Anda di halaman 1dari 34

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

UNIT 3
KEAJAIBAN MAGNET
DAN LISTRIK

Pengantar
Pada suatu malam, ketika Ani sedang belajar IPA. Tiba-tiba
ayah Ani mendekat sambil bertanya kepada Ani. Apa bedanya
arus listrik yang ditimbulkan oleh sebuah baterai dengan arus
listrik dari PLN? Dan menggunakan alat apakah arus listrik dari
pembangkit listrik yang bertegangan besar dapat digunakan di
rumah-rumah dengan tegangan kecil? Ani diam sejenak, terlihat
dari wajahnya bahwa ia sedang berpikir sambil menyatakan
tegangan yang ditimbulkan oleh baterai itu kecil sehingga jika
kesetrum tidak menyebabkan kecelakaan yang fatal sedang
untuk PLN sebaliknya bisa terbakar dan meninggal. Oleh karena
itu, untuk PLN mestinya ada alat yang bisa menurunkan
tegangan. Bagaimana prinsip kerja alat tersebut, untuk lebih
jelasnya bisa kalian pelajari pada unit ini.
Pembelajaran berikut ini membahas tentang medan listrik,
medan magnet dan induksi elektromagnetik serta aplikasinya
dalam navigasi hewan dan untuk mencari makan. Pembelajaran
unit ini untuk mencapai kompetensi dasar, (1) Mendeskripsikan
konsep medan listrik, medan magnet, induksi elektromagnetik,
dan penggunaannya dalam produk teknologi, serta pemanfaatan
medan listrik dan magnet dalam pergerakan/navigasi hewan
untuk mencari makanan dan migrasi, (2) Membuat karya
sederhana yang memanfaatkan prinsip elektromagnetik dan
induksi elektromagnetik.
Secara terperinci berikut disajikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada Unit 1 ini:

International Science Education 2012

83

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


1. Mendeskripsikan konsep medan listrik dan penggunaannya
dalam produk teknologi
2. Mendeskripsikan konsep medan magnet dan penggunaannya
dalam produk teknologi
3. Mendeskripsikan konsep induksi elektromagnetik
4. Membuat karya sederhana yang memanfaatkan prinsip
induksi elektromagnetik
5. Menjelaskan pemanfaatan medan magnet dalam pergerakan
atau navigasi hewan untuk mencari makanan dan migrasi
Secara garis besar, ruang lingkup materi yang akan dikaji
pada Unit 1 ini adalah sebagai berikut:

Sistem
SistemNavigasi
Navigasi
Hewan
Hewan

International Science Education 2012

84

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

1.1. Sedotan Pemikat


Listrik statis (electrostatic) mengenai muatan listrik
yang berada dalam keadaan diam (statis). Listrik statis dapat
menjelaskan bagaimana sebuah penggaris yang telah
digosok-gosokkan ke rambut dapat menarik potonganpotongan kecil kertas. Gejala tarik menarik antara dua buah
benda seperti penggaris plastik dan potongan kecil kertas
dapat dijelaskan menggunakan konsep muatan listrik.

Tujuan
Mendeskripsikan konsep medan listrik dan penggunaannya dalam
produk teknologi

Kegiatan Pembelajaran
Disediakan sedotan plastik, gunting, 1 lembar kertas berwarna
(selain putih) , 1 lembar kertas berwarna putih.
a. Potong kertas menjadi potongan-potongan kecil dengan
menggunakan gunting kemudian letakkan potongan kertas
diatas kertas berwarna
b. Gosok sedotan plastik dengan rambut .
c. segera setelah sedotan digosok, letakkan sedotan di tengahtengah potongan-potongan kertas dengan jarak 4 cm. Amati
apa yang terjadi !

