Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
PRAMUKA PENGGALANG

TAHUN PELAJARAN 2012-2013


PANGKALAN SMP TECHNO INSAN KAMIL
JL. AL FALAH II KELURAHAN SIDOREJO KEC.TUBAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMP TECHNO INSAN KAMIL

Mata Pelajaran

: Pramuka Penggalang

Kelas / Semester

: VII / 2

Pertemuan ke

:1

Alokasi Waktu

: 90 menit

I. Standar Kompetensi
Taat beribadah sesuai agama dan kepercaya-annya dan mampu hidup rukun dalam
keberagaman tanpa ada-nya diskriminasi.
II. Kompetensi Dasar
Dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan
mengetahui adanya perbedaan keyakinan.
III. Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU)
1. Selalu taat menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah
IV. Indikator
-

Menjalankan sholat berjamaah secara pribadi.

Menjalankan sholat berjamaah secara berjamaah.

Menggambar sketsa diri dan membuat identitas diri.

Membuat Kontrak Belajar.

V.Tujuan Pembelajaran
-

Melalui datangnya waktu sholat, siswa dapat menjalankan sholat 5 waktu secara pribadi.

Melalui datangnya waktu sholat, siswa dapat menjalankan sholat 5 waktu secara
berjamaah.

Melalui kegiatan menggambar dan menulis, siswa dapat menggambar sketsa dan
membuat identitas diri.

Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat membuat kontrak belajar dan konsekuensi jika
melanggar.

VI. Materi Ajar :


Perkenalan, menggambar sketsa dan membuat identitas diri.

VII. Metode Pembelajaran :


1. Metode ceramah
2. Metode tanya jawab.
VIII. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran :
Kegiatan Awal
Pembukaan, berdoa dan presensi.
Apersepsi dan motivasi.
Perkenalan.
Kegiatan Inti
Siswa membuat Identitas diri.
Siswa membuat sketsa diri.
Siswa bersama dengan Pembina membuat kontrak Belajar.
Siswa membuat regu.
Tiap regu membuat yel-yel.
Kegiatan Akhir
Evaluasi.
Refleksi.
Tindak lanjut.
Penutupan dan berdoa.
IX. Sumber Belajar :
-

Pembina

X. Penilaian
-

Secara tidak langsung (pengamatan)


Tuban, 01 Pebruari 2013

Mengetahui,
Majelis Pembimbing Gugus Depan

Pembina

Agus Purnawan AW, S.Si

Yus Choirul Fahmi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMP TECHNO INSAN KAMIL

Mata Pelajaran

: Pramuka

Kelas / Semester

: VII / 2

Pertemuan ke

:3

Alokasi Waktu

: 90 menit

I. Standar Kompetensi
Mampu menerimadan mendorong orang lain untuk menaati norma-norma dan nilai-nilai
yang berada di masya rakat lingkungannya.
II. Kompetensi Dasar
Menerima dan mematuhi peraturan yang di ciptakan masyarakat dengan rasa tanggung
jawab.
III. Syarat-syarat Kecakapan Umum(SKU)
12. Memahami pengertian dan pengamalan Trisatya dan Dasadarma.
IV. Indikator
-

Menjalankan ibadah sholat secara pribadi atau berjamaah.

Menyebutkan isi TriSatya

Menyebutkan Dasadarma.

Menyebutkan contoh-contoh pengamalan tri satya dan dasa darma dalam kehidupan
sehari-hari.

Menyebutkan perbuatan-perbuatan yang melanggar Trisatya dan Dasadarma.

V. Tujuan Pembelajaran
-

Melalui datangnya waktu sholat, siswa dapat menjalankan ibadah sholat secara pribadi
atau berjamaah.

Melalui penjelasan dari pembina, siswa dapat menyebutkan isi Trisatya dengan benar.

Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan Dasadarma dengan benar.

Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan contoh-contoh pengamalan


trisatya dan dasa darma dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan perbuatan-perbuatan yang


melanggar Trisatya dan Dasadarma.

