Anda di halaman 1dari 22

KANKER PAYUDARA

Oleh:
Libra Hendra P (G4A014104)
Pembimbing:
Dr. Lopo Triyanto, Sp. B (K) Onk

Anatomi dan fisiologi payudara

Jaringan payudara dibentuk oleh glandula yang memproduksi air susu


(lobules) yang dialirkan ke putting (nipple) melalui ductus

Sturktur lainnya adalah jaringan lemak yang merupakan komponen terbesar,


connective tissue, pembuluh darah dan saluran beserta kelenjar limfatik

Setiap payudara mengandung 15-20 lobus yang tersusun sirkuler

Terdapat 3 hormon yang mempengaruhi payudara yakni estrogen,


progesterone, dan prolactin, yang menyebabkan jaringan glandular payudara
dan uterus mengalami perubahan selama siklus menstruasi

Jaringan payudara juga didukung oleh ligamentum suspensorium cooper.


Ligament ini berjalan sepanjang parengkim dari fasia dalam (deep fascia) dan
melekat ke dermis. Tidak ada otot dalam payudara, tapi otot terletak di
bawah payudara dan menutup iga

Epidemiologi

Kanker payudara adalah karsinoma yang berasal dari ductus atau labulus
payudara, merupakan masalah global dan isu kesehatan internasional yang
penting

Kanker payudara adalah keganasan paling sering pada wanita di negara maju
dan nomor dua setelah kanker servik di negara berkembang dan merupakan
29% dari seluruh kanker yang di diagnosis tiap tahun

Secara keseluruhan merupakan penyebab kematian nomor dua karena kanker,


setelah kanker paru.

Faktor Risiko

Jenis Kelamin Wanita

Usia

Riwayat Keluarga

Usia melahirkan anak pertama

Riwayat menderita kanker

Predisposisi genetikal

Ductal carcinoma in situ (DCIS) dan Labular carcinoma in situ

Radiasi

Perubahan gaya hidup

Hormonal

Patologi

Karsinoma duktal in situ (DCIS) merupakan tipe paling sering dari


noninvasive breast cancer, berkisar 15% dari semua kasus baru kanker
payudara di USA
In situ berarti di tempat, sehingga duktal karsinoma in situ berarti
pertumbuhan sel tak terkontrol yang masih dalam ductus

Karsinoma lobular in situ (LCIS), ditandai oleh adanya perubahan sel dalm
lobules atau lobus
Insiden tidak sering (4200 kasus pertahun di USA) dan risiko untuk menderita
kanker payudara invasive sedikit lebih kecil disbanding DCIS

Karsinoma invasif. Karsinoma payudara invasive merupakan tumor yang


secara histologic heterogen. Mayoritas tumor ini adalah adenokarsinoma yang
tumbuh dari terminal ductus

Stadium

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

Nyeri payudara dan nipple discharge adalah keluhan yang sering, tapi tidak
selalu petanda kanker, kelainan jinak seperti fibrocystic disease dan
papilloma intraduktal juga bisa bergejala seperti ini. Malaise, nyeri tulang,
dan kehilangan berat badan adalah keluhan yang jarang, tapi merupakan
indikasi adanya metastasis jauh.

Pemeriksaan fisik dilakukan secara sitematis baik inspeksi ataupun palpasi.


Inspeksi dilakukan dengan posisi duduk dan pakaian atas/bra dilepas.
Identifikasi dilakukan saat lengan pasien disamping, lengan di atas kepala dan
lengan kacak pinggang. Palpasi parenkim dilakukan dengan posisi pasien
supine dan ipsilateral lengan diletakan di belakang kepala

jaringan subareolar dan masing-masing kuadran dari kedua payudara di


palpasi secara sistematis, menyeluruh dan overlap baik secara sirkuler
ataupun radier. Selain pemeriksaan pada payudara juga harus dilakukan
pemeriksaan pada aksila, infraklavikula, supraklavikula dan organ/tempat
kemungkinan metastasis jauh

Adapun tanda dan gejala kanker payudara adalah:


Ada

benjolan yang keras di payudara dengan atau tanpa rasa sakit

Bentuk

putting berubah (retraksi nipple atau terasa skit terus menerus) atau
putting mengeluarkan cairan/darah (nipple discharge)
Ada

perubahan pada kulit payudara di antaranya berkerut seperti kulit jeruk


(peau dorange), melekuk ke dalam (dimpling) dan borok (ulcus)
Adanya
Ada

benjolan-benjolan kecil di dalam atau kulit payudara (nodul satelit)

luka puting di payudara yang sulit sembuh (paget disease)

Payudara
Terasa

terasa panas, memerah dan bengkak

sakit/nyeri (bisa juga ini bukan sakit karena kanker)

Benjolan

yang keras itu tidak bergerak (terfiksasi) dan biasanya pada awalawalnya tidak terasa sakit
Apabila

benjolan itu kanker, awalnya biasanya hanya pada satu payudara

Adanya

benjolan di aksila dengan atau tanpa masa di payudara

Pemeriksaan tambahan

Ultrasonografi (USG) payudara


Pada USG, lesi hypoechoic dengan margin irregular dan shadowing disertai
orientasi vertical kemungkinan merupakan lesi maligna. Lesi ini terkadang
menunjukkan adanya infiltrasi ke jaringan lemak di sekitarnya. Lesi solid benigna
dengan batas tegas dan lobulated yang terlihat sebagai lesi hypoechoic homogeny
dan orientasi horizontal diduga adalah fibroadenoma

Mamografi

Terdapat 2 tipe pemeriksaan mamografi: skrining dan diagnosis


Skrining mamografi direkomendasikan setiap 1-2 tahun untuk wanita usia 40 tahun
dan setiap tahun untuk usia 50 tahun atau lebih. Pada kondisi tertentu
direkomendasikan sebelum usia 40 tahun
Untuk mamografi diagnosis, masing-masing payudara difoto dalam posisi craniocaudal (CC), medo-lateral oblique (MLO) dan dapat ditambah dengan lateromedial (LM) atau medio-lateral (ML).

MRI
MRI sangat berguna dalam skrining pasien usia muda dengan densitas
payudara yang padat yang memiliki risiko kanker payudara yang tinggi.

Biopsi

Biopsi pada payudara memberikan informasi sitology atau histopatologi. FNAB


(Fine needle Aspiration Biopsy) merupakan salah satu prosedur diagnosis
awal, untuk evaluasi masa di payudara

Bone scan, foto toraks, USG abdomen


Pemeriksaan bone scan bertujuan untuk evaluasi metastasis di tulang.
Protokol PERABOI merekomendasikan pemeriksaan ini bilamana sitology
sangat mencurigai pada lesi di atas 5 cm. foto torak dan USG abdomen rutin
dilakukan untuk melihat adanya metastasis di paru, pleura, mediastinum dan
organ viseral (terutama hepar).

Pemeriksaan laboratorium dan marker


Pemeriksaan laboratorium darah yang dianjurkan adalah darah rutin, alkaline
phosphatase, SGOT, SGPT dan tumor marker.

Penatalaksanaan

terapi dapat bersifat kuratif atau paliatif.

Terapi kuratif ditandai oleh adanya periode bebas penyakit (disease free interval)
dan peningkatan harapan hidup (overall survival) dilakukan pada kanker
payudara stadium I, II dan III.
Terapi paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup tanpa adanya
periode bebas penyakit, umumnya dilakukan pada stadium IV

Operasi (Pembedahan)
Berbagai jenis operasi pada kanker payudara adalah Classic radical
Mastectomy (CRM), Modified Radical Mastectomy (MRM), Skin Sparing
Mastectomy (SSM), Nipple Sparing Mastectomy (NSP) dan Breast Conserving
Treatment (BCT)

MRM adalah operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara beserta tumor,


nipple areola kompleks, kulit di atas tumor dan fascia pektoral serta diseksi aksila
level I-II. Operasi ini dilakukan pada kanker payudara stadium dini dan local
lanjut. Merupakan jenis operasi yang banyak dilakukan

SSM adalah operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara beserta tumor dan
nipple areola kompleks dengan mempertahankan kulit sebanyak mungkin serta
diseksi aksila level I-II.

