Anda di halaman 1dari 13

Pengertian Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau


tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan
beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi,
amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan
panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah
gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung
dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik
adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding
terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan
semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di
alam semesta pada level yang berbedabeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu
sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang
dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik
energi

gelombang

digunakan

untuk

mengelompokkan

energi

elektromagnetik.
Ada dua hukum dasar yang menghubungkan gejala kelistrikan dan
kemagnetan. Pertama, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi)
medan magnet. Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar
konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini secara

Michael Faraday,
penemu induksi
elektromagnetik

eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala


induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu
dapat menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk
arus
James Clerk
Maxwell peletak
dasar teori
gelombang
elektromagnetik

listrik.

Gejala

ini

dikenal

sebagai

gejala

induksi

elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara


eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap
oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri

kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.

Dari

kedua

prinsip

dasar

listrik

magnet

di

atas

dan

dengan

mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk
Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa
jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik
maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell
mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan
(menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga
yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.
Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu
dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh
Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere.
Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell melihat
adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat
membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan medan
listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan medan magnet. Jika
proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan medan magnet dan
medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan listrik ini secara
serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah maka ini merupakan
gejala

gelombang.

Gelombang

semacam

ini

disebut gelombang

elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang merambat
dalam ruang.
Pada mulanya gelombang elektromagnetik masih berupa ramalan dari
Maxwell yang dengan intuisinya mampu melihat adanya pola dasar dalam kelistrikan
dan kemagnetan, sebagaimana telah dibahas di atas. Kenyataan ini menjadikan J C
Maxwell

dianggap

elektromagnetik.

sebagai

penemu

dan

perumus

dasar-dasar

gelombang

Teori Maxwell tentang listrik dan magnet meramalkan adanya gelombang

Ramalan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik ternyata benar-benar


terbukti.

Adalah

elektromagnetik

Heinrich
melalui

Hertz

yang

eksperimennya.

membuktikan
Eksperimen

adanya

Hertz

gelombang

sendiri

berupa

pembangkitan gelombang elektromagnetik dari sebuah dipol listrik (dua kutub


bermuatan listrik dengan muatan yang berbeda, positif dan negatif yang berdekatan)
sebagai pemancar dan dipol listrik lain sebagai
penerima. Antena pemancar dan penerima yang ada
saat ini menggunakan prinsip seperti ini.
Melalui eksperimennya ini Hertz berhasil
membangkitkan gelombang elektromagnetik dan
terdeteksi oleh bagian penerimanya. Eksperimen ini
berhasil
diagram skematik eksperimen
Hertz

membuktikan

bahwa

gelombang

elektromagnetik yang awalnya hanya berupa rumusan


teoritis dari Maxwell, benar-benar ada sekaligus

mengukuhkan teori Maxwell tentang gelombang elektromagnetik.

