Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN R-LAB

DISIPASI KALOR HOT WIRE

NAMA/NPM

: ARDHA BARIQ FARDIANSYAH / 1406553064

FAKULTAS / JURUSAN

: TEKNIK / TEKNIK KIMIA

GRUP

: GRUP 10

NOMOR & NAMA PERCOBAAN : KR 01 DISIPASI KALOR HOT WIRE


MINGGU PERCOBAAN

: PEKAN 4

TANGGAL PERCOBAAN

: 22 MARET 2015

LABORATORIUM FISIKA DASAR


UPP IPD
UNIVERSITAS INDONESIA

I.

TUJUAN
i. Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara

II.

III.

ALAT
i. Kawat Pijar (Hotwire)
ii. Fan
iii. Voltmeter dan Ampmeter
iv. Adjustable Power Supply
v. Camcorder
vi. Unit PC beserta DAQ dan Perangkat Pengendali Otomatis
TEORI
Pertama-tama, sebelum mengetahui lebih dalam mengenai Disipasi Kalor Hot Wire,
kita perlu untuk mengetahui arti dasar dari disipasi kalor itu sendiri. Disipasi Kalor merupakan
energi yang hilang dari suatu sitem masuk ke dalam lingkungan karena adanya gesekan,
viskositas, hambatan listrik, histerisis dalam zat magnetic dan lain-lain. Pengertian lainnya dari
disipasi kalor adalah fenomena keluarnya panas karena tubrukan atau gesekan di dalam
ruangan yang berisi kumpulan partikel. Gesekan atau friksi biasanya akan
menimbulkan panas. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari antara lain menggesekgesekkan telapak tangan, mengamplas kayu dan besi, mengebor, membenturkan batu,
mengerem, menyalakan korek api, atau menstater motor dan mobil.
Energi disipasi dapat berarti energi yang hilang dari suatu sistem. Hilang dalam arti
berubah menjadi energi lain yang tidak menjadi tujuan suatu sistem. Timbulnya energi disipasi
secara alamiah tidak dapat dihindari 100%.
Disipasi kalor merupakan peristiwa timbulnya panas akibat gesekan antar partikel yang
berada dalam suatu ruang. Disipasi kalor terjadi dalam peristiwa sehari-hari seperti
menggosokkan kedua telapak tangan, mengerem mobil, mengampelas besi,menyalakan korek
api, dan lain-lain.

Hot-Wire Anemometer

Seiring dengan perkembangan zaman, manusia selalu mengembangkan berbagai


teknologi. Salah satunya adalah mengembangkan teknologi yang digunakan sebagai alat ukur
untuk meghasilkan
hasil pengukuran yang lebih akurat. Sebagai contohnya adalah
pengembangan dari teknologi untuk mengukur kecepatan angin atau kecepatan dari aliran
udara turbulen. Kecepatan angin atau kecepatan dari aliran udara dapat diukur dengan
menggunakan prinsip dasar dari percobaan hot wire. Percobaan hot wire menghubungkan
antara kecepatan angin yang ada dengan besarnya tegangan yang diberikan dan dihasilkan dari
energi kalor yang berasal dari konversi energi listrik dari suatu daya listrik yang dihubungkan
dengan tegangan listrik. Salah satu jenis sensor yang banyak digunakan adalah hot wire
anemometer. Sebelum digunakan dalam pengukuran aliran, hot wire anemometer harus
dikalibrasi untuk menentukan suatu persamaan respon kalibrasi yang menyatakan suatu
hubungan antara tegangan kawat (wire voltage, E) dengan kecepatan referensi (reference

