Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka konseptual FASB merupakan kulminasi dari upaya-upaya sebelumnya


oleh berbagai pihak badan dan komite mulai dari Komite Eksekutif AAA sampai
Komite TrueBlood. Komponen-komponen tersebut berkaitan secara logis dan koheren
serta menggambarkan tahapan proses perekayasaan pelaporan keuangan. Kerangka
konseptual FASB memuat empat komponen konsep utama yaitu:
1) Tujuan Pelaporan Keuangan (Bisnis dan Non Bisnis)
Tujuan merupakan komponen utama RK. FASB berusaha untuk melekatkan tujuan
fungsional akuntansi dengan memfokuskan pada investor dan kreditor sebagai pihak
dominan yang dituju. Pemfokusan tersebut didasarkan atas konteks lingkungan di
Amerika. Secara implisit RK FASB disusun dalam rangka membantu pencapaian
tujuan ekonomik nasional. Keputusan investasi dan kredit adalah keputusan yang
ingin dilayani oleh penyediaan informasi melalui pelaporan keuangan. Tujuan
pelaporan keuangan bisnis terdiri dari:
a) Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para
investor dan kreditor dan pemakai lain, dalam membuat keputusan-keputusan
investasi dan kredit.

Isi tujuan: sebenarnya bukan merupakan tujuan pelaporan tetapi lebih


merupakan tingkat atau syarat pengetahuan para pemakai yang diacu.
Tingkat pengetahuan ini penting untuk menentukan seberapa luas dan rincia
informasi atau penjelasan harus disajikan.

b) Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para


investor dan kreditor dalam menilai jumlah, saat terjadi, dan ketidakkpastian
penerimaan kas mendatang.

Isi tujuan: Merupakan pernyataan kembali tujuan dalam kalimat pertama


tetapi dari sudut pandang badan usaha. Tujuan (b) merupakan dampak
persepsi investor dan kreditor terhadap kemampuan badan usaha untuk
menciptakan kas yang cukup untuk mendanai operasina dan membayar
kewajibannya kepada investor dan kreditor akan mempengaruhi harga pasar
sekuritas badan usaha dan pada gilirannya mempengaruhi aliran kas ke
investor dan kreditor (bila sekuritas dijual).

c) Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi tentang sumber-sumber daya


ekonomik,

klaim

terhadap

sumber-sumber

tersebut

(kewajiban

untuk

mentransfer sumber daya ekonomik ke entitas lain dan ekuitas pemilik), dan
akibat-akibat perubahan-perubahannya.
Untuk organisasi nonbisnis, tujuan pelaporan adalah melayani berbagai keputusan
rasional tentang alokasi dana ke organisasi nonbisnis.
2) Karakteristik kualitatif informasi
Tujuan pelaporan menentukan karakteristik kualitatif informasi Primer (utama) yang
harus disedikan. Agar bermanfaat, informasi akuntansi harus berpaut dengan
keputusan (relevan) dan terandalkan (reliabilitas).
a) Keberpautan (Relevan) adalah kemampuan informasi untuk membantu pemakai
dalam membedakan beberapa alternative keputusan sehingga pemakai dapat
dengan mudah menentukan pilihan. Bila dihubungkan dengan tujuan pelaporan,
keberpautan adalah kemampuan informasi untuk membantu dalam:

Nilai Prediksi kemampuan informasi untuk membantu pemakai dalam


meningkatkan

profitabilitas

bahwa

harapan-harapan

pemakai

akan

munculan/hasil suatu kejadian masa lalu atau datang akan terjadi.

Nilai Balikan (Feedback Value) kemampuan informasi untuk membantu


pemakai dalam mengkonfirmasi dan mengkoreksi harapan-harapan pemakai
di masa lalu.

Ketepatwaktuan (Timeliness) tersedianya informasi bagi pembuat


keputusan pada saat dibutuhkan sebelum informasi tersebut kehilangan
kekuatan untuk mempengaruhi keputusan.

b) Keterandalan (Reliabilitas) adalah kemampuan informasi untuk member


keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid. Keterandalan terbagi
menjadi:

Ketepatan Penyimbolan (Representational Faithfulness) kesesuaian atau


kecocokan antara pengukur atau deskripsi dan fenomena yang diukur atau
dideskripsi.

Keterujian (verifiabilitas) kemampuan informasi untuk memberi keyakinan


bahwa

informasi

merepresentasi

apa

yang

dimaksuddkan

untuk

direpresentasi sesuai dengan consensus atau bahwa cara pengukuran yang


dipilih telah diaplikasi tanpa ada kesalahan bias.

Netral ketidakberpihakan pada grup tertentu atau ketidakbiasan dalam


perlakukan akuntansi.

