Anda di halaman 1dari 17

WP (Work Preparation)

Oleh :

Ahmad Mundakir
(13503244011)

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKLUTAS TEKNIK UNY

2013/2014

Mengasah Pahat
Alat-Alat yang
Dibutuhkan

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Mesin Gerinda tangan (gerinda duduk)


Dreaser
Coolant (air pendingin)
Kacamata
Benda kerja
Befel protector

Langkah kerja
yang dilakukan

1.

Sudut pertama yang dibikin adalah sedut 8 drajat pada sudut


bebas sisi.
Gerinda benda kerja bagian sisi samping kanan hingga
membentuk sudut
kemiringan 8 drajat dan menghasilkan gerindaan yang
sebidang,pada saat
proses penggerindaan benda kerja di miringkan ke atas sedikit
suaya sudut
bawah tergerinda dahulu dan menghasilkan sudut yang di
inginkan.
Membentuk sudut tatal 14 drajat pada bagian atas pahat.
sama seperti proses sebelumnya,proses penggerindaan yang
dimiringkan agar
yang tergerinda yang bagian bawah dulu.
Membentuk sudut bebas muka,dimana sudut ini dapat terbentuk
apabila
proses penggerindaandan pembacaan gambar yang benar,sebab
sudut ini akan
menghasilkan bentuk dan fungsi pahat.
Proses penggerindaan sudut bebas muka ini dengan cara
memiringkan benda
keatas dan kesamping kiri,sehingga pada saat digerinda benda
kerja bagian
bawah dan samping kanan akan tergerinda lebih dulu dan akan
menghasilkan
pahat yang diharapkan.

2.

3.

Catatan

Poros Lurus

Untuk menggerinda membentuk pahat,jangan sekali-kali


menggunakan saruang
tangan,karena tangan kita tidak dapat merasakan panasnya
benda kerja yang
telah panas,sehingga pahat yang dihasilkan akan gosong dan
tidak tajam karena
terlalu panas.

Alat-Alat yang
Dibutuhkan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Memeriksa
keadaan mesin

1.
2.
3.
4.

Proses dengan
cermat dan teliti

1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.

8.
9.

Mesin bubut
Kunci-kunci perlengkapan mesin bubut
Coolant (air pendingin digunakan apabila proses pemakanan
banyak dan tebal)
Kacamata
Benda kerja
Kaliper
Alat pendukung mesin
Pahat-pahat yang digunakan

Kecepatan putaran
Kecepatan pemotongan (feeding)
Poros transportir
Fungsi tombol-tombol yang ada pada mesin
Memaca job sheet untuk mengetahui bentuk benda dan ukuran
benda yang akan dihasilkan
Priksa ukuran benda kerja untuk mengetahui apakah bisa di
kerjakan
Lakukan proses dengan mencekam benda kerja kurang lebih 1/4
bagian dari benda kerja, pencekaman benda kerja dilakukan
dengan kuat dan senter atau tidak oleng.
Seting Rpm jika belum sesuai,Rpm yang digunakan untuk rafing
atau pengasaran 270-300Rpm
Nyalakan mesin dan lakukan bor senter terlebih dahulu dengan
kecepatan putaran 300Rpm
bor senter dilakukan dengan kedalaman kurang lebih 5 mm
Pasang pahat tepi rata untuk mengerjakan
Lakukan facing untuk meratakan ujung benda dan sebagai
basicpengukuran panjang benda
Lakukan rafing ataupun pemotongan kasar,jika raving dengan
makanan tebal gunakan. Senter jalan untuk penyangga benda
supaya tidak rusak ataupun terjadi kesalahan. Rafing dilakukan
secara bertahap atau tidak sekaligus,supaya benda tidak rusak
tau cacat. Untuk mendapatkan hasil bubutan yang halus, sisakan
0,3 melebihi diameter jadinya, kelebihan ukuran diameter 0,3 ini
dapat digunakan untuk finishing dengan cara melakukan feeding
yang lambat dan putaran yang relatif lebih cepat kurang lebih
600Rpm.
Setelah diameter yang diinginkan terbentuk, lakukan cemper
pada tepi beda kerja untuk menghilangkan ketajaman benda dan
untuk tampilan yang lebih rapi.
Balik benda kerja dan cekam 3/4 dari benda yang sudah di bubut
rapi,hal ini di lakukan agar benda kerja center terhadap hasil
bubutan dan tidak terjadi step atau bubutan bertingkat.

11
.

Sama seperti diawal,lakukan bor center terlebih dahulu.


Kemudian, lakukan facing untuk meratakan ujung benda dan
sebagai basicpengukuran panjang benda.

12
.

