Anda di halaman 1dari 12

AB IPENDAHULUAN

A.
Latar Belakang
Ludah atau disebut juga regurgitasi adalah hal yang biasa terjadi pada bayi.
Merekakadang kala suka meludah, bahkan ada yang biasa meludah setiap
selesai makan. Hal initerjadi baik pada bayi yang mengkonsumsi ASI maupun
pada bayi yang mengkonsumsi susuformula.Bayi biasanya meludahkan susu
yang telah tercampur dengan air ludah dan mukus pada saat mereka
bersendawa, hal ini terjadi karena mereka mengkonsumsi terlalu banyak sampai
perut mereka sudah tidak dapat menampungnya. Bila susu yang dikonsumsi
bayihanya sampai melewati esofagus, maka susu yang diludahkan akan
berwarna persis samaseperti pada saat bayi mengkonsumsinya. Tetapi bila susu
tersebut telah sampai diperut, makasusu yang diludahkan akan tampak dan
berbau asam. Untuk mengetahui secara rinci tentangregurgitasi akan kami
bahas dalam bab selanjutnya.B.
Rumusan Masalah
1.Apa pengertian regurgitasi?2.Apa etiologi dari regurgitasi?3.Bagaimana
patofisiologi dari regurgitasi?4.Manifestasi klinis apa yang timbul pada
regurgitasi?5.Diagnosa apa yang timbul pada regurgitasi dan bagaimana
rencana asuhankeperawatannya?
C.Tujuan
1.Untuk mengetahui pengertian regurgitasi2.Untuk mengetahui etiologi dari
regurgitasi
3.Untuk mengetahui bagaimana patofisiologi dari regurgitasi4.Untuk mengetahui
manifestasi klinis yang timbul pada regurgitasi5.Untuk mengetahui diagnosa
yang timbul dan rencana asuhan keperawatan pada regugitasi.
D.Manfaat
a). Penulismenambah pengetahuan dan pengalaman tentang pendokumentasian
asuhan keperawatan pada anak b). Pembacamemberi pengetahuan mengenai
masalah pada anak dengan regurgitasic). Institusisebagai bahan kepustakaan
yang membutuhkan acuan pada asuhan keperawatan anak
BAB IIPEMBAHASAN1.Pengertian
Regurgitasi atau biasa dikenal dengan istilah gumoh adalah proses
dikeluarkannya isilambung melalui mulut akibat belum sempurnanya katub
antara lambung dan esofagus(kerongkongan). Depkes R.I tahun 1999Regurgitasi
adalah keluarnya kembali sebagian susu yang telah ditelan melalui mulutdan
tanpa paksaan, beberapa saat setelah minum susu (Depkes 2007). Gumoh
adalahkeluarnya kembali sebagian susu yang telah ditelan ketika beberapa saat
setelah minum susu botol/ menyusui dan dalam jumlah sedikit. (Depkes

2007).mendefinisikan Regurgitasi sebagai keadaan normal yang sering terjadi


pada bayi denagn usiadibawah 6 bulan. Seiring dengan bertambahnya usia,
yaitu sampai usia diatas 6 bulan, makaregurgitasi semakin jarang dialami oleh
anak. Bisa dipastikan hampir semua bayi yangmenyusui, baik ASI maupun
memakai susu formula, pasti mengalami gumoh.
UmurKebiasaan Regurgitasi
0 -3 bulan50%4 bulan 67%7 bulan 21%12 bulan 5%
Meskipun kelihatannya bayi meludahkan semua susu yang dia
konsumsi,sebetulnya bayi hanya meludahkan satu atau dua sendok teh susu
yang telah tercampur dengan air ludah dan mukus. Cobalah untuk
menumpahkan satu sendok teh susu di meja,anda akan melihat bahwa susu
tersebut akan kelihatan sangat banyak.Regurgitasi tidak sama dengan muntah.
Muntah adalah pengeluaran isi lambungmelalui mulut dengan kekuatan secara
aktif, disertai dengan kontraksi lambung dan abdomen.Muntah bisa disebabkan
karena adanya faktor fisiologis, seperti kelainan kongenital daninfeksi. Selain itu,
muntah juga dapat disebabkan oleh gangguan psikologis, seperti
keadaantertekan atau cemas, terutama pada anak yang lebih besar. Pada masa
bayi, terutama masaneonatal, muntah jarang terjadi. Oleh karena itu bila terjadi
muntah maka harus segeradilakukan observasi terhadap kemungkinan adanya
gangguan.Cairan muntah yang keluar biasanya lebih banyak dibanding
regurgitasi.Meskipun regurgitasi adalah keadaan normal pada bayi, tapi
regurgitasi yang terjadi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai
komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi. Karena regurgirasi
dianggap keadaan normal dan wajar pada bayi, maka orang tuacenderung tidak
peduli dan baru mencari pertolongan dokter setelah terjadi
komplikasi.Regurgitasi yang tidak diatasi dapat menyebabkan
gangguan pertumbuhan akibat makananyang terus keluar.
2.Etiologi
Regurgitasi sering disebabkan oleh asam yang naik dari lambung (refluk
asam).Regurgitasi juga bisa disebabkan oleh penyempitan (striktur) atau
penyumbatankerongkongan. Penyumbatan bisa terjadi karena beberapa
penyebab, termasuk di dalamnyakanker kerongkongan. Penyumbatan juga bisa
disebabkan oleh gangguan pengendalian saraf kerongkongan dan katupnya di
mulut lambung. Regurgitasi tanpa penyebab fisik disebutruminasi. Regurgitasi
semacam ini sering terjadi pada bayi dan jarang ditemukan pada orangdewasa.
Ruminasi pada orang dewasa lebih sering terjadi pada mereka yang
mengalamikelainan emosi, terutama selama mengalami stres.Selain beberapa
sebab di atas, ada faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya
regurgitasi,antara lain :
a.Posisi saat menyusui yang tidak tepat. Posisi menyusui, ibu sering menyusui
sambiltiduran dengan posisi miring sementarara bayi tidur telentang. Akibatnya,
cairan tersebuttidak masuk ke saluran pencernaan tetapi ke saluran pernafasan
yang menyebabkan bayigumoh.

b.Pemberian minum pada bayi yang terlalu terburu buru.


