Anda di halaman 1dari 8

Bimbingan Rohani

Pelayanan Rohani
Suatu usaha bimbingan untuk mendampingi dan menemui pasien berobat rawat jalan
maupun rawat inap, agar mampu memahami arti dan makna hidup sesuai dengan
keyakinan dan agama yang dianut masing-masing.
Pelayanan ini sangat berarti sebagai upaya meningkatkan rasa percaya diri kepada Tuhan
Yang Maha Esa sebagai dzat yang menentukan kehidupan manusia, sehingga motivasi ini
dapat menjadi pendorong dalam proses penyembuhan.
Pelayanan bimbingan rohani dilakukan oleh petugas Rumah Sakit Angkatan Laut Dr.
Ramelan dengan menggunakan tanda pengenal khusus.
Pelayanan bimbingan rohani dapat diselenggarakan atas permintaan pasien / kelauarga
pasien dengan menghubungi Bagian Pelayanan Bimbingan Rohani
Pelayanan bimbingan rohani diselenggarakan tidak hanya untuk pasien rumah sakit saja,
melainkan juga untuk karyawan dengan jadwal kegiatan meliputi :

Bimbingan Rohani Islam


Tugas pokok memberikan pelayanan kesehatan pada dines, anggota TNI AL dan PNS dengan
fungsi pelayanan rohani pada anggota RSAL dan pasien.
Adapun kegiatan internal antara lain :
1. Khusus Siraman Rohani Islam KUSRI (Ceramah Agama Islam)
o Setiap hari rabu, pukul 07.15 s/d 08.00, bertempat di Gedung Serbaguna.
2. Peringatan hari hari besar Islam.
3. Pelayanan anggota untuk bimbingan ibadah umroh atau haji.
4. Penyuluhan anggota memasuki masa pernikahan.
5. Konsultasi penyelesaian perselisihan anggota dengan keluarga.

Kegiatan Eksternal :

1. Kunjungan pasien rawat inap 2 kali seminggu atas permintaan maupun tidak.
2. Bantuan rohani pada pasien dengan upaya menciptakan suasana positif kepada
pasien dan anggota keluarga.

3. TPQ/TPA di Masjis Ash-Shihhah untuk Warga Komplek Rumkital Dr. Ramelan

Bimbingan Rohani Kristen

Adapun kegiatan internal antara lain :


1. Ceramah Agama Kristen
o Setiap hari Rabu, pukul 07.15 s/d 08.15 WIB
o Bertempat di ruangan Aula Harmat
2. Perjamuan Kudus setiap bulan pada minggu ke 1 kepada pasien Kristen Katolik
3. Katekisasi pranikah dan bimbingan buku renungan harian.
4. Konseling pastoral, kunjungan dan pendamping rohani bagi pasien beragama Kristen
Katolik.
5. Kunjungan rohani oleh Pastor Gereja Katolik, dengan materi Sakremen tobat,
menerimakan hosti dan perminyakan orang sakit.

Bimbingan Rohani Hindu

Adapun kegiatan internal antara lain :


1. Ceramah Agama Hindu
o Setiap hari Rabu, pukul 07.15 s/d 08.15 WIB
o Bertempat di ruangan Dokter PAviliun VI
2. Latihan Lagu rohani Keagamaan

3. Katekisasi pranikah dan bimbingan buku renungan harian.


4. Konseling kunjungan dan pendampingan bagi pasien bergama hindu
5. Kunjungan / Tirta Yatra ke pure - pure yang ada di Jawa Timur

