Anda di halaman 1dari 44

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara ilmiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada
semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayuran ,
buah, kacang-kacangan) ataupun hewan (daging , jeroan, ikan sarden)
(Jomla,2009).
Tubuh menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari.
Itu berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%.
Sayangnya, fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat.
Akibat banyak orang suka menyamaratakan semua makanan. Orang
menyantap

apa

saja

yang

dia

inginkan,

tanpa

mempertimbangkan

kandungan didalamnya. Makanan sumber dari produk hewani biasanya


mengandung purin sangat tinggi. (Prana, 2009)
Hasil akhir metabolisme purin adalah asam urat. Dalam keadaan
normal, asam urat ikut terbuang melalui urin atau saluran ginjal. Ginjal lah
yang paling bertanggung jawab mengendalikan kadar asam urat di dalam
darah agar selalu dalam batas normal yaitu 3.5 6 mg/dl. Namun bila
produksi asam urat menjadi sangat berlebih atau pembuangannya berkurang,
1

akibatnya kadar asam urat dalam darah menjadi tinggi. Keadaaan ini disebut
hiperurisemia, yaitu peningkatan kadar asam urat diatas normal pada laki
laki >7 mg/dl pada wanita > 6 mg/dl (Misnadiarly 2007)
Gejala khas dari serangan asam urat (Gout) adalah serangan akut
biasanya bersifat menyerang satu sendi saja dengan gejala pembekakan,
kemerahan, nyeri hebat, panas, dan gangguan gerak dari sendi yang
terserang terjadi mendadak yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam.
Lokasi yang paling sering pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu
jari kaki. Serangan ini biasanya terjadi kapan saja, siang hari sampai
menjelang tidur tidak ada keluhan, tetapi pada tengah malam penderita
mendadak terbangun Karena rasa sakit yang amat sangat. Kalau serangan
ini datang, penderita akan merasakan sangat kesakitan walau tubuhnya
hanya terkena selimut atau bahkan hembusan angin (Sibuea, 2004)
Kadar asam urat pada laki laki maupun wanita sejak lahir sampai
usia remaja umumnya rendah. Setelah pubertas, kadar asam urat di dalam
darah pada laki laki akan meningkat dan selalu tinggi dari wanita
sebayanya. Kadar asam urat pada wanita umumnya tetap rendah dan baru
meningkat setelah menopause. Hal ini disebabkan karena adanya peran
hormon estrogen pada wanita yang membantu pembuangan asam urat
melalui urin (Misnadiarly, 2007)

Pada wanita menopause, kadar asam urat di dalam darah meningkat


hingga mendekati kadar pada pria. Dengan demikian, risiko terkena asam
urat menjadi besar setelah usia menopause.
Berdasarkan hal tersebut diatas, mendorong penulis untuk melakukan
penelitian perbedaan kadar asam urat pada wanita usia subur dan pada
wanita menopause.
B. Identifikasi Masalah
1. Di Indonesia pada tahun 2009 penyakit asam urat ditemukan 37%
hasil pemeriksaan kadar asam urat nya meningkat.
2. Penyakit GOUT adalah meningkatnya kadar asam urat dalam darah
yang disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh.
3. Karena penyakit asam urat biasanya ditemukan pada wanita
menopause dibandingkan dengan wanita yang belum menopause.

C. Perumusan Masalah
Apakah ada perbedaan kadar asam urat pada wanita usia subur dan pada
wanita menopause yang beresiko gangguan metabolisme asam urat ?

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum
Secara umum

penelitian

ini

bertujuan

untuk

memberikan

pengetahuan kepada masyarakat tentang penyakit asam urat


terutama pada wanita.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada wanita
usia subur dan wanita menopause.
b. Untuk mengetahui hubungan kadar asam urat dara pada wanita
usia subur dan wanita menopause.

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Akademi
Menambah sumber informasi tentang kadar asam urat darah pada
wanita usia subur dan wanita menopause.

2. Bagi Masyarakat
Memberi informasi kepada masyarakat khususnya kepada wanita
untuk menjaga pola makan, dan penerapan hidup sehat hidup sehat untuk
mengurangi resiko terkena penyakit asam urat (gout).
3. Bagi Penulis
Dapat menambah keterampilan dan pengetahuan penulis untuk
melakukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah.

F. Hipotesis

1.

