Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Dengan mengucap Alhamdulillahirobbilalamin, Saya panjatkan puji
syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karuniaNya, Saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul, Homeostasis.
Saya menyadari bahwa tulisan makalah ini jauh dari sempurna baik isi
maupun bahasanya, namun demikian saya berharap bahwa makalah ini dapat
menjadi salah satu sumber ilmu bagi masyarakat untuk mengetahui pentingnya
menjaga kesehatan. Dan saya akan menerima semua kritik dan saran dari para ahli
dan pembaca sekalian demi kesempurnaan tulisan makalah ini.
Pada kesempatan kali ini izinkanlah penulis mengucapkan rasa terima
kasih kepada:
1. Sembah sujud ananda yang tidak terhingga kepada Ayahanda H.Husni
Tambunan dan Ibunda Hj. Kamaliah Simatupang yang telah berpeluh
keringat. dan tidak pernah lelah membantu penulis dengan memberikan
doa keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan penulisan makalah
ini.
2 Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,
dr. Ade Taufiq, Sp.OG.
3 Sekretaris Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara, dr. Heppy Jelita Sari Batubara.

4 Seluruh staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah


Sumatera Utara yang telah memberi ilmu dan nasehat kepada penulis.
5

Kepada orang terdekat saya yang telah memberikan motivasi dan


dukungan kepada saya selama masa pendidikan dokter.

6 Seluruh teman-teman penulis yang telah memberikan semangat kepada


penulis,berkerjasama dan saling membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
7 Seluruh teman-teman Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara angkatan 2010 yang selalu membantu dan menemani penulis selama
menuntut ilmu di Kampus FK UMSU.
8 Semua Pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini, yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu.
Akhirnya izinkan saya mohon maaf yang setulus-tulusnya atas segala
kesalahan dan kekurangan selama saya mengikuti pendidikan ini, semoga segala
bantuan, bimbingan, motivasi dan kerjasama yang diberikan pada saya selama
mengikuti pendidikan kiranya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah
SWT. Amin ya Rabbal Alamin.
Wassalamualaikum wr.wb
Penulis
Okti Pratiwi Tambunan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................

DAFTAR ISI...........................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang...................................................................

1.2. Tujuan Penulisan................................................................

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Homeostasis .......................................................................
2.1.1. Defenisi Homeostasis.............................................

8
8

2.1.2. Mekanisme Homeostasis Pada Berbagai Sistem Fungsional


Utama
2.1.3. Pengaturan Fungsi Tubuh
2.1.4. Gangguan Homeostasis Tubuh
BAB 3 PENUTUP
3.1. Kesimpulan Dan Saran.......................................................

11

DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 14

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Homeostasis merupakan kondisi statis dinamis internal tubuh yang relatife