Karakteristik Dan Penerapan Tiap Gelombang Elektromagnetik


1. Gelombang Radio dan Televisi

Gelombang televise yang mempunyai frekuensi sedikit lebih tinggi dari


gelombang radio merambat secara lurus dan tidak dapat dipantulkan oleh lapisan
ionosfer (suatu lapisan dalam atmosfer bumi). Agar dapat ditangkap atau diterima di
suatu daerah yang jauh dari pemancarnya diperlukan adanya stasiun relai atau stasiun
penghubung. Gelombang mikro, gelombang televise, dan gelombang radio dapat
dihasilkan dari rangkaian osilator RLC arus bolak-balik. Gelombang ini juga dapat
dihasilkan pada radiasi matahari hanya yang sampai ke bumi kecil.
2. Gelombang Mikro
Gelombang yang merupakan gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi
yaitu 3GHz Gelombang ini dapat menimbulkan efek pemanasan pada benda yang
menyerapnya. Jadi, jika suatu mekanan menyerap radiasi gelombang mikro maka
makanan tersebut menjadi panas dalam waktu yang sangat singkat. Hal inilah yang
dimanfaatkan dalam oven mikro wave untuk memasak makanan dengan cepat dan
lebih ekonomis. Kegunaan lain dari gelombang ini adalah pada pesawat
RADAR (Radio Detection And Ranging). RADAR digunakan sebagai pemancar dan
penerima gelombang elektromagnetik, posisi atau jarak sasaran dari pemancar radar
dapat ditentukan dengan persamaan berikut.
3. Sinar Infra Merah
Sinar infra merah memiliki daerah dengan jangkauan frekuensi sampai atau
daerah dengan panjang gelombang sampai Sinar infra merah dapat dihasilkan oleh
electron dalam molekul yang bergetar karena dipanaskan. Apabila suatu benda
dipanaskan akan memancarkan sinar infra merah yang jumlah sinarnya bergantung
pada suhu dan warna benda. Dengan menggunakan prinsip ini, suatu satelit pengamat
dapat mendeteksi tumbuh-tumbuhan yang ada di suatu daerah tertentu. Penggunaan
lain sinar infra merah adalah untuk menyelidiki suatu penyakit dalam tubuh dengan
pancaran sinar infra merah atau dapat pula digunakan untuk mengetahui struktur
suatu molekul.
4.Cahaya Tampak
Mempunyai daerah

frekuensi

yang

cukup

sempit

dengan

panjang

gelombang cm sampai cm. sinar tampak memiliki spectrum warna dimulai dari
frekuensi terkecil sampai terbesar yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan

ungu. Warna merah memiliki frekuensi terkecil dan panjang gelombang terbesar
sedangkan warna ungu memiliki frekuensi terbesar dan panjang gelombang terkecil.
Cahaya mutlak digunakan agar mata dapat menangkap atau melihat benda-benda
yang ada di sekitar kita.
5.Sinar Ultra Violet
Sinar ultra violet atau sinar ultra ungu merupakan gelombang elektromagnetik
yang memiliki frekuensi di atas sinar tampak (sinar ungu) dan di bawah sinar-X.
rentang frekuensi adalah antara Hz - Hz. Sinar ini selain dihasilkan oelh radiasi
matahari, juga dapat dihasilkan dari tabung lucutan. Pada tabung lucutan dapat terjadi
penembakan electron pada atom-atom seperti gas Hidrogen, gas Neon, dan gas-gas
mulia yang lain. Sinar ultra violet dapat digunakan dalam teknik spektroskopi yaitu
unutk

mengetahui

kandungan

unsur-unsur

pada

suatu

bahan.

Dalam

perkembangannya sinra ultra violet diketahui dapat mempengaruhi kecepatan


pertumbuhan sel. Sisi negatifnya dapat menyebabkan kanker kulit tapi sisi positifnya
dapat digunakan untuk memicu perkembangan ternak seperti babi.
6.Sinar-x
Dapat dihasilkan oleh electron-elektron yang terletak di bagian dalam kulit
electron atau dapat pula dihasilakn dari pancaran radiasi yang keluar ketika electron
yang berkecepatan tinggi menumbuk permukaan logam.
Sinar-x mempunyai daerah frekuensi Hz sampai atau daerah panjang
gelombang cm sampai cm. dengan panjang gelombang yang pendek dan frekuensi
yang besar, sinra-x mempunyai daya tembus yang kuat. Karena kekuatan daya
tembus ini, sinra-x dapat digunakan untuk memotret susunan tulang dalam tubuh,
misalnya untuk menentukan letak tulang yang patah. Sinar-x pertama kali ditemukan
oleh Wilhelm Conrad Rontgen. Oleh karena itu sering disebut dengan sinar Rontgen.
7.Sinar- Gamma
Dalam spektrumnya, sinar gamma menempati tingkatan dengan frekuensi
terbesar yaitu Hz - Hz. Sifat yang dimiliki sinar gamma adalah energy yang besar
sehingga daya tembusnya sangat kuat. Sinar gamma ditemukan dari radiasi inti-inti
atom tidak stabil yang merupakan pancaran zat radioaktif. Sinar gamma juga dapat
dihasilkan seperti sinar-X yaitu tumbukan electron dengan atom-atom berat seperti

