Anda di halaman 1dari 12

Makalah Pendidikan dan Pembelajaran di

Sekolah dalam Menghadapi


Tantangan Global
15JUN
BAB I
PENDAHULUAN
1.
A.
Latar Belakang Masalah
Globalisasi telah mempengaruhi berbagai tatanan kehidupan umat manusia saat ini. Oleh
sebab itu, pengaruh globalisasi tidak bisa dihindari. Perlakuan yang paling arif adalah
bagaimana pengaruh globalisasi, termasuk kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi ini, disikapi sehingga membuahkan manfaat bagi umat manusia.
Isu-isu yang berkaitan dengan pendidikan nasional dan globalisasi mendorong kita untuk
melakukan identifikasi dan mencari titik-titik simetris sehingga bisa mempertemukan dua
hal yang tampaknya paradoksial, yaitu pendidikan Indonesia yang berimplikasi nasional
dan global. Dampak globalisasi memaksa banyak negara meninjau kembali wawasan
dan pemahaman mereka terhadap konsep bangsa, tidak saja karena faktor batas-batas
teritorial geografis, tetapi juga aspek ketahanan kultural serta pilar-pilar utama lainnya
yang menopang eksistensi mereka sebagai nation state yang tidak memiliki imunitas
absolut terhadap intrusi globalisasi.
Globalisasi bisa dianggap sebagai penyebaran dan intensifikasi dari hubungan ekonomi,
sosial, dan kultural yang menembus sekat-sekat geografis ruang dan
waktu. Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari
pengaruh perkembangan global, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang
pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia,
karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari mancanegara
masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan
nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun nonakademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta
memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa problem dan tantangan pendidikan nasional dalam
memasuki globalisasi harus dihadapi dengan pendekatan dan metode yang sesuai
dengan kondisi masyarakat dan tuntutan perubahan di masa depan. Fenomena yang
terjadi pada dunia pendidikan di era global ini adalah selalu tertinggal jika dibandingkan
dengan perkembangan teknologi, informasi dan dunia bisnis.
1.

A.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di uraikan, dapat dirumuskan masalahmasalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu sebagai berikut:
1.
2.
3.

Apa pengaruh globalisasi dalam pendidikan di Indonesia?


Bagaimana hubungan pendidikan dan jeratan arus globalisasi?
Bagaimana dehumanisasi rasionalitas globalisasi?

4.

Apa visi pendidikan di era globalisasi?

5.

Bagaimana analisa para ahli mengenai pendidikan nasional dalam globalisasi?

6.

Bagaimana pengembangan SDM Indonesia menghadapi globalisasi?

B.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui dan memahami bagaimana pendidikan dan pembelajaran dalam
menghadapi tantangan global.
2.

Mengetahui pengaruh globalisai dalam pendidikan.

3.

Memahami visi pendidikan dalam globalisasi

4.

Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN
1.
A.
Pengaruh Globalisasi dalam Pendidikan
Dalam hembusan era globalisasi, gemanya tak hanya menerpa bidang ekonomi dan
informasi/telekomunikasi saja, tetapi menyentuh hampir semua tatanan kehidupan umat
manusia. Esensinya adalah bahwa kerja sama internasional antarnegara merupakan
prasyarat dalam menata kehidupan global yang lebih baik. Globalisasi bukan berarti
persaingan antarbangsa dalam arti sempit. Globalisasi bukan berarti persaingan
antarbangsa dalam arti sempit. Globalisasi bukan pula penindasan si kuat kepada si
lemah, tetapi lebih merupakan pranata baru antarbangsa yang berpijak pada semangat
kebersamaan guna kehidupan masyarakat yang lebih baik. Di tengah pesimisme konflik
kepentingan antarbangsa di beberapa bagian belahan dunia, ternyata globalisasi
menjanjikan nuansa baru bagi kehidupan yang lebih arif dengan berlandaskan
kebersamaan, saling menghormati, saling membutuhkan.
Naisbit dan Patricia (1990: 38-39, 244-245) merinci beberapa konsekuensi logis adanya
globalisasi di bidang pendidikan ini antara lain:

Pertama, dalam globalisasi, sistem nilai dan filsafat merupakan posisi kunci dalam
garapan pendidikan nasional. Semua negara menempatkan sistem nilai dan etika
sebagai landasan utama dalam merancang kurikulum nasionalnya. Di Amerika Serikat
misalnya, saat ini sekitar 5000 sekolah sudah mulai merintis mengajarkan filsafat untuk
anak yang mula pertama dikembangkan oleh Mattew Lipman dengan Institute for the
Advance of Philosophy for the Children. Suatu hal yang tak mungkin mengembangkan
pengetahuan tanpa sistem nilai, dengan demikian dikatakan Nathan Quinones seorang
konselor sekolah di New York.
Kedua, globalisasi menuntut adanya angkatan kerja yang berkualifikasi dan
berpendidikan (skilled and educated). Dalam masyarakat informasi, lapangan kerja
terutama dialamatkan pada mereka yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
berlatar pendidikan yang memadai. Sebaliknya, mereka yang miskin keterampilan dan
tuna pendidikan, akan berderet mengisi barisan pengangguran atau sebagai kelompok
pekerja dengan gaji yang sangat minim. Sebagai perbandingan, presentase
pengangguran di Amerika Serikat untuk lulusan S1 atau lebih (graduate) hanyalah 1,7%.
Untuk lulusan diploma atau akademi mencapai 3,7%, sedangkan lulusan sekolah
menengah sebanyak 5,4%.
Ketiga, kerja sama pendidikan mutlak di perlukan. Kerja sama internasional di bidang
pendidikan adalah sisi lain daripada konsekuensi globalisasi. Bantuan dana, pengiriman
tenaga ahli, ataupun pemberian beasiswa dan pengiriman siswa tugas belajar ke luar
negeri merupakan salah satu bentuk kerja sama internasional di bidang pendidikan. Di
jepang misalnya, kendati angka partisipasi pendidikan cukup tinggi dengan proporsi
lulusan di bidang sains tertinggi (mencapai 68% dari total lulusan yang ada), negara
matahari terbit ini masih secara gencar melaksanakan kerja sama internasional di bidang
pendidikan. Hal yang sama juga terjadi di Taiwan. Negeri Cina nasionalis ini, setiap
tahunnya mengirim sekitar 7000 lulusan SMU untuk disekolahkan ke berbagai universitas
di USA. Saat ini, di Taiwan terdapat angkatan kerja sekitar 100.000 lulusan USA, dan
10.000 orang di antaranya telah meraih gelar Doktor.
Ihwal globalisasi di bidang pendidikan ini sebenarnya telah dirintis badan dunia PBB
semenjak dua dasawarsa yang lalu. Lewat trilog pendidikan global misalnya, badan
dunia PBB di bidang pengembangan telah mencanangkan tiga kebutuhan mendesak
bagi pendidikan global, terutama bagi negara berkembang, yaitu:
1.
demokrasi pendidikan,
2.
modernisasi pendidikan dengan menghormati identitas budaya, serta
3.
adaptasi pendidikan dengan tuntutan pekerjaan produktif searah dengan
kebutuhan lapangan kerja.
Di bidang demokratisasi pendidikan, tercuat nilai hakiki tentang pendidikan itu sendiri
bahwa melalui pendidikan yang ditempuh dimaksudkan untuk mendidik masyarakat
menuju kemandirian, menuju ke suatu wujud pemerataan untuk memperoleh pendidikan
seluas-luasnya. Pendidikan adalah universal dan hak semua orang atau lazim juga
disebut sebagai education is universal and for all.
Modernisasi pendidikan mencakup antara lain keragaman alternatif dalam pelayanan
pendidikan dan proses belajar-mengajar. Beberapa bentuk modernisasi pendidikan