c.Bayi sudah kenyang tetapi diberi minum karena orang tuanya khawatir kalau
anaknyakekurangan makan. Susu atau ASI yang diminum bayi melebihi
kapasitas lambung, padahal di usia itu kapasitas lambung bayi masih sangat
kecil.
d.Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus
menerusmenangis. Ini akan membuat tekanan didalam perutnya tinggi, sehingga
keluar dalam bentuk gumoh.
e.Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna. Dari mulut, susu akan
masuk kesaluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara
kedua organ tersebutterdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini
biasanya belum berfungsi sempurna.Akibatnya, kalau bayi dalam posisi yang
salah susu akan keluar dari mulut.Bayi yang gumoh (regurgitasi) sesudah minum
biasanya hanya untuk membersihkansisa susu dari mulutnya. Gumoh menjadi
abnormal bila jumlahnya banyak dan partambahan berat badan bayi tidak
mencukupi.
3. Patofisiologi
Biasanya bayi mengalami gumoh setelah diberi makan. Selain karenapemakaian
guritadan posisi saat menyusui, juga karena iaditidurkan telentang setelah diberi
makan. Cairanyang masuk ditubuh bayi akan mencari posisi yang paling rendah.
Bila adamakanan yangmasuk ke Esofagus atau saluran sebelum ke
lambung,maka ada refleks yang bisamenyebabkan bayi gumoh.Lambung yang
penuh juga bisa membuat bayi gumoh. Initerjadikarena makanan yang terdahulu
belum sampai ke usus, sudah diisimakanan lagi.Akibatnya bayi tidak hanya
mengalami gumoh tapijuga bisa muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya
sendiri.Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc,tapi ada
juga yang 120 ccRegurgitasi dikoordinasi oleh pusat muntah di formasio
reticularis medulla oblongata.Reseptor regurgitasi terutama terdapat di dasar
ventrikel ke empat otak dan disebut sebagaichemoreceptor trigger zone yang
terletak di luar sawar darah otak. Sumber yang dapatmenjadi input ke pusat
muntah antara lain:Chemoreceptor trigger zone yang mengandung reseptor
dopamine D2, reseptor serotonin 5-HT3, reseptor opioid, reseptor asetilkolin, dan
reseptor substansi P. Stimulasi darireseptor yang berbeda tersebut dapat
merangsang pusat muntah melalui jalan yang berbeda.- Saraf otak ke-X (vagus)
diaktifasi bila daerah faring terangsangsehingga menimbulkan refleks
regurgitasi.- Sistem saraf usus dan vagus merupakan input dari sistem
gastrointestinal. Iritasi darimukosa gastrointestinal. Iritasi dari mukosa
gastrointestinal karena kemoterapi,radiasi, distensi usus, dan gastroenteritis
dapat mengaktivasi reseptor 5-HT3 melalui jalur ini.- Susunan saraf pusat
mempunyai peran pada regurgitasi yang berkaitan dengangangguan psikiatrik
dan stres.Pada keadaan gumoh, biasanya lambung sudah dalam keadaan terisi
penuh, sehinggaterkadang gumoh bercampur dengan air liur yang mengalir
kembali keatas dankeluarmelalui mulut pada sudut sudut bibir. Hal tersebut
disebabkan karena otot katupdiujung lambung tidak bisa bekerja dengan baik.

Otot tersebut seharusnya mendorong isilambunng kebawah. Keadaan ini dapat


juga terjadi pada orang dewasa dan anak anak yang lebih besar. Kebanyakan
gumoh terjadi pada bayi dibulan bulan pertamakehidupannya.
3.Manifestasi klinis
Asam yang berasal dari lambung menyebabkan regurgitasi dari bahan-bahan
yangterasa asam atau pahit. Penyempitan atau penyumbatan kerongkongan
menyebabkanregurgitasi cairan berlendir yang tidak berasa atau makanan yang
belum dicerna. Padaruminasi, penderita mengeluarkan sejumlah kecil makanan
dari lambung, biasanya 15-30
menit setelah makan. Mereka kemudian mengunyah bahan-bahan tersebut dan
menelannyalagi. Penderita tidak merasakan mual, nyeri atau kesulitan menelan.
4.Komplikasi regurgitasi
Bayi yang gumoh tetap sehat. Hanya sedikit bayi 1 diantara 1.000 sampai 1
diantara300 yang mengalami komplikasi.Meskipun hal ini bukan merupakan hal
yang serius, gumoh dapat merupakan hal yangmenguatirkan bagi bayi dan
orang tuanya. Sebuah studi telah membuktikan bahwa bayi yangsuka gumoh
biasanya mempunyai permasalahan dalam pemberian makan termasuk
diantaranya menolak untuk makan lebih lama dari satu jam setelah bayi
berumur satu tahun.Para ahli menyimpulkan bahwa bayi yang menderita
regurgitasi dapat mengasosiasikanmakan sebagai hal yang tidak menyenangkan
sehingga bayi cenderung untuk menghindarimakan.5.
Dampak Gumoh
1.Infeksi pada saluran pernafasan
2.Cairan gumoh yang kembali keparu-paru dapat menyebabkan radang
3.Nafas terhenti sesaat
4.Bayi tersedak dan batuk
5.Cairan gumoh dapat menimbulkan iritasi
6.Pucat pada wajah bayi karena tidak bisa bernafas
6.
Pencegahan Gumoh
1.Perbaiki teknik menyusui. Cara menyusui yang benar adalah bibir bayi
menutup puting susu serta daerah yang berwarna hitam disekitar putting susu
(areola), dengan begitu kemungkinan udara yang masuk dan tertelan pada saat
menyusu bisa diperkecil.2.Beri bayi ASI sedikit-sedikit tetapi sering (minimal 2
jam sekali), jangan langsung banyak.3.Hindari mengajak bayi banyak bergerak
sesaat setelah menyusu.4.Posisikan bayi tegak beberapa lama (15-30 menit)
setelah menyusui