velocity, U). Anemometer hotwire adalah anemometer yang banyak digunakan dalam
penelitian untuk mempelajari kecepatan angin yang berubah cepat.
Anemometer termal atau hot wire anemometer merupakan satu sensor yang digunakan
untuk mengukur kecepatan fluida (angin) sesaat. Cara kerja dari sensor tersebut berdasarkan
atas jumlah panas yang hilang dengan cara konvektif dari sensor ke arah lingkungan sekeliling
dari sensor. Besarnya panas yang dipindahkan dari sensor secara langsung berhubungan
dengan kecepatan fluida yang melewati sensor. Jika hanya kecepatan fluida yang berubah,
maka panas yang hilang bisa diinterpretasikan sebagai kecepatan fluida tersebut. Kerja
anemometer termal atau hot wire anemometer mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung
dari tekanan statis dan tekanan kecepatan.
Hotwire anemometer menggunakan kawat yang sangat kecil dan dialiri panas hingga
suhu diatas temperatur Ambient. Hotwire adalah kawat yang berukuran sangat kecil dan diberi
panas, jenis ini paling banyak digunakan untuk mengukur kecepatan fluida. Anemometer ini
dibuat dengan menggunakan diode seri yang dipanaskan oleh heater sehingga terjadi
perubahan karakteristik tegangan dan arus. Aliran angin yang lewat, akan membuat proses
pendinginan sehingga tegangan diode kembali naik dan diperoleh hubungan antara tegangan
diode dan kecepatan aliran angin.
Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan sebagai
sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti ini
terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang disatukan pada dua kawat baja.
Masing masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang
mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi
listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut
dan lamanya waktu arus listrik mengalir.
P=vit
Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga
merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir maka
perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah.
Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yang
dirumuskan sebagai :
=
Rw
Ra

= resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara)


= resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan)

Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan
hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference
velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap
percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut.Persamaan yang didapat
berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial.
Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur
ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yang hasilkan
oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan
yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s.

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN

Sebelum memulai prosedur percobaan, eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan mengklik tombol rLab pada halaman sitrampil.
1. Mengaktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) !
2. Memberikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik pilihan drop
down pada icon atur kecepatan aliran.

3. Menghidupkan motor pengerak kipas dengan mengklik radio button pada icon
menghidupkan power supply kipas.

4. Mengukur Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon
ukur.

5. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s
Berikut adalah susunan alat percobaan Disipasi Kalor Hotwire :

Gambar 1. Disipasi Kalor Hotwire

V.

DATA PENGAMATAN

Pada percobaan Disipasi Kalor Hotwire, kecepatan aliran angin yang digunakan
mengalami beberapa perubahan antara lain yaitu 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s,
dan 230 m/s. Berikut adalah hasil pengamatan percobaan Disipasi Kalor Hotwire :
i. Tabel Pengamatan Saat Kecepatan Angin 0 m/s
No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

54

2.112

54

2.112

54

10

10

2.112

54.1

2.112

53,95

Rata-Rata

I-HW

ii. Tabel Pengamatan Saat Kecepatan Angin 70 m/s


No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

70

2.075

54.4

70

2.074

54.5

70

2.074

54.6

70

2.073

54.7

70

2.074

54.8

70

2.073

55

70

2.072

55.1

70

2.072

55.1

70

2.072

55.1

10

10

70

2.072

55.1

2.0731

54.84

Rata-Rata

iii. Tabel Pengamatan Saat Kecepatan Angin 110 m/s

I-HW

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

110

2.057

55.1

110

2.056

55.3

110

2.056

55.5

110

2.056

55.5

110

2.056

55.4

110

2.057

55.2

110

2.057

55

110

2.058

54.7

110

2.057

54.6

10

10

110

2.057

54.5

2.0567

55.08

Rata-Rata

I-HW

iv. Tabel Pengamatan Saat Kecepatan Angin 150 m/s

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

150

2.049

54.8

150

2.049

54.8

150

2.049

54.7

150

2.049

54.7

150

2.048

54.6

150

2.049

54.6

150

2.049

54.5

150

2.048

54.5

150

2.049

54.5

10

10

150

2.049

54.5

2.0488

54.62

Rata-Rata

v. Tabel Pengamatan Saat Kecepatan Angin 190 m/s

I-HW

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

190

2.045

55.1

190

2.045

55.1

190

2.044

55

190

2.044

54.9

190

2.045

54.9

190

2.044

54.8

190

2.045

54.7

190

2.044

54.7

190

2.044

54.6

10

10

190

2.044

54.6

2.0444

54.84

Rata-Rata

I-HW

vi. Tabel Pengamatan Saat Kecepatan Angin 230 m/s


No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

230

2.042

54.9

230

2.042

54.7

230

2.042

54.6

230

2.041

54.6

230

2.042

54.6

230

2.042

54.6

230

2.042

54.6

230

2.042

54.7

230

2.042

54.7

10

10

230

2.042

54.7

2.0419

54.67

Rata-Rata

VI.

