Anda di halaman 1dari 29

SINERGITAS

POLRI DAN PEMDA


DALAM
PENANGANAN GANGGUAN
KEAMANAN
MANADO,
2015

16

JUNI

PHILIPINA

GEOGRAFI :
- LUAS WIL: 1.241.628 KM2
- PEMB WIL : 11 KABUPATEN
4 KOTA
111 KECAMATAN
- KARAKTERISTIK :
KEPULAUAN, PEGUNUNGAN
DATARAN TINGGI DAN RENDAH.
- SUHU 22 - 31 C
SELATAN

:
TELUK
TOMINI
UTARA
:
LAUT
SULAWESI, NEGARA
PHILIPINA & LAUT
PASIFIK
BARAT
:
PROV.
GORONTALO
DEMOGRAFI :
TIMUR
:
LAUT
MALUKU
- JUMLAH PENDUDUK : 2.932.176

P.Sarangani
P.Bulut

P.Miangas

Kep.NENUSA

SITUASI
UMUM
Kep.KARAKELANG

ESANG

P.Aniaga

P.Anda

P.Meares

P.Amadores

P.Garat
Karatung

P.Marampit

P.Karatong P.Mankopu
P.Malo
P.Karakelang

ESANG

BEO
MELONGUANE

KAB.
KAB.TALAUD
TALAUD

POLITIK :
- PERSETERUAN ANTARA PARTAI
GOLKAR DAN PPP
- TUNTUT PEMEKARAN WIL

KAB. SANGIHE

EKONOMI :
- HSL UNGGULAN
CENGKEH,PALA,VANILI & KOPRA.
- TKT PERTUMBUHAN
TERGANTUNG PADA PENGARUH
HARGA JUAL DAN GLOBAL.

KAB. SITARO
SIAU BARAT

KOTA MANADO

KOTA BITUNG

KOTA TOMOHON

JIWA
- SUKU : MIN, SANGIHE, MONGONDOW
KAB. MINAHASA
GRTLO & PENDATANG
- PENCAHARIAN :
KAB. BOLMUT
PETANI, BURUH, NELAYAN.
- AGAMA :
KAB. BOLSEL
- KRISTEN 1.576.842 (63,49%)
- KATHOLIK 152.551 (6,14%)
- ISLAM 734.162 (29,56%)
- HINDU 11,077 (0,4%)
- BUDHA 8.219 (0,33%)
KOTAMOBAGU
- KONG HU CHU 806 (0,03%)

SUMDA :
SUMDA :
- -PERTAMBANGAN
PERTAMBANGAN: :(EMAS)
(EMAS)
- -PANAS
BUMI

PANAS BUMI
- -HUTAN
HUTAN
- -KELAUTAN
KELAUTAN 00

KAB. MINUT
KAB.
KAB.MITRA
MITRA
KAB.
KAB.MINSEL
MINSEL
KAB. BOLTIM

KAB. BOLMONG

SOSIAL BUDAYA :
- KEBIASAAN KONSUMSI MIRAS,
BERAKIBAT TINGGINYA ANGKA
LAKA LANTAS, TINDK KEKERASAN.
- KEHIDUPAN ANTAR UMAT
AGAMA SGT BAIK CUKUP HARMONIS..

KEAMANAN :
- KEJAH LINTAS NEGAR A
/TRANSNASIONAL.
- KEJAH THD KEKAYAAN
NEGARA.
- ANCAMAN TEROR.
- KEJAH KONVENSIONAL.

KONDISI SOSIAL
1. WIL SULUT MERUPAKAN DARATAN DGN PEGUNUNGAN/ BUKIT DAN DATARAN RENDAH/ SUNGAIS BESAR
SERTA PERAIRAN YG MERUPAKAN DAERAH PERTEMUAN LEMPENG AKTIF BERPOTENSI TERJADINYA
GEMPA TEKTONIK DENGAN CURAH HUJAN YANG TINGGI TERUTAMA BULAN DESEMBER S/D FEBRUARI
2015 DENGAN ANGIN BARAT YG MENIMBULKAN BENCANA ALAM BANJIR, LONGSOR, DAN GELOMBANG
YG CUKUP BESAR.
2. KOMPOSISI PDDK SULUT TERDIRI BERBAGAI SUKU DAN SBGN BESAR BERAGAMA NASRANI HAMPIR 64
% DGN KERUKUNAN BERAGAMA CUKUP TINGGI DLM BERMASY.
3.

DLM THPN PILKADA 2015 PARPOL DAN CALEG PSRTA BERLOMBA-LOMBA MEMBUKA PENDAFTARAN
PASANGAN CALON YANG MASUK MELALUI PARPOL.

4.

PERSEDIAAN BAHAN POKOK JELANG IDUL FITRI 2015 MASIH MENCUKUPI WALAUPUN TERJADI KENAIKAN
HARGA NAMUN MASIH TERJANGKAU DAYA BELI MASY, KENAIKAN NILAI DOLAR SANGAT BERPENGARUH
TERHADAP BARANG DAN KEPERLUAN LAINNYA

5.

HUB KEKERABATAN MASY SULUT CUKUP TINGGI , POLA HIDUP YG KONSUMTIF DGN KEPADA PARA TOGA,
TOMAS DGN MENJUNJUNG TINGGI ADAT.

6.

ADANYA KEBIASAAN UTK MENGONSUMSI MINOL YG SERINGKALI DI SALAHGUNAKAN, SHG DPT


MENIMBULKAN PERKELAHIAN TERUTAMA DI KALANGAN MUDA.

7.