Hipotesis nol (Ho)


Tidak ada perbedaan yang bermakna antara hasil kadar asam urat

pada wanita usia subur dan pada wanita menopause di Klinik Annisa Ciracas

2. Hipotesis alternatif (Ha)


Ada perbedaan yang bermakna antara hasil pemeriksaan kadar asam
urat pada wanita usia subur dan pada wanita menopause di Klinik Annisa
Ciracas

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Hormon estrogen
1. Definisi hormon
Adalah bahan kimia yang dihasilkan dalam tubuh oleh organ atau
sel sel Organ yang memiliki efek regulatorik spesifik terhadap aktivitas
organ tertentu, semula digunakan untuk bahan bahan yang disekresikan
oleh berbagai kelenjar endokrin dan di bawa dalam aliran darah ke organ
target dimana efek mereka dihasilkan, istilah ini kemudian digunakan
untuk berbagai bahan yang tidak dihasilkan oleh kelenjar khusus akan
tetapi memiliki kerja yang seperti itu (Dorland, 2005)
Ada beberapa macam atau jenis dari hormon yang terdapat di
dalam tubuh salah satunya adalah hormon reproduksi.Hormon ini

berperan

dalam

pertumbuhan

organ

seksual

primer

maupun

sekunder.Salah satu hormon seksual yang terdapat dalam tubuh wanita


adalah estrogen.
2. Definisi hormon estrogen
Hormon estrogen merupakan

salah

satu

hormon

steroid

kelamin,Karena mempunyai struktur kimia berintikan steroid yang secara


fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem
reproduksi wanita. Fungsi utamanya berhubungan erat dengan fungsi alat
kelamin primer dan sekunder wanita.
Hal yang spesifik bagi hormon ini pada wanita usia subur ialah
sekresinya dari ovarium berlangsung secara siklik dan peranannya yang
sangat penting dalam mempersiapkan kehamilan.
Hormon estrogen juga berperan dalam proses perubahan habitus
seorang anak perempuan menjadi wanita dewasa, kemudian menjelang
akhir masa reproduksi produksi estrogen mulai menurun dan sekresinya
tidak lagi bersifat siklik (Ali Badziad, 2003)
3. Aksi estrogen
Estrogen menstimulasi pertumbuhan, aliran darah, dan retensi air
pada organ seksual. Pada hati estrogen meningkatkan reseptor
lipoprotein, menghasilkan penurunan konsentrasi serum dari kolestrol lowdensity lipoprotein. Pada kulit, estrogen meningkatkan tugor dan produksi
kolagen serta mengurangi kerutan yang dalam. Pada susunan saraf
pusat, adanya hipotesis aromatisasi otak untuk mengajukan diferensiasi

seksual pada otak yaitu kemampuan estrogen untuk menyebabkan


pelepasan sekresi gonadotropin pada wanita-wanita.

4. Transport dan Metabolisme estrogen


Estrogen di sekresi langsung oleh ovarium dalam bentuk
estradiol,estrone. Didalam sirkulasi darah terdapat dalam bentuk terikat
dan tidak terikat, sebagian besar estrogen terikat pada globulin (69
persen), sebuah karier protein yang diketahui sebagai seks hormon
binding globulin, 30 persen bagian lainnya terikat albumin dan sisanya
sekitar 2 3 persen terlepas bebas.
Estrogen dimetabolisme hepar menjadi bentuk terkonjugasi dengan
sulfat atau glukuronat. Sekitar 70 persen metabolit estrogen diekskresikan
melalui urin (Supono, 1985)

B. Wanita menopause
1. Definisi menopause
Kata menopause berasal dari dua kata yunani yang berarti bulan
danpenghentian sementara, yang secara linguistik lebih tepat disebut
menocease. Secara medis istilah menopause didefinisikan berhentinya
masa menstruasi, bukan istirahat (Reitz Rosetta, 1993)
Menopause adalah suatu dimana masa peralihan dalam kehidupan
wanita dimana :
1) Ovarium (indung telur) berhenti menghasilkan telur
2) Aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti
3) Pembentukan hormon wanita (estrogen) berkurang
Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi
terakhir. Tetapi kepastiannya baru dapat diperoleh jika seorang wanita

tidak menagalami siklus menstruasi selama minimal 12 bulan (Diputra


Pandu, 2006)
Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi
secara normal pada wanita usia 40 tahun. Biasanya ketika mendekati
masa menopause, lama dan banyaknya darah yang keluar pada siklus
menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya.Pada beberapa
wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya
berhenti secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara
2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan siklus ini
terjadi selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus ini berhenti.
2. Tahap-tahap menopause
a. Premenopause
Adalah masa sebelum menopause, ditandai dengan adanya
timbul keluhan-keluhan dari menopause dan periode pendarahan
uterus yang bersifat tidak teratur. Dimulai sekitar usia 40 tahun,
pendarahan terjadi karena menurunnya kadar estrogen dan kegagalan
proses ovulasi. Sehingga bentuk kelainan haid dapat berupa
amenorhoe, polimenorhoe, dan hipermenerhoe.