timbal (Pb). Sinar gamma dapat digunakan sebagai system perunut aliran suatu fluida
(misalnya aliran PDAM). Tujuannya untuk mendeteksi adanya kebocoran pipa. Jika
zat radioaktif di bawah ambang batas dideteksi. Sekarang sinar gamma banyak
digunakan sebagai bahan sterilisasi bahan makanan kaleng dan pendeteksi keretakan
batang baja. Radiasi sinar gamma dapat diketahui dengan suatu alat yaitu detector
Geiger Muller
Ciri-ciri Gelombang Elektromagnetik
Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan beberapa ciri gelombang
1.

elektromagnetik adalah sebagai berikut:


Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan,
sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama

2.

dan pada tempat yang sama.


Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus

3.

terhadap arah rambat gelombang.


Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang

4.

transversal.
Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami
peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, dan difraksi. Juga mengalami

5.

peristiwa polarisasi karena termasuk gelombang transversal.


Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik
dan magnetik medium yang ditempuhnya.
Cahaya yang tampak oleh mata bukan semata jenis yang memungkinkan
radiasi elektromagnetik. Pendapat James Clerk Maxwell menunjukkan bahwa
gelombang elektromagnetik lain, berbeda dengan cahaya yang tampak oleh mata
dalam dia punya panjang gelombang dan frekuensi, bisa saja ada. Kesimpulan teoritis
ini secara mengagumkan diperkuat oleh Heinrich Hertz, yang sanggup menghasilkan
dan menemui kedua gelombang yang tampak oleh mata yang diramalkan oleh
Maxwell itu. Beberapa tahun kemudian Guglielmo Marconi memperagakan bahwa
gelombang yang tak terlihat mata itu dapat digunakan buat komunikasi tanpa kawat
sehingga menjelmalah apa yang namanya radio itu. Kini, kita gunakan juga buat

televisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah contoh-contoh dari
radiasi elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat hasil pemikiran Maxwell.
Energi dalam Gelombang Elektomagnetik
Gelombang elektromagnetik merambatkan energinya dalam bentuk medan
listrik dan medan magnetic yang saling tegak lurus satu sama lain.
Kita menganggap bahwa gelombang elektromagnetik adalah suatu gelombang
bidang yang merambat pada sumbu-x, medan listrik E merambat pada sumbu Y, dan
medan magnet B pada sumbu Z. Medan E dan B hanya bergantung pada X dan Y dan
tidak bergantung pada koordinat Y dan Z. Bedsarakan persamaan Maxwell,
penyelesaian terbaik dari gelombang bidang elektomagnetik adalah suatu gelombang
sinusoidal, di mana amplitude E dan B berubah terhadap x dan t sesuai persamaan:
E = cos (kx - )
B = cos (kx )

Contoh penerapan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari


1. Radio
Radio energi adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan kisaran
panjang gelombang dari ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter. Penggunaan
paling banyak adalah komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan sistem radar.
Radar berguna untuk mempelajari pola cuaca, badai, membuat peta 3D permukaan
bumi, mengukur curah hujan, pergerakan es di daerah kutub dan memonitor
lingkungan. Panjang gelombang radar berkisar antara 0.8 100 cm.
2. Microwave
Panjang gelombang radiasi microwave berkisar antara 0.3 300 cm. Penggunaannya
terutama dalam bidang komunikasi dan pengiriman informasi melalui ruang terbuka,
memasak, dan sistem PJ aktif. Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave ditembakkan
kepada sebuah target dan refleksinya diukur untuk mempelajari karakteristik target.