Lakukan rafing ataupun pemotongan kasar, jika rafing dengan


emakanan tebal gunakansenter jalan untuk penyangga benda
supaya tidak rusak ataupun terjadi kesalahan. Rafing dilakukan
secara bertahap atau tidak sekaligus,supaya benda tidak rusak
tau cacat. Untuk mendapatkan hasil bubutan yang halus,sisakan
0,3 melebuhi diameter jadinya, kelebihan ukuran diameter 0,3
ini dapat digunakan untuk finishing dengan cara melakukan
feeding yang lambat dan putaran yang relatif lebih cepat kurang
lebih 600Rpm.

13
.
14
.

Setelah diameter yang diinginkan terbentuk,lakukan cemper


pada tepi beda kerja untuk menghilangkan ketajaman benda dan
untuk tampilan yang ebih rapi.
Setelah benda jadi dan sesuai dengan yang di inginkan,lepas
benda dan lakukan pengecekan

Alat-Alat yang
Dibutuhkan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

Mesin frais
Kelengkapan mesin
Coolant (air pendingin)
Kacamata
Benda kerja
Kaliper
Ragum
Pararel
Pisau frais
Kikir
Penyiku
Palu karet

Memeriksa dan
menyiapkan
mesin

1.
2.
3.
4.
5.

Periksa Spindel-spindel
Periksa semua tombol
Periksa kecepatan putaran
Pasang pisau yang akan digunakan ada arbor
pasang ragum dengan keadaan sejajar dengan eretan

Langkah-Langkah
pengerjaan

1.
2.
3.

Baca gambar kerja dan perhatikan ukuran-ukurannya


Priksa ukuran dan kesikuan bensakerja
Lakukan pemasangan benda kerja pada ragum dengan
menjepitkan 3/4 bagian benda. Benda dipasang pada tengahtengah ragum,supaya pencekaman ragum kuat dan kondisi
ragum tetap bagus atau tidak kendor. Benda kerja dipasang dan
disikukan dengan bibir ragum menggunakan penyiku.

Kubus

Setting 0 (nol) pada benda dilakukan dengan cara naikkan benda


mendekati pisau secara perlahan, perhatikan dan fokus pada
penyetingan, apabila pada spindel sudah terasa menyentuh atau
terlihat benda sudah terpotong oleh benda maka hentikan
pemutaran tuas, lalu seting tuas pada posisi 0(nol).

5.

Bebaskan benda kerja ke samping ataupun ke depan dan ke


belakang. Naikkan benda kerja atau tambahkan kedalaman untuk
pemotongan rafing atau kasar
Sama dengan pembubutan rafing dilakukan secara bertahap tapi
ada juga bedanya yaitu rafing yang di lakukan pertamakali
dilakukan hanya untuk membentuk kehalusan dan untuk
membuat basic dari kubus tersebut,setelah halus dan rata putar
kubus sehingga bagian yang sudah difrais berada pada mulut
ragum yang tetapdan ada satu bidang yang bergeser .
Setelah selesai dan akan memutar lagi benda maka kikirlah dulu
bagian tepi benda, selanjutnya lepas bendda dari ragum dan ukur
tinggi basik dengan bidang yang sejajar. Setelah mengetahui sisa
ukurannya,barulah benda kerja diputar sehingga basic berada
dibagian bawah dan bidang kedua hasil frais ke 2 berada pada
rahang tetap ragum.
Pemasangan benda kerja harus tegak lurus dan siku di setiap
sisinya,tempelkan sisi bidang ke dua dengan keadaan dan benarbenar flet,brgitu juga dengan basiknya. Jika basic dan sisi bidang
ke 2 sudah flet maka bisa di bilag siku dan akan menghasilkan
kubus yang siku ataupun kubus yang sempurna
Penefraisan bidang ke 3 ini sama seperi bidang ke 2,Lakukan
seting 0(nol) dan lakukan pemotongan sisa ukuran dari
pemotongan bidang basic,lakukan secara bertahap.
Jika ukuran yang di inginkan sudah terpenuhi hentikan putaran
pisau dan krmbali
lakukan deburing pada tepi-tepi bidang setelah di frais,lakukan
pengecekan ukuran dan lakukan pengukuran terhadap bidang ke
2 dengan bidang yang sejajar,setelah itu putar benda sehingga
bidang ke 3 berada pada rahang tetap ragum,dan bidang ke 4
berada diatas dan siap untuk dilakukannya proses,seting 0(nol)
terlebih dahulu, lakukan pemotongan sisa ukuran dari bidang ke 2
dengan pemotongan yang bertahap.
Setelah ukuran yang diinginkan didapat,maka lakukan deburing
pada tepi-tepi
benda dan lakukan pengecekan ukuran serta kesikuan benda.
bersihkan mesin dari kotoran ataupun bram yang masih
menempel pada mesin
dan lap mesin dengan majun supaya mesin lebih bersih.