10

b. Menopause
Adalah masa dimana siklus menstruasi terhenti, keluhan yang
sering dijumpai adalah arus panas (hot flashes), berkeringat banyak,
insomnia, depresi, serta perasaan mudah tersinggung.
c. Pascamenopause
Adalah masa yang berlangsung kurang lebih 3-5 tahun setelah
menopause. Keluhan lokal pada sistem urogenital bagian bawah, atrofi
vulva dan vagina menimbulkan berkurangnya produksi lender/
timbulnya nyeri senggama (Ali Baziad, 2003)
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi menopause
1) Kurang gizi
2) Wanita vegetarian
3) Sosial ekonomi (Ali Baziad, 2003)
4. Gejala-gejala menopause
1) Hot flashes
Adalah rasa panas yang luar biasa pada wajah dan tubuh
bagian atas, hal ini terjadi karena jaringan-jaringan yang sensitive atau
yang bergantung pada estrogen akan terpengaruh sewaktu kadar
estrogen menurun (Reitz Rosetta, 1993)
2) Keringat berlebih
3) Gangguan miksi
Tidak dapat menahan air kencing, sering kencing, retensi urine,
kencing tidak lancar.
4) Gangguan tidur dimalam hari (insomnia)
Berkaitan dengan hot flashes, yang menyebabkan tidur tidak
nyaman.

11

C. Asam Urat
1. Definisi
Asam

urat

adalah

hasil

produksi

dari

tubuh,

sehingga

keberadaannya bisa normal dalam darah dan urin.Akan tetapi sisa dari
metabolisme

protein

makanan

yang

mengandung

purin

juga

menghasilkan asam urat. Oleh karena itu kadar asam urat di dalam darah
bisa meningkat bila seseorang terlalu banyak mengkonsumsi makanan
yang mengandung purin tinggi (seperti daging, kerang, dan jeroan seperti
hati, ginjal, limpa, paru, otak)
Kadar rata-rata asam urat didalam darah dan serum tergantung
usia dan jenis kelamin. Asam urat tergolong normal bila pria dibawah 7
mg/dl dan wanita dibawah 6 mg/dl, sebelum pubertas sekitar 3,5 mg/dl.
Setelah pubertas, pada pria kadarnya meningkat secara bertahapdan
dapat mencapai 5,2 mg/dl. Pada perempuan kadar asam urat biasanya
tetap rendah, baru pada usia premenopause kadar meningkat mendekati
kadar pada laki-laki bisa mencapai 4,7 mg/dl (Misnadiarly, 2007)
D. Hubungan antara kadar asam urat darah dengan hormon estrogen
Kadar asam urat dalam darah juga dipengaruhi oleh hormon
estrogen. Hormon estrogen membantu pengeluaran asam urat dalam
darah melalui urin. Pada wanita subur dalam tubuhnya terdapat estrogen
sehingga kadar asam urat dalam darah dapat dikontrol, sedangkan pada
wanita menopause akan terjadi peningkatan kadar asam urat karena tidak
memiliki hormon estrogen dalam tubuhnya. Jadi selama seorang

12

perempuan memiliki hormon estrogen, maka pembuangan asam uratnya


ikut terkontrol (Misnadiarly, 2007)

E. Kerangka Berfikir

Wanita
menopasue

Wanita usia
subur

Produksi asam urat


dalam darah

13

Pemeriksaan
asam urat

Keturunan
Pola
makan

Kadar asam urat


normal

Usia (penuaan)

Kadar asam urat


tinggi

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Devinisi Operasional Variabel


1. Asam urat
Pemeriksaan asam urat ini diukur dengan menggunakan semi-auto
Chemistry

Analyzer

RT-1904C.

Hasil

pemeriksaan

dikelompokan

berdasarkan nilai normal wanita 2,4 5,7 mg/dl


2. Wanita
Wanita usia subur adalah wanita yang masih mengalami siklus
menstruasi.
Wanita menopause adalah wanita yang telah mengalami proses
berhentinya siklus menstruasi dan di dalam tubuhnya.
3. Nilai normal pemeriksaan asam urat adalah
Pria
: 3,4 7,0 mg/dl
Wanita : 2,4 5,7 mg/dl

14

B. Tempat dan Waktu Penelitian


1. Penelitian dilakukan di Klinik Annisa Ciracas Jakarta Timur
2. Waktu dan penelitian akan di lakukan pada 22 Juni 2014.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi pada penelitian ini adalah pasien wanita usia subur dan
menopause di Klinik Annisa Ciracas
2. Sampel pada penelitian ini adalah sampel darah yang diambil dari wanita
usia subur sebanyak 50 orang dan wanita menopause sebanyak 50
orang.

