Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Nyeri campuran merupakan kombinasi dari nyeri nosiseptif dan nyeri
neuropatik. Nyeri nosiseptif terjadi karena stimulasi dari nosiseptor dan bisa
berasal dari somatik (dari tulang, sendi, atau jaringan lunak) ataupun dari visceral
(inflamasi, distensi, atau stretching dari organ dalam). Sedangkan nyeri neuropatik
merupakan nyeri yang diakibatkan karena lesi primer atau disfungsi pada sistem
syaraf. 1
B. ETIOLOGI
Nyeri secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis yang terdiri
dari nyeri nosiseptif, neuropatik, campuran, dan nyeri yang penyebabnya tidak
jelas (pain of unknown origin). Jika nyeri nosiseptif dan nyeri neuropatik terjadi
dalam satu waktu maka akan menjadi suatu nyeri campuran. 4
Nyeri nosiseptif berdasar penyebabnya dapat dibagi menjadi 2, yaitu yang
penyebabnya berasal dari somatik (superfisial dan dalam) dan yang berasal dari
visceral. Nyeri yang berasal dari somatik superfisial merupakan nyeri yang
bersumber dari nosiseptor di bagian kulit dan jaringan subkutis. Stimulus yang
efektif untuk menimbulkan nyeri didaerah ini dapat berupa rangsangan mekanis,
suhu, mekanis, kimiawi, ataupun listrik. Sedangkan nyeri yang berasal dari
somatik dalam mengacu pada nyeri yang berasal dari otot, tendon, ligamentum,
tulang, dan sendi. Struktur-struktur ini memiliki lebih sedikit reseptor nyeri
sehingga lokalisasi nyeri sering tidak jelas. Stimulus yang membangkitkan nyeri
pada daerah somatik dalam antara lain karena iskemik, kontraksi terus menerus,
spasme, serta inflamasi.3,4
Nyeri nosiseptif visceral mengacu pada nyeri yang berasal dari organorgan tubuh. Reseptor nyeri visceral lebih jarang dibandingkan dengan reseptor
nyeri somatic dan terletak di dinding otot polos organ-organ berongga (lambung,
kandung empedu, saluran empedu, ureter, kandung kemih) dan di kapsul organorgan padat (hati, pancreas, ginjal). Mekanisme utama yang menimbulkan nyeri
visceral adalah peregangan atau distensi abnormal dinding atau kapsul organ,
iskemia, dan peradangan.3,4
Nyeri neuropatik berasal dari saraf perifer di sepanjang perjalanannya atau
dari SSP karena gangguan fungsi, tanpa melibatkan eksitasi reseptor nyeri spesifik

(nosiseptor). Nyeri neuropatik sering memiliki kualitas seperti terbakar, perih,


atau seperti tersengat listrik. Karena nyeri ini berhubungan erat dengan SSO,
maka nyeri sering bertambah parah oleh stress emosi atau fisik, dan mereda oleh
relaksasi. Nyeri jenis ini dapat terjadi karena lesi di SSP atau kerusakan saraf
perifer.3
C. PATOFISIOLOGI
Idem Pipit
D. TANDA DAN GEJALA
Pada kasus nyeri campuran, seorang klinisi harus memperhatikan bahwa
ada dua elemen yang harus ada pada penegakan diagnosisnya, yaitu nyeri
neuropatik dan nyeri nosiseptif yang dideskripsikan oleh pasien.
1. Nyeri nosiseptif
- apabila hanya kulit yang terlibat : rasa menyengat, tajam, teriris, atau
seperti terbakar; tetapi apabila pembuluh darah ikut berperan, nyeri
menjadi berdenyut.1,2
- nyeri pada somatic dalam dirasakan lebih difus daripada nyeri pada
kulit dan cenderung menyebar ke daerah sekitarnya. Nyeri akibat
suatu cedera akut pada sendi memiliki lokalisasi yang jelas dan
biasanya dirasakan sebagai rasa tertusuk, terbakar, atau berdenyut.
Pada peradangan kronik sendi (arthritis), yang dirasakan adalah nyeri
pegal-tumpul yang disertai seperti tertusuk apabila sendi ikut
bergerak. Nyeri tulang lokalisasinya kurang jelas dan sering dirasakan
sebagai rasa pegal-tumpul atau linu sedangkan untuk otot sering
dirasakan sebagai suatu kram dan menghebat saat kontraksi.1,2
- nyeri yang disalurkan melalui jalur visceral sejati kurang jelas
lokalisasinya dan sering dirujuk ke suatu daerah permukaan kulit
(dermatom) yang jauh dari asalnya. Sedangkan nyeri yang disalurkan
melalui

jalur parietal dirasakan tepat di atas daerah yang nyeri

sebagai contoh nyeri kolik. 1,2


2. Nyeri neuropatik
Dibedakan menurut stimulusnya, yaitu:
a. Stimulus Independent Pain (Gejala nyeri diutarakan oleh pasien):
- Rasa terbakar kontinyu
- Nyeri seperti ditusuk, menyentak intermiten
- Nyeri seperti tersetrum
- Parestesia
- Disestesia 2,3

b. Stimulus Evoked Pain (Nyeri dibangkitkan pada pemeriksaan):


- Alodinia
Nyeri yang disebabkan oleh stimulus yang secara normal tidak
menimbulkan nyeri.
- Hiperalgesia
Respon yang berlebihan terhadap stimulus yang secara normal
menimbulkan nyeri. 2,3

DAFTAR PUSTAKA
1. Anthony S. Fauci. 2010. Harrison's Internal Medicine, 18 th. Edition. USA:
McGraw Hill, page 275 292.
2. Baron, Ralf. 2006. Mechanisms of Disease: Neuropathic Pain-a Clinical
Perspective. Nature Clinical Practice: Neurology. 2(2).
3. Price, Sylvia A., Wilson, Lorraine M. 2008. Patofisiologi: Konsep Klinis ProsesProses Penyakit edisi 6. Jakarta: EGC, hal. 1063-1101.
4. Ritchie, Mark. 2011. Mixed Pain. Midlife and Beyond. 41: 624-627

Anda mungkin juga menyukai