Anda di halaman 1dari 13

BAB 6 ISO 9000 DAN

ISO 14000
Kelompok 7 :
Albertus Reynaldi
Daniel Yonathan
Gabriel Febrianto
Sandy Ferdiyanto
Steven

PENDAHULUAN
Pada era globalisasi ini, industry pangan baik industri skala
kecil,menengah ataupun besar menuju kepada satu pengertian yang
sama yaitu ISO 9000 dan ISO 14000

ISO 9000
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen
mutu (SMM).
ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi
internasional di bidang standardisasi. ISO ini terbentuk pada saat
perang dunia ke-2 dimana Amerika Serikat, Inggris, dan NATO
memiliki standar dalam memasok bahan pangan untuk
kepentingan militer.
ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh
International Organization for Standardization Technical
Committee (ISO/TC) 176.
ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar
sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus
peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa
standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan

ISO 9000 (LANJUTAN)


Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi
sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001
berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001
Registered".
Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas
dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan
bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di
perusahaan atau organisasi tersebut. ISO 9000 telah menjadi paspor baru
bagi industri pangan local menuju pasar internasional.
Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini
mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi,
termasuk perguruan tinggi dan universitas.

STANDAR ISO 9000


ISO 9000 - Quality Management Systems - Fundamentals and Vocabulary:
mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari
Sistem Manajemen Mutu (SMM).
ISO 9001 Untuk perusahaan atau industri pangan yang bergerak dalam desain
alat dan mesin, pengadaan, produksi, instalasi, dan pelayanan
ISO 9002 Untuk perusahaan atau industri pangan yang bergerak dalam
pengadaan, produksi, dan instalasi
ISO 9003 Untuk perusahaan atau industri pangan yang bergerak dalam produksi
pangan saja.
ISO 9004 - Quality Management Systems - Guidelines for Performance
Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini
memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan
sistem yang telah terbentuk lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan
untuk implementasi, hanya memberikan masukan saja.

ISO 14000
ISO 14000 adalah kumpulan standar-standar terkait
pengelolaan lingkungan yang disusun untuk membantu
organisasi untuk:
1.

meminimalisir dampak negatif kegiatan-kegiatan (proses


dll) mereka terhadap lingkungan, seperti menimbulkan
perubahan yang merugikan terhadap udara, air atau
tanah;

2.

mematuhi peraturan perundangan-undangan dan


persyaratan-persyaratan berorientasi lingkungan yang
berlaku;

3.

memperbaiki hal-hal di atas secara berkelanjutan.

Iso 14000 (lanjutan)


ISO 14000 terdiri atas:
1.

Perencanaan -> meliputi lingkungan hidup, undang-undang,


peraturan, dan target program sistem manajemen lingkungan

2.

Implementasi dan operasi -> struktur dan tanggung jawab,


pelatihan, komunikasi. Pengendalian dokumen, operasi, dan
penanggulangan darurat.

3.

Pemeriksaan dan koreksi -> penyimpangan yang meliputi


pemantauan, koreksi, pencatatan, dan audit lingkungan.

4.

Rangkuman manajemen dan kebijakan

Iso 14000 (lanjutan)


ISO 14000 meliputi beberapa unsur, yaitu :
1.

Eco-audit yang tertuang dalam ISO 14010, 14011, dan 14012

2.

Eco-labelling yang tertuang dalam ISO 14020 dan 14021

3.

Analisis siklus hidup yang tertuang dalam ISO 14041 dan 14043

4.

Sistem manajemen lingkungan

TUJUAN ISO 14000


1. Melakukan perbaikan instalasi pengolahan air limbah, limbah gas, dan
limbah padat terus menerus sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan
Hidup Nomor 23 Tahun 1997
2. Melakukan pencegahan pencemaran limbah kimia terhadap
pencemaran air dan udara

Tujuan audit lingkungan hidup


1.

Menerapkan kebijakan lingkungan

2.

Melakukan perencanaan yang meliputi aspek lingkungan, legalitas, tujuan,


target, dan system manajemen lingkungan

3.

Penerapan dan melakukan operasi yang meliputi pelatihan, dokumentasi,


dokumen pengendalian lingkungan, pengendalian operasi, dan tanggap
darurat.

4.

Melakukan koreksi dan tindak lanjut pemantauan dalam system manajemen


lingkungan jika ada kesalahan.

5.

Penerapan hasil koreksi

Kriteria eco-audit lingkungan


1.

Kebijakan lingkungan hidup

2.

Standar yang diizinkan

3.

Petunjuk standar operasi prosedur

4.

Organisasi yang spesifik

5.

Melaksanakan praktek

6.

Penerapan peraturan yang berlaku

Kejelasan eco-audit lingkungan wajib memenuhi kecukupan informasi, sumber


daya manusia cendekia dan professional, proses audit dan kecukupan kerja sama
antar instansi yang di audit.

Tahapan audit Lingkungan

1.

Perencanaan

2.

Pelaksanaan

3.

Pengendalian

4.

Merangkum semua operasi

5.

Pengawasan

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai