Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pertumbuhan merupakan salah satu ciri khas pada masa anak. Mengenal
masalah pertumbuhan pada bayi dan anak merupakan tantangan bagi semua dokter,
terutama dokter anak. Gagal tumbuh merupakan suatu kondisi dengan etiologi yang
bervariasi dan berhubungan dengan komplikasi di kemudian hari, oleh karenanya
setiap dokter harus dapat mengenal dan menangani gagal tumbuh secara tepat untuk
menurunkan risiko atau komplikasi jangka panjang.
Sampai saat ini, gagal tumbuh sering ditemukan pada anak, namun belum ada
satu antropometrik yang spesifik untuk mendefinisikan gagal tumbuh. Adanya gagal
tumbuh merupakan pertanda bahwa anak tidak tumbuh dengan baik. Gagal tumbuh
bukanlah suatu penyakit tertentu tetapi dapat merupakan bagian dari suatu penyakit
tertentu sehingga perlu dicari penyebab gagal tumbuh, baik yang terkait dengan
masalah medis, psikososial, maupun lingkungan. Penyebab gagal tumbuh dibagi atas
sebab organik dan non organik. Gagal tumbuh non organik didefinisikan sebagai gagal
tumbh bukan akibat disebabkan oleh masalah medis, sedangkan gagal tumbuh organik
didefinisikan sebagai gagal tumbuh bukan akibat disebabkan masalah medis,
sedangkan gagal tumbuh organik didefinisikan sebagai gagalnya pertumbuhan akibat
suatu penyakit spesifik.
Prevalensi gagal tumbuh berkisar antara 1,3 20,9 %, tergantung definisi dan
kondisi demografis populasi sampel. Delapan puluh persen anak dengan gagal tumbuh
berusia kurang dari 18 bulan. Prevalensi anak gagal tumbuh yang harus dirawat di
rumah sakit mencapai 1-5 % kasus.
Gagal tumbuh paling sering didiagnotis 18 bulan pertama kehidupan karena
penambahan berat badan maupun panjang badan yang tidak sesuai dengan potensi
genetiknya. Pada 18 bulan pertama kehidupan, tinggi badan anak masih boleh
memotong garis persentil untuk mencari potensi genetiknya, atau yang lebih sering
disebut dengan kanalisasi. Jika terdapat pergeseran persentil yang tidak sesuai dengan
Referat gagal tumbuh res2

faktor potensi genetiknya atau menetap setelah usia 18 bulan, maka perlu dilakukan
evaluasi lebih lanjut untuk mengetahi penyebabnya.1
Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
Untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti program studi
kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Anak di departemen Kesehatan Anak
Rumah Sakit Kepolisian Pusat Raden Said Sukanto Jakarta.
Tujuan Khusus
Untuk mengetahui, mengerti, memahami definisi, etiologi, klasifikasi,
gejala klinis, serta penatalaksanaan pada anak dengan gagal tumbuh

Referat gagal tumbuh res2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Gagal tumbuh bukan merupakan suatu diagnosis tersendiri, akan tetapi
menggambarkan bahwa seorang anak yang tidak dapat mencapai potensi pertumbuhan
sesuai usianya. Meskipun sering ditemukan pada usia dibawah 2 tahun, tetapi gagal
tumbuh dapat terjadi kapan saja pada masa anak anak.
Berbagai rekomendasi telah dikemukakan oleh para ahli untuk mendefinisikan
seorang anak dengan gagal tumbuh. Ada tiga kriteria umum untuk menentukan gagal
tumbuh dengan menggunakan kurva pertumbuhan NCHS / CDC-2000 :
1. Anak umur kurang dari 2 tahun dengan berat badan di bawah persentil ke-3
sesuai usianya pada lebih dari satu kali pengukuran.
2. Anak umur kurang dari 2 tahun dengan berat badan per umur (WFA) kurang
dari 80 %.
3. Anak umur kurang dari 2 tahun dengan penurunan berat badan memotong 2
persentil mayor atau lebih pada kurva pertumbuhan
Kita harus berhati-hati untuk mengaplikasikan definisi tersebut tanpa data-data
longitudinal karena pertumbuhan adalah sesuatu peristiwa yang berlangsung secara
dinamis dan kontinu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan
kriteria tersebut diatas, antara lain anak dengan perawakan pendek, bayi kecil masa
kehamilan, dan bayi prematur. Selama pertumbuhan anak mengikuti/pararel garis
kurva pertumbuhan normal maka tidak dapat disebut sebagai gagal tumbuh