6
.

7
.

8.

9
.
1
0.

1
1.
1
2.

Tangkai Penindih

Alat-Alat yang
Dibutuhkan

Menyiapkan dan
memeriksa
mesin

Langkah langkah kerja

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

Mesin frais
Kelengkapan mesin
Coolant (air pendingin)
Kacamata
Benda kerja
Kaliper
Ragum
Pararel
Pisau frais
Kikir
Penyiku
Palu karet

1. Periksa Spindel-spindel
2. Periksa semua tombol
3. Periksa kecepatan puta
4. Pasang pisau yang akan digunakan ada arbor
5.pasang ragum dengan keadaan sejajar dengan eretan

1.
2.
3
.
4.

5.
6.

Priksa ukuran dan kesikuan bensakerja


Lakukan pemasangan benda kerja pada ragum dengan
menjepitkan 3/4 bagian benda
Benda dipasang pada tengah-tengah ragum,supaya pencekaman
ragum kuat dan
Kondisi ragum tetap bagus atau tidak kendor. Benda kerja dipasan
dan disikukan dengan bibir ragum menggunakan penyiku,
Jauhkan benda dengan pisau dan nyalakan mesin,disaat pisau
berputar seting 0 (nol) pada benda dilakukan,dengan cara
naikkan benda mendekati pisau secara perlahan. Perhatikan ban
fokus pada penyetingan,apabila pada spindel sudah terasa
menyentuh atau terlihat benda sudah terpotong oleh benda maka
hentikan pemutaran tuas, lalu setting tuas pada posisi 0(nol)
Bebaskan benda kerja ke samping ataupun ke depan dan ke
belakang. Naikkan benda kerja atau tambahkan kedalaman untuk
pemotongan rafing atau kasar.
Sama dengan pembubutan rafing dilakukan secara bertahap tapi
ada juga bedanya yaitu rafing yang di lakukan pertamakali
dilakukan hanya untuk membentuk kehalusan dan untuk
membuat basic dari kubus tersebut,setelah halus dan rata putar
kubus sehingga bagian yang sudah difrais berada pada mulut
ragum yang tetapdan ada satu bidang yang bergeser,seting
0(nol) selalu di lakukan untuk mengawali proses setelah benda
mengalami perubahan tempat ataupun terlepas dari ragum,hal ini
di lakukan supaya benda tetap aman dan ukuran yang dihasilkan
juga sesuai dengan job seet. Lakukan pemakanan di bidang kedua
ini dengan pemakanan bertahap dan setengah dari sisa ukuran
benda mentah menjadi benda jadi,misalkan benda awal
berukuran 34

7.

8.

9
.
1
0.

1
1.
1
2.

Setelah selesai & akan memutar lagi benda maka kikirlah dulu
bagian tepi benda
selanjutnya lepas bendda dari ragum dan ukur tinggi basik
dengan bidang yang sejajar setelah mengetahui sisa
ukurannya,barulah benda kerja diputar sehingga basic
beradadibagian bawah dan bidang kedua hasil frais ke 2 berada
pada rahang tetap ragum.
Pemasangan benda kerja harus tegak lurus dan siku di setiap
sisinya,tempelkan sisi bidang ke dua dengan keadaan dan benarbenar flet,brgitu juga dengan basiknyajika basic dan sisi bidang
ke 2 sudah flet maka bisa di bilag siku dan akan
menghasilkankubus yang siku ataupun kubus yang sempurna
Penefraisan bidang ke 3 ini sama seperi bidang ke 2,Lakukan
seting 0(nol) dan lakukan pemotongan sisa ukuran dari
pemotongan bidang basic,lakukan secara bertahap.
Jika ukuran yang di inginkan sudah terpenuhi hentikan putaran
pisau dan krmbali
lakukan deburing pada tepi-tepi bidang setelah di frais,lakukan
pengecekan ukurandan lakukan pengukuran terhadap bidang ke 2
dengan bidang yang sejajar,setelah ituputar benda sehingga
bidang ke 3 berada pada rahang tetap ragum,dan bidang ke 4
beraada diatas dan siap untuk dilakukannya proses,seting 0(nol)
terlebih dahulu, setelah itu lakukan pemotongan sisa ukuran
bidang ke 2
Setelah ukuran yang diinginkan didapat,maka lakukan deburing
pada tepi-tepi
benda dan lakukan pengecekan ukuran serta kesikuan benda.
bersihkan mesin dari kotoran ataupun bram yang masih
menempel pada mesin
dan lap mesin dengan majun supaya mesin lebih bersih.

