Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

1.

Penggunaan
Pengobatan konvensional berubah dan Terapi Kesehatan Alternatif yang

sedang diperkenalkan dan digunakan, pengobatan baru yang dianggap


menggabungkan

obat

utama

dengan

Pengobatan

alternatif

dalam

hal

penyembuhan. Teknik-teknik penyembuhan yang obat konvensional tidak miliki


dalam terapi alternative, beberapa diantaranya adalah : diet mode, pijat, terapi
musik, iman kesembuhan, obat rakyat, naturopati, homeopati, penyembuhan
chiropractic, terapi magnet, terapi herbal, dan lain-lain. Kita bisa mendapatkan
rasa kontrol atas kesehatan kita melalui terapi kesehatan alternatif yang
meningkatkan kualitas umum kehidupan dengan membuat kita merasa lebih baik
tentang diri kita. Seseorang merasa lebih tenang bila tekanan, stres, insomnia,
gugup dan putus asa berkurang. Mereka mengurangi beberapa efek samping yang
biasanya melihat dalam pengobatan Kanker yang biasa dan juga membantu dalam
mengurangi beberapa gejala seperti miskin, kelelahan nafsu makan, rasa sakit,
penyakit, sembelit diare, dan sesak napas.
Sering digunakan bersama dengan obat konvensional, terapi alternatif
dapat cenderung untuk menutupi rasa sakit yang mungkin menyembunyikan
masalah mendasar yang sebenarnya sangat serius. Saat ini ada kelompok
pendukung kanker dan lain-lain yang menawarkan gratis atau dengan biaya yang
sangat rendah, terapi alternatif, beberapa penampungan dan rumah sakit mulai
menyediakan terapi alternatif untuk perawatan kanker, bersama dengan
pengobatan konvensional radioterapi dan kemoterapi untuk kanker. Terapi ini
sekarang digunakan oleh banyak kanker pasien untuk mendukung diri mereka
sendiri dalam perjuangan mereka melawan kanker. Namun, terapi kesehatan
alternatif tidak harus dilihat sebagai alternatif yang akan digunakan sebagai
pengganti obat-obatan ortodoks, tetapi harus digunakan sebagai dukungan yang
sangat berharga yang mengakui aspek-aspek spiritual dan emosional dan aspek
fisik.

Ada peningkatan dalam penggunaan produk-produk kesehatan alternatif,


Amerika menggunakan banyak bumbu dan vitamin serta menghabiskan sekitar
milyaran produk-produk kesehatan alternative setiap tahunnya. Dalam penelitian
yang dilakukan oleh Davis, Eisenberg, Phillips dan Tindle pada 2005 ditetapkan
bahwa terapi komplementer dan alternatif yang digunakan oleh sekitar 72 juta
orang di Amerika, juga diindikasikan dari studi ini bahwa lebih dari miliaran
orang per tahun dihabiskan untuk keluar-saku-untuk terapi ini menurut Herman,
Craig, & Caspi, 2005. Dalam masyarakat saat ini, pengobatan komplementer
sudah mulai diterima karena terapi alternatif membantu mereka mengatasi dan
mengelola efek pengobatan konvensional dengan mengurangi perasaan cemas dan
persaan mereka yang dapat dikontrol kembali dari kehidupan mereka sendiri.
2.
a.

Proses
Penyembuhan dengan transfer energi dan pemindahan penyakit ke suatu

b.

media.
Terapi ketuk berbasis hypnosis, khusus untuk mengatasi masalahmasalah yang berhubungan dengan penyakit psikis seperti : stres, cemas,
phobia, perilaku/kebiasaan buruk, emosional dan sejenisnya. Terapi

c.

ketuk juga bisa dilakukan dari jarak jauh.


Tehnik penyembuhan diri sendiri (self healing) dengan yoga jari yang
bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja dan sangat mudah dengan

d.

hasil positif yang telah teruji.


Tehnik penyembuhan diri sendiri (self healing) dengan metode senam
tunggal penyembuh penyakit dengan cara yang sederhana namun telah

e.

teruji menyembuhkan berbagai penyakit medis dan non medis.