D. Teknik Pengumpulan Data


1. Mengajukan surat permohonan izin kepada pihak kampus untuk
melakukan penelitian.
2. Mengajukan surat permohonan izin kepada Kepala Klinik Annisa Ciracas
Jakarta Timur.
3. Melakukan pencatatan jumlah dari pasien Klinik Annisa Ciracas.
4. Pengambilan sampel yang di dapat dari perhitungan rumus yaitu 50
sampel.
5. Melakukan pemeriksaan asam urat terhadap 50 pasien wanita subur dan
50 wanita menopause
E. Instrumen Penelitian
1. Cara Pengambilan Sampel
Sampel darah vena diperoleh melalui vena
a. Alat

15

1) Spuit atau semprit 3 cc


2) Tabung tanpa antikoagulan
3) Tourniqute
4) Kapas alkohol 70%
b. Cara kerja
1) Tempat yang akan ditusuk dibersihkan dengan kapas alkohol 70%
dan biarkan sampai mengering.
2) Jika memakai vena fossa cubiti; pasanglah ikatan pembendung
pada lengan atas dengan tujuan adanya statis vena.
3) Tegangkanlah kulit diatas vena itu dengan jari-jari tangan kiri
supaya vena tidak dapat bergerak.
4) Tusuklah vena yang terlihat dengan semprit sampai ujung jarum
masuk kedalam lumen vena.
5) Pembendung direnggangkan atau dilepaskan dan perlahan-lahan
tarik pengisap semprit sampai jumlah darah yang dikehendaki
didapat.
6) Taruhlah kapas kering diatas jarum dan tariklah semprit tersebut.
7) Mintalah kepada orang yang darahnya diambil supaya tempat
tusukan itu ditekan selama beberapa menit dengan kapas tadi.
8) Darah dialirkan kedalam wadah atau tabung yang tersedia melalui
dinding tabung.
2. Persiapan Sampel
a. Darah diambil dari vena dengan menggunakan spuit sebanyak 3 cc
b. Darah dimasukan kedalam 1 tabung yang bersih dan kering tanpa
antikoagulan 3 cc.

16

c. Darah pada tabung kedua dibiarkan membeku selama 15 menit


kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rotasi permenit
selama 10 menit untuk memperoleh serum.
d. Serum yang dihasilkan segera dipisahkan dari bekuannya.
3. Persiapan Alat dan Bahan
a. Alat
Alat atau instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a) Chemistry Analyzer Rayto-1904C
b) Spuit
c) kapas alcohol 70%
d) Mikropipet 10.
e) Centrifuge
f)

Tabung reaksi

g) Rak tabung
h) Alat Penunjuk Waktu (Stopwatch)
i)

Blue tip dan Yellow tip


F Prosedur Kerja

Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah Metode Uricase-PAP


1. Prinsip
Penentuan asam urat dengan reaksi uricase. H2O2 yang terbentuk
bereaksi di bawah katalisa peroksidase dengan 3 5 dichloro-

17

2hydroxy benzene sulfonic acid dan 4-aminopenazone (PAP)


membentuk quinonemine berwarna merah violet sebagai indicator
2. Reaksi
Asam urat + O2 +H2O2
2H2O2 + DCHBS + PAP

allantoin + CO2 + H2O2


N-(4-antypyryl)-3-chlorsulfonate-p
benzoquinonemine + HCL + 4H2O2

3. Reagen
Reagen yang digunakan adalah reagen kit
Komposisi reagen :
R1

R2

4 x 30 ml atau 4 x 100 ml reagen enzim


Phosphate buffer (Ph 7,0)
4 aminophenazone
DCHBS
Uricase
Peroxidase

50 mmol/l
0,3 mmol/l
4 mmol/l
>200 u/l
>1000 u/l

3 ml standar
Uric acid

8 mg/dl atau 476 mmol/

4.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:


a. Serum
b. Reagen Asam Urat
5. Cara Kerja:
a. Siapkan alat yang telah dikalibrasi sebelumnya dan bahan yang akan
digunakan.
b. Siapkan tiga buah tabung reaksi yang bersih dan steril masing-masing
diberi label blanko, standar dan sampel.
Menyiapkan 3 buah tabung reaksi

18

Sampel
Standar
Reagen

Blanko
500 l

Standar
10 l
500 l

Reagen
10 l
500 l

c. Dipipet sampel serum sebanyak 10 l masukan pada tabung sampel


dan standar asam urat pada tabung standar sebanyak 500 l.
d. Dengan menggunakan mikropipet, ketiga tabung (blanko standar,
sampel) diisi dengan reagen asam urat sebanyak 500 l.
e. Campur dan homogenkan tiap-tiap tabung, inkubasi 10 menit pada
suhu ruangan.
Kemudian kadar asam urat dibaca pada alat, dengan panjang gelombang
546 nm. Nilai Normal
Pria

: 3,4 7,0 mg/dl

Wanita

: 2,4 5,7 mg/dl

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

19

Telah dilakukan penelitian Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah Pada


Wanita Usia Subur dan Wanita Menopause di Klinik Annisa Ciracas Jakarta
Timur. Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan penulis uraikan sebagai berikut
Tabel 1
Hasil Uji Statistik Nilai Rata Rata Selisih dan Standar Deviasi Pemeriksaan
Kadar Asam Urat Darah Pada Wanita Usia subur dan Wanita Menopause Di
Klinik Annisa Ciracas Jakarta Timur.
Independent Samples Test
t-test for Equality of Means
T

HASIL

Sig. (2tailed)