Baut Bertingkat
Alat-Alat yang
Dibutuhkan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Mesin bubut
Kunci-kunci perlengkapan mesin bubut
Coolant (air pendingin digunakan apabila proses pemakanan banyak
dan tebal)
Kacamata
Benda kerja
Kaliper
Alat pendukung mesin
Pahat-pahat yang digunakan (p.tepirata,alur,ulir)

Memeriksa
keadaan mesin

1.
2.
3.
4.

Kecepatan putaran
Kecepatan pemotongan (feeding)
Poros transportir
Fungsi tombol-tombol yang ada pada mesin

Proses dengan
cermat dan teliti

1.

Memaca job sheet untuk mengetahui bentuk benda dan ukuran


benda yang akan dihasilkan
Priksa ukuran benda kerja untuk mengetahui apakah bisa di kerjakan
Lakukan proses dengan mencekam benda kerja kurang lebih 1/4
bagian dari benda kerja pencekaman benda kerja dilakukan dengan
kuat dan senter atau tidak oleng.
Seting Rpm jika belum sesuai,Rpm yang digunakan untuk rafing dan
facing 270-300Rpm
Nyalakan mesin & fasing untuk mendapatkan kerataan dan sebagai
basic dalam pengukuran
Potong benda hingga diameter 12mm sepanjang 50mm
Lakukan rafing untuk membuat bakal ulir M12x1,75,maka bakalan
ulir dibuat 11,8 atau 11,9
Bakalan ulir dibuat sepanjang 27mm dengan undercut 2mm
Ganti pahat dengan pahat alur 2mm,dengan kedalaman kurang lebih
4mm, ganti pahat dg pahat ulir dan seting pahat ulir setinggi senter
dengan ujung lurus dengan benda,lakukan seting seperti yang
dilakukan pada job ulir sebelumnya.

2.
3.

4.
5.
6.
7.
8.
9.

1
0.

Seting cs sesuai dg kemampuan mengulir yang di miliki,jika sudah


faseh bisa menggunakan cs 200Rpm atau lebih,tapi jika baru
pertama kali gunakan cs terrendah yang ada dalam tabel mesin.
Putar benda dan seting nol dilakukan,ingat-ingan bengan ukuran
yang berada pada spindel eretan melintang dan jalankan eretan
dengan otomatis ulir,saat eretan hampir mendekati undercut
matikan mesin dan undurkan eretan melintang sehingga pahat
menjauhi benda atau undurkan
eretan melintang dan putar benda berlawanan arah sehingga pahat
bebas dan begerak ke ujung benda tanpa menyentuh
benda,pembebasan ini dilakukan tanpa mengubah posisi apapun
termasuk menghentikan otomatis ulir kecuali mengubah putaran dan
memundurkan pahat majukan pahak ke posisi spindel terakhir dan
tambahkan beberapa strip sesuai dengan kemampuanpahat,benda
dan mesin,penambahan ini maksimal 0,5mm untuk diawal proses
dan penambahan
akan semakin berkurang dari 0,5mm setelah beberapa kali
pengulangan proses karena beban yangdi tahan pahat atkan
semakin besar,dan semakin beresiko,Lakukan penguliran dengan
pelumas oli. Hidupkan lagi mesin dan lakukan lagi penguliran seperti
proses sebelumnya,lakukan proses ini berulang-ulang hingga ulir
terbentuk sesuai dengan standar dan seperti yang diharapkan atau
dapat berfungsi dengan baik,tidak kendor dan tidak terlalu kencang.

1
1.
1
2.
1
3.
1
4.
1
5.

Lepas benda kerja dan cek fungsi serta ukurannya.


Cekam benda pada bagian yang tidak di ulir (bagian tengah benda)
jaga kelurusan (tidak oleng) dari
ulir yang sudah jadi.
Bubut benda untuk membuat bakalan ulir M10x1.5,dengan bakalan
ulir berdiameter 9,8mm atau 9,9
Gati pahat dengan pahat alur 2 untuk membuat under cut dengan
kedalaman kurang lebih 3mm
Pasang pahat ulir dan lakukan seting untuk penguliran seperti yang
di lakuakan sebelumnya seting cs sesuai dengan kemampuan
mengulir yang di miliki,jika sudah faseh bisa menggunakan cs
200Rpm atau lebih,tapi jika baru pertama kali gunakan cs terrendah
yang ada dalam tabel mesin. Putar benda dan seting nol
dilakukan,ingat-ingan bengan ukuran yang berada pada spindel
eretan melintang dan jalankan eretan dengan otomatis ulir,saat
eretan hampir mendekati undercut matikan mesin dan undurkan
eretan melintang sehingga pahat menjauhi benda atau undurkan
eretan melintang dan putar benda berlawanan arah sehingga pahat
bebas dan begerak ke ujung benda tanpa menyentuh
benda,pembebasan ini dilakukan tanpa mengubah posisi apapun
termasuk menghentikan otomatis ulir kecuali mengubah putaran dan
memundurkan pahat majukan pahak ke posisi spindel terakhir dan
tambahkan beberapa strip sesuai dengan kemampuan pahat,benda
dan mesin,penambahan ini maksimal 0,5mm untuk diawal proses
dan penambahan
akan semakin berkurang dari 0,5mm setelah beberapa kali
pengulangan proses karena beban yang di tahan pahat atkan
semakin besar,dan semakin beresiko,Lakukan penguliran dengan
pelumas oli.

