Anda di halaman 1dari 8

BAB II

TEORI DASAR
2.1 Inverter
Inverter merupakan suatu peralatan yang dapat digunakan untuk
mengkonversikan sumber daya 3 phasa menjadi tegangan DC yang kemudian
dikonversikan lagi menjadis umberdaya 3 phasa dengan frekuensi yang
sesuai. Cara ini bisa dipakai karena diketahui bahwa kecepatan sinkron motor
induksi berbanding lurusdengan frekuensi sumber dayanya.
Sumber daya dari PLN mempunyai frekuensi yang konstan, yaitu 50
Hz. Salah satu cara yang efektif untuk menghasilkan tegangan dengan
frekuensi yang bisa diatur yaitu dengan jalan membangkitkannya sendiri.
Untuk itu diperlukan suatu sumber daya DC.
Sumber daya ini diperoleh dari sumber daya PLN yang disearahkan
denganrectifier. Selanjutnya sumber daya ini ditapis dengan filter DC untuk
mendapatkan sumber daya DC yang lebih rata. Kemudian dengan melalui
suatu rangkaian switch(disebut sebagai jembatan inverter) yang bisa
dikendalikan sedemikian rupa, sumber daya itu bisa diubah menjadi sumber
daya 3 phasa pada ujung beban. Dengan cara mengontrol waktu pensaklaran
dari switch-switch tersebut dengan menggunakan sinyal PWM (Pulse Width
Modulation).
Merubah kecepatan motor dengan Inverter akan membuat:
1. Torsi lebih besar
2. Presisi kecepatan dan torsi yang tinggi
3. Kontrol beban menjadi dinamis untuk berbagai aplikasi motor
4. Dapat

berkombinasi

dengan PLC

(Programmable

Logic

Control) untuk fungsi otomasi dan regulasi


5. Menghemat energi
6. Menambah kemampuan monitoring
7. Hubungan manusia dengan mesin (interface ) lebih baik
8. Sebagai pengaman dari motor, mesin (beban) bahkan proses dll.
4

Semakin besar daya motor maka makin besar torsi yang dihasilkan dan
semakin kuat motor menggerakkan beban, Torsi dapat ditambah dengan
menggunakan gear box (cara mekanis) dan Inverter (cara elektronik).
1. Dinamika gerakan rendah (tidak memungkinkan gerakan beban yang
kompleks)
2. Motor sering overload (motor rusakatau thermal overload relay trip)
3. Hentakan mekanis (Mesin/beban rusak, perlu perawatan intensif)
4. Lonjakan arus (Motor rusak atau Breaker Trip)
5. Presisi dalam proses hilang
6. Proteksi tidak terjamin.
Inverter juga dapat dibedakan dengan cara pengaturan tegangannya,
yaitu :
1. Jika yang diatur tegangan input konstan disebut Voltage Fed Inverter
(VFI).
2. Jika yang diaturarus input konstan disebut Current Fed Inverter (CFI).
3. Jika tegangan input yang diatur disebut Variable dc linked inverter.

Sumber DC yang dibutuhkan inverter dapat berasal dari baterai atau


dari sumber tegangan AC yang disearahkan. Untuk mendapatkan keluaran
yang dikehendaki maka digunakan rangkaian kontrol. Rangkaian control
tersebut antara lain berfungsi untuk mengatur frekuensi dan amplitude
gelombang keluaran. Agar gelombang keluarannya dapat kembali mendekati
gelombang sinus, maka digunakan filter. Filter berfungsi untuk melewatkan

frekuensi yang diharapkan saja. Filter yang digunakan disini bias anya
merupakan filter jenis band pass filter yang akan menangkal frekuensi rendah
dan frekuensi tinggi yang tidak diharapkan pada keluarannya. Inverter mode
saklar (switch mode inverter) adalah rangkaian utama dari system yang
berfungsi untuk membalikkan tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik.
Disebut mode saklar Karena alat ini bekerja dengan menggunakan teknik
penyaklaran (switching). Keluaran dari inverter mode saklar ini masih berupa
pulsa-pulsa berfrekuensi tinggi (frekuensi switching) Sedangkan rangkaian
control berfungsi untuk mengendalikan proses penyaklaran (switching) yang
terjadi pada inverter mode saklar. Pengendalian ini akan menentukan bentuk
gelombang, amplitude gelombang, serta frekuensi gelombang keluaran pada
system secara keseluruhan.
Berdasarkanbentukgelombang

output-nya

inverter

dapatdibedakanmenjadi :
1. Sine wave inverter, yaitu inverter yang memilikitegangan output
denganbentukgelombang sinus murni. Inverter jenisinidapamemberikan
supply

tegangankebeban

(Induktor)

atau

motor

listrik

denganefisiensidaya yang baik.


2. Sine wave modified inverter, yaitu inverter dengantegangan output
berbentukgelombangkotak

yang

dimodifikasisehinggamenyerupaigelombang

sinus.

jenisinimemilikiefisiensidaya

Inverter
yang

rendahapabiladigunakanuntukmensupplaybebaninduktoratau

motor

listrik.
3. Square

wave

inverter,yaitu

berbentukgelombangkotak,

inverter

dengan

output
inverter

jenisinitidakdapatdigunakanuntukmensupplytegangankebebaninduktifatau
motor listrik.