International Science Education 2012

85

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

Sedotan
Kerta
s

Sistem
SistemNavigasi
Navigasi
Hewan
Hewan

d. Ulangi langkah nomor 2, dekatkan sedotan pada potonganpotongan kertas dengan mengubah jarak antara sedotan
dengan potongan kertas (ambil jarak antara sedotan dan
potongan kertas sepanjang 1cm). Amati apa yang terjadi !
Apakah kertas masih dapat tertarik dengan sedotan ?
e. Ulangi langkah nomor 4 dengan membuat variasi jarak antara
kertas dan sedotan sampai kertas tidak dapat lagi ditarik oleh
sedotan. Pada percobaan yang kamu lakukan, pada jarak
berapakah sedotan tidak dapat menarik kertas ? Mengapa hal
tersebut dapat terjadi ?

International Science Education 2012

86

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


f. Setelah itu ulangi langkah nomor 4 dengan tetap
memperhatikan variasi jarak, dekatkan sedotan yang telah
digosok dengan rambut kepada potongan kertas namun
merubah posisi sedotan (dengan menentukan jarak yang
sama antara sedotan dan potongan kertas, posisikan sedotan
disebelah utara, selatan, barat dan timur dari potongan
kertas).
g. Apakah kertas dapat tertarik oleh sedotan meski sedotan
diubah-ubah posisinya ? dari peristiwa tersebut, apakah
kesimpulan yang dapat diambil ?
h. Diskusikan bersama teman kelompok :
a. Mengapa sedotan dapat menarik kertas setelah digosok
dengan rambut ?
b. Mengapa pada jarak tertentu, sedotan tidak lagi dapat
menarik kertas meskipun telah digosok dengan rambut ?
c. Kesimpulan apa yang dapat diambil setelah kamu
melakukan langkah percobaan nomor 6 !

1.2. Uniknya Medan Magnet


Disekitar medan terdapat gaya magnet. Besar gaya magnet
pada titik-titik disekitar magnet berbeda-beda. Gaya magnet
terbesar terdapat disekitar kutub magnet. Untuk menggambarkan
keadaan gaya disekitar magnet, didefinisikan oistilah gaya magnet
yaitu garis-garis khayal yang menggambarkan besar dan arah gaya

International Science Education 2012

87

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


magnet. Arah gaya magnet adalah dari kutub utara maagnet
menuju kutub selatan magnet. Daerah disekitar magnet yamng
dipengaruhi oleh gaya magnet disebut medan magnet.

Tujuan
Mendeskripsikan konsep medan magnet, menemukan arah garis
gaya magnet dan menentukan posisis kutub utara dan selatan
magnet bumi.

Kegiatan Pembelajaran
1. Disediakan magnet batang, kompas kecil, kertas putih dan
pensil
2. Letakkan magnet batang diatas kertas putih kemudian
letakkan kompas disamping kutub utara magnet dan amati
arah jarum kompas.
3. Buatlah tanda titik pada kertas putih yang ditunjukkan oleh
jarum kompas bertanda S lalu berilah kode A dan pada ujung
jarum kompas bertanda N/U berilah kode B
4. Pindahkan kompas sedemikian rupa sehingga ujung jarum S
berada pada titik B kemudian amati jarum kompas yang
bertanda N atau U, tandailah dengan sebuah titik lalu beri
kode C
5. Lanjutkan pemindahan kompas sedemikian rupa sehingga
ujung kompas sampai dikutub selatan magnet batang
6. Hubungkan titik A, B, C, dan seterusnya. Garis yang
terbentuk itu disebut garis gaya magnet
7. Ulangi kegiatan 1 sampai 6 untuk lintasan lintasan yang
berbeda.
8. Letakkkan kompas diatas meja tanpa magnet batang amati
kemana arah jarum kompas bandingkan hasil pengamatan
anda dengan hasil kegiatan langkah no 1 sampai 7.
9. Jika kompas selalu menghadap kearah utara bumi, apa
makananya?
10.
Berdasarkan kegiatan ini, jelaskan dimana letak kutub
utara-selatan magnet bumi? Mengapa demikian ?

