Anda di halaman 1dari 4

METODELOGI PELAKSANAAN

PEKERJAAN PERSIAPAN
Dalam keadaan apapun tidak dibenarkan untuk memulai pekerjaan yang sifatnya permanen tanpa terlebih
dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Penangggung Jawab Kegiatan.
Pemberitahuan yang lengkap dan jelas harus terlebih dahulu disampaikan kepada Kuasa Pengguna
Anggaran, PPTK, Direksi, Pengawas, Konsultan Pengawas dan Kelurahan/Lingkungan dalam jangka waktu
yang cukup, bila dipertimbangkan bahwa perlu mengadakan penelitian dan pengujian terlebih dahulu atas
persiapan pekerjaan tersebut.

PEK PENGUKURAN PENGUKURAN


Penyedia Jasa harus memulai pekerjaan pengukuran dari garisgaris dasar yang telah disetujui oleh
Konsultan Pengawas (pengawas) dan bertanggung jawab penuh atas pengukuranpengukuran yang
dibuatnya. Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja, termasuk Tenaga
Pengukuran yang dibutuhkan sehubungan dengan pengukuran untuk setiap bagian pekerjaan yang
memerlukan.

MOBILISASI DAN DEMOBILISASI


Mobilisasi
Mobilisasi dari semua pekerjaan yang diperlukan untuk pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.
Mobilisasi dan pemasangan peralatan konstruksi dari suatu lokasi asalnya ketempat yang digunakan sesuai
ketentuan kontrak
Penyediaan dan pemeliharaan Base Camp Penyedia barang/jasa, termasuk bila perlu kantor-kantor
lapangan, tempat tinggal, bengkel-bengkel, gudang-gudang dsb.

Demobilisasi
Pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja (site) yang dilaksanakan oleh Pihak Penyedia
barang/jasa pada akhir penyedia barang/jasa, termasuk membongkar kembali seluruh instalasiinstalasi, peralatan kontruksi, dan Pihak Penyedia barang/jasa diharuskan untuk melaksanakan
pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan pada daerah kerja (site), sehingga kondisinya sama
dengan keadaan sebelum Pekerjaan dimulai.

PAPAN NAMA PROYEK


Pemasangan papan nama kegiatan sebagaimana tersebut diatas dipancangkan dilokasi kegiatan pada
tempat yang mudah dilihat umum. Pemasangan papan nama proyek dilakukan pada saat dimulai pelaksaan
pekerjaan dan dicabut kembali setelah mendapat persetujuan pemimpin proyek.

BANGUNAN SMENTARA. ( DEREKSI KEET )


Direksi Keetch / gudang / bedeng sementara dan perlengkapannya setelah proyek selesai
sepenuhnya menjadi milik kontraktor.
engukuran Batas Lokasi.
a. Pengukuran perletakkan berdirinya bangunan yang dimaksud.
b. Pengukuran perletakkan berdirinya bangunan sementara :
Kantor Direksi (Direksi Keet)
- Tempat penyimpanan barang atau alat (gudang).
Los Kerja dan jamban sementara. Direksi Keet Bang sementara dan perlengkapannya setelah proyek selesai
sepenuhnya menjadi milik Penyedia Jasa.

PEKERJAAN BONGKARAN
Sebelum kita melaksanakan pengecoran terlebih dahulu lokasi yang akan dikerjakan bangunan eksisting
dibongkar sesuai dengan ketentuan gambar, kemudian dibuang kelokasi yang jauh agar tidak mengganggu
pekerjaan pengecoran.

Pek. Bekisting
Setelah rencana badan jalan yang akan dihampar beton dinyatakan siap (rata/level di anggap sama), maka
harus dilakukan pemasangan bekisting menggunakan kaso atau papan sesuai dengan yang dipersyaratkan
disepanjang trase pekerjaan (tinggi papan disesuaikan dengan ketebalan yang dipersyaratkan, mis : 20 cm).

Pek. Plastik Bond Breaker


Setelah pek. Pemasangan bekisting selesai maka jalan yang akan dibeton harus dilapisi menggunakan
plastic, gunanya untuk membuat beton yang dihampar tidak langsung meresap ke dalam pori-pori jalan dan
untuk membuat proses pengeringan beton berjalan baik.

