Anda di halaman 1dari 14

Jagung

Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150
hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk
tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara
1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari
permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat
menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga
betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut
jagung sebenarnya adalah tangkai putik.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar
berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari bukubuku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi
atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk
roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung
cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun
terdapatligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada
yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae.
Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam
respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman
(monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang
disebutfloret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan
tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna
kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di
antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu
tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat
menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan
jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).
ciri-ciri:
panjang
berisi
ada buhya
3. Karena pada batang dikotil terdapat kambium yang berfungsi membentuk xylem dan floem
primer dan membentuk lingkaran tahun, sehingga batang tumbuhan dapat membesar. sementara,
batang monokotil tidak memiliki cambium sehingga batang tumbuhan tidak dapat membesar
4. Fungsi batang :
1. Menyokong dan menegakkan tubuh tumbuhan
2. Menghubungkan bagian akar dan daun
3. Tempat penyimpanan makann
4. Alat reproduksi vegetatif
5. Sebagai jalur transportasi dari akar ke daun
6. Tempat bertumpunya daun, bunga, dan buah
7. Untuk tumbuhan tertentu, batang berfungsi untuk fotosintesis
5. Lingkaran tahun adalah lapisan-lapisan lingkaran yang terbentuk akibat menebalnya
pertumbuhan sekunder yang terus menerus. Proses pembentukannya adalah kambium mengalami
pertumbuhan tidak tetap. Pada musim hujan, kebutuhan tumbuhan lebih terpenuhi, maka
pertumbuhan kambium pun lebih cepat. Pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk unsur kulit

pohon sedangkan ke arah dalam membentuk unsur kayu ini lebih aktif pada saat musim hujan dan
pada musim kemarau lebih pasif, akibatnya tampak cincin-cincin/ lapisan-lapisan lingkaran
kosentris yang dikenal dengan lingkaran tahun.
Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar, batang, daun.
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh: umbi modifikasi akar,
bunga modifikasi dari ranting dan daun.
BATANG
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.
Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang
mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan
gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang
dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke
dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel,
merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan
Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis
tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut
perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral
yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam
dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan
parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang
disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang
mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan
hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya
pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan
sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan
aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran
Tahun.
2. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya
tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral
tertutup yang
artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada
Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain
tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat

mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan
pohon Nenas seberang (Agave sp).
DAUN
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak
mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk
mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada
epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas
dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga
karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga
karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan
fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan
bunga karang.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun
dan urat-urat daun.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari penelitian diatas dan hasil pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Jaringan yang menyusun daun dikotil adalah epidermis, jaringan tiang,stomata, jaringan
pengangkut, dan epidermis bawah.
2. Jaringan yang menyusun daun monokotil adalah epidermis, jaringan spons,stomata, jaringan
pengangkut, dan epidermis bawah.
3. Jaringan yang menyusun batang monokotil adalah epidermis, korteks, danjaringan pengankut.
4. Jaringan yang menyusun batang dikotil adalah epidermis, korteks,endodermis, perisikel, dan
jaringan pengankut.
5. Jaringan yang menyusun akar monokotil adalah epidermis, korteks,endodermis, cambium,
dan jaringan pengangkut.
6. Jaringan yang menyusun akar dikotil adalah epidermis, korteks, endodermisdan jaringan
pengangkut.
B. Saran
Ketepatan dalam menyayat dan pengamatan ketika penelitian adalah hal yang paling penting karena
sangat berpengaruh pada hasil pengamatan.

Struktur Monokotil Berbatang Lunak


Batang Jagung (Zea mays)

Lapisan terluar batang jagung disusun oleh satu lapis epidermis. Daerah korteks
batang jagung sempit. Daerah korteks batang jagung terdiri dari 2 sampai 3 lapis
sklerenkima yang terdiri dari sel-sel serabut sklerenkima yang berlignin dan satu
sampai dua lapis sel parenkimatik. Batas daerah korteks dengan silinder pusat tidak
jelas. Ukuran sel-sel parenkima semakin ke dalam semakin besar. Berkas penngangkut
yang bertipe kolateral tertutup fibrovaskuler tersebar di antara sel-sel parenkima.
Ukuran berkas pengangkut semakin ke dalam semakin besar. Ciri khas pada berkas
pengangkut batang jagung, xilem terdiri dari dua trakea besar kemudian dihubungkan
dengan satu buluh cincin dan di antara floem dan xilem ditemukan ruang reksigen.
Serabut sklerenkima mengelilingi seluruh berkas pengangkut. Tipe stele pada batang
jagung disebut ataktostele.

2. Jaringan dewasa

a. Jaringan epidermis

Jaringan epidermis selalu terdapat pada bagian luar, sering termodifikasi diantaranya menjadi stomata.

Jaringan ini terdapat di permukaan organ tubuh, yaitu akar, batang, daun, atau organ lain. Pada
prinsipnya semua organ tubuh tanaman memiliki jaringan epidermis pada permukaan luarnya.
Sifat, bentuk, dan fungsi jaringan epidermis:

Bentuknya seperti balok, dan tersusun sangat rapat. Umumnya tidak


mempunyai klorofil, kecuali pada epidermis daun paku, sehingga pada tempat
ini tidak dapat berlangsung fotosintesis.

Berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya, untuk itu sering ditambah


lagi dengan lapisan lilin (kutikula), dan pada batang dilapisi dengan gabus,
kecuali pada lentisel.

Karena fungsinya sebagai pelindung, kadang-kadang jaringan mengadakan


modifikasi, misalnya berubah bentuk menjadi duri, atau rambut daun

Pada beberapa tempat, epidermis daun berubah bentuk sebagai stoma (mulut
daun), di sini sel epidermis mempunyai klorofil.

b. Jaringan parenkim (jaringan dasar)


Jaringan parenkim mengisi semua bagian tumbuhan karena itu sering disebut jaringan dasar.

Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar, oleh karena itu jaringan ini selalu terdapat di antara
jaringan yang lain. Sel-selnya besar, letaknya jarang dan kaya akan ruang antar sel, dan memiliki
organel sel yang lengkap. Karena ciri tersebut, parenkim memiliki sifat yang disebut totipotensi dan
digunakan sebagai dasar teknik kultur jaringan
Seperti juga jaringan yang lain, parenkim juga mengalami modifikasi sehingga memiliki bentuk dan
fungsi yang beragam, di antaranya sebagai berikut:

Parenkim palisade (parenkim pagar/jaringan tiang), mempunyai klorofil,


sehingga pada bagian ini dapat berlangsung fotosintesis

Parenkim spons (parenkim bunga karang), merupakan tempat menyimpan hasil


fotosintesis untuk sementara waktu

Pada batang dan akar terdapat parenkim kayu dan parenkim kulit.

Pada parenkim kulit sering ditemukan sel-sel yang mengandung klorofil yang
disebut klorenkim.

c. Jaringan penyokong / penunjang


Jaringan ini berfungsi untuk memperkuat berdirinya tubuh tumbuhan, atau memperkuat bagian
tumbuhan. Yang termasuk jaringan ini ialah:

Jaringan kolenkim. Serupa dengan parenkim, tetapi dindingnya mengalami


penebalan dari zat selulosa terutama di bagian sudut-sudut selnya.

Jaringan sklerenkim. Sel-selnya mengalami penebalan dari zat lignin (zat


kayu). Jaringan sklerenkim yang pendek disebut sklereid, sedangkan yang
panjang disebut serat.

d. Jaringan gabus

Pada tumbuhan berkeping dua (dikotil), jaringan gabus ini dibentuk oleh kambium gabus (felogen).
Fungsi utamanya adalah untuk melindungi jaringan di bawahnya ataupun untuk melindungi organ
tubuh agar tidak kehilangan air terlalu banyak.
e. Jaringan pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas:

Xilem (pembuluh kayu). Sel-selnya mati dan berlapiskan zat lignin. Dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu trakeid dan trakea. Trakeid berciri sekat
antarselnya berpori, dan trakea apabila sekatnya tidak jelas. Fungsinya untuk
mengangkut air dan garam-garam mineral dalam tanah dari akar ke daun.

Penampang melintang xilem

Floem (pembuluh kulit kayu = pembuluh tapis ). Di sebelah luarnya pembuluh


floem terdapat sel-sel yang masih hidup yang disebut sel-sel pengiring
(companion cell). Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari
daun ke seluruh bagian tubuh. Persatuan antara xilem dan floem akan
membentuk ikatan pembuluh (fasis).

Beginilah bentuk floem

Jaringan Pada Tumbuhan


Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul
membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai
membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam-macam jaringan dan organ yang
membentuk tubuh tumbuhan.
Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
1. Jaringan meristem
2. Jaringan dewasa
JARINGAN MERISTEM

jaringan-meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah.
Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam
1. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio.
Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut
meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang
panjang.
Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
2. Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu
kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan
sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh
jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan
floem.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi
besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka ).
Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan
membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif
dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis
dibandingkan kayu.
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem
interkalar dan meristem lateral.
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem
apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat
aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal
disebut jaringan primer.
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan
meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah
batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan
pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan
skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya

akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk
dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder
pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.
JARINGAN DEWASA
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1 Jaringan Epidermis

jaringan-epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan
epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar
dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk
melindungi jaringan di sebelah dalamnya.
2. Jaringan Parenkim

jaringan-perenkim
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar,
daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim
yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut
aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan
parenkim.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
2. Parenkim penimbun.
3. Parenkim air
4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
1. Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi
untuk fotosintesis.

2. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda
sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3. Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada
tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4. Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena
mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan
hidrofit.
3. Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim
dan sklerenkim.
a. Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan
penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
b. Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin,
sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat
dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang
mengandung serabut dan sklereid.
4. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam
jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.
Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh
tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Gabus

jaringan-gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air,
mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh
kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang
disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.
About these ads

A. Bagian-bagian pada daun

Kutikula adalah lapisan pelindung lilin pada sisi atas daun, hal ini membantu tanaman
menahan air.