Penilaian

International Science Education 2012

88

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Penilaian diarahkan untuk mendeskripsikan konsep medan
magnet, menemukan arah garis gaya magnet dan menentukan
posisis kutub utara dan selatan magnet bumi.

1.3 Induksi Elektromagnetik


A.

Generator

Apa itu Generator?


Generator

listrik

adalah

sebuah

alat

yang

memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik


yakni dengan memanfaatkan induksi elektromagnetik.
Prinsip utama pengembanan generator ini berasal dari
hukum Faraday. Jika suatu medan magnet yang besar /
arahnya

berubah

terhadap

waktu

memeapar

suatu

kumparan, maka pada kumparan akan muncul alur listrik.

Gambar diatas menunjukkan generator sederhana.


Pada gambar tersebut tersediadua buah magnet batang
yang kutub kutubnya dihadapakan secara berlawanan
sehingga ruang diantara keduanya terdapat medan
magnet neto yang mengarah dari ujung magnet bertanda
N keujung magnet bertanda S. Ruang di antara kedua
magnet
ditempatkan
suatu
kumparan
konduktor
berbentuk segi empat yang ujung ujungnya dihubungkan
dengan lampu. Jika kumparan digerakkkan memutar maka
elektron pada kumparan akan bergetar dan menghasilkan
arus listrik, sehingga lampu dapat menyala demikian cara
kerja generator listrik sederhana.

International Science Education 2012

89

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

Tujuan
Menyelesaikan proyek membuat generator

Kegiatan Pembelajaran
1. Mari kita mulai proyek membuat generator sederhana dengan
menjawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Bagaimana rancang bangun generator sederhana?
b. Bagaimana langkah-langkah membuat generator sederhana?
c. Alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan dalam membuat
generator sederhana?
NB: untuk menjawab pertanyaan tersebut, carilah referensi
yang relefean baik dari buku maupun internet.
2. Design a plant for the project
Berdasarkan jawaban diatas pertanyaan pada aktivitas no 1):
a. Berdasarkan desain Generator Sederhana yang akan anda
buat
b. Buatlah
daftar
aktivitas/
rencana
kerja
untuk
menyelesaikan proyek ini !
3. Create the secedule
Buatlah jadwal kegiatan untuk menyelesaikan proyek ini!
No

Aktivitas

Alat
dan Waktu
Penangggu
Bahan
Pelaksanaa ng jawab
yang
n
dibutuhka
n

1
2
3
..
Ds
t
4. Monitor the students and the progress of the project
Laporkan kemajuan pelaksanaan proyek minimal tiga hari
sekali
5. Asses the Outcome

International Science Education 2012

90

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Produk hasil proyek dipresentasikan untuk diberi penilaian
6. Evaluate the Experience
Guru dan siswa melakukan refleksi untuk menemukan
kelebihan dan kekurangan proses dan produk yang sudah
dilaksanakan.
B. Motor Listrik
Pada kegiatan ini kita akan menyelesaiakan sebuah
proyek motor listrik sederhana. Motor listrik adalah alat yang
dapat mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Jika
suatu kumparan yang membawa arus listrik ditempatkan
didaerah yang mengandung medan magnet pada arah tegak
lurus dengan arah arus listrik, maka kumparan akan dikenai
gaya magnet sebesar:

Dimana:
F= Gaya (N)
I=Arus Listrik (A)
L= Medan Magnet (T)
Arah gaya ditentukan oleh hasil perkalian silang (Cross)
antara vecor panjang konduktor dengan medan magnet.
Gaya tersebut yang akan menyebabkan kumparan
berputar/bergerak.