Prevalensi
Prevalensi gagal tumbuh berkisar antara 1,3 20,9 %, tergantung definisi dan
kondisi demografis populasi sampel. Delapan puluh persen anak dengan gagal tumbuh
berusia kurang dari 18 bulan. Prevalens anak gagal tumbuh yang harus dirawat di
rumah sakit mencapai 1-5 % kasus.1
Referat gagal tumbuh res2

Etiologi
Gagal tumbuh disebabkan oleh faktor non organik ( Nonorganik Failure to
Thrive,NOFTT)
Gagal tumbuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, non organik maupun organik.
Gagal tumbuh karena faktor non organik umumnya terjadi akibat faktor lingkungan
dan psikososial dan sering dihubungkan dengan interaksi yang buruk antara ibu dan
bayi, baik selama dalam kandungan maupun setelah lahir. Keadaan ini menyebabkan
asupan makanan yang tidak adekuat.
Gagal tumbuh akibat faktor organik umumnya disebabkan oleh masalah medis.
Gagal tumbuh juga dapat disebabkan oleh kombinasi factor organik dan non organik.
Sekitar separuh kasus gagal tumbuh dengan penyebab organik memiliki latar belakang
faktor psikososial yang dapat mempereart faktor organik tersebut. 1
Masalah non-organik mencakup faktor psikososial dan nutrisi, berbagai masalah
psikososial yang melatarbelakangi antara lain:

Berasal dari keluarga miskin.

Kehamilan yang tidak direncanakan (contoh : gagal KB, kehamilan diluar


nikah)

Jarak dengan saudara kandung kurang dari 18 bulan.

Berasal dari ibu yang terlalu muda, lahir tanpa ayah (single-mother), atau ibu
mengalami depresi.

Komplikasi saat kehamilan (namun ini sangat jarang)

Tidak adanya ikatan kasih sayang yang kuat antara ibu dan anak.

Anak diberi makan susu formula yang tidak disiapkan dengan baik (kebersihan
botolnya, jumlah susu, frekuensi pemberian tidak diperhatikan).

Anak sering mengalami infeksi-infeksi ringan.

Anak mengalami kekerasan dalam rumah

Referat gagal tumbuh res2

Penatalaksanaan yang berkaitan dengan sosial ekonomi ini sangat rumit dan
memerlukan campur tangan pihak ketiga seperti tempat penitipan anak, rumah sakit
dan lembaga sosial lainnya. Perbaikan pertumbuhan yang signifikan terjadi saat anak
diberikan pengasuhan dan nutrisi yang baik.
Faktor pemberian nutrisi seperti :
-

Kandungan nutrisi yang diberikan kurang

Perilaku anak yang suka memilih makanan


Diagnosis gagal tumbuh non-organik bisa ditegakkan dengan mengevaluasi

seluruh faktor psikososial dan tetap dilakukan pemeriksaan penunjang sederhana


seperti pemeriksaan darah rutin, foto rontgen dada dan urinalisa.
NOFTT terutama terjadi bila anak, biasanya tidak diberi makan cukup kalori.
Ibu mungkin mengabaikan pemberian makan yang pantas karena ia dilibatkan dengan
kebutuhan eksternal dan perawatan yang lain, dipenuhi dengan masalah-masalah
dalam, ketidaktahuan mengenai pemberian makan yang tepat, penyalahgunaan bahan,
atau tidak menyukai bayinya.
Kehilangan emosional dan keibuan selalu terjadi bersama-sama dengan
kehilangan nutrisi. Ibu-ibu ini sering merasa kehilangan dan tidak mencintai dirinya
sendiri dan mungkin depresi secara akut atau kronik. Berkali-kali dan terus-menerus
krisis, sering ditambah dengan tidak adanya ayah secara fisik, mungkin meliputi ibu
yang melalaikan bayinya. Orang tua yang retardasi dan secara emosional terganggu
mungkin tidak mmempunyai kemampuan untuk memberikan perawatan yang benar.2