Df

Std.
Mean
Error
Differen
Differe
ce
nce

95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower

Equal
variances
assumed
Equal
variances
not
assumed

Upper

7,785

98

,000

1,114

,1431

,8300

1,3980

7,785

76,449

,000

1,114

,1431

,8290

1,3990

Hasil pemeriksaan dengan uji statistik Idependent T-test, dengan


standar deviasi wanita usia subur 0,8852 wanita menopause 0,4900 dan nilai
t statistik 7,785.
Nilai pada uji statistik Independent T-test ditentukan pada standar nilai
0,005 yang berarti diharapkan bahwa kesalahan 0,005 (5%) dengan
pengertian berikut :

20

1. Lebih besar dari (>) 0,005


perbedaan bermakna.
2. Lebih kecil dari (<) 0,005

Ho diterima yang berarti tidak ada


Ho ditolak yang berarti ada perbedaan

bermakna.
Tabel 2
Hasil Kadar Asam Urat Darah Pada Wanita Usia subur dan Wanita
Menopause Di Klinik Annisa Ciracas Jakarta Timur.
Sampel
Wanita Menopause

Normal
(2,4 5,7 mg/dl)
35

Tinggi
(2,4 5,7 mg/dl)
15

Wanita Usia Subur

50

Tabel 3
Jumlah Kadar Asam Urat Darah Berdasarkan Faktor Usia Pada Wanita
Menopause.
Usia
50 55
55 60
60 65
Jumlah

Hasil
4
7
4
15

B. Pembahasan
Penelitian yang dilakukan terhadap 50 sampel darah pada wanita usia
subur dan 50 sampel wanita menopause, berdasarkan tabel Independent Ttest diketahui bahwa nilai p-value t statistik adalah 0,000 kurang dari 0,005
maka ditolak hipotesis nol (Ho) yang artinya terdapat perbedaan rata-rata
kadar asam urat pada wanita usia subur dan wanita menopause.

21

Dapat dilihat juga dari jumlah sampel pemeriksaan kadar asam urat
darah tersebut di dapatkan hasil dimana kadar asam urat normal pada wanita
usia subur sebanyak 50 sampel dan tinggi 15 sampel pada wanita
menopause.
Fungsi hormon estrogen didalam tubuh salah satunya adalah
membantu mensekresi asam urat melalui urin, sehingga wanita yang dalam
tubuhnya memiliki hormon ini maka asam urat dalam tubunya dapat
terkontrol. Peningkatan kadar asam urat juga sering disebabkan karena pola
makan yang tidak baik. Makanan yang mengandung banyak purin seperti
jeroan, makanan laut, kacang-kacangan akan memacu produksi asam urat
semakin banyak didalam tubuh melebihi yang diperlukan oleh tubuh sehingga
terjadi penimbunan asam urat didalam tubuh.
Penuaan juga mempengaruhi kadar asam urat dalam tubuh, ini
menandakan adanya organ-organ yang kerjanya menurun dalam mensekresi
asam urat dalam tubuh. Hubungan penuaan sangat erat oleh penyebab suatu
penyakit, banyak yang mengatakankan adanya kegagalan metabolisme yang
menandakan metabolisme tidak dapat berjalan seperti biasanya. Seperti
terjadi penurunan laju filtrasi glomerolus kedalam ginjal dan aliran darah ke
ginjal pun berkurang sehinga asam urat dalam darah tidak dapat dieskresi
oleh ginjal dan menumpuk dalam darah (Slamet suyono, 2001).
Bagi wanita yang berusia 40 tahun keatas, kelebihan asam urat
menjadi masalah yang cukup serius. Kelebihannya dalam darah akan
menyebabkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh kapiler darah,
terutama yang dekat dengan persendian. Akibatnya, jika persendian

22

digerakkan akan terjadi gesekan kristal-kristal tersebut yang menyebabkan


rasa nyeri.
Jika seseorang telah mengidap/ terjerat penyakit ini maka ia
memperhatikannya seumur hidup. Dengan mengatur pola makan, rajin
mengontrol serta mengobati secara teratur maka asam urat akan mengalami
masa remisi, artinya bila asa urat telah dipertahankan pada kadar normal,
serangan gout/ asam urat diharapkan tidak terulang kembali.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Telah disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan ini yaitu ada perbedaan
kadar asam urat darah pada wanita usia subur dan pada wanita menopause
di Klinik Annisa Ciracas Jakarta Timur.

B. Saran
1. Bagi Akademi
a. Untuk menambah bahan penelitian dan informasi mengenai penyakit
asam urat di perpustakaan guna mempermudah mahasiswa dalam
pengembangan studi Karya Tulis Ilmiah.
b. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya kaum wanita
untuk menjaga kesehatan tentang bahaya penyakit asam urat.

23

2. Bagi Masyarakat
a. Untuk menjaga pola makan sehari-hari khususnya kaum wanita
menopause agar resiko terkena asam urat dapat diperkecil.
b. Berkonsultasi kepada dokter tentang penyakit asam urat.