PENGANGKUTAN DAN PENGECORAN BETON


Pengecoran beton di bagian manapun tidak boleh dimulai sebelum Direksi memeriksa dan
menyetujui bekisting, plastik Bond Breaker dan lain lain dimana beton K-350 akan dicorkan dengan
ketebalan 20 cm. Isi pengaduk beton (mixer) harus dikeluarkan dalam satu operasi menerus dan beton
harus diangkut tanpa terjadi segregasi komponen komponennya.
Bila Harus dilangsir dari Mobil Mixer Ke lokasi pengecoran Beton harus diangkat dalam wadah yang
bersih dan tidak tembus air atau gerobak dorong . Metoda pengangkutan yang lain dapat dipakai asalkan
sudah mendapat persetujuan dari Direksi dan harus tepat mengikuti instruksi terinci yang diberikan untuk
maksud tersebut. Alat alat yang dipakai untuk mengangkut dan mencor beton harus dibersihkan dan dicuci
setiap hari setelah selesai bekerja dan bilamana pengecoran dihentikan selama lebih dari 30 menit.
Semua beton harus dicorkan pada siang hari jika memungkinkan,da apabila pengecoran dilakukan
pada malam hari harus diperoleh ijin tertulis dari Direksi. Catatan ini harus tersedia untuk diperiksa oleh
Direksi setiap saat.
Tulangan Sambungan
Pada perkerasan beton semen dikenal dua jenis tulangan sambungan yaitu tulangan sambungan
melintang dan tulangan sambungan memanjang. Sambungan melintang merupakan sambungan untuk
memberikan sarana ( mengakomodir ) gerakan kembang susut kearah memanjang plat, sedangkan
sambungan memanjang merupakan sambungan untuk memberikan sarana ( mengakomodir ) gerakan
lenting plat beton. Dari fungsi dan lokasi dari kedua tulangan sambungan tersebut, maka kedua tulangan
tersebut mempunyai ciri dan fungsi yang berbeda sebagai berikut :
Tulangan sambungan melintang :
- Disebut dowel
- Berfungsi sebagai sliding devices dan load transfer devices
- Berbentuk polos, bekas potongan rapi dan berukuran besar
- Lekat ( bounding ) pada plat beton satu sisi dan tidak lekat/ licin (unbound ) pada plat beton satu sisi yang
lain/ dapat dibalut dengan bahan plastik/ movable
- Lokasi ditengah tebal plat beton dan sejajar dengan sumbu jalan (arah arus lalu lintas)
c) Tulangan sambungan memanjang
- Disebut Tie Bar Berfungsi sebagai unsliding devices dan rotation devices
- Batang pengikat (Tie Bar)
Sepotong baja ulir yang dipasang pada sambungan memanjang dengan maksud untuk mengikat pelat agar
tidak bergerak horizontal.

- Berbentuk deformed dan kecil Lekat ( bounding ) dikedua sisi plat beton
- Lokasi ditengah tebal plat beton dan tegak lurus sumbu jalan ( arah lalu lintas )

d) Sambungan atau Joint


Sambungan melintang berfungsi untuk mengakomodir gerakan kembang susut sedangkan sambungan
memanjang berfungsi untuk mengakomodir gerakan lenting dari plat beton yang bersangkutan akibat panas
dingin pada siang malam. Fungsi lain dari sambungan adalah mengendalikan atau menggerakan retak plat
beton akibat shrinkage ( susut ) maupun wrapping ( lenting ) agar teratur baik bentuk maupun lokasinya
sesuai dengan yang kita kehendaki ( sesuai desain ) dengan terkendalinya (terkontrol) retak tersebut, maka
retak akan tepat terjadi pada lokasi secara teratur dimana pada lokasi tersebut telah kita sediakan tulangan
sambungan.
Ruji (Dowel).