PENGOLAHAN DATA

I-HW

VI.1 Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu


Melalui tabel data pengamatan percobaan Disipasi Kalor Hotwire, kita dapat membuat
grafik hubungan antara tegangan hotwire dengan waktu untuk setiap kecepatan angin.
a. Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu pada Kecepatan Aliran Angin 0 m/s

Grafik Hubungan Tegangan terhadap


Waktu
Tegangan (v)

2.5
2
1.5
1
0.5
0
1

10

Waktu (s)

No

Waktu

Kecepatan
Angin

V-HW

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

53.9

2.112

54

2.112

54

2.112

54

10

10

2.112

54.1

2.112

53,95

Rata-Rata

I-HW

b. Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu pada Kecepatan Aliran Angin 70


m/s

Grafik Hubungan Tegangan


terhadap Waktu
Tegangan (v)

2.076
2.075
2.074
2.073
2.072
2.071
2.07
1

10

Waktu (s)

No

Waktu

Kecepatan
Angin

V-HW

70

2.075

54.4

70

2.074

54.5

70

2.074

54.6

70

2.073

54.7

70

2.074

54.8

70

2.073

55

70

2.072

55.1

70

2.072

55.1

70

2.072

55.1

10

10

70

2.072

55.1

2.0731

54.84

Rata-Rata

I-HW

c. Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu pada Kecepatan Angin 110 m/s

Tegangan (v)

Grafik Hubungan Tegangan terhadap


Waktu
2.0585
2.058
2.0575
2.057
2.0565
2.056
2.0555
2.055
1

10

Waktu (s)

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

110

2.057

55.1

110

2.056

55.3

110

2.056

55.5

110

2.056

55.5

110

2.056

55.4

110

2.057

55.2

110

2.057

55

110

2.058

54.7

110

2.057

54.6

10

10

110

2.057

54.5

2.0567

55.08

Rata-Rata

I-HW

d. Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu pada Kecepatan Angin 150 m/s

Grafik Hubungan Tegangan


terhadap Waktu
Tegangan (v)

2.0495
2.049
2.0485
2.048
2.0475
1

10

Waktu (s)

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

150

2.049

54.8

150

2.049

54.8

150

2.049

54.7

150

2.049

54.7

150

2.048

54.6

150

2.049

54.6

150

2.049

54.5

150

2.048

54.5

150

2.049

54.5

10

10

150

2.049

54.5

2.0488

54.62

Rata-Rata

I-HW

e. Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu pada Kecepatan Angin 190 m/s

Grafik Hubungan Tegangan


terhadap Waktu
Tegangan (v)

2.0455
2.045
2.0445
2.044
2.0435
1

10

Waktu (s)

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

190

2.045

55.1

190

2.045

55.1

190

2.044

55

190

2.044

54.9

190

2.045

54.9

190

2.044

54.8

190

2.045

54.7

190

2.044

54.7

190

2.044

54.6

10

10

190

2.044

54.6

2.0444

54.84

Rata-Rata

I-HW

f. Hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu pada Kecepatan Angin 230 m/s

Grafik Hubungan Tegangan


terhadap Waktu
Tegangan (v)

2.0425
2.042
2.0415
2.041
2.0405
1

10

Waktu (s)

No

Waktu

Kecepatan Angin

V-HW

230

2.042

54.9

230

2.042

54.7

230

2.042

54.6

230

2.041

54.6

230

2.042

54.6

230

2.042

54.6

230

2.042

54.6

230

2.042

54.7

230

2.042

54.7

10

10

230

2.042

54.7

2.0419

54.67

Rata-Rata

I-HW

VI.2 Hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan Aliran Angin

Dalam upaya untuk menjawab pertanyaan mengenai grafik yang menghubungkan


antara tegangan hotwire dengan kecepatan aliran angin, maka kita dapat menentukannya
dengan meggunakan rata-rata tegangan rata-rata tiap kecepatan aliran angin yang dihubungkan
dengan kecepatan aliran angin. Dimana x adalah kecepatan angin dan y adalah tegangan ratarata tertentu tersebut.