5.Hindari memberikan ASI / susu ketika bayi sangat lapar, karena bayi akan
tergesa-gesa saat menyusu sehingga menimbulkan udara masuk.6.Apabila
menggunakan botol, perbaiki cara minumnya. Posisi botol susu diatur
sedemikian rupa sehingga susu menutupi seluruh permukaan botol dan dot
harusmasuknya seluruhnya ke dalam mulut bayi.7.Sendawakan bayi sesaat
setelah minum. Bayi yang selesai minum jangan langsungditidurkan, tetapi perlu
disendawakan dahulu terlebih dahulu.Sendawa dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :1.Bayi digendong dalam posisi berdiri dengan kepala bersandar
dipundak ibu.Kemudian, punggung bayi ditepuk perlahan-lahan sampai
terdengar suara bersendawa.2.Menelungkupkan bayi dipangkuan ibu, lalu usap /
tepuk punggung bayi sampaiterdengar suara bersendawa.7.
Pengobatan untuk mengurangi regurgitasi
Bayi yang jarang gumoh mempunyai kebutuhan nutrisi yang sama dengan bayi
yanglain, pemberian susu formula dapat membantu pemenuhan nutrisi tersebut.
Beberapa ahlimenyarankan penggunaan susu anti regurgitasi untuk mengurangi
kebiasaan gumoh.Susu anti regurgitasi ini mengandung semua nutrisi yang
dibutuhkan oleh bayi. Susuini terbukti efektif mengurangi kebiasaan dan volume
regurgitasi. Bayi menjadi jarangmenangis dan tidur lebih lama.Susu anti
regurgitasi diformulasikan agar mudah dicerna oleh bayi. Mengandungtepung
jagung yang berfungsi untuk mengentalkan susu formula di dalam perut.
Kandungan protein dalam susu formula anti regurgitasi lebih tinggi jika
dibandingkan dengan formulagandum biasa. Kasein dapat memproduksi dadih
dalam perut, dadih inilah yang dikeluarkandan diludahkan oleh bayi.
Susu formula lain mungkin mengandung bahan pengawet seperti getah kacang
-yang tidak dapat dicerna dan menyebabkan bayi memproduksi gas. Beberapa
pengawet bahkan dapat menghalangi penyerapan zat besi dan kalsium. Ahli
kesehatan dapat membantuuntuk memutuskan susu formula anti regurgitasi apa
yang cocok bagi bayi.8.
Penatalaksanaan Gumoh

Kaji penyebab gumoh

Gumoh yang tidak berlebihan merupakan keadaan yang normal pada bayi
yangumurnya dibawah 6 bulan, dengan memperbaiki teknik
menyusui/memberikan susu.

Saat memberikan ASI/PASI kepala bayi ditinggikan

Botol tegak lurus/miring jangan ada udara yang terisap


Bayi/anak yang menyusui pada ibu harus dengan bibir yang mencakup rapat
putingsusu ibu

Sendawakan bayi setelah minum ASI/PASI

Bila bayi sudah sendawa bayi dimiringkan kesebelah kanan, karena bagian
terluaslambung ada dibawah sehingga makanan turun kedasar lambung ynag
luas