dipertahankan secara konstan terhadap berbagai rangsang. Mekanisme


homeostasis penting bagi kelangsungan hidup dan fungsi normal sel, setiap sel
dengan kerjanya yang spesifik selalu mempertahankan homeostasis. Lingkungan
internal tubuh yang harus dipertahankan homeostasisnya adalah konsentrasi
molekul tertinggi, konsentrasi O2 & CO2, konsentrasi zat sisa, pH, konsentrasi
cairan, garam dan elektrolit, suhu, volume dan tekanan (Kuntarti, 2009).
Mekanisme kontrol homeostasis berlangsung dengan prinsip umpan balik
negatif (negative feedback). Umpan balik negatif timbul bila suatu perubahan
dalam suatu variabel yang diregilasi memicu suatu respon yang melawan
perubahan itu, yaitu membawa variabel kearah yang berlawanan dengan
perubahan mula-mula. Suatu analogi yang umum dari umpan balik negatif adalah
termostasis yang mengatur alat pemanas. Suatu sistem umpan balik negatif
homeostasis berlangsung dengan cara yang sama untuk menjaga faktor yang
terkontrol dalam suatu keadaan stabil yang relatif. Misalnya, bila sel-sel saraf
yang memonitor tekanan darah mendeteksi suatu penurunan tekanan darah
dibawah tingkat yang membahayakan, maka sistem saraf akan mengatur
serangkaian perubahan yang berlawanan arah didalam sistem sirkulasi untuk
meningkatkan tekanan darah ke tingkat yang semestinya. Pada saat tekanan darah
meningkat sampai pada titik normal, maka masukan stimulus ke jantung dan
pembuluh darah dari sel-sel reseptor tekanan darah (baroreseptor) akan berhenti.
Hasilnya, bahwa tekanan darah tidak terus meningkat sampai tingkat yang
membahayakan. Kejadian sebaliknya akan terjad bila tekanan darah meningkat
diatas titik normal (Mahfudz, 2010).
Manusia mempunyai kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi secara
memuaskan melalui proses homeostasis, baik fisiologis maupun psikologis.
Kebutuhan merupakan suatu hal yang sangat penting, bermanfaat, atau diperlukan
untuk menjaga homeostasis dan kehidupan itu sendiri. Seseorang memiliki

beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi akan lebih dulu memenuhi kebutuhan
fisiologisnya dibandingkan kebutuhan yang lain.
1.2.

Tujuan Penulisan
1) Untuk mengetahui defenisi homeostasis
2) Untuk mengetahui mekanisme homeostasis pada berbagai sistem
3)
4)
5)
6)

fungsional tubuh
Untuk mengetahui pengaturan fungsi tubuh pada sistem saraf
Untuk mengetahui pengaturan fungsi tubuh pada sistem hormon
Untuk mengetahui pengaturan fungsi tubuh pada sistem reproduksi
Untuk mengetahui gangguan homeostasis tubuh

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Homeostasis

2.1.1

Defenisi Homeostasis
Istilah homeostasis digunakan oleh ahli fisiologi untuk menjelaskan

pemeliharaan aneka kondisi yang hampir selalu konstan dilingkungan dalam. Pada
dasarnya semua organ dan jaringan tubuh melaksanakan aneka fungsi untuk
membantu unuk mempertahankan kondisi yang konstan ini. Misalnya paru
menyediakan oksigen bagi cairan ekstrasel untuk menggantikan oksigen yang
dipakai oleh sel, ginjal mempertahankan homeostasis (Guyton, 2012).
2.1.2

Mekanisme Homeostasis Pada Berbagai Sistem Fungsional Utama


Sumber nutrient cairan ekstrasel
pada sistem respirasi setiap kali darah melintasi seluruh tubuh, darah juga
mengalir melewati paru. Darah tersebut mengambil oksigen di alveoli,
sehingga memperoleh oksigen yang dibutuhkan oleh sel. Tebal mebran
antara alveoli dan lumen kapiler peru, membran alveolus, hanya 0,4
sampai 2,0 mikrometer, dan oksigen berdifusi dengan pergerakan
molecular melintasi pori-pori membran ini kedalam darah, sama seperti

difusi air dan ion melintasi kapiler jaringan.


Pada traktus gastrointestinal, sebagian besar darah yang dipompakan oleh
jantung juga akan melewati dinding traktus gastrointestinal. Disini,
berbagai nutrient terlarut, termasuk karbohidrat, asam lemak dan asam
amino, diabsorbsi ke dalam cairan ekstrasel darah dari makanan yang

dikonsumsi.
Pada Hati dan organ lain yang melaksanakan fungsi metabolik primer,
tidak semua zat yang diabsorbsi dari traktus gastrointestinal dapat
digunakan oleh sel dalam bentuk asal sewaktu diabsorbsi. Hati mengubah
susunan kimiawi banyak zat ini menjadi bentuk yang lebih mudah
digunakan, dan jaringan tubuh yang lainnya, sel lemak, mukosa
gastrointestinal, ginjal, dan kelenjar endokrin membantu mengubah zat-zat
yang telah diabsorbsi tadi atau menyimpannya sampai zat tersebut
dibutuhkan.
6

