Anda di halaman 1dari 37

TEKNOLOGI SEDIAAN

PADAT

Oleh : Dra. Nursiah Hasyim, CES, Apt.

Definisi Tablet F. I (ed


IV)

Tablet : sediaan padat mengandung


bahan obat dengan atau tanpa
bahan pengisi.
Tablet bervariasi : - Bentuk
- Ukuran
- Bobot
Tergantung pada jumlah bahan
obat dan cara pemberian yang
diinginkan.

Kelebihan Bentuk Sediaan Tablet


Mudah disimpan dan mudah dibawa.
Mempunyai kestabilan yang tinggi.
Zat aktif yang merata
Rasa dan bau tidak enak dari obat

tidak terasa.
Pelepasan zat aktif dapat diatur.
Dapat dibuat secara besar-besaran.
Cara pemakaiannya mudah

Kekurangan Bentuk Sediaan


Tablet
Proses pembuatan cukup rumit
tergantung sifat zat aktif dan
aditif
Efek terapi secara umum lambat
Tidak dapat diberikan pada
pasien yang tidak dapat menelan
/ muntah
Tidak dapat diberikan pada bayi

Proses disolusi (pelarutan) dan


absorpsi dr
Obat
(Tablet)

desintegrasi

Granul deagregasi Partikel


Atau
halus
agregat
disolusi

disolusi

Zat aktif
dlm larutan

disolusi

absorpsi

Obat dlm darah dan


Cairan biologis lainnya serta
jaringan

Rute Pemberian Obat


Kelompok

Resorpsi, Kerja Lokal

Jenis Tablet

Tablet per
Oral

Saluran pencernaan makanan

~ Tablet
~ Tablet
~ Tablet
~ Tablet
~ Tablet
~ Tablet
~ Tablet
banyak

Kerja dihambat

umum
kunyah
bersalut tipis
efervesen
bersalut
tahan asam
berlapis

Tablet Oral

Rongga mulut dan ruang


rahang
Di bawah lidah
Pada kantung pipi

~ Tablet hisap
~ Tablet subingual
~ Tablet bukal

Tablet
Parentral

Pembuluh darah, otot


Jaringan di bawah kulit

~ Tablet injeksi
~ Tablet implantasi

Tablet untuk
Penggunaan
Luar

Permukaan tubuh dan lubang


lubang tubuh

~
~
~
~

Tablet
Tablet
Tablet
Tablet

larut
vaginal
rektal
dental

Studi preformulasi : proses


mengoptimasi formula obat, dengan
cara determinasi sifat-sifat fisika dan
kimia yang diperlukan dalam formulasi
sediaan yang stabil, efektif dan aman.
Zat aktif dan zat aditif
Komponen tablet
Zat aktif saja

Zat Aktif

Zat aktif : zat yang akan bekerja


secara farmakologis dalam tubuh
Proses terhadap zat aktif tergantung
pada :
1) Dosis yang dibutuhkan
2) Sifat fisika dan kimia zat aktif dan
3)
4)
5)
6)

eksipien
Sifat nature obat
Tujuan pemakaian
Problem problem absorpsi atau
bioavailabilita
Granulasi dan metode tableting yang

Zat Tambahan (Aditif) Tablet


Pengisi (filler, diluents)
Pengikat (binder)
Pelincir (lubricant)
Penghancur (disintegran)
Zat warna
Pemanis

Mempengaruhi
Katakteristik
Tablet
Mempengaruhi
biofarmasetika,
stabilita dan
keperluan marketing

Bahan Pengisi = Diluent

Pengisi = Diluen adalah zat yang


ditambahkan ke dalam massa tablet untuk
mencapai bobot tablet yang diinginkan
Contoh Bahan Pengisi :
LAKTOSA USP MONOHIDRAT = C12H22O11.H2O
LAKTOSA USP ANHIDRAT
= C12H22O11
SPRAY-DRIED LAKTOSA USP
STARCH USP = PATI (C6H10O5)n n = 300-

1000
DIRECTLY COMPRESSIBLE STARCH (Sta-Rx1500)

MANITOL USP = C6H14O6


SORBITOL USP
MIKROKRISTALIN SELLULOSA NF
(AVICEL)
DIBASIK KALSIUM FOSFAT DIHIDRAT (NF)
SUKROSA USP POWDER
KALSIUM SULFAT DIHIDRAT (NF)
EMDEX DAN CELUTAB
DEKSTROSA (CERELOSE)

Pengikat atau Adhesif


Tablet

Tujuan penambahan pengikat atau


adhesif adalah untuk meningkatkan
daya kohesivitas serbuk yang
mungkin diperlukan untuk
membentuk granul sehingga jika
dikompersi akan membentuk
massa yang kohesif atau kompak
sebagai tablet

Contoh Pengikat atau Adhesif untuk sistem granulasi


1) AKASIA
2) TRAGAKAN
3) SUKROSA
4) GELATIN
5) GLUKOSA
6) PATI
7) SELLULOSA = metil sellulose & CMC
8) POLIVINIL PIRROLIDON (PVP) = POVIDON
~ KOLLIDON
9)

~PLASDONE

NISSO HYDROXY PROPYL CELLULOSE (NHPC)

Penghancur =
Disintegran

Disintegran digunakan untuk


mempermudah hancurnya tablet
Disintegran dapat ditambahkan
sebelum granulasi, selama tahap
lubrikasi atau kedua tahap tersebut
Disintegran menurut tempat
kerjanya terbagi menjadi dua, yaitu
Disintegran Intragranular dan
Disintegran Ekstragranular

Mekanisme hancurnya tablet akibat


bahan penghancur :
Mengembangnya bahan penghancur
Terbentuknya gas karbondioksida
3NaHCO3 + H3C6H5O7
3H2O + 3CO2 + Na3C6H5O7
Terbentuknya gas oksigen

Contoh bahan penghancur


STARCH = PATI
CLAYS VEEGNUM &

BENTONIT
SELLULOSA Meti Sellulosa &
CMC
ALGINAT
GOM

Lubrikan, Antiadheren dan Glidan

Tiga problem yang sering terjadi


pada pembuatan tablet :
Aliran Granul massa cetak
Adhesi bahan dengan punch dan
die
Pelepasan tablet dari ruang die
(ejection)

Fungsi Lubrikan

Lubrikan Sejati = Pelicin.


Contoh : Mg Stearat
Glidan = Pelincir.
Contoh : pati jagung, talk
Antiadheren = Anti Lengket.
Contoh : pati jagung, talk

Hydrophobic = tidak larut air %


Logam stearat (Ca, Mg, Zn) 0,5 - 2,0
Natrium laurit sulfate bersama Ca stearat 0,5 2,0
Asam stearat (serbuk halus) 1,0 - 3,0
Talk 1,0 - 5,0
Pati Jagung 5,0 - 10,0
Yang larut dalam Air %
Na Benzoate atau Na asetat 1,0 - 5,0
NaCl 5,0 - 20,0
Na & Mg lauril sulfat 1,0 - 3,0

Metode Pembuatan Tablet


Secara Kompresi

ode Granulasi Basah

nghalusan zat aktif dan eksipien


ncampuran serbuk
nyiapan larutan pengikat
mbasahan campuran serbuk dengan larutan pengikat untuk
embentuk massa yang basah
ngayakan kasar massa yang basah dengan ayakan 6 - 12 m
ngeringan granul yang lembab
ngayakan granul kering dengan ayakan 14 - 20 mesh
ncampuran granul yang telah diayak dengan lubrikan
ompresi tablet


1.

2.

Evaluasi Granul
Uji Kandungan Lembab
Kandungan lembab ditentukan dengan cara
ditimbang, granul basah dan setelah
dikeringkan. Kandungan lembab dinyatakan
sebagai Moisture Content (MC) yang
dihitung dengan rumus:
Bobot granul basah - Bobot granul kering
% MC
x100%
Bobot granul kering
Uji Susut pengeringan
Susut pada saat pengeringan dinyatakan
sebagai Loss On Drying yaitu suatu
pernyataan kadar kelembaban berdasarkan
berat basah, yang dihitung dengan rumus:
Bobot granul basah - Bobot granul kering
%LOD
x100%
Bobot granul basah

3.

Uji Sudut Istirahat


Granul/sampel yang telah kering ditimbang sebanyak
25 gram, kemudian dimasukkan ke dalam corong yang
lubang dibawahnya ditutup, kemudian diratakan
permukaannya. Pada bagian corong diberi alas.
Tutup bawah corong dibuka sehingga granul dapat
mengalir ke atas meja yang telah dilapisi kertas grafik.
Diukur tinggi dan jari-jari dasar timbungan granul yang
terbentuk. Sudut istirahat dihitung dengan rumus:

[2h]
tan
d
keterangan : = sudut istirahat
h = tinggi timbunan granul
d = diameter timbunan granul

4.

