Anda di halaman 1dari 51

REDAKSI SETETES KEBIJAKSANAAN

telah berjalan puluhan tahun, kita tetap tak


pernah keluar dari ruangan itu. Permasalahannya
PELINDUNG ALAMAT REDAKSI
Jl. Raya Darmo Permai III
DISTRIBUTOR adalah, mengapa tidak berusaha menemukan dan
Dirjen Bimas Buddha Depag RI
Direktur Bimas Agama Buddha Depag RI
Plaza Segi Delapan Blok C/801-802 Surabaya
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143 SINAR DHARMA membuka pintu ruangan itu?
Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur Demikian pula banyak di antara kita yang hidup
Yayasan Dharma Rangsi Surabaya
e-mail: becsurabaya@yahoo.com
DI KOTA ANDA dengan terus berputar-putar. Mengapa meski
BEC SELURUH INDONESIA
PENANGGUNG JAWAB
SURABAYA telah bekerja keras, tetapi kesuksesan tak juga
Yayasan Dharma Rangsi
Sutanto Adi Jl. Raya Darmo Permai III Plaza Segi Delapan Blok C 801-802 kunjung datang, negara kita juga masih jauh dari
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143 kejayaan seperti masa-masa Sriwijaya, Singosari
Surabaya - Jawa Timur BATAM
PIMPINAN UMUM dan Majapahit?
Indarto Santoso JAKARTA
Suwarno
Yayasan Samudra Metta Indonesia 08127020450 Kita bekerja keras, namun tak mengerti ‘untuk
PENASEHAT HUKUM Jl. Pluit Sakti Raya No. 28 Blok B 11 apa’ kerja keras itu! Kita bekerja keras, namun tak
Komplek Ruko Sentra Bisnis Pluit
Tanudjaja, SH, CN, MH Telp.021.66695336 Fax.021.66695337 paham ‘bagaimana’ cara membuat kerja keras itu
Jakarta Utara BEKASI Pilpres baru saja berlalu, sebagai warga negara
lebih bermakna! Kita tak dapat menemukan dan
PIMPINAN REDAKSI Himawan yang baik bagaimana kita harus bersikap dan
KEDIRI membuka pintu penggilingan dan terus berputar-
Tjahyono Wijaya Jl. Kilisuci 36 Kediri 08128439092 bertindak menyambut pemerintahan yang baru?
Telp. 0354.689281 putar di dalamnya.
Sebuah ucapan arif mengatakan: ingin tahu
REDAKTUR PELAKSANA Kediri - Jawa Timur Untuk apa kita harus bekerja keras? Untuk
seseorang itu pandai atau tidak, lihat jawaban yang
Nagasena
PEKANBARU JAMBI menjawab pertanyaan ini kita harus lebih dulu
Hendrick Tanuwidjaja Jl. Belimbing 159 Q diberikannya; ingin tahu seseorang itu bijaksana
Telp. 0761.7072416 Fax. 0761.21602 Ferry atau tidak, lihat pertanyaan yang diajukannya.
memahami apa makna kehidupan kita! Seperti
PENYUNTING BAHASA Pekanbaru - Riau 085274546333 yang diucapkan Alm. Master Sheng Yen: “Makna
Sebagai orang yang pandai, kita tahu jawaban klasik
Tjahyono Wijaya MEDAN kehidupan terletak pada pelayanan, nilai
Ching Ik mengenai kewajiban seorang warga negara adalah
Jl. Rotan Baru No.10
KLATEN kehidupan terletak pada pengabdian.”
Telp. 061.4579450 bekerja keras membangun negara. Dan sebagai
Medan - Sumatera Utara Bagaimana pula cara agar kerja keras itu lebih
ARTISTIK & DESIGN Puryono seorang yang bijaksana, kita harus bertanya: bekerja
Hendrick Tanuwidjaja bermakna? Dalam satu hari mengerjakan satu hal
Vihara Borobudur 081575064382 keras yang bagaimana?
Tiong Bing Jl. Imam Bonjol No. 21 yang nyata; dalam satu bulan mengerjakan satu
Suryanaga Tantora Telp. 061.6628153 Sekarang mari kita simak kisah fabel Perjalanan ke
Medan Sumatera Utara hal yang baru; dalam satu tahun mengerjakan satu
David Wibowo Sampurna MEDAN Barat Master Xuan Zang. Kuda putih yang menemani
hal yang besar; dalam satu kehidupan mengerjakan
DENPASAR
Lie Ching Xuan Zang dalam perjalanan ke India hanyalah
PRODUKSI Vihara Buddha Dharma satu hal yang bermakna. Sangat sederhana, semua
seekor kuda penarik penggilingan yang biasa-biasa
Dennis Hanani Wijaya Jl. Gurita I, Perumahan Pedungan Indah No. 41 Seretani 0811652564 yang kita kerjakan ‘cukup satu saja’.
Telp. 0361.720984, 720024 saja. 17 tahun berlalu, Xuan Zang akhirnya kembali
Denpasar - Bali Jadi bagaimana kita harus bersikap dan
SEKRETARIS REDAKSI (081331789005) ke daratan Tiongkok. Si pahlawan telah kembali,
Jl. Sunset Legian Kaja Legian, Kuta PALEMBANG bertindak menyambut pemerintahan yang baru?
Deissy kuda yang mengiringi pahlawan itu tentu saja juga
Dewi Telp. 0361.7440419
Hengky Bekerja keras melayani dan mengabdi bagi
Denpasar - Bali menjadi kuda pahlawan.
081808690508 keluarga, perusahaan, masyarakat, umat manusia,
INFO BERLANGGANAN, BATAM Kuda pahlawan itu datang menengok para
agama dan lingkungan, pun kita melakukannya
IKLAN & PROMOSI (081331789009) Vihara Buddhayana kerabat lamanya di penggilingan. Para kuda dan
Komplek Nagoya Point (Pasar Angkasa) Blok L No. 1-3 dengan metode ‘cukup satu saja’, syukur-syukur
Irfan Rizaldi Arfin Telp. 0778.452636 Fax. 0778.452980 PEKANBARU keledai penarik penggilingan mengelilingi kuda
Batam - Kepulauan Riau kalau bisa ‘lebih dari satu hal’. Selain itu, lakukan
Wismina putih itu mendengarkan kisah perjalanannya yang
SIRKULASI (081331789006) semua itu dengan menggunakan hati, hati cinta
Yuska Vihara Maitri Sagara
08127556328 sangat heroik. Tak ada yang tak kagum dan iri atas
Jl. Tiban 3 Blok C II No. 17 (Belakang Pom Bensin Tiban) kasih.
Maxi Telp. 0778.310159 Fax. 0778.310159. keberhasilan kuda putih itu.
BEC Seluruh Indonesia Batam - Kepulauan Riau Akhirnya kuda putih berkata, “Teman-teman
TANGERANG
MANADO sekalian, saya tidak lebih hebat daripada kalian,
DANA DHARMA Vihara Dhammadipa Jl. Sudirman 52 Lina hanya kebetulan dipilih oleh Master Xuan Zang,
mohon ditransfer ke: Telp. 0431.861842 Fax. 0431.813455
Manado - Sulawesi Utara
08151818473 selangkah demi selangkah menuju ke barat lalu
BCA Kapas Krampung Surabaya
PALEMBANG setapak demi setapak kembali ke timur. Selama 17
a/c. 101-778-9911 Yayasan Buddhakirti Vihara Dharmakirti tahun ini kalian juga bukannya bermalas-malasan,
a/n. Yayasan Dharma Rangsi Jl. Kapten Marzuki No.496 (Kamboja)
Telp. 0711.356333 Fax. 0711.357375 perjalanan yang kalian tempuh juga sama panjangnya
Palembang - Sumatera Selatan dengan perjalananku. Kita semua sama-sama bekerja
JAMBI keras.”
Yayasan Sathya Sal Ananda (u.p Bong Lie Hui)
Jl. Gatot Subroto Komplek Ruko Hotel Abadi Para kuda dan keledai penggilingan diam
Blok C RT 11 No 96-98 termenung. Benar juga, mereka selama ini tidak
Telp. 0741.7552452 Fax. 0741.7552453
Jambi bermalas-malasan, tetapi mengapa ‘kesuksesan’
MALANG
itu menjadi milik kuda putih, sedang mereka hanya
Buddhayana Dharma Centre begitu-begitu saja? Ini patut direnungkan.
Jl. Ciliwung No.50 E (Ruko)
Hp. 081.25230878 Jika kita berjalan berputar di dalam satu ruangan,
Malang - Jawa Timur meski telah berjalan ribuan kilometer, pun tak peduli

 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 


 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA I 
DAFTAR ISI DAFTAR ISI

Dafta r Is i
Vol. 7, No. 2 WAISAK 2553 BE
SETETES KEBIJAKSANAAN
Cukup Satu Saja 03 DHARMA TEACHING
- Catatan Pelatihan Diri 54
SISI LAIN - Tanya Jawab Seputar Buddhisme 56
Hikmah Festival Bakcang 10 - Raja Bhavatu Dharmikah 59
- Realize Our Own Mind 60
DUNIA BUDDHIS - Sutra Seratus Perumpamaan 62
- Hari Bumi di Vihara Dhammakaya 15
- Second World Buddhist Forum 16 ARSITEKTUR BUDDHIS
- Fo Dan Ji Xiang 23 Istana Brahma 63
- Buddhisme Membludak di Tiongkok 26
- Mao Ze Dong 32 FIGUR BUDDHIS
- Buddhisme Dikenal oleh Qin Shi Bodhisattva Akasagarbha 67
Huang? 36
- Buddhism Rocks 38 BELAJAR PRAKTIK
Peran Guru 2 71
SUDUT PERISTIWA
- Waisak di Vihara Dhamma Jaya 40 PENGALAMAN DHARMA

26
- Peresmian Vihara Mahavira Graha - Chan 7 di Jogja 74
DUNIA BUDDHIS Surabaya 42
- Kunjungan Master Hui Hai di
Buddhisme Membludak di Tiongkok Surabaya 44
FIKSI BUDDHIS
Empat Jalan Bahagia 77
- Cokhor Duchen di Joko Dolog 46
Buddhisme kembali berjaya di Tiongkok modern
KISAH ZEN
SELEBRITIS BUDDHIS Angsa Liar 82
- Ah Du 50
- Hong Junyang 52 JEJAK AGUNG
Master Kumarajiva 83
SUDUT PERISTIWA JEJAK AGUNG BERPIKIR CARA BUDDHIS
Ketika Pikiran Salah Berpihak 88

23
INSPIRASI
Resep Menambah Tinggi Badan 91

42 28 LINTAS AGAMA
Harmoni Umat Buddhis - Katholik 92

SUDUT PUBLIK
SMS Anda 94
BUDDHA’S 37
Master
Peresmian
Vihara Kumarajiva TUTUR MENULAR
Utusan Yang Pintar 95
BIRTHDAY 46
Mahavira
Graha KAMPUS LINGUAL
Di Zi Gui 23 96
SONG 74

Surabaya 96
佛誕吉祥
10 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 11
10 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 11
SISI LAIN SISI LAIN

Esok harinya, saat menjamu Zhang Yi, terjadi menerima tawaran perundingan.
perdebatan yang sengit antara Qu Yuan dengan kubu
Zi Lan dan Jin Shang. Qu Yuan mengatakan bahwa Tiga tahun kemudian Raja Chu Huai meninggal
memutus hubungan dengan Qi berarti memberi di ibu kota Kerajaan Qin. Raja Chu Huai sebelumnya
kesempatan pada Qin untuk memusnahkan Chu. sempat melarikan diri ke Kerajaan Zhao, tapi
Tentangan Qu Yuan ini membangkitkan kemarahan permohonan suaka politiknya ditolak oleh Zhao. Qu
Raja Chu Huai yang segera mengusir Qu Yuan dengan Yuan mengharapkan Raja Qing Xiang menggalang
berteriak, “Apakah tanah seluas 600 li bagi Chu tidak persekutuan dengan negara-negara yang lain
berarti dibanding sepasang batu giok putihmu?” Qu membalas Qin. Alih-alih mendengar nasehat Qu
Yuan diasingkan ke Han Bei. Yuan, Raja Qing Xiang yang termakan hasutan
justru mengasingkan Qu Yuan ke Jiang Nan.
Ketika akhirnya mengetahui bahwa tanah yang
Hari Waisak telah tiba. Selain perayaan ritual yang putra raja, Pangeran Zi Lan, mereka berkonspirasi dijanjikan Zhang Yi hanyalah janji kosong, Raja Tahun 278 SM (21 tahun pemerintahan Raja Qing
kita lakukan di vihara, lingkungan Buddhis ataupun menyingkirkan Qu Yuan. Chu Huai menyerang Qin. Ironisnya, Qi yang semula Xiang), Qin menaklukkan Chu. Qu Yuan yang sedih
di rumah masing-masing, juga tak kalah pentingnya merupakan sekutu Chu, sekarang bersekutu dengan dan putus asa mendengar kehancuran negaranya,
adalah perenungan akan makna Waisak. Kali ini Konspirasi ini berhasil diendus oleh Kerajaan Qin bersama-sama menyerang Chu. Posisi Chu pada tanggal 5 bulan 5 Imlek menerjunkan diri ke
penulis ingin mengajak para saudara/i se-Dharma Qin. Untuk menguasai Tiongkok, Qin harus terpojok. Sungai Mi Luo. Mengetahui ‘kepergian’ Qu Yuan,
untuk merenungkan dan memahami makna Waisak menghancurkan persekutuan 6 negara. Untuk dengan berperahu penduduk sekitar melemparkan
sambil sekalian mengenali asal mula munculnya memutus rantai persekutuan 6 negara, harus Mendengar berita ini, Qu Yuan segera kembali ketupat (atau kita kenal dengan nama bakcang
festival bakcang (ketupat) dan perlombaan terlebih dulu merusak hubungan Chu dan Qi, karena ke ibu kota Chu. Ia kemudian diperintahkan untuk dalam dialek Hokkian, zongzi dalam ejaan Mandarin)
mendayung perahu naga, yang tak terlepas dari dua negara inilah yang paling kuat setelah Qin. segera memulihkan hubungan dengan Qi. Qi akhirnya dengan harapan agar ikan-ikan dalam sungai tidak
kisah patriotisme negarawan dan penyair Qu Yuan. Untuk mengacaukan hubungan harmonis Chu dan menarik pasukan. Selang tak berapa lama kemudian memakan tubuh Qu Yuan.
Penyair Patriotik Qu Yuan (340- Qi, maka harus menyingkirkan Qu Yuan. terdengar kabar terjalinnya perdamaian antara Chu
278 SM) hidup di Tiongkok kuno Era Perpecahan internal Chu merupakan dan Qin. Qu Yuan segera kembali ke Chu karena takut Sejak itu, setiap tahunnya pada hari Duan
Peperangan Negara-Negara, yang saat tepat bagi Qin untuk bertindak. Qin Raja Chu Huai kembali termakan tipu muslihat Qin. Wu (Tengah Hari) tanggal 5 bulan 5 Imlek, jiwa
mana saat itu 7 negara saling berebut kemudian mengutus Perdana Menteri patriot Qu Yuan diperingati dengan festival ketupat
kekuasaan, yakni: Qin, Chu, Qi, Yan, Zhang Yi menjalankan taktik devide et Lagi-lagi komplotan Zi Lan menghasut Raja (bakcang) dan perlombaan mendayung perahu
Zhao, Han dan Wei. Qu Yuan yang impera. Chu Huai. Mereka membisikkan bahwa Qu Yuan naga. Pada hari itu pula, tepat pukul 12 siang, kita
merupakan keturunan mantan raja menyalahkan Raja Chu Huai sebagai penyebab dapat menegakkan telur ayam mentah.
Chu beberapa generasi sebelumnya Tahun 304 SM, setiba di Chu, Zhang kematian para prajurit Chu. Hasutan ini dimakan
(Raja Wu), sejak usia muda telah Yi menyuap Zi Lan dan kelompoknya. Ia mentah-mentah oleh Raja Chu Huai yang segera Makna apa yang dapat kita peroleh dari kisah
menjadi orang kepercayaan Raja menghasut mereka bahwa cara terbaik memerintahkan Qu Yuan untuk bertugas di luar ibu Qu Yuan ini?
Chu Huai dari Kerajaan Chu. menyingkirkan Qu Yuan adalah dengan kota.
menghancurkan persekutuan 6 negara, 1. Motivasi dan Kemelekatan
Dari 7 negara itu, Kerajaan khususnya hubungan Chu dan Qi. Dengan Sepeninggal Qu Yuan, persekutuan Chu dan Qu Yuan lahir dan besar dalam kalangan
Qin yang berada di barat Tiongkok demikian Raja Chu Huai tidak akan lagi Qin akhirnya retak. Qin kemudian berulangkali keluarga istana. Tahun 319 SM, Qu Yuan yang baru
adalah yang terkuat dan berambisi menggantungkan diri pada Qu Yuan. menyerang Chu. Dalam kondisi terdesak, akhirnya menginjak usia 20 tahun telah menjadi negarawan
mengembangkan wilayah. Untuk Konspirasi ini juga melibatkan permaisuri Raja Chu Huai menerima tawaran perundingan damai dengan posisi hanya satu tingkat di bawah Perdana
menghambat ekspansi Qin ini, Zheng Xiu. dari Qin yang dilaksanakan di Kerajaan Qin. Tawaran Menteri. Sebuah kesuksesan yang amat langka di
Qu Yuan menjalankan stategi ini ternyata hanyalah siasat licik dari Qin, Raja Chu usia yang relatif sangat muda.
persekutuan 6 negara. Zhang Yi mengajukan pertalian Huai menjadi tawanan Qin.
persahabatan pada Raja Chu Huai, namun Namun seiring dengan berjalannya waktu, karir
Tangan dingin Qu Yuan tidak hanya dengan catatan Chu harus memutus Putra mahkota, Xiong Heng, dinobatkan sebagai Qu Yuan bukan saja mengalami hambatan, bahkan
berhasil dalam politik luar negeri, hubungan dengan Qi. Sebagai gantinya, Raja Chu yang baru dengan nama Raja Qing Xiang.
ia juga sukses dalam reformasi Raja Qin akan menghibahkan tanah Qu Yuan kembali ke ibu kota dan memohon pada
seluas 600 li kepada Chu. Raja Chu Huai Raja Qing Xiang agar menggunakan kekuatan
pemerintahan dalam negeri, juga peningkatan sangat gembira mendengar tawaran ini, bagaikan
kekuatan militer Chu. Demi peningkatan kualitas militer membebaskan Raja Chu Huai. Tapi Zi Lan
kejatuhan durian di siang bolong. Permaisuri Zheng menghalanginya. Ini juga upaya Zi Lan membebaskan
para pejabat istana, ia menerapkan sistem pencarian Xiu yang kemaruk akan giok pemberian Zhang
bakat berdasarkan kemampuan, bahkan bila perlu diri dari kesalahan menganjurkan Raja Chu Huai
Yi, berpura-pura gembira atas tawaran itu. Ia
dari kalangan masyarakat bawah, bukan karena menghasut Raja Chu Huai, “Saya dengar Qu Yuan
faktor keturunan dari kalangan keluarga istana. meminta sepasang batu giok putih pada Zhang Yi
Kepiawaian dan pandangan politik Qu Yuan membuat tapi ditolak, bisa saja Qu Yuan akan menentang
para anggota keluarga kerajaan dan Perdana tawaran ini!” Kepercayaan Raja Chu Huai terhadap
Menteri Jin Shang yang berpandangan konservatif Qu Yuan mulai goyah.
menjadi tidak senang dan sirik. Di bawah pimpinan

12 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 13


12 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 13
SISI LAIN SISI LAIN

menjadi anti klimaks, hingga akhirnya mengakhiri makhluk dari kegelapan batin dengan memahami cukupnya sinar matahari (kondisi). Demikian pula bersikap luwes dalam menghadapi orang-orang
hidup dalam dekapan Sungai Mi Luo. hakekat hidup sebagaimana adanya. seorang Buddha lahir di dunia ini bila kondisi-kondisi yang ‘kotor’.
pendukung telah terpenuhi.
Bila kita simak perjalanan hidup Qu Yuan, terdapat Pemahaman makna kehidupan dan pelatihan diri Orang-orang istana itu bukannya penjual
kemiripan dengan Buddha Gautama, khususnya dalam tiada henti, itulah jalan menuju ketidakmelekatan Dari kisah Qu Yuan kita bisa memperoleh negara, hanya saja mereka sirik dan terusik dengan
periode kanak-kanak hingga usia muda. Mereka lahir yang akan menghantar kita pada jalan pembebasan sebuah pelajaran berharga. Apakah itu? Kondisi prestasi Qu Yuan. Lalu, kenapa Qu Yuan tidak
dan besar di lingkungan keluarga istana, cerdas dan Pantai Seberang. yang membuat Qu Yuan terpuruk adalah faktor berbagi prestasi dengan Zi Lan dan kawan-kawan?
berprinsip, hingga akhirnya meninggalkan kehidupan lingkungan dan orang-orang bermoral rendah Dengan memberi maka kita akan menuai, dengan
istana yang gemerlap. Hanya bedanya, Pangeran 2. Hukum Karma Menembus Tiga Kehidupan di sekitarnya, namun itu tak lebih hanya faktor berbagi maka kita telah membentuk ikatan jodoh
Siddharta meninggalkan istana demi mencari jalan Reformasi yang dilakukan Qu Yuan tidak eksternal. Salah satu kondisi pendukung internal yang harmonis. Bukan ikut menjadi kotor, tetapi
mengakhiri siklus kelahiran dan kematian yang tiada hanya dalam urusan kenegaraan, sajak dan puisi yang sangat mempengaruhi jalan hidup Qu Yuan berbagi dan membaur sehingga mereka yang kotor
henti, sedang Qu Yuan menjadi korban konspirasi. gubahannya mendobrak tradisi sebelumnya. Selama adalah karakternya. Dalam lingkungan yang kotor, itu tergerak untuk ikut membersihkan diri. Inilah
Boleh dibilang, perbedaan terletak pada satu kata: dalam pengasingan Qu Yuan menggubah beberapa karakternya tidak menginginkan ikut-ikutan menjadi makna ucapan nelayan, juga salah satu makna
motivasi. sajak, di antaranya yang terkenal adalah “Li Sao” kotor, namun dengan tidak menjadi kotor maka peringatan Waisak. Mari belajar berbagi, seperti
dan “Tian Wen”. Karya-karyanya dalam pengasingan berarti ia menjadi penghalang. Penghalang harus halnya kelahiran Bodhisattva ke dunia untuk
Demikian pula perbedaan akhir hidup kedua inilah yang kemudian menjadikan Qu Yuan sebagai disingkirkan, itulah karakter yang menuntun Qu Yuan berbagi Dharma yang mulia pada semua makhluk,
tokoh ini juga terletak pada satu kata: kemelekatan. salah satu pujangga besar Tiongkok hingga detik menuju pengasingan. para Dewa dan manusia.
Mengapa kita terus mencengkeram dan memanggul ini.
sesuatu yang mengobsesi kita? Tidakkah menjadi Hukum kondisi inilah yang diungkapkan Stephen 5. Pikiran adalah Pelopor
lelah dan penat karenanya? Kalau memang lelah dan “Li Sao”, berarti “Menemui Kegundahan” atau R. Covey dalam ‘Seven Habits of Highly Effective Percakapan Qu Yuan dan nelayan masih
penat, kenapa tidak melepaskannya? “Meninggalkan Kegundahan”, merupakan sajak People’: “Taburlah gagasan, tuailah perbuatan. berlanjut.
panjang romantik yang melukiskan kondisi politik Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan. Taburlah
Motivasi dan kemelekatan, inilah makna pertama Chu, ketidakadilan yang dialami Qu Yuan, pun kebiasaan, tuailah karakter. Taburlah karakter, Qu Yuan: “Saya pernah mendengar, orang
dari Waisak yang kita peringati setiap tahunnya. angan-angan, kepedihan dan patriotisme Qu Yuan. tuailah nasib.” Dengan kata lain, karakter adalah yang baru mencuci rambut akan menepuk topi
Buddha Gautama lahir ke dunia Saha ini karena satu Sedang “Tian Wen” (Langit Bertanya) adalah sajak salah satu kondisi yang mematangkan benih karma. membersihkannya dari debu, orang yang baru mandi
hal besar. Hal besar apakah yang menjadi motivasi yang berisikan lebih dari 170 pertanyaan yang tak akan mengibaskan pakaiannya agar bersih dari
Buddha? Tak lain tak bukan adalah menyadarkan para terpecahkan sebelumnya seputar perbintangan, 4. Berbagi Dharma Mulia debu. Mana boleh tubuh yang bersih bersentuhan
geografi, sejarah, filsafat dan lain sebagainya. Sajak- Sewaktu dalam pengasingan, suatu hari Qu Yuan dengan benda yang kotor? Saya lebih memilih
sajak Qu Yuan ini lahir seiring dengan ketidakadilan tiba di tepi sungai. Seorang nelayan mengenalinya terjun ke Sungai Xiang menguburkan diri di dalam
yang dialaminya. Ia seakan meragukan benarkah dan terjadilah tanya jawab di antara mereka. perut ikan-ikan di sungai, mana boleh membiarkan
ada hukum karma dalam hidup ini? Qu Yuan: “Dunia ini semuanya kotor, hanya saya diri yang bersih ini tercemar debu dunia?”
seorang yang bersih. Semua orang mabuk, hanya saya
Salah satu tujuan kelahiran Buddha di dunia seorang yang sadar. Sebab itu saya diasingkan.” Nelayan itu pergi meninggalkan Qu Yuan sambil
ini pada sekitar 2.500 tahun yang lalu adalah Nelayan: “Orang suci tidak terhalang oleh hal- tertawa kecil. Ia menyenandungkan lagu, “Air
pembabaran hukum karma bagi kita semua. Namun hal eksternal, pun dapat berubah seiring dengan sungai yang jernih, bisa dipakai untuk mencuci topi;
kalau memang hukum tabur dan tuai itu benar ada, perubahan dunia. Kalau semua orang di dunia ini air sungai yang kotor, bisa dipakai untuk mencuci
mengapa Qu Yuan yang menabur benih patriotisme kotor, kenapa anda tidak membuat air kotor itu kaki.”
dan keluhuran budi harus menerima nasib yang semakin kotor dan memperbesar pengaruhnya?
malang? Sangat disayangkan, Qu Yuan hidup di Kalau semua orang mabuk, kenapa anda tidak ikut- Kali ini nelayan menasehati Qu Yuan agar tidak
zaman sebelum Buddha Dharma masuk dari India ikutan minum arak itu? Untuk apa anda terlalu putus asa. Nyanyian nelayan tentang air jernih dan
ke Tiongkok. Bila kita paham bahwa hukum karma merisaukan bangsa dan negara sehingga mengalami kotor mengingatkan kita akan ucapan alm. Master
(sebab akibat) itu menembus tiga kehidupan (masa nasib diasingkan seperti ini?” Sheng Yen: “Tidak ada satupun makhluk hidup yang
lalu, sekarang, akan datang), maka dengan mudah selamanya berbuat jahat, sebab itu janganlah
akan terjawablah pertanyaan tentang Qu Yuan di Nelayan, yang tampaknya juga seorang arif, kita menganggap orang jahat itu sudah tidak ada
atas. bukannya menganjurkan Qu Yuan untuk ikut-ikutan harapan lagi (untuk dibimbing).”
menjadi kotor, melainkan mengingatkan bahwa
3. Sebab – Kondisi Pendukung – Akibat orang yang arif dan suci ada kalanya juga harus bisa Katakanlah Chu sudah tidak bisa menerima
‘Akibat’ hanya akan berbuah bila ada ‘sebab’ dan
‘kondisi pendukung’, seperti halnya benih (sebab)
yang tumbuh (akibat) dalam tanah yang subur dan

14 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 15


14 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 15
SISI LAIN

kehadiran Qu Yuan, apa benar sudah Menyambut seruan “Hari Dunia (Earth Day)”, Hari Dunia adalah salah satu event yang ditangkap
tidak ada jalan lain? Bukankah Qi Vihara Dhammakaya di Pathumtani, Thailand, setiap oleh Vihara Dhammakaya untuk mengingatkan
sangat menghargai Qu Yuan, kenapa tahunnya setiap tanggal 22 April mengadakan kegiatan umat Buddha, di Thailand khususnya dan di dunia
ia tidak berusaha menjadi penasehat pemurnian batin, yang antara lain adalah: meditasi, umumnya, agar bertindak semakin nyata dalam
Raja Qi? Bukan membelot, namun fang sheng dan persembahan bagi Sangha. pelatihan pemurnian batin. 22 April 2009, Vihara
mengabdi pada Qi demi kepentingan Konsep Hari Bumi (Hari Perlindungan Bumi) Dhammakaya menyelenggarakan kegiatan ritual
Chu dan Qi dalam membendung dicetuskan pertama kali oleh Senator Gaylord pembacaan Paritta, meditasi, persembahan
ambisi Qin. Tampaknya cinta dan Nelson dari Amerika Serikat pada tahun 1962, namun kebutuhan pokok bagi 100.000 anggota Sangha dari
patriotisme terhadap Chu telah menunggu hingga tahun 1970 baru ditetapkan 30.000 vihara di seluruh Thailand dan pembuatan
membutakan mata Qu Yuan hingga secara resmi dan diperingati pada tanggal 22 April 100.000 rupang Buddha yang akan ditempatkan di
ia tak dapat melihat alternatif lain. setiap tahunnya. Dalam perkembangannya, Hari dalam Pagoda Maha Dhammakaya.
Kisah Qu Yuan ini juga menyadarkan Bumi tidak hanya bertujuan melindungi bumi dari Untuk lebih jelasnya, para pembaca yang
kita bahwa cinta tanah air tidak kerusakan lingkungan dan ekosistem, namun juga mulia dapat mengakses kegiatan luhur Vihara
berarti harus selalu mengabdi di menghindarkannya dari ancaman perang nuklir, Dhammakaya ini di http://www.dmc.tv/pages/
wilayah negara sendiri. AIDS, virus burung, kekerasan, konflik internasional, cn/news/Earthday2009.html, pun dalam website
dan perbuatan-perbuatan tidak benar lainnya. itu dapat kita ketahui pula buah dari persembahan
Meski nelayan telah memberi Sebab itu, selama beberapa dekade terakhir ini, bagi Sangha dan pembuatan rupang Buddha.
nasehat yang demikian jelas namun telah banyak organisasi ataupun negara yang Buah dari persembahan makanan: usia panjang,
tetap gagal mengubah pandangan giat mengkampanyekan pentingnya aksi nyata kecantikan tubuh, kebahagiaan, kesehatan dan
pesimis Qu Yuan. Qu Yuan secara perlindungan terhadap Planet Bumi. kebijaksanaan.
tidak langsung telah memberi Buddha Dharma mengajarkan bahwa esensi Buah dari persembahan jubah: diberkahi cahaya
kita contoh nyata tentang ajaran paling dasar dari perbuatan tidak benar terletak aura, kekuatan supranatural, kulit yang halus.
Buddha bahwa pikiran adalah pada ‘ego’ manusia. Para praktisi Buddhis meyakini Buah dari persembahan tas: harta kita tidak
pelopor dari segala sesuatu, pikiran bahwa perbuatan itu dipelopori oleh pikiran. Jadi akan rusak atau musnah akibat terjadinya berbagai
adalah pemimpin, pikiran adalah untuk meluruskan perbuatan, kita harus berlatih diri bencana.
pembentuk. Demikian pula saat membentuk pandangan benar yang berlandaskan Buah dari persembahan obat-obatan: usia
ketidakberuntungan melanda kita, pada batin yang murni. panjang, kesehatan, kekuatan, status sosial,
hendaknya tetap menjaga kesadaran Thailand, Negara Gajah Putih yang mayoritas cinta kasih, intelektualitas, kebahagiaan, bebas
pikiran, menjalaninya dengan penduduknya memeluk agama Buddha, kehidupan dari bahaya dan peristiwa tidak menyenangkan,
kesabaran dan selalu konsisten sehari-hari para warganya sangat erat dengan kultur kekayaan yang berlimpah.
dalam jalan cinta kasih. Buddhisme. Di saat fajar baru merekah, para umat Buah dari persembahan dana finansial: menjadi
mempersiapkan makanan bagi para bhikkhu, pun orang kaya, jauh dari kemiskinan.
Selamat Waisak 2009. mereka bermeditasi sebelum berangkat bekerja. Buah dari pembuatan rupang Buddha: tubuh
Upaya pemurnian batin umat Buddha di Thailand jasmani yang indah, kaya sejahtera, pandai dan
berlangsung setiap harinya semenjak pagi hari. bijaksana.