NSP adalah operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara beserta tumor dengan
mempertahankan nipple areola kompleks dan kulit serta diseksi aksila level I-II.
Operasi ini, juga harus disertai rekonstruksi payudara secara langsung yang
umumnya adalah TRAM flap (transverse rectus abdominis musculocutaneus flap),
LD flap (latissimus dorsi flap) atau implant (silicon).

BCT adalah terapi yang komponennya terdiri dari lumpektomi atau segmentektomi
atau kuadrantektomi dan diseksi aksila serta radioterapi. Jika terdapat fasilitas,
lymphatic mapping dengan sentinel Lymph Node Biopsy (SNLB) dapat dilakukan
untuk menggantikan diseksi aksila

Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat anti kanker (sitostatika) untuk


menghancurkan sel kanker. Obat ini umumnya bekerja dengan menghambat
atau mengganggu sintesaDNA dalam siklus sel

Adjuvant kemoterapi adalah terapi tambahan setelah terapi utama


(pembedahan). Tujuannya adalah mendapatkan penyembuhan yang sempurna
(kuratifitas) dan memperlama timbulnya metastasis

Respon terhadap kemoterapi didefinisikan dalam:


Complete

response. Berarti seluruh kanker atau tumor menghilang; tidak


terlihat lagi adanya kanker maupun metastasis. Tumor marker turun ke angka
normal. Respon ini bertahan lebih dari satu bulan
Partial

response. Volume kanker mengecil lebih dari 50%, tidak ada lesi baru
ataupun metastasis. Tumor marker angkanya menurun, tapi penyakit masih ada
dan respon bertahan lebih dari satu bulan
Stable

disease/minimal response. Volume kanker mengecil kurang dari 25%


atau kanker tidak mengecil, juga tidak tumbuh membesar. Tumor marker juga
tidak berubah secara signifikan
Disease

progression. Kanker terlihat tumbuh membesar. Penyakit menunjukkan


peningkatan ukuran volume, juga peningkatan yang signifikan dari tumor marker.

Radioterapi

Radioterapi (RT) merupakan modalitas terapi yang cukup penting pada


kanker payudara. Mekanisme utama kematian sel karena radiasi adalah
kerusakan DNA dengan gangguan proses replikasi

RT menurunkan risiko rekurrensi local dan berpotensi untuk menurunkan


mortalitas jangka panjang penderit

Hormonal terapi

Hormonal terapi yang mulai dikembangkan sejak satu abad yang lalu, masih
paling efktif dan paling jelas targetnya dari terapi sistemik untuk kanker
payudara.

Adjuvant hormonal terapi diindikasikan hanya pada payudara yang


menunjukan ekspresi positif dari estrogen reseptor (ER) dan atau
progesterone reseptor (PR) tanpa memandang usia , status menopause, status
kelenjar getah bening aksila maupun ukuran tumor

Tujuan terapi hormonal pada kanker payudara adalah untuk menghilangkan


atau mengurangi estrogen dalam sel tumor (estrogen deprivation).

Tamoxifem merupakan adjuvant hormonal yang paling banyak digunakan dan


merupakan terapi standar untuk wanita premenopause

Targeted (Biologik) Terapi


Yang termasuk terapi ini untuk kanker payudara adalah:
Transtuzumbab
Bevacizumab
Lapatinib

(Herceptin)

(Avastin)

ditosylate (Tykerb)

Komplikasi kemoterapi

Mual dan Muntah

Rambut Rontok

Mukositis

Ekstravasasi

TERIMA KASIH