Sepotong baja polos lurus yang dipasang pada setiap jenis sambungan melintang dengan
maksud sebagai system penyalur beban, sehingga pelat yang berdampingan dapat
bekerja sama tanpa terjadi perbedaan penurunan yang berarti.
CARA PEMADATAN
Beton harus dipadatkan seluruhnya dengan memakai vibrator mekanis yang dioperasikan oleh
tenaga yang ahli, berpengalaman dan terlatih . Hasil pekerjaan beton harus berupa masa yang seragam,
bebas dari rongga, segregasi dan sarang lembah (honey comb), memperlihatkan permukaan yang rata
ketika bekisting di buka dan mempunyai kepadatan yang mendekati kepadatan kubus uji.
Vibrator harus bertipe rotary out of balance ( berputar diluar keseimbangan) dengan frekwensi
tidak kurang dari 8000 putaran permenit dan mampu menghasilkan percepatan sebesar 69 pada beton
yang disentuhnya. Harus diperhatikan agar semua bagian beton terkena vibrasi tanpa timbul segregasi
agregatakibat vibrasi yang berlebihan. Vibrator tidak boleh langsung mengenai penulangan terutama jika
penulangan menerus pada beton yang sudah mulai mengeras. Jumlah vibrator yang dipakai dalam satu
pengecoran harus menyediakan sekurang kurangnya satu vibrator cadangan yang dipakai bila terjadi
kerusakan.

PEKERJAAN LANTAI KERJA


Jalan Betonisasi tidak boleh diletakan langsung diatas permukaan tanah Asli. harus dibuat lantai kerja
Levelling LPA Kls A sebelum beton ditempatkan.

PERLINDUNGAN DAN PENGERINGAN BETON


Semua permukaan yang terbuka harus dilindungi dari matahari dan semua beton harus dijaga agar
tetap lembab dengan cara dibasahi selama tujuh hari sekurang kurangnya setelah pengecoran.
Perlindungan diberikan dengan cara menutupi dengan pasir basah sekurang
kurangnya setebal 5 cm, atau dengan kantong goni basah. Permukaan permukaan yang baru saja
dicor harus dilindungi dari hujan maupun dari pengaruh pengaruh lain yang dapat merusak permukaan
yang lunak sebelum terjadi pengerasan.
Kontraktor harus menjaga agar pekerjaan baton yang baru selesai tidak diberi beban yang intensinya
dapat menimbulkan kerusakan. Setiap kerusakan yang timbul akibat pembebanan yang terlalu dini atau
pembebanan berlebih harus diperbaiki oleh Kontraktor atas biaya sendiri hingga memuaskan Direksi.

PEMBUKAAN BEKISTING
Permukaan bekisting harus dikerjakan sedemikian sehingga tidak timbul kerusakan pada beton.
Bekisting tidak boleh dibuka sebelum beton mencapai kekuatan yang cukup untuk menahan tegangan
tegangan yang timbul akibat pembukaan pembukaan dan jika diperlukan Kontraktor harus membuktikanya
sehingga dianggap memuaskan oleh Direksi.
Jangka waktu minimum pengecoran dan pemadatan beton dengan pengangkatan bekisting adalah
3 hari, namun demikian hal ini tidak membebaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk menunda
pengangkatan bekisting sampai beton mencapai kekuatan yamg memadai. Kontraktor harus bertanggung
jawab dan wajib memperbaiki semua kerusakan yang timbul akibat pengangkatan bekisting yang terlalu
dini, atas biaya sendiri.

PERATURAN PENUTUP
A. Harus diperhatikan betul oleh Penyedia Jasa segala pekerjaan angkutan bahan-bahan, puing-puing
bekas pekerjaan dan pembersihan setelah pekerjaan selesai.
B. Segala peraturan yang tercantum dalam bestek ini dan gambar-gambar serta risalah Aanwijzing
merupakan lampiran dari Kontrak yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan, untuk
hal ini Penyedia Jasa dianggap mengerti.
C. Penyedia Jasa diharuskan mengikuti peraturan dari Departemen Tenaga Kerja untuk mengatur upah
para buruhnya.
D. Peraturan ini sebagai pedoman dari pelaksanaan pembangunan dan sebagai landasan kontrak.
Dengan sendirinya hasilnya akan tergantung pada pelaksanaannya.

Depok, 15 Juli 2015