SCR UMUM SITKAMTIBMAS THN 2015 CUKUP AMAN DAN KONDUSIF NAMUN TINDAK PIDANA YG CUKUP
MERESAHKAN MASY ANTARA LAIN ( CURI, CURAS, CURAT, ANIRAT, NARKOBA, KDRT, KOSA, DAN
PERKELAHIAN TAR POK / TARKAM )

TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT CUKUP MEMADAI TIDAK


BUTA AKSARA.

TEMPERAMEN MASY CUKUP TINGGI KARENA KEBIASAAN MENGKONSUMSI MIRAS SECARA


BERLEBIHAN SEHINGGA MENGAKIBATKAN TIDAK TERKONTROLNYA EMOSI SESEORANG.

10

SISTEM KEKERABATAN YANG CUKUP KUAT DAN MUDAH MENERIMA KEHADIRAN


ORANG LUAR / ASING.

11

HETEROGENITAS PENDUDUK, SUKU DAN ADAT ISTIADAT TERJADALIN DALAM SUATU


HUBUNGAN YANG HARMONIS.

12

KETAATAN PADA AJARAN AGAMA YANG CUKUP KUAT, DIDORONG DENGAN


KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA YANG HARMONIS WALAUPUN DIANTARA MEREKA
TINGGAL DALAM SATU DAERAH.

13

KESADARAN AKAN ARTI PENTINGNYA PENGAMANAN, SWAKARSA BELUM SEPENUHNYA


DISADARI OLEH SEBAGIAN MASYARAKAT, SEHINGGA MASIH SERING TERJADI GANGGUAN
KAMTIBMAS YANG DITIMBULKAN DARI ANGGOTA MASYARAKAT ITU SENDIRI.

14

POLA HIDUP MASYARAKAT YANG CENDERUNG KOMSUMTIF.

15

TINGKAT KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT KHUSUSNYA PARA PETANI MASIH


BANYAK MENGANTUNGKAN DARI HASIL PANEN PERKEBUNAN CENGKIH DAN KOPRA.

16

MASIH TINGGINYA ANGKA PENCARI KERJA DAN PEMUDA PUTUS SEKOLAH.

DATA TINDAK PIDANA MENONJOL (CRIME INDEX)


PADA TAHUN 2014
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

TINDAK PIDANA
MENONJOL
ANIRAT
ANIAYA BIASA
PENGANCAMAN
PENGHINAAN
PENCURIAN BIASA
PENCURIAN DGN
KEKERASAN
CURANMOR
PEMBUNUHAN
PENIPUAN
PENGRUSAKAN
CABUL
PENGGELAPAN

LAPOR

SELESAI

116
2290
806
370
714

112
1755
619
273
452

96,5 %
76,6 %
76,8 %
73,9 %
63,3 %

25

19

76 %

310
53
767
546
358
572

327
53
376
369
279
332

105,5 %
100 %
49,0 %
67,6 %
77,9 %
58,0 %
5

DATA PELANGGARAN LALU LINTAS 3 (TIGA)


TAHUN TERAKHIR :
NO

WILAYAH
2013

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10

Dit Lantas
Polresta Manado
Polres Bitung
Polres Minahasa
Polres Bolmong
Polres Minut
Polres Tomohon
Polres Minsel
Polres Sangihe
Polres Talaud
Jumlah

3.018
11.129
8.376
4.515
6.658
4.157
4.019
4.471
3.305
759
50.917

TAHUN
2014
1.706
13.301
7.281
3.075
4.093
4.093
2.817
3.230
3.699
925
47.988

2015
(Januari Mei)
855
7,379
4,139
1,350
3,457
1,639
1,895
1,066
1,232
346
23,358
6

PERBANDINGAN DATA LAKA TAHUN 2013 DAN TAHUN 2014

TAHUN
NO

KESATUAN

2013

2014

KET

JLH

MD

LB

LR

RUGI MATERIIL
(Rp)

JLH

MD

LB

LR

RUGI
MATERIIL (Rp)

1.

POLRESTA
MANADO

420

76

146

381

1.879.100.000

368

48

108

366

1.875.800.000

2.

POLRES BITUNG

155

37

87

160

492.950.000

105

21

76

129

319.600.000

3.

POLRES
MINAHASA

101

20

61

74

558.200.000

98

20

86

439.600.000

4.

POLRES
BOLMONG

166

73

114

110

732.700.000

278

100

175

178

1.125.580.000

5.

POLRES MINSEL

115

47

36

120

1.273.500.000

58

35

24

28

426.100.000

6.

POLRES SANGIHE

67

19

60

80.500.000

39

11

20

48

178.000.000

7.

POLRES TALAUD

26

33

104.500.000

20

28

52.750.000

8.

POLRES MINUT

128

58

84

59

966.500.000

127

51

98

55

537.300.000

POLRES
TOMOHON

150

58

11

173

747.950.000

106

13

142

954.040.000

JUMLAH

1.328

379

560

1.170

6.835.900.000

1.199

301

576

1.060

72

LAKA
TURUN
9,7 %

5.908.770.000

DATA LAKA DAN KERUGIAN


TAHUN 2015

1. MASALAH
PEMBANGUNAN
IBADAH (LAHAN EX TEXAS )

TEMPAT

2. MSLH TANAH DI LOKASI CITA LAND,


TUMINTING DAN MAASING SERTA
BUNAKEN (PANGIAN MOLAS)
3. MSLH TARPOK / KAMPUNG DI KOTA
MANADO YG BLM TERSELESAIKAN.
4. TINGKAT KRIMINALITAS
(PENCURIAN,
PENGANIAYAAN)

MENINGKAT
PENIKAMAN,

5. MASALAH REKLAMASI PANTAI.

PETA POTENSI KONFLIK


TALAUD

1.PEMBEBASAN LAHAN BNDRA NAHA


1.PEMBEBASAN LAHAN BNDRA NAHA
2.SARANG BURUNG WALET DI P.
2.SARANG BURUNG WALET DI P.
KALAMA
KALAMA
3.PENDISTRIBUSIAN BBM & SEMBAKO
3.PENDISTRIBUSIAN BBM & SEMBAKO