Hidupkan lagi mesin dan lakukan lagi penguliran seperti proses


sebelumnya,lakukan proses ini berulang-ulang hingga ulir terbentuk
sesuai dengan standar dan seperti yang diharapkan atau dapat
berfungsi dengan baik,tidak kendor dan tidak terlalu kencang. Ubah
posisi pahat kurang lebih membentuk sudut 45 drajat,pengubahan
ini dilakukan untuk pembuatan champer di ujung ulir,champer dibuat
selain untuk deburing dan tampilan juga berfungsi untuk
mempermudah pemasangan ulir dan baut.
1
6.
1
7.

Lepas benda kerja dan cek fungsi serta ukurannya.


Bersihkan benda dari chip dan bersihkan mesin serta peralatan dari
chip dan coolant

Poros Eksentrik
Alat-Alat yang
Dibutuhkan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Memeriksa
keadaan mesin

Proses dengan
cermat dan teliti

Mesin bubut
Kunci-kunci perlengkapan mesin bubut
Coolant (air pendingin digunakan apabila proses pemakanan banyak
dan tebal)
Benda kerja
Kaliper
Alat pendukung mesin
Pahat tepirata
Senter jalan

1.
2.

Kecepatan putaran
Kecepatan pemotongan (feeding)

3.
4.
1.

Poros transportir
Fungsi tombol-tombol yang ada pada mesin
Memaca job sheet untuk mengetahui bentuk benda dan ukuran
benda yang akan dihasilkan
Priksa ukuran benda kerja untuk mengetahui apakah bisa di kerjakan
Lakukan proses dengan mencekam benda kerja kurang lebih 1/4
bagian dari benda kerja
pencekaman benda kerja dilakukan dengan kuat dan senter atau
tidak oleng.
Seting Rpm jika belum sesuai,Rpm yang digunakan untuk rafing dan
facing 270-300Rpm
Nyalakan mesin dan fasing untuk mendapatkan kerataan dan
sebagai basic dalam pengukuran
Lakukan rafing pada benda untuk membentuk diameter 22mm
sepanjang 28mm

2.
3.
4.

5.
6.

7.

Setelah rafing dan finishing sehingga diameter 22 terbentuk maka


lakukan champer pada tepi benda dengan memiringkan pahat
kurang lebih 45 drajat dan champer benda dengan jarak kemiringan
1mm

8.

Lepas benda dari cekam dan cek ukurannya,pasang kembahi benda


dengan posisi pencekaman pada benda yang telah dibubut,jaga
kesenteran benda dengan bagian bendda yang sudah dibubut.

9.

Lakukan rafing denda hingga benda berdiameter 20mm hingga


panjang yang berdiameter 22mm menjadi 25mm,lalu champer
benda pada bagian tingkatan atau pada bagian stepan.
Facing ujung benda untuk meratakan muka hingga bagian yang
berdiameter 20mm memilikipanjang 22mm

1
0.
1
1.

1
2.
1
3.

Lepas benda dan ukur ulang,setelah selesai garis pada penampang


benda tepat berada pada tengah - tengah benda,garis lagi dengan
garis yang tegak lurus di tengah-tengah penampang dengan garis
awal maka akan terlihat titik tengah benda,dari tengah benda tarik
garis sejauh 5mm dan beri batas atau tanda,Pada tanda itu beri garis
lurus yang berpotongan pada garis tengah sehingga kedua garis
berpotongan,gunakan penitik dan palu untuk menandai kedua titik
potong.
Cekam benda yang berdiameter 22mm dengan sedikit bagianya
diluar cekam,pencekaman ini di lakukan pada cekam rahang 4,untuk
mempermudah gunakan senter jalan sebagai pembantu,pasang
senter jalan tepat pada titik tengah benda,Lalu kendorkan kunci cak
bagian atas dan samping,atau atas dengan bawah atau samping
dengan samping,sesuai dengan pengeseran yang akan dilakukan
supaya Seusai senter jalan digeser sehingga senter jalan berada
pada titik yang di tepi,kencangkan semua
pengunci cak dengan hati-hati supaya posisi tidak berubah,dan
jauhkan senter jalan dari benda.