BIMBINGAN ROHANI PADA PASIEN SALAH SATU


WUJUD ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL
1.1 Latar Belakang
Sakit bukan hanya masalah fisik semata tetapi lebih luas dari itu yaitu menyangkut masalah
psiko juga Dengan demikian kepedulian terhadap mereka yang sakit seharusnya perlu dilihat
secara utuh dan menyeluruh dari segi bio, psiko, sosio, spiritual.Menyadari akan hal itu, maka
mulai mengembangkan pola pelayanan terpadu yang disebut Pola Pelayanan Holistik.
Pelayanan ini dilakukan oleh sebuah tim, yang terdiri dari berbagai profesi salah satunya perawat
dimaksudkan untuk dapat menjangkau dan membantu mengatasi masalah-masalah kesehatan
pada pasien, dan asuhan keperawatan profesional lah yang sangat dibutuhkan dalam proses
pengobatanya. dan tanggung jawab sebagai perawat profesional agar dapat memberikan
pelayanan keperawatan yang optimal dalam memberikan asuhan keperawata pada pasien.
Perawat harus selalu memperhatikan dari segi bio,psiko,sosiodanspiritual. Tetapi terkadang
seorang perawat melalaikan hal yang sepele tetapi sangat dibutuh pasien apalagi pasien yang
menderita sakit terminal oleh karena itu pelayanan spiritual dalam bebtuk bimbingan rohani
secara psiko pasien akan tenang jika dibacakan doa. Seperti yan dilakukan di rumah sakit islam
sesungguhnya pasien pasien yang di rumah sakit umum pun juga membutuhkan oleh karena itu
kami memberi judul makalah ini BIMBINGAN ROHANI PADA PASIEN SALAH SATU
WUJUD ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL Makalah ini ditulis dengan maksud
untuk memberikan sumbangan pikiran bagi peningkatan asuhan keperawatan pfofesional dan
meningkatkan psikis pasien menunjang dalam proses penyembuhan.
1.2 Tujuan Penyusunan Makalah
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1. Mengetahui bimbingan rohani pada pasien yang merupakan asuhan keperawatan profesional
memberikan ketenangan pada pasien
1.3 Manfaat Penyusunan Makalah
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan makalah ini adalah:
1. sebagai perawat professional dapat bertanggung jawab dapat memberikan
pelayanan keperawatan yang optimal dalam memberikan asuhan keperawata
pada klien. Perawat harus selalu memperhatikan keadaan secara individual
dari segi bio, psiko, sosial, dan spiritual

1.4 Metode Penulisan Makalah


Adapun metode penulisan yang makalah yang digunakan:
1. study library yang di ambil dari sumber-sumber buku dan internet
2. konsultasi dengan pembimbing