Pada sistem muskuloskeletal, kadang-kadang timbul pertanyaan,


bagaimana sistem muskuloskeletal ikut berperan pada fungsi homeostasis
tubuh. Seandainya otot tidak ikut berperan tubuh tidak dapat bergerak
menuju tempat yang tepat pada saat yang tepat untuk memperoleh
makanan yang dibutuhkan untuk nutrisi. Sistem muskuloskeletal juga
memungkinkan pergerakan untuk melindungi diri terhadap lingkungan
sekitar yang berbahaya, tanpa gerakan ini, seluruh tubuh beserta semua
proses homeostatiknya akan segera hancur (Guyton, 2012).

2.1.3

pengaturan fungsi tubuh


Sistem saraf
Sistem saraf terdiri atas tiga bagian pokok : bagian sensorik (input), sistem
saraf pusat (bagian integrasi) dan bagian motorik (ouput). Reseptor
sensorik mendeteksi keadaan tubuh atau keadaan lingkungan sekitar.
Misalnya, reseptor di kulit akan memberitahukan kepada kita setiap kali
sebuah benda menyentuh kulit dimanapun tempatnya. Mata merupakan
organ sensorik yang membuat seseorang mendapatkan gambaran visual
tentang sekitarnya, telinga juga merupakan organ sensorik. Sistem saraf
pusat terdiri atas otak dan medulla spinalis. Otak dapat menyimpan
informasi, menghasilkan pikiran, menciptakan ambisi, serta menentukan
reaksi yang dilakukan oleh tubuh sebagai respons terhadap aneka sensasi,
sinyak yang sesuai kemudian dihantarkan melalui bagian motorik sistem
saraf untuk melaksanakan keinginan kita.
Sebagian besar segmen sistem saraf disebut sebagai sistem
otonom. Sistem ini bekerja pada tingkatan bawah sadar dan mengatur
banyak fungsi organ dalam, termasuk seberapa besar aktivitas pemompaan
jantung, pergerakan traktus gastrointestinal, dan sekresi banyak kelenjar

dalam tubuh.
Pengaturan oleh sistem hormon
di dalam tubuh terdapat delapan kelenjar endokrin utama yang menyekresi
zat-zat kimia yang disebut hormon. Hormon diangkut melalui cairan
ekstrasel menuju seluruh bagian tubuh untuk membantu mengatur fungsi

sel. Misalnya, hormon tiroid meningkat kecepatan sebagian besar reaksi


kimia di dalam semua sel, dengan demikian hormon tiroid membantu
mengatur tempo aktivitas tubuh. Insulin mengatur metabolism glukosa,
hormon hormon korteks adrenal mengatur ion natrium, ion kalium, dan
metabolisme protein; dan hormon paratiroid mengatur kadar kalsium dan
fosfat tulang. Jadi, hormon merupakan sistem pengatur yang melengkapi
sistem saraf. Sistem saraf terutama mengatur aktivitas otot dan aktivitas
sekresi, sedangkan sistem hormon terutama mengatur banyak fungsi

metabolisme.
Reproduksi
Adakalanya, reproduksi tidak dianggap sebagai salah satu fungsi
homeostatik, namun reproduksi sebenarnya membantu mempertahankan
homeostasis dengan cara menghasilkan generasi baru guna menggantikan
orang yang telah meninggal. Kelihatannya penggunaan istilah homeostasis
ini tidak tepat, tetapi pada kesimpulan akhirnya, tergambarkan dengan
jelas bahwa pada hakikatnya semua struktur tubuh itu tersusun sedemikian
rupa agar masing-masing membantu mempertahankan kehidupan yang
berlangsung secara otomatis (Guyton, 2012).