16 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 17


16 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 17
DUNIA BUDDHIS

upaya dan kontribusi yang lebih besar


bagi komunikasi dan keharmonisan
agama Buddha di dunia, mempererat
persahabatan dan komunikasi umat
Buddha di seluruh dunia, memajukan
perkembangan agama Buddha yang
berkesinambungan, meningkatkan
peran agama Buddha bagi keharmonisan
dunia, kedamaian hati manusia dan
kesejahteraan umat manusia.”
Sedang Hsing Yun memaparkan
perumpamaan lima jari tangan. Lima
jari tangan bersatu maka itu adalah
jodoh (gabungan kondisi), sedang
bila terpisah berarti berdiri sendiri-
sendiri. Sebab itu, perdamaian dunia
memerlukan persatuan di antara kita
semua, memerlukan kerjasama kita
semua.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama
Srilanka Bandaranaike Chakravarthi
Pandukabaya Dias membacakan
ucapan selamat dari Presiden Srilanka
Mahinda Rajapaksa yang mengatakan
forum kali ini memancarkan semangat
keharmonisan dari agama Buddha yang
~ Hanya dengan hati yang bersatu, baru bisa bertujuan mewujudkan perdamaian
harmonis; hanya dengan adanya rasa menghormati, dunia. Tidak ketinggalan, Henry Dang
baru bisa damai. ~ dari Buddhist Federation of Australia
juga membacakan ucapan selamat
Wuxi - Taipei dari PM Australia Kevin Rudd, yang
resmi bagi umum sejak 1 Januari 2009. Seiring menyatakan betapa pentingnya peran
Tak terasa, World Buddhist Forum (WBF – Forum
dengan berkumandangnya musik “Miao Yin Song agama Buddha dalam menghadapi
Buddhis Dunia) ke-1 yang diselenggarakan di Propinsi
Ji Xiang – Suara Mempesona Mempersembahkan banyaknya permasalahan dunia saat ini.
Zhejiang, Tiongkok, telah berlalu 3 tahun lamanya.
Kebahagiaan”, tepat pukul 08:45, dentangan Tepat pukul 09:25, berakhirlah
Kalau di tahun 2006 lalu upacara pembukaan dan
genta berulangkali menandai dimulainya upacara upacara pembukaan yang kemudian
penutupan WBF ke-1 dilangsungkan terpisah di dua
pembukaan. dilanjutkan dengan pembagian kelompok
kota (13 April di Hangzhou, 16 April di Zhoushan,
Selanjutnya dilaksanakan upacara pemberkatan membahas topik-topik/sub-tema forum
Putuoshan), hal yang sama juga berlaku dalam WBF
oleh Pimpinan Buddhist Association of China kali ini.
ke-2 kali ini. 28 Maret 2009, upacara pembukaan
(BAC) Master Yi Cheng, Pimpinan Buddha’s Light Masih sekitar perumpamaan jari
berlangsung di Wuxi, daratan Tiongkok; sedang
International Association (BLIA) Master Hsing Yun tangan, Hsing Yun dalam acara makan
upacara penutupan diselenggarakan pada 1 April
dan Pimpinan Hong Kong Buddhist Association malam tanggal 30 Maret mengisahkan
2009 di Taipei, Pulau Taiwan.
(HKBA) Master Kok Kwong. Pukul 08:57, Master
Yi Cheng, Master Hsing Yun, Master Kok Kwong,
Pembukaan
Menteri Agama Tiongkok Ye Xiaowen, Komite
WBF ke-2 dibuka di Lingshan Fan-gong (Istana
Konsultatif Politik Propinsi Jiangsu Zhang Lianzhen
Brahma), terletak di lokasi obyek wisata merangkap
dan Sekretaris Partai Komunis Kota Wuxi Yang
tempat ibadah Lingshan Giant Buddha, Wuxi,
Weize, secara resmi bersama-sama membuka WBF
Propinsi Jiangsu. WBF yang bertema “和谐世界,众
ke-2 dengan menuangkan air dari guci ke daun
缘和合 A Harmonious World, A Synergy of Conditions
teratai emas yang berubah-ubah warna hingga
– Dunia Harmonis, Kumpulan Kondisi yang Sinergis”
muncullah bunga yang indah dari tengah-tengah
ini dihadiri lebih dari 1.700 orang peserta yang
kelopaknya. Ini melambangkan bahwa mekarnya
terdiri dari anggota Sangha, cendekiawan dan umat.
bunga teratai yang dituangi oleh air amrita (air
Tercatat lebih dari 50 negara mengirimkan delegasi,
keabadian) akan membawa cinta kasih, welas asih,
di antaranya adalah Irak dan Korea Utara.
kebijaksanaan, kebahagiaan dan keharmonisan
28 Maret, pukul 07:30 para hadirin mulai
bagi dunia ini.
berdatangan memasuki ruang upacara Lingshan Fan-
Dalam sambutannya, Kok Kwong menyatakan,
gong, proyek tahap III dari Lingshan Giant Buddha
“Kita yakin bahwa forum ini akan menghasilkan
yang baru rampung pembangunannya dan dibuka
18 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 19
18 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 19
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

berikan ketentraman bagi dunia ini! Terimalah Keramik Buddhis Tiongkok, Pameran Kaligrafi dan
sebatang lilin hati yang saya persembahkan, Seni Lukis Buddhis, serta Pameran Teknologi Seni
secepatnya menemukan hakekat sejati diri ini, saling Buddhis Kontemporer.
memberi manfaat hingga selamanya.”
Harian berbahasa Mandarin terbesar di Amerika, Bagi para pembaca yang ingin menyaksikan video acara
Di atas panggung utama terlihat sembilan naga ataupun kata sambutan selama upacara pembukaan dan
China Press, pada tanggal 29 Maret 2009 menuliskan
yang menyemburkan air berbentuk tiang pilar, penutupan, dapat mengaksesnya di website Phoenix Television
wawancara: “Agama Buddha yang masuk ke Tiongkok Corporation http://v.ifeng.com/his/200903/91acdbc3-0ab8-
melambangkan sembilan naga menyiramkan air
lebih dari 2.000 tahun lamanya, dalam penyebarannya 432e-9f95-244f12af4e18.shtml#bb6.
amrita. Teratai perlahan-lahan membuka di bawah Pun kita juga dapat menyaksikan tayangan film dan
berhasil mewujudkan keharmonisan dengan budaya
siraman air amrita dan relik Buddha yang berada pagelaran spektakuler Seni Budaya Buddhis “Ji Xiang Song
Konfusius dan Taoisme, memiliki nilai yang tinggi
pertengkaran di antara 5 jari tangan yang masing- di tengah teratai pelan-pelan membumbung naik, – Pujian Berkah Kebahagiaan” di
di dua pantai dan tiga daratan (Tiongkok, Taiwan, http://v.ifeng.com/fo/200904/a94c4ec1-d2d2-40e3-9544-
masing menyatakan diri sebagai yang terhebat. melambangkan kelahiran di teratai Sukhavati -
Hongkong, red). Tak berselang lama ini, berbagai 545397504c06.shtml#a94c4ec1-d2d2-40e3-9544-545397504c06
Hingga akhirnya tiba giliran si jari kelingking yang “bunga (teratai) membuka menampak Buddha”. Sedang website resmi WBF adalah http://www.wbf.net.
kalangan di dua pantai mengenang kepergian Bhiksu
dengan penuh kerendahan hati mengatakan ia yang Setelah itu, dari kedua sisi gambar Buddha cn/wbf/ yang tersedia dalam dwibahasa: Mandarin (Simplified
Mulia dari Taiwan, Sheng Yen Fashi, hingga kali ini
paling kecil, yang paling terakhir, tidak layak untuk membabarkan Dharma tampak menyembur air & Traditional) dan Inggris.
forum Buddhis yang diselenggarakan oleh rakyat
berbicara, namun saat merapatkan kedua tangan berbentuk tiang pilar setinggi 50 meter yang
Tiongkok berubah menjadi diselenggarakan bersama Narasumber: berita dan artikel di internet
menghormat pada orang suci, orang tua dan Buddha, melambangkan air amrita memerciki dunia ini.
oleh dua pantai (Tiongkok dan Taiwan, red), dapat
jari kelingkinglah yang paling dekat dengan orang- Bersamaan dengan itu, langit-langit stadion penuh Badan Penyelenggara
diyakini bahwa secara psikologis akan mendekatkan
orang yang dihormati itu. Jadi saat kedua tangan bertaburan bunga-bunga. 1.080 kembang api dalam 1. The Buddhist Association of China (BAC)
jarak (yang memisahkan) dua pantai.”
ber-anjali, kelingking adalah jari yang paling dekat ruang (cold firework) memancar membentuk 108 – Asosiasi Agama Buddha Tiongkok
Pun pada 31 Maret 2009 mencantumkan: “Agama
dengan Buddha. awan kebahagiaan. Ide pembentukan organisasi ini dicetuskan
Buddha pasti bisa mewujudkan masyarakat yang
Hsing Yun melanjutkan bahwa selama perjalanan Pukul 15:30, Master Hsing Yun dengan dua oleh lebih dari 20 tokoh Buddhis Tiongkok, antara
harmonis, bahkan Partai Komunis Tiongkok yang
dari Wuxi ke Taipei, beliau melihat bahwa semua Fashi dari Fo Guang Shan (Hui Chuan dan Miao lain Master Xu Yun (Hsu Yun), Master Xiraojiacuo,
atheis juga menyadari bahwa fungsi agama itu tidak
umat Buddha saling menghormat dengan ber- Guang) membacakan Deklarasi WBF ke-2 dalam Master Yuan Ying dan Upasaka Zhao Puchu. Berdiri
bisa digantikan. Tetapi, agama harus mendahulukan
anjali, berarti semua umat Buddha itu dekat dengan dwibahasa: Mandarin dan Inggris. Deklarasi ini pada Mei 1953 di Beijing. Pimpinan BAC sebelum
patriotisme, jangan menjadi alat negara asing yang
Buddha. “Saya rasa semua orang di dunia ini bisa merupakan konklusi dari 16 topik yang dibahas ini adalah Upasaka Zhao Puchu (alm), sedang
merugikan kepentingan negara Tiongkok.”
belajar dari kita, para umat Buddha, tentang anjali. terpisah di Wuxi dan Taipei. “Hanya dengan hati pimpinan sekarang adalah Master Yi Cheng.
Sesuai dengan temanya – “Dunia Harmonis,
Dekat dengan orang suci, dekat dengan Buddha. yang bersatu, baru bisa harmonis; hanya dengan BAC adalah sebuah organisasi pecinta negara
Kumpulan Kondisi yang Sinergis”, jumlah delegasi
Ketika ber-anjali apa masih mau memarahi orang? adanya rasa menghormati, baru bisa damai.” Inilah dan pendidikan yang dibentuk bersama oleh
juga ditetapkan secara sinergis dan harmonis, dibagi
Ber-anjali apa masih mau mengritik orang? Ber-anjali konsensus dari forum WBF kali ini. umat Buddha dari berbagai suku di seluruh
merata antara organisasi-organisasi Buddhis di tiga
adalah Amitabha, ber-anjali adalah ‘anda baik, saya Pemanjatan doa dipimpin oleh Hsing Yun. Tiongkok. Bertujuan membantu pemerintah
wilayah besar: (1), Tiongkok; (2), Taiwan – Hongkong
baik, semua orang baik’!” Demikian seruan Hsing Seluruh hadirin berdiri dengan masing-masing merealisasikan kebijaksanaan kebebasan
– Makao; dan (3), manca negara.
Yun yang dengan perumpamaan jari tangan ini juga menggenggam sebatang lilin dan bersama-sama beragama, melindungi hak-hak hukum umat
Lima pameran mengiringi penyelenggaraan WBF
mengajak para umat Buddha untuk bersatu dalam mengucapkan doa: “Buddha yang cinta kasih, agama Buddha, mengembangkan ajaran agama
ke-2 ini, yakni: Pameran Benda-Benda Buddhis
beragamnya sekte/tradisi. welas asih dan mulia, mohon dapat mendengarkan Buddha, menyebarkan tradisi luhur Buddhisme,
Tiongkok, Pameran Fotografi Buddhis, Pameran Seni
harapan yang saya panjatkan, semoga dunia ini memperkokoh konstruksi internal agama Buddha,
Penutupan tidak ada konflik, hanya ada keharmonisan; tidak menyelenggarakan program-program agama
1 April, upacara penutupan berlangsung di ada pertentangan, hanya ada hidup berdampingan; Buddha, mempersatukan seluruh umat Buddha
stadion Taipei Arena, Taipei, dari pukul 15:00 hingga mohon berikan perdamaian bagi dunia ini! Mohon berbagai suku untuk berpartisipasi membangun
pukul 17:00. Upacara penutupan yang juga meliputi peradaban sosialisme, baik materi maupun
pemanjatan doa bagi perdamaian dunia ini, dipadati
lebih dari 1.000 orang anggota delegasi dan 30.000
hadirin. Seperti halnya upacara pembukaan, para
hadirin juga disuguhi tayangan paduan spiritual, seni
dan teknologi yang harmonis.

20 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 21


20 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 21
DUNIA BUDDHIS

Di saat hangatnya musim semi dan mekarnya


bunga di tahun 2009, World Buddhist Forum (WBF)
diselenggarakan di dua pantai, para Yang Mulia dan
umat perumah tangga lima benua yang berasal dari
hampir 60 negara, di bawah imbauan semangat WBF
yang bertemakan “Dunia Harmonis, Kumpulan Kondisi
yang Sinergis”, menghadiri upacara pembukaan pada
tanggal 28 Maret di Wuxi Tiongkok dan berakhir pada
1 April di Taipei.
Pertemuan selama lima hari, pembahasan 16
topik dilakukan secara terpisah di Wuxi dan Taiwan,
dilakukan 16 kelompok diskusi dan diperoleh hasil
konklusi seperti berikut di bawah ini:

1. Cahaya Mustika Dharma – Penyusunan,


spiritual, dan bersumbangsih bagi kebijaksanaan Perlindungan dan Pendalaman Tripitaka
reformasi pintu terbuka, pembangunan ekonomi, Konklusi: Kita harus meningkatkan penerapan
pun perdamaian dunia. nyata agama Buddha dan sosialisasi tentang
Buddhisme, agar Buddha Dharma kembali bersinar. Usaha
2. The Buddha’s Light International Konklusi: Kita harus berjuang agar ideologi
Association (BLIA) – Asosiasi Internasional Sinar 2. Kesempatan dan Tantangan Pendidikan program kemanusiaan dan bakti sosial agama
Buddha Agama Buddha Buddha merambah ke dalam dunia usaha, bersama-
Didirikan oleh Master Hsing Yun di Taiwan pada Konklusi: Kita harus memperhatikan pendidikan sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3 Februari 1991, merupakan organisasi internasional Sangha dan meningkatkan pembinaan anggota Sangha
dengan umat Buddha sebagai anggota inti. Sejak yang berkualitas agar tetap ada yang memimpin 8. Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan
pendiriannya, arah perkembangan BLIA berfokus pengembangan Buddha Dharma. Konklusi: Kita harus menyampaikan pandangan
pada bidang pendidikan, budaya, pelatihan diri dan pemikiran Buddhisme mengenai “fenomena
dan pelayanan. Pimpinan merangkap pendiri adalah 3. Pembangunan dan Perenungan Sistem alam semesta” kepada masyarakat dunia.
Master Hsing Yun, sedang Pimpinan Kehormatan Pelatihan Diri Agama Buddha
adalah Wu Poh-hsiung (Ketua Partai Nasionalis KMT Konklusi: Kita harus secara berjenjang Selama pertemuan di Wuxi kita telah menghasilkan
saat ini, Taiwan, red). 16 Mei 1992, Kantor Pusat BLIA membimbing para siswa Buddha dalam berlatih diri, konklusi 8 topik di atas, 8 topik berikut di bawah ini
internasional, dan lain sebagainya. khususnya menekankan pentingnya pembuktian adalah hasil konklusi di Taipei.
Dunia berdiri di Los Angeles, Amerika. Hingga kini
secara berturut-turut telah dibentuk Kantor Pusat nyata.
4. The China Religious Culture 9. Seni Budaya Agama Buddha
dan Cabang BLIA Dunia di lebih dari 100 negara, yakni Communication Association (CRCCA) – Asosiasi
Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Perancis, 4. Penyelamatan, Perlindungan, Inovasi dan Konklusi: Kita harus terus mengembangkan
Komunikasi Agama dan Budaya Tionghoa Pengembangan Budaya Musik Buddhis seni budaya agama Buddha agar agama Buddha
Jerman, Inggris, Belanda, Swedia, Norwegia, Jepang, Sebuah organisasi masyarakat bersifat nirlaba
Brasil, Argentina dan lain sebagainya. BLIA selama Konklusi: Kita harus berusaha agar dunia menerangi dunia.
dan berskala nasional yang dibentuk secara mengenal nilai-nilai universal kesenian Buddhisme
ini menekankan kesejahteraan masyarakat. Melalui sukarela oleh warga yang menetap di Tiongkok,
program-program bakti sosial, para anggotanya dan meningkatkan nilai-nilai budaya. 10. Pelestarian Kemurnian Batin Agama
Hongkong, Makao, Taiwan dan para peranakan Buddha
mendarmabaktikan diri secara nyata untuk melayani Tionghoa di seluruh dunia. Organisasi ini terdaftar
dan menyejahterakan masyarakat. 5. Penyebaran dan Pembauran Agama Konklusi: Kita harus meningkatkan perhatian
secara hukum di Tiongkok, bertujuan memperkokoh Buddha terhadap sesama dan menekankan pentingnya
dan mempererat masyarakat Tiongkok, Hongkong, Konklusi: Kita harus mempererat hubungan agama pelestarian kemurnian batin.
3. The Hong Kong Buddhist Association (HKBA) Makao, Taiwan dan peranakan Tionghoa di seluruh
– Asosiasi Agama Buddha Hongkong Buddha dan budaya setempat, menerapkan sistem
dunia, khususnya dalam bidang komunikasi antar- pembauran. 11. Perhatian Agama Buddha akan Program
Didirikan pada tahun 1945 oleh pimpinan saat agama, memperluas persahabatan, mempererat
ini, yakni Master Kok Kwong, dan sekelompok umat Kemanusiaan
rasa persahabatan, mempersolid kekuatan, 6. Pengembangan Saling Menguntungkan Konklusi: Kita harus menebarkan semangat cinta
Buddha. Sekarang ini merupakan organisasi Buddhis meningkatkan kerjasama, bersama menggali nilai-
terkemuka dan terbesar di Hongkong. Tujuan Antara Perguruan Tinggi dan Pendidikan Agama kasih dan welas asih agama Buddha ke seluruh
nilai positif dan bermanfaat yang terkandung Buddha pelosok dunia.
HKBA, selain mengembangkan agama Buddha, dalam agama dan budaya, menyebarkan budaya
juga menggulirkan program-program sosial demi Konklusi: Kita harus meningkatkan interaksi
dan tradisi Tionghoa, bersumbangsih dalam antara agama Buddha dan Perguruan Tinggi agar 12. Keharmonisan Sekte-Sekte Agama
kesejahteraan masyarakat. Aktivitas yang dilakukan mewujudkan cita-cita bangsa Tionghoa dan
selama 63 tahun ini meliputi: pembabaran Dharma, dapat berkembang bersama-sama. Buddha
menjaga perdamaian dunia. Pimpinan pertama Konklusi: Kita harus bersatu padu di bawah
pelayanan pengobatan, pelayanan pendidikan, dijabat oleh Ye Xiaowen, Menteri Urusan Agama
pelayanan anak-anak dan remaja, bakti sosial dan 7. Kembangkan Kebajikan – Pengembangan perlindungan Buddha.
Tiongkok. Harmonis Ideologi Agama Buddha dan Dunia
pelayanan manula, pelayanan pemakaman, kegiatan

22 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 23


22 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 23
DUNIA BUDDHIS

13. Pengaturan Organisasi Agama Buddha


Konklusi: Kita harus menekankan pentingnya Vinaya Agama Buddha dan organisasi
Buddhis harus berlandaskan peraturan/tata tertib.

14. Sosialisasi Pembabaran Agama Buddha


Konklusi: Kita harus memperkaya isi program-program sosialisasi agama Buddha,
menekankan penerapan agama Buddha dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan
Buddhisme Humanistik.

15. Hubungan Internasional Buddhisme


Konklusi: Kita harus meningkatkan hubungan saling membantu dan timbal balik
antar-bangsa di dunia.

16. Buddhisme dan Modernisasi


Konklusi: Kita harus berjuang agar “Dharma yang benar tetap ada di bumi”,
seperti yang diucapkan Master Huineng: “Buddha Dharma berada di dunia, tidak
meninggalkan dunia untuk mencapai pencerahan.” Buddha Dharma tidak hanya
memiliki sifat humanistik, lebih-lebih tidak terpisah dari perkembangan zaman.

Dalam pembahasan selama forum, kita semua khususnya menyadari dengan


sepenuhnya: agama Buddha meski berasal dari India, tetapi berkembang di Tiongkok,
lalu menyebar ke lima benua. Agama Buddha adalah jalan terang bagi umat manusia
di abad 21. Perselisihan dunia di hari ini, sebenarnya berasal dari pertentangan dan
keributan antara kita dan orang lain. Sebab itu, hanya dengan menerapkan semangat
“cinta kasih - welas asih, tanpa pertentangan” barulah dapat membawa masyarakat
menuju keharmonisan, barulah dapat mewujudkan perdamaian dunia.

Di sini, kami dengan


khidmat menyatakan:
“Hanya dengan hati
yang bersatu, baru bisa
harmonis; hanya dengan
adanya rasa menghormati,
baru bisa damai.” Inilah
hasil konsensus yang
didapatkan dari forum
WBF kali ini. Di saat
berakhirnya forum ini,
kami berikrar:

Kami sejak kini,


semua bersatu hati; Kami
menerapkan, empat lautan
adalah satu keluarga;
Kami berharap, lima
benua bersatu padu; Kami
berdoa, agama Buddha
bangkit berjaya;
Kami memohon, dunia
damai; Kami menantikan,
ada jodoh untuk berjumpa
lagi.

24 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 25


24 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 25
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

Memperingati 10 tahun Hari Waisak menjadi hari Hasil pendapatan dari kegiatan yang bertempat Alex Fong Lik Sun meski tidak menganut agama kanak-kanak, membuat hati menjadi murni. Sebab
libur nasional di Hongkong, selama 1-3 Mei 2009 di Hong Kong Coliseum ini digunakan bagi pun, namun sangat menggemari falsafah agama itu, melakukan rekaman kali ini terasa gembira dan
Hong Kong Buddhist Association menyelenggarakan kepentingan bakti sosial. Buddha. Bagaimana perasaannya kala berkesempatan nyaman. Ia menambahkan pula, kala hati sedang
serangkaian kegiatan, antara lain: Pertunjukan Seni merekam suara emas bersama para super star seperti gundah dirundung masalah, asal menyanyikan lagu
Buddhis, Puja Bakti Pembacaan Sutra Intan, Talk Kesan-Kesan Para Super Star Jacky Cheung dan Eason Chan? Fong menjawab, “Ini ini maka hati akan jadi tenang.
Show, Puja Bakti Pertobatan Avatamsaka, Ritual Menurut Jacky Cheung yang telah banyak kali adalah (program) bakti sosial, bukan untuk ekspos,
Penerimaan Perlindungan pada Tri Ratna, dan yang membawakan lagu-lagu Buddhis, lagu ‘Fo Dan semua untuk memupuk benih kebahagiaan, juga Kwong Cally datang ke studio dengan membawa
terakhir adalah Puja Bakti Penerusan Pelita Berkah Ji Xiang’ ini berirama santai, hati jadi gembira merupakan (acara) yang diatur oleh perusahaan.” anjing kesayangannya – Cash. Saat itu juga Cally
Kebahagiaan. setelah menyanyikannya. menyampaikan sebuah kabar gembira, yaitu Cash
Bagaimana dengan Edmond Leung dan Eason akan segera menjadi papa, dengan sendirinya
Khusus pada peringatan Hari Waisak tahun 2009 Joyce Cheng, putri Adam Cheng dan alm. Lydia Chan? Sewaktu berada dalam studio rekaman, Cally juga akan menjadi ‘nenek’.
ini, Hong Kong Buddhist Association menggubah (si gemuk Fei Fei), yang juga ikut dalam gabungan mereka berdua mendapat hadiah tasbih dari
sebuah lagu berjudul ‘Fo Dan Ji Xiang’ (Kelahiran penyanyi Buddha’s Birthday Song versi Hong Kong beberapa Maha Bhiksu yang mana langsung mereka Terakhir, bagaimana pula dengan Eric Tsang,
Buddha Berkah Kebahagiaan) yang dinyanyikan Buddhist Association, mengatakan bahwa lagu kenakan di pergelangan tangan. Leung mengatakan super star non-tinggi dan non-tampan yang
bersama oleh lebih dari 50 penyanyi Hongkong, ini mudah diingat dan mudah dinyanyikan. Joyce tasbih ini adalah untuk menjaga kesehatan tubuh. Ia sangat aktif dalam aktivitas Buddhis itu? Menurut
seperti: Jacky Cheung, Andy Lau, Alan Tam, Kenny menyebutkan, meski tidak menganut agama merasa gembira dapat berpartisipasi dalam kegiatan kabarnya, ternyata ide gabungan para super star
Bee, Dave Wang (Wang Chieh), Andy Hui, Eason apapun, tapi ia ikut bergabung karena ingin yang bermakna ini, lagi pula lagu Buddhis ini tidak Hongkong menyanyikan lagu ‘Fo Dan Ji Xiang’ yang
Chan, Edmond Leung, Shirley Kwan, Joyce Cheng, mengumandangkan lagu mulia ini untuk almarhum terlalu berat menyanyikannya, bahkan terasa sangat berbahasa Canton ini berasal dari Eric Tsang.
Vincy Chan, Joey Yung, Kwong Cally, Julian Chilam mama tercinta. Seperti kita ketahui, Fei Fei – santai.
Cheung, Pinky Cheung, Juno Mak, Chapman To, Yumi dikenal juga dengan panggilan akrab Fei Cie (Kakak Diolah dari: www.hkbuddhist.org dan berita-
Wan, Alex Wu, Johnny Yip, Rosanne Lui, Wylie Chiu, Fei), semasa hidupnya adalah umat Buddha. Eason Chan menyebutkan, menyanyikan lagu ‘Fo berita di internet
Eric Tsang, Wan Kwong, Rico Kwok dan lain-lain. Dan Ji Xiang’ ini serasa bagaikan menyanyikan lagu

26 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 27


26 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 27
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

merupakan agama yang paling berkembang pesat di mereka akan menginginkan kebutuhan spiritual.
Daratan Tiongkok modern ini. “Hanya ketika suatu masyarakat telah tumbuh dan
Profesor Filosofi Liu Zhongyu mengatakan bahwa berkembang sehingga memiliki kekuatan untuk
kebebasan beragama telah dinikmati Tiongkok sejak bertoleransi terhadap berbagai jenis pemikiran…
lebih dari 30 tahun lalu. Ketika komunis berkuasa Hanya ketika masyarakat berkembang sampai
pada tahun 1949, agama-agama dilarang, demikian tingkat tertentu maka ia mempunyai jumlah
pula saat Revolusi Budaya (1966-1976). Namun orang dengan standar pengetahuan relatif tinggi
setelah Deng Xiaoping meluncurkan pembaharuan yang cukup besar, dan maka dari itu, merupakan
ekonomi pada tahun 1978, pemerintah mulai kualifikasi untuk mendevosikan diri mereka dalam
melemahkan kontrol atas berbagai aspek kehidupan pembelajaran Sutra-Sutra Buddhis.”
sosial, termasuk kehidupan beragama, untuk Profesor Kang Xiaoguang dari Universitas
memfasilitasi pembaharuan tersebut. Dan akhirnya Renmin yang mendukung Konfusianitas sebagai
pada tahun 1982, maklumat atas kebebasan beragama basis pemerintahan di Tiongkok mengatakan
diumumkan atas dasar bahwa umat beragama juga bahwa muda-mudi Tiongkok yang kurang matang
mencintai negara, mendukung Partai Komunis dan (dewasa), mengikuti fashion tanpa pandang bulu
mengikuti hukum sosialis. Namun pemerintah hanya dan memuja-muja hal-hal Barat, mengambil
membatasi 5 agama yang diakui dan memberikan keyakinan Kristianitas yang memang saat ini
status legal pada gereja-gereja, vihara-vihara, popular di kalangan muda Tiongkok. Namun, muda-
kelenteng-kelenteng, dan masjid-masjid. Pastinya, mudi Tiongkok yang lebih matang, dewasa dan
masyarakat Tiongkok telah banyak berubah selama berpengetahuan, lebih memilih menjadi pengikut

Sumber: deviantART

Jutaan umat dan anggota Sangha mengadakan menunjukkan bahwa 300 juta penduduk Tiongkok
ritual mandi Buddha di Tiongkok pada saat kelahiran atau 31,4 % populasi orang dewasa Tiongkok
Sang Bodhisattva, sedang Vihara Shaolin menahbiskan menganut agama, lebih besar daripada yang reformasi yang berjalan dalam tiga dekade ini. agama Buddha.
ratusan umat menjadi bhiksu. diperkirakan oleh pemerintah Tiongkok. Master Xuecheng mengatakan bahwa kelompok-
Di Tiongkok era modern, masyarakatnya semakin Sekitar 200 juta dari penganut agama tersebut Liu dalam wawancaranya dengan Koran China Daily kelompok Buddhis telah mengadopsi metode
hari semakin toleran dengan praktik-praktik agama. adalah penganut agama Buddha dan Tao. Masih mengatakan, “Semakin banyak masyarakat Tiongkok Kristen dalam menyebarkan agama, seperti bakti
Ada 5 agama yang diakui oleh pemerintah Tiongkok menurut survei, 12 % dari populasi tersebut atau yang merasa tidak stabil dan tidak tenang oleh sosial. Mereka juga menggunakan alat-alat modern
saat ini: Buddha, Tao, Islam, Kristen Protestan dan 40 juta penduduk adalah penganut Kristianitas. kehidupan tanpa dasar yang mereka jalani sekarang.” seperti website berbahasa Tionghoa dan Inggris
Kristen Katolik. Sejak tahun 1978, yaitu ketika Beberapa sumber bahkan menyebutkan agama Ia mengatakan pada majalah Oriental Outlook bahwa yang dijalankan secara sukarela oleh umat.
Tiongkok membuka dirinya pada dunia, masyarakat Kristen memiliki populasi 50-70 juta umat di standar moralitas di Tiongkok semakin merosot dan Survei tentang nasionalisme budaya di antara
Tiongkok mengalami perubahan yang sangat drastis Tiongkok. Banyak sekali gereja-gereja bawah ‘masyarakat saling tidak percaya lagi satu sama lain, masyarakat Tiongkok, yang dilakukan oleh
dalam menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan tanah bermunculan di sana-sini. Agama Kristen, mereka mencari sesuatu untuk menyandarkan hidup porofesor Kang dua tahun lalu, menemukan bahwa
kepercayaan agama. Vihara-vihara di Tiongkok termasuk Protestan dan Katolik, adalah agama mereka’, termasuk agama. Peneliti lain mengatakan suara terbanyak yaitu 33,5% responden mengatakan
sangat padat pengunjung pada saat perayaan hari- yang berkembang pesat di Tiongkok. dengan menjadi bagian dari kelompok relijius, maka bahwa agama Buddha adalah agama yang paling
hari besar Buddhis. Namun sekarang, sebuah agama yang telah mereka akan memperoleh jaringan sosial yang dapat sempurna dan hebat dari semua agama atau tradisi
“Beberapa tahun lalu, aku sangat was-was mengakar dan tumbuh dengan subur di Tiongkok dipercaya. budaya; 14,9 % responden mendukung Konfusianis;
terhadap bagaimana persepsi orang terhadap praktik selama dua milenium (2000 tahun) lamanya, Master Xuecheng, Vice-President Asosiasi Buddhis 8,6% Kristianitas; dan agama Tao, yang merupakan
agamaku. Namun sekarang, ya, ada rasa aneh namun yaitu agama Buddha, telah membuktikan dirinya Tiongkok, dan kepala vihara dari empat vihara, agama asli Tiongkok, menempati posisi keempat
tidak ada hakim-menghakimi,” kata Arianna Liu, 30, sebagai agama tradisional Tiongkok yang paling termasuk Vihara Longguan di Beijing, mengatakan dengan perolehan suara hanya 3%.
Beijing. meningkat pengikutnya. Bahkan beberapa sumber bahwa sekali seseorang memuaskan kebutuhan Dukungan pemerintah Tiongkok terhadap
Di tahun 2007, survei yang disponsori pemerintah menyebutkan bahwa agama Buddha-lah yang dasar mereka (tempat tinggal dan makanan), maka budaya Tionghoa dan agama Buddha dapat terlihat
28 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 29
28 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 29
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

Guan-yin,” jelas Kepala Vihara Putuo Shan. “Aku Fudan University (Shanghai), Nanjing University
tidak memeluk agama Buddha. Namun menghadap (Nanjing) dan Zhongshan University (Guangzhou),
Buddha. Liu menjelaskan, Avalokitesvara yang welas asih, aku menjadi taat yang terus berkembang setiap tahunnya. Beberapa
“Agama Buddha adalah dan percaya bahwa doaku akan didengar,” kata Xiao Master Buddhisme seperti Sheng Yen dan Hsing
kepercayaan yang Chen, murid gadis berumur 16 tahun. Yun juga pernah mengadakan kuliah umum di
utama di antara para Kebangkitan agama Buddha juga dapat dilihat universitas-universitas Tiongkok. Di Beijing, Vihara
kaum intelektual dan di Wutai Shan, Bodhimandala Bodhisattva Manjusri. Longquan dan Bailin, menjadi tempat utama
kaum muda-mudi.” Liu “Aku datang untuk belajar di Wutai Shan karena pembelajaran Buddhisme bagi para mahasiswa. Di
Zhongyu percaya bahwa Buddhisme Zen, Buddhisme Han dan Buddhisme Sichuan juga para mahasiswa terlihat aktif belajar
populasi Buddhis telah Tibetan, semua aliran yang berbeda dari tempat Buddhisme di vihara-vihara.
berkembang dari 100 yang berbeda-beda, direpresentasikan di sini Vihara Bolin yang berusia lebih dari 1.000
juta menjadi lebih dari dan bercampur bersama-sama”, kata Master Shi. tahun dan merupakan salah satu vihara terbesar
300 juta umat Buddha di Sekarang di Wutai Shan sendiri terdapat 53 vihara. di Tiongkok, merupakan tempat ideal bagi kaum
Tiongkok. Pendidikan Buddhis juga berkembang pesat muda untuk belajar agama Buddha. Kepala
Jumlah umat yang di Tiongkok. Almarhum Zhao Puchu, mantan viharanya, Ven. Minghai, adalah lulusan Universitas
berada di atas 40 tahun Presiden Asosiasi Buddhis Tiongkok, melakukan Beijing. Lebih dari 40 institusi pendidikan Buddhis
mulai meningkat pada pengembangan pendidikan Sangha. Sekolah-sekolah tersebar di Tiongkok dengan ribuan murid seperti
tahun 1990-an. “Mereka Buddhis didirikan di seantero Tiongkok dan banyak Buddhist Academy of China dan Sichuan Buddhist
dengan dilaksanakannya forum agama pertama kali adalah atheis di tahun 1950-an, namun mereka sekali anggota Sangha yang mengenyam pendidikan College yang diakui pemerintah. Bhiksu-bhiksu
sejak komunis berkuasa, yaitu First World Buddhist memeluk agama ketika semakin tua.” Sebanyak yang lebih tinggi di luar negeri. Bhiksu-bhiksu Tiongkok telah juga mengaplikasikan berbagai
Forum pada tahun 2006 di Hangzhou, Tiongkok. 72% dari umat tersebut mengatakan bahwa akademisi ini kemudian menyebarkan agama Buddha teknologi modern seperti handphone, internet dan
Vihara Jing-an di Jalan Nanjing, Shanghai, telah mereka menjadi lebih bahagia ketika mengenal sekembalinya ke Tiongkok. komputer. “Sekarang para bhiksu berpartisipasi
mengumpulkan 180.700 pendana pada tahun 2006 agama dibanding sebelumnya ketika mereka Pada tahun 1991, grup mahasiswa “masyarakat dalam spektrum aktivitas sosial yang luas,
lalu. “Masyarakat kita membutuhkan agama,” kata belum memeluk agama apapun. “Sebagai contoh, Chan (Zen)” pertama dibentuk di Universitas Beijing, menggunakan bahasa dan metode modern dalam
Cao Pingjiang, direktur proyek Buddha Emas, “Orang- kepercayaan agama dapat membantu memberantas Tiongkok. Salah satu lulusannya sekarang dikenal menjelaskan agama Buddha untuk membuatnya
orang mencari sesuatu di samping uang untuk dipuja, kriminalitas dalam cakupan yang besar,” jelas sebagai Ven. Ming Hai dan merupakan kepala Vihara lebih sesuai dengan kehidupan modern. Dengan
dan agama Buddha memiliki sejarah yang panjang di Liu, mengingat di Tiongkok kriminalitas semakin Bo Lin di Hebei, yang sejak tahun 1990 telah secara proses modernisasi masyarakat Tiongkok, agama
Tiongkok.” merebak dan gangguan mental ada di mana-mana, rutin mengadakan camp musim panas bagi para Buddha akan terus maju dan berkembang,”
Menteri Agama Tiongkok Ye Xiaowen mengatakan, sehingga mereka membutuhkan agama untuk mahasiswa. Sampai saat ini, tiap tahun camp musim jelas Wei Dedong. “Sekarang, para bhiksu senior
“Agama adalah salah satu kekuatan sosial yang bersandar. Namun sekarang agama telah tumbuh panas diikuti oleh 300 orang muda-mudi. Sejak saat kita menjelaskan agama Buddha pada para
penting di mana Tiongkok memiliki kekuatannya.” Ye subur di kalangan muda Tiongkok. 62% dari 1.435 itu, camp-camp Buddhis lain mulai bermunculan di entrepreneur secara langsung, yang membantu
juga mengatakan bahwa, “agama Buddha memiliki pemeluk agama berusia 16-39 tahun, sedangkan seluruh Tiongkok dengan partisipan mencapai lebih mereka mengerti ajaran Buddha dalam waktu
peran yang unik dalam membangun masyarakat yang yang 55 tahun ke atas hanya 9,6 %. “Ini menandakan dari 10.000 muda-mudi. Di universitas-universitas, singkat,” tambah Minghai.
harmonis.” perbedaan dari dekade-dekade sebelumnya, yang kegiatan Buddhis dilaksanakan secara formal maupun Pembelajaran Buddhisme yang makin terkenal
“Sebelumnya tujuan hidupku adalah mana pemeluk agama adalah mereka yang berusia informal, camp-camp Buddhis dilaksanakan gratis. di antara mahasiswa Tiongkok adalah grup studi
mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya,” kata 40 tahun atau lebih tua,” jelas Liu. Vihara Bolin juga membuka kelas Buddhis bulanan “Guanglun” yaitu Putidaocidiguanglun (菩提道
Zhou Jun, seorang enterpreneur dari Shanghai yang Dr. Huang Jianbo, sosiologis The Beijing Center bagi para entrepreneur. 次第廣論) atau dalam bahasa Tibetan dikenal
memeluk aliran Vajrayana pada tahun 2004. “Namun for Chinese Studies mengadakan penelitian Kelas-kelas sejarah dan filosofi Buddhis diberikan sebagai Lamrim Chenmo, karya Y.A. Tsongkhapa,
sekarang setelah mempelajari agama Buddha, aku terhadap 5.484 siswa sekolah dan mahasiswa dari di universitas-universitas besar seperti Beijing pendiri aliran Gelug. Walaupun teks ini tidak
menyadari bahwa ada lebih banyak hal dalam hidup, umur 14 sampai 27 tahun di seluruh Tiongkok, di University (Beijing), Renmin University (Beijing), popular di kalangan Mahayana Tiongkok, namun
dan aku ingin membagi pelajaran tersebut pada mana hasilnya adalah 51,4% mengaku atheis, 21%
semua orang.” mengaku Kristen (meskipun hanya sedikit yang
Tiongkok sekarang memiliki 200.000 bhiksu dan dibaptis), dan 9,5% mengaku Buddhis, disusul
bhiksuni Sangha dan sekitar 16.000-130.000 vihara dengan Islam 1,6% dan Tao 0,5%. Selain itu, figur
(yang kadang disalahpahami sebagai kelenteng). agama yang paling mereka kenal berdasarkan survei
Estimasi populasi umat Buddhis di Tiongkok adalah Buddha Gautama dan Yesus. Ini menunjukkan
bervariasi, mulai dari 8% sampai bahkan 80% bahwa memang agama Buddha dan Kristen adalah
penduduk Tiongkok. Pada tahun 2007, BBC News yang paling popular di kalangan muda Tiongkok.
dan China Daily memberikan angka sekitar 16-20% Di Quanzhou, para penduduk bersama-
penduduk Tiongkok. Dr. A Smith dalam Seanetwork sama membangun Vihara Bodhisattva Guan-yin
memberikan angka 50-80%. Namun secara resmi, (Avalokitesvara). “Kami membutuhkan pertolongan-
pemerintah Tiongkok memberikan angka sekitar Nya”, kata petani Zhou Bigong. “Kami bekerja
100 juta penduduk atau 8% populasi Tiongkok yang keras, namun hidup semakin sulit dan sulit.”
beragama Buddha. Ketika Zhou masih muda, memuja Avalokitesvara
Di tahun 2005, Prof. Liu Zhongyu dari Research secara terbuka dilarang. Pemujaan Avalokitesvara
Center for Religious Culture, East China Normal masih saja populer di Tiongkok, baik oleh umat
University, melakukan survei kepercayaan agama. Buddha maupun non-Buddhis. “Arti sebenarnya
Dari 4.500 orang, 33,1% menyatakan diri sebagai umat dari memuja Guan-yin adalah bertindak seperti
30 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 31
30 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 31
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