antara lain pendidikan jarak jauh, pendidikan dengan multimedia, cara belajar tuntas,
atau dengan pendekatan nonkonvensional lainnya dalam bidang pendidikan. Semuanya
bermuara sama ke arah globalisasi pendidikan, serta pemerataan perolehan pendidikan
untuk semua orang tanpa rintangan atau hambatan, baik secara geografis, psikis, fisik,
finansial maupun halangan yang sifatnya dukungan kultural.
Adaptasi pendidikan merupakan hakikat usaha ke arah menjembatani kesenjangan
antara angkatan kerja yang dihasilkan lembaga pendidikan dengan lapangan kerja yang
tersedia. Kesenjangan ini bisa bersifat kesenjangan okupasional, kesenjangan akademik,
ataupun mungkin kesenjangan kultural/budaya, karena masyarakat belum siap secara
kultur dalam mengantisipasi gejolak perkembangan yang ada.
B.
Hubungan antara Pendidikan dan Jeratan Arus Globalisasi
Pendidikan dimaknai oleh banyak pakar sebagai institusi untuk mendidikan generasi
manusia dengan berbagai disiplin ilmu. Peradaban manusia juga tidak terlepas dari
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia akan berubah menjadi maju atau
bahkan mengalami kemunduran tergantung pada penguasaan pengetahuan. Dilihat dari
aspek historis pendidikan di Indonesia adalah warisan kolonial belanda yang sampai
sekarang watak pendidikan Indonesia masih tercerabut dari akar tradisi.
Untuk menata kembali butuh sistem pendidikan yang jelas, dan yang paling vital adalah
bagaimana merumuskan paradigma. Belum lagi terkait dengan kebijakan pemerintah
saat ini, kebijakan belum berpihak kepada masyakat yang belum mampu. Hegemoni
negara tentu sangat bersinggungan dengan kebijakan pendidikan, sehingga kekuasaan
dan pendidikan harus dipisahkan dari mata rantai kepentingan politik sesaat.
Kemajuan peradaban yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi
berimplikasi pada moralitas manusia. Efek globalisasi misalnya telah merambah berbagai
sektor kehidupan manusia, mulai dari alat komunikasi, transportasi, dunia maya, dan
kecanggihan teknologi lainnya. Globalisasi telah berdampak pada mainstream bahwa
manusia harus bisa mengendalikan teknologi.
Globalisasi ditandai dengan ketersinggungan antara negara, pasar atau sistem ekonomi
global dan masyarakat sipil. Kalau diurai maka persoalan pendidikan Indonesia tidak
hanya masalah penataan kurikulum, profesionalitas guru, out-put lembaga pendidikan,
paradigma pendidikan, dan persoalan internal penyelenggaraan lembaga pendidikan
lainnya. Tapi lebih dari itu ada faktor eksternal yang juga sangat berpengaruh pada
pendidikan Indonesia yaitu persoalan rakyat miskin sehingga tidak mampu sekolah,
disorientasi kebijakan pemerintah, pendidikan market oriented, relasi kekuasaan negara,
dan pusaran arus globalisasi.
Rumusan paradigma pendidikan tentu jangan sampai lemah karena terseret arus
globalisasi. Sehingga tidak mengorbankan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan

dengan memaksa out-put untuk diterjunkan ke dunia pasar kerja. Karena globalisasi tidak
bisa dibendung maka sikap kita adalah harus berdapasi secara arif tanpa harus
menolaknya. Kekuasaan negara yang berkolaborasi dengan kekuatan ekonomi global
inilah yang menimbulkan dampak negatif dalam segala sektor negara termasuk dalam
hal ini adalah dunia pendidikan.
C. Dehumanisasi Rasionalitas Globalisasi
Manusia akan menjadi mekanistik karena harus menjalankan seluruh alat tehnologi.
Teknologi tentu memudahkan kehidupan manusia tetapi dampak negatif yang timbul
seringkali tidak sebanding dengan manfaatnya. Pusaran arus kapitalisme global yang
bersumbu pada kekuatan pasar eropa tentu akan semakin mengendorkan kekuatan
ekonomi negara-negara miskin dan berkembang. Berangkat dari refleksi tersebut
kebijakan pendidikan harus kembali pada norma etik dengan beradaptasi atas fenomena
global kekinian. Out put pendidikan harus memiliki moralitas tinggi, kepekaan sosial,
menjunjung harkat dan martabat negara, dan ikut menentukan arah peradaban manusia.
Globalisasi merupakan suatu proses yang dinamis dari berbagai sektor dalam sejarah
manusia. Aktor penting dalam proses ini terjadi pada akhir Perang Dunia II dengan
lahirnya Brettonwood System, demikian pula muncul kerjasama bantuan internasional
dalam bantuan sesudah perang dalam membangun kembali negara-negara yang hancur
seperti eropa. Di Eropa dikenal rancangan kembali dalam bentuk Marshal Plan oleh
Amerika Serikat. Di negara-negara Asia terjadi perubahan dalam integrasi tata ekonomi
kolonial ke tata sistem ekonomi industri. Keseluruhannya telah menimbulkan munculnya
perdagangan global yang kemudian terikat dalam perjanjian-perjanjian multilateral, maka
munculah lembaga-lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF).
Demikian juga Bank Dunia yang merupakan sumber dana dari pembangunan
internasional. Dengan demikian proses globalisasi terus merasuk dalam pelbagai bentuk
kehidupan manusia, politik, ekonomi, sosial budaya dan pembangunan manusia (human
development).
Tinjauan perspektif Kellner dari sudut pandang teori sosial kritis bahwa; globalisasi
melibatkan pasar kapitalis dan seperangkat relasi sosial dan aliran komoditas, kapital,
teknologi, ide-ide, bentuk-bentuk kultur dan penduduk yang melewati batas nasional via
jaringan masyarakat global, transmutasi teknologi dan kapital bekerjasama menciptakan
dunia baru yang menglobal dan saling menghubung. Revolusi teknologi yang
menghasilkan jaringan komunikasi komputer, transportasi dan pertukaran merupakan
pra-anggaran (presupposition) dari ekonomi global, bersama dengan perluasan sistem
pasar kapitalis dunia yang menarik lebih banyak area dunia dan ruang produksi,
perdagangan dan konsumsi kedalam orbitnya.
Ketersinggungan globalisasi dengan sektor pendidikan telah mengakibatkan pergeseran
paradigma. Ini terlihat dari mayoritas lembaga pendidikan berkompetisi menghasilkan
out-put yang siap kerja (baca: berorientasi pasar) tentu cara pandang ini telah keluar dari
nilai-nilai pendidikan. Kebutuhan pasar adalah tenaga kerja yang ahli atau mempunyai