1
4.
1
5.

Seting putaran pada kecepatan 300Rpm,nyalakan mesin dan lakukan


pemmbubutan dengan hati-hati
Seting nol pada spindel dilakukan dengan pahat di dekatkan pada
benda perlahan,apabila pahat sudah menyentuh benda lakukan
pentyatan dengaan parameter pemotongan yang diinginkan,pada
saat proses jangan menjalankan fedding dengan cepat ataupun
otomatis,gunakan manual dengan feeding yang lambat agar tidak
cepat rusak .

1
6.

Penyayatan di dilakukan hingga poros berbentuk bulat sempurna


dan berdiameter 10mm.

1
7.

setelah terbentuk lakukan facing sehingga panjang poros terbentuk


20mm,serta miringkan pahat dan buat champer dengan panjang
kemiringan 1x45 drajat.

1
8.
1
9.

Seusai semua proses maka lepas benda da lakukan pengukuran


ulang.
jangan lupa matikan mesin dan bereskan semua peralatan,bersihkan
mesin serta alat dari semua
bram atau kotoran sisa dari proses pemesinan.

Pararel Strip
Alat-Alat yang
Dibutuhkan

Memeriksa
keadaan mesin
Proses dengan
cermat dan teliti
Langkah Kerja

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
1.
2.

Mesin Sekrap
Kunci-kunci perlengkapan mesin sekrap
Kacamata
Benda kerja
Kaliper
Alat pendukung mesin
Pahat tepi rata
Pahat tepi rata
Mesin bor dan kelengkapannya
kecepatan gerak lengan mesin skrap
Semua fungsi tombol dan tuas mesin skrap

1.
2.

Pasang pahat pada tempat pahat


Memaca job sheet untuk mengetahui bentuk benda dan ukuran
benda yang akan dihasilkan
Priksa ukuran benda kerja untuk mengetahui apakah bisa di
kerjakan
Pasang benda pada ragum 3/4 bagian,supaya benda terjepit rata
dan kuat maka gunakan palu plastic untuk memukul permkaan
benda.
Seting jalannya atau jauhnya gerakan lengan,supaya pas dan tidak
terlalu panjang atau pendek
Lakukan penyetingan nol pada benda dengan pahat,dengan cara
jauhkan pahatdari benda dengan cara tarik eretan tegak pada
mesin keatas,sehinga pahat menjauhi benda dan nyalakan
mesin,setelah mesin berjalan maju mundur turunkan pahat pelanpeln gingga sedikit menyentuh benda.

3.
4.
5.
6.

7.
8.

Tarik benda kekanan ataupun kekiri supaya penda bebas dari pahat
yang bergerak.
Turunkan pahat untuk proses pemotongan,Pemotongan pertama
dilakukan untuk meratakan permukaan dan sebagia basic
pengukuran benda.

9.
1
0.
1
1.
1
2.
1
3.
1
4.

1
5.
1
6.
1
7.

1
8.
1
9.

2
0.
2
1.
2
2.
2
3.
2
4.
2
5.

Jalankan benda secara perlahan atau gerakkan benda dengan


mengotomatisnya.
Setelah seluruh permukaan tara dan tersayat lepas benda dan
lakukan pengukuran untuk menggetahui ukuran benda dan
seberapa besar bagian yang harus dibuang.
Bersihkan tepi ataupun sudut-sudut benda lalu pasangkan kembali
serta lakukan penyetingan nol
Lakuakn proses pemotongan untuk membentuk benda seuai
dengan ukuran yang diharapkan.
Lepas benda serta deburing benda lalu akukan pengukuran ulang.
Setelah seluruh permukaan tara dan ukuran terpenuhi maka Pasang
benda untuk meratakan tepi kecil benda ,setelah terpasang maka
seting nol lagi benda dan proses hingga mendapatkan basic
pengukuran
Matikan mesin dan lepas benda,ukur benda untuk mengetahui sisa
ukuran benda yang harus di sayat
Pasang lagi benda,seting nol serta lakukan penyayatan dengan
menurunkan eretan tegak untuk pemakanannya hingga ukuran 30
terpenuhi.
Lepas benda dan lakukan deburing dengan kikir,Lakukan
pengukuran serta pasang kembali benda dengan posisi tegak lurus
untuk membuat tinggi benda,pemasangan menggunakan alat bantu
penyiku.
Seting nol benda dan sayat benda hingga rata dan membentuk
basik pengukuran.
Lepas benda dan lakukan deburing dengan kikir,Lakukan
pengukuran serta pasang kembali benda dengan posisi tegak lurus
untuk membuat tinggi benda,pemasangan menggunakan alat bantu
penyiku.Seting nol benda dan sayat benda hingga rata dan
membentuk ukuran tinggi bendda 100mm.
Seusai terbentuk,lepas benda dan ukur ulang serta lihat kesikuan
benda.
Garis benda dengan high gauge,dengan ukuran tinggi tiap tepi
9mm sehingga jarak kedua gatis 12mm yang
berada di tengah-tengah benda,pengarisan dilakukan pada kedua
sisi benda.
Pasang kembali benda dan Pasang pahat alur untuk membuat alur
pada benda.
seting nol dilakukan lagi untuk mengetahui para meter
pemotongan.
Sayat benda dengan hasil kedalman 2mm pada setiap sisi benda
untuk membuat alur di tengah benda.
Setelah alur terbentuk pada kedua sisi benda lakukan pengarisan
ulang dengan high gauge untuk membagidaerah alur menjadi
beberapa bagian sebagai bakalan lubang yang akan dibor.