penyebaran agama Buddha: “Lebih dari 2.000 salah satu referensi utama bagi konsep ‘masyarakat
tahun sejarah terletak di dalam agama Buddha dan harmonis’ Tiongkok.”
mengakar secara dalam di kebudayaan Tiongkok. “Perasaan kehilangan diri sendiri sesungguhnya
Pengaruhnya yang unik baik pada masyarakat dan adalah masalah terbesar dari orang-orang modern.
pemerintah di Tiongkok diinginkan untuk berkembang Namun, mempraktikkan Zen dengan menanyakan
menjadi peran yang lebih aktif di era modern,” ‘apa itu diri yang sesungguhnya?’ dapat membantu
katanya. mempurifikasi pikiran dan mengembalikan kembali
Sebagai agama utama di Tiongkok, agama diri yang sebenarnya,” kata Yang Zengen, Direktur
Buddha memberikan pengaruh positif pada semua China Buddhist Culture Research Institute.
aspek kehidupan masyarakat Tiongkok, termasuk Zhanzheng, seorang pria muda yang tampan,
literatur, musik, puisi, lukisan dan arsitektur. Agama mengikuti gurunya Ven. Hai Tao dari Taiwan. Ia
Buddha juga berdampak pada moralitas Tionghoa, menemukan pikirannya tidak berlari ke mana-mana
kesejahteraan spiritual dan interaksi sosial. lagi sejak ia belajar agama Buddha beberapa tahun
Kepala Vihara Shaolin, Ven. Shi Yongxin lalu. “Laki-laki muda sepertiku merasa cemas dan
mengatakan bahwa agama Buddha di Tiongkok bingung terhadap tekanan kompetisi dan ekspetasi
sedang berada dalam era “emas”. yang terlalu tinggi. Sekarang aku tahu bagaimana
Enterpreneur Yi Xi Ping Cuo, 35, mengatakan, membantu orang lain dan menjalani hidup yang
setelah Ven. Fajun menerjemahkannya di tahun agama Buddha ia dapat mengendalikan dirinya “Setiap tahun muncul terus jutaan umat Buddha,” lebih berarti,” katanya
1930, pembelajaran teks tersebut menjadi penting dengan baik. Han berkata bahwa agama Buddha terang Yi. Rupang-rupang Buddha terjual laris di Bagi Zhengfa, bhiksu berumur 21 tahun di Vihara
dan terkenal. Baik umat awam maupun anggota mengajarkannya untuk bertanggungjawab atas Tiongkok. Pemerintah Tiongkok merasa nyaman Shangtianzhu mengatakan bahwa ia sangat gembira
Sangha menjadi guru yang memberikan kelas Lamrim hidup dan perbuatannya. dengan agama Buddha. “Buddhisme jarang bahwa makin banyak kaum muda yang memeluk
Chenmo secara rutin pada para mahasiswa sebanyak Tema World Buddhist Forum di Tiongkok yaitu bercampur-aduk dengan politik,” kata Chan Koon Buddhisme, karena mereka juga dapat membantu
dua kali seminggu. Teks tersebut banyak dirasakan dunia yang harmonis sangat sesuai dengan konsep Chung, penulis dan seorang Buddhis di Beijing. menyebarkan ajaran Buddha pada masyarakat.
sebagai teks yang sangat mampu meningkatkan presiden Hu Jintao tentang “masyarakat yang Presiden Hu Jintao mengatakan bahwa agama, Amelie Yu dari provinsi Qinghai mengatakan
keyakinan Buddhisme di antara para mahasiswa. harmonis.” Harmonis yang berkaitan dengan termasuk agama Buddha, dapat membantu agama Buddha menyelamatkan dirinya dari
Sedangkan di Beijing sendiri terdapat Vihara Gelug kedamaian dan toleransi merupakan agenda meredakan ketegangan antara yang kaya dan yang keinginan bunuh diri. “Sekarang aku hanya ingin
yaitu Yonghe Gong yang tiap tahunnya dikunjungi tertinggi Partai Komunis Tiongkok. Kebangkitan miskin. Nikki Xi, yang bekerja untuk sebuah agen menjadi orang yang baik dan berbuat sesuatu pada
lebih dari 100.000 orang dan pada saat acara-acara agama Buddha ini juga memiliki tujuan untuk dan Web mengatakan, “Aku merasa lebih tenang, orang lain. Aku ingin mencoba memiliki hidup yang
tertentu, bahkan dapat menarik 40.000 pengunjung menggali kembali nilai-nilai tradisional Tiongkok agama Buddha membuat seluruh proses pekerjaan lebih baik,” jelasnya.
dalam sehari, banyak di antara mereka adalah dengan tujuan menyelesaikan masalah-masalah menjadi lebih mulus.” Makin hari banyak pula orang muda yang
praktisi Buddhis. hidup miliunan penduduk Tiongkok. Pada bulan November 2007, Xiamen mensponsori menjadi anggota Sangha. Rupang-rupang Buddha
Yin Xiaotian, 37, adalah pebisnis sukses, modern “Agama Buddha dapat membantu masyarakat Pameran Kerajinan dan Pernak-Pernik Buddhis dan menjadi benda-benda yang popular. “Perlakuan
dan ambisius. Ia tertarik terhadap agama Buddha untuk mempurifikasi pikiran dan semangat mereka, lebih dari 40.000 enterpreneur mengunjungi acara pemerintah terhadap agama Buddha lebih toleran.”
setelah mendengar kisah Buddha Sakyamuni yang mempromosikan sosial harmoni dan melindungi tersebut. Kata peneliti. “Ini disebabkan sebagian karena
mengusahakan kebahagiaan semua makhluk dari kedamaian dunia,” jelas Master Shenghui. Qiu Huying, seorang penghuni kota Hangzhou, agama Buddha sangat terikat ke dalam kebudayaan
neneknya. Ia berkata pada mulanya ia bersembahyang “Harmoni adalah komponen fundamental dalam mengatakan bahwa ia tidak dapat melepaskan diri Tionghoa – dalam segalanya, mulai dari arsitektur
hanya untuk meminta untung dan berkah, namun agama Buddha. Agama Buddha sekarang telah dari rasa kesepian dan tertekan. Namun sekarang sampai bahasa – tidak terpisahkan. Namun juga
sekarang pola pikirnya berubah dan menjalani berakar sangat dalam di dalam pikiran orang-orang pikirannya menjadi damai setelah bermeditasi dan karena agama Buddha memiliki sifat ancaman yang
hidup sederhana dan melayani masyarakat. Pada Tionghoa dan merefleksikan kebudayaan tradisi memeluk agama Buddha. Keluarganya sangat bahagia paling rendah terhadap pemerintah. Agama Buddha
tahun 2003, Yin dari Paris kembali ke Beijing dan Tiongkok,” jelas Ye Xiaowen. melihat hidupnya kembali normal. menekankan kedamaian dan kebajikan, tidak
terkejut melihat banyaknya kaum muda Buddhis. Penyebaran agama Buddha yang luas disebabkan Masih menurut Ye Xiaowen, Menteri Agama pernah mengambil bentuk kekerasan.” (gdlf)
“Ada banyak tempat untuk mempraktikkan ajaran karena ia merupakan jalan hidup yang bertujuan Tiongkok, “Agama Buddha dapat dianggap sebagai
Buddha, bersamaan dengan peningkatan jumlah untuk membantu diri sendiri dan orang lain metode yang berhubungan dengan kebingungan Sumber: Time Magazine, Strait Times, Beijing Review, Xinhua,
website-website dan blog-blog Buddhis,” jelas Yin. menjadi manusia yang lebih baik. Bahkan agama spiritual manusia dan penyelesaian berbagai masalah Business Week, Sydney Morning Herald, Christian Science Monitor,
The Star, Asia Times Online, Bodhi Journal, buddhistchannel.tv,
Menurutnya agama Buddha memberikan efek yang Buddha juga aktif mengadakan berbagai kegiatan yang menimpa kita. Agama Buddha juga adalah idsa.in, chinadigitaltimes.net, chinatoday.com.cn
menakjubkan pada orang-orang untuk berbuat sosial di Tiongkok. Bhiksuni Buddhis bernama
kebajikan. Di area urban, banyak orang seperti Yin Miaojue mengunjungi orang-orang yang positif
- muda, berpendidikan dan proaktif -menjadi umat mengidap HIV/AIDS di Propinsi Henan pada tahun
Buddha. Mereka mencari jalan untuk mengatasi 2006. Miaojue dan 17 anggota Sangha lainnya
stress yang diakibatkan oleh kompetisi bisnis. mengunjungi beberapa desa dan membawakan
Website-websita yang paling popular adalah www. mereka bantuan berupa barang-barang seperti
fjnet.com dan forum diskusi bskk.com yang telah makanan, uang dan literatur Buddhis pada 1.200
memiliki 60.000 member. orang desa yang positif HIV. Para penduduk desa
“Agama adalah jalan untuk menemukan menjadi sangat tersentuh oleh bantuan tersebut
kedamaian dan membantu menyelesaikan masalah dan mereka dapat tersenyum kembali. Aksi sosial
yang muncul dari proses modernisasi,” jelas Han ini diberitakan di World Buddhist Forum oleh
Xuanyin, menambahkan bahwa setelah belajar Liu Changle, CEO Phoenix TV, yang mendukung
32 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 33
32 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 33
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

Sifat-sifat luhur sang ibu inilah yang di kemudian mereka melakukan survei atas kondisi masyarakat
hari menghantar Mao menjadi pembela orang-orang dan mempelajari adat istiadat yang ada, pun
kecil yang tertindas. Juga tetap bersahaja ketika mengunjungi para bhiksu dan melihat vihara.
menjadi orang nomor satu di negara tirai bambu, ini Uniknya, pengembaraan ini mereka lakukan seperti
juga adalah pengaruh dari sang ibu. layaknya kehidupan bhiksu pengembara, yakni
menggunduli kepala, mengenakan sepatu kain,
Pertarungan ‘Dua Partai’ tidak membawa sepeser uangpun dan menerima
Tahun 1936, dalam sebuah wawancara dengan persembahan makanan.
wartawan Amerika, Mao berkata, “Rumah kami Meski tak menganut agama Buddha, namun
terbagi menjadi dua ‘partai’. Satu adalah ayah saya, Mao sangat dekat dengan kehidupan vihara.
partai berkuasa; sedang partai oposisi dibentuk oleh Dalam masa-masa awal pergerakan revolusi yang
Dirangkum oleh: Tjahyono Wijaya saya, Ibu dan adik, termasuk juga para pelayan.” Dua dilakukannya, Mao sering memakai vihara sebagai
partai di sini menunjuk pada perbedaan pandangan tempat tinggal ataupun pusat aktivitas.
terhadap agama Buddha.
“Karena ibu saya sangat tulus memeluk keyakinan Buddhisme adalah Kebudayaan
Membludaknya Buddhisme di Tiongkok,
terhadap agama Buddha, beliau menanamkan Sejak tahun 1930-an, Mao berpandangan
khususnya setelah kebijakan politik Pintu Terbuka
keyakinan beragama pada anak-anaknya. Kami bahwa agama Buddha adalah budaya tradisional
yang diterapkan Deng Xiaoping, tak terlepas dari
sedih karena ayah kami sendiri tidak percaya pada Tionghoa. Pandangan ini dipegangnya terus secara
kebijakan baru Partai Komunis Tiongkok (PKT)
Buddha.” konsisten.
tentang kebebasan beragama.
Hingga akhirnya terjadi titik balik pada ayah Menurut kenangan pengawal pribadi Mao, Li
PKT yang merupakan partai berkuasa di Tiongkok,
Mao. Suatu hari saat dalam perjalanan, ayah Yinqiao, pertengahan Oktober 1947 sewaktu berada
antara lain menyatakan: kebebasan beragama
Mao berhadapan dengan seekor harimau. Ayah di Gunung Bai-yun, Yan-an, Mao mengajaknya
dilindungi oleh negara, rakyat memiliki kebebasan
Mao ketakutan, sambil bersujud di tanah ia melihat klenteng. Li berkata, “Apa yang bisa
beragama, juga memiliki kebebasan untuk tidak Qimei, pernah melahirkan dua putra, namun
merangkapkan kedua tangan memberi hormat pada dilihat, itu semua kan takhyul.” Mao menjawab,
beragama; harus menyebarluaskan paham atheis, keduanya meninggal di usia dini. 26 Desember
harimau itu sambil merenung, “Ini pasti karena tidak “Tidak sepenuhnya benar, tidak sepenuhnya benar,
tetapi tidak diperkenankan memandang perbedaan 1893, lahirlah Mao Zedong. Sejak itu, Ibu Mao rajin
menghormati para Bodhisattva, harimau ini datang itu adalah budaya, ngerti? Itu adalah tempat-
paham theis dan atheis seperti layaknya oposisi bersembahyang dan melafalkan nama Buddha, pun
menghukumku.” Sebab itu ia kemudian berjanji, tempat terkenal warisan budaya dan peninggalan
dalam dunia politik; negara mengatur hal-hal ber-vegetarian.
“Aku si petani kecil ini untuk selanjutnya tidak sejarah.” Lebih jauh, Mao berpandangan: revolusi
keagamaan sesuai undang-undang, melindungi Si jabang bayi Mao dititipkan di rumah nenek
berani lagi menyalahi para Buddha dan Dewa, mohon Tiongkok bukan saja tidak boleh menolak budaya
kegiatan keagamaan yang normal dan hak-hak luar. Rumah nenek luar Mao dekat dengan Danau
Mbah Macan mengampuni diriku.” Ajaib, harimau itu tradisional, justru sebaliknya, dalam porsi tertentu
hukum dunia keagamaan, mencegah dan melarang Longtan, yang di tengahnya berdiri menjulang
kemudian pergi memasuki semak-semak ilalang di harus membantu budaya tradisional. Menghadap
kegiatan melanggar hukum yang menggunakan kedok sebuah batu besar dengan sebuah kuil kecil di
tengah hutan. patung para dewa, Mao berkata, “Benda-benda
agama; agamawan yang patriotik adalah kekuatan atasnya, orang-orang menyebutnya “Kuil Guan Yin
Sejak itu, ayah Mao yang bernama Mao Shunsheng ini adalah warisan sejarah dan budaya, harta
utama dalam mempersatukan massa dan menjaga Batu”. Dengan menggendong Mao, Nenek Luar dan
ini mulai bersembahyang pada Buddha dan Dewa, permata bangsa kita. Harus dilindungi, jangan
kestabilan masyarakat, pembinaan barisan agamawan Ibu menyerahkan Mao sebagai anak pada Guan Yin
meski tidak terlalu tulus. merusaknya.”
patriotik harus dilaksanakan dengan terencana di depan Kuil Guan Yin Batu ini.
Bahkan saat menonton festival klenteng
dan terorganisir; semua organisasi keagamaan dan
Pengembaraan Masa Muda (pasar insidentil di halaman atau dekat klenteng,
warga yang beragama harus tunduk pada hukum, Mengikuti Ibu Menjadi Buddhis
Ironis, ketika ayah Mao mulai yakin pada Buddha, umumnya juga ada pertunjukan kesenian), Mao
melindungi kepentingan publik, menjaga persatuan Tahun 1909, Ibu Mao jatuh sakit. Demi memohon
Mao justru ‘makin lama makin jauh dari Buddha’. berkata pada Li, “Nonton budaya festival klenteng,
bangsa dan kesatuan negara leluhur. kesembuhan ibu tercinta, Mao bersembahyang di
Juni 1959, Mao mengatakan, “Waktu kecil saya (berarti) nonton drama panggung nonton kondisi
Jelaslah bahwa kebijakan beragama yang baru ini beberapa vihara dan altar Buddha di rumahnya. Juni
pernah memeluk agama Buddha, namun di kemudian rakyat; tidak mengerti budaya, tidak memahami
tidak selaras dengan paham materialisme dari Karl 1959, saat kembali ke kampung halaman, dengan
hari tidak menganutnya.” kondisi rakyat, revolusi tidak akan berhasil.”
Marx – Bapak Komunis Dunia. sangat humoris Mao menunjuk altar sembahyang
Meski demikian, ketika menuntut ilmu di April 1948, sewaktu di Vihara Tayuan, Wutaishan
Menarik sekali bentuk-bentuk penyesuaian yang di rumahnya: “Ini adalah tempat kerja saya setiap
Changsha, Propinsi Hunan, Tiongkok, Mao banyak (Gunung Lima Puncak tempat pembabaran Dharma
dilakukan PKT dalam upaya perwujudan “sosialisme tanggal 1 dan 15 Imlek!”
menyerap ajaran Buddha dan sering menampilkannya Bodhisattva Manjusri), Mao berkata pada Zhou
khas Tiongkok” yang didengungkan oleh Deng. Pun Sifat luhur Buddhisme tentang cinta kasih,
dalam artikel-artikel yang ditulisnya. Sebenarnya Enlai, “Ribuan tahun ini, peranan agama Buddha
yang tak kalah menariknya adalah: tahukah kita welas asih, dana dan persamaan derajat, semuanya
Mao bukan sepenuhnya menolak ajaran Buddha, dalam filsafat, arsitektur, seni lukis dan musik
bahwa salah satu tokoh utama dan pendiri PKT - ini dipelajari oleh Mao dari perilaku sehari-sehari
hanya menganggap ajaran Buddha tak lebih sebagai tidak bisa diabaikan, ini adalah bagian penting
Matahari Merah Mao Zedong, ternyata sangat akrab sang ibunda. Dalam kenangan terhadap Ibu, Mao
sebuah pandangan hidup dan pengetahuan yang peradaban umat manusia, juga peradaban bangsa
dengan agama Buddha? berkata, ”Di dunia ini ada tiga jenis orang: orang
layak untuk dipelajari, bukan sebagai satu agama dan kegemerlapan budaya Tionghoa.”
yang merugikan orang lain dan menguntungkan
yang harus dianut.
Guan Yin Menjadi Ibu Angkat diri sendiri; orang yang menguntungkan diri sendiri
Selama liburan musim panas di tahun 1917, Mao Melindungi Budaya Tradisional Buddhisme
Nenek luar dan ibu Mao Zedong adalah umat namun tidak merugikan orang lain; orang yang rela
mengajak sahabat karibnya, Xiao Zi, mengawali Dari tahun 1950 hingga 1970, adalah masa-
Buddha. Sebelum kelahiran Mao, sang ibu – Wen merugikan diri sendiri demi menguntungkan orang
‘pengembaraan’ mereka. Sepanjang perjalanan masa yang paling banyak dihabiskan Mao untuk
lain. Ibu saya adalah jenis orang terakhir.”

34 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 35


34 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 35
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

Beberapa Ucapan Mao tentang Agama


“Saya mendukung para penganut faham komunis
untuk mempelajari Kitab Suci berbagai agama,
mempelajari Kitab Suci agama Buddha, agama
Islam, agama Kristen dan lain sebagainya. Karena
ini adalah persoalan massa, massa mempunyai
demikian banyak orang yang beragama, kita ingin
melakukan pekerjaan massa, tetapi jika kita tidak
memahami agama, (itu) hanya merah (tapi) tidak
profesional.”

“Sutra Intan layak untuk dibaca. Saya juga ingin


mendalami Buddhisme.”

“Keyakinan beragama itu bebas, boleh percaya


dulu lalu berubah tidak percaya, juga boleh tidak
mempelajari Buddhisme. Mao bahkan menulis dan perkembangan budaya Dinasti Tang.” percaya lalu berubah percaya. Orang beragama
beberapa artikel membahas agama Buddha bersama Mao sangat mengagumi aliran Chan, khususnya di Tiongkok tidak sedikit. ... Sentimentil orang
para cendekiawan Buddhis dan pakar filsafat. Sesepuh Ke-6 Huineng. Mao memuji semangat terhadap agama tidak boleh dirusak, meski sedikit
Dalam tahun-tahun awal pembangunan Republik reformasi Huineng yang tidak terikat pada tradisi saja juga tidak dibenarkan. Kecuali bila diri sendiri
Rakyat Tiongkok, khususnya dalam pelaksanaan ataupun ritual namun menuju langsung pada tidak percaya pada agama, pemaksaan dari orang
reformasi tanah pertanian, di beberapa daerah pencerahan hakekat Buddha dalam diri sendiri. Pun lain agar yang bersangkutan tidak beragama adalah
terjadi perusakan klenteng dan vihara. Padahal Huineng berhasil melokalkan Chan India menjadi sangat berbahaya. Menangani hal ini tidak boleh
dalam Undang-Undang Reformasi Pertanahan Chan berciri khas Tiongkok. Tak heran bila ajaran sembarangan, bahkan (penganut) faham komunis
Republik Rakyat Tiongkok Pasal 21 disebutkan dengan Huineng disebut sebagai “revolusi Buddhisme”. pun juga ada yang beragama.”
jelas: “Gedung peringatan leluhur, klenteng, vihara, Kisah hidup dan kepribadian Huineng sangat
gereja dan gedung bangunan umum serta rumah menyentuh Mao, karena itu pulalah yang menjadi “Partai Komunis menerapkan kebijakan
pemilik tanah, semuanya tidak boleh dirusak.” Tapi cita-cita Mao, yakni revolusi yang memadukan melindungi agama, beragama dan tidak beragama,
sayang sekali, dalam pelaksanaannya di lapangan faham Karl Marx dengan kondisi aktual Tiongkok memeluk agama tertentu atau agama yang lain,
terjadi bias. masa itu. Sehingga tak heran bila sistem sosialis semuanya dilindungi, menghormati keyakinannya.
Atas instruksi Mao, perusakan tempat-tempat yang diterapkan Mao tak persis sama dengan faham Hari ini menerapkan kebijakan melindungi agama,
ibadah, yang diperkirakan oleh Mao terjadi di setiap Karl Marx. Faham sosialis di Tiongkok didasarkan kelak di kemudian hari juga dengan sendirinya
daerah, akhirnya berhasil diredam. pada faham Maoisme. tetap menerapkan kebijakan melindungi agama,
Selain Huineng, tokoh Buddhis yang juga ... Budaya termasuk sekolah, surat kabar, film layar
Mao dan Sutra Buddhis menjadi idola Mao adalah Buddha Sakyamuni, yang lebar dan lain sebagainya, agama juga termasuk di
Menurut penuturan pengurus perpustakaan Mao rela melepas tahta kerajaan demi menemukan dalamnya.”
yang bernama Feng Xianzhi, Mao mempelajari jalan pembebasan bagi semua makhluk.
beberapa Sutra Buddhis beserta penjelasannya “Benar, Tiongkok tidak ada perang agama
seperti Sutra Intan, Sutra Avatamsaka, Sutra Altar Cinta Kasih dan Welas Asih seperti negara lain, begitu perang berlangsung
dan sebagainya. 23 Oktober 1959, dalam persiapan Filosofi cinta kasih dan welas asih sejak kecil ribuan tahun. Beberapa agama hidup berdampingan
dinas luar, Mao menentukan berbagai buku yang ingin telah ditanamkan oleh sang ibunda, yang di secara rukun, ini bagus bagi negara.”
dibawa serta, selain beberapa buku komunisme (Karl kemudian hari diperkukuh dengan pendalaman
Daftar Pustaka:
Marx, Lenin, dan sebagainya), beberapa literatur Mao terhadap ajaran Buddha.
1. Zhong Guo Gong Chan Dang Guan Yu Zong
Tiongkok kuno, juga Sutra Intan, Sutra Hati, Sutra Tahun 1949 sewaktu melintasi Vihara Ta Yuan Jiao Wen Ti De Ji Ben Guan Dian He Ji Ben Zheng Ce
Teratai dan Sutra Maha Parinirvana. di Wutaishan, Mao melihat syair berpasangan (Pandangan Dasar dan Kebijakan Dasar Partai Komunis
Mao menyatakan rasa hormat pada para tokoh yang ditempel di pintu vihara: “Menasehati Anda Tiongkok Mengenai Persoalan Agama), http://zuzhibu.
yang mengabdikan diri bagi Buddhisme. Mao jangan menembak burung tiga bulan musim semi, tjau.edu.cn/show.aspx?id=81&cid=50
berkata, “Xuan Zang era Dinasti Tang menuju India anak dalam sangkar mengharap induk kembali.” 2. Cong You Shen Lun Dao Wu Shen Lun: Mao
untuk mengambil Sutra, kesulitan dan bahaya yang Mao mengagumi syair ini, lalu bertanya, “Syair Ze Dong Yu Fo Jiao Wen Hua (Dari Theisme Menuju
dialaminya tidak kalah beratnya dibanding long march berpasangan ini siapa yang menulis?” Kepala Vihara Atheisme: Mao Zedong Budaya Agama, http://discovery.
pasukan merah kaum pekerja dan petani Tiongkok menjawab, “Saya yang menulisnya.” Termenung cctv.com/20070702/102755.shtml
sejauh 25.000 li. Beliau membawa Sutra Buddhis sejenak, Mao berkata, “Syair berpasangan ini
India, yang berpengaruh sangat besar bagi kekayaan harus disebarluaskan.”

36 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 37


36 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 37
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

Tinjauan Lebih Lanjut oleh karena itu ia melarang agama Buddha.

Sebelum era Qin Shihuang, ada catatan dalam Shi Tahun ke-33 masa pemerintahan Qin Shihuang
Yi Ji (abad 4 M) mengatakan bahwa agama Buddha adalah tahun ke-18 masa pemerintahan Raja Asoka
telah dikenal di Tiongkok pada tahun 317 SM, ketika di India, di mana Raja Asoka mengirim misionaris
Xi’an, 11 Mei 2009 (Xinhua News) seorang petapa tua berumur 130 tahun, bernama Buddhis ke daerah Gandhara dan Baktria. Oleh
Shi Luo, memegang tongkat [khakkhara?] dan patra karena itu kita tidak dapat mengatakan kalau misi
Seorang pakar peneliti mengatakan bahwa kaisar pertama yang menyatukan Tiongkok, Kaisar Qin (mangkuk dana) mengunjungi istana Pangeran Zhao 18 shramana ke Tiongkok ini tidak mungkin. Sutra
Shihuang, yang terkenal dalam sejarah dengan proyek Great Wall dan pasukan pengaman terra-cotta dari Yen dan membangun stupa setinggi tiga kaki di Buddhis maupun ajaran Buddha pada masa Dinasti
yang menakjubkan, pernah melarang agama Buddha di Tiongkok. atas ujung jarinya. Qin tidak dapat ditemukan lagi, karena memang
ajaran Buddha dilarang pada masa itu. Oleh
“Kitab sejarah Tiongkok yang paling awal dan paling berpengaruh, Shiji (Catatan Sejarah)*, mencatat Kitab Shan Hai Jing, yang menceritakan kisah-kisah karena itu misi kedatangan 18 shramana ini tidak
dengan jelas bahwa Kaisar Qin Shihuang (259 SM – 210 SM) dengan ketat melarang agama Buddha dan yang terjadi sebelum Dinasti Qin, juga menyebutkan: dapat disebut sebagai asal mula agama Buddha di
vihara-vihara Buddha,” Kata Han Wei, peneliti yang terkenal dari Institut Arkeologi Provinsi Shaanxi. “Di zaman kuno sebuah tempat bernama ‘Tian Du’, Tiongkok.
yang juga dikenal sebagai ‘Tian Zhu’ (India), agama
Menurut Shiji, larangan tersebut diluncurkan bersamaan dengan strategi militer penting dari Kaisar Buddha berkembang.” (Shan Hai Jing bab Guo Pu) Beberapa tulisan Buddhis di Tiongkok memang
Qin, termasuk deportasi para kaum Hun yang berniat menjajah, dan memberlakukan larangan tersebut berusaha menghubungkan masuknya agama Buddha
sampai di luar kota kuno Xianyang (sekarang di pinggiran kota Xi’an), yang kemudian meliputi seluruh Pada masa Dinasti Qin, Kaisar Qin Shihuang ke Tiongkok dengan penyebaran agama Buddha yang
pernah memenjarakan shramana-shramana dari dilakukan Raja Asoka pada abad ke-3 SM, contohnya
negeri.
India. Shramana adalah para bhiksu Buddhis. Namun adalah kitab Hongmingji. Di antara 84.000 stupa
di tengah malam, datanglah seorang dewa bertubuh yang didirikan Raja Asoka, beberapa di antaranya
Meskipun kitab tersebut, yang ditulis pada tahun 104 SM sampai 91 SM, tidak memberikan
besi dengan tinggi 16 kaki menghancurkan penjara konon juga ditemukan di Tiongkok.(gdlf)
bukti penghancuran vihara atau pengasingan para bhiksu, Han berkata bahwa ia yakin larangan
dan membebaskan mereka semua.
tersebut berjalan dengan sangat efektif.
Sumber:
Kejadian tersebut dicatat dalam kitab Lidai http://news.xinhuanet.com/english/2009-05/11/content_
“Agama Buddha tidak pernah muncul lagi dalam catatan sejarah sampai abad 2 SM,” terang 11354232.htm
Sanbaozhi, Hongmingji dan Poxielun yang ditulis
Han. Mochizuki, Shinko. 1942. Buddhisme Tanah Suci di Tiongkok:
Falin pada masa Dinasti Tang. Berdasarkan catatan Sebuah Sejarah Doktrinal.
Larangan Kaisar Qin terhadap agama Buddha mengindikasikan bahwa agama Buddha tersebut, sebanyak 18 orang shramana datang Kumar, Yukteshwar. Sejarah Hubungan Sino-Indian.
telah popular di Tiongkok di masa pemerintahannya, menurut Han, yang mana thesisnya ke Tiongkok, dipimpin oleh “shramana asing Shi
tentang topik ini dipublikasikan di Xi’an baru-baru ini. Lifang”, pada masa pemerintahan Qin Shihuang.
Shi Lifang membawa serta Sutra-Sutra Buddhis dan
Han berharap buku pelajaran sejarah dapat diubah untuk merefleksikan temuannya membabarkan ajaran Buddha pada Kaisar Qin. Qin
ini. Para sejarawan umumnya meyakini bahwa agama Buddha diperkenalkan di Tiongkok Shihuang tidak mempercayai ajaran mereka dan
sekitar tahun 67 M di masa Dinasti Han yang berdiri setelah Dinasti Qin. Namun, Han memenjarakan Lifang beserta shramana lainnya.
berkata, bahwa agama Buddha telah menyebar ke Tiongkok lewat Xinjiang, Namun, pada malam harinya, Vajrayaksa (salah satu
Uyghur dan negara-negara Asia Tengah, melalui Jalan Sutra, lebih dari 2 Vidyaraja – wrathful deity) datang dalam wujud
abad lebih awal. seorang manusia, menghancurkan penjara yang
mengurung mereka dan kemudian membebaskan para
Arkeologis Jalan Sutera, Wang Jianxin, mengatakan bahwa penemuan shramana tersebut. Melihat ini, Kaisar Qin Shihuang
dan penelitian Han didasarkan atas aspek bahasa, sejarah dan penelitian sangat takut dan kemudian bersujud di hadapan para
arkeologi, kedengarannya “masuk akal”. shramana, meminta maaf pada mereka. Catatan ini
berakhir dengan kalimat bahwa kejadian ini dicatat
“Peneliti lain telah mengangkat hipotesa yang sama pada dalam “Katalog Skriptural” oleh Shi Daoan dan Zhu
tahun 1900 awal, namun tidak dapat memberikan bukti yang Shiheng.
memuaskan,” kata Wang.
Pada bab ke-6 kitab Shiji, pada tahun ke-33 masa
Han merupakan salah satu dari para pakar yang membantu pemerintahan Qin Shihuang (214 SM), “vihara ‘pu-
penemuan dan penggalian relik jari tangan Buddha te’ dilarang”. Kata-kata “pu-te” adalah transilerasi
Sakyamuni. Sarira atau relik Buddha ini terpendam di dari kata “Buddha” (pada masa yang kemudian
bawah Vihara Famen di pinggiran kota Xi’an sejak tahun “Buddha” ditransilerasi menjadi “Fo-tuo”) dan data
874, sebelum akhirnya digali pada tahun 1987. ini menunjukkan bahwa institusi Buddhis dilarang di
awal masa Dinasti Qin. Kaisar Qin Shihuang percaya
*Bagian Shi Huang Ben Ji di Kitab Shiji - 史記 (Catatan pada para dewa abadi (shen xian) dan ia juga
Sejarah – catatan sejarah pertama di Tiongkok) karya Sima mencari obat keabadian. Mungkin ia tidak menyukai
Qian. konsep agama Buddha mengenai ketidakkekalan,

38 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 39


38 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 39
DUNIA BUDDHIS DUNIA BUDDHIS

Kombinasi musik rock dan agama Buddha jalan mainstream agar musik Buddhis lebih dapat diakses dan diminati banyak
adalah kombinasi yang tidak biasa dan orang.
unik. Di tahun 2007, ia bekerja sama dengan perusahaan rekaman Ocean Butterflies
Agama Buddha, biasanya diasosiasikan meluncurkan album musik modern berjudul Buddha Smiles. Album pop ini
dengan kedamaian, perenungan, meditasi didukung oleh penyanyi lokal A-Do dan kontestan Project Superstar 2005 lalu, Hong
dan ketenangan serta berbagai jenis Junyang.
lantunan mantra-mantra yang lembut. “Di zaman modern ini, orang-orang lebih tertarik pada musik-musik modern.
Namun grup rock “Reaching Jhana” Pelafalan sutra-sutra/mantra masih merupakan bagian penting dalam agama
berusaha untuk membangkitkan elemen- Buddha, namun dengan menggunakan musik modern, kami berharap dapat
elemen Buddhis pada aliran musik rock. menyebarkan agama Buddha pada masyarakat,” tutur Venerable Kwang Sheng.
Empat remaja dari Singapore Buddhist Kata Ms. Yvonne See, Assistant General Manager dari Ocean Butterflies: “Kita
Mission Youth, yang beranggotakan 100 percaya bahwa musik tidaklah memiliki batasan. Ketika Venerable Kwang Sheng
orang, merasakan bahwa inilah waktunya mendekati kami, kami berpikir, mengapa tidak?”
untuk memasukkan gaya musik rock dalam Bagi Hing, 28, freethinker, eksekutif kreatif dari Touch Music Publishing,
dunia musik Buddhis lokal. berkecimpung sebagai penyanyi dalam proyek tersebut adalah pengalaman yang
Juni 2008 lalu, mereka membentuk bermakna. “Sutra-sutra dan pelafalannya terlalu jauh dari kebanyakan orang
rock band beranggotakan lima orang yang muda, maka musik adalah sungguh jalan yang baik untuk membawa ajaran Buddha
diberi nama “Reaching Jhana” (Mencapai menuju masyarakat dalam sebuah jalan yang sederhana dan menyenangkan,”
Jhana). Konsep Buddhis mengenai Jhana demikian eksekutif muda yang orang tuanya adalah umat Buddha itu berkata.
adalah kondisi meditatif dari konsentrasi CD Buddha Smiles diluncurkan di CD-RAMA. Dalam minggu pertama peluncurannya
terpusat. pada bulan Mei 2007, menjadi salah satu dari tiga album terlaris di sana, sangat
Band tersebut beranggotakan seorang tidak biasa bagi sebuah album relijius. Sudah sekitar 5.000 kopi terjual di sana. Di
gitaris bas, pemain drum, rapper dan dua toko Buddhis seperti Awareness Place, CD tersebut telah terjual 5.300 kopi sampai
gitaris, satu di antaranya juga berperan saat ini.
sebagai vokalis. Venerable Kwang Sheng, seorang pecinta musik yang dapat memainkan organ,
“Musik Buddhis tidak harus semuanya piano, drum Zen dan biola, yakin bahwa musik memiliki efek yang kuat bagi pikiran.
berupa musik berirama pelan yang “Saya belajar musik dengan harapan menciptakan musik-musik Buddhis lagi di masa
menenangkan. Kami bermain musik yang depan. Mendengarkan musik yang benar akan membantu menenangkan pikiran,”
lebih mudah diingat. Melalui lirik-lirik tuturnya.
yang penuh arti, kami berharap untuk Buddhist Fellowship di Pasir Panjang juga menyatukan musik dengan agama.
menyebarkan nilai-nilai Buddhis,” ucap Grup musiknya, Soracco, yang berarti “the gentle one” – beranggotakan 20 orang.
Victor Teo, 20, alumnus siswa Temasek Pertunjukan Soracco, yang mencakup drama musikal, konser musik dan drama,
Polytechnic yang sekarang menunggu untuk bernuansa kontemporer.
masuk wajib militer. Dua tahun lalu, Soracco mempertunjukkan drama musikal berjudul “Passage of
Satu dari komposisi mereka, yaitu Time” di Raffles Hotel’s Jubilee Hall, menghadirkan artis lokal Neo Swee Lin dan
“Extreme Homage”, yang berarti memberi Nick Shen. Karena banyaknya dukungan, Soracco kemudian mengulangi pertunjukan
hormat pada Triratna: Buddha, Dharma dan itu di tempat yang sama pada bulan Januari tahun lalu.
Sangha. Lagu tersebut bahkan menggunakan Beberapa lagu kontemporer pada pertunjukan itu merupakan kontribusi dari
pelafalan Pali – bahasa dari teks-teks sutradara drama musikal tersebut, August Lum, 24, bersama-sama dengan penulis
Buddhis awal – dan merubahnya menjadi lagu lainnya dari Buddhist Fellowship. “Musik kami tidaklah berbeda dengan musik
sebuah musik rap. mainstream. Musik kami memiliki pesan yang sama namun melalui jenis musik
Band tersebut telah mengadakan yang berbeda,” kata Lum, lulusan jurusan Seni dan Pengetahuan Sosial National
pertunjukan di dua konser Buddhis dan University of Singapore
berharap musik dapat membawa muda- Lum, yang juga merupakan komposer musik freelance, mengambil inspirasi
mudi ke dalam ajaran Buddha. Bahkan dari ajaran Buddhis. Ia mengagumi buku Ajahn Brahm yaitu Membuka Pintu Hati,
berniat untuk membuat album bagi musik sehingga membuat lagu dengan judul yang sama.
mereka. Soracco mengadakan konser pertunjukan di Jubilee Hall tanggal 23 dan 24
Penggagas dunia musik Buddhis yang Mei 2009. Penyanyi veteran Robert Fernando juga muncul secara khusus di acara
lain adalah Venerable Sik Kwang Sheng, 57, tersebut.
Kepala Vihara Kong Meng San Phor Kark See
Monastery, memutuskan untuk mengikuti

40 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 41


40 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 41
SUDUT PERISTIWA SUDUT PERISTIWA

makhluk hidup tapi masih berbuat


jahat pada orang lain, berarti belum
mempraktikkan ajaran Buddha, hanya
berhenti sebagai umat Buddha tradisi.
Ajaran Buddha dipraktikkan tidak hanya
di vihara namun yang terpenting justru
di luar vihara. Dengan mengembangkan
pola pikir cinta kasih dan mewujudkan
perilaku yang penuh cinta kasih dalam
kehidupan kita maka dapat mengurangi
permusuhan bagi diri sendiri dan dalam
rumah tangga, sehingga dalam tatanan
yang lebih tinggi, mulai dari keluarga
sampai tingkat bangsa, terwujud bangsa
yang harmonis dan utuh.

