Anda di halaman 1dari 11

Iedhazt's Blog

Just another WordPress.com weblog


Rahasia Inner Beauty
PUISI KAHLIL GIBRAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT


ASURANSI BINTANG

(dalam jutaan rupiah)


200720062005Ringkasan Neraca
20092008
78,64489,80483,190Total Investasi
Total Non Investasi98,65104,662
Total Harta
Total Kewajiban
Pinjaman Subordinasi
Modal Dasar (dalam ribuan saham)
Modal Setor (dalam ribuan saham)
Nilai Nominal (rupiah)
Modal Setor
Sisa Laba Yang Ditahan
Total Ekuitas
Ringkasan Laporan Rugi Laba
174,658170,039Premi Bruto
Pendapatan Premi
Bersih157,062200,425
Beban Klaim
Komisi Neto
Hasil Underwriting
Pendapatan Investasi
Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
Pendapatan (Beban) Lain-lain
Laba Sebelum Pajak
Beban (Penghasilan) Pajak
Laba (Rugi) Bersih
Ringkasan Arus Kas
(11,064)6,343Arus Kas dari Aktivitas
Operasi
Arus Kas dari Aktivitas
Investasi(1,954)(15,076)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Data Per Saham (Rp)
740EPS
Nilai Buku34(71)
Ratio Keuangan
1.111.35Kewajiban / Ekuitas ( X )
Laba Bersih / Jumlah Harta ( % )
1.451.47

45,76
190,07
98,22
4,06
320
174,19
500
87,1
4,26
87,76

95,666 103,065
200,328 181,709
116,106 108,129
4,064 320,000 320,000
174,193 174,193
500
500
87,097 87,097
(1,176) (7,723)
80,132 73,555

92,723
182,528
95,842
320,000
174,193
500
87,097
5,485
86,661

91,492
174,682
100,187
320,000
80,500
500
40,250
40,043
74,470

101,42
42,44

73,510 102,995 101,946 90,651

-16,81
-11,01
14,62
8,18
30,2
-7,41
1,32
-6,09
3,28
-2,81

32,758
16,151
24,600
23,489
36,149
11,940
3,410
15,350
(9,382)
5,698

65,216 43,477
33,903 27,621
3,876 30,849
9,067 5,236
36,273 36,812
(23,330) (727)
2,031 157
(21,299) (571)
9,003 1,859
(12,296) 1,288

38,249
23,458
28,944
5,148
35,450
(1,358)
3,579
2,221
(985)
3,206

-24,51
23,36

(2,729) 18,150 (1,631) (2,449)

4,064

(1,028) 13,905 (3,779)

-99
525

460

422

497

925

2.84

(6.77)

0.71

1.84

87,76
-2,81

Laba Bersih / Jumlah Ekuitas ( % )


Hasil Underwriting / Premi Bruto
Tingkat Solvabilitas **)

-16
7.11
14,62
15.66
146,96% 143%

(16.72) 1.49
1.93
17.66
123% 211%

4.31
17.02
182%

PENERAPAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN


RINGKASAN 2005 2006 2007 2008 2009
ARUS KAS
Arus kas dari
aktivitas
operasi

6,34 -1,95 24,511


11,06 15,08

Arus kas dari


aktivitas
investasi

-2,45 -1,63 18,15 -2,73 23,361

Arus kas dari


pendanaan

-3,78 13,91 -1,03 4,06 0

Dari laporan arus kas tersebut diatas nampak bahwa penggunaan dana yang menonjol adalah dari
aktivitas investasiyang terjadi pada tahun 2009. Dengan perusahaan telah mengadakan perluasan
usahanya. Demikian pula dengan adanya aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan dimaksudkan
persiapan expansi lebih lanjut.Dari data aliran arus kas PT.ASURANSI BINTANG Tbk, dapat
disimpulan bahwa perusahaan tersebut menggunakan dalam tahun 2009 sebagian besar ekspansi
dalam bentuk aktivitas investasi. 1. Analisis Kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat
Solvabilitas
RATIO
2005
KEUANGAN

2006

2007

2008

2009

Kewajiban /
ekuitas (X)