Gagal tumbuh disebabkan faktor organik2,3


1. Kesulitan makan :
o Cacat bawaan seperti bibir sumbing, micrognatia (rahang kecil).

Referat gagal tumbuh res2

o Sesak nafas seperti pada penyakit jantung bawaan, gagal jantung, asma
yang tidak tertangani dengan baik, cystic fibrosis yang tidak teratasi
dengan baik.
o Kelainan saraf seperti cerebral palsy, kelainan koordinasi kerongkongan
(pharyngeal incoordination), kerusakan otak saat kelahiran.
o Kelainan saluran cerna seperti : stenosis pylorus (penyempitan ujung
lambung), GERD (penyakit refluks), kelainan struktur esophagus,
sumbatan saluan cerna (hirchsprung, malrotasi usus).
o Kelainan ginjal seperti gagal ginjal, infeksi saluran kemih,
2. Pengeluaran yang berlebihan:
o Muntah misalnya pada keracunan logam berat dalam waktu lama
o Buang air besar seperti diare kronik, steatorea (tinja berlemak).
o Pengeluaran melalui urin seperti pada diabetes mellitus, gagal ginjal
kronik, defek tubular ginjal.
3. Kegagalan pembangunan dalam tubuh
o Infeksi kronik seperti pada tuberculosis, HIV.
o Kelainan metabolisme seperti pada phenylketonuria, galactosemia, dll.
o Kelainan hormone seperti hypotiroid, defisiensi hormone pertumbuhan.
o Kelainan bawaan, seperti pertumbuhan janin terhambat selama

kehamilan, kelainan kromosom , seperti syndrome down, infeksi selama


kehamilan, kelainan pembentukan tulang (bone dysplasia).

Evaluasi laboratorium anak dengan FTT seringkali tidak terlalu membantu,dan


karenanya harus digunakan secara bijaksana. Penilaian hitung darah komplit, kadar
timah hitam, analisis urin, dan kelompok harga seperti, pemeriksaan fungsi tiroid, uji
Referat gagal tumbuh res2

untuk refluks gastroesofagus dan malabsorbsi, asam amino dan organik, atau uji
keringat, harus dilakukan jika terindikasi oleh riwayat dan/atau pemeriksaan fisik.
Manifestasi klinik
Manifestasi klinis gagal tumbuh berkisar dari:2
kegagalan memenuhi norma tinggi badan dan berat badan menurut umur yang
diharapkan
alopesia
kehilangan lemak subkutan
penurunan massa otot
dermatitis
infeksi berulang
marasmus
kwashiorkor
Di negara-negara maju tanda yang paling umum adalah pertumbuhan buruk
yang terdeteksi dalam kelompok rawat jalan.
Di

negara-negara yang sedang berkembang lebih banyak ditemukan tanda

infeksi berulang, marasmus, dan kwashiorkor.

Diagnosis
Anamnesis
Dapat diketahui penyebab dari FTT pada masa neonatal, yaitu:
manajemen ASI yang salah,
cara pemberian susu formula yang salah,
kelainan metabolik,
kelainan kromosom dan kelainan anatomis.
Pada usia 3-6 bulan terdapat kemungkinan penyebab antara lain
underfeeding (karena kemiskinan),
Referat gagal tumbuh res2