No

Kecepatan
Angin
0 m/s
70 m/s
110 m/s
150 m/s
190 m/s
230 m/s

1
2
3
4
5
6

Tegangan RataRata Hotwire


2.112
2.0731
2.0567
2.0488
2.0444
2.0419

Grafik Hubungan Kecepatan Aliran


Angin dengan Tegangan
Tegangan Rata-rata

2.12
2.1
2.08

y = -0.000298x + 2.1001

2.06
2.04
2.02
2
1.98
0

70

110

150

Kecepatan Angin

190

230

Persamaan garis grafik diatas dapat diketahui melalui persamaan dan perhitungan sebagai
berikut :
Xi2

Yi2

XiYi

0
4900
12100
22500
36100
52900

4.460544

4.297744

145.117

4.230015

226.237

4.197581

307.32

4.179571

388.436

230

2.112
2.0731
2.0567
2.0488
2.0444
2.0419

4.169356

469.637

750

12.3769

128500

25.53481 1536.747

Kecepatan Angin (m/s)

Tegangan (Volt)

0
70
110
150
190

() ()()
( ) ()

6(1536.747) (750)(12.3769)
6(128500) (750)2

= .


( ) ()

(128500 12,3599) (750 1534,07)


6(128500) (750)2

= . 001

Dari perhitungan diatas praktikan mendapatkan persamaan garis grafik hubungan


tegangan hotwire dengan kecepatan aliran angin adalah
=
= . .

Selain itu, praktikan juga mengukur kesalahan relatif melalui persamaan :

() + ()
=
[
]

( ) ()
1
128500(153.1876) 2(750)(12.3769)(1536.747) + 6(1536.747)2
=
[25.5348
]
62
6(128500) (750)2

= 0.0105286

(X)2

n(X 2 )

= 0.0105286

6
6(128500) (750)2

= 0.00005648
b
Kesalahan Relatif = | | x 100%
b
Kesalahan Relatif = |

0.00005648

0.000298

| x 100% = 18.95 %

VII.

ANALISIS
VII.1 Analisis Percobaan
Pada percobaan ini, praktikan melakukan percobaan R-Lab dimana praktikum dilakukan
secara remote. Keunggulan dari praktikum ini yaitu praktikan dapat dengan mudah
mendapatkan data percobaan kapan saja, karena praktikum ini berjalan secara online melalui
website khusus yang bernama sitrampil. Namun percobaan dengan sistem R-Lab ini memiliki
beberapa kelemahan, yaitu pengambilan data pada praktikum R-Lab ini harus secara
bergantian dengan praktikan lainnya, sehingga praktikan harus menunggu hingga R-Lab
kosong dan praktikan baru dapat mengakses R-Lab tersebut.
Percobaan R-Lab kali ini yaitu mengenai disipasi kalor hot wire. Percobaan ini memiliki
tujuan untuk menjadikan hot wire sebagai sensor kecepatan aliran udara. Hotwire berfungsi
sebagai sensor yang mendeteksi kecepatan aliran. Percobaan ini dilakukan dengan 6 jenis
kecepatan aliran fan yang berbeda antara lain yaitu 0m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s
dan 230 m/s. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan aliran udara dari kipas
terhadap tegangan pada hotwire.
Percobaan Dispasi Kalor HotWire ini dimulai dengan mengaktifkan Web cam, dengan
tujuan untuk menghindari praktikan dari kesalahan-kesalahan yang diakibatkan oleh prosedur
kerja yang tidak dikerjakan secara benar. Jika kita tidak mengaktifkan webcam, maka
percobaan akan rentan salah, sehingga data yang diambil akan mengalami kesalahan yang
berlanjut pada kesalahan pengolahan data maupun hasilnya, yaitu didapat nilai yang bukan
merupakan nilai yang sebenarnya, sehingga kita diharuskan untuk mengulang percobaan.
Setelah mengaktifkan webcam, hal yang dilakukan selanjutnya adalah memberikan aliran
udara sebesar 0 m/s, yaitu dengan mengklik pilihan drop down yang ada pada icon atur
kecepatan aliran. Kemudian setelah menyetel kecepatan aliran, motor penggerak kipas
dinyalakan dengan mengklik radio button pada icon menghidupkan power supply kipas.
Untuk mengukur tegangan dan arus listrik di kawat hotwire, kita bisa melakukannya dengan
mengklik icon ukur, maka akan terjadi pergerakan kipas dan perubahan tegangan. Setelah
menunggu beberapa detik, maka akan muncul data yang meliputi waktu, kecepatan aliran,
tegangan, dan arus yang dihasilkan. Percobaan dilanjutkan dengan mengubah kecepatan aliran
menjadi 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s dan 230 m/s, dengan prosedur yang sama seperti
saat pengukuran kipas dengan kecepatan 0 m/s

