Anda di halaman 1dari 8

Industri Kosmetika

Kosmetika : Bahan atau sediaan yang dimaksudkan utk digunakan pada bagian
luar tubuh manusia ,gigi atau mukosa mulut.
Tujuan : membersihkan , mewangikan , mengubah penampilan dan atau
membersihkan bau badan atau melindungi dan memelihara tubuh pada kondisi
baik.
Pemakai kosmetik adalah manusia segala umur : bayi, anak anak. dewasa , lansia.
Kosmetik tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu
penyakit dan tidak mempengaruhi struktur dan faal kulit. Obat adalah bahan utk
diagnosa , pengobatan dan pencegahan suatu penyakit dan tidak mempengaruhi
struktur dan faal kulit
Produk kosmetik adalah gabungan dari beberapa macam ingredient yang
berbeda sifat fisika dan kimia nya. Formulasi kosmetik tidak hanya sekedar
melakukan pencampuran semua ingredients, tapi harus terjadi ikatan chemistry
bersama dari semua ingredient . Tanpa chemistry disebut hanya campuran dan
bukan formulasi . Filosofi dasar dari formulasi kosmetik adalah sama seperti
membuat masakan , jadi seorang formulator harus memiliki cita rasa yang baik.

Penggolongan & Kategori kosmetika


Penggolongan :
1. Kosmetik golongan I
Kosmetik utk bayi, sekitar mata , rongga mulut, mukosa lain,
mengandung bahan dgn
persyaratan, belum diketahui fungsi dan keamanan
2. Kosmetik golongan II
S elain kosmetik golongan I
Catatan :
Cosmeceutical , Cosmetic active

Kategori kosmetik

Sediaan untuk :
1.Bayi
2. Mandi
3. Kebersihan badan
4. Cukur
5. Wangi wangi an
6. Rambut
7. Pewarna rambut
8. Rias mata
9. Rias wajah
10. Perawatan kulit
11. Mandi surya dan Tabir surya
12. Kuku
13. Higiena mulut

Penggolongan bahan baku berdasarkan peraturan Indonesia


a. Lampiran 1 : Daftar bahan yang diizinkan
digunakan dalam kosmetik dengan
pembatasan dan persyaratan
penggunaan ( 109 ).
b. Lampiran 2 : Daftar zat warna yang
diizinkan digunaan dalam kosmetik (157)
c. Lampiran 3 : Daftar pengawet yang
diizinkan digunakan dalam kosmetik
dengan persyaratan penggunaan dan
kadar maksimum yang diperbolehkan
dalam produk akhir (55)
d. Daftar bahan tabir surya yang diizinkan digunakan dalam kosmetik dengan
persyaratan kadar maksimum dan persyaratan lainnya ( 24)
e. Daftar bahan,zat warna , zat pengawet dan bahan tabir surya yang dilarang
digunakan dalam kosmetik ( 421)

Penggolongan bahan baku kosmetik berdasarkan fungsi nya .

a. Perawatan kulit :
. Bodifying ( minyak & lemak )
. Emulsifyer
. Pelarut
. Surfactan
. Pengawet
. Cleanser
. Astringent
. Moisturizer
. Bahan berkhasiat
. Pengental
. Pearlizing agent
. Anti oksidant
. Tabir surya
. Scrubb
. Pewarna
b. Perawatan rambut :
. surfaktans
. pewarna
. pelurus
. antistatik
c. Make up / Tata rias
. bahan pewarna
. anti caking
. minyak /lemak

. pengawet
. pengkriting
. pelembab
. bahan berkhasiat

.filler / pengisi
. binder/ pengikat
. pengawet

Sumber bahan baku kosmetik


Sumber bahan baku kosmetik
1. Alami :
Nabati ( ekstrak tanaman, wangi an,lemak , atsiri )
Hewani (lemak hewan , wangi an, collagen, lilin ,madu )
Mineral (kaolin , TiO2 , Mineral oil , mika )
Marine (algae , minyak ikan , kulit kerang )
2. Hasil sintesa :
. Sintesa kimia ( polymer , pengawet , tabir surya )
Rekayasa Biotek( contoh : xanthan gum )

Penggolongan bahan kosmetik berdasarkan sifat sifat nya :

Flammable
Hygroskopik
Rentan thd suhu tinggi
Oksidator kuat / reduktor kuat
Korosif
Toksik / Nocif( B3 )
Berbahaya bagi lingkungan

Pemilihan bahan baku dalam pembuatan kosmetik ,dikaitkan dengan aspek :


peraturan tentang yang berlaku
keamanan kosmetik
manfaat kosmetik
mutu produk
komersial
tehnik pembuatan
mikrobiologi
toksisitas
keagamaan
Penanganan bahan baku di pabrik .
. Penerimaan & penghitung
.Sampling
. Karantin
. Identitas & pemberian no bets
. Pengujian ( fisika, kimia dan
mikrobiologi)
. Penyimpanan sesuai status bahan baku
. Pemakaian FIFO / FEFO
. Penimbangan bahan baku utk pengolahan
. Rejection & Obsolete
. Destruction

