Anda di halaman 1dari 3

BNO merupakan satu istilah medis dari bahasa Belanda yang merupakan

kependekan dari Blass Nier Overzicht (Blass = Kandung Kemih, Nier = Ginjal, Overzicht
= Penelitian). Dalam bahasa Inggris, BNO disebut juga KUB (Kidney Ureter Blass). Jadi,
pengertian BNO adalah suatu pemeriksaan didaerah abdomen / pelvis untuk mengetahui
kelainan-kelainan pada daerah tersebut khususnya pada sistem urinaria.
1. Indikasi
a. Foto rutin (general check up)
b. Keadaan akut abdomen(keadaan mendadak yang memerlukan tindakan segera):
Di dalam abdomen:
c.
d.
e.
f.

Peradangan mendadak salah satu organ intra abdominal


Perforasi
Perdarahan intra abdominal
Ileus obstruktif/paralitik

Di luar abdomen: kelainan di rongga thorax dapat menimbulkan ileus paralitik

2. Persiapan pemeriksaan
Tujuan: Untuk membersihkan usus kecil dan usus besar dari feces dan gas sehingga tidak
menutup kontur ginjal/kontras dalam traktus urinarius.
Sehari sebelum pemeriksaan dilakukan, pasien diminta untuk makan-makanan
lunak yang tanpa serat (seperti bubur kecap) maksudnya supaya makanan tersebut
mudah dicerna oleh usus sehingga feces tidak keras.

Makan terakhir pukul 19.00 (malam sebelum pemeriksaan) supaya tidak ada lagi
sisa makanan diusus, selanjutnya puasa sampai pemeriksaan berakhir.

Malam hari pukul 21.00, pasien diminta untuk minum laksatif (dulcolax)
sebanyak 4 tablet.

8 Jam sebelum pemeriksaan dimulai, pasien tidak diperkenankan minum untuk


menjaga kadar cairan.

Pagi hari sekitar pukul 06.00 (hari pemeriksaan), pasien diminta untuk
memasukkan dulcolax supossitoria melalui anus, supaya usus benar-benar bersih
dari sisa makanan / feces.

Selama menjalani persiapan, pasien diminta untuk tidak banyak bicara dan tidak
merokok supaya tidak ada intestinal gas (gas disaluran pencernaan)

3. Prosedur pemeriksaan

a. Pasien diwawancarai untuk mengetahui sejarah klinis.


b. Pasien diminta untuk mengisi informed consent (surat persetujuan tindakan medis
setelah pasien dijelaskan semua prosedur pemeriksaan).
c. Buat plain photo BNO terlebih dahulu dengan tujuan Untuk menilai persiapan yang
dilakukan pasien, untuk melihat keadaan rongga abdomen khususnya tractus urinaria
secara umum.,untuk menentukan faktor eksposi yang tepat untuk pemotretan
berikutnya sehingga tidak terjadi pengulangan foto karena kesalahan faktor eksposi.
4. Kriteria teknik pemeriksaan BNO (Plain)
Menggunakan kaset 30 x 40 (disesuaikan dengan tubuh pasien) yang diletakkan

memanjang
Pasien supine diatas meja pemeriksaan dengan garis tengah tubuh sejajar dengan
garis tengah meja pemeriksaan, kedua tungkai kaki diatur lurus, dan kedua tangan

lurus disamping tubuh.


Aturlah pundak dan pinggul pasien agar tidak terjadi rotasi; Atur long axis tubuh
sejajar dengan long axis film;Aturlah kaset dengan batas atas pada diafragma, dan

batas bawah pada sympisis pubis.


CP : pertengahan film
CR : Vertikal tegak lurus film

5. Interpretasi Hasil BNO


1. Pre-peritoneal fat: Jaringan lemak yang tampak radiolusen pada abdomen bagian
lateral, yang berjalan dari atas ke bawah, sepanjang dinding abdomen tersebut, tepat di
luar dinding colon
a.
Normalnya ada setelah > 5 bulan
b.
Tebal normal: 2-3 mm

c.
Menipis (ada proses di intraperitoneal) misalnya pada ileus paralitik
2. PSOAS Line: Bayangan agak opak yang dibentuk oleh m. PSOAS
a.
Normal jelas dan simetris, bisa cekung pada orang kurus, atau cembung pada
orang gemuk
b.
Pada kondisi peritonitis PSOAS line menghilang ada proses retroperitoneal
3. Kontur ginjal
a.
Tampak jelas (normal) atau tidak jelas
b.
Terlihat jelas bila persiapan BNO-nya baik
c.
Besar ginjal: 2,5-3 korpus vertebrae
d.
Posisi ginjal
Pada pria
a.
Ginjal kiri batas atas Th 12 (maks), batas bawah: tepi L3 (maks)
b.
Ginjal kanan lebih rendah -1 copus vertebrae karena tertekan oleh hepar
Pada wanita ginjal kanan dan kiri lebih rendah -1 vertebrae
c.
Aksis ginjal sejajar dengan aksis PSOAS line
d.
Permukaan ginjal normalnya rata, bila abnormal bisa ireguler (parut/massa)
4. Distribusi udara
a.
Normal/ abnormal
b.
Abnormal
c.
Contoh pneumoperitoneum adanya udara bebas dibawah diafragma
5. Tulang/skeletal/vertebrae
a.
Normal/osteofit/sakralisasi,dsb.
b.
Lihat corpus, discus intervertebralis, pedicle
c.
Corpus: jumlah, kontur
d.
Discusnya, pedicle, jumlah corpus lumbalis
e.
Normal: 5 buah
f.
Lumbalisasi: 6 buah
g.
Sakralisasi: 4 buah