Bila bayi tidur dengan posisi tengkurap, kepala dimiringkan ke kanan


BAB IIIASUHAN KEPERAWATAN
1.Pengkajiana.IdentitasUmumnya sering terjadi pada bayi denagn usia dibawah 6
bulanCara dan bahan makanan yang keuar. Hal ini dimaksudkan untuk
mengidentifikasiapakah anak mengalami gumoh atau muntah. Pola minum
yang perlu diperhatikan adalah apakah susu diberikan denganmenggunakan
botol, sendok, atau menetek pada ibunya, sudah benarkah caraminumnya, serta
berapa jumlah dan cara pemberiannya. Suasana saat minum, anak yang
tergesa-gesa minumnya mudah mengalamigumoh.
9.Diagnosa Keperawatan
1.Resiko tinggi defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan output cairan berlebih.2.Resiko terjadinya hipertermi
berhubungan dengan defisit volume cairan (dehidrasi).3.Kecemasan orang tua
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentangregurgitasi.
10.Rencana Asuhan Keperawatan
No Diagnosa
Intervensi
Rasional
1Resiko tinggi defisit volumecairan dan elektrolit kurang darikebutuhan tubuh
berhubungandengan output cairan yang berlebihan.Tujuan :
Mempertahankankeseimbangan volume cairan.- Ukur tanda-tandavital.- Hitung
intake danoutput dan konsentrasiurine.- Merupakan indicator secara dini trasi
urineakan meningkatkantentanghypovolemia.- Menurunnya outputdan konsen

Kriteria hasil : Tanda - tandadehidrasi tidak ada, mukosa mulutdan bibir lembab,
balance cairanseimbang.- Anjurkan padakeluarga untuk memberi minumsedikit
demi sedikittapi sering.- Kolaborasi dengantim medis dalam pemberian
cairaninfuse bila diperlukan.kepekaan/endapansebagai salah satukesan
adanyadehidrasi danmembutuhkan peningkatan cairan.- Untuk
meminimalkanhilangnya cairan.- Untuk meminimalkanhilangnya cairan.
NoDiagnosaIntervensiRasional2Resiko terjadinya hipertermi berhubungan
dengan defisitvolume cairan (dehidrasi).Tujuan : Mempertahankankeseimbangan
volume cairanagar tidak terjadi hipertermi.- Ukur tanda-tandavital.Pantaukeseimbangan intakedan output cairan.-Merupakan indicator secara dini
terhadaphipertermi.-Ketidakseimbanganantara input danoutput akibat

Kriteria Hasil : Tidak adakenaikan suhu yang menandakanterjadinya hipertermi.Anjurkan padakeluarga untuk memberi minumsedikit demi sedikittapi sering.Kolaborasi dengantim medis dalam pemberian cairaninfuse bila
diperlukan.regurgitasi merupakanindicator awalterjadinya hipertermiakibat
dehidrasi.-Cairanmeminimalkandehidrasi dan pemberian minumyang sedikit
sedikittapi seringmeminimalkanregurgitasi.-Untuk meminimalkanhilangnya
cairan.3Kecemasan orang tua berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
tentang regurgitasi.Tujuan : kecemasan keluarga berkurang.Kriteria hasil :
keluargamengetahui tentang penyebabregurgitasi sehingga kecemasan
berkurang.- Kaji sejauh mana pengetahuan keluargatentang regurgitasi.- Berikan
pengetahuan pada keluarga tentangregurgitasi dan caracepat penanganannya.Anjurkan padakeluarga untuk melakukan tindakansecepatnya apabilaregurgitasi
masihterjadi lagi. Misalnyadengan perbaikan-Merupakan indikator pertama
untuk melakukanintervensi.-Mengurangi rasacemas pada keluargaakibat
kurangnya pengetahuan.-Kecemasan padakeluarga berkurangdan masalah
padaanak tertangani.

teknik menyusui, caraminum menggunakan botol, sendawakan bayi sesaat


setelahminum.- Kolaborasi dengantim medis untuk memberikan edukasilain
berkaitan denganregurgitasi.-Memaksimalkan penanganansecepatnya
padaregurgitasi.
BAB IVPENUTUP
A.Kesimpulan

Regurgitasi atau biasa dikenal dengan istilah gumoh adalah proses


dikeluarkannyaisi lambung melalui mulut akibat belum sempurnanya katub
antara lambung danesofagus (kerongkongan).