skill untuk mengoperasikan teknologi industri. Manusia menjadi mekanistik dan telah
tercerabut dari harkat kemanusiaanya karena telah teralienasi, tereksploitasi dan terasing
dari nilai-nilai humanisme.
D.
Visi Pendidikan di Era Globalisasi
Dalam sebuah penelitiah ilmiah Human Recource Development in the Globalization Era,
Vision, Mission, and Programs of Action for Education and Training Toward 2020 H.A.R
Tilaar, menjelaskan tentang program aksi menyeluruh dalam menghadapi gelombang
globalisasi. Empat kekuatan yang perlu dicermati pendidikan nasional; 1) kerjasama
regional dan internasional, 2) demokrasi dan peningkatan kesadaran HAM serta
pemberdayaan masyarakat (social empowerment), 3) kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, 4) identitas bangsa dan internasionalisme.
Orientasi kebijakan negara yang mengendepankan ideologi developmentalisme telah
menyeret masyarakat ke jurang kemiskinan, betapa tidak infrastruktur yang dibangun
tentu hanya diperuntukkan bagi mereka yang kaya. Jarak (detachment) kelas sosial si
kaya dan si miskin semakin jelas terlihat dari akses masyarakat kecil terhadap
perlindungan hukum. Produk hukum hanya untuk melindungan pada pemegang modal.
Implikasi pada dunia pendidikan adalah bahwa sekolah juga dijadikan ajang bisnis.
Pendidikan semakin mahal dengan dalih fasilitas tehnologi canggih yang butuh modal
hanya sebagai servis pendidikan.
E.
Analisa Para Ahli Mengenai Pendidikan Nasional dalam Globalisasi
Ignas Kleden memberikan analisa kritis bahwa pendidikan nasional. Pertama, harus
menciptakan masyarakat yang mempunyai kemampuan berfikir logis dan bertindak
logis. Kedua, pendidikan humaniora harus dibedakan dari ilmu-ilmu humaiora dalam
pengertian epistemologis, sehingga pendidikan humaniora menekankan kualitas-kualitas
manusiawi dari peserta didik. Ketiga, pendidikan bukan hanya menciptakan orang
dengan keahlian, tetapi orang-orang dengan kemampuan belajar tinggi.
Tanpa mengabaikan otoritas negara dan arus globalisasi yang terus menggerus kekuatan
masyarakat sipil, sistem pendidikan Indonesia harus merobah fundamen paradigma
pendidikan. Pertama, perlu penataan sistem pendidikan yang beradaptasi dengan
kekuatan global. Kedua, penegakan supremasi hukum dan kedaulatan politik nasional
demi menciptakan kondusifitas segala sektor kehidupan, demokrasi, agama, pendidikan,
sosial, politik, ekonomi, budaya, hankam. Ketiga, paradigma pendidikan untuk semua
kalanganeducation for alldan pendidikan sepanjang hiduplong life education
harus menjadi mainstream kebijakan pendidikan nasional. Keempat, di masa depan perlu
memberi peranan yang seluas-luasnya kepada kaum wanita untuk mendapat
kesempatan dalam pendidikan. Kelima, pentingnya media elektronik dalam
penyebarluasan pendidikan, termasuk pengembangan sistem belajar jarak jauh dan
pemanfaatan komputer untuk pendidikan.Keenam, publikasi dan penelitian serta
pengembangan pendidikan merupakann hal yang sangat mendasar bagi setiap
masyarakat yang ingin maju.
1.
F.
Pengembangan SDM Indonesia Menghadapi Globalisasi