Rangkaian Kegiatan Waisak 2009 di


Vihara Dhamma Jaya ditutup dengan
Baksos Pengobatan Umum bagi masyarakat
sekitar vihara yang diselenggarakan pada
tanggal 24 Mei 2009. Acara pengobatan
yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB
dan diikuti oleh kurang lebih 80 pasien
Vihara Dhamma Jaya merayakan peringatan detik-detik Waisak ini, merupakan kerja sama antara Vihara
pada tanggal 9 Mei 2009. Acara tersebut diawali dengan prosesi Dhamma Jaya dan Klinik Amerta Husada.
pradaksina mulai pukul 9.30 WIB, diikuti oleh kurang lebih 600 umat
Buddha. Setelah pradaksina, dilangsungkan puja bakti Waisak dan
meditasi menjelang detik-detik Waisak yang dipimpin oleh Pandita
Widya Kusuma, kemudian dilanjutkan dengan Pesan Dhamma oleh
Bapak Cornelis Wowor yang menjelaskan 3 sifat buruk manusia
yaitu keserakahan, kebencian dan kebodohan.

Masih merupakan Rangkaian Kegiatan Waisak, pada 17 Mei


2009 berlangsung acara Perayaan Waisak. Acara diawali dengan
persembahan puja berupa dupa, bunga, air, lilin dan buah-buahan
oleh anak-anak dari Sekolah Minggu Vihara Dhamma Jaya yang
bernama Happy Sunday. Perayaan ini diikuti oleh kurang lebih 500
umat.

Seperti Waisak tahun-tahun sebelumnya, Pesan Dhamma


dibawakan oleh Bhikkhu Uttamo Mahathera berkaitan dengan
tema Waisak kali ini yaitu kehadiran Buddha sebagai sumber
POTRET WAISAK 2009 DI CHIKUNG DANG SURABAYA
keharmonisan dan keutuhan bangsa. Bhante mengutarakan
mengenai pola pikir dan perilaku cinta kasih yang seharusnya
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Melatih pola pikir dan
perilaku cinta kasih dapat dilakukan melalui meditasi, melepaskan
makhluk hidup, baik secara rutin maupun tidak.

Melepaskan makhluk hidup merupakan praktik nyata cinta kasih


dan jika sering melakukan hal ini maka akan timbul mentalitas cinta
kasih dalam pikiran kita. Perilaku dapat menentukan pola pikir
kita. Pola pikir yang berbeda dengan praktik kehidupan sehari-hari
menjadikan agama Buddha hanya sebagai tradisi. Sering melepaskan

42 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 43


42 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 43
SUDUT PERISTIWA SUDUT PERISTIWA

大丛山 泗水昙香禅寺

Mahasthavira dan para Mahasthavira


lainnya dari mancanegara. Para bhiksu
dan umat bersama-sama melafalkan
sutra-sutra dan mantra-mantra
Buddhis. Sebelum acara peresmian
di Surabaya ini, para anggota Sangha
mancanegara sebelumnya juga
Betapa berbahagianya kita, khususnya para umat para tetua ini memberikan kata sambutan. Para menyempatkan diri berkunjung ke
Buddha di Surabaya, karena bertambah lagi kehadiran bhikkhu Theravada, bersama-sama dengan Bhante Candi Borobudur.
sebuah vihara beserta aktivitasnya secara penuh Dhammasubho, memberikan pemberkatan dengan Sebelum terjadi krisis ekonomi
di kota Pahlawan ini. Rangkaian acara peresmian pembacaan paritta-paritta suci. tahun 1998, bangunan Vihara Mahavira
vihara ini berlangsung selama 18-20 Juli 2009, yang Sebagai penutup acara, dipertunjukkan Graha ini difungsikan sebagai sebuah
ditandai dengan pagelaran ritual akbar Lianghuang pula berbagai pentas seni yang menampilkan bank. Karena krisis ekonomi, bank
Ratna Ksamayati (Lianghuang Baochan), yang keberagaman budaya Indonesia, termasuk tarian tersebut mengalami kebangkrutan
dipimpin bersama oleh anggota Sangha dalam negeri barongsai yang dibawakan oleh sanggar tari asal dan diambil alih oleh Badan Pengawas
dan mancanegara. Vihara baru ini bernama Vihara vihara ini sendiri. Total anggota Sangha yang hadir Keuangan dan Pembangunan. Ketika
Mahavira Graha Surabaya, sebuah vihara Mahayana pada acara ini mencapai lebih dari 100 orang diadakan pelelangan, pihak Mahavira
yang terletak di kawasan Pasar Besar sekitar Tugu bhiksu dan bhiksuni, baik dari kalangan Theravada, berhasil memenangkannya, lalu memfungsikannya bersama pelafalan nama Buddha dan pemberian
Pahlawan. Mahayana maupun Vajrayana, yang berasal dari menjadi sebuah vihara. Pada tahun 1999, aula utama bimbingan Dharma. Selain itu, vihara ini juga
Puncak peresmian gedung vihara diadakan pada Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea, Malaysia, ruang perbankan direnovasi menjadi ruang Bhaktisala mengadakan berbagai aktivitas, baik untuk muda-
hari Sabtu, 25 Juli 2009 pukul 10.00. Dalam peresmian Singapura serta dari Indonesia sendiri. utama yang bisa menampung ribuan orang. mudi: seperti Atraksi Naga, Tarian Buddhis, Koor
ini hadir Dirjen Agama Buddha Drs. Budi Setiawan, Esoknya, hari Minggu 26 Juli 2009, pukul 09.30, Kegiatan rutin Vihara Mahavira Graha Surabaya Buddhis; maupun untuk dewasa: seperti Penarikan
Walikota Surabaya Bambang D.H, Bhiksu Prajnavira dilakukan pembukaaan sinar pratima rupang ini antara lain adalah: kebaktian bersama dan Paguyuban Bodhisikkha, malam ramah tamah dan
Mahasthavira (Seck Hui Siong), Presiden World Buddha Sakyamuni dan para Bodhisattva. Ritual Dharmadesana setiap hari Senin malam, kebaktian pembabaran Dharma oleh anggota Sangha, pun
Buddhist Sangha Council Liaozhong Mahasthavira dan ini dikenal pula dengan sebutan abhiseka (kai dan kelas Dharma untuk anak-anak dan remaja setiap malam kesenian Buddhis. Vihara ini juga sering
Bhante Dhammasubho Mahathera. Secara bergantian, guang). Keseluruhan acara dipimpin oleh Liaozhong minggu pagi, sedang minggu sore diadakan pelatihan mengadakan berbagai program kunjungan sosial.

44 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 45


44 I SINAR DHARMA SINAR DHARMA I 45
SUDUT PERISTIWA SUDUT PERISTIWA

Lebih lanjut, jika dalam hidup selalu Ballroom Hotel V3 Surabaya, dengan tema “Hand
membandingkan dengan yang lebih tinggi maka in Hand On The Path of Bodhi”. (irfan)
kita akan menderita. Orang itu selalu membuat
perbedaan-perbedaan dan karena terlalu sering Sanggar Agung, Kenjeran Park, pembacaan
membuat perbedaan maka dalam hidupnya akan mantra Da Bei Zou (Ta Pei Cou) dan penjelasan
menderita. Dalam hidup ini kita selalu melakukan Sutra Prajnaparamita-hrdaya
hal-hal yang aneh. Ketika dalam keadaan tenang
kita justru selalu menyia-nyiakan hidup ini. Kunjungan Master Hui Hai pada tanggal 30 Juli
2009 di Vihara Sanggar Agung, Kenjeran Park yang
Bagaimana pula definisi kesuksesan menurut dihadiri 300 umat Buddha membawa kebahagiaan
pandangan Master? Jika seseorang jatuh dan tidak tersendiri. Pukul 10.00, Master Hui Hai mengawali
bisa bangun lagi, itu dinamakan tidak sukses. Jika prosesi pembacaan mantra Da Bei Zou (Maha Karuna
jatuh dan bisa bangun meski harus merangkak, itu Dharani). Di sela-sela pembacaan Da Bei Zou,
Kunjungan Master Hui Hai di Surabaya selama 2 disebut sukses. Jatuh bangun bertubi-tubi dan mampu Master Hui Hai memercikkan air kepada seluruh
ini, ada cela dan ada puji, ada yang tertawa ada
hari menjadi berkah tersendiri bagi para umat Buddha mengatasi permasalahan, orang itu disebut memiliki umat yang hadir yang menandakan pemberkatan
yang menangis, hendaknya kita dapat melihat
Surabaya. Master Hui Hai lahir pada tahun 1947, pengalaman. Jika jatuh bangun dan tetap melangkah untuk kedamaian dan ketentraman umat yang
makna hidup yang sebenarnya. Dalam menjalani
tahun 1960 berkuliah di Inggris dan tahun 1972 meraih maju, itulah yang dinamakan kebijaksanaan. hadir. Demikian pula seluruh tempat altar para
kehidupan, kita harus yakin dengan dengan diri
gelar Psi.Msi.MBA, serta tahun 1976 mendapat gelar dewa dan naga emas mendapatkan pemberkatan.
sendiri, jangan terpengaruh oleh orang lain. Jika
Master dalam bidang komputer. Beliau adalah Kepala mengerjakan segala sesuatu dengan keyakinan dan Master juga menyadarkan kita akan pentingnya
Asosiasi Cahaya Buddha Dharma Malaysia, Presiden sadar, sabar dan berusaha. Kita dilahirkan di dunia Setelah pembacaan Da Bei Zou, beliau
tekun maka akan menghasilkan buah seperti yang
Asosiasi Buddhis Mahayana Malaysia, CEO Humanistic ini pasti membawa sesuatu yang bermanfaat. memberikan ceramah Dharma dalam Bahasa
kita inginkan.
Foundation dan Pendiri Asosiasi Vihara Dharmakaya Kehidupan di dunia ini tak terlepas dari hukum Mandarin, yang antara lain berintikan: dalam
Malaysia. Sampai saat ini, beliau telah melakukan sebab akibat. Kita harus sadar bahwa apapun yang diri setiap manusia terdapat kekuatan untuk
Master Hui Hai kemudian melanjutkan dengan
Pembabaran Dharma sebanyak 4.000 kali. Sebagai terjadi pasti ada sebabnya. Untuk akibat yang kita menghadapi setiap permasalahan. Master datang
kisah kehidupan beliau. Di Malaysia beliau
bhiksu yang memiliki citarasa seni yang tinggi, beliau alami, harus berani menghadapi dan menerimanya membawa misi membabarkan Dharma, khususnya
mendirikan Universitas Buddha yang kesehariannya
juga sangat piawai dalam hal kaligrafi. dengan kesabaran serta berusaha, dengan demikian bagi anak-anak muda yang berminat belajar
menggunakan Bahasa Mandarin. Pada tahun 2007
kita akan memperoleh keberhasilan. tentang agama Buddha. Sambil bernamaskara,
beliau memberikan gelar honoris kepada salah
Pembabaran Dharma di Buddhayana para umat menyesali kesalahan-kesalahan yang
satu Menteri Pendidikan Malaysia. Selama 15 tahun
Master Hui Hai memaparkan Dharma di Vihara Master Hui Hai melanjutkan pembabaran Dharma pernah diperbuat.
beliau tidak mengunjungi Indonesia, dan saat
Buddhayana Surabaya pada Rabu, 29 Juli 2009, kembali menginjakkan kaki di Jakarta, ternyata pada tanggal 30 Juli 2009 malam, bertempat di Lotus
yang dihadiri 250 umat. Saat membawakan tema agama Buddha berkembang dengan baik.
“Value Life”, beliau memaparkan bahwa kehidupan
manusia bagaikan pelangi, terdapat bermacam- Masih menurut pembabaran beliau, setiap
macam warna, sama seperti halnya manusia yang orang dapat berkarya dengan baik. Setiap hal yang
memiliki bermacam-macam sifat. Kehidupan ini dikerjakan dengan baik akan menghasilkan buah
seperti jagat raya, ada siang ada malam, demikian yang baik. Selain itu, jangan terombang-ambing
juga kehidupan manusia selalu berubah-ubah. Semua dalam hidup ini, kita harus bisa menemukan jati
berjalan berimbang. Dalam hidup yang kita lalui diri.

46 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 47


46 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 47
SUDUT PERISTIWA SUDUT PERISTIWA - LAMPIRAN

Bertepatan dengan Hari Kemuliaan Dharma


Sedunia (Asadha) yang jatuh pada hari Sabtu, 25 Rangkaian Puja dilanjutkan dengan pembabaran
Juli 2009 (menurut penanggalan sistem Phuluk, Dharma singkat oleh Lama Thegchog mengenai 4
Tibet), pukul 10.00, umat Triyana Dharma Center Kebenaran Mulia dan diakhiri dengan Auspicious
Dirangkum oleh: Hendrick
mengadakan Puja Bersama di arca Buddha Aksobhya, Puja (Puja kepada 8 Sugata, 8 Bodhisattva dan 8
Taman Apsari Surabaya. Puja bersama ini dipimpin Pemegang Benda Keberuntungan) dan Pradaksina.
oleh Lama Thegchog, perwakilan Sangha Triyana
Dharma Center yang berasal dari Benchen Monastery, Dipilihnya lokasi Buddha Aksobhya atau oleh
Katmandhu, Nepal. masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan
Arca Joko Dolog sebagai kegiatan puja bakti
Rangkaian Puja diawali dengan pembacaan Riwo Triyana Dharma Center, dikarenakan arca tersebut
Sangchod (Puja Segunung Persembahan Pembakaran) merupakan obyek suci bersejarah bagi umat
dan pelafalan mantra Padmasambhava dengan tujuan Buddha. Keberadaan arca suci Buddha Aksobya
mempersembahkan bahan-bahan berkualitas kepada yang berusia lebih dari 600 tahun di pusat kota Di kota Pahlawan (Vira), Surabaya, berlokasi di
seluruh mandala Buddha di sepuluh penjuru, para merupakan sebuah berkah yang sangat luar biasa Taman Apsari [di tengah kota Surabaya] dan dekat Angka prasasti menunjukkan 1211 Saka dan
penguasa daratan, para naga dan kepada mereka bagi masyarakat Surabaya, khususnya umat Buddha. dengan SMP Kr. Petra 2, terdapat warisan budaya ditulis oleh seorang abdi raja Kertajaya bernama
yang memiliki hutang karma, serta untuk menghalau Maka, sangatlah tepat lokasi tersebut difungsikan nenek moyang bangsa Indonesia yang dikenal sebagai Nadajna. Kronogram di tengah inskripsi memberikan
segala penyebab rintangan dan pertanda buruk sebagai pusat ziarah yang sakral (Dharmayatra) arca Buddha Mahakshobya, yang secara umum tahun 1289. Prasasti yang berbentuk sajak sebanyak
yang tidak menguntungkan bagi bangsa dan negara sambil melakukan berbagai aktivitas Dharma bagi disebut sebagai patung Joko Dolog. Pada lapik arca 19 bait ini isi pokoknya dapat dirinci menjadi 5 hal,
Indonesia. kesejahteraan dan kedamaian di kota Surabaya. terdapat prasasti berupa sajak berhuruf Jawa kuno yaitu :
dan berbahasa Sansekerta. Prasasti itu bernama
Prasasti Wurare dan memuat beberapa data sejarah 1. Pada suatu saat ada seorang bhiksu Buddhis
di masa lampau. yang benama Arya Bharada bertugas membagi Jawa
menjadi 2 bagian, yang kemudian masing-masing
Arca Buddha Mahaksobhya ini ditemukan di diberi nama Jenggala (Singosari) dan Panjalu
Kandang Gajak, yang kemudian pada 1817 dipindahkan (Kediri). Pembagian kekuasaan ini dilakukan
ke Surabaya oleh Residen de Salis. Daerah Kandang karena adanya perebutan kekuasaan di antara
Gajak dulu merupakan wilayah Kedoeng Wulan, yang putra mahkota. Negarakertagama menceritakan
berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. bagaimana Raja Airlangga (1016-1049) bertanya
Pada masa penjajahan Belanda daerah tersebut pada seorang “Buddhis dari aliran Mahayana, guru
termasuk dalam Karesidenan Surabaya, sedangkan Tantra dan pemimpin para yogi, yang tinggal di
sekarang termasuk wilayah desa Bejijong, Trowulan, tengah-tengah kuburan di Lemah Citra”, untuk
Mojokerto. membagi kekuasaan pada dua putranya.
2. Pada masa pemerintahan raja Jayasri-
Arca Buddha Mahakshobya ini perawakannya Wisnuwarddhana (1248-1268) dan permaisurinya,
mirip dengan arca seorang bhiksu. Rupang Joko Dolog Srijayawarddhani, kedua daerah itu disatukan
tidak memiliki urna ataupun usnisa seperti seorang kembali.
Samyaksambuddha. Apabila dibandingkan dengan 3. Pentahbisan (jinabhiseka) raja Kertanegara
ukiran bhiksu di Candi Plaosan yang menampilkan (yang memerintahkan membuat prasasti) sebagai Jina
dhyanamudra (mudra meditasi) maka Joko Dolog dengan gelar Sri Jnanasivabajra, Jnanabajreswara
ditampilkan dalam wujud bhumisparsa mudra. atau Jnaneswarabajra. Perwujudan sebagai Jina
Lantas kenapa menggunakan bhumisparsa mudra? Mahaksobhya didirikan di Wurare pada tahun 1211
Karena ini menyimbolkan pencapaian Penerangan Saka.
Sempurna seperti halnya Buddha Sakyamun dengan 4. Raja dalam waktu singkat berhasil
posisi tangan menyentuh bumi yang bersaksi atas menyatukan kembali daerah yang telah pecah,
kebenaran ucapan Buddha. Jubah Joko Dolog juga sehingga kehidupan menjadi sejahtera.
lebih lebar dan panjang daripada rupang bhiksu di 5. Penyebutan si pembuat prasasti yang
Candi Plaosan, Jawa Tengah. bernama Nadajna, sebagai abdi raja, pelaksana

48 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 49


48 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 49
SUDUT PERISTIWA - LAMPIRAN SUDUT PERISTIWA - LAMPIRAN

pembuat prasasti. sebagai raja yang merosot, yang suka mabuk-


mabukan dan suka seks. Ini sangat wajar mengingat
Dari sini dapat disimpulkan bahwa yang penulis Negarakertagama yaitu Mpu Prapanca
memerintahkan membuat prasasti ini adalah raja adalah seorang Buddhis, sedangkan Pararaton
Kertanegara, raja Singosari yang terakhir. Dalam adalah kitab gubahan penganut Siwaisme Hindu.
prasasti disebutkan bahwa ia adalah anak raja Penulis Pararaton tidak paham bahwa alkohol
Srijayawisnuwarddhana dengan Srijayawarddhani. (madya) dan seks (maithuna) hanya dilakukan
Nama Srijayawisnuwarddhana sekarang lebih dikenal oleh Tantrik kiri (Vamachara) yang menyimpang
dengan nama Wisnuwarddhana atau Ranggawuni. dan tidak dianut oleh pihak Buddhis. Madya dan
Tentang Arya Bharada, nama ini dikenal pada masa maithuna dalam Buddhisme Vajrayana dipandang
pemerintahan Raja Airlangga. Sedangkan Nadajna hanya sebagai simbolisasi atas amrita dan Samadhi.
sudah jelas disebutkan bahwa ia adalah abdi raja. Jadi tentu tidak dapat diartikan secara harafiah,
karena sudah merupakan tradisi Tantrik untuk
Pada jaman kerajaan Medang Kemulan, yaitu masa menggunakan sandhyabhyasa [twilight language –
akhir pemerintahan raja Airlangga, tepatnya 963 bahasa simbolik]. Inilah yang dilewatkan oleh kitab kejahatan untuk kesejahteraan semua umat Sebagai tanda dari candi ini adalah dibawahnya
Saka, terjadi pembagian kerajaan menjadi dua. Hal Pararaton. manusia. adalah Siwa, dengan puncak Buddhis di atasnya.
ini terpaksa dilakukan untuk menghindari perebutan Dan di dalamnya terdapat rupang Siwa yang agung
kekuasaan di antara 2 putra mahkota. Pembagian Negarakertagama menulis: Gelar-gelar Kertnegara tersebut kemungkinan dengan kesempurnaan yang tak terbatas; sebuah
kerajaan, masing-masing disebut kerajaan Jenggala “Sang raja [Kertanegara] tidak ceroboh, bebas juga mempunyai latar belakang politik. Raja rupang Aksobhya [Buddha] di atas mahkota [Siwa]
dan Panjalu, dilakukan oleh seorang bhiksu yang dari mabuk-mabukan dan lebih semangat dalam Kertanegara mungkin ingin menyaingi Raja Kubilai tidak diragukan lagi adalah puncak tertingginya.”
sangat terkenal kesaktiannya bernama Arya Bharada. menjalankan peraturannya, karena ia telah Khan yang dikukuhkan sebagai emanasi Jina [Buddha] Rupang Siwa ditempatkan di candi bawah tempat
Ibu kota Kerajaan Jenggala adalah Kahuripan, bekas menyadari betapa sulitnya untuk melindungi Mahamitabha. Baik Kertanegara dan Kubilai Khan aula utama, sedangkan rupang Buddha Aksobhya
ibu kota kerajaan Airlangga. Sedangkan ibu kota dunia pada zaman Kali Yuga. Inilah mengapa ia sama-sama telah menerima abhiseka Hevajra. tersimpan di puncak candi yang berbentuk stupa.
kerajaan Panjalu disebut Daha. menjalankan praktik dan ajaran esoterik, dan Persaingan ini muncul karena Kubilai Khan ingin Dikisahkan rupang Buddha Akshobya menghilang
secara teguh berkomitmen terhadap agama Buddha. berkuasa di seluruh Asia Tenggara. Tetapi Kertanegara setelah disambar petir, namun disebutkan pula
Pada zaman Kerajaan Singosari, tepatnya pada Dengan tujuan untuk meniru raja-raja masa lampau tidak mau tunduk begitu saja. Pada tahun 1211 Saka, bahwa rupang Aksobhya tersebut dipindahkan ke
masa pemerintahan raja Wisnuwarddhana, Kerajaan dan untuk menjamin perkembangan dunia… sang raja utusan dari Kubilai Khan bernama Meng-qi, yang Trowulan, ibu kota baru Kerajaan Majapahit, di
Panjalu dan Jenggala berusaha disatukan kembali secara teguh berdevosi pada Sakyasimha [Buddha]. meminta Kertanegara untuk mengakui kekuasaan mana pada abad ke-19 ditemukan dan diboyong ke
oleh sang raja di bawah kekuasaan Kerajaan Dan secara penuh perhatian menjalankan Pancasila Kubilai Khan, ditolak dan disuruh pulang ke Mongol Surabaya (Poerbatjaraka).
Singosari, dengan cara mengawinkan anaknya (tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, oleh Kertanegara. Semua itu dilakukan bersamaan
yang bernama Turukbali dengan Jayakatwang yang tidak berdusta dan tidak minum minuman keras).” dengan dibuatnya Prasasti Wurare yang menyatakan Di Jawa Timur, tampaknya belakangan juga
merupakan keturunan raja Kediri terakhir yaitu Ya, seorang praktisi awam Tantrik harus tetap dapat kekuasaan dan kebesaran Raja Kertanegara sebagai muncul dongeng tentang Joko Dolog, yang tidak ada
raja Kertajaya. Jayakatwang yang merasa bahwa menjaga sila Pratimoksha-nya (Pancasila) yaitu emanasi Jina Mahaksobhya. Mahaksobhya adalah hubungannya sama sekali dengan agama Buddha.
ia adalah pewaris sah atas tahta Kediri, berusaha tidak berzinah dan tidak mabuk-mabukan. Jina yang berada di Tanah Suci sebelah timur, Dongeng tersebut bercerita tentang persaingan
merebut kembali kekuasaannya, namun dicegah sedangkan Mahamitabha berada di Tanah Suci Pangeran Aryo Gajah Situbondo dengan Joko Taruno
raja Wisnuwarddhana dengan jalan mengadakan Sebutan Kertanegara sebagai Mahaksobhya sebelah barat. Dengan demikian diibaratkan Kubilai untuk mendapatkan putri Adipati Suroboyo yang
perkawinan politik tersebut. Usaha itu kemudian berarti ia mempunyai sifat yang ada dalam diri Khan menguasai wilayah bagian barat, sedangkan cantik. Pada akhir kisah, Joko Taruno diceritakan
dilanjutkan oleh keturunannya yang bernama raja Aksobhya Buddha dan emanasinya, yaitu mempunyai Kertanegara menguasai wilayah bagian timur. berubah menjadi arca Joko Dolog. Legenda atau
Kertanegara yang mengawinkan anaknya dengan sifat damai, berkuasa, dan kekuasaannya yang dongeng ini tidak bermaksud untuk menceritakan
anak Jayakatwang yang bernama Arddhara. tiada tandingannya. Sedangkan gelarnya sebagai Sri Menurut inskiripsi Joko Dolog, Kertanegara kembali apa yang sungguh-sungguh terjadi,
Jnanasiwabajra dapat berarti bahwa ia adalah orang mendirikan patung dirinya sebagai melainkan ingin menekankan terwujudnya sebuah
Namun Jayakatwang tetap berusaha merebut yang mempunyai pengalaman atau berpengalaman Mahaksobhyanurupatah, tidak berarti “sebagai kesatuan dalam hubungan antara manusia yang
kekuasaan. Ia menganggap Kertanegara sebagai orang seperti Dewa Siwa, serta dapat memusnahkan Aksobhya” namun “serupa dengan Mahaksobhya.” Ini hidup saat ini dengan apa yang terjadi sebelumnya
yang tidak berhak atas tahta kerajaan. Kertanegara menandakan bahwa Kertanegara tidak menyebutkan (Guidoni, 1976).
menyebutkan Srijayawisnuwarddhana dan dirinya sebagai Aksobhya itu sendiri, namun yang
Srijayawarddhani sebagai orang tuanya untuk dimaksud adalah sifatnya serupa dengan Aksobhya. Dari semua keterangan tersebut dapat
menunjukkan bahwa ia adalah putra mahkota Raja Kertanegara mendapat abhiseka Hevajra, disimpulkan bahwa arca Joko Dolog merupakan
yang sah. Di samping itu, disebutkan bahwa yang merupakan wujud kekuatan dari Buddha perwujudan raja Kertanegara sendiri. Sedangkan
Kertanegara adalah raja yang pandai dan piawai Aksobhya sendiri, setelah melalui ritual esoterik dari prasasti yang dipahatkan mengelilingi lapiknya
dalam Dharma dan sastra, serta sebagai pendeta Mahaksobhya. mempunyai nilai sejarah politik yang penting.
dari empat pulau. Peninggalan sejarah ini adalah bukti bahwa bangsa
Dalam kitab Negarakertagama bagian Candi kita sejak zaman dahulupun tidak mau begitu saja
Kitab Negarakertagama dan Pararaton Jajawa (Jawi) disebutkan: menyerah kepada kekuatan asing, serta berusaha
menceritakan secara berbeda mengenai Raja “Ini adalah karya yang bajik dari Raja Kertanegara, menggalang persatuan dan kesatuan. (gdlf)
Kertanegara. Negarakertagama memberikan kakek buyut dari sang raja. Lagipula hanya ia yang
Sumber:
gambaran positif tentang sang raja yaitu betapa menguasainya dalam wujud fisik dan ia sendiri, dan Violence and Serenity oleh Natasha Reichle
kuatnya kekuatan militer dan spiritualnya, keduanya baik para umat Siwaisme dan Buddhis www.kabarindonesia.com
namun kitab Pararaton menyebut Kertanegara yang selalu mengadakan puja di sana [Candi Jawi]. www.surabaya.go.id

50 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 51


50 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 51
SELEBRITIS BUDDHIS

kehidupan masa lalunya, ia juga tidak melupakan teman-teman


lamanya. Teman-temannya dulu di dunia proyek konstruksi masih
menjadi sahabat-sahabatnya yang terbaik.
Sukses seperti A-Do, siapa yang tidak ingin? Namun sebelum menjadi
Kisah Legenda Mandor Bangunan Singapura dengan para fans dan teman-teman sukses seperti A-Do, kita harus dapat mengambil hikmah dari kehidupan
Du Cheng Yi atau lebih populer dipanggil A-Do asing saya.” Penyanyi Mandor Bangunan yang legendaris ini:
(lafal Mandarin – A Du 阿杜) adalah penyanyi asal Pada awalnya, A-Do yang berjiwa pemalu ini 1. Ia tak menjadi sombong meski telah menjadi selebritis
Singapura yang akrab dengan aktivitas dunia Buddhis sangat grogi ketika harus menyanyi di depan publik. populer.
dan bakti sosial. Karena suara seksinya yang khas, Kepribadiannya ini tentu sangat berbeda dengan 2. Bagaikan daun yang jatuh kembali ke akarnya, demikian pula
maka oleh publik ia dianggap sebagai Rod Stewart- para selebritis pada umumnya. Sifat pemalu inilah ia tak lupa akan latar belakangnya. Lebih dari itu, ia bukan saja tidak
nya blantika musik Tionghoa. Suaranya yang khas yang menjadi penyebab utama lambatnya A-Do malu, bahkan dengan gembira berbagi cerita tentang masa lalunya.
ini pula yang mengingatkan para fans-nya akan menginjakkan kaki di dunia layar lebar, karena 3. Dua hal di atas menunjukkan bahwa di mata dan benak hati A-
penyanyi Richard Marx. Lagu-lagu cintanya dinilai ia selalu kikuk ketika harus berakting di depan Do, semua profesi itu sederajat, seperti halnya manusia yang memiliki
sangat berjiwa dan menyentuh oleh banyak kritikus, kamera. harkat dan martabat yang sejajar.
tidak seperti selebritis lain yang mendapat kritikan Seperti halnya dalam dunia vokal yang 4. Kisah sukses A-Do bukan legenda, tetapi kisah nyata pembuktian
“bernyanyi tanpa emosi”. mendapat dukungan dari produser Billy Koh, kebenaran hukum karma yang meliputi kehidupan masa lalu, sekarang
Kisah sukses A-Do bagaikan sebuah legenda. demikian pula buah karma baik A-Do dalam awal dan akan datang. Benih kehidupan masa lalu berbuah suara emas di
Ya, siapapun tak menduga bahwa seorang mandor karirnya di dunia akting. Sutradara Hongkong Ng kehidupan saat ini, pun dengan matangnya buah dan terbentuknya
bangunan tidak hanya berhasil berkiprah di See-Yuan tidak pernah menyerah membimbing kondisi yang mendukung, maka si mandor bangunan itu dalam semalam
dunia blantika musik Singapura, bahkan berhasil dan mengarahkannya. Ng menyodorkan sebuah berhasil menjadi selebritis ternama. Karma dalam kehidupan saat ini
menembus blantika musik Tionghoa Asia. Legenda film drama romantis yang mana A-Do berakting yang dilakukannya, antara lain: tidak bersikap sombong, aktif dalam
itu berawal dari sebuah itu kontes pencari bakat. bersama dengan artis Michelle Reis. A-Do yang kegiatan kemanusiaan dan Buddhisme, inilah benih yang ditanamnya
A-Do yang waktu itu masih ‘menjabat’ posisi mandor pemalu ini, sekarang wajahnya telah menjadi bagi kehidupan masa mendatang.
bangunan bersama temannya mengikuti kontes yang brand image untuk produk-produk shampoo,
diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta. Talenta A-Do busana dan sepatu olahraga, yang mana para
mendapat apresiasi tinggi dari para juri dan saat itu perusahaan produk-produk tersebut berbondong- Profil Singkat
juga disodori kontrak menjalani pelatihan sebagai bondong menawarinya menjadi bintang iklan • Nama: A-Do / Ah Du / Du Cheng Yi 杜成義
calon penyanyi. Sejak itu, A-Do bergabung dengan produk mereka. • Tanggal Lahir: 11 Maret, 1974
Ocean Butterflies Music di bawah bimbingan produser A-Do datang dari keluarga single-parent, sejak • Bintang: Pisces
Billy Koh. Sejak itu pula berubahlah nasib A-Do. umur 15 tahun tidak lagi bersekolah, menjadi • Tinggi Badan: 172 cm
Setelah meluncurkan album perdananya pada pelayan restoran, memperbaiki mobil dan bekerja • Berat Badan: 64 kg
tahun 2002 yang berjudul “Night Fall” (Tian Hei) dan di proyek-proyek konstruksi. Namun semua itu • Golongan Darah: AB
diikuti yang kedua yaitu “Persevering”, ia mendadak berubah ketika ia berhasil menunjukkan talentanya • Profesi: Penyanyi
menjadi terkenal di seantero Asia. Boleh dibilang pada dunia. • Anggota Keluarga: Papa, Mama, 2 kakak perempuan dan 2
“Night Fall” adalah sukses yang berhasil diraih oleh A- A-Do mengatakan bahwa ia bukan orang yang adik laki-laki
Do hanya dalam selang waktu satu malam. Kemudian berambisi untuk menjadi terkenal. Meskipun kaya • Bahasa: Mandarin, Inggris, Hokkian
pada tahun 2003, 2005 dan 2008 ia mengeluarkan mendadak, ia masih tetap hidup sederhana. A- • Negara yang Pernah Dikunjungi: Malaysia, Indonesia,
tiga album lagi yaitu “Hello”, “I..Do” dan “Do The Do masih menyetir mobil Hondanya yang kecil Thailand, Jepang, Tiongkok
Best”. dan sering hanya memakai kaos dan jeans biasa. • Pekerjaan yang Disukai: memelihara ikan, memelihara
Malam konser pertamanya sangat sukses dan Hobinya sangat unik, yaitu mengoleksi pernak- anjing, membersihkan rumah, menonton Discovery Channel
dua album pertamanya telah terjual sebanyak 1,5 pernik Buddhis. Ia tidak pernah malu menceritakan seharian di rumah
juta kopi di Asia. Bahkan ia banyak diundang untuk • Pengalaman Tak Terlupakan: naik sepeda tertabrak mobil,
mengisi acara-acara konser di Tiongkok dengan sangat sakit tapi anehnya badan tidak terluka
bayaran 34,880 US Dollar per konser. • Hal yang Paling Menyenangkan: mendapat dukungan dari
Pada tahun 2002 ia mendapat penghargaan “Best para fans
New Act (Gold)” dan “Best Potential New Local Act” • Alat Musik: Gitar dan pita suara
di Singapore Hit Awards. Setelah itu di tahun 2003
ia mendapat penghargaan sebagai “Penyanyi Paling
Potensial” dari MTV Taiwan. A-Do memiliki banyak
fans yang tersebar di Tiongkok, Hongkong, Taiwan
dan Singapura.
Karena kepopulerannya, A-Do ditunjuk sebagai
Duta Selebritis Singapura untuk menyedot arus
wisatawan Tionghoa (Tiongkok, Hongkong, Taiwan)
menuju Singapura. Menanggapi tugas ini, A-Do
mengatakan, “Saya merasa senang dan bangga
terpilih sebagai duta pariwisata Singapura. Saya
gembira diberi kesempatan untuk berbagi keunikan

52 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 53


52 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 53
SELEBRITIS BUDDHIS

Bagaimana kesan kedua penyanyi Buddhis yang berbeda usia 7 tahun ini
saat membawakan lagu Buddhis? “Irama Huo Guo agak mirip lagu modern,
Menguji Kapasitas Volume Paru-Paru meski tetap terdengar sebagai lagu Buddhis. Dalam proses rekaman lagu
Sama seperti A-Do, Hong Jun Yang juga seorang penyanyi beragama ini, saya membawakannya seperti lagu modern, tidak ada kesulitan
Buddha yang berasal dari Singapura. Selain itu, Jun Yang (JY) juga yang berarti.” Demikian kesan A-Do, penyanyi beragama Buddha yang
merangkap profesi pembawa acara. Ia menggapai sukses sejak berhasil gemar mengoleksi dan membagi-bagikan Kartu Buddha kepada teman-
menjadi kontestan Project Superstar 2005 yang diadakan oleh Mediacorp, temannya. “Di antara koleksi Kartu Buddha (saya), yang paling mahal
Singapura. Di ajang kompetisi itu ia menjadi runner up. Setelah bernilai puluhan ribu Dollar Singapura. Saya membelinya dari sebuah toko
kompetisi berakhir, ia menandatangani kontrak dengan Universal Music. barang antik milik teman saya, Kartu Buddha itu juga tergolong barang
Album pertamanya “Du Jiao Shou 独角兽 (Hewan Bertanduk Tunggal)” antik,” demikian jelas A-Do.
diluncurkan pada 26 Mei 2006.
Sedang JY, yang tanggal lahirnya jatuh tepat di hari kemerdekaan
Sebagai presenter, ia membawakan acara televisi seperti SuperFunkies negara kita tercinta NKRI, memiliki kesan yang berbeda. Ia mengatakan,
dan Campus SuperStar bersama dengan superstar lainnya. Namun mungkin “Menyanyikan lagu Buddhis berbeda dengan lagu modern, harus banyak
banyak yang tidak tahu bahwa selain sebagai penyanyi dan presenter, JY berlatih dalam mengekspresikannya, harus berusaha sebaik-baiknya
juga merupakan seorang penggubah lagu. Dari 10 lagu album pertamanya mengekspresikan intisari Sutra Buddhis. Sebelumnya, saya juga melakukan
di tahun 2006, 3 di antaranya adalah hasil gubahan JY sendiri, yaitu: “Du pekerjaan rumah, seperti memahami apa yang dibicarakan dalam lirik
Jiao Shou 獨角獸”, “Nan Dao 難道” dan “ Hua Yi Ge Meng 畫一個夢”. Di lagu, ajaran yang bagaimana yang dikumandangkan di dalamnya.”
samping itu, beberapa lagu gubahannya juga dinyanyikan penyanyi lain.
Harapan JY adalah, suatu ketika juga mampu menulis lirik lagu. Tentang kesulitan dalam menyanyikan lagu Buddhis, JY menjawab,
“Nafas harus cukup panjang, karena di bagian chorus harus berulangkali
Saat peringatan Waisak 2007 lalu, bersama dengan A-Do, menyanyikan Sutra Buddhis. Tidak mudah.” Singkatnya, kalau A-Do
menyumbangkan suara emas dalam album musik modern berjudul membawakan lagu Buddhis dengan batin yang tenang, sedang JY menguji
“Buddha Smiles”. Dalam album itu, A-Do membawakan lagu “Huo kapasitas volume paru-paru.
Guo 活过 (Pernah Hidup)”, sedang JY menyanyikan “Lu Shui 露水 (Air
Amrita)”. Dalam sebuah wawancara, JY mengatakan bahwa motivasinya dalam
mengikuti Project Superstar adalah karena ia suka ber-aksi panggung dan
menyanyi, pun berharap dapat berprofesi sebagai penyanyi. Cita-citanya
Profil Singkat untuk dapat menjadi penyanyi dimulai sejak usia 15 tahun. Lalu, lagu apa
• Nama: Hong Jun Yang 洪俊揚 yang paling dikuasainya? Lagu “Ai Hen Jian Dan愛很簡單 Cinta Sangat Mudah”.
• Nama Kecil: JY Mengapa? Karena JY berharap dapat menyanyikan lagu ini bagi gadis yang
• Tanggal Lahir: 17 Agustus 1981 dicintainya.
• Tinggi: 167 cm
• Berat: 56 kg Beberapa kesan JY yang dapat kita tangkap selama ia mengikuti
• Bintang: Leo kompetisi Project Superstar adalah sebagai berikut.
• Shio: Kambing 1. Setiap orang adalah kompetitor terberat, karena mereka sangat
• Golongan Darah: A bagus dalam membawakan lagu.
• Bahasa: Inggris, Mandarin, Hokkian/Taiwanese, 2. Tidak ada peserta kontes yang tidak disukainya, karena semuanya
Canton, Jepang sangat bersahabat.
• Pendidikan: National University of Singapore, Fak. 3. Bila ia berhasil meraih juara pertama, ia akan terus berusaha
Ekonomi, tahun ke-4 lebih keras, menciptakan lagu yang indah bagi para pendengar.
• Kemampuan: menulis lirik lagu, menyanyi, memainkan 4. Bila ia kalah, itu pasti karena kurang pe-de dan kurang
gitar, drum, organ, electronic keyboard beruntung.
• Makanan: selain yang sangat pedas, semua suka
• Musik: hiphop, rock, r&b, house Dari seorang mahasiswa penggemar musik tiba-tiba berubah menjadi
• Olahraga: Bola Basket penyanyi yang tenar, bagaimana pula sikap JY menghadapi buah karma
• Empat Kata Melukiskan Diri Sendiri: menarik, lincah, baik keduniawian yang datang secara tiba-tiba ini? “Nama dan keuntungan
penuh semangat, kekanak-kanak datang dengan tiba-tiba, (sudah tentu) pressure juga lebih besar. Tetapi
• Orang yang Paling Berpengaruh: orang tua dan adik hal ini baik juga, ia datang dengan begitu cepat, ini membuat saya
perempuan, juga para fans pendukungnya menantang diri sendiri, harus bisa mengambil pengalaman, meningkatkan
kemampuan sendiri. Saya rasa, ingin berjalan terus dalam bidang ini,
harus mempunyai pengalaman dan kemampuan. Nama dan keuntungan
datang dengan cepat, maka harus (semakin) kerja ekstra keras. Saya pikir,
ini baru yang tersulit.” Demikianlah JY menjelaskan dengan suara datar.