3. bekerja sama dengan anggota kelompok

1.5 Pengertian keperawatan


Keperawatan adalah salah satu bentuk pelayanan kesehatan, dituntut untuk lebih meningkatkan
profesionalisme sehingga dapat mengimbangi kemajuan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi kesehatan yang semakin maju pesat, dengan mengembangkan potensi yang sudah
dimiliki untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang semakain tinggi terhadap pelayanan
keperawatan. dan tanggung jawab sebagai perawat profesional agar dapatamemberikan
pelayanan keperawatan yang optimal dalam memberikan asuhan keperawata pada klien. Perawat
harus selalu memperhatikan keadaan secara individual dari segi bio, psiko, sosial dan spiritual.
1.6 Pelayanan Pasien Secara Komprehensip ( Bio, Psiko, sosio dan Spiritual) 1.6.1
pelayanan secara bio
Seorang perawat adalah profesi yang diharapkan selalu care (peduli) terhadap klien pasien yang
tidak hanya sebagai objek tapi juga subjek. Salah satu pelayanan secara bio ikut menentukan
keputusan akan pengobatan/ terapi/perawatan terhadap pasien. Salah satu contohnya adalah
misalnya klien mengalami batuk perawat mengkaji Jika klien batuk dan dahaknya sulit keluar,
maka perawat mengajarkan cara bagaimana batuk yang efektif untuk mengeluarkan dahaknya
atau dengan memberikan fisioterapi, memberikan obat, makanan sesuai dengan keadaan penyakit
pasien, dan memberikan asupan nutrisi-nutrisi untuk mengurangi rasa sakitnya.
1.6.2 Pelayanan Secara Psiko
kondisi lingkungan yang negatif dapat menyebabkan stress fisik dan berpengaruh buruk terhadap
emosi pasien. Oleh karena itu ditekankan kepada pasien menjaga rangsangan fisiknya.
Mendapatkan sinar matahari, makanan yang menarik dan aktivitas manual dapat merangsanag
semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan emosinya.dan peran
perawat melakukan Komunikasi dengan pasien adanya sikap care, memberikan arahan pada
keluarga komunikasi tentang pasien yang dilakukan dokter dan keluarganya sebaiknya dilakukan
dilingkungan pasien dan bila kurang baik dilakukan jauh dari pendengaran pasien. Perawat tidak
boleh memberikan harapan yang terlalu muluk, menasehati yang berlebihan tentang kondisi
penyakitnya. Selain itu membicarkan kondisi-kondisi lingkungna dimana dia berada atau cerita
hal-hal yang menyenangkan dan para pengunjung yang baik dapat memberikan rasa nyaman.
Sehingga hal tersebut dapat memberikan psikologis yang baik yang dapat membantu
dalamprosespenyembuhan.
1.6.3 Pelayanan secara sosio Pelayanan yang dilakuakan perawat secara sosio adalah perawat
sebagai:
1) Mediator : bertindak sebagai penghubung, perantara atau penengah antara pasien dengan
pihak-pihak yang terkait dirumah sakit (misal : dokter, perawat, bagian keuangan, bagian
kerohanian) ataupun dengan lembaga-lembaga di luar rumah sakit yang terlibat dalam upaya
pemberian bantuan.

2) Motivator/dinamisator : bertindak sebagai pendorong, pemberi semangat dan pemberi


dukungan kepada pasien maupun keluarganya, agar dapat mengatasi sendiri masalah yang
dialami.
3) Advokasi (pembelaan) : bertindak sebagai pembela, pada kasus-kasus pasien maupun
keluarganya (sebagai pihak yang benar) dirugikan oleh pihak lain. Bantuan ini dilakukan, jika
memang pasien tidak bisa mengatasi masalahnya sendiri.
4) Fasilitator : bertindak sebagai penyedia informasi, jika pasien kurang memahami sesuatu.
Informasi yang diberikan tidak terbatas (artinya, bisa mengenai hal apapun) sejauh yang
diketahui secara pasti oleh tim.
1.6.4 Pelayaanan secara spiritual
Spiritualitas (spirituality) merupakan sesuatu yang dipercayai oleh seseorang dalam
hubungannya dengan kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan), yang menimbulkan suatu kebutuhan
serta kecintaan terhadap adanya Tuhan, dan
permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat (Alimul.2006). Hubungan
keyakinan dengan pelayanan kesehatan
Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Apabila
seseorang dalam keadaan sakit, maka hubungan dengan Tuhannya pun semakin dekat, mengingat
seseorang dalam kondisi sakit menjadi lemah dalam segala hal, tidak ada yang mampu
membangkitkannya dari kesembuhan, kecuali Sang Pencipta. Dalam pelayanan kesehatan,
perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan
spiritual. Perawat dituntut mampu memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien kritis
atau menjelang ajal. Dengan demikian, terdapat keterkaitan antara keyakinan dengan pelayanan
kesehatan, dimana kebutuhan dasar manusia yang diberikan melalui pelayanan kesehatan tidak
hanya berupa aspek biologis, tetapi juga aspek spiritual. Aspek spiritual dapat membantu
membangkitkan semangat pasien dalam proses penyembuhan.
untukhttp://ged3kert4.blogspot.com/2009/08/proposal-pengaruh-pemenuhan.html
1.7 Bimbingan Rohani Pada Pasien
1.7.1 Peran agama terhadap kndisi pasien
1. Peran agama terhadap kondisi psikologi
orang yang merasa dirinya dekat dengan Tuhan, diharapkan akan timbul rasa tenang dan aman,
yang merupakan salah satu ciri sehat mental yaitu:
1. mengatur pola hidup individu dengan kebiasaan hidup sehat
2. memperbaiki persepsi ke arah positif
3. memiliki cara penyelesaian masalah yang spesifik