Dalam kompetisi menghadapi globalisasi Sumber Daya Manusia memegang peranan


yang sangat penting. Bila tidak siap maka manusia Indonesia akan tergilas oleh
globalisasi. Akan tetapi bila siap, maka kita akan menjadi sang pemenang. Secara
sederhana kita dapat mendefisikan sikap pemenang (winner) yaitu:

Adalah mereka yang berada didepan perubahan, terus-menerus meredifinisi


bidang kegiatannya, menciptakan pasar baru, membuat trobosan baru, menemukan
kembali cara-cara berkompetisi, menantang status quo.

Pimpinan yg mau mendesentralisasi kekuasaannya dan mendemokratisasikan


strateginya dengan melibatkan berbagai orang baik yg ada di dalam maupun di luar
organisasinya dalam proses menemukan kiat utk menghadapi masa depan
Untuk menghadapi globalisasi kita dapat menerapkan kiat 3C yaitu:

Competence,
Concept and
Connection

Dengan mengembangkan 3C diatas maka diharapkan akan terjadi peningkatan sumber


daya manusia Indonesia menghadapi globalisasi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan makalah di atas, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

Globalisasi bukan berarti penindasan si kuat kepada si lemah, tetapi lebih


merupakan pranata baru abtarbangsa yang berpijak pada semangat kebersamaan
guna kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Pendidikan bukan hanya berurusan dengan transmisi pengetahuan dan


keterampilan, tetapi juga dengan preferensi lain. Ini berarti bahwa pendidikan
berhubungan erat dengan nilai-nilai, dan sebagian nilai-nilai itu adalah berkenaan
dengan nasionalisme.

Tuntutan belajar semur hidup (life long education) merupakan suatu keharusan
dalam kehidupan menghadapi globalisasi.

Pemanfaatan media elektronik dalam penyebarluasan pendidikan, termasuk


pengembangan sistem belajar jarak jauh dan pemanfaatan komputer untuk
pendidikan, merupakan aspek-aspek penting yang harus diperhatikan dalam
globalisasi pendidikan.
B.
Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
sangat mengaharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, agar
penulis dapat memperbaiki pembuatan makalah di waktu yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Wahyudin, Dinn, 2006, Pengantar Pendidikan, Cetakan ke-17, Universitas Terbuka,
Jakarta https://www.youtube.com/watch?v=qyIzeZWvKzo

Bimbingan karier
1. Cara memperoleh pekerjaan yang sesuai !!
-

Mengikuti orang yang bekerja sesuai minat anda


Habiskan waktu Anda dengan orang yang menggeluti bidang pekerjaan yang Anda
suka, jadi Anda setidaknya bisa mengetahui dan melihat langsung bagaimana
keseharian orang tersebut

Lakukan survey informal. Cari tahu tentang pekerjaan impian kamu dan bicara
dengan orang yang sudah memiliki pekerjaan yang kamu inginkan, jangan sampai
Anda menyesal karena masuk ke dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat
Anda.

Lakukan magang kerja. Anda tidak akan benar-benar merasakan bagaimana


rasanya bekerja di sebuah perusahaan kecuali Anda benar-benar bekerja di
dalamnya, jika tidak cocok banyak bidang yang bisa Anda coba.