VI. Materi Ajar

KODE KEHORMATAN GERAKAN PRAMUKA


Kode kehormatan di kalangan Gerakan Pramuka, terdiri atas janji (satya) yang berupa
Trisatya dan ketentuan moral (darma) berupa Dasa Dharma.
TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
mengamalkan Pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. Menepati Dasa dharma.
DASA DARMA
Di dalam Dasa Darma, ada banyak sikap hidup sehari-hari, seperti:
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
a. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing
b. Patuh dan berbakti kepada orangtua
c. Sayang kepada saudara, dsb.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
a. Menjaga kebersihan lingkungan
b. Ikut menjaga kelestarian lingkungan
c. Membantu fakir misin, anak terlantar, dan orag tua, dsb.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
a. Mengikuti upacara bendera
b. Ikut serta dalam bela Negara
c. Belajar di sekoalah dengan baik, dsb.
4. Patuh dan suka bermusyawarah
a. Patuh kepada orang tua, guru, dan pembina.
b. Berusaha mufakat dalam musyawarah
c. Tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa tanpa bermusyawarah, dsb.
5. Rela menolong dan tabah
a. Berusaha menolong orang yang terkena musibah

b. Tabah dalam menghadapi musibah dan kesulitan


c. Tidak banyak mengeluh dan tak mudah putus asa, dsb.
6. Rajin, terampil dan gembira.
a. Selalu hadir dalam pelatihan pramuka
b. Dapat membuat berbagai macam kerajianan
c. Selalu riang gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan tersebut.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
a. Tidak boros dan bersikap hidup mewah
b. Teliti dalam melakukan sesuatu
c. Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan, dsb.
8. Disiplin berani dan setia
a. Selalu menepati waktu yang ditentukan
b. Mendahulukan kewajiban dari pada hak
c. Tidak pernah ragu-ragu dalam bertindak, dsb.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
a. Menjalankan segala sesuatu dengan sikap bersungguh-sungguh
b. Tidak pernah mengecewakan orang lain
c. Bertanggung jawab dalam setiap tindakan,dsb.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
a. Berusaha untuk berkata baik dan benar dan tidak pernah berbohong
b. Tidak pernanh menyusahkan atau mengganggu orang lain.
c. Berbuat baik kepada orang tua, dsb.

Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas :


a.

SATYA PRAMUKA, merupakan janji yang diucapkan secara suka rela oleh seorang calon
anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaannya.

b.

DARMA PRAMUKA, adalah alat proses pendidikan diri yang progesif untuk
mengembangkan budi pekerti luhur juga sebagai landasan gerak Gerakan Pramuka untuk
mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramukaan yang kegiatan mendorong Pramuka
manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa
kebersamaan dan kegotong royong.
Kode kehormatan Gerakan Pramuka untuk masing-masing golongan usia itu berbeda-

beda disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota
gerakan Pramuka, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Siaga (7-10 tahun)


Penggalang (11-15 tahun)
Penegak (16-20 tahun)
Pandega (21-25 tahun)
Anggota Dewasa

VII. Metode Pembelajaran


1.

Ceramah

2.

Diskusi

3.

Tanya jawab

: janji

DWI SATYA

: Darma

DWI DARMA

: janji

TRI SATYA

: Darma

DASA DARMA

: janji

TRI SATYA

: Darma

DASA DARMA

: janji

TRI SATYA

: Darma

DASA DARMA

: janji

TRI SATYA

: Darma

DASA DARMA

VIII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan awal (Waktu: 15 menit)
Pembukaan, berdoa dan presensi.
Apersepsi dan Motivasi
PBB
Kegiatan inti (Waktu: 60 menit)
Pembina menjelaskan tentang Trisatya.
Tiap regu berdiskusi mengenai isi dari Dasadarma Pramuka.
Tiap regu berdiskusi contoh-contoh pengamalan Trisatya dan Dasadarma dalam
kehidupan sehari-hari.
Tiap regu berdiskusi tentang perbuatan-perbuatan yang melanggar Trisatya dan
Dasadarma.
Presentasi hasil diskusi.
Pembina menginstruksikan kepada siswa untuk menghafalkan Trisatya dan
Dasadarma
Kegiatan akhir (Waktu : 15 menit)
Pembina mengecek hafalan siswa dengan cara siswa mengucapkan Trisatya dan
Dasadarma tanpa melihat teks
Pembina menyimpulkan materi
Penutupan
IX.

X.

Sumber Belajar
1

Buku Boyman.

Buku saku.

Penilaian
Bentuk instrumen: SOAL
1.

Sebutkan janji Trisatya yang ke tiga!

2.

Sebutkan Dasadarma yang ke enam!

3.

Sebutkan contoh-contoh pengamalan Dasadarma yang ke enam dalam kehidupan


sehari-hari!

4.

Sebutkan perbuatan-perbuatan yang melanggar tri satya!

5.

Usia berapakah golongan penggalang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani
masing-masing anggota gerakan pramuka!