2.1.4

Gangguan Homeostasis Tubuh


Keadaan homeostasis tubuh dapat mengalami gangguan yang disebabkan

oleh beberapa faktor seperti : stress fisik (trauma suhu yang tinggi), perubahan
kimia (penurunan O2 atau pH, peningkatan CO2 atau prostaglandin), dan
peningkatan aktivitas jaringan. Gangguan homeostasis ini akan mengakibatkan
tekanan darah dan aliran darah berkurang pada jaringan, sehingga akan
merangsang autoregulasi lokal menurunkan tahanan dan peningkatan aliran darah.
Namun apabila autoregulasi tidak efektif, maka mekanisme saraf akan
menstimulasi reseptor-reseptor yang sensitive untuk mengubah komposisi kimia
dan tekanan darah sistemik yang selanjutnya mengaktifkan pusat kardiovaskular.
Pada jarak waktu yang pendek terjadi peningkatan vasokontriksi pada tekanan

darah oleh menstimulasi saraf simpatis pada jantung dan peripheral. Selanjutnya
homeostasis tubuh akan mengembalikan volume dan tekanan darah menjadi
normal kembali. Mekanisme hormonal dapat merespon apabila autoregulasi tidak
efektif yaitu dengan menstimulasi kelenjar endokrin untuk melepaskan hormon
yang berperan dalam pengaturan tekanan darah dan volume darah. Dalam jarak
waktu yang lama maka homeostasis tubuh akan mengembalikan volume dan
tekanan darah kembali normal (Martini, 2001).

BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1

Kesimpulan

Homeostasis : pemeliharaan aneka kondisi yang hampir selalu konstan


dilingkungan dalam. Pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh
melaksanakan aneka fungsi untuk membantu unuk mempertahankan
9

kondisi yang konstan ini. Misalnya paru menyediakan oksigen bagi cairan
ekstrasel untuk menggantikan oksigen yang dipakai oleh sel, ginjal

mempertahankan homeostasis.
Mekanisme homeostasis penting bagi kelangsungan hidup dan fungsi

normal sel.
Kondisi stasis dinamis internal tubuh yang relatif dipertahankan secara

konstan terhadap berbagai rangsang.


Lingkungan internal tubuh yang harus dipertahankan homeostasisnya
adalah : konsentrasi molekul nutrisi, konsentrasi O2 & CO2, konsentrasi
zat sisa, pH, konsentrasi cairan, garam dan elektrolit, suhu, volume dan

tekanan.
Terganggunya homeostasis dapat menyebabkan berbagai gangguan,
penyakit, sampai kegagalan organ. Homeostasis terganggu diakibatka oleh
berbagai faktor seperti stress fisik, perubahan kimia (penurunan O2 atau
pH, peningkatan CO2 atau prostaglandin), dan peningkatan aktivitas
jaringan.

3.2 Saran

Bagi masyarakat sangat dianjurkan untuk lebih aktif dalam mencari


informasi kesehatan dan mengetahui tentang keadaan keseimbangan tubuh
dan berbagai keadaan yang dapat mengganggu homeostasis tubuh

sehingga dapat mencegahnya.


Bagi mahasiswa/mahasiswi di bagian Fakultas Kedokteran untuk dapat
membuat makalah dengan pembahasan homeostasis yang lebih lengkap
mencakup penyakit-penyakit akibat terganggunya sistem homeostasis.

10

DAFTAR PUSTAKA
Kuntarti, 2009. Pengantar fisiologi, Homeostasis, dan Dasar Biolistrik.
Martini, 2001. Fundamentals pf anatomy and physiology. Dalam : Hermawati,
2009. sistem rennin-angiotensin-aldosteron : perannya dalam pengaturan
tekanan darah dan hipertensi. Universitas Pendidikan Indonesia; Bandung.
Mahfudz, 2010. Regulasi dan homeostasis dalam tubuh. Universitas Negeri
Malang.

11