Anda di halaman 1dari 20

BAB III

LAPORAN KASUS

III.1 Identitas pasien


Nama

: Tn. R

Umur

: 27 thn

Jenis kelamin

: Laki-laki

Bangsa

: Indonesia

Suku

: Banjar

Alamat

: Rantau

Pekerjaan

: Wiraswasta

Masuk rumah sakit

: 20 September 2013

III.2 Riwayat penyakit


Keluhan utama

: Muntah darah

Riwayat penyakit sekarang :


Pasien datang dengan keluhan muntah darah sejak 20 hari SMRS. Muntah
dirasakan hampir setiap hari. Muntah darah biasanya bercampur makanan.
Jumlah muntahan setiap hari kurang lebih 1 gelas. Muntah biasanya
disertai rasa mual terlebih dahulu. Pasien juga merasakan gusi berdarah
Pasien merasa pusing dan terasa berputar sejak muntah darah dirasakan.
Pasien juga mengeluh dari matanya sering keluar air mata dan mata
terlihat kemerahan sehingga pandangannya terasa kabur Pasien sering
merasa demam tanpa sebab yang jelas dan sering merasakan nyeri pada

30

tulang kaki. Pada kulit juga sering timbul bintik-bintik merah seperti
gigitan nyamuk terutama pada lengan dan perut. Kulit mudah memar
apalagi ketika terbentur. Kadang-kadang pasien merasakan ada BAB
kehitaman seperti petis. Nafsu makan menjadi turun dan berat badan turun
dalam beberapa bulan terakhir. 1 bulan yang lalu pasien sudah dirawat di
RSUD ULIN dan didiagnosis leukemia mieloblastik akut (LMA) dan
direncanakan kemoterapi setelah keadaan membaik, darah tinggi,
Riwayat penyakit dahulu :
Penyakit serupa (-), maag (-), sakit kuning (-)
Riwayat penyakit keluarga :
Penyakit serupa (-), darah tinggi (-), kencing manis (-),sakit kuning (-)
III.3 Pemeriksaan fisik
Tanda vital
Keadaan Umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Kompos mentis (GCS 4-5-6)

Tekanan darah

: 130/70 mm Hg

Laju nadi

: 80 kali/menit

Laju nafas

: 28 kali/menit

Suhu tubuh (aksila)

: 37,7oC

Berat badan

: 70 kg

31

Kulit
Inspeksi

: palmar pucat (+), ikterik (-), petekie (+), purpura

(+)
Palpasi

: nodul (-), atropi (-), sklerosis (-)

Kepala dan leher


Inspeksi

: Mesosefali

Palpasi

: Pembesaran KGB (-/-), Peningkatan JVP (-/-)

Telinga
Inspeksi

: serumen minimal, sekret (-/-)

Palpasi

: nyeri mastoid (-/-)

Hidung
Inspeksi

: epistaksis (-/-)

Palpasi

: nyeri (-/-)

Mulut
Inspeksi

: lidah pucat (+), perdarahan gusi (+), stomatitis (+)

Mata
Inspeksi

: Konjungtiva pucat (+/+), perdarahan


subkonjungtiva (+/+)

Thorax
Inspeksi

: Gerak nafas simetris, spider nevi (-), petekie (+)

Palpasi

: Fremitus vokal simetris, nyeri tekan (-)

Perkusi

: Sonor seluruh lap. paru, nyeri ketuk (-)

Auskultasi

: Suara nafas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Jantung

32

Inspeksi

: Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: Iktus teraba di ICS V linea midklavikula sinistra,


getaran/ thrill (-)

Perkusi

: Nyeri ketuk (-), Redup,


Batas kanan: ICS V linea parasternalis dekstra
Batas kiri: ICS V linea midklavikula sinistra
Pinggang jantung : ICS II linea parasternalis
dekstra ICS II linea parasternalis sinistra

Auskultasi

: S1 dan S2 tunggal, reguler, bising jantung (-)

Abdomen
Inspeksi

: Tampak datar, vena kolateral (-),petekie (+)

Auskultasi

: Bising usus (+) normal

Perkusi

: timpani, nyeri ketuk (-)

Palpasi

: organomegali (-), defens muskular (-)


Nyeri tekan

Punggung
Perkusi

: nyeri ketok ginjal (-)

Ekstremitas
Akral hangat + +
+ +

Edem - - -

Parese

III.4 Pemeriksaan penunjang


Tabel 3.1. Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 19 September 2013.