Hal-hal yang harusdiperhatikandalammemilih inverter DC ke AC


diantaranyaadalah :
1. Kapasitasbeban

yang

akandisupplyoleh

inverter

dalam

Watt,

usahakanmemilih inverter yang bebankerjanyamendekatidenganbeban


yang hendakkitagunakan agar effisiensikerjanyamaksimal.
2. Sumbertegangan input inverter yang akandigunakan, input DC 12 Volt
atau 24 Volt.
3. Bentukgelombang output inverter, Sinewaveataupun square wave
untuktegangan

output

AC

inverter.

Hal

iniberkaitandengankesesuaindanefisiensi inverter DC ke AC tersebut.


2.2 PrinsipKerjadari Inverter

Prinsipkerja

inverter

dapatdijelaskandenganmenggunakan

sakelarsepertiditunjukkanpadadiatas.Bilasakelar S1 dan S2 dalamkondisi on


makaakanmengaliraliranarus DC kebeban R dariarahkirikekanan, jika yang
hidupadalahsakelar S3 dan S4 makaakanmengaliraliranarus DC kebeban R
dariarahkanankekiri.

Inverter

biasanyamenggunakanrangkaianmodulasilebarpulsa (pulse width modulation


PWM) dalam proses conversitegangan DC menjaditegangan AC.
2.3 DefinisidanKontruksiMotor Induksi
Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (ac) yang
paling luasdigunakan Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini
bekerja berdasarkaninduksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus
rotor motor ini bukandiperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus
yang terinduksi sebagai akibatadanya perbedaan relatif antara putaran rotor
dengan medan putar (rotating magneticfield) yang dihasilkan oleh arus stator.
Motor
induksisecaraprinsipdapatdianalogikandengansebuahtransformator, hanyasaja
yang

membedakannyaadalahpada

motor

rangkaiansekundernyaberputar.

induksi,

Maka

motor

induksidapatdianalogikandengansebuahtransformatordanolehkarenaitucarame
nganalisaannyajugasama.

Gambar2.1Rangkaian Motor Induksi

Apabila

motor

berputar,

maka

adahubungannyadenganfrekuensiakanberubah.
berputartanpabeban,

besarnyadaya

yang

parameter-parameter

yang

Padasaat

motor

diserapoleh

motor

Po

hanyadipergunakanuntukmengatasirugi-rugiintidanrugimekanik. Daya yang


dihasilkan

(denganmasukan

arussertafaktorbebannya.

),

sebandingdengantegangan,

2.4 RangkaianEkivalenPenggantiMotor Induksi


Rangkaianpenggantibebannol :

Gambar 2.2Rangkaianpenggantibebannol

Rangkaianpenggantipercobaanberbeban

10

Gambar 2.4Rangkaianpenggantipembebanan

Adapunrumus yang digunakanuntukmenghitungtorkaadalah :


T

P.60
2n

2.5 PrinsipKerja Motor Induksi


Motor induksibekerjasebagaiberikut, Listrikdipasokke stator yang
akanmenghasilkanmedan

magnet.

inibergerakdengankecepatansinkrondisekitar

Medan

magnet

rotor.Arus

rotor

menghasilkanmedan magnet kedua, yang berusahauntukmelawanmedan


magnet

stator,

yang

menyebabkan

rotor

berputar. Walaupunbegitu,

didalamprakteknya

motor

tidakpernahbekerjapadakecepatansinkronnamunpada kecepatandasar yang


lebihrendah.Terjadinyaperbedaanantaraduakecepatantersebutdisebabkanadany
a

slip/geseran

hanyaterjadipada

yang

meningkatdenganmeningkatnyabeban.

motor

induksi.

Untukmenghindari

Slip
slip

dapatdipasangsebuahcincingeser/ slip ring, dan motor tersebutdinamakan


motor cincingeser/slip ring motor.
Persamaanberikutdapatdigunakanuntukmenghitungpersentase
slip/geseran (Parekh, 2003):
% Slip = (Ns Nb)/Ns x 100
Dimana:
Ns = kecepatansinkrondalam RPM
Nb = kecepatandasardalam RPM
2.6 PenyearahGelombangPenuh
Penyearah

yang

dipakaiadalahpenyearahgelombangpenuhdenganmenggunakantransformator
step

down

danmempunyaikeluarantegangan

DC

positif.

11

Rangkaianpenyearahgelombangpenuhdenganmenggunakantransformator step
down dapatdilihatpadagambar 2.5.

Prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh dengan 4 diode diatas


dimulai pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi positif,
maka D1, D4 pada posisi forward bias dan D2, D3 pada posisi reverse bias
sehingga level tegangan sisi puncak positif tersebut akan di leawatkan melalui
D1 ke D4. Kemudian pada saat output transformator memberikan level
tegangan sisi puncak negatif maka D2, D4 pada posisi forward bias dan D1,
D2 pada posisi reverse bias sehingan level tegangan sisi negatif tersebut
dialirkan melalui D2, D4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik
output berikut.