1. PENDISTRIBUSIAN
BBM
&
1. PENDISTRIBUSIAN
BBM
&
SEMBAKO
SEMBAKO
2. PEMBBSAN LAHAN BANDARA
2. PEMBBSAN LAHAN BANDARA
SITARO
SITARO
3. PEMADAMAN LISTRIK
3. PEMADAMAN LISTRIK

SANGIHE
SITARO

KOTA MANADO
DUALISME KEPEMIMPINAN
DUALISME KEPEMIMPINAN
UKIT YPTK GMIM TOMOHON.
UKIT YPTK GMIM TOMOHON.
& PENGANTIAN DIR RS.
& PENGANTIAN DIR RS.
BETESDA
BETESDA
1. TARKAM KEL.IMANDI DGN DESA
1. TARKAM KEL.IMANDI DGN DESA
TAMBUN.
TAMBUN.
2. TARKAM DESA IKHWAN DGN DESA
2. TARKAM DESA IKHWAN DGN DESA
UUWAN.
UUWAN.
3. TARKAM DESA BOMBANON DGN
3. TARKAM DESA BOMBANON DGN
TAMBUN.
TAMBUN.
4. TARKAN DESA TONOM DGN
4. TARKAN DESA TONOM DGN
IBOLIAN.
IBOLIAN.
5. TARKAM DESA DOLODUO DGN
5. TARKAM DESA DOLODUO DGN
IKHWAN.
IKHWAN.
6. TARKAM DESA DOLODUO DGN
6. TARKAM DESA DOLODUO DGN
UUWAN.
UUWAN.
7. TARKAM DESA POYOWA KECIL
7. TARKAM DESA POYOWA KECIL
DGN KEL. MONGONDOW.
DGN KEL. MONGONDOW.
8. PENOLAKAN WARGA DESA PARET
8. PENOLAKAN WARGA DESA PARET
THDP OPERASIONAL PT. MPU.
THDP OPERASIONAL PT. MPU.
9. RELOKASI PASAR SERASI.
9. RELOKASI PASAR SERASI.
10.PILKADA KK & BOLMUT
10.PILKADA KK & BOLMUT

1. TARKAM
DESA
POIGAR
1. TARKAM
DESA
POIGAR
MINSEL DGN
POIGAR
MINSEL DGN
POIGAR
BOLMONG.
BOLMONG.
2. PENOLAKAN TRHDP PT. SEJ.
2. PENOLAKAN TRHDP PT. SEJ.
3. TARKAM DESA RANOYAPO
3. TARKAM DESA RANOYAPO
DGN DESA POOPO.
DGN DESA POOPO.
4. TARKAM
DESA
4. TARKAM
DESA
WULURMAATUS DGN DESA
WULURMAATUS DGN DESA
MAKAARUYEN.
MAKAARUYEN.
5. MSLH PICUAN, BASAAN
5. MSLH PICUAN, BASAAN
6. MSLH TANAH PETI DI
6. MSLH TANAH PETI DI
RATAHAN
RATAHAN
7. MSLH TANAH DI ONGKAW
7. MSLH TANAH DI ONGKAW

BOLMONG

1. PEMB. AMPS
1. PEMB. AMPS
2. PENDISTRIBUSIAN
2. PENDISTRIBUSIAN
BBM & SEMBAKO
BBM & SEMBAKO
3. PEMILUKADA TALAUD
3. PEMILUKADA TALAUD
4. GANTI RUGI LAHAN
4. GANTI RUGI LAHAN
BANDARA
BANDARA

MINAHASA UTARA

TOMOHON
BITUNG
MINAHASA
SELATAN
MINAHASA

1. TARKAM KEL. KENDIS DENGAN KEL. WENGKOL.


1. TARKAM KEL. KENDIS DENGAN KEL. WENGKOL.
2. TARKAM KEL. KINIAR DGN KEL. TALER.
2. TARKAM KEL. KINIAR DGN KEL. TALER.
3. TARKAM KAMPUNG JAWA DGN Kel. WULAWAN,
3. TARKAM KAMPUNG JAWA DGN Kel. WULAWAN,
KAMPUNG JAWA DGN TONSEA LAMA, KAMPUNG
KAMPUNG JAWA DGN TONSEA LAMA, KAMPUNG
JAWA DGN LUWAAN.
JAWA DGN LUWAAN.
4. KEL. KAKAS BENDAR( 5 KELURAHAN YAITU
4. KEL. KAKAS BENDAR( 5 KELURAHAN YAITU
TOUNELET, SENDANGAN, PAHALATEN, PASLATEN
TOUNELET, SENDANGAN, PAHALATEN, PASLATEN
& TALIKURAN.
& TALIKURAN.
5. KAKAS & LANGOWAN.
5. KAKAS & LANGOWAN.
6. TATAARAN / UNIMA.
6. TATAARAN / UNIMA.

1. PERMASALAHAN PT. MSM


1. PERMASALAHAN PT. MSM
2. PENOLAKAN
THDP
PT.
2. PENOLAKAN
THDP
PT.
MIKRO METAL PERDANA DI
MIKRO METAL PERDANA DI
PULAU BANGKA.
PULAU BANGKA.
3. SENGKETA TANAH DI PULAU
3. SENGKETA TANAH DI PULAU
LIHAGA.
LIHAGA.
4. MASALAH GALIAN C DI KAKI
4. MASALAH GALIAN C DI KAKI
GUNUNG KALABAT.
GUNUNG KALABAT.