4. mengembangkan emosi positif


5. mendorong kepada kondisi yang lebih sehat
2. Peran agama terhadap kondisi sosio
Umumnya para penganut agama akan melakukan kegiatan ibadah atau kegiatan sosial lainnya
secara bersama-sama. Dan kegiatan bersama seperti ini dilakukan secara berulang-ulang,
sehingga dapat menimbulkan rasa kebersamaan dan meningkatkan solidaritas antarjamaah.
bahwa orang dengan skor religiusitas tinggi, pada umumnya dapat membina keharmonisan
keluarga, dan pada umumnya dapat membina hubungan yang baik di antara keluarga.
3. Peran agama terhadap kondisi psikologik
Peran yang cukup mendasar tentang peran keagamaan terhadap perubahan fisikbiologik,
sebagaimana dituntut oleh para pakar yang berorientasi fisikalistik. yang mendapatkan bukti
bahwa dengan perkataan yang baik dan halus sebagaimana perkataan orang yang sedang berdoa
dapat mengubah partikel air menjadi kristal heksagonal yang indah, dan selanjutnya bermanfaat
dalam upaya kesehatan secara umum. Penelitian yang mencari kaitan antara sholat tahajud
dengan kesehatan telah dilakukan oleh Sholeh (2000), dan mendapatkan: bahwa mereka yang
melaksanakan sholat tahajud secara rutin, setelah 4 minggu akan menunjukkan peningkatan
kadar limfosit dan kadar imunoglobulin, dan terus meningkat sampai minggu ke delapan.
Meningkatnya kadar limfosit dan imunoglobulin menggambarkan makin tingginya daya tahan
tubuh secara imunologik. Pengaruh puasa Ramadhan terhadap kesehatan telah diteliti pula oleh
Zainullah (2005), dengan sampel para santri suatu pondok pesantren. Penelitian dilakukan 3
minggu sebelum Ramadhan sampai dengan puasa hari ke-26. Penilaian terhadap substansi
imunologik.Dari ketiga hal diatas maka peran perawat dengan memberikan bimbingan secara
koprehensip yaitu melalui keagamaan akan pengaruh terhadap kondisi bio,psiko,sosio dan
spiritual
1.7.2 Adapun manfaat bagi rumah sakit kegiatan bimbingan spiritual
Tidak ada orang yang ingin menderita sakit dan semua orang yang sakit pasti menginginkan
kesembuhan. Salah satu cara meningkatkan kesembuhan adalah dengan memberikan bimbingan
rohani dan spiritual. Hal ini sesuai dengan hasil pertemuan psikiater dan konselor sedunia di
Wina Austria, Juni
2003 tentang urgensi bimbingan spiritual sebagai sarana peningkatan religiusitas pasien.
Bimbingan spiritual ternyata berdampak kepada peningkatan kesembuhan dan motivasi pasien.
Dalam konteks ini, bimbingan spiritual merupakan pelengkap pengobatan dan pelayanan medis
di rumah sakit. Seperti halnya: IMZ merupakan salah satu jejaring Baznas Dompet Dhuafa yang
bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, konsultasi, publikasi,dan riset seputar zakat . Terilhami
dengan kesuksesan program bimbingan Dhuafa dengan nama Bimbingan Rohani Pasien (BRP),
maka IMZ bersama BRP LPM Baznas Dompet Dhuafa menggagas pelatihan SCOPE, Spiritual
Care On Patient. Kesuksesan program Bimbingan Rohani Pasien dapat terlihat dengan sudah
berjalannya program ini di beberapa rumah sakit di sekitar Jakarta dan terus berdatangannya

permintaan dari rumah sakit lain di berbagai daerah. Adapun bagi rumah sakit kegiatan
bimbingan spiritual jelas dapat memberikan nilai tambah dalam hal pelayanan bagi
pasiennya, Manfaat yang akan diperoleh:
Perawat mengetahui pentingnya memberikan bimbingan spiritual kepada orang yang sedang
sakit.