24

25

Lampiran I
KUISIONER

Nama

: ...................................................

Umur

: ...................................................

1. Apakah anda masih mengalami menstruasi?


ya
tidak
2. Berapa kali anda makan setiap hari?
1 kali sehari

2 kali sehari

3 kali sehari

>3 kali sehari

3. Lauk pauk apa yang sering anda makan?


sayur-sayuran
(tahu, tempe, kacang-kacangan, bayam, kangkung, melinjo)
daging
( daging, hati, jeroan, ikan sarden, kerang )
4. Seberapa sering anda mengkonsumsi daging atau produk hewani?
seminggu sekali
setiap hari

Lampiran II
INFORMED CONSENT

26

Nama

: ...................................................

Umur

: ...................................................

Menyatakan bersedia menerima segala tindakan yang akan dilakukan yaitu:


Pengambilan darah vena dan pengisian kuisioner dalam rangka penelitian
dengan judul PEMERISAAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA WANITA
USIA SUBUR DAN WANITA MENOPAUSE DI KLINIK ANNISA CIRACAS
JAKARTA TIMUR.
Mengetahui
Peneliti

Yang bersangkutan

(Ratri Wahyu Widowati )

()

Lampiran III
Tabel Independent Samples Test
Independent Samples Test

27

t-test for Equality of Means


t

Mean
Differenc
e

Sig. (2tailed)

Df

Std. Error
Differenc
e

95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower

HASIL

Equal
variances
assumed
Equal
variances
not
assumed

Upper

7,785

98

,000

1,114

,1431

,8300

1,3980

7,785

76,449

,000

1,114

,1431

,8290

1,3990

Lampiran IV
Data hasil pemeriksaan wanita usia subur dan kuisioner

28

Kode
Sampe
l

Umur

1
2

A
B

29
20

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
7
18
19
20
21
22
23
24
25
25
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
Aa
Bb
Cc
Dd
Ee
Ff
Gg
Hh
Ii
Jj

33
24
30
32
34
24
32
27
33
26
25
33
35
35
27
27
34
29
28
23
28
35
30
26
21
24
32
34
29
30
28
31
27
30

No

Frekuensi
makan
perhari
1
x

2
x

3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x

3
x

Lauk pauk yang sering


dimakan
4
x

Sayur

Dagin
g

Sayu
r+da
ging

Frekuensi seringnya
konsumsi daging
Setiap
hari

Hasil
(mg/dl)

Ket

Seminggu
sekali

Sayur
Sayur + Daging

Seminggu sekali
Seminggu sekali

3,7
4,9

Normal
Normal

Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur + Daging
Sayur + Daging
Sayur + Daging
Sayur + Daging
Sayur
Sayur
Sayur + Daging
Sayur + Daging
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur

Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Setiap hari
Setiap hari
Setiap hari
Setiap hari
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali

4,3
4,5
4,6
4,6
4,5
4,0
5,2
4,3
3,5
4,2
3,1
4,5
3,9
4,7
5,0
5,0
3,7
3,9
4,3
4,8
4,8
5,2
5,1
5,3
4,4
4,4
4,3
5,0
4,3
4,6
4,5
4,5
3,8
4,7

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal

29

No

37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

Kode
Sampe
l

Umur

Kk
Ll
Mm
Nn
Oo
Pp
Qq
Rr
Ss
Tt
Uu
Vv
Ww
Xx

30
27
28
32
34
25
29
22
32
30
28
34
28
30

Frekuensi
makan
perhari
1
x

2
x

3
x

3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x

Lauk pauk yang sering


dimakan
4
x

Sayur

Dagin
g

Sayu
r+da
ging

Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur + Daging
Sayur
Sayur
Sayur

Frekuensi seringnya
konsumsi daging
Setiap
hari

Hasil
(mg/dl)

Ket

4,8
3,7
4,5
4,7
5,0
3,9
4,8
5,2
4,5
4,8
4,2
5,3
4,4
4,7

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal

Seminggu
sekali

Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Setiap hari
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali

30

Lampiran V
Data hasil pemeriksaan wanita menopause dan kuisioner
Kode
Sampe
l

Umur

1
2

A
B

50
53

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
7
18
19
20
21
22
23
24
25
25
27
28
29
30
31
32
33

C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
Aa
Bb
Cc
Dd
Ee
Ff
Gg

60
61
59
52
52
57
61
58
51
53
52
57
54
55
59
52
50
62
53
61
58
54
59
63
50
53
57
55
59
60
57

No

Frekuensi
makan
perhari
1
x

2
x

3
x

3x
3x
3x
3x
>3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
>3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x

Lauk pauk yang sering


dimakan
4
x

Sayur

Dagin
g

Sayu
r+da
ging

Frekuensi seringnya
konsumsi daging
Setiap
hari

Hasil
(mg/dl)