Gambar diatas menunjukka


bagaimana cara kerja
motor listrik. Kita tempatkan dua buah magnet sedemikian
rupa sehingga bagian yang saling berhadapan adalah kutubkutub yang berlawanan sehingga ruang diantara kedua
magnet tersebut terdapat medan magnet neto yang arahnya
dari ujung magnet bertanda N keujung magnet bertanda S.
Kemudian kita tempatkan suatu kumparan berbentuk segi
empat yang ujung-ujungnya terhubung dengan sumber

International Science Education 2012

91

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


teganan. Nah, jika arus kita alirkan pada kumparan dengan
arah sebagaimana yang ditujuk oleh gambar, maka pada
bagian kumparan yang sebelah kiri dekat magnet bertanda S
akan dikenai gaya F yang arahnya keatas, sedangkan pada
bagian kumparan sebelah kanan (dekat magnet bertanda U)
akan dikenai gaya kebawah. Kedua gaya tersebut yang akan
menyebabkan kumpran berputar. Arah gaya-gaya tersebut
ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kanan
seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini jika arah
arus yang mengalir pada kabel yang panjangnya L
ditunjukkan oleh jari tengah, dan arah medan magnet
ditunjukkan oleh telunjuk, maka arah gaya ditunjukkan oleh
arah ibu jari.

Tujuan
Menyelesaikan proyek membuat motor listrik

Kegiatan Pembelajaran
1. Start with the essential question:
a. Mengamati tayangan video
motor Listrik
b. Setelah mengamati video, pertanyaan apa saja yamg
muncul dalam pikiran Anda? Tulis daftar pertanyaan Anda
pada kolom di bawah ini!

c. Berdasarkan video, komponen apa saja yang harus ada


pada sebuah motor listrik?
d. Mengapa koil/kumparan pada tayangan video dapat
berbutar?
e. Bagaimana rencana bangun motor listrik sederhana?
2. Design a plant for the project
a. Berdasarkan rancang bangun motor listrik sederhana yang
sudah anda buat, buatlah daftar aktivitas/ rencana kerja
untuk menyelesaikan proyek ini?
b. Alat dan bahan apa saja yang Anda butuhkan untuk
membuat motor listrik sederhana?
3. Create the secedule
Buatlah jadwal kegiatan untuk menyelesaikan proyek ini!

International Science Education 2012

92

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


NO Aktivitas

Alat
dan Waktu
Penangggu
Bahan
Pelaksanaa ng jawab
yang
n
dibutuhka
n

1
2
3
..
Ds
t
4. Monitor the students and the progress of the project
Laporkan kemajuan pelaksanaan proyek minimal tiga hari
sekali
5. Asses the Outcome
Produk hasil proyek dipresentasikan untuk diberi penilaian
6. Evaluate the Experience
Dosen dan mahasiswa melakukan refleksi untuk menemukan
kelebihan dan kekurangan proses dan produk yang sudah
dilaksanakan.

Penilaian
Penilaian dilakukan selama proses belajar mengajar. Lakukan
penilaian pada kemampuan dalam menjelaskan konsep induksi
elektro mganetik pada generator dan motor listrik

4.4 Merpati Pulang


Saat melepas burung merpati dari lokasi yang jaraknya
sekitar 5 km atau lebih dari rumah Anda, pernahkah terpikir
bagaimana bisa seekor burung terbang di udara, dengan
pemandangan yang belum tentu pernah dilihatnya, tiba-tiba
bisa kembali ke rumah? Ini memang menjadi tanda tanya
besar, tetapi bukanlah misteri, karena dalam artikel ini akan
dijelaskan bagaimana proses kerja seekor merpati yang
dilepas dari jarak jauh tetapi pada akhirnya bisa kembali ke

International Science Education 2012

93

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


rumah atau kandangnya. Apa yang membuat merpati
memiliki kemampuan tersebut? Untuk mengetahuinya
lakukan percobaan sebagai berikut

Tujuan
1. Mengetahui Aplikasi Medan Magnet pada Sistem Navigasi

beberapa Hewan

Kegiatan Pembelajaran
a.

Siapkan merpati 2 ekor, magnet, karet, stopwatch!

b.

Pasangkan magnet pada salah satu merpati!

c.

Terbangkan

kedua

merpati

pada

jarak

km

dari

rumahnya!

d.