Perawat memahami tata cara bimbingan spiritual untuk pasien sesuai

dengan tuntunan Islam.

Perawat mampu mereplikasi dan menjalankan kegiatan bimbingan

spiritual bagi pasien di tempat kerjanya.

rumah sakit mendapat citra yang baik di mata masyarakat. nilai

1.7.3 Perawat profesional Harus Punya Rasa Cinta & Kasih


Peranan dokter dan perawat tidak sebatas memberikan pengobatan secara fisik melainkan juga
pengobatan psikis (kejiwaan) pasien. Diyakini, dengan
bantu oleh terapi secara psikis akan lebih membantu kesembuhan pasien karena kondisi
kejiwaannya lebih tenang.
Hal tersebut dikatakan oleh dosen Program Studi Ilmu Kepe-rawatan (PSIK) FK Unpad, Dra.
Suharyati Samba, dalam seminar perawat rohani Islam di Akper Aisyiyah, Selasa (31/8).
Menurut Suharyati, kedudukan perawat amat
penting, karena satu-satunya tenaga kesehatan yang secara 24 jam dituntut untuk selalu di
samping pasien. Kebutuhan dasar manusia dalam pandangan keperawatan meliputi biologi,
psikis, sosial, dan spiritual hingga fungsi perawat untuk membantu pasien,
Dalam menjalankan tugas, seorang perawat harus melandasi kepada pikiran dan perasaan
cinta, afeksi, dan komitmen mendalam kepada pasiena dapat dilakukan dengan cara:
1. Perawat juga bisa membimbing ritual keagamaan sesuai dengan keyakinan klien, seperti cara
bertayamum, salat sambil tiduran, atau berzikir dan berdoa. Bila perlu perawat dapat
mendatangkan guru agama pasien untuk dapat memberikan bimbingan rohani hingga merasa
tenang dan damai. Dalam kondisi sakaratul maut perawat berkewajiban mengantarkan klien agar
wafat dengan damai dan bermartabat.
2. Tugas seorang perawat, menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan
kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. Pernyataan tidak memiliki harapan hidup
untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya,

tapi kalau Allah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat,
katanya.
3. Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga
kondisinya semakin saleh yang bisa mendatangkan
smanjurnya doa. Sedangkan Isep Zainal Arifin menekankan, perawat bisa memberikan
bimbingan langsung seperti tukar pikiran, berdoa bersama, dan bimbingan ibadah. Bimbingan
tak langsung bisa berupa
ceramah, percikan kata hikmah, buletin, doa tertulis, maupun tuntunan ibadah secara tertulis.
Dengan bimbingan itu diharapkan dapat membantu proses kesembuhan pasien, timpalnya.
1.8 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Salah satu cara meningkatkan
kesembuhan adalah dengan memberikan bimbingan rohani dan spiritual. Yang dapat dilakukan
melalui asuhan keperawatan dalam bentuk Perawat juga bisa membimbing ritual keagamaan
sesuai Tugas seorang perawat, menekankan pasien agar tidak berputus asa dengan keyakinan
klien, seperti cara bertayamum, salat sambil tiduran, Perawat juga memandu pasiennya untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bimbingan rohani inilah yang yang memberikan peran
penting yaitu memberikan rasa tenang dan damai.
1.9 Saran
Bagi perawat yang akan datang kita harusmenjalankan peran perawat secara komprehensip dari
segi bio,psiko,sosio dan spiritual apalagi yang terpenting dari segi spiritual karena spiritual yang
memberikan ketenangan, kedamaian pada psikis pasien.