Keberpautan dan Keterandalan merupakan kualitas yang harus ada dan melekat pada
tiap informasi. Terdapat saling-korban antara kedua kualitas tersebut tetapi
penekanan pada salah satu kualitas tidak berarti meniadakan kualitas yang lain.
Karakteristik kualitatif merupakan suatu hierarki yang menjadi dasar untuk
menentukan apakah suatu informasi akan disajikan melalui statemen keuangan atau
media pelaporann lainnya.
Terdapat karakteristik kualitatif informasi sekunder yaitu:
a) Keterbandingan (Comparabilitas) kemampuan informasi untuk membantu para
pemakai mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara du perangkat
fenomena ekonomik.
b) Konsistensi
3) Elemen statemen keuangan
Atas dasar tujuan pelaporan dan kualitas informasi, harus diidentifikasi fenomena
atau realitas dan disimbolkannya secara tepat melalui statemen keuangan. Elemen
Statemen keuangan adalah makna (meaning) atau konstruk yang sengaja ditentukan
untuk merepresentasi realitas kegiatan perusahaan sehingga orang dapat
membayangkan realitas tersebut tanpa harus menyaksikan sendiri secara fisis
kegiatan tersebut.
Elemen-elemen statemen keuangan memuat informasi semantic yang berpaut
dengan keputusan investasi dan kredit yaitu: (1) Posisi Keuangan, (2) kemampuan
melaba, (3) kinerja manajemen dan (4) pertanggungjawaban manajemen. Elemenelemen spesifik sebagai berikut:
a) ASET Manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti (probable) yang
diperoleh atau dikuasai oleh suatu entitas sebagai hasil transaksi atau kejadian
masa lalu.

b) KEWAJIBAN Pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti


yang timbul dari keharusan (obligations) sekarang suatu entitas untuk
mentransfer aset atau menyerahkan jasa kepada entitas lain di masa datang
sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu.
c) EKUITAS ATAU ASET BERSIH Hak residual terhadap aset suatu entitas
yang masih tersisa setelah mengurangi aset dengan kewajibannya. Dalam suatu
badan usaha, ekuitas dalah hal kepemilikan. Dalam organisasi nonbisnis, aset
bersih dibagi menjadi tiga golongan atas dasar ada tidaknya pembatasan tetapandonor yaitu: aset bersih terbatas permanen, terbatas sementara, dan tak terbatas.
d) INVESTASI OLEH PEMILIK kenaikan dalam ekuitas suatu badan usaha
sebagai akibat dari transfer ke suatu badan usaha dari entitas lain sesuatu yang
bernilai untuk mendapatkan atau menaikan hak kepemilikan (atau entitas) di
dalamnya. Aset yang diterima dari investasi oleh pemilik pada umumnya berupa
aset, tetapi yang diterima meliputi pula berupa jasa atau pelunasan atau konversi
kewajiban badan usaha bersangkutan.
e) DISTRIBUSI KE PEMILIK penurunan dalam ekuitas suatu badan usaha
sebagai akibat pentranferan aset, penyerahan jasa, dan penimbulann kewajiban
oleh badan usaha tersebut kepada pemilik. Distribusi ke pemilik mengurangi hak
pemilikan atas ekuitas dalam suatu badan usaha.
f) LABA KOMPREHENSIF perubahan dalam ekuitas suatu badan usaha selama
suatu periode yang berasal dari transaksi dan kejadian lain dan kondisi dari
sumber-sumber nonpemilik. Suatu badan usaha meliputi semua perubahan
dalam ekuitas selama periode kecuali perubahan yang diakibatkan oleh investasi
oleh pemilik dan distribusi ke pemilik.
g) PENDAPATAN aliran masuk aset atau kenaikan aset lainnya pada suatu
entitas atau penyelesaian/pelunasan kewajiban entitas tersebut dari penyerahan
atau produksi barang, pemberian/penyerahan jasa, atau kegiatan lain yang
membentuk operasi sentral atau utama dan berlanjut dari entitas tersebut.
h) BIAYA aliran keluar aset atau penyerapan aset lainnya pada suatu entitas atau
penimbulan kewajiban entitas tersebut (atau kombinasi keduanya) dari
penyerahan atau produksi barang, produksi barang, pemberian/penyerahan jasa,