Ket

Seminggu
sekali

Sayur
Sayur

Seminggu sekali
Seminggu sekali

5,4
5,4

Normal
Normal

Sayur
Sayur
Sayur + Daging
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur + Daging
Sayur + Daging
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur

Seminggu sekali
Seminggu sekali
Setiap hari
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Setiap hari
Setiap hari
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali

3,4
4,5
5,8
4,9
4,8
7,2
4,0
5,2
5,4
7,0
5,7
4,2
7,0
5,2
5,2
5,2
5,3
5,4
5,2
6,4
6,6
6,9
6,4
7,1
6,9
6,8
5,5
5,5
6,1
6,8
4,9

Normal
Normal
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi
Normal
Normal
Normal
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Normal
Normal
Tinggi
Tinggi
Normal

31

No

34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

Kode
Sampe
l

Umur

Hh
Ii
Jj
Kk
Ll
Mm
Nn
Oo
Pp
Qq
Rr
Ss
Tt
Uu
Vv
Ww
Xx

61
58
60
59
62
52
60
54
63
64
59
55
65
62
57
59
60

Frekuensi
makan
perhari
1
x

2
x

3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x
3x

3
x

Lauk pauk yang sering


dimakan
4
x

Sayur

Dagin
g

Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur
Sayur

Sayu
r+da
ging

Frekuensi seringnya
konsumsi daging
Setiap
hari

Hasil
(mg/dl)

Ket

5,3
5,3
5,2
5,6
7,2
5,1
5,4
5,5
5,3
5,4
5,0
7,2
4,8
5,1
5,1
5,6
4,9

Normal
Normal
Normal
Normal
Tinggi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Tinggi
Nomal
Normal
Normal
Normal
Normal

Seminggu
sekali

Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali
Seminggu sekali

32

Lampiran VI
A. Mikropipet

B. Blue tip dan Yellow tip

C. Chemistry Analyzer Rayto-1904c

33

D. Tabung reaksi

34

PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA WANITA


USIA SUBUR DAN WANITA MENOPAUSE DI KLINIK ANNISA
CIRACAS JAKARTA TIMUR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat


Ujian Akhir Program Pendidikan Tinggi
Diploma III Analis Kesehatan

OLEH :
RATRI WAHYU WIDOWATI
110111011

PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MH. THAMRIN
JAKARTA
2014

35

ABSTRAK
Pada tahun 2009 data penyakit asam urat pada wanita menopause
adalah 63 % di Indonesia. Penyakit asam urat adalah hasil akhir metabolisme
purin dan gejala khas yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah nyeri pada
sendi, tetapi jika tidak ditangani dengan benar akan menjadi gout kronik.
Penyakit asam urat dapat ditemukan pada wanita menopause dengan rata
rata usia 50 tahun.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan
kadar asam urat darah pada wanita usia subur dan wanita menopause.
Populasi pada pemeriksaan ini adalah wanita usia subur sebanyak 50 orang
dan wanita menopause sebanyak 50 orang. Pemeriksaan kadar asam urat
darah dilakukan menggunakan alat
Chemistry Analyzer Rayto-1904C
metode Uricase-PAP dengan prinsip pemeriksaan H 2O2 yang bereaksi di
bawah katalisa peroksidase dengan 3 5 dichloro-2hydroxy benzene
sulfonic acid dan 4-aminopenazone (PAP) membentuk quinonemine
berwarna merah violet sebagai indicator. Dan reagen yang digunakan
adalah reagen kit.
Hasil penelitian terhadap 50 sampel wanita usia subur dan 50
sampel wanita menopause menunjukan adanya perbedaan kadar asam
urat darah dengan nilai uji statistik Independent T-test pada standar nilai
0,005 dan hasil lebih kecil dari 0,005 Ho ditolak yang berarti ada perbedaan
bermakna.
Dan pada jumlah sampel pemeriksaan kadar asam urat didapatkan
hasil dimana kadar asam urat normal pada wanita usia subur sebanyak
50 sampel dan tinggi 15 sampel pada wanita menopause.
Dari permeriksaan terhadap sampel di atas dapat disimpulkan
bahwa wanita menopause lebih beresiko terkena penyakit asam urat
dibandingkan dengan wanita usia subur karena pada wanita usia subur
masih memproduksi hormon estrogen di dalam tubuh.
Kepustakaan
Tahun

: 11
: 1985 2009

36

LEMBAR PERSETUJUAN
Karya TulisI lmiah Berjudul PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT DARAH
PADA WANITA USIA SUBUR DAN PADA WANITA MENOPAUSE DI KLINIK
ANNISA CIRACAS JAKARTA TIMUR telah memperoleh persetujuan
Pembimbing Materi

Pembimbing Teknis

(dr. Azwan Nurdin, M. Biomed)

(Cahyawati Rahayu)

Ketua Program Studi Diploma III Analis Kesehatan


Fakultas Kesehatan Univesitas MH.Thamrin

(Drs. Sediarso, M. Farm, Apt )

