-7), ruam tersebut akan tampak
seperti campak. Bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit.
Bintik-bintik ini tidak hilang jika kulit ditekan. Bintik-bintik ini
disebabkan oleh pembuluh kapiler yang pecah. Penderita mungkin juga
mengalami perdarahan ringan membran mukus mulut dan hidung. Demam
itu sendiri cenderung akan berhenti (pulih) kemudian terjadi lagi selama
satu atau dua hari. Namun, pola ini berbeda-beda pada masing-masing
penderita.
Pada beberapa penderita, penyakit berkembang ke fase kritis setelah
demam tinggi mereda. Fase kritis tersebut biasanya berlangsung selama
hingga 2 hari. Selama fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan
abdomen. Hal ini terjadi karena pembuluh darah kecil bocor. Cairan
tersebut akan semakin banyak, kemudian cairan berhenti bersirkulasi di
dalam tubuh. Ini berarti bahwa organ-organ vital (terpenting) tidak
mendapatkan suplai darah sebanyak biasanya. Karena itu, organ-organ

18

tersebut tidak bekerja secara normal. Penderita penyakit tersebut juga


dapat mengalami perdarahan parah (biasanya dari saluran gastrointestinal)
Kurang dari 5% dari orang dengan dengue mengalami renjat peredaran
darah, sindrom renjat dengue, dan demam berdarah. Jika seseorang pernah
mengidap jenis dengue yang lain (infeksi sekunder), kemungkinan
mereka akan mengalami masalah yang serius.
Pada fase penyembuhan, cairan yang keluar dari pembuluh darah
diambil kembali ke dalam aliran darah. Fase penyembuhan biasanya
berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Pasien biasanya semakin pulih dalam
tahap ini. Namun, mereka mungkin menderita gatal-gatal yang parah dan
detak jantung yang lemah. Selama fase ini, pasien dapat mengalami
kondisi kelebihan cairan (yakni terlalu banyak cairan yang diambil
kembali). Jika terkena otak, cairan tersebut dapat menyebabkan kejang
atau perubahan derajat kesadaran (yakni seseorang yang pikirannya,
kesadarannya, dan perilakunya tidak seperti biasanya).
2.4.3. Penyebab
Demam dengue disebabkan oleh virus dengue. Dalam sistem ilmiah
yang menamakan dan mengklasifikasikan virus, virus dengue tersebut
merupakan bagian dari famili Flaviviridae dan genus Flavivirus. Virus
lainnya juga merupakan bagian dari famili yang sama dan menyebabkan
penyakit pada manusia. Contohnya, virus yellow fever, West Nile virus,
St. Louis encephalitis virus, Japanese encephalitis virus, tick-borne
encephalitis virus, Kyasanur forest disease virus, and Omsk hemorrhagic

19

fever virus all belong to the family Flaviviridae. Most of these viruses are
spread by mosquitoes or ticks.
2.4.4. Penularan
Dengue virus ditularkan (atau disebarkan) sebagian besar oleh nyamuk
Aedes, khususnya tipe nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini biasanya hidup
di antara garis lintang 35 Utara dan 35 Selatan, di bawah ketinggian
1000 m. Nyamuk-nyamuk tersebut lebih sering menggigit pada siang hari.
Satu gigitan dapat menginfeksi manusia.
Terkadang, nyamuk juga tertular dengue dari manusia. Jika nyamuk
betina yang menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut dapat
tertular virus. Mulanya virus hidup di sel yang menuju saluran pencernaan
nyamuk. Sekira 8 hingga 10 hari berikutnya, virus menyebar ke kelenjar
saliva nyamuk, yang memproduksi saliva (atau "ludah"). Ini berarti bahwa
saliva yang diproduksi oleh nyamuk tersebut terinfeksi virus dengue. Oleh
karena itu ketika nyamuk menggigit manusia, saliva yang terinfeksi
tersebut masuk ke dalam tubuh manusia dan menginfeksi orang tersebut.
Virus sepertinya tidak menimbulkan masalah pada nyamuk yang
terinfeksi, yang akan terus terinfeksi sepanjang hidupnya. Nyamuk Aedes
aegypti adalah nyamuk yang paling banyak menyebarkan dengue. Ini
karena nyamuk tersebut menyukai hidup berdekatan dengan manusia dan
makan dari manusia alih-alih dari binatang. Nyamuk ini juga suka bertelur
di wadah-wadah air yang dibuat oleh manusia (Soedarto, 2009)