Pergi ke sekolah pascasarjana. Lulusan sekolah dapat membuka pintu untuk


pekerjaan yang tidak tersedia bagi mereka dengan hanya gelar sarjana, kata John
Roeder, asisten dekan penerimaan pascasarjana di Cox School of Business di
Southern Methodist University di Dallas. Tetapi mengingat bahwa hal itu dapat
menjadi investasi besar di atas membayar untuk undergrad, penting untuk
memastikan gelar Anda berikutnya adalah di bidang Anda ingin mengejar. Bahkan
jika siswa tidak memutuskan untuk pergi ke sekolah pascasarjana segera, Roeder
merekomendasikan semua junior dan senior mempertimbangkan untuk mengambil
GMAT dan / atau GRE tes.

Coba wisata atau layanan. Siapa yang tidak ingin melihat dunia? Mengapa tidak
memiliki karir yang memungkinkan Anda untuk melihat dunia dan bekerja pada
saat yang sama? tanya Austin. Ambil jeda dan mengajar bahasa Inggris di luar
negeri, Austin mengatakan. Tanyakan pusat karier kuliah Anda untuk
menghubungkan Anda dengan alumni yang mungkin tinggal di negara pilihan
Anda. Bagi mereka yang tidak benar-benar yakin apa yang mereka ingin mengejar
di gelar sarjana, berpartisipasi dalam satu tahun pelayanan sangat berharga, kata
Dachille. Mereka mungkin akan menemukan pengalaman dan ladang bahwa
mereka tidak akan temui jika mereka tidak melakukan Peace Corps, Teach for
America dan berbagai program lainnya.

Mengidentifikasi karir yang sesuai dengan keahlian Anda. Renungkan pengalaman


perguruan tinggi, termasuk kelas, magang, pekerjaan paruh waktu, pelayanan
masyarakat dan keterlibatan dengan organisasi mahasiswa dan mengidentifikasi
tema pengembangan keterampilan. Fokus pada mencari peluang yang sesuai
dengan keterampilan dan pengalaman. Ryan Brechbill, direktur Pusat Karir dan
Pengembangan Profesional di Otterbein University di Westerville, Ohio.

Membuat rencana lima tahun. Tahu di mana Anda ingin berada dalam lima tahun
Satu dekade ke depan untuk merencanakan kata David Yang, seorang instruktur di
coding bootcamp FullStack Academy di New York. Jika Anda ingin memulai
perusahaan Anda sendiri, coba menjadi manajemen menengah atau bekerja di
bidang tertentu itu akan membawa Anda lima tahun untuk sampai ke sana
katanya. Dan sementara itu Menyesuaikan diri dengan trend dan teruslah belajar.
Belajar untuk bekerja dengan tangan Anda dan belajar untuk mengelola sebuah tim
-. Ini adalah keterampilan yang akan selalu digunakan kapanpun.

2. Cara menyesuaikan kemampuan diri dengan pekerjaan !!!


Jawab :
3. Cara mengetahui jens pekerjaan !!
Jawab :

Bidang pekerjaan yang sesuai pada arah bakat verbal, yaitu sebagai berikut.
Literary
Literary merupakan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan literatur atau
referensi, seperti mengarang, menulis, atau membaca. Orang yang memiliki
kecerdasan literary mampu berkarier dengan baik dalam bidang sastra,
bahasa, jurnalistik atau kewartawanan, pendidik atau pengajar, editor,
penulis atau penerjemah.
Clerical
Clerical merupakan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan
administrasi. Orang yang memiliki kecerdasan clerical mampu berkarier
dengan baik dalam bidang pengelolaan tata usaha, kepustakaan, sekretaris,
atau administrasi.
Musical
Musical merupakan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan musik, baik
memainkan alat musik, menyanyi, menciptkan lagu, atau kegiatan yang
berkaitan dengan seni. Orang yang memiliki kecerdasan musical mampu
berkairer dengan baik menjadi pemusik, guru musik, pencipta lagu, atau
komposer.
Persuasive
Persuasive merupakan jenis pekerjaan yang mampu mempengaruhi,
mengarahkan, ataupun menasihati orang lain untuk mengikuti keinginannya.
Orang yang memiliki kecerdasan persuasive mampu berkarier dengan baik
dalam bidak dakwah ( da'i ), motivator, humas ( hubungan masyarakat ),
pemasaran ( sales), atau personalia.
2. Bidang pekerjaan yang sesuai dengan arah minat numerikal sebagai
berikut:
Mechanical
Mechanical merupakan jenis pekerjaan yang berhubungan denagn mesin
dan pealatan mekanis. Orang yang memiliki kecerdasan mechanical mampu
berkarier denagn bauk dalam bidang permesinan.
Computational
Computational merupakan jenis pekerjaan yang berhubungan denagn angka
dan hitungan. orang yang memiliki kecerdasan computational mampu
berkarier dengan baik dalam bidang akutan, teller, ahli keuangan, arsitek,
dan ahli matematika.

3. Bidang pekerjaan yang sesuai dengan arah minat spasial sebagai berikut:
Practical
Practical merupakan jenis pekerjaan yang sifatnya praktis, berkaitan
langsung dengan penerapan. Orang yang memiliki kecerdasan practical
mampu berkarier denagn baik dalam bidang penerbangan, tata busana,
perancang, arsitek, progammer, dan ahli komputer.
Outdoor
Outdoor merupakan jenispekerjaan yang dilakukan diluar ruangan atau
tempat terbuka. Orang yang memilki kecerdasan outdoor mampu berkarier
degan baik dalam bidang penyidik, antropolog, ahli kehutanan, dan ahli
pertambangan.
- See more at: http://krismanfeb13.blogspot.com/2013/05/cara-mengetahuibakat-dan-kemampuan_6344.html#sthash.aKFzkCuL.dpuf
4. Cara menyiapkan karier dan masa depan !
Jawab :

Seiring dengan perkembangan perekonomian dan teknologi di masa sekarang ini,


banyak jenis karir dan profesi baru yang bermunculan yang belum ada di masa
lalu. Oleh karena itu, agar anda dapat memiliki peluang yang bagus di masa depan
nantinya, anda harus mempersiapkan diri anda. Pengetahuan, keterampilan, pola
pikir, kecekatan, dan kepercayaan adalah hal dan sikap yang harus anda asah.
Berikut masukan untuk anda dalam mempersiapkan diri untuk memperoleh karir
anda di masa depan.
Evaluasi minat dan bakat anda. Anda harus terlebih dahulu mengetahui
minat dan bakat anda. Hal ini membantu anda nantinya untuk bekerja dengan
profesi yang anda cintai dan pastinya akan mendukung karir anda. Sebagai
contoh, jika anda sangat tertarik dengan bidang komputer, IT adalah profesi yang
sebaiknya anda pelajari dan kembangkan. Begitu juga jika anda tertarik dalam hal
menggambar, maka Fashion designer, arsitek, interior designer, dan lainnya adalah
profesi yang dapat anda minati dan kembangkan untuk kemajuan karir anda
dimasa depan.

Lihat trend terbaru dan pelajari. Cari tahu perkembangan perusahaan yang
ada disekeliling anda saat ini. Cari tahu jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan
perusahaan dari iklan lowongan kerja, internet, ataupun sumber - sumber lainnya.
Hal tersebut akan sangat membantu anda mendapatkan gambaran untuk
mempersiapkan karir anda di masa yang akan datang.

Pendidikan tinggi. Hal ini sangat penting di masa sekarang ini. Setidak
tidaknya raihlah pendidikan sampai ke jenjang kuliah S1 dari universitas yang
terkemuka. Untuk anda ketahui, syarat pendidikan yang diberikan oleh

kebanyakan perusahaan untuk posisi karir yang bagus pada masa sekarang ini
adalah minimum S1.

Cari pekerjaan yang tidak dapat digantikan. Dengan kemajuan teknologi di


masa sekarang ini, sudah banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin,
terutama untuk suatu hal yang tidak membutuhkan keahlian khusus. Syukurnya,
masih ada beberapa pekerjaan yang belum dapat digantikan oleh mesin seperti
dokter, perawat, pengacara, dan masih ada yang lainnya.

Pelajari bahasa asing. Memiliki keahlian lebih dari satu bahasa merupakan
aset yang tidak tergantikan dari diri anda. Hal ini tentunya akan memperbesar
peluang anda untuk mendapatkan karir yang bagus di masa yang akan datang.
Terus bersaing dan kembangkan keterampilan anda. Disaat nantinya anda sudah
memperoleh pekerjaan dan karir yang selama ini anda dambakan, janganlah
terbuai. Tetaplah mencari ilmu dan pengetahuan serta pengalaman yang baru agar
dapat membuat karir anda lebih melejit.