33

Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV-MCH-MCHC
MCV
MCH
MCHC
KIMIA
GULA DARAH
Glukosa Darah Sewatu
HATI
SGOT
SGPT
GINJAL
Ureum
Creatinin

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

7,3
15,8
2,30
20,8
17
16,9

14,0-16,0
4,0-10,5
4,50-6,00
42,00-52,00
150-450
11,5-14,7

g/dl
ribu/ul
Juta/ul
Vol%
Ribu/ul
%

90,6
31,7
35,0

80,0-97,0
27,0-32,0
32,0-38,0

Fl
Pg
%

133

<200

mg/Dl

25
35

0 46
0 45

U/l
U/l

39
1,0

10 50
0,7 1,4

mg/dL
mg/dL

Hasil pemeriksaan sumsum tulang pada tanggal 4 September 2013


menunjukkan Acute Myeloblastic Leukemia type M3/Acute Promyelocytic
Leukemia.
III.5 Resume
Pasien datang dengan keluhan muntah darah sejak 20 hari
SMRS. Muntah dirasakan hampir setiap hari. Muntah darah
biasanya bercampur makanan. Jumlah muntahan setiap hari
kurang lebih 1 gelas. Muntah biasanya disertai rasa mual terlebih
dahulu. Pasien juga merasakan gusi berdarah

Pasien merasa

pusing dan terasa berputar sejak muntah darah dirasakan.

34

Pasien juga mengeluh dari matanya sering keluar air mata dan
mata terlihat kemerahan sehingga pandangannya terasa kabur
Pasien sering merasa demam tanpa sebab yang jelas dan sering
merasakan nyeri pada tulang kaki. Pada kulit juga sering timbul
bintik-bintik merah seperti gigitan nyamuk terutama pada lengan
dan perut. Kulit mudah memar apalagi ketika terbentur. Kadangkadang pasien merasakan ada BAB kehitaman seperti petis.
Nafsu makan menjadi turun dan berat badan turun dalam
beberapa bulan terakhir. 1 bulan yang lalu pernah di rawat di
RSUD ULIN dan didiagnosis leukemia mieloblastik akut.
Tekanan darah 130/70, nadi 80 x/menit, respirasi 28 x/menit, temperatur
37,7C. Pemeriksaan kulit didapatkan palmar pucat, terdapat petekie dan purpura,
pemeriksaan mulut didapatkan lidah pucat, perdarahan gusi, dan stomatitis.
Pemeriksaan mata didapatkan konjungtiva pucat dan perdarahan subkonjungtiva.
Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan Hb, peningkatan leukosit,
dan penurunan trombosit.
III.6 Problem
Anamnesis : muntah darah, gusi berdarah, pusing, demam, nyeri tulang, mudah
memar, melena, anoreksia
Pemeriksaan fisik : kulit pucat, petekie, purpua, lidah pucat, perdarahan gusi,
stomatitis, konjungtiva pucat, perdarahan subkonjungtiva.
Laboratorium : leukositosis, anemia, trombositopenia.
Hasil BMA : Leukemia Promielositik Akut
III.7 Pengkajian
Assessment

: Leukemia Mieloblasti Akut tipe M3 dengan

leukositosis dan bisitopenia


35

Initial Plan Diagnosis

:-

Initial Plan Therapy

: IVFD RL - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp

perhari
Transfusi PRC 2 kantong dan TC 4 kantong dengan pre deksamtesone 1 amp
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Po. Paracetamol tab 3x1 (k/p)

Initial Plan Monitoring

: cek tanda vital berkala setiap hari, cek darah rutin


per 2 hari.