2
6.

2
7.

Proses selanjutnya adalah pengeboran,pengeboran membentuk


diameter 8 bisa dilakukan satukali proses ataupun duakali
proses,jika duakali proses maka pengeboran yang pertama
dilakukan dengan bor diameter 5mm dan dilanjutkan dengan bor
diameter 8mm,sedangkan yang satukali proses langsung
menggunakan
bor diameter 8,namun jika ingin mengebor dengan hasil lubang
berukuran lebih dari 10mm harus dengan dua kli proses atau
bahkan lebih,hal ini dilakukan untuk menjaga benda serta alat ddari
kerusakan.
Setelah semua lubang terbentuk maka konterzing lubang dengan
konterzing ataupun dengan bor yang berdiameter lebih besar.

2
8.
2
9.

Lepas dan ukur lagi benda supaya ukuran yang di kehendaki bisa
dilihat.
Dersihkan semua alat dan mesin yang sudah dgunakan.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

Mesin frais & skrap


Kelengkapan mesin
Coolant (air pendingin)
Kacamata
Benda kerja
Kaliper
Ragum
Pararel
Pisau frais
Kikir
Penyiku
Palu karet

1.
2.
3.
4.
5.

Priksa Spindel-spindel
Priksa semua tombol
Priksa kecepatan putaran
Pasang pisau yang akan digunakan ada arbor
pasang ragum dengan keadaan sejajar dengan eretan

Mur T
Alat-Alat yang
Dibutuhkan

memeriksa dan
menyiapkan
mesin

Langkah-Langkah
pengerjaan

1.
2.
3.

4.

5.
6.

7.

8.

Baca gambar kerja dan perhatikan ukuran-ukurannya


Priksa ukuran dan kesikuan bensakerja
Lakukan pemasandan benda kerja pada ragum dengan menjepitkan
3/4 bagian benda
Benda dipasang pada tengah-tengah ragum,supaya pencekaman
ragum kuat dan
Kondisi ragum tetap bagus atau tidak kendor.
Benda kerja dipasan dan disikukan dengan bibir ragum
menggunakan penyiku,
Jauhkan benda dengan pisau dan nyalakan mesin,disaat pisau
berputar seting 0 (nol)
Pada benda dilakukan,dengan cara naikkan benda mendekati pisau
secara perlahan
Perhatikan ban fokus pada penyetingan,apabila pada spindel sudah
terasa menyentuhatau terlihat benda sudah terpotong oleh benda
maka hentikan pemutaran tuas, laluseting tuas pada posisi 0(nol)
Bebaskan benda kerja ke samping ataupun ke depan dan ke
belakang.
Naikkan benda kerja atau tambahkan kedalaman untuk
pemotongan rafing atau kasar sama dengan pembubutan rafing
dilakukan secara bertahap tapi ada juga bedanya yaitu rafing yang
di lakukan pertamakali dilakukan hanya untuk membentuk
kehalusandan untuk membuat basic dari kubus tersebut,setelah
halus dan rata putar kubus sehingga bagian yang sudah difrais
berada pada mulut ragum yang tetapdan ada satu
bidang yang bergeser,seting 0(nol) selalu di lakukan untuk mengawali pr
setelah
benda mengalami perubahan tempat ataupun terlepas dari ragum,hal ini
lakukan
supaya benda tetap aman dan ukuran yang dihasilkan juga sesuai denga
seet
Lakukan pemakanan di bidang kedua ini dengan pemakanan bertahap da
setengah
dari sisa ukuran benda mentah menjadi benda jadi,misalkan benda awal
berukuran 34dan benda jadi berukuran 30,maka sisa yang harus di buang
4mm maka 4mm itu dibagi 2,yakni 2mm pemotongan di lakukan utuk set
bidang yang akan di kerjakan
Setelah selesai dan akan memutar lagi benda maka kikirlah dulu bagian t
benda
selanjutnya lepas bendda dari ragum dan ukur tinggi basik dengan bidan
yang sejajar setelah mengetahui sisa ukurannya,barulah benda kerja dipu
sehingga basic berada dibagian bawah dan bidang kedua hasil frais ke 2
berada pada rahang tetap ragum.
Pemasangan benda kerja harus tegak lurus dan siku di setiap
sisinya,tempelkan sisi
bidang ke dua dengan keadaan dan benar-benar flet,brgitu juga dengan
basiknya