1. SENGKETE TANAH ANTARA PT.


1. SENGKETE TANAH ANTARA PT.
PERTAMINA
DENGAN AHLI
PERTAMINA
DENGAN AHLI
WARIS
KELUARGA
SIMON
WARIS
KELUARGA
SIMON
TUDUS.
TUDUS.
2. KEBERADAAN WNA ASING YANG
2. KEBERADAAN WNA ASING YANG
BERASAL DARI FHILIPINA.
BERASAL DARI FHILIPINA.
3. MASALAH KASUS CANDI
3. MASALAH KASUS CANDI
4. PEMBBSAN LAHAN (JALAN TOL)
4. PEMBBSAN LAHAN (JALAN TOL)

PMSL
PMSL JOL
JOL &
& POT
POT KONFLIK
KONFLIK
2015
2015

TEORISME / ISIS
TARPOK / TARKAM
BEGAL MOTOR
PANAH WAYER
MSLHN
TANAH
/
PEMBEBASAN LAHAN
MSLH PERTAMBANGAN
PEMBNGUNAN JLN TOL
MDO-BTNG
MSLH LAHAN EX TEXAS
MSLH
PENDIRIAN TMPT
IBADAH
BATAS WILAYAH
KEMACETAN / LAKA

UPAYA YG
DILAKUKAN

PEMBENTUKAN TEAM DALAM


MENCEGAH, PEMEBERANTASAN
PERMASALAHAN YG TERJADI YG
TERDIRI DARI GABUNGAN PERSONEL
INTEL, SERSE DAN BRIMOB
(BARACUDA)

MAPPING :
AI
MUATAN POLITIS
DETEKSI AKSI :
LIT, GAL
NEGO /
REKONSILIASI
PEMBERDAYAAN
TOGA, TODA,
TODAT & TOMAS
PEMBNTKAN
TIMSUS (TARKAM)

REKOMENDASI
TUK JAR & BINJAR
BERDAYA
BHABINKAMTIBMAS & BA
PULBAKET
KOORD LINSEK
BERDAYA KEARIFAN LOKAL :
MAPALUS KAMTIBMAS

10

LTR
LTR BELAKANG
BELAKANG
TERJADINYA
TERJADINYA
KONFLIK
KONFLIK

MUATAN POLITIK
DENDAM LAMA (ANIAYA, PEMBUNUHAN)
PENGARUH MIRAS
TERPROVOKASI
SOLIDARITAS SEMPIT
TIDAK DI PERHATIKAN (PEMERINTAH)
MENYANGKUT KESEJAHTERAAN

DAERAH
DAERAH RAWAN
RAWAN TARPOK
TARPOK // KAMPUNG
KAMPUNG
BOLMONG
BOLMONG
1.TARKAM KEL.IMANDI DGN DESA
TAMBUN.
2.TARKAM DESA IKHWAN DGN DESA
UUWAN.
3.TARKAM DESA BOMBANON DGN
TAMBUN.
4.TARKAN DESA TONOM DGN IBOLIAN.
5.TARKAM DESA DOLODUO DGN
IKHWAN.
6.TARKAM DESA DOLODUO DGN
UUWAN.
7.TARKAM DESA POYOWA KECIL DGN
KEL. MONGONDOW.
8.PENOLAKAN WARGA DESA PARET
THDP OPERASIONAL PT. MPU.
9.RELOKASI PASAR SERASI.

MINAHASA
MINAHASA
MINSEL
MINSEL
1.TARKAM DESA POIGAR
MINSEL DGN
POIGAR
BOLMONG.
2.PENOLAKAN TRHDP PT.
SEJ.
3.TARKAM DESA RANOYAPO
DGN DESA POOPO.
4.TARKAM
DESA
WULURMAATUS DGN DESA
MAKAARUYEN.

1.TARKAM KEL. KENDIS


DENGAN KEL. WENGKOL.
2.TARKAM KEL. KINIAR DGN
KEL. TALER.
3.TARKAM KAMPUNG JAWA
DGN
KEL.
WULAWAN,
KAMPUNG JAWA DGN
TONSEA LAMA, KAMPUNG
JAWA DGN LUWAAN.
4.PIENETAPAN
HASIL
,
PELANTIKAN HSL PILKADA

KOTA
KOTAMANADO
MANADO
1.
2.
3.
4.
5.
6.

KEL. SINDULANG
KEL. TERNATE BARU
KEL KETANG BARU
KEL. MAHAKERET
KEL. SINGKIL
SARIO

11

PERKIRAAN
PERKIRAAN ANCAMAN
ANCAMAN
TAHUN
TAHUN 2015
2015
BENTUK ANCAMAN
PELAKU
(1) POK TEROR
(2) PEMABUK, PENCOPET, PARA
CALO, PENCURI
(3) PENGEMUDI ANGKUTAN
(4) PEDAGANG KAKI LIMA
(5) PEDAGANG / PENGUSAHA
(6) BURUH / KARYAWAN
(7) POK NGANGGUR
(8) RESIDIVIS
(9) PEMUDA PELAJAR / LSM / POK
MASY LAINNYA.
(10)
PDDK PENDTG

(1) SARA
(2) GANGGUAN TERHADAP KETERTIBAN
UMUM
(3) PENYALAHGUNAAN MINUMAN KERAS
(4) MEMBAWA SENPI, HANDAK DAN SAJAM
(5) CURAT/ CURAS/ COPET / CURANMOR /
PENCURIAN
(6) PENIPUAN / PENGGELAPAN
(7 PENGANIAYAAN
(8) PERKELAHIAN KELOMPOK
(9) LAKA LANTAS / KEMACETAN LALU LINTAS
(10) PEREDARAN/ PENGGUNAAN PETASAN
(KEMBANG API)
(11) UNJUK RASA
(12) PENIMBUNAN BAHAN KEBUTUHAN
POKOK
(13) KEBAKARAN / PEMBAKARAN.