Epidermis Atas (botani: epidermis bawah daun) ini terdiri dari sel-sel epidermal jelas hanya
lapisan tebal sel tunggal. Sel-sel ini rapat berperan dalam perlindungan dari dunia luar. sel
epidermal berisi salah satu dari prekursor (cutin) untuk kutikula. Sel-sel epidermal juga
bertanggung jawab untuk bagian struktur dalam pada tanaman mengalami modifikasi
menjadi trikoma alias rambut halus , spina duri , bulu akar dll.

Di bawah epidermis terdapat jaringan Parenkim Palisade sel mesofil. rapat membentuk
pagar / tiang didalamnya terdapat klorofil (sel-sel hijau daun) berisi kloroplas untuk
fotosintesis dengan menyerap sinar matahari, dan mengubah air dan CO2 menjadi gula.

Jaringan Parenkim spons adalah sekelompok sel yang longgar yanpa bentuk digunakan
untuk pertukaran gas.

Jaringan pengangkut yang terkandung di dalam lapisan mesofil. berupa Xilem adalah
pembuluh pengangkut air dan mineral berupa nutrisi yang dibawa dari akar ke daun. Floem
adalah salutan transportasi yang berisi hasil fotosintesis yang dibuat oleh fotosintesis yang
terjadi di daun

Epidermis bawah (botani: Abaxial epidermis) berisi 2 jenis sel, dan sel penjaga stomata:

Stoma (jamak: stomata) adalah pori antara sepasang sel penjaga yang memungkinkan
tanaman untuk bernapas. Daun perlu CO2 (karbon dioksida) untuk fotosintesis, dan
membuat O2 (oksigen) sebagai hasil sampingan suatu.

Karena dalam tanaman sebagian besar terdiri dari air, dalam rangka pengambilan CO2 maka
tanaman harus menggantikannya ke lyngkungan dengan uap air dari dalam daun, ini disebut
transpirasi/ evaporasi .

Guard Sel adalah sel-sel berbentuk kacang yang mengontrol stomata. Mereka mengandung
kloroplas, sehingga mereka bisa fotosintesis membuat gula, tugas mereka adalah untuk
mengetahui berapa jumlah air yang diperlukan dalam proses dan menutup stomata untuk
menghentikan transpirasi.

http://hanikhamdiyah.blogspot.com/2012/12/laporan-paraktikum-epidermis-daunrhoe.html

Epidermis Pada Daun Rhoe Discolor


Jaringan epidermis daun ada 2, yaitu epidermis atas pada sisi adaksial dan epidermis bawah
pada sisi abaksial. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel epidermis yang berukuran seragam dan
sebagian besar hanya tersusun 1 lapis. Namun ada juga yang tesusun berlapis seperti pada daun
mentega atau Nerium oleander. Pada daun nerium jaringan epidermis nampak berlapis 2-3 lapisan.
Hal ini merupakan salah satu bentuk adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan kering. Dikatakan
sebagai epidermis berlapis apabila sel-sel penyusunnya berasal dari sel inisial yang sama yaitu
protoderm, namun jika berasal dari sel inisial yang berbeda maka disebut sebagai hipodermis. Pada
beberapa daun, permukaannya terasa halus,hal ing diakibatkan adanya papila atau tonjolan tonjolan
pada sel-sel epidermis. Ciri lain dari sel epidermis pada daun yaitu tidak terdapat kloroplas, kecuali
pada beberapa tanaman yang daunnya terenda di air contohnya Hydrilla verticillata. Begitu pula
jaringan epidermis pada daun rhoe discolor yang sama dengan jaringan epidermis pada daun
umumnya.
http://tiaraindra.blogspot.com/2013/02/referensi-pengamatan-anatomi-daunrhoeo.html
http://nurainiikasakti.blogspot.com/2012/04/laporan-praktikum-biologi-struktur.html
Anatomi daun Beringin

Daun Ficus benjamina memiliki epidermis yang terdiri dari 2 sampai 3 lapis. Lapisan
terluar memiliki ukuran paling kecil dan dilapisi oleh kutikula tebal. Litosis ditemukan pada
lapisan epidermis atas. Stomata terdapat di epidermis bawah dengan sel penutup stoma

berbentuk ginjal dan terletak tenggelam. Mesofil terdiferensiasi menjadi palisade dan
sponsa. Palisade ditemukan di permukaan atas dan bawah. Ukuran sel-sel palisade yang
di atas lebih besar dibandingkan dengan palisade di permukaan bawah. Palisade yang
terdapat di bagian atas terdiri dari dua lapis sedang yang di bawah hanya satu lapis,
keduanya banyak mengandung kloroplas. Sponsa terdiri dari sel-sel parenkimatik yang
berbentuk segitiga yang berujung tumpul dengan ruang-ruang antar sel yang banyak. Tipe
berkas pengangkut bikolateral fibrovaskuler tetapi sklerenkima hanya terdapat pada
bagian bawah floem dalam.
http://lulukazue.blogspot.com/2012/07/deskripsi-beringin.html

Anda mungkin juga menyukai