9.

1
0.

1
1.
1
2.

kubus yang siku ataupun kubus yang sempurna. Penefraisan bidang ke 3


sama seperi bidang ke 2,Lakukan seting 0(nol) dan lakukan pemotongan
ukuran dari pemotongan bidang basic,lakukan secara bertahap.
Jika ukuran yang di inginkan sudah terpenuhi hentikan putaran pisau dan
krmbali
lakukan deburing pada tepi-tepi bidang setelah di frais,lakukan pengecek
ukuran
dan lakukan pengukuran terhadap bidang ke 2 dengan bidang yang
sejajar,setelah ituputar benda sehingga bidang ke 3 berada pada rahang
ragum,dan bidang ke 4 beraada diatas dan siap untuk dilakukannya
proses,seting 0(nol) terlebih dahulu,lakukan pemotongan sisa ukuran dar
bidang ke 2 dengan pemotongan yang bertahap.

Setelah ukuran yang diinginkan didapat,maka lakukan deburing pada tep


benda dan lakukan pengecekan ukuran serta kesikuan benda.
bersihkan mesin dari kotoran ataupun bram yang masih menempel pada
mesin
dan lap mesin dengan majun supaya mesin lebih bersih.

Mur Segi Enam


Alat-Alat yang
Dibutuhkan

a. Mesin frais & mesin bubut


b. Kelengkapan mesin
c. Coolant (air pendingin)
d. Kacamata
e. Benda kerja
f. Kaliper
g. Ragum
h. Pararel
i. Pisau frais
j. Kikir
k. Penyiku & palu karet

Memeriksa dan
menyiapkan
mesin

1.
2.
3.
4.
5.
6.

untuk mesin bubut cek semua kelengkapan pada mesin serta kunci kuncinya
Periksa Spindel-spindel
Periksa semua tombol
Periksa kecepatan putaran
Pasang pisau yang akan digunakan ada arbor
pasang ragum dengan keadaan sejajar dengan eretan

Langkah-Langkah
pengerjaan

1.

ukur benda kerja termasuk panjang serta diameter benda


Cekam bagian benda pada mesin dengan kuat agar tidak mudah
goyah

2.

3.
4.

5.
6.

7.

8.

Setting kecepatan mesin sesuai dengan yang dibutuhkan


Bubut center , lalu lakukan facing pada benda kerja sebagai acuan
untuk mengukur benda kerja. Lalu cemper benda kerja agar ujung
benda tidak tajam serta rapi

Lalu bubut permukaaan benda kerja sesuai pada jobsheet


Setelah selesai , cekam benda kerja pada cekam yang akan
digunakan pada mesin frais . Untuk membuat titik awal ( nol ) yaitu
salah satu cara dengan menggunakan kertas yang dibasahi ,
gerakkan mata pisau agar menyentuh kertas tersebut . setelah itu
setting ukuran pada mesin pada titik nol .
Pada cekam ada 24 titik untuk menggerakan benda . langkah awal
tempatkan pada titik 0 atau 24 , lalu lakukan pemakanan sebanyak
0.5 mm . Kemudian lakukan hal yang sama dengan menggerakkan
benda pada titik 4, 8, 12, 16, dan 20 . setelah itu kembali pada titik
nol atau awal lagi dan lakukan pemakan sebanyak 0.5 mm , lalu 0.5
mm lagi agar benda berdiameter 19 pada setiap sisinya.
Lalu periksa ukuran hasil pengefreisan . Setelah semua sudah
sesuai dengan ukuran , lepas benda kerja dari cekam .Lalu potong
benda kerja tersebut menjadi 2 bagian , kemudian lakukan
pengeboran benda kerja dengan menggunakan bor yang
berdiameter lebih kecil kemudian baru bor yang lebih besar sesuai
dengan ukuran yang diperlukan . Lalu ulir pada bagian hasil
pengeboran tersebut. Jangan lupa bersihkan sisa - sisa hasil
pengerjaan benda tersebut .