VII.2 Analisis Hasil


Pada percobaan Disipasi Kalor Hotwire yang telah dilakukan akan menghasilkan data
yang dapat kita telaah lebih mendalam mengenai kecenderungan apa yang timbul dari data
tersebut. Setelah melalui pengamatan dari tabel, maka dapat saya katakan bahwa semakin
besar kecepatan angin, maka tegangan akan cenderung mengalami penurunan, namun
penurunan nilai tegangannnya semakin lama akan semakin kecil, meskipun penurunan yang
terjadi sangatlah kecil sehingga dapat dikatakan bahwa jika penurunannya sangat kecil dapat

dianggap tidak berubah, karena tidak memengaruhi. Pada percobaan dapat diamati bahwa arus
mengalami kenaikan, hal ini disebabkan karena tegangan pada Hot wire turun sehingga arus
dapat menjadi besar. Namun, seperti halnya tegangan, kenaikan nilai arus semakin lama
semakin kecil , dimana jika kenaikannya sangat kecil dapat dianggap tidak berubah atau tidak
mengalami kenaikan karena pengaruhnya sangat kecil.
Arus dan tegangan yang dihasilkan tidak meningkat atau menurun secara konstan
tetapi mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan ketika probe dihembus angin, probe tidak
stabil sehingga data yang dihasilkan pun berubah-ubah naik turun. Tegangan yang menurun
dan arus yang mengalami peningkatan dan penurunan disebabkan angin yang menerjang
kawat menyebabkan nilai resistansi kawat berubah sehinnga nilai arus dan tegangan pada hot
wire juga berubah. Besar kecilnya perubahan resistansi mempengaruhi perubahan kalor yang
didisipasikan pada probe.
Nilai yang dihasilkan dari tegangan listrik akan semakin berkurang berbanding dengan
penambahan kecepatan angin yang diberikan sesuai urutannya. Hal ini dapat terjadi karena
pada alat percobaan disipasi kalor hotwire, yaitu tepatnya pada kawat hotwire, hotwire akan
mendapat panas sehingga suhu hotwire akan mencapai temperatur diatas temperatur ambient
(temperatur ruangan). Sebelum dialirkannya udara, kita dapat melihat bahwa tegangan yang
dihasilkan adalah konstan. Ketika fan (kipas) perlahan-lahan dihidupkan dan menghasilkan
angin, tegangan hotwire perlahan-lahan akan turun. Semakin kencang kecepatan aliran udara
yang melewati alat, maka akan semakin berkurang tegangan hotwire yang terbaca pada alat.
Hal ini karena penambahan kecepatan angin akan memberikan resistansi terhadap energi
listrik yang semakin besar, sehingga daya listrik yang dihasilkan akan semakin kecil yang
diikuti dengan perbandingan yang berbanding lurus energi kalor yang semakin kecil juga.
Persamaan yang di dapatkan pada percobaan kali ini :
= . .

VII.2 Analisis Grafik


VII.2.1 Hubungan Antara Tegangan dengan Waktu
Terdapat 6 grafik hubungan antara tegangan hotwire dengan perubahan waktudalam
tiap sekon. Pada grafik yang dihasilkan melalui hubungan antara tegangan dengan waktu dapat
diamati bahwa untuk satu kecepatan, seperti kecepatan selama 10 detik, tegangan mengalami
perubahan yang sangat kecil sehingga kenaikan dan penurunan grafik sangat kecil. Namun
antara kecepatan satu dengan yang lain, pada kecepatan diawal awal, seperti antara 0 m/s
dengan 70 m/s memiliki jarak yang sangat besar, hal ini dikarenakan oleh suatu keadaan
dimana semakin tinggi kecepatan, jarak antar grafik semakin kecil.
Semakin lama waktu yang diberikan, maka akan semakin besar tegangan yang terbaca
pada alat. Apabila kita kaitkan dengan persamaan energi untuk mendapatkan energi kalor dari
disipasi energi listrik, kita dapat melihat bahwa besarnya tegangan berbanding terbalik dengan