Catat waktu saat menerbangkan dan saat merpati sampai!

e.

Merpati manakah yang sampai rumah terlebih dahulu?


Jelaskan!

f.

Berdasarkan percobaan ini, apakah tujuan pemberian


magnet pada salah satu merpati?

g.

Apa yang bisa disimpulkan?

Penilaian
Penilaian dilakukan pada kemampuan peserta didik dalam
menganalis merpati pulang kerumah

International Science Education 2012

94

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

Bahan Bacaan
A.

Medan Listrik

Benda yang bermuatan listrik dikelilingi sebuah daerah yang


disebut medan listrik. Dalam medan ini, muatan listrik dapat
dideteksi. Menurut Faraday (1791- 867), suatu medan listrik keluar
dari setiap muatan dan menyebar ke seluruh ruangan. Untuk
memvisualisasikan
menggambarkan

medan
serangkaian

listrik,
garis

untuk

dilakukan

dengan

menunjukkan

arah

medan listrik pada berbagai titik di ruang, yang disebut garis-garis


gaya listrik. Untuk lebih jelasnya lihatlah gambar ilustrasi berikut.

International Science Education 2012

95

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

Gambar a merupakan partikel bermuatan positif. Garis-garis yang


keluar dari partikel a disebut dengan medan listrik. Arah medan
listrik pada gambar a keluar dari partikel bermuatan positif.
Perhatikan pada gambar b, pada gambar tersebut merupakan
partikel bermuatan negatif, sama dengan gambar a garis-garis
yang ada pada gambar b merupakan medan listrik. Bedanya
dengan partikel bermuatan positif, arah medan listrik pada partikel
bermuatan negatif menuju pusat arah partikel. Dari pembahasan ini
kita dapat menjelaskan bagaimana dua partikel yang sejenis tolakmenolak dan partikel yang lain jenis tarik menarik. Agar lebih jelas
perhatikan ilustrasi gambar berikut ini.

Gambar a merupakan interaksi dua partikel yang berlainan jenis.


Perhatikan garis medan listriknya, garis dari partikel positif menuju
partikel negatif. Ini menjelaskan mengapa dua partikel tersebut
dapat tarik menarik. Pada gambar b dapat kita lihat partikel yang
muatanya sama. Garis medan listrik pada partikel tersebut saling
menjauhi satu sama lain. Sehingga kedua partikel tersebut saling
tolak-menolak.

International Science Education 2012

96

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Ukuran

kekuatan

dari

medan

listrik

pada

suatu

titik,

didefinisikan sebagai gaya per satuan muatan pada muatan listrik


yang ditempatkan pada titik tersebut, yang disebut kuat medan
listrik (E ). Jika gaya listrik F dan muatan adalah q, maka secara
matematis kuat medan listrik dirumuskan:

Persamaan persamaan di atas untuk mengukur medan listrik di


semua titik pada ruang, sedangkan medan listrik pada jarak r dari
satu muatan titik Q adalah:

Sehingga menjadi :

Keterangan E : Medan Listrik ( N/C )


k : Bilangan Konstanta ( Nm2 /C2)
q,Q : Muatan Listrk ( C )
r : Jarak antara muatan ( m )
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa E hanya bergantung pada
muatan Q yang menghasilkan medan tersebut.
Suatu medan listrik, garis medannya mempunyai awal dan
akhir, yaitu berawal dari kawat penghantar yang bertegangan
sebagai sumbernya dan berakhir pada struktur konduktif, misalnya
tanah atau permukaan benda-benda yang berada di atas tanah
seperti bangunan, pepohonan dan merupakan titik akhir garis
medan listrik tersebut.

B. Medan Magnet
Medan magnet adalah ruang disekitar magnet dimana tempat
benda-benda tertentu mengalami gaya magnet. Hans Christian

International Science Education 2012

97

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Oersted (1777-1851 orang Denmark) merupakan orang pertama
yang menemukan adanya medan magnet disekitar arus listrik.