12

A.
A.

AMBANG
AMBANG GANGGUAN
GANGGUAN
1.

BERSUMBER DARI KONDISI GEOGRAFIS

A.

WILAYAH SULAWESI UTARA YANG BERBATASAN LANGSUNG DENGAN NEGARA


PHILIPINA
PULAU PULAU TERLUAR SEPERTI MIANGAS DAN MARORE BERPOTENSI
TIMBULNYA KONFLIK DENGAN NEGARA PHILIPINA.
SULAWESI UTARA MERUPAKAN WILAYAH PERAIRAN YANG MENJADI JALUR
PELAYARAN INTERNASIONAL.
WILAYAH PERAIRAN YANG RAWAN PENCURIAN IKAN.
WILAYAH PERAIRAN YANG RAWAN PENYELUNDUPAN.
WILAYAH PERAIRAN YANG RAWAN PERAMPOKAN
LOKASI RAWAN GEMPA BUMI TEKTONIK / VULKANIK.
LOKASI RAWAN KEBAKARAN HUTAN
DAERAH YANG RAWAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR.

B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

2.

YANG BERKAITAN DENGAN KALENDER KAMTIBMAS

A.PERINGATAN HARI HARI BESAR NASIONAL (ISSU TEROR, TEROR BOM)


B.AGENDA KEGIATAN PEMERINTAH PUSAT / DAERAH
C.AGENDA KEGIATAN PARTAI POLITIK DAN ORMAS (PILKADA)
D.AGENDA KEGIATAN LSM
E.HARI PERINGATAN PERISTIWA PELANGGARAN HAM
F.HARI ULANG TAHUN KAB/KOTA DAN PROV.
G.HARI PERINGATAN PERISTIWA TRAGEDI NASIONAL.

13
13

B.

GANGGUAN NYATA

1. GANGGUAN KRIMINALITAS
A. KEJAHATAN KONFENSIONAL
1)

PREMANISME :

2)

PERJUDIAN (SABUNG AYAM, JUDI KARTU, TOGEL) AWALNYA TERDORONG KARENA SIFAT

SEPERTI PEMALAKAN, PENODONGAN, PELEMPARAN, PENJAMBRETAN,


PENCOPETAN KARENA TERDORONG OLEH KEBUTUHAN EKONOMI / HIMPITAN EKONOMI
SERTA TDK MEMILIKI PEKERJAAN YG TETAP.
MENCOBA AKHIRNYA TERBIASA DAN KELAMAAN MENJADI HOBI.

3)

PEMBUNUHAN :

5)

PENGANIAYAAN :

6)

KEJAHATAN DALAM RUMAH TANGGA :

KASUS INI SERINGKALI DILATARBELAKANGI RASA DENDAM KARENA


MASALAH LAMA, DIPENGARUHI MIRAS, MERASA NYAWANYA TERANCAM ATAUPUN TERLILIT
HUTANG SERTA SURUHAN ORG LAIN.
AKSI / TINDAKAN TERSEBUT DISEBBKAN KARENA PENGARUH
MIRAS, MERASA TERSINGGUNG, DIHINA.
TERJADINYA TINDAK KDRT OLH KARENA
KEHADIRAN ORANG KETIGA, PENGARUH MIRAS, TUNTUTAN ISTRI YG BERLEBIHAN,
HIMPITAN EKONOMI.

13
1

7)

PENCULIKAN :

8)

PORNOGRAFI : KARENA DI PENGARUHI OLEH GAYA BARAT SEHINGGA

TERJADINYA AKSI PENCULIKAN SELAIN HIMPITAN EKONOMI


(MEMINTA TEBUSAN) DAN JUGA MERUPAKAN AKSI PARA SINDIKAT PERDAGANGAN
ANAK.
MENIMBULKAN PORNO AKSI.

9)

CURAT, CURAS, CURANMOR :

10)

PENIPUAN :

TINDAK KEJAHTAN INI TERJADI AKIBAT TIDAK


PUNYA PEKERJAAN TETAP, TERLIBAT SINDIKAT, CARA CEPAT MENDAPATKAN UANG
SERTA ADANYA KESEMPATAN.
TINDKAN YG DILAKUKAN PELAKU YANG CARA KEBOHONGAN YANG
DIBUAT UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI TETAPI MERUGIKAN ORANG LAIN.

11)

PENGELAPAN :

AKSI ATAU TINDAKAN YG DILAK PELAKU DGN CARA


MENYEMBUNYIKAN BARANG MILIK ORANG LAIN DENGAN TUJUAN UTK MENGUASAI
BRG TSBT.

12)

PEMALSUAN :

AKSI ATAU TINDAKAN YG DILAKUKAN PELAKU DENGAN TUJUAN


DEMI KEPENTINGAN PRIBADI ATAUPUN UNTUK MELANCAR BISNIS SEPERTI
PEMALSUAN TANDA TANGAN, SURAT-SURAT BERHARGA, PASPORT, STNK, SIM DLL.

13)

SENGKETA TANAH :

PERMASALAH INI KARENA ADANYA KEPENTINGAN


TERTENTU, SEPERTI MSLH LAHAN PERTAMBANGAN, PENYEROBOTAN, MENDUDUKI
LAHAN TANPA IZIN.

15)

PENYALAHGUNAAN SENPI / HANDAK :

PARA PELAKU TEROR, PENJUALAN

TANPA IZIN.

