Anda di halaman 1dari 10

2.

2 Klasifikasi Filum Brachiopoda


Klasifikasi Fillum Brachiopoda dibagi menjadi 2 kelas yaitu klas Articulata/Phygocaulina dan
klas Inarticulata/Gastrocaulina.
Kelas Articulata/Phygocaulina (terdapat hinge/engsel)
Cangkang atas dan bawah (valve) dihubungkan dengan otot dan terdapat selaput dan gigi.
Kelas Articulata / Pygocaulina memiliki masa hidup dari Zaman Cambrian hingga ada beberapa
spesies yang dapat bertahan hidup sampai sekarang seperti anggota dari ordo Rhynchonellida
dan ordo Terebratulida. Berikut adalah ciri-ciri dari kelas Articulata :

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket yang diperkuat oleh otot.
Cangkang umunya tersusun oleh material karbonatan.
Tidak memiliki lubang anus.
Memiliki keanekaragaman jenis yang besar.
Banyak berfungsi sebagai fosil index.
Mulai muncul sejak Zaman Kapur hingga saat ini.

Pembagian Ordo dalam Kelas Articulata :


Ordo Orthida (Cambrian-Permian)
Ordo Strophomenida (Ordovician-Jurassic)
Ordo Pentamerida (Cambrian-Devonian)
Ordo Rhynchonellida (Ordovician-Recent)
Ordo Spiriferida (Ordovician-Jurassic)
Ordo Terebratulida (Devonian-Recent)
1. Ordo Orthida
Umumnya memiliki sepasang cangkang sangat biconvex dan straight hinge line. Impunctate
shell = tidak terdapat indikasi perforasi sama sekali.
Terdapat 2 suborder:
a. Orthacea (impunctate): Orthis dan Platystrophia (Ordovisium).
b. Dalmanellacea (punctate): Dalmanella (Ordovisium ~ Devonian).
2. Ordo Strophomenida
Seperti Orthida yang diperkirakan merupakan nenek moyang (ancestor)-nya, Ordo
Strophomenida ini cangkangnya umumnya juga memiliki straight hinge line.
Ciri lain dari Ordo Strophomenida ini adalah cangkangnya pseudopunctate (cangkangnya tidak
perforate/pori tetapi terdapat bentuk-bentuk kanal yang disebut taleolae), dan umumnya salah
satu cangkangnya cekung (brachial valve) dan cangkang lainnya cembung dengan radial ribs.
Kisarannya dari Ordovisium ~ Jura.
3. Ordo: Pentamerida
Ordo Pentamerida ini juga merupakan turunan langsung dari Ordo Orthida dimana cangkangnya
juga bersifat impunctate. Umumnya berukuran besar dan sangat biconvex, memiliki hinge-line
yang pendek dan delthyrium yang terbuka. Kisaran umurnya adalah Ordovisium ~ Perm.

4. Ordo: Rhynchonellida
Genus ini memiliki cangkang impunctate (tidak memiliki perforasi) dan fibrous, spherical dan
hinge line yang pendek. Umumnya dilengkapi dengan sulcus (lubang pembuangan) dan lipatan
yang berbentuk paruh yang menonjol pada pedicle valve (rostrate).
Diperkirakan merupakan turunan dari Pentamerida sebagai nenek moyangnya (ancestor).
Pertamakali muncul pada Ordovisium Tengah dan mencapai puncak penyebarannya pada
Mesozoikum.
5. Ordo: Spiriferida
Ordo Spiriferida ini adalah kelompok fosil Brachiopoda yang terbesar dan penting, dimana
sebagian besar cangkangnya bersifat impunctate dan sebagian kecil bersifat punctuate. Memiliki
radial ribbed atau cangkang yang terlipat (folded shell) dan bersifat strongly biconvex.
Biasanya terdapat interarea yang mudah teramati (well developed interarea) pada pedicle
valve, tetapi tidak terdapat pada brachial valve. Penyebaran vertical ordo ini adalah Ordovisium
Tengah ~ Permian Atas, ada beberapa yang berhasil survive sampai Lias.
6. Ordo: Terebratulida
Secara umum cangkangnya bersifat punctate (terdapat kanal-kanal kecil yang menerus sampai
permukaan cangkang), permukaan cangkang relatif licin (smooth), hinge line relatif pendek,
foramen (lubang) berbentuk bundar pada bagian paruh. Diasumsikan merupakan turunan dari
Kelompok Dalmanellacea (Ordo Orthida). Pemunculan pertama-nya diketahui sejak Silur Atas
dan mencapai puncak perkembangannya pada Zaman Kapur.
Kelas Inarticulata/Gastrocaulina (tanpa hinge/engsel)
Cangkang atas dan bawah (valve) tidak dihubungkan dengan otot dan terdapat socket dan
gigi yang dihubungkan dengan selaput pengikat. Berikut ini adalah ciri-ciri dari kelas
Inarticulata:

a.
b.
c.
d.

Tidak memiliki gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line).
Pertautan kedua cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang
akan terpisah.
Cangkang umumnya berbentuk membulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat
atau khitinan.
Mulai muncul sejak Zaman Cambrian awal hingga sekarang.

Pembagian Ordo dalam Kelas Inarticulata :


Ordo Lingulida
Ordo Acrotretida
1. Ordo Lingulida: katu kecil memanjang.
- Genus Lingula terdapat hampir di seluruh dunia dan mulai ada sejak Ordovisium.
2. Ordo Acrotretida (Inarticulata)
Pedicle valve umumnya conicle, circular relief tinggi sampai datar, brachial valve datar
(flat). Contoh :
Orbiculoida : Ordovisium Kapur

2.3 Rekaman Filum Brachiopoda dalam Skala Waktu Geologi


Filum Brachiopoda (Cambrian-Recent)
Kelas Inarticulata (Cambrian-Recent)
Ciri-ciri:
Tidak mempunyai gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line) pertautan kedua
cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang langsung terpisah.
Cangkangnya umumnya berbentuk membulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat
atau khitinan. Hewan ini muncul sejak zaman Cambrian awal hingga masa kini.
Contohnya : Khitinan.

Kelas Articulata (Cambrian-Recent).


Ciri-ciri:

a. Cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket.


b. Cangkang umumnya tersusun oleh material karbonatan.
c. Tidak mempunyai lubang anus.
d. Mempunyai keanekaragaman jenis yang besar.
e. Banyak yang berfungsi sebagai fosil index.
f. Mulai muncul sejak Zaman Kapur hingga masa kini.
Ordo Brachiopoda Articulata
a. Order Orthida (Cambrian-Permian)
b. Order Strophomenida (Ordocivian-Jurassic)
c. Order Pentamerida (Cambrian-Devonian)
d. Order Rhynchonellida (Ordovician-Recent)
e. Order Spiriferida (Ordovician-Jurassic)
f. Order Terebratulida (Devonian-Recent)
Pada akhir Zaman Permian, terjadi kepunahan masal yang melibatkan hampir semua
golongan Brachiopoda. Hanya sedikit takson yang selama, seperti golongan Trebratulid dan
Lingula, dan masih terdapat hingga masa kini (Holosen). Brachiopoda masa kini selalu

ditemukan dalam keadaan tertambat dengan menggunakan pedikelnya, baik pada batuan keras
maupun cangkang binatang yang telah mati.

Order ORTHIDA

Shells of orthids are typically strophic (having an elongated hinge line) about equal
to or slightly less than the maximum shell width dimension. The shape is generally
semi- or sub-circular in outline. Valve convexity is usually unequally biconvex with a
slightly inflated pedicle valve. The pedicle opening is usually triangular (although
very rarely absent). Typically an interarea is developed on both pedicle and brachial
valves. Orthids are typically covered with fine diverging radial costae. Examples of
orthids can be found in these specimens.

Order STROPHOMENIDA

Shells of strophomenids are typically strophic, whose valves are either planoconvex
or concavoconvex, or less commonly biconvex. The shell structure of
strophomenidids is typified by small calcite rods perpendicular through shell
surfaces (in the literature this shell structure is called pseudopunctate). The interarea
is usually lacking in strophomenidids. Strophomenidids typically do not posses a
pedicle opening, and are therefore not believed to have attached themselves by a
pedicle; instead, they were mostly free-living (reclining) epi- or slightly semi-infaunal
critters, floating on the substrata by means of their large surface area and/or spines.
Diagnostics for three common Suborders are given below.

(1) Suborder Strophomenidina. Most are semicircular or subquadrate in outline


with plano-convex or concavo-convex inflation. When taken together, the two valves
of strophomenidinids are not as thick as those belonging to the productids (see
below). See these specimens for examples.
-

(2) Suborder Chonetidina. These resemble semicircular plano-convex or concavoconvex strophomenidids (as above), but differ in that they typically have well
developed tubular spines along posterior margin of the pedicle interarea (i.e., along
the hinge) such as is seen in this specimen.
Furthermore, several groups of
chonetids have elongated hinge margins which appear as spines. Chonetids are
usually smaller than other strophomenidids. This group is quite common in many
Devonian strata from central New York.

(3) Suborder Productidina. Easy to recognize, productids are often strongly


concavo-convex with a greatly inflated pedicle valve. Many productids had during
life numerous spines on the pedicle valve enabling them to float in soft muds. These
spines are typically broken off by taphonomical processes, but their original presence
can usually be deduced by knobs or slight thickenings where they once were
attached such as in these specimens.

Order PENTAMERIDA

Shells of pentamerids are generally biconvex; they can be either strophic or more
commonly astrophic. Pentamerids are typically ovoid, circular, triangular, or more
commonly pentameral in outline. The interior of the shell is typified by a prominent
medial ridge or septa in the brachial and/or pedicle valve.
Also diagnostic of
pentamerids is a spoon shaped structure modified from plates in the pedicle valve
called the spondylium which supported muscle tissues.

