Anda di halaman 1dari 4

Feb 6, '08 7:07 AM

BAHAYA RADIOAKTIF
for everyone

Radioaktivitas pertama
kali ditemukan pada tahun 1896 oleh ilmuwan Perancis Henri Becquerel
ketika sedang bekerja dengan material fosforen. Material semacam ini
akan berpendar di tempat gelap setelah sebelumnya mendapat paparan
cahaya, dan dia berfikir pendaran yang dihasilkan tabung katoda oleh
sinar-X mungkin berhubungan dengan fosforesensi. Karenanya ia
membungkus sebuah pelat foto dengan kertas hitam dan menempatkan
beragam material fosforen diatasnya. Kesemuanya tidak menunjukkan
hasil sampai ketika ia menggunakan garam uranium. Terjadi bintik hitam
pekat pada pelat foto ketika ia menggunakan garam uranium tesebut.

Tetapi kemudian menjadi jelas bahwa bintik hitam pada pelat bukan terjadi
karena peristiwa fosforesensi, pada saat percobaan, material dijaga pada
tempat yang gelap. Juga, garam uranium nonfosforen dan bahkan
uranium metal dapat juga menimbulkan efek bintik hitam pada pelat.
Partikel Alfa tidak mampu
menembus selembar kertas, partikel beta tidak mampu menembus pelat
alumunium. Untuk menghentikan gamma diperlukan lapisan metal tebal,
namun karena penyerapannya fungsi eksponensial akan ada sedikit
bagian yang mungkin menembus pelat metal. Pada awalnya tampak
bentuk radiasi yang baru ditemukan ini mirip dengan penemuan sinar-X.
Akan tetapi, penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Becquerel, Marie
Curie, Pierre Curie, Ernest Rutherford dan ilmuwan lainnya menemukan
bahwa radiaktivitas jauh lebih rumit ketimbang sinar-X. Beragam jenis
peluruhan bisa terjadi.

Sebagai contoh, ditemukan bahwa medan listrik atau medan magnet


dapat memecah emisi radiasi menjadi tiga sinar. Demi memudahkan
penamaan, sinar-sinar tersebut diberi nama sesuai dengan alfabet yunani
yakni alpha, beta, dan gamma, nama-nama tersebut masih bertahan
hingga kini. Kemudian dari arah gaya elektromagnet, diketahui bahwa
sinar alfa mengandung muatan positif, sinar beta bermuatan negatif, dan
sinar gamma bermuatan netral. Dari

besarnya arah pantulan, juga diketahui bahwa partikel alfa jauh lebih berat
ketimbang partikel beta. Dengan melewatkan sinar alfa melalui membran gelas
tipis dan menjebaknya dalam sebuah tabung lampu neon membuat para peneliti
dapat mempelajari spektrum emisi dari gas yang dihasilkan, dan membuktikan
bahwa partikel alfa kenyataannya adalah sebuah inti atom helium. Percobaan
lainnya menunjukkan kemiripan antara radiasi beta dengan sinar katoda serta
kemiripan radiasi gamma dengan sinar-X.
Para peneliti ini juga menemukan bahwa banyak unsur kimia lainnya yang
mempunyai isotop radioaktif. Radioaktivitas juga memandu Marie Curie
untuk mengisolasi radium dari barium; dua buah unsur yang memiliki
kemiripan sehingga sulit untuk dibedakan.

Dewasa ini di beberapa negara maju pemanfaatan tenaga nuklir di


berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti di bidang penelitian,
pertanian, kesehatan, industri, dan energi sudah begitu pesat, maka
sudah sewajarnya potensi tenaga nuklir yang cukup besar tersebut
dikembangkan dan dimanfaatkan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Namun, di samping manfaatnya yang begitu besar tenaga nuklir juga
mempunyai potensi bahaya radiasi terhadap pekerja, anggota
masyarakat, dan lingkungan hidup apabila dalam pemanfaatan tenaga
nuklir, ketentuan-ketentuan tentang keselamatan nuklir tidak diperhatikan
dan tidak diawasi dengan sebaik-baiknya.
Pembinaan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia
adalah syarat mutlak dalam rangka mendukung upaya pemanfaatan
tenaga nuklir dan pengawasannya sehingga pemanfaatan tenaga nuklir
benar-benar meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tingkat
keselamatan yang tinggi. Pembinaan dan pengembangan ini dilakukan
juga untuk meningkatkan disiplin dalam mengoperasikan instalasi nuklir
dan menumbuhkembangkan budaya keselamatan. Zat radio aktif

adalah setiap zat yang


memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada
70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua
nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan
patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umum-
nya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom
Internasional (International Atomic Energy Agency). Namun, masih
terdapat beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih
rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena
tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagi semua zat mengingat
sifat masing-masing zat tersebut berbeda.
Pengertian atau arti definisi pencemaran zat radioaktif adalah suatu
pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat
terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Limbah radioaktif
adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat
radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir
yang tidak dapat digunakan lagi. yang paling berbahaya dari pencemaran
radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang
sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-
partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar
lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang
dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang
berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan
struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk
hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat
manusia seperti berikut di bawah ini : Pusing-pusing, Nafsu makan
berkurang atau hilang, Terjadi diare, Badan panas atau demam, Berat
badan turun, Kanker darah atau leukimia, Meningkatnya denyut jantung
atau nadi.

Anda mungkin juga menyukai