JAWAB
1.

Menepati Dasadarma

2.

Rajin, terampil dan gembira

3.

Selalu hadir dalam latihan pramuka, dapat membuat berbagai macam kerajinan, selalu
gembira setiap melakukan kegiatan

4.

Tidak melaksanakan ibadah shalat, malas tidak mau belajar, tidak mau menolong orang lain,
dll.

5.

Usia anggota penggalang 11-15 tahun


Pedoman Penilaian
Nilai = jumlah jawaban benar X 100 : 5

Tuban, 15 Pebruari 2013


Mengetahui,
Majelis Pembimbing Gugus Depan

Pembina

Agus Purnawan AW, S.Si

Yus Choirul Fahmi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMP TECHNO INSAN KAMIL

Mata Pelajaran

: Pramuka

Kelas / Semester

: VII/2

Pertemuan ke

:2

Alokasi Waktu

: 90 menit

I. Standar Kompetensi
Mampu menjelaskan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan tubuh (fisik dan
psikis), termasuk kesehatan lingkungan.
II. Kompetensi Dasar
Memiliki pengetahuan membentuk tubuh yang kuat, menjaga kesehatan pribadi dan
lingkungannya serta menge-tahui perubahan yang terjadi pada perkembangan fisik maupun
psikisnya.
III. Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU)
27. Dapat Baris Berbaris.
IV. Indikator
- Menjelaskan pengertianBaris-berbaris.
- Menjelaskan maksud dan tujuan Baris-berbaris.
- Melakukan Baris-berbaris.
V. Tujuan Pembelajaran
- Melalui penjelasan dari pembina, siswa dapat menjelaskan pengertian Baris-berbaris
dengan tepat.
- Melalui penjelasan dari pembina, siswa dapat menjelaskan maksud dan tujuan Barisberbaris dengan tepat.
- Melalui kegiatan praktek, siswa dapat melakukan Baris-berbaris dengan baik.

VI.

Materi Ajar
BARIS-BERBARIS
Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni
Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris
menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris
berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam
Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
1. Baris Berbaris
a. Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan
kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu
perwatakan tertentu.
b. Maksud dan tujuan
1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa
tanggung jawab.
2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah
mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara
jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan
yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas
kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan
pilihan hati sendiri.

5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang
mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya
tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
2. Gerakan Perorangan Gerakan Dasar
a. Sikap sempurna
Aba-aba : Siap GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh
berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60, lutut lurus
paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan,
pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan,
pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha,
ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi
dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.
b. Istirahat
Aba-aba istirahat ditempat GERAK
1) Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak
sepanjang telapak kaki (30cm)
2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan
kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan,
tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke
dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan:
a) Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang
untuk

memberikan

perhatian

atau

petunjuk-petunjuk,

maka

atas

ucapan

pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil


sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.

b) Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa
didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
c) Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa
petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan
c.

Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)


Aba-aba : Lencang kanan/kiri GERAK
Pelaksanaannya:Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
1) Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jarijari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di
sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini
kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan
diri
2) Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan
pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat
tangan.
3) Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri
ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri
tanpa menunggu aba-aba.
4) Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan
memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
5) Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan
sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu
memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan
pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).

Catatan:
a) Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri,
hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di
samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian dihindarkan
gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping.
b) Kelurusan barisan dilihat dari tumit.
d. Setengah lencang kanan/kiri
Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri GERAK
Pelaksanaannya:Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di
pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri
disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari
lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak
GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan
berdiri dalam sikap sempurna.
e. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan GERAK
Pelaksanaannya:
1) Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan
dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.
2) Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan,
setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan
serentak tanpa menunggu aba-aba.
3) Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan

f. Cara berhitung
Aba-aba : Hitung MULAI
Pelaksanaannya:
1) Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan
memalingkan mukanya ke kanan.
2) Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan
nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
3) Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
4) Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
5) Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang
menyebutkan nomornya masing-masing.
6) Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan :
LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.
1. Perubahan Arah
(dalam keadaan berhenti)
a) Hadap kanan/kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri GERAK
1) Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri
berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
2) Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90
3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

b) Hadap serong kanan/kiri


Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri GERAK
Pelaksanaannya:
1) Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri
2) Berputarlah arah 45 ke kanan/kiri
3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri
c) Balik kanan
Aba-aba : Balik kanan/kiri GERAK
Pelaksanaannya :
1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap
kanan) di depan kaki kanan.
2) Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180
3) Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
Catatan:

Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap
sempurna

Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak
dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.

d) Cara berkumpul
Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul MULAI
Pelaksanannya :
1) Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi
perintah yang diberikan oleh pelatih.
Contoh:
Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang
ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.
2) Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih 4 langkah
3) Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari
dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang
kanan.
4) Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat
dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf
depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
e) Cara latihan memberi hormat
Aba-aba : Hormat GERAK
Pelaksanaannya (dengan tutup kepala, keadaan berhenti)
1) Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis
kanan, siku-siku 15 serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong
ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup
kepala setinggi pelipis.

2) Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata
tertuju kepada yang diberi hormat.
3) Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
4) Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap
sempurna.

VII. Metode Pembelajaran


Ceramah dan Praktik
VIII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan awal (waktu : 15 menit)
Pembukaan.
Pembina mengawali dengan Salam dan doa sebelum materi.
Apersepsi dan motivasi.

Kegiatan inti (waktu : 60 menit)


Pembina menjelaskan pengertian, maksud dan tujuan PBB dalam gerakan
pramuka.
Siswa melakukan gerakan dasar dan mempraktekkannya.
Pratik PBB secara berregu.
Kegiatan Akhir( waktu : 15 menit )
Evaluasi.
Refleksi.
Tindak lanjut.
Penutupan.

IX.

Sumber Belajar
- Boyman

X. Penilaian
- Ujian langsung (praktek)

Tuban, 08 Pebruari 2013


Mengetahui,
Majelis Pembimbing Gugus Depan

Pembina

Agus Purnawan AW, S.Si

Yus Choirul Fahmi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Pertemuan ke
Alokasi Waktu

: SMP TECHNO INSAN KAMIL


: Pramuka Penggalang
: VII / 2
:4
: 90 menit

I. Standar Kompetensi
Mampu menerima dan mendorong orang lain untuk menaati norma-norma dan nilai-nilai
yang berada di masya rakat lingkungannya.
II. Kompetensi Dasar
Menerima dan mematuhi peraturan yang di ciptakan masyarakat dengan rasa tanggung
jawab.
III. Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU)
10. Dapat menyebutkan tanda- tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan
dan tingkatannya.
17. Dapat menjelaskan tentang lambang Negara RI.
IV. Indikator
V.
VI.

Dapat menyebutkan tanda- tanda pengenal umum dalam Gerakan Pramuka


Dapat menunjukkan penempatan tanda-tanda pengenal pada baju seragam Pramuka
sesuai golongannya
Dapat menyebutkan dimana saja penggunaan lambang Indonesia
Tahu lambang-lambang 5 (lima) dasar Pancasila
Tahu penempatan lambang- lambang tersebut pada perisai Burung Garuda.
Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan tanda- tanda pengenal umum dalam
Gerakan Pramuka.
Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menunjukkan penempatan tanda-tanda pengenal
pada baju seragam Pramuka sesuai golongannya.
Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan dimana saja penggunaan lambang
Indonesia.
Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan lambang-lambang 5 (lima) dasar
Pancasila.
Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan penempatan lambang- lambang
tersebut pada perisai Burung Garuda.
Materi Ajar

Lambang Gerakan Pramuka


Lambang Gerakan adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota
Bentuk
Gerakan Pramuka Lambang Gerakan Pramuka berbentuk / berupa Silluete Tunas Kelapa.
Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomer 06/KN/72 tentang
Lambang Gerakan Pramuka.
Arti kiasan
Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka
adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan
rohaninya kuat dan ulet.
3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang
mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita
yang tinggi.
5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa
dan agama.
Penggunaan

Lambang Gerakan Pramuka dapat dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan Nama
Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal dan alat administrasi Gerakan Pramuka

Penggunaan lambang tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan


dan menanamkan sifat dan keadaan seperti yang termaktub dalam arti kiasan lambang
Tunas Kelapa itu pada setiap anggota Gerakan Pramuka.

Setiap anggota Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengamalkan dan mempraktekkan


ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya kepada masyarakat di sekelilingnya.