intoleransi protein susu,


disfungsi motorik oral,
refluks gastroesofagus dan penyakit jantung bawaan.
Pada usia 7-12 bulan, yaitu keterlambatan pemberian makanan padat,
intoleransi makanan,
dan orang tua yang overprotektif. Di atas usia 12 bulan yaitu masalahmasalah di atas ditambah dengan masalah psikososial.
Diperlukan pula anamnesis mengenai faktor prenatal dan postnatal yang
mempengaruhi pertumbuhan, termasuk di antaranya perawatan ketika
kehamilan, penyakit ibu ketika kehamilan, adanya pertumbuhan janin yang
kurang, prematuritas, ukuran bayi. Diperlukan pula indikator dari penyakitpenyakit.5
Pendekatan dapat dilakukan untuk menilai :
Menilai penanganan diet, pemberian makan atau kebiasaan makan, respon
anak terhadap pemberian makanan
Riwayat kelahiran (berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala saat lahir,
data riwayat kehamilan ibu)
Data tinggi badan orangtua untuk menilai tinggi potensi genetic anak
Data pertumbuhan sebelumnya, riwayat perkembangan, gambaran pola tidur
anak, riwayat kesehatan anak untuk mengetahui apakah terdapat penyakit
kronis, penyakit genetik, alergi atau adanya suatu sindrom atau adanya
gangguan gizi sebagai penyebab dari gagal tumbuh
Riwayat pengobatan sebelumnya maupun pengobatan yang saat ini didapat
Faktor sosial keluarga, interaksi ibu dan anak, serta lingkungan tempat anak
disebarkan.1

Pemeriksaan Fisik
Referat gagal tumbuh res2

Pemeriksaan fisis yang lengkap ditujukan untuk :


1. Mengidentifikasi adanya gambaran dismorfik untuk melihat kemungkinan
adanya kelainan bawaan, kelainan endoktrin, atau suatu sindrom tertentu.
Hal ini dilakukan dengan mengukur tinggi atau panjang badan, berat
badan, dan lingkar kepala. Pengukuran ini harus dilakukan 2-3 kali untuk
meningkatkan akurasi hasil pengukuran sebelumnya.
Untuk melihat proporsi tubuh dilakukan dengan inspeksi dan pengukuran
tentang lengan, segmen atas (SA) dan segmen bawah (SB) tubuh, serta rasio
SA/SB. Pada saat lahir rasio SA/SB sekitar 1,7 dan berkurang menjadi 1,0 pada
umur 10 tahun dan rasio ini menetap sampai dewasa. Bila hasil pemeriksaan
ditemukan disproporsi tubuh, maka dipikirkan suatu dysplasia skeletal. Status
pubertas diperiksa dengan menggunakan stadium Tanner. Disamping itu perlu
dicari tanda-tanda spesifik suatu sindrom seperti webbek neck, wide carrying
angle (cubitus valgus), low posterior hairline, high arched palate, short fourth
metacarpal, multiple nevi.
Perlu dicari kelainan endoktrin yang menyebabkan gagal tumbuh seperti
hipotiroid, defisiensi growth hormone, dan insufiensi adrenal.
2. Deteksi adalah tanda-tanda penyakit kronik atau penyakit sistemik seperti :
o Penyakit susunan saraf pusat: mikrosefali, sindrom diensefali
o Penyakit jantung: sianosis, jari tabuh
o Gangguan gastrointestinal dan penyakit hati seperti colitis ulseratif,
enteropati gluten, atau penyakit Crohn.
o Gagal ginjal kronik, asidosis tubular renal
o Penyakit paru kronik, misalnya cystic fibrosis
o Penyakit jaringan ikat seperti dermatomiositis
3. Penilaian kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan pada anak
4. Penilaian tanda-tanda malnutrisi.1