Gambar di atas tampak jarum kompas diletakkan di bawah kawat


penghantar. Saat saklar terbuka, pada kawat tidak ada arus listrik
yang mengalir dan jarum kompas pada posisi sejajar dengan kawat.
Apabila

saklar

ditutup

sehingga

arus

mengalir

pada

kawat

penghantar, maka jarum kompas menyimpang. Simpangan jarum


kompas tergantung arah arus pada kawat dan letaknya.
Dari percobaan yang pernah dilakukan, Oersted menyimpulkan
bahwa "disekitar penghantar berarus listrik timbul medan magnet".
Bentuk Medan Magnet Disekitar Penghantar Berarus
C. Penghantar Lurus
Untuk mengamati bentuk medan magnet di sekitar penghantar
lurus,

lewatkan

penghantar

itu

pada

sehelai

karton

yang

disekitarnya ditaburi serbuk besi. Apabila kertas diketuk, ternyata


serbuk besi akan membentuk pola lingkaran sepusat dengan
penghantar itu sebagai pusatnya. Hal ini menunjukkan bahwa
medan magnet disekitar penghantar lurus berarus listrik berbentuk
lingkaran sepusat dengan penghantar itu sebagai pusatnya.
Untuk menentukan arah medan magnet disekitar penghantar
berarus digunakan :
1. Kaidah tangan kanan, dengan ketentuan :
- ) arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik.
- ) arah lipatan jari yang lain menunjukkan arah medan magnet

International Science Education 2012

98

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

2. Kaidah sekrup putar kanan, dengan ketentuan :


- ) arah putaran sekrup menunjukkan arah medan magnet.
- ) arah maju/mundurnya sekrup menunjukkan arah arus listrik
B.
Penghantar
Berbentuk
Lingkaran
Apabila

kawat

dilengkungkan

seperti gambar di samping pola


medan magnetnya dapat dilihat
pada gambar. Kaidah tangan juga
berlaku pada kawat melengkung.

C. Kumparan (Solenoida)
Bila suatu kumparan diberi
arus

listrik,

kumparan

setiap

ini

bagian

menimbulkan

medan magnet disekitarnya.


Medan magnet yang timbul
merupakan gabungan medan
magnet dari tiap bagian itu.
Garis-garis

medan

magnet

didalam selenoida (kumparan)


saling

sejajar

satu

dengan

lainnya,

yang

dinamakan

medan

magnet

homogen.

Untuk

menentukan

medan

magnet

arah
dalam

selenoida digunakan aturan

International Science Education 2012

99

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


tangan kanan seperti pada
penghantar melingkar
Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)
Pada rangkaian di samping, apabila saklar
ditutup maka arus listrik mengalir dari A ke
B.

Pada

saat

itu

alumunium

foil

akan

melengkung ke atas. Kemudian bila kutub


sumber dibalik (arus mengalir dari B ke A),
ternyata alumunium foil melengkung ke
bawah. Yang menyebabkan alumunium foil
melengkung ke atas atau ke bawah tidak
lain adalah suatu gaya yang dikenal sebagai
gaya magnetik (gaya Lorentz). Jadi arus
listrik yang berada di dalam medan magnet
mengalami

gaya

magnetik.

Arah

gaya

magnetik ini tergantung pada arah arus dan


arah medan magnet.
Untuk menentukan arah gaya magnetik (gaya
Lorentz) digunakan aturan tangan kanan sebagai
berikut:

- ) arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik ( i )


- ) arah jari telunjuk menunjukkan arah medan
magnet ( B )
- ) dorongan telapak tangan menunjukkan arah
gaya Lorentz (F )
Besar gaya magnetik (gaya Lorentz) dipengaruhi:
a. besar kuat arus listruk ( i )
b. besar medan magnet ( B )
c. panjang kawat ( l )
d. sudut antara arah arus dan arah medan magnet
Perlu diketahui bahwa gaya magnetik merupakan reaksi dari
gaya Biot Savart, yaitu gaya yang menggerakkan kutub magnet
karena pengaruh arus listrik.