Regurgitasi sering disebabkan oleh asam yang naik dari lambung (refluk asam).

Regurgitasi dikoordinasi oleh pusat muntah di formasio reticularis


medullaoblongata.

Asam yang berasal dari lambung menyebabkan regurgitasi dari bahan-bahan


yangterasa asam atau pahit.

Diagnosa keperawatan yang dapat di tegakkan di antaranya :

Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan output cairan yang berlebihan.

Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan adanya rasamual dan


muntah.

Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake menurun.B.


Saran

Regugitasi atau biasa disebut dengan gumoh yang biasa terjadi pada anak
usiakurang dari 1 tahun sering dianggap hal yang biasa oleh orang tua, namun
jika halini tidak mendapat tindak lanjut maka nantinya juga dapat berpengaruh
buruk pada bayi.

Apabila regugitasi terus berlanjut pada bayi sebaiknya para orang tua
segeramembawa bayi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.

http://www.scribd.com/doc/94748972/askep-regurgitasi
D. Tanda dan gejala Gumoha. Mengeluarkan kembali susu saat diberikan
minumb. Gumoh yang normal terjadi kurang dari empat kali sehari.c. Tidak
sampai mengganggu pertumbuhan berat badan bayid. Bayi tidak menolak
minumE. Pencegahana. Perbaiki teknik menyusui. Cara menyusui yang benar

adalahmulut bayi menempel pada sebagian areola dan dagu payudara ibu.b.
Berikan ASI saja sampai 6 bulan (ASI eksklusif). Pemberianmakanan tambahan
dibawah 6 bulan memperbesar resiko alergi,diare, obesitas serta mulut dan lidah
bayi masih dirancang untukmenghisap, bukan menelan makanan.c. Beri bayi ASI
sedikit-sedikit tetapi sering (minimal 2 jamsekali), jangan langsung banyak.d.
Jangan memakaikan gurita tertalu ketate. Posisikan bayi tegak beberapa lama
(15-30 menit) setelah

Langkah menyusui yang benar :

1. sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putimg


susu dan aerola sekitarnya.Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan
dan menjaga kelembaban puting susu.
2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.
3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari lain menopang dibawah,
jangan menekan puting susu atau aerolanya saja.
4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflek) dengan cara : 1.
menyentuh pipi dengan puting susu atau, 2.menyentuh sisi mulut bayi
5. Setelah bayi membuka mulut,dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara
ibu dengan puting serta aerola dimasukkan ke mulut bayi; a. Usahakan
sebagaian besar aerola dapat masuk kemulut bayi,sehingga puting susu berada
dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat
penampungan ASI yang terletak dibawah aerola. b. Setelah bayi mulai
menghisap, payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi
Cara pengamatan Tehnik menyusui Yang Benar :
Menyusui dengan tehnik yang tidak benar bisa menyebabkan puting susu menjadi
lecet, ASI keluar tidak optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya
atau bayi enggan menyusu.Untuk mengetahui bayi telah menyusui dengan benar,
perhatikan :

- Bayi tampak tenang


- Badan bayi menempel pada perut ibu,
- Mulut bayi terbuka lebar,
- Dagu bayi menempel pada payudara ibu,
- Sebagaian besar aerola masuk kedalam mulut bayi,aerola bawah lebih banyak
yang masuk,
- Bayi nampak mengisap dngan kuat dengan irama perlahan,
- Puting susu ibu tidak terasa nyeri,
- Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus,
- Kepala agak menengadah.
- Melepas isapan bayi :
Setelah meyusui pada satu payudara sampai terasa kosong,sebaiknya mengganti
denagn payudara yang lain.Cara melepas isapan bayi :

jari kelingking ibu dimasukkan kemulut bayi melalui sudut mulut atau,

dagu bayi ditekan kebawah.

Setelah selesai menyusui,ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada


puting susu dan aerola sekitarnya,biarkan kering dengan sendirinya.

Menyendawakan bayi,dengan tujuan mengeluarkan udara dari lambung


supaya bayi tidak muntah(gumoh)setelah menyusui.dengan cara: Bayi
digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya
ditepuk perlahan-lahan atau, Bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu,kemudian
punggungnya ditepuk perlahan-lahan.

Lama dan frekwensi menyusui


Sebaiknya bayi disusui secara sesuai keinginan bayi(on demand),karena bayi akan
menentukan sendiri kebutuhannya.Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu
payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2 jam.
Menyusui yang dijadwalkan akan berakibat kurang baik,karena isapan bayi sangat

berpengaruh pada rangssangan produksi berikutnya.menyusui malam hari juga akan


memacu produksi ASI.
Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan BH (kutang) yang dapat
menyangga payudara,tetapi tidak terlalu ketat.
Pengeluaran ASI
Apabila ASI berlebihan, sampai keluar memancar,maka sebelum menyusui
sebaiknya ASI dikeluarkan lebih dahulu untuk menghindari bayi tersedak atau
enggan menyusu.Pengeluaran ASI juga berguna bagi ibu yang bekerja bisa
meninggalkan ASI untuk bayinya.
Pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan dua cara :

Pengeluaran dengan tangan : tangan ibu dicuci dengan bersih,menyiapkan


cangkir/gelas tertutup yang telah dicuci dengan air mendidih.ibu melakukan
pemijatan payudara dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah
aerola.dilakukan pemijatan secara merata mengelilingi payudara.
Pengeluaran dengan pompa
Bila payudara bengkak/ terbendung dan puting susu terasa nyeri,maka akan
lebih baik bila ASI dikeluarkan dengan pompa payudara.Pompa baik
digunakan bila ASI benar-benar penuh,tetapi pada payudara yang lunak akan
lebih sukar.Ada dua macam pompa,pompa tangan dan pompa listrik,yang
biasa digunakan adalah pompa Payudara tangan.

Penyimpanan ASI
ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat.Ada perbedaan lamanya
disimpan dikaitkan dengan tempat penyimpanan:
- Di udara bebas/terbuka : 6-8 jam
- Di lemari Es : 24 jam
- Di lemari pendingin/beku (-18 C) : 6 bulan
ASI yang didinginkan tidak boleh direbus bila akan dipakai,karena kualitsnyaakan
menurun,yaitu unsur kekebalannya.ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat
didalam suhu kamar,agar tidak terlalu dingin,atau dapat pula direndam di dalam
wadah yang telah terisi air panas.

http://bidansrimulyanti.blogspot.com/2011_09_01_archive.html

anda dapat mengganti susu bayi anda dengan susu formula khusus untuk
regurgitasi.namanya susu ANTI REGURGITASI.Susu ini dapat anda peroleh di
APOTIK
yang cukup besar.namun saat ini jumlahnya masih terbatas.biasanya kita bisa
memesan terlebih dahulu.jika bayi anda Alergi dengan susu sapi, anda bisa
memberinya susu formula yang berbahan dasar SOYA. susu ini lebih mudah
didapat diberbagai swalayan besar.muntah pada bayi akan hilang dengan
sendirinya dengan pertambahan
usia.karena semakin besar bayi, sphinkter gastroesophaegeal nya juga semakin
kuat.biasanya setelah usia satu tahun.jadi anda jangan telalu khawatir.
semoga penjelasan saya ini berguna anda dan bayi anda
http://www.namabayionline.com/search/label/Mencegah%20muntah%20pada
%20bayi