Referat gagal tumbuh res2

Pengukuran secara tepat dengan memplot berat badan, tinggi badan, dan
lingkar kepala pada kurva pertumbuhan sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya
sangat penting mengevaluasi kemunkinan terjadinya gagal tumbuh pada seorang
anak. Jika hasil pengukuran tersebut dibawah persentil ketiga maka harus dicari
kemungkinan penyakit organik yang mendasarinya. Jika berat badan per umur
kurang dari tinggi badan per umur maka anak tersebut kurang gizi.
Anak dengan constitutional delay umumnya pendek dan kurus,
sedangkan jika terdapat kelainan endoktrin maka anak tampak pendek dan gemuk.
Dari pemeriksaan fisik harus dilakukan pengukuran berat badan, tinggi
badan, dan lingkaran kepala, serta status gizi anak tersebut. Pada pasien yang
gizinya masih cukup, tidak ditemukan gejala yang khas, sedangkan anak dengan
gizi kurang anak tampak kurus tanpa disertai kelainan fisis lainnya. Pasien yang
mengalami gizi buruk terlihat cengeng, kurus sekali, ditemukan wasting,
ekstremitas hipo/ atrofi, crazy pavement dermatosis. Pada pasien FTT akibat
kelainan kromosom atau genetik dapat terlihat dismorfik. Pada anak juga harus
diperhatikan kemungkinan adanya child abuse.
Pada pemeriksaan fisik juga dicari tanda-tanda penyakit yang dapat
membuat anak menjadi gagal tumbuh seperti tanda-tanda infeksi, kelainan
kongenital, jantung, paru dan sebagainya. Tingkat pertumbuhan biasanya diukur
dengan cara menghitung parameter pertumbuhan masing-masing,
Penilaian pertumbuhan dan perkembangan dapat dilakukan sedini mungkin
sejak anak dilahirkan. Deteksi dini merupakan upaya penjaringan yang
dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh
kembang dan mengetahui serta mengenal faktor resiko pada balita, yang disebut
juga anak usia dini.

Melalui deteksi dini dapat diketahui penyimpangan tumbuh kembang anak


secara dini, sehingga upaya pencegahan, stimulasi, penyembuhan serta pemulihan
Referat gagal tumbuh res2

10

dapat diberikan dengan indikasi yang jelas pada masa-masa kritis proses tumbuh
kembang. Upaya-upaya tersebut diberikan sesuai dengan umur perkembangan
anak, dengan demikian dapat tercapai kondisi tumbuh kembang yang optimal (Tim
Dirjen Pembinaan Kesmas, 1997).
Penilaian pertumbuhan dan perkembangan meliputi dua hal pokok, yaitu
penilaian pertumbuhan fisik dan penilaian perkembangan. Masing-masing
penilaian tersebut mempunyai parameter dan alat ukur tersendiri.
Dasar utama dalam menilai pertumbuhan fisik anak adalah penilaian
menggunakan alat baku (standar). Untuk menjamin ketepatan dan keakuratan
penilaian harus dilakukan dengan teliti dan rinci. Pengukuran perlu dilakukan
dalam kurun waktu tertentu untuk menilai kecepatan pertumbuhan.
Parameter ukuran antropometrik yang dipakai dalam penilaian pertumbuhan
fisik adalah tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lipatan kulit, lingkar lengan
atas, panjang lengan, proporsi tubuh, dan panjang tungkai. Menurut Pedoman
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita (Tim Dirjen Pembinaan Kesmas, 1997) dan
Narendra (2003) macam-macam penilaian pertumbuhan
Pemeriksaan fisik yang dapat digunakan adalah:
1. Pengukuran Berat Badan (BB)
Pengukuran ini dilakukan secara teratur untuk memantau pertumbuhan
dan keadaan gizi balita. Balita ditimbang setiap bulan dan dicatat dalam
Kartu Menuju Sehat Balita (KMS Balita) sehingga dapat dilihat grafik
pertumbuhannya dan dilakukan interfensi jika terjadi penyimpangan.

2. Pengukuran Tinggi Badan (TB)


Pengukuran tinggi badan pada anak sampai usia 2 tahun dilakukan
dengan berbaring., sedangkan di atas umur 2 tahun dilakukan dengan
Referat gagal tumbuh res2

11

berdiri. Hasil pengukuran setiap bulan dapat dicatat pada dalam KMS yang
mempunyai grafik pertumbuhan tinggi badan.
3. Pengukuran Lingkar Kepala Anak (PLKA)
PLKA adalah cara yang biasa dipakai untuk mengetahui pertumbuhan
dan perkembangan otak anak. Biasanya ukuran pertumbuhan tengkorak
mengikuti perkembangan otak, sehingga bila ada hambatan pada
pertumbuhan tengkorak maka perkembangan otak anak juga terhambat.
Pengukuran dilakukan pada diameter occipitofrontal dengan mengambil
rerata 3 kali pengukuran sebagai standar. 5,7

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboraturium tidak digunakan untuk menentukan adanya gagal
tumbuh pada anak, akan tetapi digunakan untuk melakukan evaluasi
kemungkinan penyebab gagal tumbuh. Pemeriksaan laboraturium dibutuhkan
untuk menunjang temuan klinis yang didapat dari anamnesis dan pemeriksaan
fisis
1. Darah lengkap serta laju endap darah
2. Urinalisis
3. Analisis feses rutin
4. Tes tuberculin
5. Analisis gas darah dan elektrolit serum
6. Fungsi ginjal
7. Fungsi hati
8. Scereening HIV
9. TSH dan T4 bebas untuk menyingkirkan hipotiroid dan
panhipotuitarisme sebagai penyebab dari perawakan pendek dan gagal
tumbuh
10.Atas indikasi :
Referat gagal tumbuh res2

12

Hormon gondatropin (FSH, LH, sex steroid), 17-OHP


IGF -1 dan IGFP-3 GH
Test metabolic
Analisis kromosom
Antiendomesial antibodies dan sweat chloride pada pasien yang
mempunyai riwayat steatore
Pemeriksaan pencitraan yang diperlukan dalam membantu menentukan etiologi
gagal tumbuh meliputi :
1. Bone Age
2. Bone Survey
3. Ultrasonografi, MRI, ekokardiografi (atas indikasi) 1
Diagnosis Banding
Parameter pertumbuhan anak merupakan dasar pendekatan sistematik untuk
melakukan diagnosis banding. Tiga kategori gambaran pertumbuhan digunakan untuk
membantu klinisi dalam memikirkan diagnosis banding.
1. Gagal tumbuh dengan mikrosefali. Anak dengan mikrosefali dibagi atas ada
tidaknya kelainan neurologis. Anak dengan mikrosefali tetapi tidak
menunjukkan kelainan neurolis, kemungkinan pertumbuhan kepala terhambat
akibat malnutrisi berat. Anak dengan mikrosefali dengan gejala neurolis
yang menonjol perlu dicari adanya infeksi TORCH, kondisi teratogenik,
genetic, serta trauma otak.

2. Gagal tumbuh dengan perawakan pendek tanpa mikrosefali perlu diavaluasi


apakah perawakan pendek itu bersifat primer atau terjadi akibat pertambahan
berat badan yang tidak adekuat. Pada anak perawakan pendek primer perlu
Referat gagal tumbuh res2

13

dievaluasi kemungkinan adanya sindrom genetic yang berhubungan dengan


perawakan pendek demikian juga keadaan teratogenik dan endokrinologik.
3. Gagal tumbuh dengan tinggi badan terhadap umur dan lingkar kepala yang
normal. Evaluasi penyebab sebaiknya dimulai dari menilai apakah nutrisi
yang masuk telah adekuat. Jika nutrisinya belum adekuat, maka dokter harus
menentukan apakah keadaan ini karena kelalaian atau tidak sengaja. Sering
ditemukan anak yang tidak mampu atau tidak ingin menerima makanan yang
diberikan. Pada kasus ini, anak mempunyai selera makan yang kurang, malas,
tidak menghendaki jenis makanan tertentu, atau terdapat disfungsi oromotor
(gangguan neurologis untuk menghisap, mengunyah dan menelan).
Selera makan yang jelek menjadi kebiasaan pada anak yang pernah sakit
atau kurang gizi. Mereka terbiasa dengan masukan kalori yang tidak adekuat.
Kondisi lain yang perlu dipertimbangkan pada anak dengan berat badan rendah
tetapi tinggi badan dan lingkar kepalanyan normal adalah kehilangan kalori
lewat muntah, malabsorpsi, atau keadaan hipermetabolik. Suatu kondisi yang
jarang tapi sangat penting adalah sindrom Russel diensafalik yang dihubungkan
dengan sindrom diensafalik (anak sangat kurus, tinggi badan dan lingkar kepala
normal, terjadi akibat tumor pada kiasma optikum).

Tata Laksana
Tata laksana utama pada gagal tumbuh adalah mengetahui penyebab yang
mendasarinya dan memperbaiki keadaan tersebut. Hal ini membutuhkan pendekatan
Referat gagal tumbuh res2

14

bertahap sesuai klinis dan respon pengobatan sehingga diperlukan kerja sama yang
komprehensif antara dokter, perawat, ahli, pekerja sosial, dan ahli rehabilitasi medik.
Sebagian besar kasus membutuhkan intervensi nutrisi dan modifiadi perilaku yang
bermakna. Edukasi keluarga mengenai kebutuhan gizi dan cara pemberian makan
pada anak sangat penting dalam tata laksana anak dengan gagal tumbuh. Anak yang
tidak respon terhadap modifikasi nutrisi dan perilaku membutuhkan evaluasi lebih
lanjut.
Ada dua hal utama yang dibutuhkan anak dengan gagal tumbuh yaitu kebutuhan
akan diet tinggi kalori untuk tumbuh kejar dan pemantauan minimal satu kali sebulan
sampai tercapai pertumbuhan yang normal. Perawatan di rumah sakit jarang
dibutuhkan kecuali jika gagal dengan tata laksana rawat jalan, pada gagal tumbuh
yang berat atau gagal tumbuh yang disertai penyakit berat yang membutuhkan
perawatan di rumah sakit.
Gagal tumbuh pada bayi dan anak harus diintervensi sesegera mungkin terutama
jika kurva pertumbuhan berat badan berdasarkan panjang badan dibawah 70 %.
Malnutrisi yang terjadi pada usia yang lebih dini dapat berakibat buruk pada
perkembangan otak. Setelah diatasi kedaruratannya, prioritas penanganan selanjutnya
adalah observasi selama beberapa minggu untuk memonitor asupan, keluaran,
pertumbuhan, pola makan, interaksi dan ciri bayi dan anak. Dahulu observasi ini
dilakukan di rumah sakit, tetapi saat ini akan lebih baik dilakukan di lingkungannya
sendiri (missal: Rumah) sampai penyebab gagal tumbuh dapat diidentifikasikan.
Terapi ditujukan pada penyebab yang mendasari terjadinya gagal tumbuh dasar.
Terapi substitusi hormone tiroid perlu diberikan jika gagal tumbuh disebabkan oleh
hipotiroid, demikian juga apabila disebabkan karena penyakit sistemik maka diatasi
penyakitnya tersebut.
Tetapi gagal tumbuh bersifat multifaktorial dan secara umum dibagi menjadi
pengobatan jangka panjang dan jangka pendek, melibatkan ibu dan lingkungan serta
interaksi

ibu

dan

bayi.

Pengobatan

pada

bayi

termasuk

nutrisi,

terapi

perkembangandan tingkah laku, serta mengatasi komplikasi yang terjadi. Pendekatan


Referat gagal tumbuh res2

15

tata laksana pada ibu dan lingkungan memrlukan identifikadi dan modifikasi stressor
lingkungan dan perbaikan system perlindungan. Perbaikan interaksi ibu anak
dibutuhkan jika keberhasilan perawatan di RS akan dilanjutkan di rumah.1