International Science Education 2012

100

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

Penerapan Gaya Magnetik Pada Motor Listrik dan Meter Listrik


Motor listrik dan meter listrik bekerja dengan prinsip mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik dengan memanfaatkan
timbulnya gaya magnetik. Gerak yang dimaksudkan disini adalah
gerak rotasi. Dalam mekanika, gerak rotasi dipengaruhi oleh
koppel, yaitu pasangan dua gaya sejajar tetapi berlawanan arah.
MotorListrik
Motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor
listrik dapat dijumpai pada mobil-mobilan, VCD player, mixer dan
masih banyak lagi pada peralatan rumah tangga. Bagian utama
dari motor listrik adalah kumparan dan magnet. Pada dasarnya
sumbu motor listrik dilengkapi dengan kumparan penghantar yang
dialiri arus listrik. Jendela dari kumparan diterobos garis-garis
medan listrik seperti gambar di bawah.

Pada saat kumparan dialiri arus, QR mendapat gaya Lorentz ( F l )


keatas, sedangkan kumparan PS mendapat gaya Lorentz kebawah.
Karena kedua gaya ini membentuk koppel, maka kumparan akan
berotasi.
Perlu diketahui bahwa kedudukan antara arus listrik pada QR
maupun PS terhadap medan magnet selalu tegak lurus. Sedangkan
pada RS dan QP selalu membentuk gaya sama besar, berlawanan
arah dan resultannya selalu segaris dengan sumbu putar, sehingga
saling meniadakan.
Jika motor listrik memakai arus searah (DC), maka agar motor
selalu menghasilkan arah putaran yang tetap, arah arus harus
disesuaikan. Dalam hal ini

saat kedudukan kumparan akan

menghasilkan arah putaran berlawanan dengan semula, maka arus


listriknya harus dibalik. Untuk keperluan ini, pada motor listrik
dilengkapi dengan cincin belah (komutator). Untuk menghasilkan

International Science Education 2012

101

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


putaran yang lebih kuat, maka diperlukan jumlah lilitan kumparan
yang lebih banyak dan medan magnet yang lebih kuat.

Meter Listrik (Galvanometer)

Meter listrik juga mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.


Meter listrik dapat dijumpai pada peralatan-peralatan ukur listrik
seperti amperemeter, voltmeter dan ohmmeter. Pada meter listrik,
kumparan dipasang pada dua poros, yaitu poros atas dan bawah.
Poros ini masing-masing dilengkapi dengan pegas spiral. Pegas
berfungsi untuk mengendalikan putaran jarum penunjuk agar
berputar sebanding dengan kuat arus yang mengalir pada
kumparan. Pada saat kumparan tidak dialiri arus listrik, pegas
mengatur letak jarum hingga menunjuk angka nol. Hal itu terjadi
saat bidang kumparan sejajar dengan arah medan magnet. Jika
arus listrik dialirkan, kopel gaya Lorentz pada kumparan memutar
kumparan ke arah tegak lurus medan, tetapi putaran ini ditahan
oleh pegas sehingga sudut putaran jarum sebanding dengan kuat
arus.
C.

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Pada induksi elektromagnetik terjadi perubahan bentuk energy


gerak menjadi energi listrik. Induksi elektromagnetik digunakan
pada pembangkit energi listrik. Pembangkit energi listrik yang
menerapkan

induksi

elektromagnetik

adalah

generator

dan

dinamo. Di dalam generator dan dinamo terdapat kumparan dan

International Science Education 2012

102

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


magnet.
Kumparan atau magnet yang berputar menyebabkan terjadinya
perubahan jumlah garis-garis gaya magnet dalam kumparan.
Perubahan tersebut menyebabkan terjadinya GGL induksi pada
kumparan. Energi mekanik yang diberikan generator dan dynamo
diubah

ke

dalam

menyebabkan GGL

bentuk

energi

induksi dihasilkan

gerak
secara

rotasi.