20

Dengue juga dapat disebarkan melalui produk darah yang telah


terinfeksi dan melalui donasi organ. Jika seseorang dengan dengue
mendonasikan darah atau organ tubuh, yang kemudian diberikan kepada
orang lain, orang tersebut dapat terkena dengue dari darah atau organ yang
didonasikan tersebut. Di beberapa negara, seperti Singapura, dengue biasa
terjadi. Di negara-negara ini, antara 1,6 dan 6 transfusi darah dari setiap
10.000 menularkan dengue. Virus dengue juga dapat ditularkan dari ibu ke
anaknya selama kehamilan atau ketika anak tersebut dilahirkan. Dengue
biasanya tidak ditularkan dengan cara-cara lain.
2.4.5. Risiko
Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak kecil yang
menderita dengue lebih berisiko mengalami infeksi yang serius. Anakanak cenderung berisiko mengalami sakit berat apabila mereka tergolong
anak-anak yang berkecukupan gizi (jika mereka sehat dan memakan
makanan bergizi). Ini berbeda dari banyak infeksi lainnya, yang biasanya
lebih parah terjadi pada anak-anak yang termasuk golongan kurang gizi,
tidak sehat, atau tidak memakan makanan bergizi. Perempuan lebih
cenderung terserang sakit yang lebih parah daripada laki-laki. Dengue bisa
mengancam jiwa pada pasien dengan penyakit kronis (jangka panjang),
seperti diabetes dan asma.
2.4.6. Mekanisme
Apabila nyamuk menggigit orang, air liur nyamuk tersebut masuk ke
kulit orang tersebut. Jika nyamuk tersebut mengandung dengue, virus

21

terbawa dalam air liurnya. Sehingga apabila nyamuk tersebut menggigit


orang, virusnya masuk ke dalam kulit orang tersebut bersama air liur
nyamuk. Virus tersebut tertanam dan memasuki sel darah putih orang
tersebut. (Sel darah putihnya seharusnya membantu pertahanan tubuh
dengan memerangi ancaman, seperti infeksi.) Ketika sel darah putih
tersebut bergerak-gerak di dalam tubuh, virus memproduksi kembali (atau
memperbanyak diri). Sel darah putih bereaksi dengan cara memperbanyak
protein pengisyarat (apa yang disebut dengan sitokin), seperti faktor-faktor
interleukin, interferon dan tumor nekrosis. Protein ini menyebabkan
demam, gejala yang menyerupai flu, dan rasa nyeri yang luar biasa yang
terjadi bersama dengue.
Jika seseorang menderita infeksi (serius), virus bereproduksi dengan
lebih cepat. Dengan semakin banyaknya virus, semakin banyak pula organ
(seperti hati dansumsum tulang) yang terkena dampaknya. Cairan dari
aliran darah bocor melalui dinding-dinding pembuluh darah kecil ke dalam
rongga-rongga tubuh. Oleh karena itu, lebih sedikit darah yang
bersirkulasi (atau berputar di dalam tubuh) di dalam pembuluh darah.
Tekanan darah orang tersebut menjadi sangat rendah sehingga jantungnya
tidak dapat memasok cukup darah ke organ vital (yang paling penting).
Sumsum tulang juga tidak dapat membuat cukup platelet yang dibutuhkan
darah agar bisa membeku dengan benar. Tanpa cukup platelet, orang
tersebut

akan memiliki

masalah pendarahan. Pendarahan

adalah

22

komplikasi berat dari dengue (satu dari masalah yang paling berat yang
diakibatkan oleh penyakit tersebut).
2.5. KLASIFIKASI JAMBU BIJI
Jambu biji ini akrab juga dengan nama Psidium guajava (Inggris/Belanda),
Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu
(Sunda), Jambu bender (Madura.
Urutan takson jambu air (Psidium guajava L)
Kindom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotylopsida

Ordo

: Myrtales

Family

: Myrtaceaea

Genus

: Psidium

Spesies

: Psidium guajava

2.5.1 MORFOLOGI JAMBU BIJI


1. Akar
Adalah bagian pokok yang nomor tiga setelah batang dan daun bagi
tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormos dan pada jambu biji ini,
sistem perakarannya adalah sistem akar tunggang, karena akar lembaganya
terus tumbuh menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar
yang lebih kecildan akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar
tunggang. Di lihat dari percabangannya dan bentuknya, Jambu biji memiliki
akar tunggang yang bercabang yang bentuknya kerucut panjang, tumbuh

23

lurus kebawah, bercabang cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang


lagi. Sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang, dan juga
daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat menyerap air dan zat-zat
makanan yang lebih banyak.
2. Batang
Tumbuhan biji belah pada umumnya mempunyai batang yang di bagian
bawahnya lebih besar dan keujung semakin mengecil, Jadi batangnya dapat di
pandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat memanjang dan
mempunyai percabangan. Bentuk cabang pada jambu biji yaitu berkayu dan
permukaannya licin dan terlihat lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Arah
tumbuh batangnya tegak lurus. Jambu biji memiliki cabang sirung pendek
yaitu cabang cabang kecil dengan ruas ruas yang pendek yang selain daun
juga merupakan pendukng bunga dan buah.
3. Daun
Merupakan suatu bagian yang penting, yang berfungsi sebagai alat
pengambilan zat zat makanan (reabsorbsi), asimilasi transpirasi dan
respirasi.Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri
dari tangkai dan helaian saja disebut daun bertangkai.
Sifat sifat daun yang di miliki oleh jambu adalah sebagai berikut :
a. Bangun daun
Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya
berada ditengah tengah dan memiliki bangun jorong karena
perbandingan panjang : lebarnya adalah - 2 : 1

24

b. Ujung
Jambu biji memiliki ujung yang tumpul tepi daun yang semula masih
agak jauh dari ibu tulang, cepat menuju kesuatu titik pertemuan
membentuk sudut 900
c. Pangkal
Karena tepi daunnya tidak pernah bertemu, tetapi terpisah oleh pangkal
ibu tulang / ujung tangkai daun, maka pangkal dari daun jambu biji ini,
adalah tumpul (obtusus)
d. Susunan tulang tulang daun
Daun jambu biji memiliki pertumbuhan daun yang menyirip (penninervis)
yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke
ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping,
keluar tulang tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita
kepada susunan sirip sirip pada ikan.
e. Tepi daun
Jambu biji memiliki tepi daun yang rata.
Sifat sifat lain yang perlu diperhatikan antara lain : Warna hijau
permukaan daun. Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih
hijau licin dan mengkilat jika di bandingkan dengan sisi bawah karena
lapisan atas lebih banyak terhadap warna hijaunya, jambu biji memiliki
permukaan daun yang berkerut (rogosus)
4. Bunga

25

Pada tumbuhan biji bunga merupakan alat perkembangan generatif,


yang mana pada bunga inilah terdapat bagian yang setelah terjadi
peristiwa yang disebut persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan
menghasilkan bagian tumbuhan yang di sebut dengan buah. Bunga pada
jambu biji terdiri dari kelopak dua mahkota yang masing masing terdiri
atas 4 5 daun berkelopak dan sejumlah daun mahkota yang sama, dan
tidak merapat memiliki benang sari yang banyak dan berkelopak,
berhadapan dengan daun daun mahkota memiliki tangkai sari dengan
warna yang cerah bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai
putik. Bunga tunggal terletak di ketiak daun, bertangkai. Perbungaan
terdiri 1 sampai 3 bunga. Panjang gagang perbungaan 2 cm sampai 4 cm.
Bunga banci dengan hiasan bunga yang jelas dapat dibedakan dalam
kelopak dan mahkota bunga, aktinomorf/zigomorf, berbilangan 4. Daun
mahkota bulat telur terbalik, panjang 1,5-2 cm, putih, segera rontok.
Benang sari pada tonjolan dasar bunga yang berbulu, putih, pipih dan
lebar, seperti halnya tangkai putik berwarna seperti mentega. Tabung
kelopak berbentuk lonceng atau bentuk corong, panjang 0,5 cm.
pinggiran tidak rontok (1 cm panjangnya). Tabung kelopak tidak atau
sedikit sekali diperpanjang di atas bakal buah, tepi kelopak sebelum
mekar berlekatan menjadi bentuk cawan, kemudian membelah menjadi
2-5 taju yang tidak sama.bulat telur, warna hijau kekuningan. Bakal buah
tenggelam, dengan 1-8 bakal biji tiap ruang.
5. Buah

26

Jambu biji memiliki buah sejati tunggal artinya. Buah ini terjadi dari
satu bunga dengan setu bakal buah saja dan memiliki lebih dari satu biji.
Jambu biji termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging (curnosus)
dab bentuk buahnya bulat. Jambu Biji (Psidium guajava) banyak tersebar
di Asia Tenggara termasuk Indonesia, sampai Asia Selatan, India dan
Srilangka. Jambu biji termasuk tanaman perdu dan memiliki banyak
cabang dan ranting; batang pohonnya keras. Permukaan kulit luar pohon
jambu biji berwarna coklat dan licin. Apabila kulit kayu jambu biji
tersebut dikelupas, akan terlihat permukaan batang kayunya basah. Bentuk
daunnya umumnya bercorak bulat telur dengan ukuran yang agak besar.
Bunganya kecil-kecil berwarna putih dan muncul dari balik ketiak daun.
Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai pada
ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Pada umur 2-3 tahun jambu
biji sudah mulai berbuah. Bijinya banyak dan terdapat pada daging
buahnya.
2.5.2 ANATOMI JAMBU BIJI
2.5.2.1. Anatomi daun
Epidermis atas : terdiri dari 1 lapis sel, pipih, terentang tangensial,
bentuk poligonal, dinding antiklinal lurus, tidak terdapat stomata.
Epidermis bawah : sel lebih kecil, pipih, terentang tangensial, bentuk
poligonal, dinding antiklinal lurus. Stomata: Tipe anomositik, banyak
terdapat pada permukaan bawah. Rambut penutup : Terdapat pada kedua
permukaan, lebih banyak pada permukaan bawah, bentuk kerucut

27

ramping yang umumnya agak bengkok, terdiri dari 1 sel, berdinding


tebal, jernih, panjang rambut 150 m, pangkal rambut kadang-kadang
agak membengkok, lumen kadang-kadang mengandung zat berwarna
kuning kecoklatan. Jaringan air : Terdapat di bawah epidermis atas,
terdiri dari 2 sampai 3 lapis sel yang besar, jernih dan tersusun rapat
tanpa ruang antar sel. Idioblas : terdapat di beberapa tempat, berisi hablur
kalsium oksalat berbentuk roset yang besar dan bentuk prisma. Kelenjar
minyak : Rongga minyak bentuk lisigen besar, terdapat lebih banyak di
bagian bawah dari pada di bagian atas. Jaringan palisade : Terdiri dari 5
sampai 6 lapis sel, terletak di bawah jaringan air, 2 lapis sel yang pertama
lebih besar dan mengandung lebih banyak zat hijau daun, lapisan-lapisan
berikutnya berongga lebih banyak.
2.5.2.2. Anatomi batang
Floem intraxyler. Selaput kayu yang utama membentuk lebih sedikit
silinder lengkap, dari floem internal juga membentuk suatu lapisan yang
berlanjut. Floem internal kebanyakan di dalam tumbuhan, jarang suatu
kambium muncul di dalam xilem primer dan kecil jumlah floem
sekunder internal dibentuk. Parenkim bersama-sama dengan apa yang
ada pada daerah protoxilem, membentuk daerah perimedullary.
2.5.2.3. Anatomi Akar
Akar, endodermis biasanya paling nyata pada akar. Endodermisnya
tetap dalam bentuk primer dan ditinggalkan bersama dengan korteks pada
waktu perkembangan penebalan sekunder dan peridem. Stele lebih nyata

28

daripada korteks dalam akar dibanding dengan yang terdapat dalam batang
(Novi,2012).

2.5.3. KANDUNGAN KIMIA


Buah, daun, dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang
pada bunganya tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga
mengandung zat lain kecuali tannin, seperti minyak atsiri, asam ursolat,
asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan
vitamin. Kandungan buah jambu biji (dalam 100 gr), yaitu Kalori 49 kal;
Vitamin A 25 SI; Vitamin B1 0,02 mg; Vitamin C 87 mg; Kalsium 14 mg;
Hidrat Arang 12,2 gram; Fosfor 28 mg; Besi 1,1 mg; Protein 0,9 mg; Lemak
0,3 gram; dan Air 86 gram.
Daun jambu biji mengandung total minyak 6% dan minyak atsiri 0,365%
[Burkill, 1997], 3,15% resin, 8,5% tannin, dan lain-lain. Komposisi utama
minyak atsiri yaitu -pinene, -pinene limonene, men- thol, terpenyl acetate,
isopropyl

alco-

hol,

longicyclene,

caryophyllene,

bisabolene,

caryophyllene oxide, - copanene, farnesene, humulene, selinene, cardinene


and curcumene [Zakaria, 1994].
Minyak atsiri dari daun jambu biji juga mengandung nerolidiol, sitosterol, ursolic, crategolic, dan guayavolic acids. Selain itu juga
mengandung minyak atsiri yang kaya akan cineol dan empat triterpenic
acids

sebaik

ketiga

jenis

fla-vonoid

yaitu;

quercetin,

3-L-4-4-

29

arabinofuranoside (avicularin) dan 3-L-4-pyranoside dengan aktivitas anti


bakteri yang tinggi Oliver-Bever.
2.5.4. Khasiat
Jambu biji dikenal sebagai bahan obat tradisional untuk batuk dan diare.
Jus jambu biji "bangkok" juga dianggap berkasiat untuk membantu
penyembuhan penderita demam berdarah dengue. Buah jambu biji mengandung
berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam
berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang
dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat
aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus
berinti RNA. Dan daun jambu biji memiliki kandungan yang banyak bermanfaat
bagi tubuh kita. Diantaranya, anti inflamasi, anti mutagenik, anti mikroba dan
analgesik. Beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam daun jambu biji
seperti, polifenol, karoten, flavonoid dan tannin. Dengan begitu banyaknya
kandungan yang terdapat dalam daun jambu biji tersebut, diperkirakan memiliki
anti oksidan yang erat khasiatnya dalam mengobati berbagai penyakit. Berbagai
penelitian telah dilakukan, dan menunjukkan hasil yang positif bahwa buah dan
daun jambu biji ternyata dapat mengobati beberapa macam penyakit.
Berikut beberapa khasiat daun jambu biji dalam mengobati penyakit:
1. Mengobati diare
Tanaman jambu biji memiliki astringen, zat kimia yang akan menyusutkan
jaringan tubuh. Ini sebabnya gusi akan terasa lebih keras dan segar setelah kita
mengunyah jambu biji. Selain itu daun jambu biji juga mengandung zat

30

antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena disentri.


Pembunuh bakteri lain dalam buah ini adalah karetinoid, vitamin C dan
potasium.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Vieira; dkk., ekstrak daun jambu
biji terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu
Staphylococcus aureus dan E. coli. Selain itu, juga terdapat penelitian yang
dilakukan oleh Adnyana (2004) yang menghasilkan suatu kesimpulan bahwa
ekstrak daun jambu biji putih mempunyai kemampuan untuk menghambat
pertumbuhan bakteri penyebab diare lebih baik daripada ekstrak daun jambu
biji merah.
2. Batuk dan flu
Daun jambu biji yang dimakan mentah atau buah yang masih mentah yang
dibuat jus dipercaya secara turun temurun sebagai obat mengatasi batuk dan
flu. Ramuan ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan lendir serta
membuat saluran pernapasan bebas infeksi.
3. Diabetes
Menurut penelitian yang dilakukan para ahli, baik buah dan daun jambu biji bisa
membantu menurunkan kadar gula darah sehingga bisa dijadikan herbal untuk
diabetes. Jambu Biji juga meningkatkan produksi hormon Insulin. Insulin
merupakan hormon yang berfungsi untuk merubah gula dalam darah menjadi
gula otot sehingga tidak ada kelebihan gula dalam darah. Dalam penelitian
tersebut disebutkan bahwa untuk mengobati diabetes melitus dilakukan dengan

31

cara mengonsumsi jus buah jambu biji yang dilarutkan dalam air konsentrasi
25% (25 g buah jambu biji dilarutkan dalam 100 ml air) selama 32 minggu.
4. Demam berdarah
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Surabaya menunjukkan bahwa ekstrak buah jambu biji ternyata dapat
menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue
(DBD).
5. Ekstrak
Buah jambu biji juga dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.
Trombosit ini jumlahnya akan menurun sangat drastis pada penderita DBD
sehingga mudah terjadi pendarahan. Pengujian lebih lanjut juga membuktikan
bahwa ekstrak daun jambu biji ini tidak bersifat racun sama sekali aman untuk
dikonsumsi.