1,35

1,11

1,47

1,45

87,759

Laba bersih
(%) harta

1,84

0,71

-6,77

2,84

-2,809

Laba bersih
(%) ekuitas

4,31

1,49

-16,72

7,11

-16

Premi bruto

17,02

17,66

1,93

15,66

14,615

solvabilitas

182,00% 211,00% 123,00% 143,00% 146,00%

tingkat solvabilitas minimum sebesar 120% pd tahun 2009, dari risiko kerugian yang
mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan
kewajiban. . Batas tingkat solvabilitas minimum dihitung dengan mempertimbangkan
kegagalan pengelolaan kekayaan, ketidakseimbangan antara proyeksi arus kekayaan
dan kewajiban, ketidakseimbangan antara nilai kekayaan dan kewajiban dalam setiap

jenis mata uang, perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang
diperkirakan, ketidakcukupan premi akibat perbedaan hasil investasi yang diasumsikan
dalam penetapan premi dengan hasil investasi yang diperoleh, ketidakmampuan pihak
reasuradur untuk memenuhi kewajiban membayar klaim dan deviasi lainnya yang
timbul dari pengelolaan kekayaan dan kewajiban.Perusahaan PT ASURANSI BINTANG
Tbk berada dalam keaadan solvable, karena berada diatas 100% yang menunjukkan
keberhasilan perusahaan memupuk harta dari modal sendiri bukan dari hutang.
RASIO
2009
LIKUIDITAS

2008

2007

2006

2005

Current Ratio

193,00%

172,00%

168,00%

190,00%

174,00%

Cash Ratio

Quick Ratio

700,00%

700,00%

600,00%

700,00%

600,00%

Working
188,00%
Capital to total
assets ratio

198,00%

180,00%

181,00%

173,00%

A. Current ratio
pada tahun 2009 mengalami tingkat yang paling tinggi hal ini berarti bahwa setiap utang lancar
sebesar Rp 1,00 harus dijamin dengan aktiva lancar Rp 2,00. Dengan demikian, maka ratio
modal kerja dengan utang lancar adalah 200 % sudah ditetapkan sebagai ratio minimum yang
akan dipertahankan oleh perusahaan. Karena modal kerja tak lain adalah kelebihan aktiva lancar
diatas utang lancar.
B. cash ratio
pada tahun 2009 memiliki tingkat yang sama dengan tahun 2006 yaitu sebesar 7 : 1 yang
menerangkan bahwa pada tahun tersebut perusahaan mempunyai kemampuan untukmembayar
utang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang
dapat segera diuangkan. Setiap utang lancar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan efek sebesar Rp 7,00
C. Quick ratio
Pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 memiliki likuiditas yang sangat baik karena lebih
dari 100% tingkat quick rationya, dimana pada 5 tahun terakhir PT. ASURANSI BINTANG
TBK menghendaki agar utang-utang perusahaan kepada para kreditur segera harus dibayar,
sehingga haruslah tersedia alat-alat likuid yang cukup sehingga pada waktunya kewajibankewajibannya akan dapat di penuhi oleh perusahaan-perusahaan lain yang masih mempunyai
hubungan dengan perusahaan tersebut.
D. Working Capital to total assets ratioPada tahun 2009 sebesar 188 % merupakan bagian dari
piutangyang terdiri dari dana yang di investasikan dalam produk yang terjual ( modal kerja ).
Pengeluaran dana pada tahun 2009 berfungsi untuk menghasilkan current income bagi tahun
yang bersangkutan dan sisanya untuk mengahsilkan pendapatan (income) untuk tahun-tahun
berikutnya.

tahun

Rentabilitas Ekonomis

Keadaan Ekonomi

2005
2006
2007
2008
2009

3,5 %
71,8%
0%
28,7%
38%

Buruk
sangat baik
sangatburuk
Break-even
baik

KET. perusahaan dalam keadaan efisien karena memiliki tingkat rentabilitas yang cukup baik
yaitu 38 %, dan dapat dilihat pula pada profit margin yang bernilai 50,7%, apabila profit margin
dan operating assets turnover mengalami kenaikan maka rentabilitas ekonomis juga naik.
Apabila perusahaan tidak efisien maka perusahaan harus memperhatikan tingkat profit margin
dan tingkat turnover off operating assets.

Dari data tersebut diatas nampak bahwa hampir semua rasio selama 5 tahun mengalami
perubahan-perubahan yang menonjolUntuk tahun 2008 yang sangat\ menonjol adalah
collection perriod sebesar 12 bulan yang ini berarti jauh lebih besar daripada hari pembayaran
kewajiban yang telah ditetapkan sebelumnya, karena kesalahan collection policy maka
mengakibatkan rendahnya net profit margin dan rasio-rasio rate of return lainnya.pada tahun
2007 baik collection policy maupun inventory policy telah berhasil dapat menempatkan
perusahaan diatas rata-rata industri. dalam tahun tersebut semua rasio dari perusahaan beraada di
atas rasio rasio industri, yang ini mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengelola
perusahaan setelah selama 2 tahun sebelumnya selalu berada dibawah rata-rata industri (below
average)
2009

2008

2007

2006

2005

aktiva lancar

190,070

200,328

181,709

182,528

174,682

utang lancar

98,221

116,106

108,129

95,842

100,187

Dari data diatas nampak berbagai transaksi yang hanya menyangkut unsur-unsur Current
account saja tidak akan mengakibatkan perubahan-perubahan besar dalam modal kerja.Dengan
demikian maka jumlah modal kerja hanya berubah kalau ada perubahan unsur-unsur current
accounts yaitu yang disebut non corrent accounts yang mempunyai efek neto terhadap modal
kerja perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current account yang mempunyai efek
memperbesar modal kerja ( sumber modal kerja ).
RASIO
LEVERAGE

2009

2008

2007

2006

2005

Total debt to

9,80%

11,60%

11,20%

11,00%

8,40%

equity ratio
Long term
debt to equity
ratio

11,00%

18,00%

15,00%

12,00%

8,00%

Tangible assets 165,00%


debt coverage

20,00%

73,00%

86,00%

74,00%

Times interest 90.


earned ratio

34.

60.

40.

A. Total debt to equity ratio


Pada lima tahun terakhir , total debt to equity ratio pada PT ASURANSI BINTANG TBK tidak
melebihi 50% sehingga modal yang dijamin (utang ) tidak lebih besar dari modal yang menjadi
jaminanya ( modal sendiri ). Berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang
sebesar Rp 0,098,- dari setiap rupiah aktiva digunakan untuk menjamin utang.B. Long term debt
to euqityratio
Pada tahun 2009 sebesar 11 %, keadaan yang demikian menggambarkan perusahaan mempunyai
rasio utang yang sangat kecil sehingga perusahaan juga akan memiliki rentabilitas modal sendiri
yang paling kecil pula dimana bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan
untuk utang jangka panjang Rp 0,11,- dari setiap rupiah modal sendiri digunakan untuk
menjamin utang jangka panjang.
C. Tangible Assets Debt Coverage
Pada tahun 2009 besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka
panjang setiap rupiahnya. Setiap rupiah utang jangka panjang dijamin oleh aktiva tangible
sebesar Rp 1,65,D. Times Interest earned ratio
Besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga utang jangka panjang sebesar Rp90,-.
Pada umumnya bahwa dana yang tertanam dalam aktiva tetap akan bebas secara berangsurangsur dalam jangka waktu yang panjang. Kemudian nilai waktu dari uang akan memberikan
pemasukan atau sejumlah uang yang dibayarkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat
diperoleh dengan penggunaan uang tersebut.
RASIO
AKTIVITAS

2009

2008

2007

2006

2005

Total assets
turnover

0,05

0,08

0,18

0,15

0,13

Receivable
turnover

3,5

4,064

(1,028)

13,905

(3,779)

Average
collection
period

1260
hari

1463
hari

370
hari

500
hari

1360
hari

Inventory
turnover

Average days 0
inventory

Working
capital
turnover

0,19

0,46

0,32

0,32

(0,1198)

1. Total Assets Turnover


Pada tahun 2009 kemampuan dana perusahaan yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar
dalam suatu periode tertentu, kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan
revenue sebesar Rp 0,05 Total assets yang ada di dalam perusahaan yang well finance
hendaknya tidak kurang dari 5 % sampai 10 % dari jumlah aktiva lancer. Makin tinggi turnover
ini makin baik, karena berarti makin tinggi efisiensi penggunaan kasnya.
2. Receivable TurnoverTinggi rendahnya receivables turnover pada 5 tahun yang terakhir
mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam
piutang. Makin tinggi turnovernay berarti makin cepat perputarannya, yang berarti makin pendek
waktu terikatnya modal dalam piutang. Sehingga untuk mempertahankan net credit sales tertentu
dengan naiknya turnovernya dibutuhkan jumlah modal yang lebih kecil yang diinvestasikan
dalam piutang pada tahun 2009, PT ASURANSI BINTANG TBK mempunyai receivable
turnover sebesar 3,5 kali yang berarti dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam
piutang berputar sebesar 3,5 kali
3. Average CollectionPada tahun 2009 PT ASURANSI BINTANG TBK mempunyai tingkat
average collection period sebesar 1260 hari, hal ini menunjukkan bahwa cara pengumpulan
piutangnya cukup efisien, karena mempunyai hari rata-rata pengumpulan piutang lebih kecil dari
tahun sebelumnya. Ini berarti bahwa banyak para langganan yang memenuhi syarat pembayaran
yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Makin kecil harinya makin baik dan sebaliknay makin
besar harinya menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai system pengumpulan piutang yang
kurang efisien ( tidak baik ).
4. Inventory TurnoverElemen persediaan barang ( inventory) tidak diperhitungkan karena dalam
pembahasan ini menyangkut perusahaan asuransi yang tidak menyangkut aktivitas jual beli
barang. Selain itu juga inventory dipandang sebagai elemen aktiva lancer yangtingkat
likuiditasnya rendah dan pula yang paling sering mengalami fluktuasi harga dalam perusahaan
dagang atau usaha dagang
5. Average daysTidak bisa diperhitungkan juga karena menyangkut periode rata-rata menahan
persediaan barang yang berada digudang. Sementara PT ASURANSI BINTANG TBK,