Penyembuhan dengan audio healing. Anda juga akan mendapatkan gratis
audio-audio yang dapat membantu menyembuhkan penyakit pasien.
Beberapa contoh audio healing misalnya penyembuhan segala penyakit,
reparasi DNA, autis/adhd, kecanduan narkoba, kanker, insomnia dll.

3.

Dampak

Terapi memiliki dampak positif dan negatif. Adapun beberapa dampak positif dari
terapi, yaitu :

a. Mengurangi rasa nyeri, contohnya terapi pijat untuk orang yang


mengalami keseleo atau salah urat.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh, contohnya akupuntur, terapi pijat.
c. Produksi hormon dapat dikendalikan, contohnya akupuntur, terapi
gelombang otak.
d. Membuat kulit dan selaput lendir menjadi lebih peka terhadap rangsang
e. Melancarkan sirkulasi darah, contohnya terapi magnet, akupuntur,
acupressure, massage therapy.
f. Otot yang kaku dapat terelaksasi sempurna, contohnya akupuntur, terapi
pijat, dll.
g. Mengobati penyakit, contohnya terapi radiasi, terapi magnet, terapi herbal,
dll.
h. Membuat penampilan orang lebih menarik, contohnya akupuntur
kecantikan yang dapat mnurunkan ataupun menaikkan berat badan.
i. Mengurngi stress dan cemas, contohnya massage therapy dengan aroma
terapi.
j. Menambah tinggi badan, contohnya terapi gelombang otak.

Sementara itu, dampak negative dari terapi, diantaranya :


a. Beberapa terapi ada yang dapat menimbulkan rasa sakit ,seperti terapi
pijat. Ada beberapa orang sehari setelah dipijat merasakan nyeri pada
tubuhnya.
b. Dapat menimbulkan alergi tertentu. Contohnya, pada penggunaan minyak
dalam terapi pijat, beberapa orang memiliki sensitivitas tinggi terhadap
kandungan dalam minyak tersebut sehingga dampak alergi, seperti gatal
dan bercak-bercak merah.
c. Cenderung memerlukan waktu yang cukup lama dalam penggunaanya
untuk menyembuhkan suatu penyakit tertentu. Contohnya terapi radiasi
dalam penyembuhan kanker tidak bias dilakukan dalam satu kali
pelaksanaan namun perlu adanya tahapan-tahapan lebih lanjut.
d. Beberapa terapi terkadang menimbulkan efek samping yang merusak salah
satu bagian tubuh. Contohnya, terapi radiasi pada penderita kanker yang
menyebabkan rontoknya rambut dan adanya resiko terjadinya kanker kulit.

e. Dapat mengganggu proses metabolisme tubuh. Contohnya, pasien setelah


menjalani terapi radiasi mengalami gangguan tidur dan berkurangnya
nafsu makan.

KONSEP TEORI
1.

Pengertian
Terapi (dalam Yunani: ), atau pengobatan, adalah remediasi

masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis. Orang yang melakukan terapi


disebut sebagai terapis. Dalam bidang medis, kata terapi sinonim dengan kata
pengobatan. Di antara psikolog, kata ini mengacu kepada psikoterapi. Terapi
pencegahan atau terapi Profilaksis adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk
mencegah munculnya kondisi medis. Sebagai contoh adalah banyaknya vaksin
untuk mencegah infeksi penyakit. Terapi abortive adalah pengobatan yang
dimaksudkan untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut.
Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya
penyakit, seperti gejala sakit kepala migrain, adalah sebuah terapi abortive.