Prognosis
Untuk mencapai pertumbuhan dewasa yang normal, maka prognosis gagal
tumbuh tergantung dari penyebab gagal tumbuh itu sendiri. Intervensi dini sangat
penting untuk mengurangi risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang
berkelanjutan atau mengurangi resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang
berkelanjutan atau menetap.
Gangguan pertumbuhan dalam 6 bulan pertama berhubungan dengan gangguan
mental dan psikomotor pada tahun kedua. Makin cepat timbulnya gangguan tumbuh
dan makin berat penyakit yang mendasarinya maka prognosisnya makin yang kurang
baik, gagal tumbuh jangka panjang sering disertai penyakit kronik yang berat atau
malnutrisi sejak dini.
Banyak anak, terutama di Negara berkembang yang menderita malnutrisi ringan
atau sedang dan anak-anak cenderung memiliki prognosis yang lebih baik, terutama
jika dilakukan intervensi sejak dini. Terdapat kondisi spesifik mempengaruhi hasil
keluaran intervensi yang dilakukan pada anak-anak cenderung memiliki prognosis
yang lebih baik, terutama jika dilakukan pada anak dengan gagal tumbuh.
Sebagai contoh, bayi prematur atau bayi yang mengalami pertumbuhan janin
terhambat asimetris sering memperlihatkan pacu tumbuh yang lebih baik
dibandingkan dengan bayi yang mengalami pertumbuhan janin terhambat simetris.
Perlu diingat bahwa faktor genetik juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
seorang canak.
Dampak terhambatnya pertumbuhan terhadap perkembangan intelektual dan
tingkah laku tergantung dari penyebabnya. Malnutrisi berat yang lama dan timbul dini
berhubungan dengan gangguan perkembangan system saraf, cenderung bersifat
Referat gagal tumbuh res2

16

permanen. Defisiensi mikronutrien (contohnya, anemia defisiensi besi) berhubungan


dengan gangguan tingkah laku. Gangguan pertumbuhan selama bayi dan anak
merupakan faktor risiko potensial untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
Prognosisnya baik jika kebutuhan medis, nutrisi dan psikososial anak dan keluarga
tercukupi.1

BAB III
KESIMPULAN
Gagal tumbuh merupakan tanda atau gejala dari suatu masalah pada pasien dan
bukan merupakan suatu diagnosis pasti atau derajat suatu penyakit.

Referat gagal tumbuh res2

17

Seorang pasien dinyatakan gagal tumbuh bila berat badan menurut umur berada di
bawah persentil 3 atau berat badan menurut tinggi badan menurut umur di bawah
persentil 10 kurva CDC 2000
Etiologi gagal tumbuh bisa karena faktor organik ataupun faktor anorganik
Gangguan pertumbuhan selama bayi dan anak merupakan faktor risiko potensial
untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
Prognosisnya baik jika kebutuhan medis, nutrisi dan psikososial anak dan keluarga
tercukupi

DAFTAR PUSTAKA

1. Ranuh, IGNG, penyunting. Tumbuh kembang anak. Edisi pertama. Jakarta:


EGC; 1995.
Referat gagal tumbuh res2

18

2. Matondang CS, Wahidiyat I, Sastroasmoro S, penyunting. Diagnosis fisis pada


anak. Edisi kedua. Jakarta: Sagung Seto; 2003.
3. Narendra MB, Sularyo TS, Soetjiningsih, dkk, penyunting. Buku ajar 1: tumbuh
kembang anak dan remaja. Edisi pertama. Jakarta: Sagung Seto, IDAI; 2002.
4. Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, dkk, penyunting. Nelson textbook of
pediatrics. Edisi kedelapan belas.Philadelphia: Saunders Elsevier; 2004.
5. Kamus Kedokteran Dorlan Ed 29. Jakarta : EGC
6. Tumbuh kembang anak dan remaja [diunduh 19 januari 2011]; Tersedia di:
http://www.scribd.com/doc/31719019/tumbuh-kembang-anak-scribd
7. Denver Development Materials Inc. [Online]. 2010 [diunduh 20 januari 2011];
Tersedia di: URL: http://www.denverii.com/DenverII.html

Referat gagal tumbuh res2

19