merupakan sebuah perusahaan jasa yang tidak mengandalkan penjualan barang untuk
memperoleh pendapatan.6.Working Capital Turnover
Jumlah working capital turnover pada lima tahun terakhir bernilai rendah yang menggambarkan
periode perputaran modal kerja tresebut makin pendek periodenya berarti makin cepat
perputarannya ( turnover ratenay ). Berapa lama periode perputaran modal kerja adalah
tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari masing-masing komponen dari modal
kerja tersebut. Periode perputaran modal kerja dimulai dari saat dimana kas di investasikan
dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas.

KESIMPULAN
Dari analisa rasio likuiditas dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan
melunasi kewajiban jangka panjang . Hal ini dapat dilihat dari jumlah aktiva lancar yang lebih
besar dari hutang lancar. Jadi apabila kreditur ingin menarik semua dananya, maka perusahaan
akan sanggup membayarnya. Sedangkan dilihat dari financial data dan ratios perusahaan juga
memiliki kemampuan melunasi hutang menggunakan modal sendiri. Di rasio keuangan
perusahaan memiliki nilai yang cukup baik. Perputaran total aktiva yang cukup tinggi
menunjukkan bahwa harta perusahaan berjumlah banyak. Hal ini dapat dilihat dari tingginya
total harta dibandingkan dengan total kewajiban. Perputaran investasi memiliki nilai yang cukup
rendah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai investasi perusahaan pada tahun 2009.
Perputaran arus kas dari aktivitas pendanaan juga memiliki nilai yang cukup besar, yang
menunjukkan bahwa pendanaan tidak terlalu besar dikeluarkan. Perputaran modal setor tinggi
menunjukkan efisiennya modal yang digunakan. Sedangkan dari rasio financial data laba yang
dihasilkan perusahaan cukup tinggi. Hal ini dikarenakan rendahnya biaya-biaya operasional
dibandingkan dengan tingkat pendapatan. Keseluruhan kinerja perusahaan dalam keadaan baik.
Pada PT ASURANSI BINTANG Tbk memiliki Hak pemegang saham minoritas dinyatakan
sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan histories aktiva bersih. Hak minoritas akan
disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Kerugian yang menjadi bagian
minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk. Penyesuaian dapat
dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan
sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Seluruh transaksi antar
perusahaan, saldo, penghasilan dan beban di eliminasi pada saat konsolidasi. Investasi efek
diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar. Laba dan rugi belum direalisasi akibat kenaikan
atau penurunan nilai wajar disajikan dalam laba rugi tahun berjalan. Investasi dalam efek tersedia
untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar diakui langsung dalam ekuitas sampai pada saat efek tersebut dijual atau
telah terjadi penurunan nilai. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
diakui dalam ekuitas, diakui dalam laba rugi tahun berjalan.
Kenaikan (penurunan) nilai aktiva bersih unit penyertaan reksadana disajikan dalam laporan laba
rugi tahun berjalan. Investasi dalam tanah dan bangunan disajikan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan. Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai
wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar
biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai bersifat permanen, nilai tercatatnya
dikurangi untuk mengakui penurunantersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba
rugi tahun berjalan. Hasil investasi dari bunga deposito berjangka dan obligasi diakui atas dasar
proporsional waktu dan tingkat bunga yang berlaku.

Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali
aktiva tetap dalam akun ekuitas. . Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan
laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan
dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan
serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan
laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan.
Kenaikan (penurunan) premi belum merupakan pendapatan adalah selisih antara premi belum
merupakan pendapatan periode berjalan dan periode lalu. Perusahaan mereasuransikan sebagian
risiko atas akseptasi pertanggungan kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi.
Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi
reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang
diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retroaktif diakui sebagai piutang
reasuransi sebesar kewajiban yang dicatat sehubungan kontrak reasuransi tersebut. Penyajian
pendapatan premi dalam laporan laba rugi menunjukkan jumlah premi bruto, premi reasuransi
dan kenaikan (penurunan) premi belum merupakan pendapatan.
Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim retensi sendiri) ditentukan berdasarkan
estimasi kerugian retensi sendiri Perusahaan dari klaim masih dalam proses penyelesaian,
termasuk klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan dalam estimasi klaim
retensi sendiri diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Kenaikan
(penurunan) estimasi klaim retensi sendiri adalah selisih antara klaim retensi sendiri periode
berjalan dan periode lalu. Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi menunjukkan jumlah
klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri.
Pendapatan komisi dari transaksi reasuransi dicatat sebagai pengurang beban komisi, dan diakui
dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. Dalam hal pendapatan komisi lebih besar dari
beban komisi, maka selisih tersebut disajikan sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi. Beban
usaha dan beban lain-lain diakui sesuai dengan manfaatnya pada tahun yang bersangkutan
(accrual basis).

KETERBATASAN ANALISIS
1. Analisis ini tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan yang antara lain disebabkan oleh
:
1. Dalam analisis ini hanya digunakan sampel perusahaan asuransi, untuk menghindari
perbedaan karakteristik antara perusahaan asuransi dan bukan asuransi. Hal ini tidak
dapat mewakili keadaan perusahaan seluruh Indonesia. Elemen-elemen laporan keuangan
yang tidak sama dan perbedaan dalam kegiatan usaha akan berpengaruh pada perhitungan
perubahan rasio keuangan dan perubahan laba. Karena pada awal pemilihan sampel
perusahaan menggunakan kelengkapan laporan keuangan.
2. Analisis ini hanya menggunakan periode pengamatan yang singkat selama 3 tahun yaitu
dari tahun 2005 sampai 2009. Dengan mempertimbangkan kelengkapan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis, maka jika lebih dari lima tahun penelitian
kemungkinan akan mengurangi sample perusahaan lebih banyak. Hal ini dikarenakan
sampel perusahaan dalam penelitian menggunakan kelengkapan laporan keuangan.

3. Keterbatasan pada laporan keuangan., Pemakai laporan keuangan tidak secara langsung
mengetahui keadaan dan kesehatan perusahaan tersebut . Karena laporan keuangan yang
dipublikasikan tidak menggambarkan keadaan asli perusahaan.

SARAN
Tujuan dari perusahaan adalah untuk meningkatkan laba. Sedangkan untuk meningkatkan laba
itu sendiri dapat dilakukan dengan meningkatkan pendanaan disamping meminimalkan biayabiaya. Diusahakan perputaran pendanaan asuransi yang cukup baik dapat ditingkatkan. Pinjaman
jangka panjang mungkin tidak dapat dihindarkan asalkan dapat meningkatkan pendapatan itu
sendiri. Misalnya pinjaman untuk perluasan usaha.
Penulis menyadari tidak ada analisis yang sempurna, untuk itu saran saran untuk analisis
berikutnya adalah sebagai berikut :
A. Untuk periode pengamatan hendaknya melakukan penelitian dengan periode yang
lebih lama.
B. Untuk penelitian-penelitian berikutnya hendaknya menggunakan rasio-rasio keuangan
lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan laba, karena masih banyak rasio-rasio
keuangan yang berpengaruh dalam memprediksi perubahan laba.

REFERENSI
1. 2008043001392401312057 ( PDF)
2. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ( PDF )
3. ASBI { ASURANSI BINTANG TBK,} ( PDF )
4. ASRM_LK_TW_III SEPT 2009 NOTES ( PDF )
5. LAPORAN. KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2009 PT. ASBI TBK ( PDF )
6. LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN III TAHUN 2006 DAN 2005 ( PDF )
7. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LABA RUGI (PDF )
8. LAPORAN KEUANGAN PT ASBI TAHUN 2008 DAN 2007
About these ads

Explore posts in the same categories: Uncategorized


This entry was posted on November 22, 2009 at 2:55 am and is filed under Uncategorized. You can
subscribe via RSS 2.0 feed to this post's comments. You can comment below, or link to this permanent
URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Blog pada WordPress.com. The Sapphire Theme.


Ikuti

Follow Iedhazt's Blog


Get every new post delivered to your Inbox.
Ditenagai oleh WordPress.com