Sebagai contoh aplikasi adalah Tropical Rainfall Measuring Missions (TRMM)


Microwave Imager (TMI), yang mengukur radiasi microwave yang dipancarkan dari
Spektrum elektromagnetik Energi elektromagnetik atmosfer bumi untuk mengukur
penguapan, kandungan air di awan dan intensitas hujan.
3. Infrared
Kondisi-kondisi

kesehatan

dapat

didiagnosis

dengan

menyelidiki

pancaran

inframerah dari tubuh. Foto inframerah khusus disebut termogram digunakan untuk
mendeteksi masalah sirkulasi darah, radang sendi dan kanker. Radiasi inframerah
dapat juga digunakan dalam alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa sepengetahuannya
akan menghalangi sinar dan menyembunyikan alarm. Remote control berkomunikasi
dengan TV melalui radiasi sinar inframerah yang dihasilkan oleh LED ( Light
Emiting Diode ) yang terdapat dalam unit, sehingga kita dapat menyalakan TV dari
jarak jauh dengan menggunakan remote control.

4. Ultraviolet
Sinar UV diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat membunuh kuman-kuman
penyakit kulit.
5.

Sinar X

Sinar X ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran untuk memotret kedudukan
tulang dalam badan terutama untuk menentukan tulang yang patah. Akan tetapi
penggunaan sinar X harus hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat
penggunaan sinar X yang terlalu lama.
Rumus yang lazim digunakan dalam gelombang elektromagnetik

Em
E

c
Bm
B
Hubungan
listrik dg medan magnetik :

antara

kuat

medan

E y Em cos (kx - t)
Bx Bm cos (kx - t)
Dimana:

Dengan :
Em, Bm = nilai max amplitudo medan listrik dan magnetik
c = cepat rambat cahaya

B2
uB
20
Rapat energi listrik dan magnetik dinyatakan dengan :

ue 12 0 E 2

Dengan :
ue = rapat energi listrik (J/m3)
0 = 8,85 x 10-12 C2 N-1m-2
E = kuat medan listrik (N/C)
uB = rapat energi magnetik (J/m3)

B = besar induksi magnetik (Wb/m2)


0 = 4 x 10-7 Wb/A

Intensitas GEM atau laju energi yg dipindahkan melalui GEM disebut


pointing (S).

1
EB Em Bm cos 2 (kx t )

S
ExB S

0
0
0

Dengan intensitas rata-rata :

Em Bm
S
20

HUBUNGAN INTENSITAS GELOMBANG DENGAN ENERGI RATA-RATA

1
E
B

0 0
c

Dengan menggunakan hubungan

da
n

rapat energi magnetik adalah

B2
E 2 / c 2 E 2 0 0 1
uB

0 E 2 ue
20
20
20
2

B2
u u B ue 2u B
0
Rapat energi total adalah

Rapat energi total rata-rata adalah

E B
u m m
2 0c

P E B
E
cB
S I m m m m
A
20
2 0c 2 0

Intensitas
gelombang
(laju
energi rata2 per m ) yg dipindahkan melalui GEM sama dg rapat enrgi
rata2 dikalikan dengan cepat rambat cahaya.
2

S cu

Dengan :
I = intensitas radiasi (W/m2)
S = intensitas gelombang = laju energi rata2 per m 2 (W/m2)
P = daya radiasi (W)
A = luas permukaan (m2)

Jika mediumnya adalah ruang hampa maka cepat rambat gelombang


elektromagnetik memenuhi persamaan:
=

1
00

Keterangan:
c= cepat rambat gelombang (3 X
108 m/s)
= frekuensi gelombang (Hz)
= panjang gelombang (m)

c =

DAFTAR PUSTAKA

http://syahrunicorlettasoler.blogspot.com/2012/06/makalah-fisika-kelasxgelombang.html diunggah pada 26 agustus 2015.


Tugas makalah gelombang elektromagnetik fauzan fakhrul arifin. Diunggah
pada tanggal 26 agustus 2015.