Initial Plan Education

Perbanyak konsumsi air putih


Kompres dengan air hangat bila demam
III.8 Follow Up
20 September 2013
S) Gusi berdarah (+), sariawan (+), sesak napas (+), nyeri tulang (+), pusing (+),
demam (+), BAB hitam (+), lemas (+),
O) TD=90/50, N=96, RR=36, T=38,7C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+), gusi
bedarah (+), petekie (+), purpura (+)
Hasil kultur darah negatif
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD RL - 30 tpm
36

Transfusi PRC 2 kantong dan TC 4 kantong dengan pre deksamtesone 1 amp


Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Po. Paracetamol tab 3x1 (k/p)
Kultur darah
21 September 2013
S) Gusi berdarah (+), sariawan (+), sesak napas (+), nyeri tulang (+), pusing (+),
demam (+), BAB hitam (+), lemas (+),
O) TD=110/70, N=96, RR=28, T=36,1C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+), gusi
bedarah (+), petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 1 amp 20 tpm
Post transfusi PRC 1 kolf
Pro Transfusi PRC 1 kantong dan TC 4 kantong dengan pre deksamtesone 1
amp
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)

37

22 September 2013
S) Gusi berdarah (+), sariawan (+), sesak napas (+), nyeri tulang (+), pusing (+),
demam (+), BAB hitam (+), lemas (+),
O) TD=120/90, N=72, RR=24, T=36,6C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+), gusi
bedarah (+), petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV-MCH-MCHC
MCV
MCH
MCHC

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

7,4
20,4
2,44
21,2
15
16,8

14,0-16,0
4,0-10,5
4,50-6,00
42,00-52,00
150-450
11,5-14,7

g/dl
ribu/ul
Juta/ul
Vol%
Ribu/ul
%

87,0
30,3
34,9

80,0-97,0
27,0-32,0
32,0-38,0

Fl
Pg
%

23 September 2013
S) Sariawan (<), sesak napas berkurang, nyeri tulang (+), nafsu makan menurun,
BAB hitam (+), lemas (+), pandangan kabur

38

O) TD=110/90, N=76, RR=20, T=35,4C


Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (<),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Transfusi TC 10 kantong
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)

24 September 2013
S) Sariawan (-), sesak napas (<), nyeri tulang (+), pusing (+), nafsu makan
berkurang, BAB hitam (+), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=120/90, N=80, RR=22, T=35,9C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (-), petekie
(+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg

39

Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV-MCH-MCHC
MCV
MCH
MCHC
Hitung Jenis
Gran %
Limfosit %
MID %
Gran#
Limfosit#
MID#

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

6,3
0,9
2,30
20
14
15,9

12,0-16,0
4,0-10,5
4,50-6,00
42,00-52,00
150-450
11,5-14,7

g/dl
ribu/ul
Juta/ul
Vol%
Ribu/ul
%

87,3
27,3
31,5

80,0-97,0
27,0-32,0
32,0-38,0

Fl
Pg
%

81,2
9,6
9,2
0,70
0,1
0,1

50,0-70,0
25,0-40,0
4,0-11,0
2,50-7,00
1,25-4,0

%
%
%
Ribu/ul
Ribu/ul
Ribu/ul

25 September 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (-), sesak napas (-), nyeri tulang (+), nafsu makan
berkurang, pusing (+), BAB hitam (-), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=120/80, N=82, RR=20, T=35,8C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (-), petekie
(+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Transfusi PRC 2 kantong dan TC 10 kantong

40

Inj. Omeprazole 2x1


Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
26 September 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (+), sesak napas (-), nyeri tulang (+), BAB hitam
(+), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=120/70, N=84, RR=16, T=35,7C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV-MCH-MCHC
MCV
MCH
MCHC

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

9,9
0,5
3,37
28,7
25
15,1

14,0-16,0
4,0-10,5
4,50-6,00
42,00-52,00
150-450
11,5-14,7

g/dl
ribu/ul
Juta/ul
Vol%
Ribu/ul
%

85,3
29,3
34,4

80,0-97,0
27,0-32,0
32,0-38,0

Fl
Pg
%

A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia


P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1

41

Inj. Asam traneksamat 3x1


Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari
27 September 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (+), sesak napas (-), nyeri tulang (+), BAB hitam
(+), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=120/80, N=80, RR=18, T=36,3C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml

42

Sanorin kumur 2x sehari


28 September 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (<), sesak napas (-), nyeri tulang (<), BAB hitam
(-), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=110/70, N=82, RR=18, T=36,6C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (<),
petekie (+), purpura (+)
Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV-MCH-MCHC
MCV
MCH
MCHC
Hitung Jenis
Basofil %
Eosinofil %
Gran %
Limfosit %
Monosit %
Basofil #
Eosinofil #
Gran #
Limfosit #
Monosit #