37

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah Berjudul Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah Pada
Wanita Usia Subur Dan Wanita Menopause Di Klinik Annisa Ciracas
Jakarta Timur telah memperoleh persetujuan

Penguji I

Penguji II

(dr. Azwan Nurdin, M. Biomed)

(Dr. Sriyatin KR, M.kes)

Penguji III

( HeruPurwanto Nugroho, AMAK)


Ketua Progam Studi Diploma III Analis Kesehatan
Fakultas Kesehatan Universitas MH.Thamrin

(Drs. Sediarso, M. Farm, Apt)

38

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah ini. Karya Tulis Ilmiah dibuat untuk melengkapi syarat-syarat dalam
menyelesaikan Program Studi Diploma III Analis Kesehatan Fakultas
Kesehatan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta
Pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini,
terutama penulis ucapkan terima kasih kepada :
1. Drs. Sediarso, M. Farm, Apt selaku ketua Program Studi Diploma III Analis
Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Mohammad Husni Thamrin
Jakarta
2. dr. Azwan Nurdin, M. Biomed selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan pengarahan dalam penulisan karya tulis ini.
3. Cahyawati Rahayu, S.Si selaku pembimbing teknis

yang

telah

memberikan dorongan dan perhatian dalam penulisan karya tulis ini.


Sehingga telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pihak Prodi
Diploma III Analis Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Mohammad
Husni Thamrin Jakarta.

39

4. Para Dosen dan Staf Program Studi Diploma III Analis Kesehatan
Fakultas

Kesehatan

Universitas

MH.Thamrin

Jakarta

yang

telah

membantu kelancaran dalam pembuatan karya tulis ini


5. Terima kasih tak terhingga dan hormat, penulis sampaikan kepada orang
tua dan adik tercinta yang selalu memberikan semangat, motivasi,
dukungannya secara spiritual, moril dan materil, serta mendoakan penulis
agar sukses dalam menempuh cita cita.
6. Teman teman Prodi Analis Kesehatan, Karyawan Klinik Annisa Ciracas,
dan semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu yang telah
banyak membantu penulis dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa keterbatasan yang ada, karya tulis ini jauh
dari kesempurnaan, baik dari segi materi maupun teknik penulisan.oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun,
agar Karya Tulis ini dapat menjadi lebih baik lagi.
Penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat menjadi
tambahan pengetahuan dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan
pembaca umumnya.Semoga Allah selalu memberikan rahmat-Nya untuk kita
semua.
Jakarta, Agustus 2014
Penulis

ii

40

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR..........................................................................

DAFTAR ISI ......................................................................................

iii

DAFTAR TABEL...............................................................................

DAFTAR GAMBAR ..........................................................................

vi

DAFTAR LAMPIRAN........................................................................

vii

BAB I

PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

BAB II

Latar Belakang.............................................................
Identifikasi Masalah.....................................................
Perumusan Masalah....................................................
Tujuan Penelitian.........................................................
Manfaat Penelitian.......................................................
Hipotesis......................................................................

1
3
3
3
4
4

TINJAUAN PUSTAKA
A.
B.
C.
D.

Hormon estrogen.........................................................
Wanita menopause......................................................
Asam Urat....................................................................
Hubungan antara kadar asam urat darah dengan
hormon estrogen..........................................................
E. Kerangka Berfikir..........................................................

6
8
11
12
13

iii
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
A. Devinisi Operasional Variabel......................................
B. Tempat dan Waktu Penelitian......................................

14
15

41

C. Populasi dan Sampe....................................................


D. Teknik Pengumpulan Data...........................................
E. Instrumen Penelitian....................................................
F. Prosedur Kerja.............................................................
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil ............................................................................
B. Pembahasan ...............................................................

BAB V

15
15
16
18

21
22

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan..................................................................
B. Saran............................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv

24
24

42

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman
Naskah

Tabel 1

Hasil Uji Statistik Nilai Rata Rata Selisih dan Standar


Deviasi Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah Pada
Wanita Usia subur dan Wanita Menopause Di Klinik Annisa
Ciracas Jakarta Timur...........................................................
21

Tabel 2

Jumlah Sampel Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah


Pada Wanita Usia subur dan Wanita Menopause Di Klinik
Annisa Ciracas Jakarta Timur...............................................
21

43

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman
Lampiran

A. Mikropipet ........................................................................................
33
B. Blue tip dan yellow tip.......................................................................
33
C. Chemistry Analyzer Rayto-1904c.....................................................
34
D. Tabung reaksi...................................................................................
34

vi

44

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I

.....................................................................................Kuisioner
26

Lampiran II Informed Consent.........................................................

27

Lampiran III Tabel Independent Samples Test.................................

28

Lampiran IV Data hasil pemeriksaan wanita usia subur


dan kuisioner................................................................

29

Lampiran V Data hasil pemeriksaan wanita menopause


dan kuisioner................................................................

31

Lampiran VI Gambar........................................................................

33

vii