Zat warna kosmetik kimiawi

Penamaan :
Drug and Cosmetic ( D&C )
. Food ,Drug and Cosmetic (FD & C )
. Tanpa klasifikasi
CI = Color Index
Misal CI 10200 DC Green1 ,Naphtol Green
Bahan pewarna termasuk positive List

Kelompok zat warna


Dye ( zat warna celup ) : termasuk kategori zat organik dan terlarut dalam air atau
minyak. Dye memberikan warna transparan seperti pada pewarnaan makanan.
Pigmen : dapat merupakan senyawa organik atau anorganik . Pigmen tidak dapat
larut dalam minyak ataupun air, tetapi dapat disebarkan secara mikroskopik
sehingga tampak seperti terlarut .
Lake : merupakan pigmen anorganik , merupakan bentuk lain dari dyes yang tidak
dapat larut dalam air . Lake lebih stabil daripada dyes dan cukup ideal utk
pewarna produk yang mengandung lemak dan minyak atau bahan lain yang
kurang lembab. Ada beberapa bentuk garamnya , misal Aluminium, Calsium dan
Sodium
Oksida : dapat diperoleh secara alami atau disintesa.Contohnya adalah FeO,
Fe2O3 dan Fe3O4

Pearlizing :
zat warna yang tersendiri yang sering disebut sebagai mika. Digunakan
untuk memperoleh effek glittering . Effek warnanya diperoleh antara refleksi,
refraksi dan transmisi sinar yang bila bertemu dengan bahan atau senyawa yang
transparan atau bening akan menghasilkan warna dengan indeks refraksi yang
tinggi
Fragrance dan Perfume
Sumber fragrance dan perfume dapat berasal dari :
a. Alami
. Binatang ( musk,amber,civet,castoreum )
. Bunga ( melati, mawar , kenanga dll )
. Buah buahan ( jeruk , adas , pisang dll )
. Rempah ( cengkeh, pala , kayu manis dll )
. Herba ( nilam , rimpang jahe dll )
b. Hasil sintesa kimia
Visualisasi Fragrance
Top note

: bagian yang tercepat menguap ,


merupakan aroma awal dari fragrance.
Middle note : bagian yang kecepatan menguapnya
sedang
Bottom note : bagian yang paling lambat
menguap,merupakan karakter dari
fragrance tsb .
Faktor faktor yang berpengaruh terhadap kualitas bahan baku:
1.Spesifikasi bahan baku ( sifat fisika ,kimia dan mikrobiologi )
2.Masa kedaluarsa / validity date
3.Cara dan kondisi penyimpanan
4.Kemungkinan terjadinya kontaminasi
Acuan kualitas yang digunakan .
. Certicate of analysis dan Product
spesification dari supplier / manufacturer
Referensi penunjang
. Farmakope Indonesia
. Kodeks Kosmetik Indonesia (1980 )
. CTFA Cosmetic Ingredient Handbook
. USP ( United States Pharmacopeia )

. BP ( British Pharmacopeia )
. Standard Internal perusahaan
. Referensi lainnya
Pengujian bahan baku
. Data spesifikasi bahan baku keluaran pabrik
pembuat
. Penetapan parameter kritis yg harus diuji
. Metoda analisis
. Data literatur penunjang
. MSDS
. Nomor Lot / bets sample
. Data pabrik / supplier
Parameter Uji bahan baku :
Air : Organoleptik
pH
Kandungan mineral
Konduktivitas
Mikrobiologi
Lilin / Wax : Organoleptik
Bilangan asam
Bilangan penyabunan
Titik leleh
Pengawet : Organoleptik
Jenis pengawet
Kadar bahan pengawet
pH.
Parfum
Organoleptik
Indeks bias
Berat jenis
Profil kimia ( Gas kromatografi / Infra Red Spectro
Zat warna
Organoleptik
Intensitas warna
Susut pengeringan
Ukuran partikel
Masa kedaluwarsa bahan baku

.Batas kedaluwarsa masing masing bahan baku sangat bervariasi tergantung pada
jenis bahan bakunya dan pada umumnya ditetapkan oleh pabrik pembuat .
.Bahan baku akan dianggap sudah tidak layak apabila salah satu spesifikasi yang
penting yang tercantum dalam standar bahan baku sudah tidak sesuai lagi dengan
acuan standar.
.Harus dilakukan pengujian secara berkala
.Masa kedaluwarsa dari supplier berlaku bila wadahnya belum terbuka.

Kesimpulan :
Pengenalan yang mendalam tentang bahan baku kosmetik, diharapkan
dapat membantu agar pemilihan dan penanganan bahan baku kosmetik dilakukan
secara optimal dan terjangkau.
Pemahaman yang baik terhadap karakteristik setiap bahan baku akan
menghasilkan produk kosmetik yang stabil, bermutu tinggi , bermanfaat serta
aman bagi konsumen dan karyawan yang menangani nya.kosmet