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

9,5
0,5
3,15
27,4
15
14,1

12,0-16,0
4,0-10,5
4,50-6,00
42,00-52,00
150-450
11,5-14,7

g/dl
ribu/ul
Juta/ul
Vol%
Ribu/ul
%

86,9
30,2
34,7

80,0-97,0
27,0-32,0
32,0-38,0

Fl
Pg
%

1,6
1,8
75,4
18,2
3,0
0,01
0,01
0,39
0,1
0,02

0,0-1,0
1,0-3,0
50,0-70,0
25,0-40,0
3,0-9,0
<1
<3
2,50-7,00
1,25-4,00
0,30-1,00

%
%
%
%
%
Ribu/ul
Ribu/ul
Ribu/ul
Ribu/ul
Ribu/ul

A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia


P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
43

Inj. Asam traneksamat 3x1


Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari
29 September 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (<), sesak napas (-), nyeri tulang (<), BAB hitam
(-), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=110/70, N=52, RR=18, T=36,4C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (<),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg

44

Nystatin drop 3x1 ml


Sanorin kumur 2x sehari
30 September 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (+), sesak napas (-), nyeri tulang (<), BAB hitam
(-), lemas (+), pandangan kabur (+)
O) TD=110/80, N=56, RR=16, T=36,0C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari
01 Oktober 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (+), sesak napas (-), nyeri tulang (<), BAB hitam
(-), lemas (+), pandangan kabur (+)

45

O) TD=120/70, N=56, RR=16, T=35,3C


Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Inj. Omeprazole 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari
02 Oktober 2013
S) Gusi berdarah (-), sariawan (+), sesak napas (-), nyeri tulang (+), BAB hitam
(-), lemas (+), pandangan kabur (+), nyeri perut (+)
O) TD=120/80, N=72, RR=17, T=36,8C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Transfusi TC 8 kantong

46

Inj. Omeprazole 2x1


Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Levofloxacin 1x500 mg IV

Po. Paracetamol 3x1 tab (k/p)


Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari

03 Oktober 2013
S) Demam (+), Gusi berdarah (-), sariawan (+), sesak napas (-), nyeri tulang (+),
BAB hitam (-), lemas (+), pandangan kabur (+), nyeri perut (+)
O) TD=110/70, N=92, RR=24, T=39,3C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia
P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Transfusi TC 8 kantong
Inj. Ranitidin 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1
Inj. Metilprednisolone 3x125 mg
Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Inj. Antrain 3x1 (k/p)

47

Po. Kotrimoksazol 2x960 mg


Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari
04 Oktober 2013
S) Demam (-), Gusi berdarah (+), sariawan (+), sesak napas (+), nyeri tulang (+),
BAB hitam (+), lemas (+), pandangan kabur (+), nyeri perut (+), anus
berdarah, batuk hebat berdarah
O) TD=110/80, N=86, RR=24, T=37,0C
Konjungtiva anemis (+), perdarahan subkonjungtiva (+), stomatitis (+),
petekie (+), purpura (+)
Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
RDW-CV
MCV-MCH-MCHC
MCV
MCH
MCHC

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

7,4
12,2
2,49
20,3
6
16,8

14,0-16,0
4,0-10,5
4,50-6,00
42,00-52,00
150-450
11,5-14,7

g/dl
ribu/ul
Juta/ul
Vol%
Ribu/ul
%

81,7
29,7
36,5

80,0-97,0
27,0-32,0
32,0-38,0

Fl
Pg
%

A) Leukemia mieloblastik akut (LMA), pansitopenia


P) IVFD NS - 30 tpm + drip Carbazochrome 2 amp 20 tpm
Transfusi TC 8 kantong
Inj. Ranitidin 2x1
Inj. Asam traneksamat 3x1

48

Inj. Metilprednisolone 3x125 mg


Inj. Ketorolac 30 mg 3x1
Inj. Antrain 3x1 (k/p)
Po. Kotrimoksazol 2x960 mg
Nystatin drop 3x1 ml
Sanorin kumur 2x sehari

49

Beri Nilai