13
1

c. KEJAHATAN TRANS NASIONAL


1)

TERORISME :

2)

KEJAHATAN NARKOTIKA / PSIKOTROPIKA ;

PELAKU TINDAK KEJAHATAN YG MENENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH,


TERORGANISASI, BERTINDAK TANPA MEILIHAT SIAPA LAWANNYA, SERTA TDK TUNTUK PD
TATACARA PEPERANGAN.
SINDIKAT KEJAHATAN TERLARANG /

TERORGANISIR

3)

PERDAGANGAN MANUSIA :

4)

PENCUCIAN UANG :

5)

PENYELUNDUPAN SENJATA API :

6)

IMIGRASI GELAP :

7)

PEROMPAKAN DILAUT / BAJAK LAUT :

8)

KEJAHATAN DUNIA MAYA.

KEJATAH INI BERTUJUAN MENJUAL MANUSIA KE


NEGARA LAIN UNTUK DI PAKSA KERJA SEBAGAI PROSTITUSI, MEMINTA-MINTA, ATAU KERJA
SEBAGAI BURUH KASAR.
SUATU UPAYA PERBUATAN UNTUK MENYEMBUNYIKAN ATAU
MENYAMARKAN ASAL USUL UANG/DANA ATAU HARTA KEKAYAAN HASIL TINDAK PIDANA
MELALUI BERBAGAI TRANSAKSI KEUANGAN AGAR UANG ATAU HARTA KEKAYAAN
TERSEBUT TAMPAK SEOLAH-OLAH BERASAL DARI KEGIATAN YANG SAH/LEGAL.
AKSI PARA PELAKU TINDAK KEJAHATAN YANG
TERORGANISIR, BISNIS / MENDIRIKAN SUATU ORGANISASI TERTENTU.
WARGA NEGARA LAIN YG TANPA DOKUMEN ATAU PASPOR MASUK KE
NEGARA LAIN DENGAN TUJUAN MELAKUKAN AKSI TEROR, MENCARI SUAKA DLL
TINDAKAN YG DILAK OLEH KELOMPOK
TERTENTU DGN CARA PAKSA DAN TINDAK KEKERASAN SERTA TERORGANISIR.
KEJAHATAN MELALUI JEJARING SOSIAL (INTERNET)
DENGAN CARA PENIPUAN LELANG SECARA ONLINE, PEMALSUAN CEK, PENIPUAN KARTU
KREDIT, PENIPUAN IDENTITAS,

13
1

D.

KEJAHATAN TERHADAP KEKAYAAN NEGARA

1)

KORUPSI

2)

PENYELUDUPAN :

3)

PEMBALAKAN

4)

PENANGKAPAN IKAN SECARA ILEGAL (ILLEGAL FISING) :

5)

PENAMBANGAN LIAR (ILLEGAL MEANING) :

TINDAKAN ITU YANG SECARA TIDAK


WAJAR DAN TIDAK
LEGALMENYALAHGUNAKAN KEPERCAYAAN PUBLIK YANG DIKUASAKAN KEPADA MEREKA
UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN SEPIHAK.
PERBUATAN MEMBAWA BARANG ATAU ORANG SECARA ILEGAL
DAN TERSEMBUNYI, SEPERTI KE DALAM PENJARA, ATAU MELALUI PERBATASAN ANTAR
NEGARA, BERTENTANGAN DENGAN UNDANG-UNDANG CONTOH : NARKOBA, SENJATA API,
MIRAS, SATWA YG DILINDUNGI DLL.

LIAR

(ILLEGAL

LOGING)

KEGIATAN PENEBANGAN,
PENGANGKUTAN DAN PENJUALAN KAYU YANG TIDAK SAH ATAU TIDAK MEMILIKI IZIN
KEJAHTAN YG
DENGAN CARA MENCURI HASIL LAUT YG DILAKUKAN OLH WARGA NEGARA ASING DI
PERAIRAN INDONESIA.
AKTIVITAS YG DILAKUKAN TANPA

MEMILIKI IZIN.

6)

KEJAHATAN EKONOMI / WHITE COLLOR CRIME (PERBANKAN, HAKI) :


KEJAHTAN YG DILAKUKAN OLEH OKNUM / ORANG ORANG YG MEMPUNYAI KEAHILAN
DIBIDANG INI SERTA MEMPUYAI POSISI / JABATAN PENTING ( PENGELAPAN DANA PAJAK,
KECURANGAN DIBIDANG PERKREDITAN, PENIPUAN DLM TRANSAKSI TANAH DLL.

13
1

D. KEJAHATAN YANG BERIMPLIKASI KONTIJENSI


1)

KONFLIK HORISONTAL BERUPA SARA (SUKU, AGAMA, RAS DAN


ANTAR GOLONGAN) : KONFLIK ANTARA INDIVIDU MAUPUN KELOMPOK TERJADI
KARENA MEMILIKI STATUS SOSIAL YANG SAMA, SESAMA KELAS, STRATA, NASIB ATAU
DERAJAT YANG SAMA.

2)

PENGRUSAKAN TEMPAT TEMPAT IBADAH :

3)

UNJUK RASA

4)

PEMEKARAN WILAYAH :

5)

SENGKATA TAPAL BATAS :

TERJADINYA KEJAHATAN INI


KARENA DILATERBELAKANGI OLEH NUANSA KEANEKA-RAGAMAN YANG BERBEDA BAIK
SECARA SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, IDEOLOGI, ETNISITAS, RAS, WARNA KULIT.