Terapi supportive adalah suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki
kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan pasien.
Terapi

merupakan

kaedah

untuk

membantu

seseorang

pelajar

untukbergerak balas terhadap aktiviti atau kemahiran. Menurut kamus perubatan


Mosby (2001) terapi didefinisikan dengan rawatan pemulihan ke atas pesakit yang
pernah menghidapi sebarang penyakit atau mengalami sesuatu kecederaan
bertujuan mengembalikan kefungsian badan secara normal.Definisi terapi dalam
konteks pendidikan ialah kaedah untuk membantu seseorang murid untuk
bergerak-balas terhadap sesuatu aktiviti atau kemahiran.
Definisi Terapi Komplementer
Menurut WHO (World Health Organization), pengobatan komplementer adalah
pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan.
Jadi untuk Indonesia, jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer
tetapi merupakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dimaksud
adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan
secara turun temurun pada suatu negara. Tapi di Philipina misalnya, jamu
Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.
Terapi komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan
sebagai pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai
Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional.
Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2005,
terdapat 75 80% dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani pengobatan
non-konvensional.

Di

Indonesia

sendiri,

kepopuleran

pengobatan

non-

konvensional, termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan dari


mulai menjamurnya iklan iklan terapi non konvensional di berbagai media
2.

Konsep
Konsep terapi dalam pendidikan khas adalah didasari dari konsep

kepelbagaian kategori individu berkeperluan khas. Murid-murid berkeperluan

khas mempunyai sama ada ketidakupayaan, kecacatan halangan atau rintangan


untuk mencapai perkembangan dari segi kognitif, emosi, sosial atau psikomotor.
Sehubungan itu, kaedah terapi dapat membantu murid-murid bermasalah
pembelajaran mencapai perkembangan yang tersebut di atas.
Terapi dalam pendidikan khas adalah salah satu kaedah yang digunakan
dalam pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Aktiviti-aktiviti dalam terapi
dapat membantu murid menguasai sesuatu kemahiran dari satu peringkat ke satu
peringkat yang lebih tinggi.
Efek terapi (dampak positif) yang diinginkan dari sebuah pengobatan,
terapis juga dapat menyebabkan dampak negatif yang tidak diharapkan. Ketika
dampak negatif yang ditimbulkan lebih kecil/lemah dari dampak positifnya, maka
hal itu sering disebut sebagai Efek samping. Efek samping merupakan hasil dari
dosis atau prosedur yang tidak tepat (yang biasanya disebabkan oleh kesalahan
medis). Beberapa efek samping hanya muncul pada awal/permulaan perawatan,
ketika peningkatan dan penghentian perawatan. Penggunaan obat atau intervensi
medis lainnya yang merupakan kontraindikasi dapat meningkatkan risiko efek
samping. Beberapa pasien terkadang menghentikan terapi karena efek samping
yang ditimbulkannya. Tingkat keparahan dari efek samping ini bervariasi, mulai
dari rasa mual hingga dapat mengakibatkan kematian. Efek samping yang umum
terjadi di antaranya perubahan berat badan, perubahan tingkat enzim, perubahan
patologis yang terdeteksi pada level mikroskopis, makroskopis, atau psikologis.
Efek samping dapat menyebabkan perubahan yang dapat dipulihkan kembali
maupun permanen, termasuk peningkatan atau penurunan kerentanan individu
terhadap obat / bahan kimia, makanan, atau prosedur tertentu (misalnya interaksi
terhadap obat).
3.

Indikasi
a. Berbagai keadaan nyeri seperti nyeri kepala, migren, nyeri bahu,
nyeri lambung, nyeri sendi dan lain-lain
b. Kelainan fungsional seperti asma, alergi, insomnia, mual pada kehamilan
c. Beberapa kelainan saraf seperti hemiparesis, kesemutan, kelumpuhan
muka.

d. Berbagai keadaan lain seperti mengurangi nafsu makan, menurunkan


kadar gula darah, meningkatkan stamina, efek analgesi pada operasi dan
lain-lain
e. Klien Psikotik seperti kecemasan, panik, depresi ringan
f. Klien yang mengalami stress dalam kehidupan penyakit / kematian.
g. Klien dengan gangguan keluarga, ketergantungan, dan sejenisnya
4.

Kontra Indikasi

a. Kontraindikasi absolut pada penderita hemofilia.


b. Kontraindikasi dapat timbul pada pasien yang baru saja menerima, sedang
diberi, ataupun selesai mengalami pengobatan dengan antikoagulan. Dalam
kondisi ini dapat dilakukan hanya setelah rehat dari pengeobatan jenis ini
c.
d.
e.
f.
g.
h.

setidaknya dua minggu.