Sebab generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka diharapkan kelak mampu
menjadi kader pembangunan yang berjiwa Pancasila.
Lambang NKRI
Lambang garuda pertama kali dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, dan
kemudian disempurnakan oleh presiden Soekarno. Lambang garuda ini diresmikan
pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik
Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.
Penggunaan burung "Garuda" ini didasari dari berbagai candi di Indonesia. Garuda
digunakan sebagai kendaraan Wishnu. Jadi burung "garuda" itu sebenanya hanya burung
dalam mitos, tidak ada burung garuda sungguhan. Garuda digambarkan di sebagian besar
candi sebagai sebagai makhluk yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elang,
tetapi memiliki tubuh dan lengan manusia. Biasanya digambarkan dalam ukiran yang
halus dan rumit dengan warna cerah keemasan, digambarkan dalam posisi sebagai
kendaraan Wishnu, atau dalam adegan pertempuran melawan Naga.
Awal mulanya Sultan Hamid II mengajukan kepada RIS (waktu itu) setelah pengakuan
kedaulatan dari Belanda. Ada 2 rancangan awalnya. Satu rancangan lagi dari M. Yamin.
Namun ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari sehingga menampakkan
pengaruh Jepang.Selanjutnya beberapa kali garuda rancangan Sultan Hamid II ini
mengalami perombakan. Pita yang dicengkram garuda tadinya berwarna merah putih,
dirubah menjadi putih dan ditambahkan tulisan Bhineka Tunggal Ika. Atas masukan dari
partai Masyumi, tubuh garuda yang berbentuk badan dan memiliki lengan ini dirubah
menjadi Rajawali - Garuda Indonesia seperti sekarang ini. Dan terakhir adalah kepalanya.
Tadinya kepala garuda ini gundul tanpa jambul. Namun karena mirip dengan "Bald
Eagle" lambang Amerika Serikat, maka ditambahkan jambul.
Deskripsi dan makna Lambang Burung Garuda :
Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. Garuda
memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga
pembangunan.
Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 17 Agustus 1945, antara lain:
17 helai bulu pada masing-masing sayap
8 helai bulu pada ekor
19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor

45 helai bulu di leher


Perisai pada burung garuda adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan
dan peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan,
pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan garis
khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu
negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.
Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan Indonesia "merahputih". Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna dasar hitam.
Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila.
Pengaturan lambang pada ruang perisai adalah sebagai berikut :
Sila Pertama dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang
yang bersudut lima berlatar hitam;
Sila Kedua dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri
bawah perisai berlatar merah;
Sila Ketiga dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar
putih;
Sila Keempat dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar
merah ; dan
Sila Kelima dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar
putih.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu
Tantular. Kata "bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata "tunggal"
berarti satu, kata "ika" berarti itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan
"Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap
adalah satu kesatuan, bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu
kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan
Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam
budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

VII. Metode Pembelajaran


Metode ceramah dan diskusi

VIII. Langkah-langkah Pembelajaran


Kegiatan awal (waktu : 15 menit)
Pembukaan.
Pembina mengawali dengan Salam dan doa sebelum materi.
Presensi, Apersepsi dan motivasi.
Penyampaian Tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti (waktu : 60 menit)
Setiap regu berdiskusi tentang tanda- tanda pengenal umum dalam Gerakan
Pramuka.
Dan setiap regu berdiskusi menunjukkan penempatan tanda-tanda pengenal pada
baju seragam Pramuka sesuai golongannya.
Setiap regu berdiskusi tentang arti lambang NKRI dan penempatan lambanglambang tersebut pada perisai Burung Garuda.
Perwakilan dari setiap regu presentasi hasil diskusi dan maju kedepan kelas.
Regu lain menanggapi hasil diskusi regu yang presentasi.
Siswa bertanya jawab dengan Pembina tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa.
Siswa bersama Pembina bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan penyimpulan.
Kegiatan Akhir( waktu : 15 menit )
Evaluasi.
Refleksi.
Tindak lanjut.
Penutupan.
IX. Sumber Belajar
Boyman
X. Penilaian
Format Kriteria Penilaian
PRODUK ( HASILDISKUSI )

No
.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

Konsep

* semua benar

* sebagian besar benar

* sebagian kecil benar

* semua salah

PERFORMANSI
Kriteria

No.

Aspek

1.

Pengetahuan

2.

Sikap

Skor

* Pengetahuan

* kadang-kadang Pengetahuan

* tidak Pengetahuan

* Sikap

* kadang-kadang Sikap

* tidak Sikap

Lembar Penilaian
N
o

Performan
Nama Regu

Pengetahua
n

Sikap

Produk

1.
2.
3.

CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.

Jumlah
Skor

Nilai

Tuban, 22 Pebruari 2013


Mengetahui,
Majelis Pembimbing Gugus Depan

Pembina

Agus Purnawan AW, S.Si

Yus Choirul Fahmi