Uji Kecepatan Alir


Pengujian dilakukan seperti pada pengujian
sudut istirahat. Waktu alir ditentukan
dengan menggunakan stopwatch dihitung
pada saat granul mulai mengalir hingga
granul berhenti mengalir. Kecepatan air
dihitung dengan rumus:
Bobot granul
Kecepatan alir

Waktu alir

5. Penetapan Bobot Jenis Sejati


Pengujian Bj sejati dilakukan dengan cara
ditimbang piknometer 50.0 ml yang kosong
(a). Kemudian piknometer diisi dengan
paraffin cair dan ditimnbang
kembali (b).
b-a
Bj Paraffin
50

Granul sampel sebanyak 1 gram diisikan ke dalam


piknometer kosong, kemudian ditimbang (c), lalu
paraffin cair ditambahkan ke dalamnya sehingga
penuh dan ditimbang kembali (d).
(c - a)xBj paraffin cair
Kerapatan Sejati
(c b) - (a d)
6. Uji Bj Nyata, Bj Mampat, dan Porositas
Sebanyak 25 gram granul dimasukkan ke dalam
gelas ukur 250 ml dan dicatat volumenya (Vo).
Kemudian dilakukan pengetukan dengan alat dan
dicatat volume ketukan ke-10, ke-50, dan ke-500,
lalu dilakukan perhitungan
sebagai berikut: Bobot Granul
Bobot granul
Kerapatan Nyata

Volume awal (Vo)

Kerapatan Mampat

Volume Mampat

Kerapatan Mampat
Porositas [1 ]x100%
Kerapatan Sejati

Metode Granulasi Kering

Penghalusan zat aktif dan eksipien


Pencampuran serbuk yang telah dihaluskan
Kompresi menjadi tablet yang besar dan kasar (slug)
Penghancuran/ penggilingan
Pengayakan menjadi granul
Pencampuran lubrikan dan disintegrasi
Kompresi tablet

Metode Cetak Langsung


Penghalusan zat aktif dan eksipien
Pencampuran
Kompresi tablet

Keuntungan
Keterbatasan
Metode Cetak Langsung :
Metode Cetak Langsung :
1.Ekonomis
1.Teknologi
2.Eliminasi panas dan lembab
2.Zat aktif
3.Mempercepat disolusi
3.Pemilihan eksipier sangat kritis
4.Ukuran partikel seragam 4.Dapat terjadi pemisahan

Eksipien ideal untuk tablet cetak


langsung :
1)
2)
3)
4)
5)

6)

Kemampuan mengalir
tinggi
Kompresibilitas tinggi
Inert secara fisiologi
Tersatukan dengan
berbagai zat aktif
Tidak menunjukkan
adanya perubahan sifat
fisika atau kimia, serta
stabil terhadap udara,
kelembapan dan panas
Mempunyai kapasitas
yang tinggi untuk
mengencerkan zat aktif

8)
9)
10)

11)
12)
13)

14)

Dapat diwarnai
Relatif tidak mahal
Mempunyai raba mulut
(mouth feel) yang baik,
khususnya jika digunakan
untuk tablet kunyah
Tidak mempengaruhi
bioavailabilita zat aktif
Ukuran partikelnya ekivalen
dgn kebanyakan zat aktif
Dapat dicetak ulang (rework)
tanpa mengurangi sifat aliran
dan atau kompresibilitasnya
Mempunyai profil tekanan
dan kekerasan yang baik

Contoh Pengisi Pengikat Untuk Tablet Cetak


Langsung:
Dikalsium fosfat (Emcompress)
Spray Dried Lactose
Avicel
Pengikat Untuk Tablet Cetak Langsung:
Polivinil Pirrolidon
Nisso Hidroksi Propil Sellulosa (N-HPC) 1-5%

Disintegrasi Untuk Tablet Cetak Langsung:


Low Substitusi Hydroxy Propyl Cellulose (L-HPC)
LH - 11
LH - 20 Untuk zat aktif hidrofob
LH - 21
LH - 22 Untuk zat aktif hidrofil
LH - 31 Untuk zat hidrofob
Konsentrasi yang lazim digunakan 3-15% untuk
memperbaiki lubrikasi dapat ditambah Mg
meta silikat aluminant atau light 0.5 - 2%

Natrium Starch Glikosat (Primojel) Konsentrasi


2 - 8% yang optimum 4%

Masalah dalam pembuatan


tablet
Masalah yang dapat muncul selama proses pembuatan tablet
adalah:
1. CAPPING
Adalah pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas
atau bagian bawah tablet dari bahan tablet.
2. CHIPPING
Adalah keadaan dimana bagian bawah tablet terpotong.
Penyebabnya adalah ujung punch bawah tidak rata dengan
permukaan atas die.
3. CRACKING
Adalah keadaan dimana tablet pecah, lebih sering dibagian
atas tengah.
4. LAMINASI
Adalah pemisahan tablet menjadi dua bagian atau lebih.
Umumnya keretakan/ pecahnya tablet terjadi segera

5.

6.

7.

8.

PICKING
Adalah perpindahan bahan dari permukaan tablet
dan menempel pada permukaan punch.
Penyebabnya pengeringan granul belum cukup,
jumlah glidan kurang atau yang dikomprosi adalah
bahan berminyak atau lengket.
STICKING
Adalah keadaan dimana granul menempel pada
dinding die (ada adhesi). Penyebabnya adalah punch
kurang baik dan tablet dikompresi pada kelembapan
tinggi.
MOTTLING
Adalah keadaan dimana distribusi zat warna pada
permukaan tablet tidak merata.
BINDING
Biasanya menunjukkan lubrikasi yang tidak
memadai.

Evaluasi Tablet
Evaluasi Tablet
Untuk mengetahui apakah tablet yang dihasilkan
memenuhi kriteria tablet yang baik, diperlukan
beberapa pengujian, diantaranya adalah:
1.

Uji Penampilan
Tablet diamati secara visual, apakah terjadi
ketidakhomogen distribusi zat warna atau tidak,
tablet cacat fisik atau tidak.

2.

Uji Kekerasan
Dilakukan dengan hardness tester, kekerasan tablet
diukur terhadap luas permukaan tablet, dengan
menggunakan beban yang dinyatakan dengan
kilogram. Satuan kekerasan adalah kg/cm2. (menurut
Paros, 4 - 8kg/cm2 untuk tablet normal).

Tablet yang keras diperlukan untuk mencegah


kerusakan fisik selama transportasi dan penyimpanan.
Makin keras suatu tablet akan makin baik, asal waktu
hancur dan disolusinya memenuhi persyaratan.
3.

Uji Friabilitas
Dilakukan dengan friabilator, menggunakan 20 tablet.
Parameter yang diuji adalah kerapuhan tablet
terhadap gesekan atau bantingan selama waktu
tertentu. Tablet yang baik mempunyai friabilitas <1%
(Persyaratan Friabilitas
a - b Roche).

x100%

a = Bobot total tablet sebelum diuji


b = bobot total tablet setelah diuji

Uji friabilita umumnya dilakukan selama 15 - 30 menit,


tergantung spesifikasi alat. Friabilita yang >1% dapat
diperbaiki dengan cara meningkatkan kekerasan tablet
(menambah pengikat atau meningkatkan kekuatan
kompresi).
4. Uji Keseragaman Bobot
Uji dilakukan terhadap 20 tablet, dengan cara menimbang
satu per satu. Hitung bobot rata-ratanya, maka menurut F.I.
III menyatakan bahwa tidak lebih dari 2 tablet mempunyai
penyimpangan yang lebih dari kolom A dan tidak boleh ada
satu tablet pun yang mempunyai penyimpangan yang lebih
besar dari kolom B, yang tertera dalam daftar berikut ini:
Bobot Rata-rata (mg)

Deviasi Maksimum
A

25

15

30

26 - 150

10

20

151 - 300

7.5

15

10

300

5.

Uji Waktu Hancur


Dilakukan terhadap 6 tablet, menggunakan
disintegran tester. Persyaratan F.I: kecuali dinyatakan
lain, semua tablet harus hancur tidak lebih dari 15
menit (untuk tablet tidak bersalut) dan tidak lebih
dari 60 menit untuk tablet salut gula atau salut
selaput.

6.

Uji Keseragaman Ukuran


Untuk tujuan mudah digunakan dan estetik, kecuali
dinyatakan lain, diameter tablet tidak boleh lebih
besar dari 3 kali dan tidak boleh lebih kecil kali
lebih tebal tablet. Uji dilakukan terhadap 20 tablet.

7.

Uji Keseragaman Kandungan


Uji ini dilakukan jika tablet mengandung zat aktif <50
mg. Pengujian dilakukan terhadap 10 tablet.

Persyaratan : Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang


kadarnya di luar rentang 85 - 115% dari kadar ratarata dan tidak boleh lebih dari 1 tablet yang
kadarnya di luar rentang 75 - 125% dari kadar ratarata.
8.

Uji Disolusi
Uji ini dilakukan untuk mengetahui kapan zat aktif
mulai dilepaskan dan kapan tercapai kadar
maksimum di dalam medium disolusi, serta
bagaimana profil disolusi zat aktif secara in vitro.