Waham
Depresi berat
Sosio / Psikopat
Sedang menjalani terapi lain
Tidak ada harapan sembuh
Pembosan

Peran Perawat Dalam Terapi Komplementer


1. Perawat adalah sebagai pelaku dari terapi komplementer selain dokter dan
praktisi terapi.
2. Perawat dapat melakukan intervensi mandiri kepada pasien dalam
fungsinya secara holistik dengan memberikan advocate dalam hal
keamanan, kenyamanan dan secara ekonomi kepada pasien.

Teknik Terapi Komplementer


Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah ditetapkan
oleh Departemen Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan
konvensional, yaitu sebagai berikut :
Akupuntur

Akupunktur

medik

yang

dilakukan

oleh

dokter

umum

berdasarkan

kompetensinya. Metode yang berasal dari Cina ini diperkirakan sangat bermanfaat
dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan tertentu dan juga sebagai analgesi
(pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan mengaktivasi berbagai molekul
signal yang berperan sebagai komunikasi antar sel. Salah satu pelepasan molekul
tersebut adalah pelepasan endorphin yang banyak berperan pada sistem tubuh.
Terapi hiperbarik
Terapi heperbarik yaitu suatu metode terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam
sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara 2 3 kali lebih besar daripada
tekanan udara atmosfer normal (1 atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni
(100%). Selama terapi, pasien boleh membaca, minum, atau makan untuk
menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan udara
Terapi herbal medik,
Terapi herbal medic yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik
berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa
fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada
cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya. Terapi
dengan menggunakan herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.
Dari 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang ada, daya efektivitasnya untuk
mengatasi berbagai jenis gangguan penyakit tidak bisa dibandingkan satu dengan
lainnya karena masing-masing mempunyai teknik serta fungsinya sendiri-sendiri.
Terapi hiperbarik misalnya, umumnya digunakan untuk pasien-pasien dengan
gangren supaya tidak perlu dilakukan pengamputasian bagian tubuh. Terapi
herbal, berfungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara, terapi
akupunktur berfungsi memperbaiki keadaan umum, meningkatkan sistem imun
tubuh, mengatasi konstipasi atau diare, meningkatkan nafsu makan serta
menghilangkan atau mengurangi efek samping yang timbul akibat dari

pengobatan kanker itu sendiri, seperti mual dan muntah, fatigue (kelelahan) dan
neuropati.
Persyaratan Dalam Terapi Komplementer
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
Sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah
memiliki kompetensi.
Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan
farmasi.
Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah mendapat
izin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan akan dilakukan
pemantauan terus-menerus
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Standar Operasional Prosedur dari terapi adalah
a. Klien datang secara langsung bertemu dengan terapis
b. Dilakukan Observasi Wawancara untuk mengetahui secara luas dan
mendalam keadaan / masalah klien
c. Ditetapkan jenis terapi yang cocok untuk masalah yang diderita, berupa
Konseling, dan Intervensi pikiran bawah sadar (hypnose).
d. Ditetapkan jadwal terapi, jumlah pertemuan yang disepakati bersama
e.

f.
g.
h.
i.
j.

antara Klien dan Terapis.


Persiapan diri terapis :
Cuci tangan
Memakai alat perlindungan diri
Persiapan alat-alat sesuai dengan terapi yang akan dilakukan
Persiapan pasien sesuai dengan terapi yang akan dilakukan
Persiapan lingkungan
Dilanjutkan dengan terapi yang akan dilakukan
Sesudah terapi ajari latihan-latihan yang perlu dilakukan secara mandiri
untuk mempercepat penyembuhan.

Catatan :

Arahkan klien untuk mandiri dan sembuh dari masalahnya.

Klien dibuatkan disk yang berisi Terapi yang dapat didengarkan untuk
mempercepat dan memperkuat efek penyembuhan.

http://ngurahjayaantara.blogspot.com/2013/12/terapi-komplementer.html?m=1
http://www.menghipnotis.com/2014/09/complementary-nurse.html?m=1