Tampaknya tidak hanya mendengar dan mengagumi lagu-lagu JY, kita


juga harus belajar banyak dari JY, salah satunya adalah kiat menangani
ketenaran dan keglamoran duniawi.
54 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 55
54 / SINAR DHARMA
DHARMA TEACHING DHARMA TEACHING

pada diri sendiri, jangan biarkan ucapan orang lain


menjatuhkan dirimu. -- Jack Canfield

 Tak peduli orang itu membalas atau tidak, asal


kita berikan senyum yang tulus, maka kesempatan
Bagian “Kehidupan yang Gembira” terperosok dalam ketidakgembiraan.
orang itu membalas kita dengan senyuman akan
Bab “Kehidupan”
semakin besar.
 Seseorang bila begitu membuka mulut, berucap  Jangan selalu mengeluh; “Ah! Peruntungan
kasar, menyakitkan, suka membicarakan keburukan saya jelek sekali, tidak dinyana kena masalah
 Tidak mempedulikan hak orang lain, tidak
orang lain, bukan saja tidak memiliki hokki, juga seperti ini!” Anda seharusnya berkata: “Saya
memandang sebelah mata keberadaan orang lain,
tidak berumur panjang. sangat beruntung, meski kena masalah seperti
mengeksploitasi dan memanfaatkan orang lain
ini tetapi saya tidak terluka, karena tidak remuk
demi kepentingan diri sendiri, itu adalah ‘saya’
 Sebagai manusia adalah sulit untuk tidak redam karena masalah saat ini, jadi juga tidak
yang bodoh, pada akhirnya akan membawa pada
melakukan kesalahan, tetapi orang bijaksana perlu takut akan masa depan.”
kegagalan dan penderitaan.
mengerti bagaimana mendapatkan kebijaksanaan
yang baru dari kesalahan.  Jangan melihat saya kehilangan apa, cukup
 Cara terbaik untuk introspeksi bukan dengan
lihat saya masih punya apa? Adakalanya kita
mengasihani diri sendiri, namun adalah (mengamati)
 Orang lain tidak puas pada diri saya, itu belum mungkin bisa kehilangan kaki dan tangan, mata,
reaksi orang lain terhadap kita.
tentu kesalahannya, seringkali adalah saya yang salah orang tua, orang yang kita kasihi, tetapi kita jangan
lebih dulu. Saya tidak puas terhadap orang lain, juga selalu memikirkan ‘saya kehilangan apa’, karena
 Hari ini demikian berharganya, sangatlah tidak
belum tentu kesalahan orang itu, seringkali adalah ada beberapa hal yang begitu hilang tidak dapat
berarti bila kita meruntuhkannya hanya karena
karena saya kurang bisa memaafkan. diperoleh kembali; kita harus mengubah pikiran,
kecemasan dan kebencian. Angkat dagu Anda,
pikirkan ‘saya masih punya apa’ dan jangan sia-
kembangkan pikiran yang optimis, bagaikan sungai
 Tidak berlari menuju pintu kekuasaan, diri siakan itu!
kecil yang berkilauan dalam terpaan sinar matahari
kita tidak akan menderita; tidak menyambut hati
musim semi. Pegang erat-erat hari ini, karena ia
yang menjelekkan orang lain, diri kita tidak akan  Jangan membiarkan diri sendiri larut dalam
takkan pernah kembali. -- Dale Carnegie
merasakan penyesalan. depresi, biarkan diri kita bangkit dan hidup dengan
gembira, beri diri sendiri kesempatan untuk
 Hati damai, gembira dan optimis, dengan
 Jangan hanya bisa melihat kekotoran luar orang memperbaharui.
sendirinya pikiran akan murni dan lurus, perilaku
lain, tetapi tidak dapat melihat sampah dalam hati
juga akan berada pada jalur yang benar, seperti
kita sendiri.  Jangan menyembunyikan pikiran yang ada
halnya kereta api yang meluncur dengan aman dan
benak hati kita, biarkan perasaan kita yang
lancar di jalurnya. -- Masaharu Taniguchi
 Jangan mempergunakan waktu dan ucapan sebenarnya terpancar keluar.
dengan seenaknya, karena dua hal ini tidak bisa
 Cuaca yang dingin bukan dingin, hati yang putus
ditarik kembali.  Jangan berdebat, jangan menuntut, jangan
asa dan menderita itu barulah disebut dingin. Tak
menyalahkan, cukup berusaha untuk memahami.
peduli bagaimana penilaian orang lain terhadap
 Jangan keburu ingin menyelesaikan masalah Jika Anda telah memahami dan menunjukkan
dirimu, semua itu tak sepadan bila dibandingkan
orang lain, lihat dulu masalah kita sendiri. bahwa Anda telah memahami, pun Anda juga
dengan penilaian dirimu sendiri. Orang yang
dapat memberikan cinta kasih, maka keadaan
bersedia memberi kesempatan pada diri sendiri
 Jangan karena ucapan orang lain lalu mengubah akan berubah.
untuk mencoba lebih banyak, selamanya tidak takut
emosi kita, sehingga membiarkan diri sendiri
gagal.
 Jangan biarkan pengetahuan berhenti di
otak atau mulut Anda, namun upayakan tindakan,
Bersambung ke edisi berikutnya
ucapan dan pikiran beraktivitas sesuai Dharma.

 Tidak menyalahkan kesalahan sepele orang


lain, tidak menyebarluaskan rahasia pribadi orang
lain, tidak mengingat keburukan masa lalu orang
lain, tiga hal ini dapat menumbuhkan moralitas,
juga dapat menjauhkan diri dari bahaya.

 Apapun yang kita kerjakan, percayalah

56 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 57


56 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 57
DHARMA TEACHING DHARMA TEACHING

(dalam ritual). Sedang zaman dan siapa penemunya, Tanya:


pengetahuan saya dangkal, belum pernah melakukan Mereka yang memperoleh kekuatan batin mata
riset menelusurinya. dewa, telinga dewa dan kaki dewa, tidak ada lagi
yang tidak bisa dilihat, didengar dan didatangi;
Tanya: mohon tanya, kekuatan batin itu apa sebatas satu
Guan Sheng Di Jun (Guan Gong) tergolong Tanah Buddha, atau sepuluh penjuru alam semesta
Konfusianis, mengapa banyak umat Buddha yang juga bisa? Kalau memang bisa, kenapa setan yang
menghormatinya sebagai Pelindung Dharma? Guan memiliki lima kekuatan batin tidak bisa pergi ke
Gong bagaimana bisa menjadi Pelindung Dharma, Sukhavati?
dari mana asal mulanya? Tercatat di buku sejarah Jawab:
Tanya: Tanya: mana? Kekuatan batin itu ada besar dan kecil, tidak
Bumi tempat kita tinggal bila kelak mengalami Tiga Buddha di ruang utama Dharmasala (Da Jawab: semuanya sama. Suciwan dapat memasuki dunia
kemusnahan di akhir kalpa. Apakah berubah menjadi Xiong Bao Dian – Ruang Mustika Maha Perkasa) Guan Gong menjadi Pelindung Dharma Buddhisme awam, sedang makhluk awam tidak bisa memasuki
debu, atau dunia ini masih ada tetapi hanya makhluk setiap vihara, ada yang menyebut sebagai A Han, tercatat di Kitab “Fo Zu Tong Ji” (Kumpulan Catatan alam suciwan. Setan dan dewa yang memiliki
hidupnya yang musnah? Buddha Amitabha, Buddha Sakyamuni. Ada juga tentang Buddha). Master Zhizhe era Dinasti Sui lima kekuatan batin masih belum mencapai
Jawab: yang menyebut dengan versi lain, banyak orang sewaktu dalam kondisi samadhi, Guan Gong kesempurnaan, maka itu tidak dapat masuk ke
Terbentuk – didiami – rusak – kosong, (ini adalah yang mengatakan itu adalah Tiga Suciwan Sukhavati menerima Sila dari beliau. Sukhavati. Mereka yang terlahir di Sukhavati,
proses) yang hanya berlaku bagi alam semesta. – Buddha Amitabha, Guan Shi Yin (Avalokitesvara), kelahiran dan kematian jasmani telah terputus
Da Shi Zhi (Mahasthamaprapta). Apakah setiap Tanya: karena itu dapat mengumpulkan bunga-bunga di
Tanya: vihara sama? Bhiksu harus mencapai tingkatan bagaimana baru pagi hari dan terbang mempersembahkannya ke
Raja Neraka Yan Luo Wang (Yama) dan 18 Jawab: boleh disebut sebagai Heshang? Apa beda Heshang beratus ribu koti Tanah Buddha.
penguasa neraka beserta prajurit Kepala Lembu Tiga rupang Buddha di setiap vihara ada dan Fashi?
yang menghukum orang berdosa, apakah (mereka) berbagai ragam. Kita ambil salah satu contoh, Jawab: Tanya:
memiliki batasan waktu atau abadi selamanya? tiga rupang Buddha yang berjejer berdampingan, Heshang mempunyai makna “Guruku”, sedang Pembuat karma buruk adalah si pemberi
Jawab: yang tengah adalah Buddha Sakyamuni, yang timur Fashi adalah “mereka yang memahami Buddha perintah, sedang bawahan dipaksa melakukan
Yan Luo Wang adalah nama jabatan raja neraka, adalah Buddha Bhaishajyaguru, yang barat adalah Dharma dan menerapkan Jalan Buddha”, semuanya karma buruk itu; satu orang terlahir di neraka,
Kepala Lembu juga nama jabatan, sudah sewajarnya Buddha Amitabha. Untuk satu Buddha dengan bisa diberi sebutan itu. tetapi menyeret orang lain yang tak tahu apa-apa
bila ada peralihan dari pejabat lama ke pejabat baru. dua Bodhisattva, terbagi menjadi dua kelompok: yang dipaksa untuk berbuat sehingga terlahir di
Bila berbicara tentang umur, 28 tingkatan alam dewa 1, Tiga Suci Hua Yan, yakni Buddha Sakyamuni, Tanya: neraka juga. Berdasarkan hukum sebab akibat,
juga masih ada lahir dan mati, apalagi Raja Yan Luo Manjusri, Samantabhadra; 2, Tiga Suciwan Mengapa nianzhu (tasbih) ditetapkan 108 butir? dunia selamanya tidak akan pernah damai?
dan prajurit neraka! Karena umur ada keterbatasan, Sukhavati, yakni Buddha Amitabha, Avalokitesvara, Jawab: Jawab:
mana mungkin bisa menjabat selamanya! Mahasthamaprapta. Sedang dalam ruang utama Memiliki arti memutuskan 108 jenis kegelisahan Bila perbuatan yang didasarkan kegelapan batin
Dharmasala Da Xiong Bao Dian, umumnya adalah batin. tidak ada lagi, maka itu bukan lagi makhluk awam.
Tanya: yang pertama dan kedua. Bukan makhluk awam maka damai harmoni. Karena
Dua Pelindung Dharma di kedua sisi Buddha, di Tanya: itu kumpulan teratai di Tanah Barat, kesemuanya
sebuah majalah terlihat adalah Wei dan Guan. Wei Tanya: Saat ini dunia Saha adalah masa kalpa kecil ke- adalah manusia sangat bajik, sebab itu dinamakan
adalah Wei Hu, tetapi tidak tahu Guan itu dewa yang Dari manakah asal mula dua jenis alat ritual: 9 dari kalpa didiami, lalu di waktu malam di langit kebahagiaan terluhur. Dari sini dapat diketahui
mana? mu yu (ikan kayu – kayu bulat berwujud kepala terlihat bintang yang hancur. Apakah bintang yang bahwa (Sukhavati) ini bukan tempat yang biasa.
Jawab: ikan yang diketuk sebatang tongkat kayu kecil) dan hancur itu adalah di luar sistem Tanah Buddha?
Wei adalah Wei Tuo Pusa (Bodhisattva Veda), qing (genta kecil berbentuk mangkuk yang terbuat Jawab:
Guan adalah Guan Yu alias Yun Chang (Guan Gong) dari campuran besi dan tembaga)? Diciptakan Meteor yang terlihat oleh manusia di dunia Saha
era Dinasti Han, yang dihormati oleh umat dengan sejak zaman apa? Siapa penciptanya? Apa pula masih termasuk alam Saha. Seperti misalnya dua
sebutan Guan Sheng Di Jun. Wei Hu adalah refleksi makna ritual Dharma-nya? bintang di galaksi matahari, Tian Wang (Neptunus)
dari kisah fiksi Feng Shen Yan Yi, jangan disamakan. Jawab: dan Hai Wang (Pluto), kalau tidak memakai teleskop
Qing telah ada semenjak zaman Tiongkok kuno, tidak akan dapat dilihat dengan mata telanjang.
hanya saja masa itu memakai bahan dari batu, Dengan demikian, mana mungkin bisa melihat yang
berbentuk datar dan meliuk, hampir mirip aksara di luar galaksi tiga ribu maha ribu?
‘ren” (orang). Sedang yang digunakan di vihara
terbuat dari campuran besi tembaga dan berbentuk
bulat. Keduanya digunakan ketika melafalkan
nama Buddha, berfungsi sebagai penyelaras
irama suara. Mata ikan tidak menutup, sebab itu
digunakan sebagai pengingat agar selalu terjaga;
sedang qing adalah instruksi untuk meningkatkan
kewaspadaan, sebab itu berfungsi memimpin

58 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 59


58 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 59
DHARMA TEACHING DHARMA TEACHING

Tanya:
Ada rekan kantor yang mengolok-olok, tidak memanggil nama Moxue (saya)
tapi justru sengaja memanggil saya dengan sebutan “Buddha Amitabha”! Dia
tidak percaya Buddha tapi memanggil Moxue sebagai Buddha, hal ini membuatnya
menanam ikatan jodoh bajik dengan Buddha. Tapi sebagai umat awam yang penuh
“Devo vassatu kalena
dengan hambatan karma buruk, mana tahan mendengarnya menyebut Moxue
sebagai “Buddha Amitabha”. Apakah dengan demikian Moxue/Houxue melakukan Sassa sampatti hetu ca
pelanggaran? Pito bhavatu loko ca
Jawab: Raja bhavatu dhammiko.”
Maksud (mengolok-olok) ada di pihak sana, bukan kita yang tergila-gila ingin (Pali Gatha Ettavata)
dipuji, ini adalah alasan pertama yang menunjukkan tidak ada pelanggaran (bagi
kita). Dia menyebut bukan dengan maksud menghormati tapi merupakan perilaku
yang merendahkan dan mencemooh. Menyebut Buddha sebagai nama kita, ini “Semoga hujan turun menurut waktunya.
adalah olokan, bukan penghormatan, ini adalah alasan kedua yang menunjukkan Semoga tanaman tumbuh dengan subur.
tidak adanya pelanggaran (bagi kita). Apalagi kita berlatih tradisi Tanah Murni, Semoga dunia menjadi makmur.
harus berpandangan bahwa hati ini adalah Buddha, hakekat batin yang sejati adalah Dan semoga pemerintah (raja) bertindak benar.”
Amitabha. Dia menyebut kita dengan nama Buddha, gunakan itu sebagai pengingat
diri, dengan demikian dari semula semua itu bukan tidak ada manfaatnya bagi
kita.
Tahukah anda bahwa bait syair paritta Ettavata (Ettavata).” (Rangama Chandawimala Thero)
Bersambung ke edisi berikutnya … di atas, yang kerap kali dilantunkan umat Theravada
di tiap puja bakti sebenarnya berasal dari tulisan “Syair ini populer di antara Buddhis Sinhalese
seorang bhiksu Mahayana? dalam ritual dan upacara mereka sampai sekarang.
Sedikit yang tahu bahwa syair ini diambil
Ya! Bahkan para sejarawan pun mengamini bahwa dari Bodhisattvacaryavatara.” (D. Amarasiri
memang ada pengaruh Mahayana pada beberapa Weeraratne)
paritta-paritta (pirith) Theravada baik di Srilanka
maupun Thailand. Pengaruh Mahayana di Srilanka Semoga informasi yang diberikan melalui
adalah sangat wajar sekali, karena dahulu ada artikel pendek ini dapat semakin meningkatkan
sebuah vihara beraliran Theravada di Srilanka yang rasa kekeluargaan di antara umat Theravada,
menjadi pusat pengajaran Mahayana dan Vajrayana Mahayana dan Vajrayana, sebagai sesama siswa
yaitu Vihara Abhayagiri. Buddha Sakyamuni.

Syair tersebut pada awalnya tertulis dalam karya Pun, semoga makna dan harapan paritta Ettavata
Bodhisattva Santideva: dapat mengantar negara kita mewujudkan kondisi
“Devo varsatu kalena adil dan makmur di bawah pimpinan presiden hasil
Sasyasampattirastu ca Pilpres yang baru saja kita laksanakan bersama.
Sphito bhavatu lokasca Tepatnya, semoga presiden terpilih dapat
Raja bhavatu dharmikah.” membimbing kita semua bertindak sesuai dengan
(Bodhisattvacaryavatara Bab X [Parinama] Ayat Dharma (raja bhavatu dharmikah) sehingga segenap
40) rakyat Indonesia menjadi sejahtera. (gdlf)

Upasaka Pandita Sumatijnana, menerjemahkan


bait tersebut sebagai berikut:
“Semoga para dewa menurunkan hujan dengan
teratur.
Sehingga panen akan berlimpah.
Semoga raja bertindak sesuai Dharma.
Dan semoga semua orang di seluruh dunia
sejahtera.”

Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti


berkesimpulan bahwa:
“Dalam semua kemungkinan, Bodhisattva-
caryavatara adalah sumber dari gatha Pali ini

60 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 61


60 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 61
DHARMA TEACHING DHARMA TEACHING

kemudian, setelah mendengar reputasi


Luang Pu Dun, lalu ikut berlatih di 31. Tugas dan Masalah
bawah bimbingan beliau. Belakangan ia Salah satu masalah sehubungan dengan mengelola Sangha,
Luang Pu Dun (1888-1983) ditahbiskan menjadi bhikkhu. Setelah di samping mesti menangani pelbagai urusan besar atau kecil
Alihbahasa: Agus Santoso belajar pada Luang Pu beberapa waktu, yang muncul, adalah kurang tersedianya bhikkhu berkwalitas
Diambil dan Dipilih dari: Gifts He Left Behind ia lalu pamit untuk pergi berkelana buat buat menjadi kepala biara. Kadang kita mendengar kabar
menjalani penyunyian diri. ada beberapa bhikkhu berebut untuk menjadi kepala dari
26. Tujuannya Bukan Itu Luang Pu memberinya nasehat, sebuah biara, namun di kalangan murid-murid Luang Pu
Tanggal 8 Mei 1979, agak malam, sekelompok petinggi tentara datang menghormat “Dalam urusan Vinaya, engkau musti kejadiannya justru terbalik, mereka butuh dibujuk atau
Luang Pu sebelum kemudian kembali menuju Bangkok. Di antara rombongan ada dua mempelajari dan membaca kitabnya bahkan dipaksa agar mau mengemban tugas sebagai kepala
Letnan Jendral yang setelah berbicara dengan Luang Pu, mereka melepas kalung hingga paham dengan persis masing- biara. Setiap tahun tanpa kecuali, beberapa rombongan
jimatnya, diletakkan pada nampan mohon agar diberkahi dengan kekuatan samadhi masing dan setiap aturan sampai tingkat orang bakal datang menghadap Luang Pu, memohon beliau
Luang Pu. Beliau menurutinya dan kemudian mengembalikan jimat itu kepada kedua dimana engkau bisa menerapkannya tanpa agar mengirim murid-muridnya untuk menjadi kepala di
pejabat tersebut. Salah satu dari mereka bertanya, “Kami mendengar bahwa Luang kesalahan. Sedang untuk urusan Dhamma, biara mereka. Apabila Luang Pu memandang bahwa bhikkhu
Pu telah membuat banyak macam jimat di beberapa waktu lalu, yang manakah dari apabila engkau membaca terlalu banyak tertentu perlu pergi, beliau akan menyuruhnya pergi, akan
mereka yang paling termashyur?” engkau malah bakal berspekulasi terlalu
Luang Pu menjawab, “Tak satu pun.” banyak, jadi tidak harus membacanya
semua. Tumpahkanlah seluruh semangatmu
27. Bedanya Langit dan Bumi pada praktik semata, itu sudah cukup.”
Suatu hari, ada serombongan tiga atau empat orang yang berasal dari propinsi
jauh datang mengunjungi Luang Pu manakala beliau sedang duduk-duduk di teras 30. Yang Musti Diperhatikan
Dhammasala. Dari polahtingkahnya--cara mereka duduk dan bicara yang sembrono- Luang Taa Naen ditahbiskan menjadi
-terlihat kemungkinan besar mereka biasa campur dengan bhikkhu gadungan dari bhikkhu setelah setengah umur. Meski
daerah lain. Lebih parah lagi, mereka sangka Luang Pu juga suka akan jimat, dimana buta huruf dan tidak bisa berbahasa Thai
mereka kemudian ngomong tentang beberapa guru meditasi tersohor yang telah Tengah, ia mempunyai kelebihan yakni:
memberi mereka jimat dengan aneka ragam kekuatan gaibnya. Terakhir, mereka berniat kuat, rajin dan tak pernah lalai
merogoh jimat masing-masing dan mulai saling pamer di hadapan Luang Pu. Yang dalam tugas, mudah dinasehati hingga
satu punya taring celeng, yang lain mengeluarkan kuku macan, satunya lagi cula sulit bagi orang untuk bisa menemukan
badak. Masing-masing saling berdebat menyombongkan kesaktian jimatnya, lalu kesalahannya. Ketika ia melihat beberapa
akhirnya ada satu tanya ke Luang Pu, “Hei, Luang Pu. Yang mana menurutmu yang bhikkhu lain mulai pamit untuk berkelana
paling ampuh dan hebat, heh? atau pergi belajar ke guru meditasi (ajahn)
Luang Pu nampak sangat geli dan bilang sambil tersenyum, lain, ia lalu memutuskan ingin pergi pula.
“Nggak ada yang ampuh sama sekali, nggak ada yang istimewa. Semua cuma dari Maka ia maju untuk mohon pamit, dan
bangkai hewan.” memang diijinkan oleh Luang Pu. Tapi ia
agak risau, “Saya tak bisa baca tulis, saya
28. Esensi Buddhadhamma juga tidak paham bahasa mereka. Jadi
Luang Pu suatu kali berkata, “Di masa vassa tahun 1952 saya telah membuat bagaimana saya bisa berlatih bersama
ikrar untuk membaca tuntas seluruh Ti Pitaka guna menemukan letak kunci Ajaran dengan mereka?”
Buddha--untuk menemukan kunci dari Kebenaran Mulia, letak kunci dari pengakhiran Luang Pu menasehatinya,
dukkha--untuk menemukan bagaimana kesimpulan akhir dari Sang Buddha. Saya baca “Praktik itu bukanlah soal huruf atau tetapi kebanyakan murid tidak mau. Yang sering dijadikan
Ti Pitaka sampai habis, sembari terus mengontemplasikannya, namun tiada satu bait abjad dari kata-kata. Kenyataan bahwa alasan adalah, “Saya tidak paham soal pekerjaan konstruksi,
pun yang bisa sungguh menyentuh hatiku, yang bisa membuatku yakin bahwa, ‘Inilah kamu tahu bahwa kamu tidak tahu--itu saya tidak tahu bagaimana cara melatih bhikkhu lain, saya
akhir dari penderitaan. Inilah tujuan dari Jalan Dhamma dan buahnya, atau yang adalah suatu titik awal yang bagus. Jalan tidak bisa berceramah, saya kurang bisa melayani atau
disebut Nibbana.’ praktik adalah sebagai berikut: Dalam menerima tamu. Maka dari itu saya tak ingin pergi.”
Terkecuali satu bait ini. Ketika Bhante Sariputta yang baru saja keluar dari urusan Vinaya, perhatikanlah contoh Luang Pu akan menjawab,
pencapaian akhir-dari-penderitaan (nirodha samapatti), dan Sang Buddha lalu yang diberikan, contoh yang dikerjakan “Hal-hal tersebut tidaklah terlalu pokok. Tugas utamamu
bertanya, ‘Sariputta, kulitmu nampak luarbiasa terang, penampilannya begitu jernih. oleh gurumu. Jangan menyimpang adalah sekedar: ikuti jadwal harian, yakni: berpindapatta,
Apa tempat di mana batinmu tinggal?” sedikit pun dari apa yang Guru kerjakan. makan ketika makan, duduk bermeditasi, meditasi jalan,
Sariputta menjawab, ‘Tempat batin saya tinggal adalah shunyata.’ Sedang dalam hal Dhamma, sekedar jaga bersih-bersih vihara, disiplin dalam melaksanakan Vinaya.
“Inilah, satu ini saja, yang telah menyentuh hatiku.” perhatianmu tepat kepada pikiranmu Begitu sudah cukup. Sedang soal pekerjaan pembangunan,
sendiri. Berpraktiklah persis pada pikiran. itu tergantung para umat. Apa mau dilaksanakan atau tidak,
29. Yang Tidak Perlu dan Yang Perlu Dipelajari Ketika engkau bisa paham akan pikiranmu itu terserah mereka.”
Ven. Ajahn Suchin Sucinno--yang di waktu lampau mendapatkan gelarnya sendiri, itu, sudah cukup semata-mata
Sarjana Hukum dari Universitas Dhammasaat--punya keyakinan tinggi terhadap dengan itu saja, bakal membuatmu paham Bersambung ke edisi berikutnya …
Buddhadhamma. Ia dahulu adalah murid Luang Pu Lui selama beberapa tahun dan akan seluruh segala sesuatu lainnya.”

Sumber: photo.net
62 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 63
62 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 63
DHARMA TEACHING ARSITEKTUR BUDDHIS

49. PERUMPAMAAN BOCAH KECIL RIBUT TENTANG BULU


Ibaratnya dahulu kala ada dua bocah kecil bermain di dalam sungai. Dari dasar sungai mereka
mendapatkan segenggam bulu rambut.
Bocah pertama berkata, “Ini adalah bulu jenggot pertapa sakti.” Istana Brahma (Fan-gong), tempat
Bocah kedua berkata, “Ini adalah bulu beruang.” dilangsungkannya upacara pembukaan WBF ke-
Waktu itu ada seorang pertapa tinggal di tepi sungai. Dua bocah kecil yang sedang ribut tentang bulu 2, adalah proyek tahap ke-3 dari Lingshan Giant
segera menghampiri pertapa itu untuk memutuskan siapa yang benar. Buddha, Wuxi, Jiangsu, Tiongkok, yang berlokasi di
Pertapa mengambil nasi dan wijen, mengunyahnya dalam mulut, kemudian memuntahkannya di telapak kaki Gunung Lingshan di sekitar Danau Taihu.
tangan. Ia berkata pada dua bocah, “Yang dalam telapak tanganku ini mirip kotoran merak.”
Setiap orang tahu, pertapa itu tidak menjawab pertanyaan mereka. Fan-gong dengan luas bangunan lebih dari
70.000 m2 yang memakan waktu lebih dari 2 tahun
Demikian pula orang-orang bodoh di dunia ini pada umumnya. Ketika membabarkan Dharma, mereka pembangunannya ini, merupakan salah satu bentuk
berbicara tentang hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya, pun tidak menjawab apa yang ditanyakan seperti terobosan dalam dunia arsitektur modern. Bangunan
halnya pertapa itu, dan pada akhirnya menjadi bahan tertawaan orang. Demikian pula halnya dengan megah dengan bongkahan batu sebagai bahan
mereka yang senang membicarakan sesuatu yang dibesar-besarkan. utamanya ini, struktur interiornya menggunakan
banyak tiang penyangga yang tinggi besar, tiang pasak
50. PERUMPAMAAN MENYEMBUHKAN PUNGGUNG BONGKOK yang sangat lebar, atap melingkar yang tinggi dan
Ibaratnya ada seseorang yang tiba-tiba menderita penyakit hingga menjadi bongkok. Ia lalu pergi mencari ruang utama yang super besar. Ia didesain sebagai
tabib. Tabib menggosokkan minyak gosok di bagian punggung yang bongkok, menjepitnya dengan papan perpaduan harmonis antara semangat Buddhisme
kayu, lalu menekannya dengan sekuat tenaga. Tanpa disadari kedua bola biji mata penderita bongkok itu yang mulia, unsur budaya tradisional dan teknologi
mencuat keluar. modern.

Demikian pula orang-orang bodoh di dunia ini pada umumnya. Demi mengejar kekayaan duniawi, mereka Fan-gong yang menghabiskan dana RMB 1,6 milyar Ada yang mengatakan bahwa kemegahan
berbisnis dengan cara-cara yang melanggar hukum. Meski bisnis mereka sukses tetapi keuntungan yang (sekitar Rp 2,4 trilyun) ini terdiri dari beberapa gedung Fan-gong yang bertingkat tiga ini setara dengan
didapatkan tak sebanding dengan pengorbanan mereka. Mereka akan terlahir di neraka dalam kehidupan yang berdiri sendiri namun saling berhubungan, Istana Potala di Tibet. Bahkan ada pula yang
selanjutnya, seperti halnya kedua bola biji mata yang mencuat keluar demi menyembuhkan punggung yang yaitu: Ruang Utama, Ruang Pameran, Ruang Pagoda, menyebutnya sebagai Museum Louvre-nya Asia.
bongkok. Altar Suci, Ruang Pertemuan dan Ruang Makan.
Fan-gong merefleksikan keindahan pahatan kayu, Poros acuan gedung terbentang sepanjang
51. PERUMPAMAAN LIMA ORANG MEMBELI PEMBANTU pahatan batu, pahatan giok dan beberapa kesenian garis utara selatan dengan penataan gedung
Ibaratnya ada lima orang membeli seorang pembantu. Salah satu di antara mereka memberikan perintah, tradisional Tiongkok kuno, antara lain: pahatan secara simetris di sisi timur barat. Lebar gedung
“Cuci bajuku.” Orang kedua juga minta untuk dicucikan bajunya. Pembantu itu berkata kepadanya bahwa kayu Dongyang (salah satu pahatan kayu ternama sejauh 150 m dengan panjang ke dalam 180 m.
ia akan lebih dulu mencuci baju majikan yang pertama kali memerintahnya. di Tiongkok), lukisan dinding Dunhuang, kesenian Atapnya dihiasi dengan 5 Pagoda Teratai, sedang
Majikan kedua itu berteriak marah, “Aku dan dia bersama-sama membeli dirimu, kenapa kamu hanya lazuardi, lukisan relief Ousu, pahatan relief, lukisan bagian belakang gedung adalah ruang Altar Suci
mencuci bajunya?” Lalu ia mendera pembantu itu dengan sepuluh kali lecutan. Empat majikan yang lain cat minyak, lampu kuningan tradisional Jingtailan yang berbentuk mandala (seperti bentuk Candi
melihat orang itu mencambuk si pembantu, mereka berempat kemudian juga ikut-ikutan menderanya dan porcelain keramik Jingdezhen. Borobudur).
masing-masing sepuluh kali.

Demikian pula halnya dengan lima skhanda/khanda (lima kelompok kehidupan - jasmani, perasaan,
pencerapan, pikiran dan kesadaran). Dengan adanya sebab dan kondisi yang muncul dari kekotoran batin,
terbentuklah tubuh raga ini. Kemudian lima kelompok kehidupan ini mendera makhluk hidup dengan
penderitaan lahir, tua, sakit dan mati yang tiada hentinya.

64 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 65


64 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 65
ARSITEKTUR BUDDHIS ARSITEKTUR BUDDHIS

Dongyang. Di empat sisi dinding terhampar


empat pahatan kayu raksasa yang diberi nama
“Jing (murni), Xin (percaya), Xiao (bakti), He
(harmonis)”, melukiskan semangat keyakinan pada
agama Buddha. Setiap pahatan kayu itu berukuran
tinggi 7,39 m dengan lebar 4,3 m.

Demikianlah langit-langit Ruang Pameran yang tinggi


dan berbentuk setengah lingkaran menampakkan
Ruang Utama (Ruang Pintu) adalah ruang yang cahaya tujuh warna yang berubah-ubah dengan
Lima kelopak teratai berwarna keemasan di atap menghubungkan beberapa ruang yang ada di dalam suasana para dewi yang sedang terbang dan bermain
gedung tampak gemerlapan di bawah sorotan sinar Fan-gong ini. Sisi barat menuju Ruang Pertemuan, alat musik, membawa para pengunjung seakan
matahari. Di atas Pagoda Teratai terhampar langit sisi timur menuju Ruang Makan, sisi utara dengan berada di alam dewa (surga).
biru yang terhias dengan gumpalan awan putih yang pintu berwujud replika goa batu adalah menuju Interior langit-langit dengan deretan rupang
indah, sedang di bagian belakang Fan-gong terbentang Ruang Pameran. Ruang Utama ini didesain Buddha yang sangat menakjubkan. Sebagai
barisan pegunungan yang menjulang kokoh, suatu memakai warna kuning kecoklatan layaknya warna tambahan, semua tiang pasak dilapis emas murni.
perpaduan panorama yang indah. jubah bhiksu Buddhis awal yang berefek memberi Di akhir lorong kita bisa menyaksikan “Huazang
Pagoda Teratai Fan-gong merupakan replika keteduhan di hati para pengunjung. Shijie” yang terbuat dari batu lazuardi. Huazang
Pagoda Teratai lukisan di dinding Goa Dunhuang, Shijie berasal dari Sutra Avatamsaka (Huayan Jing), Ini adalah ruang utama tempat penyelenggaraan
menggunakan konsep lima Buddha di lima penjuru. yang memiliki arti alam semesta tak terhingga World Buddhist Forum ke-2, merupakan ruang
Bentuk fisik luarnya mirip Pagoda Angkor Wat, hanya luasnya yang muncul dari bunga teratai. Sedang serbaguna yang berfungsi sebagai tempat
bedanya pagoda Fan-gong ini memakai dekorasi lazuardi adalah permata transparan yang berwarna- pertemuan dan pertunjukan kesenian. Berbentuk
kelopak teratai yang berlapiskan emas murni. warni, merupakan satu dari tujuh permata dalam lingkaran seluas 35.000 m2 dengan kapasitas 1.500
Buddhisme yang mengandung makna “hati yang pengunjung.
terang menampak benih keBuddhaan”. Di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah
panggung angkat berbentuk lingkaran dengan
sebatang pohon bodhi di pusatnya. Pohon bodhi
ini bisa berubah dari besar menjadi kecil, atau
sebaliknya.

Ruang Pameran menghubungkan Ruang Pagoda


dan Altar Suci. Ruang yang berbentuk lorong
panjang ini, dengan tinggi 18 m dan panjang 80
m, seluruh interiornya menggunakan pahatan kayu Salah satu Ruang Pagoda terletak di tengah-
Berjalan mendekat, terlihat bagaikan sebongkah tengah Ruang Pameran dan tepat di bawah Pagoda
jinsi nanmu. Di antara 12 tiang penyangga ukuran
batu giok alami raksasa berwarna putih yang Teratai. Memakai sistem atap melengkung dengan
raksasa di kedua sisi lorong terbentang 12 lukisan Langit-langit melengkung setinggi 30 m di atas
menjulang megah. Tak ada setitik pun noda yang ketinggian mencapai 60 m.
cat minyak yang juga berukuran ekstra besar panggung pertunjukan dipenuhi dengan ribuan
dapat kita temukan di dindingnya. Konon batu giok Saat menengadahkan kepala, ketinggian yang
setinggi 12 m. Lukisan ini menceritakan kisah lampu berbentuk kelopak teratai yang menyala
yang menjadi bahan dinding Fan-gong ini diambil tinggi dan interior yang menawan benar-benar sangat
sejarah penyebaran agama Buddha bergantian dalam tujuh warna. Tak berlebihan bila
dari sebuah tambang dalam waktu bersamaan, tak mempesona. Atap pagoda yang berwarna biru gelap
Pencahayaan Fan-gong sangatlah istimewa, ada yang menyebutnya sebagai Lautan Cahaya.
heran jika warna dan kecemerlangannya demikian menampakkan bintang-bintang yang gemerlapan,
disebutkan sebagai “cahaya tanpa lampu”. Sebuah nuansa perpaduan teknologi, kesenian dan
selaras. Pintu utama yang berwarna emas semakin seakan-akan menunggu kita meraih mereka.
Pengunjung bisa melihat terangnya cahaya lampu, filosofi Buddhis yang sangat spektakular!
menambah kemegahannya. Seperti halnya Ruang Pameran, Ruang Pagoda
tapi tidak menemukan di mana letak lampunya.
penuh dengan interior pahatan kayu nanmu dari
66 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 67
66 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 67
ARSITEKTUR BUDDHIS FIGUR BUDDHIS

虛空藏菩薩
Banyak orang sering mendengar maupun membaca Saat berdana, para fakir miskin datang kepadanya
nama Bodhisattva Akasagarbha, namun riwayat dan meminta sebanyak yang mereka butuhkan,
Bodhisattva ini sendiri, tidak banyak diketahui [sesepuh] itu membuka gudang hartanya dan
umat. Beliau adalah salah satu dari delapan Maha memberikan sebanyak yang dibutuhkan. Para fakir
Bodhisattva (Ashtamahabodhisattva) yang terdiri dari miskin itu menjadi terpuaskan. Setelah berdana,
Avalokitesvara, Manjushri, Samantabhadra, Maitreya, sesepuh itu bergembira dan tidak menyesal.
Ksitigarbha, Akasagarbha, Mahasthamaprapta Para putra bajik, demikianlah pula Bodhisattva
Daerah Ruang Pertemuan berada di gedung sebelah (Vajrapani) dan Sarvanivarana-viskambhin. Enam Akasagarbha [mempraktikkan kebajikanNya].”
barat, meliputi Ruang Pertemuan, Ruang VIP dan Ruang dari delapan Bodhisattva tersebut telah dibahas
Istirahat seluas 350 m2 yang berada di lantai dasar; 5 dalam majalah Sinar Dharma kita tercinta. Subhakarasimha (637-735), Master Tantra dari
Ruang Pertemuan Kecil yang menampung 100 orang di India yang juga merupakan salah satu pengembang
lantai dua; Ruang Ekshibisi dan Ruang Kantor di lantai Akasagarbha (Xukongzang - Mandarin, Kokuzo aliran Tantrayana di Tiongkok – di samping Vajrabodhi
tiga. Daerah Ruang Pertemuan ini didesain mengelilingi - Jepang) dikenal pula dengan sebutan yang lebih (670-741) dan Amoghavajra (705-775), mengatakan
taman terbuka berbentuk segi empat, memberi kesan pendek, Khagarbha. Sebutan “akasa” berarti bahwa Akasagarbha adalah “kandungan” yang
asri dan nyaman. angkasa yang tidak terbatas dan “garbha” adalah mencakup “semua makhluk dan semua hal serta
Selain suasana akrab lingkungan, daerah Ruang “kandungan/harta”. Jadi arti nama Akasagarbha selalu memberikan harta Dharma yang tidak
Pertemuan didesain berdasarkan 3 corak, yaitu: nuansa adalah “harta angkasa yang tidak terbatas”, yang terbatas namun tidak pernah kosong. Ini seperti
dunia Buddhis (corak 3 aliran besar Buddhisme – menyimbolkan kebijaksanaan para Buddha yang kandungan yang di dalamnya terdapat harta yang
Mahayana Tiongkok, Theravada dan Vajrayana), nuansa sangat luas. sangat banyak di mana pemiliknya dapat secara
sejarah (menampilkan unsur sejarah dan budaya), bebas memberikan dana pada yang membutuhkan
nuansa kualitas (perpaduan teknologi modern dan Dalam Da-fang-deng-da-ji Jing tercantum: tanpa pernah dirinya menjadi miskin.”
kesenian kualitas tinggi Buddhisme). “Misalkan ada seorang sesepuh yang kaya raya
dan rakyat awam. Harta simpanan sesepuh itu Menurut Suyao IKuei, seseorang yang
tak terhingga banyaknya, penuh dengan uang dan menginginkan kebahagiaan dan kebijaksanaan,
permata. [Sesepuh itu] berdana tanpa rasa kikir. seharusnya mendevosikan dirinya pada Bodhisattva
Akasagarbha. Alasannya adalah matahari, bulan
dan bintang-bintang adalah emanasi Akasagarbha
(Taisho, XXI, 422b). Lagi, Sutra Bodhisattva
Akasagarbha (Xukongzang Pusa Jing) menyebutkan
bahwa Buddha Sakyamuni sangat memuji beliau,
“Dhyana [meditasi]-Nya sedalam samudra,
sila-sila suciNya tinggi seperti pegunungan,
kebijaksanaanNya sangat berharga sehingga pantas
menerima persembahan-persembahan terbaik
dari semua makhluk hidup. Jasa dan kebajikanNya
tidaklah terbatas.”

Dikatakan bahwa Akasagarbha memiliki tinggi 20


yojana, memakai mahkota yang memanifestasikan
35 rupa para Buddha pertobatan. Kekuatan welas
asihNya bagaikan Avalokitesvara. Beliau memberikan
kesejahteraan pada para makhluk hidup terus
Ruang Makan ini terletak di lantai dua di sisi kiri juga disuguhi keindahan seni lukis dan seni pahat menerus. Ditulis bahwa ketika seorang bodhisattva
Ruang Utama. Kita tidak dapat menemukan satu tiang tradisional Tiongkok yang berasal dari wilayah pemula melakukan pelanggaran dan mengaku salah
pun di dalam Ruang Makan yang dapat menampung Wenzhou, Zhejiang. di hadapan Bodhisattva Akasagarbha, maka karma
1200 orang ini. buruk mereka akan terhapuskan dan mereka akan
Bukan sekedar ruang makan, di sini pengunjung Narasumber: http://www.lingshan.org dan menjadi segera termurnikan kembali. Akasagarbha
artikel-artikel di internet

68 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 69


68 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 69
FIGUR BUDDHIS FIGUR BUDDHIS

dapat meningkatkan ingatan seseorang, seperti orang yang pandai. Dalam waktu singkat, Akasagarbha muncul di
yang dijelaskan dalam Gumonjihou. Melenyapkan depan Acharya Odiyana untuk memberikan
halangan-halangan dan memberikan semangat pada Di Asia Timur, Akasagarbha digambarkan berkah padanya. Ia memanifestasikan suatu
para praktisi untuk menyempurnakan Enam Paramita memegang Cintamani yang menyimbolkan arus cahaya yang sangat menakjubkan
sehingga mereka dapat mencapai keBuddhaan. kegembiraan, kebajikan dan berkah duniawi bagi dan sinar tersebut kemudian berubah
semua makhluk. Di tangan kananNya terdapat sebuah batu bundar besar dan menghilang.
Akasagarbha bahkan dianggap sebagai “saudara pedang tajam yang menyimbolkan kebijaksanaan Akasagarbha memprediksikan bahwa Acharya
kembar” dari Ksitigarbha Bodhisattva. Dalam masa- yang memotong kebodohan batin. Terkadang Odiyana akan menjadi Acarya Bandhudatta
masa yang lebih awal, mereka sering digambarkan Beliau juga tampak tampil dengan posisi tangan yang terkenal, yang membawa Arya
bersama-sama, menyimbolkan berkah dari abhaya mudra (menolak bahaya atau tanpa rasa Avalokitesvara dari Assam dan mengadakan
langit (akasa) dan bumi (ksiti). Selain itu, kedua takut) sambil memegang tombak teratai atau festival kereta di lembah Kathmandu serta
Bodhisattva ini berhubungan dengan “garbha” yaitu nilotpala yang di puncaknya terdapat permata mencapai pembebasan di bawah kaki Arya
Tathagatagarbha, benih keBuddhaan dalam diri tiap pengabul harapan (Cintamani). Avalokitesvara. Maka tempat di mana
makhluk. Keterkaitan mereka Akasagarbha Bodhisattva memancarkan
Cintamani yang dipegang
berdua juga ditunjukkan cahaya disebut sebagai Adishvara dekat
Akasagarbha berbentuk seperti
dengan munculnya Bodhisattva bukit Svayambhu.
stupa. Stupa ini sebenarnya adalah
Akasagarbha dalam Sutra stupa besi di India Selatan tempat
Ksitigarbha Purva-pranidhana. teks Sutra Mahavairocana dan
Sarvatathagata-samgraha disimpan
Bodhisattva Akasagarbha oleh Vajrasattva. Stupa beserta
sudah diperkenalkan di Jepang teks ini akhirnya ditemukan
sejak periode Nara (710- oleh Nagarjuna, yang kemudian
784). Pemujaan Akasagarbha mentransmisikan ajarannya pada
di Jepang sangat popular di Nagabodhi, yang dilanjutkan pada
lingkungan aliran Shingon. Vajrabodhi dan Amoghavajra.
Kobo Daishi (Kukai), pendiri
Buddhisme Shingon (Tantra Sedangkan di Nepal, Bodhisattva
Timur) melafalkan mantra Akasagarbha ditampilkan dalam posisi
Akasagarbha berjuta-juta kali berdiri dengan membentuk mudra
dan praktik-praktik Akasagarbha vitarka (pembahasan kebenaran) dan
lainnya ketika masih sebagai varada mudra (memberi anugerah).
bhiksu muda di Gunung Tairyu Simbolnya adalah matahari di atas
dan di Cape Muroto. Ritual buku. Kain yang sangat anggun
Akasagarbha dipelajarinya dari melilit di pinggang dan selendang
gurunya, Master Genzo. Seiring tipis ditempatkan mengelilingi
dengan pembacaan mantra, ia tubuh mulai dari pundak kiri hingga
mengalami penglihatan di mana pinggul kanan. Rambut disanggul
Akasagarbha memintanya pergi seperti stupa (ushnisa).
ke Tiongkok untuk mempelajari dan memahami Sutra
Mahavairocana. Mantra Akasagarbha sangat popular Di Tibet, Khentrul Rinpoche dikenali sebagai
di kalangan umat Buddha Shingon, karena diyakini emanasi ketujuh dari Akasagarbha Bodhisattva.
mampu memberikan kebijaksanaan untuk mencapai Kelahiran masa lampaunya adalah Lhazu Lama,
pencerahan serta berbagai talenta seni lainnya. Trulku Ngawang and Getse Khentrul. Selain itu dari
25 murid Guru Padmasambhava, ada yang bernama
Di dalam aliran Buddha Shingon, dikenal pula lima Akasagarbha (Namkhai Nyingpo). Kesamaan nama
wujud Akasagarbha (Panca-Mahakasagarbha) yaitu: ini bukan merupakan suatu kebetulan saja, namun
Dharmadhatu Akasagarbha, Vajra Akasagarbha, sebenarnya Beliau adalah juga emanasi Bodhisattva
Ratnaprabha Akasagarbha, Padma Akasagarbha, dan Akasagarbha itu sendiri.
Karma Akasagarbha.
Menurut legenda Svayambhu, ketika Acharya
Di pulau Honshu, Jepang, sampai sekarang Odiayana bermeditasi di pegunungan dekat bukit
masih dijalankan tradisi di mana anak-anak yang Svayambhu, ia berharap dapat melihat Bodhisattva
berumur 13 tahun memberikan penghormatan pada Akasagarbha. Ia kemudian meniup kulit kerang.
Akasagarbha dengan harapan dapat tumbuh menjadi

70 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 71


70 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 71
SUDUT PERISTIWA BELAJAR PRAKTIK

Venerable Karma Lekshe Tsomo, bhiksuni yang


lahir di Honolulu, Amerika, dan mempunyai darah
keturunan Jerman ini memiliki nama lahir ‘Jenn’.
Pada bulan Juni 2009 lalu, kota Surabaya Ditasbihkan sebagai shramaneri pada tahun 1977
kedatangan seorang bhiksuni internasional yang cukup mengerjakan metode gong’an. Ada pula beberapa
di Perancis oleh YM. Gyalwang Karmapa ke-16,
mempunyai peran penting dalam perkembangan orang yang sudah dapat menyelesaikan banyak
menerima penasbihan sebagai bhiksuni di Korea
peran Wanita Buddhis Internasional. Beliau adalah segi dari sebuah gong’an tertentu, kemudian
pada tahun 1982 dan di Bodhgaya pada tahun 1987.
Venerable Karma Lekshe Tsomo. ia mulai cemas akan apa yang musti dikerjakan
Pada tahun 1987-2009 beliau menjabat sebagai
berikutnya. Situasi-situasi demikian sebenarnya
Presiden Sakyaditha, International Association
Dalam jadwal acara yang padat, beliau wajar saja ketika terjadi di dalam proses berlatih.
of Buddhist Women (beliau juga termasuk salah
menyempatkan diri berkunjung ke beberapa Sebenarnya orang-orang yang musti merasa cemas
seorang pendirinya).
tempat antara lain Mahavihara Majapahit di adalah mereka yang abai terhadap perkembangan
Bejijong - Mojokerto, Sekolah Metta dan Buddhist batin, atau ia yang malah merasa bahwa dirinya
Salah satu tolak ukur peran dan jasa beliau
Education Center Surabaya. Dalam kesempatan tidak punya masalah. Orang-orang semacam ini
adalah keberhasilan menyelenggarakan sepuluh
ceramah di Vihara Buddhayana Surabaya, beliau kebodohan batinnya sangatlah parah (deeply
kali ‘International Sakyaditha Conference’, pun
banyak menyampaikan gagasan dan pemikiran deluded), dan yang jenis begini adalah jauh lebih
sejumlah konferensi lainnya seputar peranan
yang cemerlang tentang bagaimana meningkatkan sulit lagi untuk diajak bekerja sama.
wanita Buddhis. Di sela-sela kesibukan sebagai
peranan wanita Buddhis dalam kehidupan modern Kemudian ada beberapa orang yang mampu
anggota monastik dan peneliti, beliau juga aktif
yang berirama cepat ini. Sungguh kehadiran beliau mengalami samadhi mendalam, atau duduk dalam
dalam dialog lintas-agama dan terjun langsung
mampu membawa sejuta inspirasi, khususnya bagi hening bebas dari kekesalan selama berjam-jam,
melakukan aksi pemberdayaan wanita melalui
wanita Buddhis di Surabaya. akan tetapi ketika ia mulai bangkit dari bantal-
Yayasan Jamyang, yang mana beliau duduk sebagai Tanya:
meditasinya, segala kekesalan dan keruwetan
direkturnya. (yuska) Apakah praktisi-ahli (adepts) adalah yang telah
pikiran datang lagi. Ia hanya bisa menjadi tenang
mengalami pencerahan? Dan apabila mereka sudah
hanya ketika sedang duduk-meditasi. Ada pula
mengalami pencerahan, apakah mereka masih perlu
mereka yang pernah mengalami pencerahan, namun
berlatih?
tidak mengembangkan kekuatan samadhi, dengan
Shifu:
demikian ia pun menderita diaduk oleh klisha.
10-12 April 2009, berkumpullah 13 siswa SMP Praktisi-ahli bisa pernah atau belum pernah
Sesi-sesi yang ada tidak hanya dikemas secara Mereka semua itu, entah tua ataupun muda, boleh
dan SMA di Vihara Buddhayana Surabaya. Mereka mengalami pencerahan; dan ya, orang yang sudah
“One Way”, namun juga menciptakan interaksi dipandang sebagai praktisi-ahli, namun mereka
memiliki tujuan yang sama, yaitu mengisi liburan pernah mengalami pencerahan musti tetap terus
komunikasi dua arah dengan kegiatan sharing dan tetap perlu berlatih dan bekerja dengan seorang
dengan berpartisipasi dalam kegiatan bermanfaat berlatih di bawah bimbingan guru yang piawai.
tanya jawab. Pada setiap sesi para peserta retret guru yang bagus.
program Retret PMVBS (Persaudaraan Muda-Mudi Mengalami pencerahan itu bukan berarti bahwa
dipacu untuk berani mengemukakan pendapat Anda sudah berhasil mematahkan atau meninggalkan
Vihara Buddhayana Surabaya). Dengan motivasi dan tentang ajaran Buddha, dengan demikian bisa Murid:
antusias tinggi, mereka mengikuti setiap sesi retret semua kekesalan-batin (klisha). Malah sebaliknya,
saling bertukar pikiran membuka wawasan yang Bagaimanakah cara Anda, sebagai seorang guru,
yang bertema “Be Mindful & Be Happy” ini. kadang bisa jadi kamu menghadapi gangguan
lebih luas dan lebih mengakar dalam pemahaman menilai pengalaman-praktik-meditasi dan level-
klisha dan tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk
ajaran Buddha. level dari murid-murid Anda? Apakah yang menjadi
bergerak maju.
panduan Anda, dan bagaimana kami bisa tahu pasti
Praktisi berpengalaman mungkin memang belum
Tidak hanya teori yang diberikan, namun juga bahwa observasi Anda adalah tepat?
tercerahkan, akan tetapi ia punya tekad tulus untuk
contoh-contoh praktik yang dapat diterapkan Shifu:
terus bergerak maju di dalam praktik. Boleh jadi ia
dalam kehidupan sehari-hari, seperti makan Pertanyaan semacam ini sudah menunjukkan
masih menanggung klisha berat, sehingga banyak
dengan penuh kesadaran, meditasi, dan tak suatu sikap yang keliru. Jika murid punya sikap
mengalami gangguan kekesalan, namun ia bersedia
lupa pula praktik bakti dalam sesi Sutra Bakti seperti itu ketika hendak mencari guru, maka
untuk menghadapi klisha ini berikut kepedihan yang
Seorang Anak. Diharapkan dari sesi bakti ini dapat ia tidak bakal bisa mendapatkannya. Seorang
ditimbulkan olehnya.
menggugah para peserta retret untuk bertindak pemula maupun praktisi-ahli musti punya rasa-
Kecemasan bisa datang dari banyak sebab.
nyata membalas budi jasa dan perjuangan percaya (trust) kepada guru yang mereka cocoki.
Seorang praktisi bisa tegang karena praktiknya
orang tua, khususnya ibu, saat mengandung dan Jangan selalu bimbang dengan bersikap mencari-
macet, sebagai contoh, tak mampu menembus
membesarkan kita. cari atau skeptis. Misal, beberapa guru mungkin
sebuah gong’an (koan), atau bahkan sekedar tak bisa
bisa melakukan hal-hal ganjil guna menguji si
mengendapkan pikirannya sampai level agar bisa
murid. Ketika belajar pada seorang guru, sikap

72 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 73


72 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 73
BELAJAR PRAKTIK BELAJAR PRAKTIK

batin Anda musti tulus dan terbuka. Namun juga orang biasa, atau bahkan bagi beberapa guru
sebaliknya, apabila guru tersebut ternyata memang tertentu, untuk bisa mendeteksi hal tersebut.
berulangkali mempertunjukkan perilaku salah dalam Namun kenyataan ini bakal tersingkap apabila
hal hubungan antar pribadi, uang, atau kekuasaan, orang itu berdialog lebih panjang dengan
maka sebaiknya memang kalian tinggal pergi saja. seorang guru sejati yang sudah tercerahkan.
Tanpa pengalaman yang tulen seseorang kendati
Murid: pintar akhirnya bakal terungkap kepalsuan dan
Shifu, Anda membuat saya bingung. Semula ketidaktulusannya.
Shifu bilang bahwa murid musti punya rasa-percaya
kepada gurunya dan jangan gampang menghakimi, Murid:
namun kemudian Anda berkata bahwa murid-murid Apakah yang dimaksud dengan guru-puja,
harus cermat mengenali tatkala sang guru bertindak apa hal ini ada di tradisi Ch’an?
tidak pantas. Jadi bagaimana? Bagaimana kita bisa Shifu:
mengenali seorang guru palsu? Dalam guru-puja, para siswa memandang
Shifu: guru mereka sebagai suatu perwujudan
Yang paling utama dalam mengenali seorang pencerahan, mereka membaktikan praktik
guru adalah adanya kemampuan untuk menentukan mereka untuk memuja serta menghormati sang
apakah mereka memiliki pandangan-benar tentang guru. Ini semacam menggabungkan ketiga aspek
Buddhadharma (right-view). Kalau pandangan Buddha, Dharma, Sangha ke dalam satu pribadi.
mereka benar, walau mungkin masih ada kelemahan Praktik demikian tidak ada dalam tradisi Ch’an,
dalam perilakunya, jangan langsung dianggap sebagai namun memang terjadi dalam tradisi Tibetan. Di
seorang guru yang palsu. Sebaliknya, kalau sang guru Buddhisme Tibet, ajaran, atau transmisi, hanya
tidak memiliki pandangan-benar, mereka tidak bisa bisa diberikan langsung dari guru ke murid.
dianggap sebagai guru yang bijak atau sejati. Dengan kata lain, tanpa adanya guru maka
Tentu saja, di sini dipakai asumsi bahwa orang ajaran pun juga tidak ada.
yang menilai itu sendiri telah memahami Dharma Di tradisi Ch’an, peran seorang guru adalah
memverifikasi pengalaman-kebijaksanaan
dengan benar. Tanpa mengerti Dharma seorang untuk membantu serta menegaskan praktik kita.
tersebut. Jadi, dalam tradisi Ch’an: relasi antara
praktisi tak akan mungkin bisa menentukan apakah Guru tidak mentransmisikan ajaran; mereka
guru dengan murid itu cenderung lebih bersifat
seorang guru itu benar atau salah. menganggap yang palsu sebagai riil – berani lebih berperan guna mengenali dan menentukan
sebagai sahabat-spiritual ketimbang urusan guru
Ada beberapa kriteria dasar yang dapat menyatakan telah mencapai sesuatu padahal apakah sang praktisi sudah merealisasi hakekat
dengan siswanya. Di Ch’an ada satu pameo yang
dipakai dalam memilih seorang guru. Pertama, belum, berlagak tercerahkan padahal tidak, kebuddhaan atau belum (Buddha-nature).
mengatakan bahwa: relasi tersebut 30 % bersifat
pertimbangkan sebab & kondisinya. Artinya, tindakan menyampaikan ajaran yang keliru, serta berbicara Guru Ch’an hanya dapat membimbingmu
guru dengan murid dan 70 % adalah sebagai sobat
mereka harus didasarkan kepada kekosongan – tidak dengan gaya seolah ia sudah cerah. untuk merealisasi serta menyingkap hakekat
sesama praktisi.
ada kemelekatan dalam tindakan mereka. Kedua, Istilah “rubah-liar” berasal dari kisah perjumpaan kebijaksanaan-mu sendiri, dan kemudian
pertimbangkan sebab & konsekuensi atau karma Master Baizhang (720-814) dengan seorang bhiksu
mereka. Makna kekosongan yang menyertai tindakan misterius yang datang menghadap untuk bertanya
para guru yang bijak (causes and conditions) soal Dharma. Setelah memperoleh penjelasan atas
haruslah selaras dengan karma mereka (causes and pertanyaannya, sang bhiksu memohon agar kesokan
consequences). Begitulah, tindakan mereka harus harinya Baizhang berkenan mengadakan upacara
diiringi oleh rasa tanggung jawab. Mereka harus, bagi mayat seekor rubah yang tergeletak di sebalik
pada setiap saat, sadar penuh akan akibat tindakan bukit di belakang biara. Dikatakan bahwa di 500
mereka. Makanya, ada hubungan yang erat antara kehidupannya yang lalu, bhiksu ini telah memberi
sikap bertanggungjawab dan ketidakmelekatan. ajaran keliru sehubungan dengan pencerahan dan
Itulah pertanda seorang guru yang sejati: mereka karma, akibat dari pandangansalahnya itu ia jadi
memiliki pandangan yang benar tentang Dharma, berulang-ulang terlahir sebagai seekor rubah-
tindakan mereka tidak menyiratkan kemelekatan, liar. Master Baizhang akhirnya telah mengoreksi
dan mereka punya rasa tanggung jawab yang pandangan salah si bhiksu, dengan demikian telah
jernih. membebaskan dari rangkaian tumimbal lahirnya
sebagai seekor rubah-liar.
Murid: Orang terpelajar yang pandai bicara acapkali
Berkait dengan guru dan praktisi yang keliru, saya bisa berlagak tercerahkan dengan membual
pernah mendengar istilah “rubah liar Ch’an (wild fox secara meyakinkan perihal shunyata. Ada berjilid
Chan)” – saya ingin tahu apa maksud istilah itu. buku tentang dialog antara para guru Zen dengan
Shifu: muridnya dalam serial gong’an. Kadang seorang
“Rubah-liar Ch’an” adalah julukan olok-olok siswa bisa mendandani bualannya dengan gagasan
bagi orang yang meski sebenarnya belum pernah yang dicomot dari buku serial gong’an tersebut.
mengalami-langsung shunyata akan tetapi ia berani Kata-katanya tidak didukung oleh pengalaman-
mengaku-aku tidak punya kemelekatan. Ini berarti langsung. Repotnya, biasanya agak sulit bagi
74 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 75
74 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 75
PENGALAMAN DHARMA PENGALAMAN DHARMA

Right-View, Good-Attitude, Ability to Reflect


(Pandangan-Benar, Sikap-Mental yang Baik,
Beliau bertanya lagi, “Bagaimana effek praktik
Kemampuan Melakukan Tilik-Diri)
terhadap kehidupanmu sehari-hari?”
Di hari terakhir retret Jogja kemarin, saya
Saya bilang, “Praktik membuat hidup saya
sempat berbicara mendalam dengan GJFS tentang
lebih jernih dan tenang. Tapi ya itu tidak ada
beberapa hal. Dialog tersebut mengingatkan
yang fantastik. Kalau mau dibilang yang agak unik
tentang satu pertanyaan yang agak lama
adalah, ketika saya menoleh ke beberapa tahun
menggantung di batin saya sehubungan dengan
ke belakang, duapuluh tahun lalu, sepuluh tahun
satu dialog lama saya dengan Shikung Shengyen.
lalu, lima tahun lalu, setahun lalu, dst.... saya
Kisahnya sebagai berikut.
merasa bahwa: Ah dahulu itu aku kok bodoh sekali
Tahun 2004 saya mengikuti New York Winter
ya, urusan begitu aja jadi ribut, berantem, heboh-
Silent Illumination Retreat. Di sessi interview Master
--itu sungguh konyol dan tidak perlu ! ... Atau
Shengyen didampingi Dharma-heir beliau yang
bahkan tak perlu bertahun-tahun, mungkin sekedar
dari Eropa Timur, Zarko. Penerjemahnya adalah
melihat diri saya sendiri pada beberapa bulan lalu
natural-awareness itu: soft, beautiful, dan bisa seorang dokter Amerika etnik China setengah
Zen Mind, Beginner’s Mind atau beberapa minggu yang lalu, pun saya masih
bertahan lebih lama. Di samping itu ada satu lagi tua. Ketika tiba giliran saya, saya melontarkan
Di sharing saya juga mengucapkan syukur kepada juga merasa: Ah waktu itu kok saya bodooo sekali
kwalitasnya yang unik yakni: ketika ia kita kenali, pertanyaan, “Shifu, when this mind is fully in the
GJFS atas instruksi beliau tentang natural-awareness. ya, ketegangan semacam itu sebenarnya sungguh
“Eh, ini apa? Lucu ...”---ia tidak hilang, ia tetap method, where is the Buddhadharma?” Master
Sebelumnya saya hanya tahu satu-satunya cara tidak perlu terjadi ... Ya kalau mau dibilang
saja meluncur dan berlangsung. Shengyen menoleh ke Zarko, dan menyuruhnya
mengakses awareness adalah dengan intensi, bahkan manfaat yang saya peroleh dari meditasi Ch’an, ya
Pada intensional-awareness, begitu ia kita menjawab pertanyaan saya. Zarko bilang, “Ketika
dengan kekuatan otot-fisik kalau perlu. cuma begitu saja.”
kenali, “Ooh ini aku sedang aware nih ...”, atau, pikiran sepenuhnya pada metode, metode dan
Ibarat ilmu perang, GJFS minta kita sabar, Senyum lebar mengembang di wajah Shikung
“Ah, mungkin ini samadhi?:)”---ia akan seketika Buddhadharma adalah satu.” Saya bernamaskara
tekun, rajin mengepung rapat benteng lawan Shengyen. Beliau manggut-manggut dengan
goyah atau malah hilang. Jadi keadaan pikiran lalu kembali bermeditasi di Ch’an hall.
hingga benteng tersebut jatuh dengan sendirinya ekspresi-khasnya yang kadang terkesan pride. :)
yang aware [yang intensional] tersebut butuh kita Tiga hari setelah retret usai, pagi harinya saya
tanpa kita menembakkan satu butir peluru pun. Beberapa saat beliau lalu menatap saya tajam-
pertahankan kesinambungan & keseimbangannya hendak pulang ke Indonesia. Master Shengyen
Dalam seni-perang hal ini disebut sebagai indirect- tajam dan berkata, “Kamu punya pandangan-
ibarat orang yang baru bisa belajar naik sepeda. Kita dengan logat cedalnya bilang, “Augosh, saya lihat
approach. Suatu cara yang butuh kecerdasan. benar dan good-attitude terhadap hidup dan
perlu nge-pas-kan kecepatan, kekuatan tekanan, kamu di retret berlatih dengan baik, bagaimana
Sedang cara direct-approach adalah cara yang lebih praktik (right-view & good attitude towards life
keseimbangannya terus menerus, meleset dikit ia pengalamanmu?” Saya lalu menjelaskan
mengandalkan pada otot. GJFS condong cara indirect and the practice)...” Beliau menyambung lagi
hilang. Awareness jenis ini butuh di-PROTEKSI. panjanglebar tentang pengalaman meditasi saya.
approach yang lebih cerdas dan hemat enerji, serta beberapa kalimat ke Guo Yuan Fashi dalam bahasa
Sedang pada natural-awareness, meski Master Shengyen cuma sesekali mendengus,
mengajarkan bagaimana memainkan kombinasi mandarin.
andaikata muncul satu atau dua buah pikir, “Oh “Hhuh, hhuh, ...”
kedua teknik tersebut. Guo Yuan Fashi menerjemahkan, “Agus, Shifu
begini ya rasanya natural-awareness ...”--ia Kemudian beliau tanya, “Bagaimana latihanmu
Saya kemudian menganjurkan ke sesama bilang, kamu punya deep & sharp good karmic
tidaklah hilang, ia masih saja berlangsung sejalan sehari-hari?”
sahabat veteran saya, punyailah “Zen mind, beginner’s root. Kamu mampu melakukan tilik-diri (ability
dengan aplikasi metode. Jadi ia “melingkupi Saya menjawab bahwa secara umum sebenarnya
mind.” Mari bersikap tulus, humble & sepenuh hati to reflect). Kamu bisa melihat kekurangan-
semuanya” (all encompassing)---satu atau dua saya tidak pernah punya pengalaman meditasi
dalam belajar dan berlatih. Dan sebenarnya “Zen kekuranganmu sendiri, itulah makanya Shifu
celoteh pikiran tidaklah merusaknya. Celoteh- yang fantastik, tidak ada yang luarbiasa spesial-
mind, Beginner’s mind” adalah judul buku Zen yang bilang kamu punya akar-karma-baik yang tajam &
pikiran hanya menjadi salah sebagian dari gambar --praktik saya biasa-biasa saja. Retret juga saya
paling populer di Barat. Buku tersebut karya Shunryu mendalam.” Ini adalah dialog santai terakhir saya
yang jernih mahaluas. Sehingga tidak ada rasa perlakukan sebagai bagian dari rentetan rangkaian
Suzuki Roshi, seorang guru Zen Soto school yang dengan Shikung Shengyen.
khawatir, tidak perlu “berhati-hati”, TIDAK BUTUH latihan. Saya tidak punya target apa-apa di dalam
dihormati oleh Shikung Shengyen. praktik self-cultivation, ini hanya suatu keputusan
DIPROTEKSI, tidak ada kebutuhan untuk menjaga Tilik-Diri & Self-Defense-Mechanism
keberlangsungannya. & konsekuensi logis dari hidup ini yang mau tak
Kwalitas Unik Natural-Awareness Minggu lalu di Jogja, lewat pembicaraan
mau musti dijalani.
Seperti yang telah saya sebutkan di awal, kwalitas

76 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 77


76 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 77
PENGALAMAN DHARMA FIKSI BUDDHIS

kritisnya mengendor ! Ia malah terkagum-kagum


dan berserah. Ya dah nasib-laaa, mo bilang apa
lagi.
Makanya Buddhisme mengajarkan kita
menabung karma baik (dana & sila) dulu sebelum Jeram Surga. Tak heran disebut sebagai Jeram Perbuatan mulia Ming Shi Shui akhirnya
memasuki praktik (samadhi). Agar nasibnya tidak Surga, karena memang jeram itu begitu mempesona, mendapat sambutan warga setempat yang kini
kuwalik-walik ! apalagi kala pelangi menampakkan senyumnya tak lagi acuh tak acuh dengan para calon korban
seusai berakhirnya tetesan air hujan. Namun di yang ingin tidur selamanya di dasar jeram. Mereka
Epilog balik indahnya nama dan pemandangan jeram itu, secara spontanitas mengikuti jejak Ming.
What we do in life echoes in eternity ! ~Film masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai
Gladiator~ Jeram Kematian. Hari itu, seminggu menjelang Hari Qing Ming
Kemarin saya melihat-lihat foto-foto kalender (Ceng Beng, hari membersihkan makam keluarga)
Dharma Drum Mountain (DDM). Saya melihat Tak sedikit wisatawan luar daerah yang datang datanglah seorang lelaki tua ke Jeram Surga.
beberapa potret event yang luarbiasa indah dan menikmati keindahan panorama Jeram Surga, namun Sepanjang pagi berdiri membisu di tepi jeram,
menyentuh hati, para samanera DDM sedang tak sedikit pula yang tak pernah keluar dari dasar salah satu ciri orang yang berpikiran pendek. Tetapi
melakukan kerja outdoor, para praktisi berlatih jeram itu. Ketinggian jeram itu merupakan tempat di luar kebiasaan, Ming Shi Shui kali itu hanya
di Ch’an hall, dst, dst. ...Impressi foto bagi kita ideal untuk mengakhiri hidup, pun lembayung senja melihat dari kejauhan. Bukan hanya itu, yang
dengan GJFS, makna dialog saya dengan Shikung yang tersenyum mengintip dari belakang punggung lebih parah lagi, yang sangat bertolak belakang
sang pengamat, bisa amat beda nyatanya bagi
Shengyen tersebut barulah jelas bagi saya. GJFS gunung seakan menambah rasa melankolis dan dengan perilakunya selama setahun ini, dia
mereka yang ngelakoninya sendiri. Si pelaku,
bicara panjanglebar dan mendalam. Tapi ringkasnya, memperdalam keinginan orang-orang pendek pikiran bahkan mengancam setiap orang yang bermaksud
dalam hal ini misalnya para samanera atau praktisi
GJFS bilang bahwa dari pengalaman beliau & juga untuk menerjunkan diri ke dalam jeram. menasehati lelaki tua itu.
retret meditasi, akan mengalami ups & down yang
pengalaman pribadi Shikung Shengyen, nyatanya
dramatis dan bervariasi. Memang, perbedaan
tidak setiap orang bisa melakukan tilik-diri. Dan Tetapi setahun terakhir ini tak ada lagi orang yang Semua itu tidak terlepas dari pengamatan
antara impressi gambar bagi pengamat dengan
celakanya, semakin pintar orangnya, apalagi kalau mengakhiri hidup di Jeram Surga. Bukan karena apa, Wu Wo, yang sedang dalam perjalanan menuju
pengalaman nyata pelaku tidaklah selalu berarti
ia praktisi meditasi kawakan, jika ia tidak bisa ibukota sekembali dari Negeri Ribuan Pagoda.
positif (lebih indah) ataupun negatif (lebih buruk). tapi karena di sekitar jeram muncul seorang lelaki
melakukan tilik-diri, kian mustahillah orang lain bisa Ketika melangkah mendekati lelaki tua itu, sebuah
... setengah baya yang menghalangi dan menasehati
menasehatinya. tepukan jatuh di pundak kanannya. “Anak muda,
Namun demikian, saya hanya ingin mengatakan mereka yang ingin bunuh diri. Ming Shi Shui (Nama –
Ada orang yang pintar dan kuat dalam meditasi biarkan dia menuntaskan buah karmanya sendiri.
bahwa, apapun rasa-nyata yang terjadi bagi yang Makanan – Tidur) adalah penduduk asli Surga Jeram,
tapi praktiknya tidak masuk ke akar masalah hidupnya Jangan ikut campur!” Sebuah ucapan yang lembut,
ngelakoni, dalam konteks “saya nonton potret di usia 20-an tahun dengan berbekal ilmu silat ia
yang terdalam (self defense mechanism). Karena namun penuh dengan nada memerintah.
kalender DDM” tidaklah begitu penting lagi--- merantau ke ibu kota. Tidak ada yang tahu apa yang
hal ini too painful maka mekanisme-pertahanan-
yang penting, dan yang bermanfaat untuk selalu dikerjakannya selama di ibu kota kerajaan. Tak ada
dirinya akan menghadang dan tidak membiarkan “Membantu orang yang memerlukan bantuan,
disadari adalah: Apa yang kita kerjakan--dalam hal angin tak ada hujan, dia tiba-tiba kembali ke Surga
enerji-praktik masuk menyentuh area [ego] yang itu bukan ikut campur namanya.” Wu Wo merasakan
ini misalnya ketika sedang menjalankan latihan Jeram.
menyakitkan tersebut. Alhasil, pencapaian meditasi
dengan penuh kesungguhan dan dedikasi--akan
& pengetahuan Dharma & kepintarannya, alih-alih
punya gaung dan makna yang jauh melampaui
bermanfaat malah justru menjadi lapisan-lapisan
aktivitas itu sendiri.
baru mekanisme-pertahanan-dirinya. Menjadi lapis-
Seperti halnya kalender DDM tersebut, gambar
lapis baru kerak self-identitynya.
tersebut sungguh indah, menyentuh, dan akan
Orang pintar, pendidikannya tinggi, meditasinya
menginspirasi banyak orang. Tak lagi penting
pun kuat--tapi ia tidak bisa melakukan tilik-
rasa-nyatanya bagi si pelaku yang dipotret. Akan
diri. Kalau sudah begini, siapa lagi yang mampu
tetapi, andai para pelaku tersebut sadar akan
menasehatinya?
bahwa laku mereka tersebut akan punya gaung tepukan lembut itu kini berubah menjadi
makna luas jauh melampaui laku mereka sendiri cengkeraman. Wu Wo tidak mempedulikannya,
Nasib Baik & Nasib Kuwalik
tersebut, maka barangkali mereka akan lebih bisa ia terus berjalan menghampiri lelaki tua itu.
Kebisaan kita bersyukur & rendah-hati akan
menjalaninya dengan penuh makna. Inilah laku Cengkeraman itu kini berubah menjadi hentakan.
mengendorkan mekanisme-pertahanan-diri kita.
Bodhisattva. Inilah kesadaran akan konsekuensi Tampaknya bukan hal yang sulit bagi Ming Shi Shui
Tapi yaaaa ... semua itu nampaknya kembali ke
dari suatu tindakan (causes and consequences). untuk melontarkan tubuh seseorang dengan satu
“nasib.” Makanya Shikung Shengyen memakai istilah
Mari kita kerjakan segalanya dengan hentakan, bahkan dengan berat tubuh dua kali Wu
“karmic root”.
kesungguhan hati. Wo. Namun yang dihadapinya kali ini adalah Wu
Ada orang yang akar-karmanya buruk, sehingga
yang terjadi kebalik-balik: ketika ada hal yang Bagi pembaca yang memerlukan info atau berminat
Wo, bukan orang lain.
baik dan benar (right-view) malah mekanisme- mengenal lebih dalam mengenai metode Ch’an dapat
pertahanan-dirinya mengeras. Ia malah menghindar, menghubungi Saudara Agus Santoso, Penerbit ‘Suwung’, Jogja, Tangan kiri Wu Wo meluncur menangkap tangan
mengabaikan, curiga, menolak, mencela, mengkritik. 081-668-0445. yang mencengkeram pundaknya, sedang tangan
Celakanya ketika berjumpa dengan yang bengkok kanannya mengayun ke samping menepis tangan
(wrong-view)---lhah, malah mekanisme-daya- kanan Ming yang bergerak mendorong pinggangnya.

78 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 79


78 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 79
FIKSI BUDDHIS

Mereka yang berkerumun di sekitar jeram tak ada Cai Se menjawab dengan lirih. pengaman Jeram Surga menyelamatkan orang-orang
yang menyadari bahwa gerakan yang mirip kanak- pendek pikiran, ya, ini tidak ada buruknya. Beda Jadi, kala ditimpa kesusahan, coba pikirkan,
kanak bermain dorong mendorong itu adalah awal “Itulah, dia yang bikin perkara, dia sendiri yang dengan Cai Se, menteri ambisius yang menghalalkan kalau orang lain yang ditimpa kesusahan itu,
pertarungan dua tokoh kelas satu dunia jianghu habisi hidupnya, sudah benar kan? Lalu, kenapa ada segala cara, yang akhirnya juga harus mengalami bagaimana kita melihatnya? Bukankah kita
(dunia persilatan). Ming tak bermaksud mencelakai yang iseng sok ikut campur?” Ming masih berucap nasib tragis dicopot dari jabatannya.” menghibur dan memotivasi orang itu agar tidak
Wu Wo, sedang Wu Wo hanya berkeinginan mendekati dengan ketus. terlalu bersedih hati, lalu kenapa kita tidak bisa
kakek tua di tepi jeram, namun dari gerakan dorong Hati Wu Wo tercekat, ternyata dua orang senior menghibur dan memberi cinta kasih bagi diri
mendorong yang sederhana itu, mereka berdua “Memang benar, yang membelenggu kita adalah di hadapannya ini adalah tokoh-tokoh kelas atas sendiri kala dirundung kesusahan?”
menyadari bahwa lawan yang dihadapi bukan kita sendiri. Tapi Paman Cai, alih-alih melepaskan istana. “Mohon Anda berdua berkenan menerima
sembarang orang. ikatan, bunuh diri itu justru tambah bikin ruwet. hormat dari saya, Wu Wo.” Wu Wo berucap sambil “Sebaliknya, kalau lagi gembira, juga jangan
Bukan mengakhiri, tapi melarikan diri dari masalah. beranjali. dibesar-besarkan agar tidak membuat orang lain
Ming yang selama ini tidak menemukan lawan Buah karma buruk tetap akan kita tuai di kehidupan sirik. Kita harus berusaha untuk selalu berada
yang berimbang, jadi merasa tertantang untuk akan datang, ditambah dengan bunganya. Pun itu “Wu Wo? Sungguh merupakan kehormatan dapat di jalan tengah,” seorang nenek yang duduk di
menjajaki kemampuan kungfu Wu Wo. Pada awalnya tidak memadamkan kebencian dari orang-orang bertatap muka dengan penyelamat kaisar.” Ming dan belakang Ming menambahkan. “Benar, itulah jalan
pertarungan itu berjalan imbang dan alot, namun yang kita rugikan. Untuk memadamkan kebencian Cai sempat terkejut juga mendengar nama Wu Wo. bahagia yang pertama. Kalau mampu menerapkan
tak lama kemudian terlihat Wu Wo dengan toyanya dan menebus kesalahan, kita harus membantu Mereka serempak memberi penghormatan balasan. jalan pertama ini, beban ketidakbahagiaan akan
berada di bawah angin. Ming ternyata mempunyai orang-orang yang kita rugikan dengan berlandaskan Sebagai petinggi istana, sudah tentu mereka berdua berkurang drastis.” Cai tampak mengangguk
teknis kungfu pertarungan jarak dekat yang sangat cinta kasih, welas asih dan kebijaksanaan. Kita mengetahui peristiwa penculikan kaisar di Gunung membenarkan.
lihai. Keringat membasahi pelupuk wajah Wu Wo harus memperbaiki kerusakan yang kita sebabkan, Tiantai beberapa waktu silam. Orang-orang yang
yang tetap berusaha bersikap tenang. Tak terduga di bukannya melarikan diri. Paman, saya yang muda mengerumuni mereka bertiga mulai ribut berbisik, “Jalan kedua, orang lain adalah diri kita. Begitu
Jeram Surga ini berdiam seorang tokoh jianghu yang bukannya bermaksud menggurui, tapi memang meski mereka berusaha berbisik tanpa ribut-ribut. pula kala orang lain dalam kesusahan, bayangkan
kemampuannya tak di bawah guru Wu Wo, Bhiksu demikianlah ajaran luhur Buddha, seperti yang bagaimana kalau kita yang mengalaminya? Kita
Wu Zhuo. saya dengar dari guru saya tercinta, Bhiksu Wu “Ya, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang harus bersimpati dan berempati, tebarkan welas
Zhuo.” Wu Wo menutup penjelasannya dengan kedua Laoqianbei tampaknya kurang begitu bahagia. asih, serta berikan bantuan secara bijaksana untuk
Tapi kondisi berat sebelah itu tak berlangsung beranjali di depan dada. Sebenarnya kebahagiaan itu tidak perlu dikejar atau mengurangi bebannya. Dia senang, kitapun juga
lama, stamina Wu Wo yang masih muda berhasil dicari, dia lebih merupakan kemampuan, tepatnya bahagia.” “Ming telah memberikan contoh selama
meredam serangan-serangan gencar Ming. Ming yang “Wu Zhuo? Kau bilang Bhiksu Wu Zhuo itu kemampuan untuk menyadari bahwa bahagia itu setahun ini,” masih nenek itu yang menyambung.
sadar kedodoran stamina kini justru melancarkan gurumu? Pantas saja begitu muda sudah lihai sebenarnya ada di sekitar kita,” Wu Wo kembali ke Wu Wo sekilas menatap Ming. “Kecuali pagi ini
jurus-jurus mematikan agar dapat secepatnya sekali,” nada ketus Ming mulai lenyap. topik semula. agak berbeda.”
mengakhiri pertarungan. Saat itulah terdengar
teriakan membahana. “Saya yang muda ini masih harus belajar “Sebagai seorang petinggi yang menghalalkan “Jalan ketiga, orang lain adalah orang lain. Ini
banyak dari Paman Ming.” Ini bukan merendah, segala cara demi kepentingan diri sendiri, bahkan adalah konsep menghormati dan menghargai orang
“Lao Ming, ini urusan antara kita berdua, tak ada tapi memang demikian kenyataannya, kungfu Wu tahun lalu sempat menodai nama baik Ming, boleh lain. Kalau melihat orang lain bahagia, jangan
hubungannya dengan pemuda ini.” Lelaki tua itu Wo masih setingkat di bawah Ming. dibilang saya tak pernah menemukan kebahagiaan. menjadi sirik, itu adalah buah dari karma baiknya.
tak tahu sejak kapan telah berdiri di dekat medan Anak muda, tolong jelaskan lebih lanjut,” Cai Merampas atau menghancurkan kebahagiaan
pertarungan. Tanpa dikomando, Ming dan Wu Wo “Anak muda, tidak heran kalau kau kewalahan berucap lirih. orang lain hanya akan menyeret pada penderitaan
bersamaan menghentikan pertarungan mereka. menghadapi Lao Ming ini, karena dia adalah ...” yang lebih dalam. Pun, melihat orang lain berbuat
“Izinkan saya berbagi tentang konsep empat bajik, kita juga harus bersenang hati, kebajikan
“Anak muda, terima kasih atas perhatianmu. Ini “Jangan ungkit-ungkit masa lalu!” Bentak jalan bahagia. Agar diri sendiri bahagia, juga agar itu bukan hanya hak paten kita seorang diri. Bila
adalah urusan antara saya dan Ming Shi Shui,” lelaki Ming. orang lain bahagia, jalan pertama, anggap bahwa semua orang berbuat bajik maka dunia ini akan
tua itu mengawali percakapan, “saya dahulu telah diri kita adalah orang lain. Waktu kita mengalami menjadi lebih baik dan lebih bahagia.”
banyak berbuat tidak benar. Hanya kematianlah “He .. he .., aku yang tua ini sudah siap melangkah hal-hal yang tidak menyenangkan, benarkah dunia
yang dapat menebus semua itu.” meninggalkan dunia fana ini, apa yang perlu ini akan runtuh? Tidak kan!? Orang lain justru tak “Jalan keempat, diri kita adalah diri kita. Ini
disembunyikan? Mantan kepala pasukan pengaman habis pikir mengapa kita begitu bersedih. Itu karena adalah yang terakhir dan tertinggi dari empat
“Laoqianbei (generasi senior) ...” istana pulang kampung menjadi sukarelawan kita sendiri yang secara semu terlalu membesar- jalan bahagia. Masalah kita haruslah kita sendiri
besarkan penderitaan kita. yang menyelesaikannya, dengan demikian barulah
“Dengan orang macam ini tak perlu terlalu batin kita dapat berkembang lebih dewasa. Harus
menghormat, langsung saja sebut namanya, Cai Se Dalam sebuah pertandingan, kadangkala penonton berani menghadapi masalah, menerimanya,
(Harta – Rupa),” Ming memutus dengan ucapan yang lebih bisa berpikir jernih dan tenang dibanding menyelesaikannya lalu melepaskannya, jangan
ketus. pemain. Mereka yang menjadi juara sejati adalah terus menyimpannya di hati, demikianlah hati
orang-orang yang bisa melepas beban psikologi. dan pikiran akan menjadi tenang. Siapa mengikat,
“Paman Cai, pernahkah mendengar gong-an Chan Salah satu cara efektif melepas beban psikologi dialah yang melepas. Jalan pembebasan bergantung
- siapa yang bisa melepas ikatan yang membelenggu atas penderitaan kita adalah dengan berganti sudut pada kita sendiri, bukan pada makhluk lain. Jalan
kita?” Wu Wo berganti memakai panggilan Paman. pandang, lihatlah dari kacamata orang lain, ternyata keempat ini juga merupakan ajaran tertinggi
permasalahan yang kita hadapi tidak serumit yang yang mengingatkan kita untuk selalu sadar dan
“Siapa yang mengikat, dialah yang melepas ...,” kita bayangkan sebelumnya. waspada.

80 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 81


80 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 81
FIKSI BUDDHIS

Berapa banyak di antara kita yang mampu hidup Keseimbangan batin adalah senantiasa waspada
menjadi dirinya sendiri? Berapa banyak orang yang berada di Jalan Tengah. Selalu berusaha melakukan
pikiran, ucapan dan perbuatannya tidak terseret oleh kebajikan demi kebahagiaan semua makhluk,
hal-hal eksternal? Satu ketika demi harta (Cai), satu tegar menerima buah karma buruk, tidak terlena
ketika lagi demi nafsu seksual (Se), sesaat kemudian dalam buah karma baik, menjauhkan diri dari
demi nama (Ming), lalu keinginan makan makanan keserakahan, kebencian dan kebodohan batin,
lezat (Shi), juga kenikmatan tidur (Shui). Ternyata inilah yang dinamakan melakoni hidup sebagai
selama hidup kita tidak pernah menjadi tuan bagi tuan bagi diri sendiri.” Kali ini Wu Wo benar-benar
diri sendiri, karena itulah tak pernah berhasil mengakhiri penjelasannya.
menemukan kebahagiaan.” Wu Wo mengakhiri
penjelasannya dengan beranjali. Giliran nenek tua yang berkata, “Ada yang
mengatakan bahwa bahagia itu bukan memiliki
“Benar-benar mempesona, ternyata benar banyak harta, ada pula yang mengatakan bahagia
bahagia itu tak perlu dicari-cari, cukup dilakukan dan itu adalah mengurangi nafsu keinginan, tetapi dari
disadari. Kalau saja semua orang bisa melaksanakan penjelasan saudara muda Wu Wo tadi, ternyata
empat jalan bahagia ini, masyarakat berbudi luhur, bahagia itu adalah bisa menerima apa adanya dan
santun, welas asih dan bahagia bukan lagi impian. membantu membahagiakan makhluk lain. Bahagia
Apakah ini ajaran Buddha?” Lagi-lagi nenek itu yang bukan berarti menolak kekayaan, juga bukan tidak
berucap. boleh ada keinginan, tetapi kalau beroleh rezeki
ya boleh-boleh saja, tidak ada pun juga tidak apa-
“Sebenarnya apa yang kita bicarakan tadi apa.”
merupakan penerapan salah satu ajaran Buddha
yang dinamakan Empat Perbuatan Luhur, disebut Senyum kebahagiaan tampak menghiasi setiap
juga Empat Hati Tak Terbatas, karena tak ada lagi wajah para pendengar. Sesaat kemudian Cai Se
batasan ataupun hambatan dalam penerapannya, dan Ming Shi Shui terlihat saling berangkulan.
baik batasan negara, bangsa, agama, status sosial Kebodohan batin dan kebencian di antara mereka
ataupun jenis kelamin. Karena keluhurannya maka selama ini mencair, menguap dan lenyap terhembus
disebut juga Brahma Vihara, yang artinya dengan angin empat jalan bahagia.
berlatih empat hal ini maka akan terlahir di alam
Brahma Rupa. Keempatnya adalah Cinta Kasih (Ci Malam hari itu juga Wu Wo mengutarakan
– Maitri), Welas Asih (Bei – Karuna), Suka Cita (Xi keinginan memohon bantuan kaisar mengingatkan
– Mudita) dan Keseimbangan Batin (She – Upeksha). raja Fotaguo (Negeri Ribuan Pagoda) agar kembali
ke Jalan Dharma tidak melakukan perbuatan amoral
Cinta kasih bertujuan agar orang atau makhluk terhadap rakyat maupun para anggota Sangha
lain berbahagia. Tetapi sangat tidak mudah bagi di negeri itu. Meski tidak lagi menjabat sebagai
mereka yang tidak berbahagia untuk membahagiakan menteri kerajaan namun Cai Se menyanggupi
orang lain, karena itu kita harus lebih dulu berlatih untuk membantu maksud mulia Wu Wo itu, pun
membahagiakan diri sendiri. Tetapi kalau saat kita berjanji mengembalikan nama baik Ming Shi Shui
berbahagia justru melupakan makhluk lain, ini juga di mata kaisar.
tidak bisa disebut sebagai cinta kasih. Sebab itu,
awal dari cinta kasih adalah menanamkan konsep Tiga hari kemudian mereka bertiga berangkat
bahwa diri kita adalah orang lain, bagaimana menuju ibu kota.
cara membahagiakan orang lain, tetapi untuk itu
sebelumnya harus bisa memberikan cinta kasih bagi
diri sendiri.

Welas asih adalah membebaskan orang atau


makhluk lain dari penderitaan. Menganggap orang
lain sebagai diri kita, bukankah ini jalan welas asih?

Suka cita adalah ikut merasakan kegembiraan atas


kebajikan yang dilakukan orang lain, pun bergembira
melihat kesuksesan ataupun kebahagiaan orang lain.
Inilah makna jalan bahagia ketiga: orang lain adalah
orang lain.

82 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 83


82 / SINAR DHARMA
KISAH CHAN JEJAK AGUNG

Baizhang (720-814), Master Chan semasa Dinasti di dalam cermin. Angsa liar telah terbang berlalu,
Tang, bermarga asli Wang, semenjak kecil telah namun dalam benak pikiran Baizhang masih melekat
menjalani kehidupan tanpa rumah. Beliau belajar dan menyisakan bayangan angsa liar.
Chan dari Master Mazhu (Daoyi). Setelah mencapai
pencerahan, beliau menetap di Gunung Baizhang Demikian pula hati dan pikiran kita, setiap
(sekarang di wilayah Kecamatan Fengxin, Propinsi saat melekat pada yang telah berlalu, belum tiba
Jiangxi, Tiongkok), sebab itu beliau dikenal sebagai ataupun yang tidak nyata. Pencerahan Baizhang
“Baizhang Huaihai”. Tata tertib Institusi Chan yang menyadarkan kita untuk berani belajar ‘melepas’.
beliau tetapkan, di kemudian hari dikenal sebagai Melepas apa? Melepas nafsu keserakahan, emosi
“Baizhang Qinggui” – Tata Tertib Murni Baizhang. kebencian dan pikiran kebodohan.
Baizhang juga dikenal dengan semboyan beliau:
sehari tidak bekerja, sehari tidak makan.

Suatu hari ketika Baizhang mengiringi Mazhu


Daoyi, mereka melihat sekelompok angsa liar sedang
terbang. Master Mazhu bertanya, “Apa itu?” Baizhang
menjawab, “Angsa liar.”

Mazhu bertanya lagi, “Pergi ke mana?” Baizhang


menjawab, “Sudah terbang pergi.”

Mazhu menjepit hidung Baizhang. Baizhang


berteriak kesakitan. Mazhu lalu berkata, “Masih
bilang terbang pergi?” Baizhang seketika itu juga
mengalami pencerahan.

Mengatakan angsa liar terbang pergi, itu tidak


salah, namun yang menjadi permasalahan adalah
pikiran Baizhang juga ikut “terbang menjauh”. Rasa
sakit di hidung karena jepitan jari tangan Mazhu
menyadarkan Baizhang, itulah ‘saat ini’. Saat ini
adalah yang paling nyata, paling penting dan paling Sekilas Master Kumarajiva
berarti. Jauh sebelum abad ke 5 Masehi, ratusan kitab Buddha mengalami titik balik bagi kemajuannya di
suci agama Buddha telah dialihbahasakan ke dalam Tiongkok. Bagi orang yang telah sering membaca
Kisah Chan (Gong-an) ini mengajarkan: 1, ‘saat bahasa Tionghoa. Namun pada masa-masa itu kitab suci Mahayana, nama tokoh ini tidak asing
ini’ adalah yang paling penting; 2, bila berubah maka makna sejati Buddha Dharma masih belum benar- lagi, dialah, Kumarajiva.
sudah menjadi ‘masa lalu’; 3, bila tidak berubah, benar terserap secara signifikan bagi perkembangan Kumarajiva, lahir pada tahun 343 Masehi (ada
itu tidaklah mungkin karena demikianlah proses Buddhisme di Tiongkok. Hasil setiap terjemahan juga yang menyebut tahun 344 M), adalah Master
anicca, segala yang berkondisi di alam semesta ini belum merefleksikan makna ajaran Buddha Tripitaka terkemuka pada era antara Dinasti Jin-
senantiasa berubah. secara tepat karena sistem transliterasinya masih Timur di Tiongkok Selatan hingga Qin-Belakangan
banyak mengadopsi dari terminologi Taoisme dan di Tiongkok Utara. Beliau merupakan salah satu
Tiga hal di atas menyadarkan kita bagaimana Konfusianisme. Dengan kata lain, pemaknaan Dharma tokoh besar penerjemah kitab suci Buddha bahasa
harus menjaga hati dan pikiran ini. Ibaratnya sebuah yang diinterpretasikan melalui sudut pandang Tionghoa yang sejajar dengan Paramartha (499-
cermin yang hanya menampakkan bayangan benda Taoisme/Konfusianisme masih sangat kental. Namun 569), Xuanzang (sekitar 600-664), Amoghasiddhi
yang berada di depannya, ketika benda itu berlalu, sistem itu kemudian mengalami perubahan drastis (705-774) dan Yijing (635-713).
tak ada lagi tersisa sedikitpun bayangan benda itu setelah kedatangan seorang tokoh besar yang dengan Ditilik dari proses pembelajaran Dharma, pada
kepiawaiannya merestrukturisasi dan mereformasi awalnya Kumarajiva adalah seorang praktisi tradisi
sistem penerjemahan hingga menjadikan agama Sarvastivada, kemudian beralih ke tradisi Mahayana

84 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 85


84 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 85
JEJAK AGUNG JEJAK AGUNG

konstelasi utara) segera memapahnya. Pada kebijaksanaan...” Demikianlah ramalan ini diucapkan Mati atau Menjadi Bhiksuni
kesempatan itu Daoxuan bertanya, “Mengapa hingga membuat Raja Fujian menjadi sangat ambisius Tak lama setelah kelahiran Kumarajiva,
para umat senang membaca Sutra hasil untuk mendapatkan pusaka berikutnya, Kumarajiva. Sang ibu, Jiva, malah ingin menjadi bhiksuni.
terjemahan Master Kumarajiva?” Cuma saja, Fujian mati terbunuh sebelum sempat Namun keinginan ini ditentang oleh Kumarayana.
Sang dewa menjawab, “Master Kumarajiva bertemu dengan Kumarajiva. Tiga tahun kemudian Jiva melahirkan putra ke-
adalah penerjemah kitab suci dari tujuh 2. Suatu saat ketika meninggalkan istana, Jiva
Buddha masa lalu – Sutra yang diwejangkan Keluarga yang Luar Biasa melihat setumpukan tengkorak di lokasi makam
oleh tujuh Buddha diterjemahkan oleh beliau Kumarajiva berasal dari keluarga aristokrat. tak terurus, ini semakin menguatkan tekadnya
– karena dalam setiap kehidupan beliau selalu Ayah beliau, Kumarayana, adalah putra seorang untuk menjadi bhiksuni. Tetapi Kumarayana mati-
berikrar: ‘Bila ada Buddha muncul di dunia, perdana menteri sebuah kerajaan di India. matian menentangnya. Sangat ironis! Pada awalnya
saya akan datang menerjemahkan Kitab Suci!’ Kumarayana yang seharusnya mewarisi jabatan Kumarayana seorang bhiksu yang dipaksa menikahi
Selama munculnya tujuh Buddha dari masa lalu perdana menteri menurut adat waktu itu, justru Jiva, kini justru Kumarayana yang menentang Jiva
hingga saat ini, Kumarajiva selalu menjadi guru memilih kehidupan monastik untuk menjadi menjadi bhiksuni.
penerjemah Kitab Suci. Karena itu, Kitab Suci bhiksu. Demi tugas menyebarkan Buddha Dharma, Tekad yang teguh mendorong Jiva
yang diterjemahkan beliau tidak memiliki sedikit Kumarayana meninggalkan India menuju Kerajaan melakukan aksi mogok makan dan minum demi
kesalahan pun.” Kucha (sekarang wilayah Xinjiang, Tiongkok). tercapainya tujuan mulia. Menginjak hari ke-
[Tujuh Buddha yang dimaksud adalah Buddha Setelah tiba di kerajaan yang terletak di 6, hati Kumarayana akhirnya luluh. Tak lama
Vipasyin, Sikhin, Visvabhu, Krakucchanda, Asia Tengah ini, adik perempuan Raja Kucha, yakni setelah menjadi bhiksuni, Jiva mencapai kesucian
Kanahamuni, Kasyapa dan Sakyamuni.] Putri Jiva, langsung jatuh hati pada Kumarayana Srotapanna.
Begitu tinggi reputasi Kumarajiva, bahkan pada pandangan pertama. Raja Kucha lalu memaksa
dikisahkan juga bahwa para penguasa pun Kumarayana menanggalkan jubah untuk menikahi Mengikuti Jejak Sang Ibu
rela menggerakkan ribuan pasukan untuk adiknya. Tahun 350, Kumarajiva yang baru
mendapatkan beliau. berusia 7 tahun mengikuti jejak sang ibu, ia
Anak Bijaksana dalam Kandungan menjadi sramanera. Dua tahun kemudian ibunya
Ramalan Tentang Tokoh Bijaksana dari Saat mengandung Kumarajiva, sang ibu membawanya ke Kashmir dan belajar di bawah
India mengalami hal yang ajaib. Berubah menjadi lebih bimbingan Bhiksu Bhandhudatta, guru ternama
Mengapa para penguasa begitu haus cerdas, dengan cepat memahami Buddha Dharma, dari tradisi Sarvastivada. Kumarajiva mempelajari
mendalami filosofi Madhyamika dari Nagarjuna. mendapatkan Kumarajiva? Sebelumnya kita perlu mampu berbahasa Sansekerta, pun tangkas berdebat Sutra Agama (Dirghagama, Madhyamagama,
Lahirnya tradisi Sanlun (Tiga Shastra), Tiantai, Jingtu memahami secara singkat gambaran sejarah dalam Buddha Dharma. Samyuktagama). Di Kashmir ini Kumarajiva
(Tanah Murni), bahkan Chan (Zen) di Tiongkok, tak agama Buddha dan peta politik Tiongkok pada Seorang Arhat (Arahat) di masa itu memenangkan perdebatan dengan para tokoh
terlepas dari kontribusi Kumarajiva yang mana Sutra akhir abad ke-3 Masehi hingga abad ke-5. Pada mengatakan bahwa anak dalam kandungan Jiva agama non-Buddhis.
dan Shastra (Sastra) acuan beberapa tradisi itu masa-masa ini, Tiongkok menghadapi periode pasti adalah seorang yang sangat bijaksana seperti
merupakan hasil terjemahan beliau. yang penuh gejolak. Setelah kematian Kaisar halnya Sariputra yang saat masih dalam kandungan Mempelajari Tradisi Mahayana
Jin Wudi (290 M), Dinasti Jin-Barat memasuki membantu meningkatkan kebijaksanaan sang ibu. Tahun 355, dalam perjalanan pulang
Lidah Tetap Utuh Setelah Kremasi masa gelap. Berbagai pemberontakan muncul
Sebagai seorang guru dan penerjemah kitab suci, di mana-mana. Wilayah utara Tiongkok pun
kemampuan Kumarajiva menempati reputasi yang terpecah menjadi 16 kerajaan. Lantas, di antara
tinggi. Di samping karena fakta dunia cendekiawan 16 kerajaan ini, terdapat kerajaan yang wilayah
Buddhis lebih banyak menggunakan acuan kekuasaan dan pengaruhnya cukup besar, seperti
terjemahan beliau, terdapat satu kejadian unik yang Zhao-Belakangan, Qin-Awal, Qin-Belakangan
mencerminkan kejeniusan Kumarajiva bukan tanpa dan Liang-Utara. Di kerajaan-kerajaan inilah,
alasan. Saat menjelang kemangkatannya (413), di agama Buddha mendapat sokongan yang cukup
hadapan para siswa, beliau berkata, “Dengan segala besar dari para penguasanya. Penguasa Qin-
ketulusan, saya berikrar: bila Sutra dan Sastra yang Belakangan, yakni Raja Fujian adalah salah satu
saya terjemahkan benar-benar sesuai dengan makna contoh dari raja yang sangat menghargai para
sejati Buddha, maka setelah tubuh saya diperabukan, bhiksu dan cendekiawan bijak bagaikan pusaka
lidah saya tidak akan hancur!” Alhasil, ternyata kerajaan. Tahun 378 M, Fujian mengerahkan
setelah dikremasikan, lidah Kumarajiva tetap utuh pasukan menaklukkan kota Xiangyang demi
bahkan tampak merah berkilau. memboyong pusaka Buddhis, Master Dao-an –
Lebih-lebih lagi, Kumarajiva juga diyakini sebagai pencetus marga Shi (Sakya) bagi bhiksu Tiongkok,
penerjemah Kitab Suci dari tujuh Buddha masa ke ibukota Chang’an.
lalu. Dikisahkan pada masa Dinasti Tang, Master Suatu ketika, seorang ahli perbintangan
Daoxuan, seorang praktisi Vinaya (tradisi Lu) di berkata kepada Raja Fujian: “Di India sekarang
Gunung Zhongnan, menerima persembahan makanan ini terdapat seorang maha bijaksana yang kelak
setiap hari dari para dewa karena keteguhannya akan datang ke Zhendan (Tiongkok) untuk
mempraktikkan Vinaya. Suatu ketika Daoxuan yang melindungi Zhendan. Orang maha bijaksana
telah berusia lanjut tiba-tiba terjatuh. Putra Dewa ini adalah Kumarajiva. Di India, orang-orang
Vaisravana (satu dari Empat Maha Raja Dewa di sangat menghormatinya karena ia memiliki
86 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 87
86 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 87
JEJAK AGUNG JEJAK AGUNG