ANARKIS DAN HURU HARA :

TERJADINYA KEJAHTAN INI


KARENA DILATARBELAKANGI OLEH MASALAH GOLONGAN, KEPENTINGAN KELOMPOK /
LATAR BELAKANG AGAMA, RAS DLL.
LAMBANNYA PEMBENTUKAN WILAYAH ADMINISTRATIF
BARU DI TINGKAT PROVINSI MAUPUN KOTA DAN KABUPATEN DARI INDUKNYA,
MENGUNDANG REAKSI / TINDAKAN AKSI YG BERLEBIHAN DARI MASYARAKAT KARENA
DI PROVOKASI OLEH PARA PENCETUS PEMEKARAN.
TERJADINYA PERKELAHIAN ANTAR KAMPUNG /
KELOMPOK KARENA MASING - MASING INGIN MEMPERTAHANKAN SISTEM
ATMINISTRATIF SERTA TIDAK MENGIAYAKAN DIPIMPIN OLEH PIMPINAN LAIN KARENA
TERBENTUR DENGAN PERBAIKAN / PERUBAHAN ADMINISTRASI YANG DINILAI MEMAKAN
WAKTU DAN MENGELUARKAN BIAYA.

13
1

E.

GANGGUAN KAMTIBCARLANTAS
KEMACETAN ARUS LALU LINTAS CENDERUNG MENGALAMI PENINGKATAN
SEBAGAI AKIBAT DARI BERTAMBAHNYA JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR
YANG TIDAK SEIMBANG DENGAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA
JALAN KHUSUSNYA DI KOTA MANADO SERTA MASIH RENDAHNYA
KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEMATUHI TERTIB LALU LINTAS.

F.

GANGGUAN KAMTIBMAS NON PIDANA


BERUPA PERISTIWA PERISTIWA KEJADIAN KEJADIAN YANG
MENGAKIBATKAN TERGANGGUNYA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DAN
BUKAN PERISTIWA PIDANA, ADAPUN PERISTIWA / KEJADIAN TERSEBUT
ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
1.BENCANA ALAM BERUPA GEMPA BUMI TEKTONIK/VULKANIK.
2.BENCANA ALAM BERUPA BANJIR DAN TANAH LONGSOR
3.BENCANA ALAM BERUPA ANGIN PUTING BELIUNG
4.BENCANA ALAM BERUPA TSUNAMI / BADAI
5.GUNUNG MELETUS (LOKON, KARANGETANG DAN SOPUTAN)
6.BENCANA ALAM BERUPA KEBAKARAN HUTAN (MUSIM KEMARAU)
7.KECELAKAAN TRANSPORTASI DARAT LAUT DAN UDARA

13
1

MODUS OPERANDI
TERORIS :
1.MEMPUNYAI TINGKAT KEAHLIAN YG TINGGI & MOBILITAS YG CEPAT UTK
BERPINDAH PINDAH
2.MEMPLOTISIR PERMASALAHAN DI MASY
3.TRAMPIL DLM MELAKUKAN KEGIATANNYA
4.MEMILIKI MENTAL PEMBERANI
5.MEMALSUKAN IDENTITAS
6.MEMANFAATKAN KEMAJUAN TEKNOLOGI
7.DILENGKAPI SENPI / HANDAK DLM MELAKUKAN KEGIATANNYA
8.TERORGANISIR & MEMPUNYAI SINDIKAT YG RAPIH & TERSEMBUNYI
9.MEMANFAATKAN KEADAAN GEOGRAFIS SULUT YG DIKELILINGI LAUTAN /
PESISISR PANTAI
10.MENYEWA / MENGONTRAK RUMAH/ KOST TDK JAUH DRI SASARAN /
TERGET

KRIMINALITAS :

1.PELAKU BERKELOMPOK , DUA ATAU LEBIH


2.MOBILITAS, MENGGUNAKAN RANMOR R2 & R4 MAUPUN LEBIH
3.MENGGUNAKAN ALAT BANTU SEPERTI KUNCI PALSU, OBENG DLL
4.MENGGUNAKAN SENPI / SAJAM
5.BERBAUR DI LINGKUNGAN OBJEK
6.MEMASANG PAKU PD TEMPAT2 PEMBERHENTIAN UTK MENGEMPESKAN BAN
KENDARAAN, MENCABUT SELANG BENSIN.
7.PENGHADANGAN KENDARAAN, SELANJUTNYA DI ARAH
8.KORBAN DI BUNTUTI SAMPAI T4 YG SEPI ATAU SAMPAI KE T4 TINGGALNYA
9.KERJA SAMA SOPIR TAXI DENGAN PENJAHAT
20

RESIKO KORBAN
KEJAHATAN
KEMATIAN
CEDERA / LUKA - LUKA
KERUSAKAN / HILANG BARANG
BERHARGA
TRAUMA

SASARAN
KEJAHATAN

ORANG
ORANG
RUMAH
RUMAHKOSONG
KOSONG
PERKANTORAN
PERKANTORAN
BANK
BANK
PEGADAIAN
PEGADAIAN
TOKO
TOKOEMAS
EMAS
ATM
ATM
KENDARAAN
KENDARAANPRIBADI
PRIBADI/ /
DINAS
DINAS(PECAH
(PECAHKACA)
KACA)

DORONGAN
MELAK AKSI

DEMI KEPENTINGAN INDIVIDU / POK


TUNTUTAN EKONOMI
TIDAK PUNYA PEKERJAAN TETAP
KEBIASAAN / MENCARI PERHATIAN
JALAN PINTAS UTK DAPAT UANG.
DORONGAN KAWAN
ADANYA KESEMPATAN

DETEKSI DINI
(DENI)
DAN
DETEKSI AKSI
(DESI)

KEWASPADAA
N DINI
ADANYA PERHATIAN
DARI PEMDA / POLRI
/ TNI DAN POTENSI
MASYARAKAT
LAINNYA

KEPEKAAN
KEPEKAANMASY
MASY
GIAT
SISKAMLING
GIAT SISKAMLING
WAJIB
WAJIBLAP
LAP1X24
1X24JAM
JAM
KESDRN
MELAPKAN
KESDRN MELAPKAN
SETIAP
SETIAP KEJDAN
KEJDAN KPD
KPD
APKAM
APKAM
SISTEM
SISTEMINFORMASI
INFORMASI

KAMTIBMAS
KAMTIBMAS
KONDUSIF
KONDUSIF
22

PROGRAM POLRI DALAM


PENANGANAN
GANGGUAN KEAMANAN
DI WILAYAH SULUT

23

11 PROGRAM PRIORITAS

1.