lamanya waktu. Hal ini sesuai dengan hasil percobaan yang didapat oleh praktikan bahwa
sebagian besar hasil percobaan melalui pemberian kecepatan angin yang berbeda-beda dalam
selang waktu yang lama, akan didapatkan besar tegangan yang semakin kecil pula.
VII.2.1 Hubungan Antara Tegangan dengan Kecepatan Aliran Udara
Pada grafik hubungan antara tegangan degan kecepatan, dapat dikatakan bahwa grafik
mengalami penurunan. Dapat dikatakan bahwa nilai kecepetan berbanding terbalik dengan
tegangan dan berbanding lurus dengan arus. Dimana semakin kecil nilai kecepatan maka
tegangan semakin besar dan semakin besar kecepatan angin maka semakin kecil nilai tegangan.
Namun, dapat diamati juga bahwa semakin besar kecepatan angin makan penurunan nilai
tegangan semakin kecil sampai mendekati 0. Hal ini menandakan bahwa grafik memiliki
gradien yang bernilai negatif.
Besarnya penurunan tegangan pada setiap pertambahan kecepatan angin tidak selalu
sama. Hal ini dikarenakan kesalahan-kesalahan pengukuran yang mungkin terjadi saat
dilakukannya percobaan. Apabila kita tinjau lebih dalam, tegangan yang terbaca pada alat
menjadi semakin menurun disebabkan karena perubahan arus listrik yang semakin bertambah.
Pertambahan arus listrik ini disebabkan oleh nilai resistansi kawat yang semakin membesar.
Nilai resistansi kawat yang semakin membesar ini sebanding dengan semakin besarnya
kecepatan aliran udara yang mengalir melewati kawat.

VII.3 Analisis Kesalahan


Dalam melaksanakan percobaan Disipasi Kalor Hotwire ini, terdapat faktor-faktor
kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil percobaan yang diperoleh. Faktor faktor tersebut
adalah :
1. Kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses penghitungan akibat kesalahan
pembulatan maupun penggunaan aturan angka penting.
2. Koneksi internet yang kurang baik dan kurang mendukung dalam pemenuhan data yang
harus diambil dari internet, sehingga dalam melakukan percobaan remote ini, praktikan
melakukannya dengan terputus-putus yang membuat pengambilan data untuk
percobaan tidak maksimal.
3. Percobaan dilakukan secara online, sehingga sulit bagi praktikan untuk menentukan
faktor kesalahan lain secara menyeluruh.
Pada percobaan Disipasi Kalor Hotwire ini, praktikan mendapatkan kesalahan
relative sebesar 18.95 %. Kesalahan relative tersebut dapat terjadi karena kesalahan
pengukuran dan kesalahan penghitungan. Karena percobaan ini dilakukan dengan cara
remote, maka praktikan tidak dapat mengamati secara langsung dan jelas skala tegangan
yang terbaca pada alat. Terutama bila, dikaitkan dengan masalah yang mungkin terjadi

saat pengambilan data di internet, hal ini akan berpengaruh pada hasil data apabila
internet kita tidak sepenuhnya mendukung saat kita melakukan praktikum.

VIII.

KESIMPULAN
1. Hotwire digunakan dengan tujuan untuk mengukur kecepatan angin atau sebagai sensor

2.

3.
4.
5.
6.
7.

kecepatan aliran udara. Kecepatan angin dapat diukur apabila kita sudah mengetahui
besar tegangannya
Peningkatan dari besarnya kecepatan aliran udara dapat memberikan dampak berbeda
pada besarnya arus. Arus akan mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan
besar kecepatan aliran udara.
Waktu menagalami perbandingan yang lurus dengan tegangan. Semakin lama waktu
yang dibutuhkan maka tegangan juga semakin besar.
Tegangan berbanding lurus dengan arus dan berbanding terbalik dengan
kecepatan angin.
Besarnya energi listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan, arus dan
waktu.
Kawat tidak dapat digunakan sebagai sensor pengukur kecepatan udara karena
sifatnya yang tidak stabil saat ditiup angin.
Single normal probe hotwire merupakan salah satu jenis hotwire yang umumnya
digunakan sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dengan
menghubungkan kedua ujung probe dengan sumber tegangan.

8. Besarnya energi listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan, arus listrik
yang mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik mengalir.
9. Semakin cepat udara yang mengalir maka perubahan nilai resistansi juga
semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah.
10. Persamaan linear yang menggambarkan hubungan antara kecepatan aliran udaradan
tegangan hotwire adalah
= . .
IX.

REFERENSI
Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John
Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.
Yusuf, Alrijadjis, dan Legowo; Desain Sensor Kecepatan Angin dengan Kontrol Adaptif untuk
Anemometer Tipe Thermal. Surabaya: Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro
Politeknik ITS