kembali ke Kucha, Kumarajiva dan sebelumnya Bhandhudatta menjadi Luguang juga meninggal, dan terjadilah orang dayang istana. Bila pernikahan
ibunya berjumpa dengan seorang guru Kumarajiva mengajarkan perebutan kekuasaan hingga akhirnya semasa Luguang adalah penghinaan,
Arhat di wilayah Kerajaan Kushan tradisi Sarvastivada, kini Kumarajiva Lulong menjadi raja. Di tahun 401 M, maka pernikahan kali ini adalah
(Asia Tengah). Arhat itu mengatakan menjadi guru Bhandhudatta pasukan Yaoxing berhasil menaklukkan bentuk penghormatan. Menghadapi
bahwa Kumarajiva akan berjasa mengajarkan tradisi Mahayana. Raja Lulong, dan Kumarajiva akhirnya kenyataan ini, Kumarajiva berucap,
mengembangkan Buddha Dharma Inilah kebesaran jiwa penerapan diboyong ke Chang-an yang mana “Saya sering merasa ada dua orang
bila hingga usia 35 tahun tidak anatta yang diteladankan oleh dua pada saat itu usianya telah menginjak anak berdiri di atas pundak saya
melanggar Sila. guru mulia bagi kita semua. 58 tahun. Berakhirlah sudah aral menghambat pelatihan diri.” Dua
Setiba di Kashgar, Kumarajiva rintangan yang menghambat anak yang dimaksud adalah Luguang
mempelajari Abhidharmapitaka dari Penghinaan dalam Bentuk Kumarajiva menginjakkan kaki ke dan Yaoxing.
tradisi Sarvastivada dari seorang Kehidupan Perumahtangga tanah Tiongkok. Beberapa bhiksu lain juga
guru berkebangsaan Kashmir Kabar popularitas dan berkeiginan meninggalkan hidup
bernama Buddhayasa. Bukan itu reputasi Kumarajiva akhirnya Kegiatan Penerjemahan yang selibat mengikuti jejak Kumarajiva.
saja, Kumarajiva juga belajar berhembus hingga ke Tiongkok. Raja Mulia dan Akbar Suatu ketika saat makan bersama,
pengetahuan yang berasal dari India Fujian, yang kala itu menguasai Setelah menetap di ibukota Kumarajiva mengatakan, “Jika kalian
seperti: Kitab Veda, sastra, ilmu wilayah utara Tiongkok, tahun 382 Chang’an, Raja Yaoxing memperlakukan sanggup makan semangkok paku
pengobatan, kesenian, perbintangan mengirim seratus ribu pasukan di Kumarajiva dengan penuh hormat seperti saya, maka saya mengizinkan
dan ilmu meramal. bawah pimpinan Jendral Luguang dan mengangkatnya sebagai Guru kalian beristri.” Kumarajiva lalu
Suatu ketika dalam kegiatan menuju Kucha. Bukan untuk invasi, Kerajaan (Guoshi). Kumarajiva segera memakan habis semangkok paku itu.
membabarkan Dharma, Kumarajiva melainkan bermaksud mendapatkan mengorganisir kegiatan penerjemahan Melihat kejadian ini, para bhiksu itu
bertukar pandangan dengan Kumarajiva yang dianggap sebagai Kitab Suci Buddhis yang melibatkan 800 mau tidak mau membatalkan keinginan
Suryasoma, bhiksu dari Shache pusaka kerajaan. personil. Antara tahun 401-413, Beliau rendah mereka.
(Yarkand). Kumarajiva kemudian Kumarajiva menasehati berhasil menyelesaikan terjemahan
menjadi murid Suryasoma mendalami Raja Kucha untuk tidak melawan, kitab sebanyak 74 judul dengan total Petik Teratai, Jangan Ambil
Sunyavada dari Nagarjuna yang namun tak digubris. Perlawanan 384 jilid. Lumpur Bau
merupakan tradisi Mahayana. dari Raja Kucha dan koalisi kerajaan Beberapa Sutra terjemahan Sesungguhnya batin
disekitarnya berhasil dipatahkan beliau yang tidak asing bagi kita adalah Kumarajiva juga sangat menderita atas
Guru adalah Murid, Murid adalah Luguang. Luguang yang tidak Sutra Intan, Sutra Saddharmapundarika, berlangsungnya dua kali pernikahan
Guru mempercayai Buddha Dharma sangat Sutra Amitabha, Sutra Vimalakirti, paksaan yang dilakukan beliau. Oleh
Ketika Kumarajiva dan ibunya tidak menghormati Kumarajiva. Sutra Brahmajala (Sila Bodhisattva), karena itu beliau menasihati para
melanjutkan perjalanan hingga Ia bahkan memaksa Kumarajiva Sutra Maitreyavyakarana, Sutra murid agar dalam dunia yang keruh
ke Turfan, Raja Kucha mengirim menikahi putri raja Kucha. Demi Shurangama-samadhi, Sutra ini “memetik teratai, tapi jangan
utusan menjemput mereka kembali merealisasikan tujuan mulia menuju Prajnaparamita, Shastra Madhyamaka, mengambil lumpur yang bau”.
ke Kucha. Tahun 363, datanglah Tiongkok, Kumarajiva bersabar Shastra Shatika, Mahaprajnaparamita Kisah hidup Kumarajiva sangat
seorang bhiksu dari Kashmir bernama diri mengikuti kehendak Luguang. Upadesha, Riwayat Nagarjuna, mengiris hati. Demi menggenapi
Vimalaksa, praktisi Vinayapitaka Saat peristiwa pelanggaran Sila ini Riwayat Asvaghosa, Vinayapitaka ikrar sebagai penerjemah beliau
tradisi Sarvastivada. Kumarajiva terjadi, Kumarajiva telah melampaui Sarvastivada (Ten Category Vinaya) harus melampaui banyak aral
ditahbiskan menjadi bhiksu penuh usia 35 tahun. dan Sutra Agama. rintangan. Karena beliaulah maka
dan menjalankan Vinaya di bawah Tahun 385, Kerajaan Qin- Selain menggores tinta jatuh korban di negeri Kucha; demi
bimbingan Vimalaksa. Kelak setelah Awal runtuh setelah Sang Raja intan dalam Sutra bahasa Tionghoa, misi mulia penerjemahan Sutra dan
menetap di Chang-an, Tiongkok, - Fujian - terbunuh dalam kudeta Kumarajiva juga mencetak beberapa perkembangan Buddha Dharma, beliau
Kumarajiva mengundang Vimalaksa yang dilancarkan oleh Yaochang, lalu murid kenamaan, antara lain: dipaksa oleh situasi untuk menodai
untuk bersama-sama mengajar berdirilah Kerajaan Qin-Belakangan. Daosheng, Sengzhao, Daorong dan Vinaya kebhiksuan. Namun semua
dan menerjemahkan Vinayapitaka Di pihak Jenderal Luguang sendiri, Sengrui. Master Huiyan - patriak pengorbanan itu akhirnya melahirkan
Sarvastivada. karena mengetahui kabar jatuhnya pertama mazhab Jingtu – yang terjemahan yang membangkitkan
Tidak lama setelah itu, kekuasaan Fujian, maka dia sendiri menetap di Gunung Lu juga sering Buddha Dharma pasca era kemusnahan
sang ibu meninggalkan Kumarajiva kemudian memproklamirkan diri mengutus siswanya untuk belajar pada di India.
menuju India dan pada akhirnya sebagai raja di Liangzhou. Saat itu Kumarajiva, dan Huiyan sendiri juga Bagaimana kita harus membalas
mencapai kesucian Anagami. Bila Luguang mengangkat Kumarajiva sering berdiskusi dengan Kumarajiva budi dan meneladani jejak agung
sang ibu berjodoh dengan India, sebagai penasehat. Di pihak Raja melalui surat. Kumarajiva ini? Seperti yang
maka Kumarajiva berjodoh dengan Yaochang, beliau juga mengirim dianjurkan alm. Master Hsuan Hua
Tiongkok. utusan untuk mengundang Penghormatan dalam Bentuk (City of Ten Thousand Buddhas): kita
Suatu hari datanglah Kumarajiva, namun permintaan ini Kehidupan Perumahtangga harus berikrar untuk mengembangkan
Bhandhudatta, guru Kumarajiva ditolak oleh Luguang. Raja Yaoxing merasa sayang Buddha Dharma, juga menerjemahkan
semasa di Kashmir.Akhirnya hubungan Tahun 394 M, Yaochang jika Kumarajiva yang sangat bijaksana Kitab Suci, sebagai bentuk
guru dan murid itu berbalik menjadi meninggal dan digantikan putranya, tidak memiliki keturunan, sebab itu ia pelestarian semangat Master Tripitaka
hubungan murid dan guru. Bila Yaoxing. Sedangkan tahun 399 M, menginginkan Kumarajiva menikahi 10 Kumarajiva!

88 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 89


88 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 89
BERPIKIR CARA BUDDHIS BERPIKIR CARA BUDDHIS

Dalam keseharian, pikiran ini kita lepaskan


Begitu banyak kesalahan pandangan dalam sendirian dan tidak pernah diperhatikan. Seperti
kehidupan manusia. Seperti yang dikatakan oleh seorang anak yang tidak pernah diperhatikan,
Buddha Gautama bahwa “pikiran adalah pelopor”, pikiran akan mencari teman yang bisa mengisi
semua hal dalam kehidupan kita akan mengikuti apa kesepiannya. Celakanya, teman-teman yang
yang kita pikirkan seperti roda pedati yang mengikuti dipilihnya adalah Geng 3 kekotoran batin yaitu
langkah kaki sapi penariknya ke manapun dia pergi. kebencian, keserakahan, dan pandangan salah.
Demikian juga dengan kehidupan kita. Pikiran kita Karena pikiran berteman dengan kelompok geng
Bila diperhatikan, kita akan melihat bahwa Lalu apa bedanya cerita dalam film dengan melakukan peranan penting dalam menuliskan cerita ini maka semua keputusan untuk menuliskan cerita
kehidupan manusia seperti sebuah cerita film atau kehidupan yang kita jalani secara nyata? Dalam kehidupan ini. Tetapi benarkah kehidupan ini akan kehidupan kita akan dipengaruhi oleh ketiga personel
novel yang menarik untuk disimak. Terkadang kehidupan ini telah cukup banyak situasi yang dituliskan sama seperti semua yang berada dalam geng. Karena pikiran selalu berpihak pada ketiga
ceritanya menyenangkan dan lucu, tetapi di saat kita alami, ada kegembiraan dan kesedihan, ada pikiran kita? Lalu masalahnya, kenapa seringkali personel inilah kemudian muncul banyak cerita yang
yang lain membuat kita sedih dan marah. Ketika cinta kasih dan kebencian, ada kasih sayang dan pikiran ini menuliskan cerita yang membuat diri kita mengandung kesedihan, ketakutan, kemarahan,
menonton sebuah film atau membaca sebuah kemarahan, ada kesenangan dan kesengsaraan, mengalami kesulitan dan menderita semakin dalam? dendam, kesakitan, dan lain-lain. Ketiga personel
novel, kita bisa larut terbawa dalam suasana cerita dan semua hal yang sifatnya senang dan susah. Kenapa pikiran tidak mampu menuliskan cerita yang ini akan selalu menyalahartikan kebahagiaan hidup
tersebut, seakan-akan terlibat di dalamnya padahal Demikian juga dengan cerita dalam film atau buku baik-baik saja sesuai keinginan kita? Mengapa? sebagai sesuatu yang bisa memuaskan kita, karena
saat itu kita hanya sebagai penonton atau pembaca. cerita. Hanya bedanya adalah cerita dalam film itulah kemudian muncul kebencian kita pada
Terkadang kita lebih menyenangi cerita yang atau buku cerita itu berada dalam kendali sang Bila mau jujur dan terbuka kepada diri sendiri, ketidakpuasan. Kesalahan pandangan seperti inilah
berbau kesedihan, ironi, perselisihan, dendam dan penulis. Apakah penulis akan membuat cerita maka kita akan melihat bahwa pikiran telah yang menuntun pikiran membuat keputusan yang
ketakutan, daripada cerita yang mengisahkan tentang menjadi panjang dan terus bersambung tiada melakukan tugas sesuai fungsinya. Karena sifat pikiran selalu salah dalam menuliskan cerita kehidupan
cinta kasih, perjuangan, Dhamma, semangat, dan hentinya? Ataukah hanya akan menuliskan sebuah adalah untuk menyadari sesuatu, menyerapnya ini. Tetapi karena kita tidak peduli pada pikiran
lain sebagainya. Ini semua karena kita lebih senang cerita pendek? Apakah cerita itu akan mencapai dalam bentuk kesan, lalu membedakannya, dan kita sendiri, maka pikiran juga tidak akan peduli
menikmati penderitaan orang lain, dengan demikian klimaksnya dan kemudian berakhir secara happy memberikan keputusan suka atau tidak suka pada jalannya cerita kehidupan ini. Inilah yang
akan merasa bahwa cerita kehidupan kita sendiri ending, sad ending atau sebuah ironi? Ada juga (Kesadaran-Pencerapan-Pikiran-Perasaan). Tidak ada membuat seseorang begitu sulit untuk merubah
tidak lebih buruk daripada cerita tersebut. Di sinilah beberapa penulis yang tidak memberikan solusi yang salah. Lalu kenapa pikiran selalu memilih dan cerita kehidupannya. Seakan-akan dirinya terjebak
kemudian kita menjadi terhibur. atau penyelesaian dengan membiarkan ceritanya menyenangi cerita-cerita yang berisi kemarahan, dalam peran kehidupan yang dituliskan orang lain,
mengambang tanpa arah yang jelas . kesedihan, kegelisahan dan ketakutan yang membuat padahal pada kenyataannya cerita itu ditulis oleh
Sebenarnya kehidupan kita sendiri tidak kalah diri sendiri menderita? pikirannya sendiri.
menariknya seperti cerita dalam film. Inti cerita Demikian juga dengan cerita kehidupan kita.
dalam film dan novel sebenarnya bukan hanya Apapun cerita dalam kehidupan kita, itu semua Sebenarnya kesalahan pikiran dalam hal ini
sebuah rekaan cerita yang tidak pernah ada dalam adalah cerita yang kita tulis sendiri. Tetapi adalah dia selalu berpihak kepada kebencian akan
kehidupan. Itu bukan cuma rekaan imajinasi sang masalahnya adalah kita tidak dapat mengendalikan rasa tidak menyenangkan, keserakahan akan rasa
penulis cerita, tetapi cerita kehidupan nyata yang cerita kehidupan itu dan mengarahkannya ke jalur menyenangkan, dan kesalahan pandangan bahwa
ditangkap oleh penulis sebagai sebuah persepsi atau keinginan kita. Kita masuk terlalu jauh, terlibat kepuasan akan membuat cerita kehidupan ini
kesan yang kemudian dituangkan dan dirangkum sebagai pemeran utama dan membiarkan semuanya menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Karena
dalam alur cerita yang menarik. terjadi tanpa kendali. Masalahnya adalah ketika salah berpihak, maka pikiran juga salah dalam
kita semua larut dalam cerita kehidupan, banyak menuliskan jalan cerita kehidupan kita.
kesalahan yang kita perbuat yang kemudian akan
membuat cerita kehidupan itu menjadi semakin Seringkali dalam menghadapi masalah yang
rumit dan tampak berat untuk dijalani. Mengapa tidak menyenangkan, pikiran pada umumnya akan
ini semua bisa terjadi? menanggapinya sebagai sebuah beban, penderitaan
dan ketidakpuasan. Tanggapan seperti ini akan
Pernahkah mencoba meluangkan waktu dalam membuat kita merasa masalah itu sangat berat
sehari untuk benar-benar memperhatikan apa dan menjadi menderita karenanya. Bila pikiran
yang kita tuliskan dalam cerita kehidupan kita? sudah berpihak pada ketidakpuasan, maka yang
Bila mau melihat dengan jujur apa saja yang telah bersangkutan menyelesaikan masalah hanya untuk
kita lakukan dalam kehidupan ini, maka kita akan menghilangkan rasa tidak puas yang dirasakannya.
menemukan banyak sekali kesalahan kita. Itu Tetapi bila kemudian pikiran menyadari masalah itu
adalah kesalahan yang kita lakukan tanpa kita Menyadari kondisi ini, orang yang telah sadar
sebagai sebuah tantangan, atau sebuah kenyataan
sadari, atau kesalahan yang sebenarnya tidak akan bertekad merubah dan memperbaiki kesalahan
yang harus dihadapi, maka pikiran akan mencari
kita inginkan untuk dilakukan, tetapi tetap saja yang telah terjadi. Apabila kita semua menyadari
jalan untuk menyelesaikannya, tidak lagi berusaha
kita lakukan. Pun kesalahan-kesalahan yang kita hal ini, maka sebaiknya mulai sekarang mencoba
menghindari masalah dengan menciptakan masalah
anggap sebagai sebuah ketidakberdayaan ataupun memperhatikan pikiran kita. Perlakukan dengan
baru lainnya.
sebagai sebuah kebenaran yang harus dilakukan. kasih sayang dan jangan pernah lagi ditinggalkan

90 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 91


90 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 91
BERPIKIR CARA BUDDHIS INSPIRASI

Menjelang tahun baru, aku dan suami berkunjung Suamiku yang membisu sejak awal, tiba-
ke rumah bibi. Setelah makan malam, kami beberapa tiba membuka suara, “Aku punya resep rahasia
orang mengobrol santai sambil minum teh. Tanpa menambah tinggi badan.”
disadari obrolan menyinggung permasalahan adik
sepupu – yang masih kuliah – yang minder karena Adik sepupu tertarik mendengarnya, “Apa
tinggi badan yang kurang tinggi. benar? Kalau itu menarik tulang punggung, atau
semacamnya, jangan dah, aku takut sakit.”
Adik sepupu mirip paman, pendek gemuk,
mempunyai wajah yang “membawa hokki” kalau Suamiku menjawab, “Bukan itu. Pertama,
menurut orang-orang tua. Adik sepupu menyalahkan injakkan kakimu di atas tumpukan uang yang
faktor keturunan sebagai penyebab dirinya tidak kau hasilkan, maka kau akan menjadi seorang
tinggi. Paman tampak cemberut mendengar keluhan pengusaha; dua, injakkan kakimu di atas tumpukan
adik sepupu. Sebagai seorang yang berkedudukan cinta kasihmu, berprestasi sebagai seorang
dan berpengetahuan luas, paman menunjukkan terpelajar seperti paman; tiga, injakkan kakimu
kepiawaiannya dalam berdebat dengan menyodorkan di atas tumpukan hasil karyamu, maka kau akan
bukti bahwa meski tinggi badan orang tua menjadi seorang penulis atau seniman; empat,
berpengaruh terhadap tinggi badan anak, tetapi tiup sebuah balon dan injakkan kakimu di atasnya,
pengaruhnya hanya sebesar 23%, sedang faktor gizi lalu ke mana pun selalu membohongi orang.”
berpengaruh sebesar 31%, olahraga 20%, lingkungan Paman mengacungkan ibu jari, “Luar biasa,
16% dan lain-lain 10%. Sebab itu, faktor-faktor lain benar-benar luar biasa.”
jauh lebih berpengaruh dibanding faktor keturunan.
Deretan angka-angka itu tidak membuat adik misan Adik sepupu merenung dalam kebisuan, tetapi
percaya, matanya membelalak lebar. aku tahu, sebuah arah telah terbentang jelas di
lubuk hatinya.

Diterjemahkan dari artikel Mandarin “Zeng Gao


Mi Fang”, penulis tidak jelas.
dalam kesepian tanpa teman. Arahkan pikiran agar ini. Masihkah berupa kehidupan dengan cerita
tidak lagi salah berpihak sehingga kita juga tidak lagi panjang yang penuh dendam dan kesakitan seperti
menyalahartikan kehidupan ini sebagai penderitaan yang kita alami saat ini? Ataukah cerita pendek
yang berkepanjangan yang tiada putusnya. Mulailah yang menyudahi semua cerita yang tidak baik?
menata cerita kehidupan kita sendiri dari bahan Apakah cerita yang diakhiri dengan happy ending,
cerita yang ada di lingkungan sekitar. Bersikaplah sad ending atau bahkan menciptakan sebuah ironi
kreatif dengan kehidupan kita. Janganlah dalam kehidupan kita sendiri? Atau membiarkan
memaksakan cerita yang materinya tidak ada dalam cerita kehidupan kita mengambang dan tidak jelas
kehidupan kita saat ini. Buatlah selalu cerita yang arahnya? Pikirkanlah hal ini dan komunikasikan
happy ending dalam setiap materi kehidupan yang dalam diri kita. Tanyakan apa yang kita inginkan
ada pada diri kita. Galilah pengetahuan untuk dalam kehidupan ini. Buatlah kerangka cerita
memperkaya materi dalam cerita kehidupan kita ini. untuk kehidupan yang kita inginkan dan jalankan
Teruslah mendampingi pikiran dalam menulis cerita itu. Yang terpenting adalah jauhkan pikiran kita
kehidupan agar semakin mampu menulis cerita yang dari geng kekotoran batin agar tidak lagi salah
positif dan menyenangkan, melukiskan kehidupan berpihak.
yang penuh semangat, merangkai kehidupan yang
penuh inspirasi, dan mewujudkan kehidupan yang Semoga mereka yang telah sadar mampu
bermanfaat dan bahagia . mendampingi pikirannya agar tidak lagi salah
berpihak. Semoga semua makhluk berbahagia.
Belajarlah berkomunikasi dengan pikiran, cerita
apa sebenarnya yang akan kita buat dalam kehidupan

92 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 93


92 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 93
LINTAS AGAMA LINTAS AGAMA

para pemimpin Buddha sedunia, juga menyerukan pada umat yang sempurna, atau memperoleh
Duta-Duta Besar dari 176 negara Katolik untuk mengunjungi penerangan tertinggi dengan
yang punya hubungan diplomatik sahabat-sahabat Buddhis mereka usaha sendiri atau bantuan dari
dengan Takhta Suci. dan memberikan bunga-bunga yang lebih tinggi. Demikian pula,
Pesan itu ditulis dalam bahasa pada tiga vihara yang berada di agama-agama yang lain di pelosok
Inggris dan diterjemahkan ke dalam daerah Paroki pada Hari Raya penjuru berusaha mengatasi
lebih dari 10 bahasa termasuk Waisak. Gereja Katolik di sana kegelisahan batin umat manusia
bahasa Tionghoa, Jepang, Khmer, juga mendekorasi bagian depan dalam cara-cara sesuai ajaran
Korea, Myanmar, Thailand dan gereja dengan lampu-lampu masing-masing, menganjurkan
Vietnam, selain Prancis dan Italia. yang berwarna-warni pada saat ‘banyak jalan’ yang meliputi
Monsignor Vissanu mengatakan, perayaan Waisak, tanggal 2 – 9 ajaran-ajaran, kaidah-kaidah
umat Buddha sedunia ‘selalu Mei. hidup dan ritual-ritual suci.
menghargai’ pesan tahunan ini. Bapa Thanh dan pengikutnya Gereja Katolik tidak menolak
“Mereka menanggapi serius dan juga mengunjungi Vihara Dieu Hy akan kebenaran dan kesucian
membacanya.” Kalangan Buddhis pada tanggal 9 Mei 2009 di mana dalam agama-agama ini.”
juga mengirim pesan ucapan mereka melakukan ritual doa dan Paus Benediktus XVI di
terima kasih kepada Vatikan dan makan siang yang telah disediakan Vatikan pada tahun 2006 lalu
memberi ucapan selamat pada para bhiksuni Buddhis di sana. bahkan pernah bertatap muka
berbagai hari raya Kristen. Di Venerable Tinh Hien, 29, seorang dengan Master Hsing Yun, pendiri
antaranya adalah pesan Natal yang bhiksuni dari vihara tersebut, Fo Guang Shan (Buddha Light
dikirim setiap tahun oleh Jogye berterima kasih pada Bapa Thanh Association). Master Hsing Yun
Order, organisasi Sangha yang atas bunga-bunga yang diberikan mengunjungi Basilika St. Petrus
paling besar dan paling utama oleh umat Katolik. “Kedua agama dan bertemu dengan Paus untuk
di Korea Selatan, kepada umat hidup harmonis satu sama lain,” meningkatkan kerjasama dan
Kristen dan Katolik. Pada tanggal katanya. Ke depannya, Bapa pemahaman antara umat Buddha
17 Desember 2008, Ven. Jikwan Thanh akan mengundang mereka dan umat Katolik Roma.
Ucapan selamat dari Vatikan untuk umat Buddha Monsignor itu, satu-satunya klerus asal
memberikan pesan “bersama- pada saat Hari Raya Kenaikan Di akhir pesan Waisak 2009,
sedunia pada hari raya Buddhis yang paling penting Thailand, negara dengan mayoritas umat
sama 20 juta umat Buddhis, saya Maria pada tanggal 15 Agustus. Vatikan memberikan apresiasinya
– Waisak, menekankan pentingnya umat Buddha dan Buddha, di Vatikan mengatakan: “Kami ingin
mengucapkan selamat untuk Umat Katolik dan Buddhis pada umat Buddha:
Kristen untuk bekerjasama menghadapi kemiskinan. mengungkapkan persahabatan kami dan selamat
kelahiran Yesus yang hadir di bumi di Hue telah lama bekerjasama “Sementara kami orang
Pesan Vatikan setiap tahun yang sudah berlangsung bagi sahabat-sahabat kami umat Buddha ... dan
ini oleh karena cinta kasih yang membantu memberikan dukungan Katolik merenungkan kemiskinan
14 tahun bagi penganut agama terbesar keempat di juga ingin berterima kasih kepada mereka atas
besar dan agung”. Spanduk besar material dan spiritual bagi dalam cara ini, kami juga
dunia ini, ditandatangani oleh Jean-Louis Kardinal kesaksian inspiratif yang mereka berikan tentang
ditempatkan di depan Vihara penderita AIDS maupun keluarga. memperhatikan pengalaman
Tauran dan Uskup Agung Pier Luigi Celata, masing- semangat ‘kemiskinan’ melalui ketidakmelekatan
Jogyesa, bertuliskan: “Merayakan Bich Chau, seorang bhiksuni dari spiritual anda, sahabat-sahabat
masing adalah Ketua dan Sekretaris Dewan Kepausan dan ketenangan.”
kelahiran Yesus”. Vihara Dieu Duc mengatakan umat Buddha yang terkasih. Kami
untuk Dialog Antaragama. Semangat kemiskinan ini merupakan semangat
Di tempat lain, misalnya bahwa mereka sangat bahagia ingin berterima kasih kepada
“Dalam membuat pesan ini, kami mengikutip yang diyakini oleh umat Katolik, seperti yang
Vietnam, umat Katolik juga dapat bekerjasama dengan umat kalian yang memberi kesaksian
intensi utama Bapa Suci untuk tahun ini seperti diutarakan dalam Pesan Waisak: “Seperti yang
mempererat tali persahabatan Katolik membantu fakir miskin inspiratif dari ketidakmelekatan
yang terungkap dalam Pesan Hari Perdamaian Dunia disampaikan Paus Benediktus XVI baru-baru
lintas-agama dengan memberikan dan yang membutuhkan di kota, dan ketenangan. Para bhiksu,
pada 1 Januari: memerangi kemiskinan di dunia,” ini, kemiskinan bisa dibagi dalam dua tipe yang
ucapan selamat Waisak kepada sesuai dengan pesan Waisak dari bhiksuni, dan banyak umat
catat Monsignor Andrew Vissanu Thanya-Anan, Wakil berbeda, yaitu kemiskinan ‘yang dikehendaki’
umat Buddha. Pada tanggal 9 Mei Vatikan tahun ini. awam lainnya yang berkeyakinan
Sekretaris dewan itu. dan kemiskinan ‘yang diperangi’ (Homili, 1
2009, Bapa Pierre Phan Xuan Tinh Sikap toleransi umat Katolik di antara kalian menghayati
“Kami mencatat betapa seruan Bapa Suci untuk Januari 2009). Bagi seorang Kristen, kemiskinan
melihat relik-relik Sang Buddha terhadap umat Buddhis secara kemiskinan ‘yang dikehendaki’
memerangi kemiskinan ini, sangat sesuai dengan sebagai pilihan itu merupakan kemiskinan yang
di Vihara Tang Quang Tu atas tegas dinyatakan dalam yang secara spiritual memperkaya
ajaran Buddha. Kami melihat bahwa ajaran Buddha mengijinkan orang untuk mengikuti jejak Yesus
undangan Bhiksu Tanh Hien. Relik perjanjian Nostra Aetate yang hati manusia, benar-benar
berbicara banyak tentang kemiskinan. Kami sangat Kristus. Dengan miskin, seorang Kristen pantas
ini hanya ditunjukkan pada saat dihasilkan pada Konsili Vatikan memperkaya kehidupan
memperhatikan pengalaman spiritual umat Buddha,” menerima berbagai rahmat Kristus, yang menjadi
hari penting seperti Waisak kali Kedua, berisi: dengan wawasan mendalam
jelasnya. miskin walaupun kaya demi kita agar dengan
ini. “Sekali lagi, Buddhisme tentang makna eksistensi,
Paus Benediktus XVI telah berbicara berulang kali kemiskinan-Nya kita menjadi kaya (2 Korintus 8,
Bapa Thanh, 62, mengatakan dalam berbagai bentuk, dan komitmen berkelanjutan
tentang memerangi kemiskinan tahun ini: dalam 9). Kami pahami kemiskinan semacam ini sebagai
bahwa kunjungan ini ditujukan menyadari bahwa dunia yang untuk meningkatkan kehendak
pesan dan homili untuk Hari Perdamaian Dunia, penghampaan diri, namun kami juga melihatnya
untuk mempererat solidaritas dan selalu berubah ini penuh dengan baik dari seluruh masyarakat
dalam kunjungan pertengahan Maret ke Afrika, dan sebagai penerimaan diri sebagaimana adanya,
harmoni di antara masyarakat ketidakcukupan; mengajarkan manusia. Sekali lagi izinkan kami
dalam surat pada pertemuan para pemimpin G-20 di dengan talenta dan keterbatasan.”
lokal Buddhis dan Katolik, serta sebuah jalan dengan semangat menyampaikan ucapan salam
London. Beliau agaknya akan memfokuskan lagi hal Dia mengatakan bahwa Paus menyetujui pesan
memberikan kesempatan bagi ketulusan dan keyakinan, hangat dan semoga bahagia
itu dalam ensiklik sosial pertama yang akan datang, itu sebelum dikirim kepada para Duta Besar Vatikan,
umat Katolik lokal untuk lebih yang dapat mengantar pada dalam merayakan Hari Raya
demikian Monsignor Vissanu. kantor-kantor konferensi waligereja yang berdialog
memahami ajaran Buddha. Ia pencapaian kondisi kebebasan Waisak/Hanamatsuri.” (gdlf)
dengan umat Buddha, para pejabat pemerintah,
94 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 95
94 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 95
SUDUT PUBLIK TUTUR MENULAR

SMS ANDA Kata Bijak, Ucapan, Renungan, SMS ke


081331789009 Dahulu kala ada seorang raja yang
memiliki kebiasaan unik. Setiap orang
yang bersantap dalam pesta perjamuan
sebelum saya mati, kedua mata
setiap orang yang melihat saya
membalik ikan itu harus dicungkil.”
yang diadakan raja tidak diperkenankan Raja sangat terkejut, dengan
Dengan mencari persamaan dan mengikis perbedaan Sahabat sejati ada di dalam jiwa yang penuh kasih membalik makanan yang disajikan di atas tergopoh-gopoh bersumpah bahwa
... timbullah kebijaksanaan, ketenangan, keharmonisan murni nan abadi, bukan dalam simbol yang nampak murni meja, hanya boleh makan bagian atasnya beliau tidak melihat, hanya
dan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini. (Cristi ) bila kita pandang dengan mata ini. (Sago) saja. mendengar perkataan orang lain.
Suatu kali, seorang utusan dari kerajaan Lalu Permaisuri yang berada di
Di kala kita sulit, susah dan menderita, ingat, masih Cinta kepada umat manusia tidak bisa dipisahkan asing datang ke kerajaan itu, raja dengan
banyak orang yang sulit, susah dan menderita lebih dari samping Raja juga bersumpah
dengan cinta kepada seseorang. Mencintai berarti gembira mengadakan pesta perjamuan.
yang kita rasakan. Berusaha dan terus berbuat bajik adalah mengatakan, “Saya juga tidak
berhubungan dengan bagian penting dari dirinya, sebagai Perjamuan dimulai, pelayan menyajikan
usaha terbaik mengatasi derita. (Diessy) wakil umat manusa. Cinta kepada seseorang, yang selama melihat!”
seekor ikan yang ditaburi dengan Para menteri saling
ini berbeda dengan cinta terhadap manusia, hanya
Rezeki dan panjang umur seseorang, selain dilihat dari bersifat lahiriah dan kebetulan saja; tidak mendalam.
wewangian. Utusan itu tidak tahu akan berpandangan, kemudian setiap
tekun berusaha dan sadar hidup sehat, dapat pula dinilai Bisa saja dikatakan bahwa cinta terhadap lelaki dewasa kebiasaan raja, ia lalu membalik ikan itu. orang berdiri, dengan tangan
dari berapa banyak bakti dan pahala yang dibuatnya. berbeda dari cinta terhadap anak kecil, sebab anak Para menteri kerajaan yang melihat menunjuk pada langit dan bumi
Jangan sia-siakan waktu. (Cristi) kecil memang memerlukan asuhan sementara laki-laki itu, bersama-sama berteriak dengan keras, mereka bersumpah mengatakan
dewasa tidak. Bisa juga dikatakan bahwa perbedaan “Baginda, Anda dihina! Selama ini tidak ada juga tidak melihat, dengan demikian
Manakala kita memuja kemuliaan namun tanpa ini hanya terdapat dalam hal-hal tertentu saja. Setiap raja yang menerima penghinaan seperti
mengerti hakekatnya, maka kemuliaan itu menjadi tiada mata mereka tidak akan dicungkil.
manusia membutuhkan pertolongan dan bergantung pada ini, Baginda harus segera menghukum mati
dan yang muncul hanyalah pandangan semu. (Sago) Akhirnya utusan itu berdiri
orang lain. Dan solidaritas sosial diperlukan agar terjalin orang ini!”
kerukunan antar sesama. ( kutipan dari Emily Hilburn sambil tertawa, “Kalau memang
Jika masalah datang dalam kehidupan kita, jangan Sambil menghela nafas Raja berkata tidak ada orang yang melihat saya
Sell )
berkecil hati, selalu hadapi dengan sikap yang tenang dan pada utusan itu, “Kamu dengar? Bila membalik ikan itu, ya mari kita
bijaksana, jangan biarkan masalah yang datang membuat Hubungan yang suci adalah hubungan yang tidak menghukum mati dirimu, saya bisa terus bersantap!”
kita kehilangan kendali diri dan kehilangan kegembiraan. berkesinambungan dengan semua aspek kehidupan. ditertawakan oleh para menteri. Tapi, Utusan itu pulang dengan
Adanya masalah dalam kehidupan justru memberi Karena itu Pale One memberi tujuh peringatan, yang mengingat hubungan baik negaramu dan selamat ke negara asalnya berkat
kesempatan kepada kita untuk mengasah kebijaksanaan kesemuanya itu dapat mengarah kepada kesatuan umat negara saya, sebelum dihukum mati kamu kepintarannya.
kita. (NN) manusia. Dari tujuh peringatan itu terbentuk sembilan boleh mengajukan sebuah permintaan,
kaidah yang dinamakan Aturan Hubungan yang Baik: saya pasti mengabulkannya.” (Diterjemahkan dari sebuah artikel mandarin yang
Bila malam gulita kita merenung dengan penuh 1. Sampaikanlah kebenaran. 2. Ucapkanlah hal-
kesadaran maka dalam hati akan nampak siang hari dengan Utusan itu berpikir sejenak lalu berkata, tidak diketahui penulisnya)
hal yang baik tentang orang lain. 3. Jadilah orang yang
penuh kemilau cahaya damai. (Sago) “Kalau memang demikian, saya juga tidak
dapat dipercaya dan jangan menyebar kabar burung. 4.
Singkirkan amarahmu agar terpancar keindahan dalam
bisa apa-apa. Saya hanya ingin mengajukan SD: Demikianlah cara berpikir umat awam, mereka
Pandanglah apapun dengan pengertian benar, maka dirimu. 5. Jangan sia-siakan anugerah. 6. Terimalah sebuah permintaan kecil.” hanya mengejar kepentingan diri sendiri. Sedang utusan
apapun itu tidak akan menjadikan bencana, namun pencerahan dari segala tempat, jangan membanding- Raja menjawab, “Baik, selain memohon yang pintar, lebih tepat disebut arif, bukan mengajari
menjadikan damai dan bahagia. (Sago) bandingkan, lihatlah secara seksama. 7. Hormati dan nyawamu, apapun yang kau inginkan pasti untuk membalas dendam, melainkan berfokuslah
jangan menyakiti hati semua orang. 8. Jangan membunuh akan saya kabulkan.” pada titik kelemahan orang atau permasalahan yang
Jadilah PELITA ! Kebahagiaan itu tak akan pernah habis atau mematikan pikiran dengan kemarahan yang dapat Utusan itu lalu berkata, “Saya harap kita hadapi, maka penyelesaian akan muncul dengan
untuk dibagikan... demikian pula, cahaya kebijaksanaan merusak kedamaian. 9. Lakukanlah sekarang juga; jika sendirinya.
itu tak akan pernah redup untuk menerangi semua kau tahu apa yang harus kau perbuat, lakukanlah. (
batin yang gelap agar menjadi terang... Sulutkanlah api kutipan dari Emily Hilburn Sell )
kebijaksanaan kepada semua, agar mereka dapat menjadi
lebih terang dan selalu BERBAHAGIA ~ Sammajivito~ Bekerja tidaklah harus bergerak, justru dalam diam
keheningan akan dapat banyak menghasilkan hakekat
Masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang kesuksesan. (Sago)
merupakan rangkaian proses kehidupan kita. Hanyut
olehnya tidak akan pernah menemukan pencerahan sejati.
(Sago)

Join (BEC) Buddhist Education Centre’s FACEBOOK Now


http://www.facebook.com/group.php?gid=39967647010

96 SINAR DHARMA SINAR DHARMA 97


96 / SINAR DHARMA SINAR DHARMA / 97
KAMPUS LINGUAL

jǐ yǒu néng  wù zì sī   rén suǒ néng  wù qīng zì


己 有 能, 勿 自 私, 人 所 能 , 勿 輕 訾。

wù chǎn fù   wù jiāo pín  wù yàn gù  wù xǐ xīn


勿 諂 富, 勿 驕 貧, 勿 厭 故, 勿 喜 新。

rén bù xián  wù shì jiǎo rén bù ān   wù huà rǎo


人 不 閑, 勿 事 攪, 人 不 安, 勿 話 擾。

Arti:
Diri sendiri ada kemampuan, jangan egois;
kemampuan orang lain, jangan meremehkan.
Jangan mengambil hati orang kaya, jangan
menyombong pada orang miskin; jangan
membenci yang lama, jangan menyukai yang
baru.
Orang tidak ada waktu, jangan diganggu
dengan urusan; orang tidak tenang, jangan
diganggu dengan ucapan.

Penjelasan:
Ketika kita memiliki kemampuan untuk
membantu orang lain, jangan karena ingin
mementingkan diri sendiri sehingga tidak
bersedia mengulurkan tangan. Melihat
kemampuan orang lain, kita harus memuji dan
belajar darinya, jangan malah meremehkan,
mengritik, iri atau mengoloknya.
Tidak perlu berusaha mengambil hati orang
kaya atau orang yang berkedudukan, juga
jangan menyombongkan diri di hadapan orang
tidak punya. Jangan pula karena mengenal
teman baru lalu tidak menghiraukan teman
lama. Demikian juga jangan karena ada
sesuatu yang baru kemudian menyia-nyiakan
yang lama.
Melihat orang yang sibuk, jangan
menambah atau memberi kesibukan yang
dapat mengganggunya. Bagi orang yang sedang
tidak mood atau dilanda kegelisahan, jangan
menambah bebannya dengan ucapan yang
tidak pada tempatnya.

98 SINAR DHARMA
98 / SINAR DHARMA