atau kegiatan lain yang membentuk operasi sentral atau utama dan belanjut dari
entitas tersebut.
i) UNTUNG kenaikan dalam ekuitas (aset bersih) yang berasal dari transaksi
peripheral (ikutan) atau incidental (kala-kala) suatu entitas dan dari semua
transaksi atau kejadian atau keadaan lain yang mempengaruhi entitas tersebut
kecuali kenaikan sebagai akibat dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
j) RUGI -- Penurunan dalam ekuitas (aset bersih) yang berasal dari transaksi
peripheral (ikutan) atau incidental (kala-kala) suatu entitas dan dari semua
transaksi atau kejadian atau keadaan lain yang mempengaruhi entitas tersebut
kecuali penurunan sebagai akibat dari biaya atau distribusi oleh pemilik.
k) Aliran Kas dari Kegiatan Operasi aliran kas bersih (masuk dan keluar) yang
berkaitan dengan kegiatan yang meliputi semua transaksi dan kejadian yang
bukan termasuk dalam kegiatan investasi dan pendanaan.
l) Aliran Kas dari Kegiatan Investasi aliran kas bersih (masuk dan keluar) yang
berkaitan dengan kegiatan yang meliputi pemberian dan pelunasan pinjaman dan
pemerolehan dan penjualan instrumen utang atau ekuitas, gedung, pabrik,
perlengkapan dan aset produktif lainnya yaitu aset yang dipeliharaan atau
digunakan dalam produksi barang atau jasa oleh badan usaha.
m) Aliran Kas dan Kegiatan Pendanaan aliran kas bersih (masuk dan keluar) yang
berkaitan dengan kegiatan yang meliputi pemerolehan dana dari pemilik dan
pemberian imbalan, kemablian investasnya.
Aset, kewajiban dan ekuitas sebagai elemen posisi keuangan dapat berubah akbat
tiga hal yaitu:
a) KEJADIAN (EVENT) terjadinya suatu perkara atau urusan yang mempunyai
konsekuensi terhadap suatu entitas
b) KEADAAN (CIRCUMSTANCES) suasana atau seperangkat kondisi yang
berkembang suatu kejadian yang berkulminasi pada situasi yang tidak terduga
atau sulit diduga.
c) TRANSAKSI adalah salah satu bentuk kejadian eksternal yang melibatkan
transfer sesuatu yang bernilai (manfaat ekonomik masa datang) antara deua
entitas atau lebih.

4) Pengukuran dan Pengakuan (termasuk penggunaan nilai sekarang)


Elemen-elemen statemen keuangan harus diukur untuk membentuk informasi
semantic yaitu (1) elemen (object), (2) ukuran (size) dan (3) hubungan
(relationship). Atribut elemen harus diidentifikasi dan artibut pengukuran yang
sesuai dipilih untuk mendapatkan ketepatan penyimbolan.
PENGUKURAN adalah penentuan besarnya unit pengukur yang akan dilekatkan
pada suatu objek yang terlibat dalam transaksi, kejadian, dan keadaan untuk
merepresentasi makna (atribut) objek tersebut sehingga dua objek atau lebih dapat
dibedakan dan diperbandingkan atas dasar makna tersebut.
FASB mengidentifikasi atribut pengukuran yang sekarang diterapkan dan masih
dapat dilanjutkan penggunaanya yaitu:
a) Kos Historis atau Perolehan Kas Historis (Historical Cost)
b) Kos Sekarang (Current Cost)
c) NIlai Pasar Sekarang (Current market value)
d) Nilai terealisasi/penulasan neto (net realizable/settlement value)
e) Nilai sekarang atau diskon aliran kas masa datang (present or discounted value
of future cash flows)
Setelah elemen diukur, apakah elemen harus disajikan melalui statemen keuangan
atau media pelaporan yang lain. Oleh karena itu diperlukan pengakuan atas elemen
yang dipilih, pengukuran yang tepat, karakteristik kualitatif. Empat criteria
pengakuan utama (fundamental) adalah (1) Definisi, (2) Keterukuran, (3)
Keberpautan dan (4) Keterandalan dalam lingkup kualitas informasi batas atas
(benefit > kos) dan batas bawah (materialitas).
Karena investor dan kreditor dianggap berkepentingan dengan aliran kas masa
datang, nilai sekarang dapat digunakan dalam pengukuran akuntansi untuk menangkap
perbedaan ekonomik antara sehimpunan aliran kas masa datang. Tujuan nilai sekarang
dalam pengukuran akuntansi adalah untuk mengestimasi nilai wajar apabila jumlah nilai
rupiah bentukan pasar tidak teramati (kalau pasar nyata ada) atau apabila memang tidak
ada pasar nyata untuk suatu barang. Jadi bila terdapat harga pasar, nilai sekarang dapat
digunakan untuk menentukan nilai wajar. Bila nilai sekarang harus digunakan, prinsipprinsip umum harus dipenuhi untuk menghasilkan nilai wajar yang valid.