Order RHYNCHONELLIDA

Shells of rhynchonellids are unequally biconvex and astrophic. Rhynchonellids

typically have radial costae and a strong fold and sulcus which can clearly be seen in
the commissure along the anterior margin. The juncture of radial ornamentation
with the commissure produces a zig-zag pattern which is very characteristic of this
group. The pedicle opening in rhynchonellids is usually not observed, but when
present it typically slit or triangular shaped. See this example making sure you
observe the crenulated commisural plane.

Order SPIRIFERIDA

Spiriferid brachiopods are a diverse group whose biconvex shells can be astrophic to
highly strophic and circular to alate in outline. The unifying feature among spiriferid
brachiopods is the spiral lophophore support. Detailed diagnostics for three common
suborders are given below.

(1) Suborder Atrypidina. These are astrophic, and have spiralia that are oriented
parallel to commissural plane. Shells commonly have radial ornamentation such as
these examples.

(2) Suborder Spiriferidina. Theses are strophic spiriferids, whose pedicle valve
interarea is well developed. The orientation of the spiralia are perpendicular to the
commissural plane and parallel to the plane of symmetry in brachiopods. Spirifirids
typically have a well defined fold and sulcus and are frequently ornamented with
radial plicae and/or costae. Commonly (but not exclusively) spiriferids are alate
shaped such as Mucrospirifer from the Middle Devonian of New York.

(3) Suborder Athyrididina. These are astrophic and generally smooth shelled.
They typically have a rounded pedicle opening and very much resemble the
terebratulids (see below), but differ in having spiralia lophophore supports and less

pronounced pedicle opening. The spiralia are oriented perpendicular to the


commissural plane.

Order TEREBRATULIDA

Terebratulids are astrophic brachiopods which typically have biconvex shells that are
usually ovoid to circular in outline. They can be either smooth or have radial ribbing.
The lophophore support is loop shaped in contrast to the spiralia of similar looking
spiriferids.

TABLE 1 - Some characteristic morphologic features of articulate

brachiopods

Note: H=hinge, L=length, PV = pedicle valve

Order-Suborder

Convexity

Pedicle
opening

Hinge

H:L Other

Orthida

unequally
biconvex

triangular

strophic

<1

diverging costae

Strophomenidina

planoconcavoconvex

absent

strophic

thin-shelled

Chonetidina

plano-

absent

strophic

spines on hinge

concavoconvex

Productidina

planoconcavoconvex

absent

strophic

spines on PV

Pentamerida

biconvex

absent

astrophic

--

medial septum

Rhynchonellida

biconvex

absent

astrophic

--

strongly plicate

Atrypidina

biconvex

small

astrophic

--

often costate

Spiriferidina

biconvex

triangular

strophic

wing-shaped

Athyrididina

biconvex

small,
circular

astrophic

--

often smooth

Terebratulida

biconvex

circular

astrophic

--

smooth

Tabel 1.1 Perbedaan Kelas Articulata dan Inarticulata

Klasifikasi

Inarticulata

Calciata
Approach

Lingulata

Calciata

Three-part
Approach

Linguliformea

Craniformea Rhynchonelliformea

Ordo

Lingulid
a

Craniida

Engsel

Tidak memiliki gigi

Gigi dan soket

Anus

Bagian depan tubuh, pada usus


berbentuk U

Tidak ada

Berisi Coelom
dengan otot keluar

Tidak ada

Tidak memiliki coelom, otot


menyambung dengan badan

Tidak ada,
menyambun
g pada
permukaan

Pendek, melekat pada


permukaan keras

Protein

Pedicle

Panjang,
di dalam
liang

Discinida

Pendek,
melekat
pada
permukaa
n

Articulata

Terebratulid
a

Rhynconellid
a

Periostracu
m

Glycosaminoglycans
dan kitin

Kitin

Lapisan
Primer
Cangkang

Glycosaminoglycans
dan apatit (kalsium
fosfat)

Kalsit

Lapisan
Cangkang
Dalam

Kolagen dan protein


lainnya kitin dan
apatit

Kalsit

Protein dan Kalsit

Chaetae
sekitar
daerah
bukaan
cangkang

Ya

Tidak ada

Ya

Coelom
terbagi

Ya

Tidak ada

Ya

2.4 Fosil Brachiopoda dan kegunaan dalam Geologi


Kegunaan fosil Brachiopoda ini yaitu sangat baik untuk fosil index (index fossil) untuk
strata pada suatu wilayah yang luas. Brachiopoda dari kelas Inarticulata; genus Lingula
merupakan penciri dari jenis brachiopoda yang paling tua, yaitu Lower Cambrian. Jenis ini
ditemukan pada batuan Lower Cambrian dengan kisaran umur 550 juta tahun yang lalu.
Secara garis besar, jenis filum Brachiopoda ini merupakan hewan-hewan yang hidup
pada Masa Paleozoikum, sehingga kehadirannya sangat penting untuk penentuan umur batuan
sebagai index fossil.
http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Strophomenida