PROGRAM PENATAAN DALAM PEMBINAAN PERSONEL

2.

PROGRAM PENATAAN KELEMBAGAAN DAN MENINGKATKAN BUDAYA ANTIKORUPSI

3.

PROGRAM PENINGKATAN PROFESIONALISME ANGGOTA POLRI

4.

PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN POLRI DAN PEMENUHAN SARPRAS


KHUSUS

5.

PROGRAM PENINGKATAN PERLINDUNGAN TERHADAP WARGA NEGARA UNTUK


PENINGKATAN RASA AMAN

6.

PROGRAM MEMBANGUN PARTISIPASI PUBLIK DALAM PENGAMANAN LINGKUNGAN

7.

PROGRAM
MENGINTENSIFKAN
KEMENTERIAN/LEMBAGA

8.

MENINGKATKAN PENEGAKAN HUKUM YANG PROFESIONAL, OBYEKTIF DAN BEBAS


KKN

9.

PROGRAM MEMPERSIAPKAN RENCANA PENGAMANAN DAN RENCANA KONTIJENSI


PEMILUKADA SERENTAK

SINERGITAS

POLISIONAL

DENGAN

10. PENGUATAN PENGAWASAN POLRI


11. PROGRAM PELAKSANAAN QUICK WINS POLRI.
24

8 PROGRAM QUICK WINS

QUICK WINS
1PENERTIBAN & PENEGAKAN HUKUM BAGI ORGANISASI RADIKAL & ANTI
PANCASILA
2

PERBURUAN & PENANGKAPAN GEMBONG TERORISME SANTOSO &


JARINGAN TERORISME

AKSI NASIONAL PEMBERSIHAN PREMAN & PREMANISME

PEMBENTUKAN & PENGEFEKTIFAN SATGAS OPS POLRI KONTRA RADIKAL &


DERADIKALISASI (KHUSUS ISIS )

PEMBERLAKUAN REKRUITMEN TERBUKA UNTUK JABATAN DI LINGKUNGAN


POLRI (POLRES, POLDA, MABES POLRI )

POLISI SEBAGAI PENGGERAK REVOLUSI MENTAL DAN PELOPOR TERTIB


SOSIAL DI RUANG PUBLIK

PEMBENTUKAN TIM INTERNAL ANTI KORUPSI (MELIBATKAN UNSUR PUBLIK


DAN KPK)

CRASH PROGRAM PELAYANAN MASYARAKAT : PELAYANAN BERSIH DARI AN

25

10 SATGAS PERKUATAN

1.

SATGAS GELAR KUAT PERSONEL POLRI

2.

SATGAS PREMANISME DAN KEJAHATAN JALANAN

3.

SATGAS BASMI NARKOBA DAN JUDI

4.

SATGAS ANTI KORUPSI

5.

SATGAS SIKAT ILLEGAL FISING

6.

SATGAS KONTRA RADIKAL DAN DERADIKALISASI

7.

SATGAS GAKUM DISTRIBUSI BARANG BERSUBSIDI

8.

SATGAS POLISI BERSIH

9.

SATGAS REKRUITMEN DAN PENEMPATAN TERBUKA

10.SATGAS REVOLUSI MENTAL

26

TUGAS POKOK
PEMDA

POLRI
SESUAI UU NO 2 THN 2002 :
1.MEMELIHARA
KEAMANAN
DAN KETERTIBAN MASY.
2.MENEGAKAN HUKUM
3.MEMBERIKAN
PERLINDUNGAN, YOM DAN YAN
KPD MASY.

S
I
N
E
G
R
I
T
A
S

UU NO 32 THN 2004
MENYELENGGARAKAN
KETERTIBAN UMUM DAN
KETENTRAMAN MASYRAKAT

WUJUDKAN SITUASI KAMTIBMAS


YANG KONDUSIF
27

SINERGITAS
POLRI DAN PEMDA
SECARA BERSAMA-SAMA MELAKUKAN UPAYA UPAYA UNTUK MENGATASI POTENSI
KONFLIK SOSIAL
SECARA BERSAMA-SAMA MELAKUKAN ANTISIPASI MASUKNYA PELAKU TEROR /
TERORISME DGN MELAK PENDATAAN TERHADAP PENDATANG DAN MENGAKTIFKAN
KEMBALI SISTEM WAJIB LAPOR 1 X 24 JAM BAGI PENDATANG.
SECARA BERSAMA-SAMA MELAKUKAN PENDATAAN DAN MONITORING TERHDP
ALIRAN KEPERCAYAAN / AGAMA YG DIANGGAP / DINILAI MENYIMPANG.
MENGAJAK MASY UTK BERPARTISIPASI AKTIF DLM MENJAGA KEAMANAN MELALUI
KEGIATAN SISKAMLING.
SECARA BERSAMA-SAMA MENYELESAIKAN SETIAP PERMASALAHAN YG ADA DI MASY
SECARA DINI AGAR TIDAK BERKEMBANG MENDJ LEBIH BESAR / LUAS.
MELAKUKAN KEGIATAN KEGIATAN PEMBINAAN DAN PENYULUHAN
KPD MASY SECARA BERSAMA-SAMA.
28

Anda mungkin juga menyukai