Hal

itu

terus-menerus

dengan pola yang berulang secara periodik.


1. Generator
Generator dibedakan menjadi dua, yaitu generator arus searah
(DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Baik generator AC dan
generator DC memutar kumparan di dalam medan magnet tetap.
Generator AC sering disebut alternator. Arus listrik yang dihasilkan
berupa arus bolak-balik. Ciri generator AC menggunakan cincin
ganda. Generator arus DC, arus yang dihasilkan berupa arus
searah. Ciri generator DC menggunakan cincin belah (komutator).
Jadi, generator AC dapat diubah menjadi generator DC dengan
cara mengganti cincin ganda dengan sebuah komutator.
Sebuah generator AC kumparan berputar di antara kutubkutub
yang tak sejenis dari dua magnet yang saling berhadapan. Kedua
kutub magnet akan menimbulkan medan magnet. Kedua ujung
kumparan dihubungkan dengan sikat karbon yang terdapat pada
setiap cincin.

Kumparan merupakan bagian generator

yang

berputar (bergerak) disebut rotor. Magnet tetap merupakan bagian


generator yang tidak bergerak disebut stator. Bagaimanakah
generator bekerja?

International Science Education 2012

103

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Bagan generator AC
Ketika

kumparan

sejajar

dengan

arah

medan

magnet

(membentuk sudut 0 ), belum terjadi arus listrik dan tidak terjadi


GGL induksi. Pada saat kumparan berputar perlahan-lahan, arus
dan GGL beranjak naik sampai kumparan membentuk sudut 90 0.
Saat itu posisi kumparan tegak lurus dengan arah medan magnet.
Pada kedudukan ini kuat arus dan GGL induksi menunjukkan nilai
maksimum. Selanjutnya, putaran kumparan terus berputar, arus
dan GGL makin berkurang. Ketika kumparan membentuk sudut
1800 kedudukan kumparan sejajar dengan arah medan magnet,
maka GGL induksi dan arus induksi menjadi nol.
Putaran kumparan berikutnya arus dan tegangan mulai naik lagi
dengan arah yang berlawanan. Pada saat membentuk sudut 270 o,
terjadi lagi kumparan berarus tegak lurus dengan arah medan
magnet. Pada kedudukan kuat arus dan GGL induksi menunjukkan
nilai maksimum lagi, namun arahnya berbeda. Putaran kumparan
selanjutnya, arus dan tegangan turun perlahan-lahan hingga
mencapai nol dan kumparan kembali ke posisi semula hingga
membentuk sudut 360o.
2. Dinamo
Dinamo dibedakan menjadi dua yaitu, dinamo arus searah (DC)
dan dinamo arus bolak-balik (AC). Prinsip kerja dinamo sama
dengan generator yaitu memutar kumparan di dalam medan
magnet atau memutar magnet di dalam kumparan. Bagian dinamo
yang berputar disebut rotor. Bagian dinamo yang tidak bergerak
disebut stator.

a. Bagan dinamo AC, b. Bagan dinamo DC

International Science Education 2012

104

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Perbedaan antara dinamo DC dengan dinamo AC terletak pada
cincin yang digunakan. Pada dinamo arus searah menggunakan
satu cincin yang dibelah menjadi dua yang disebut cincin belah
(komutator). Cincin ini memungkinkan arus listrik yang dihasilkan
pada rangkaian luar dinamo berupa arus searah walaupun di
dalam dinamo sendiri menghasilkan arus bolak-balik. Adapun,
pada dynamo arus bolak-balik menggunakan cincin ganda (dua
cincin).
Alat pembangkit listrik arus bolak balik yang paling sederhana
adalah dinamo sepeda. Tenaga yang digunakan untuk memutar
rotor adalah roda sepeda. Jika roda berputar, kumparan atau
magnet ikut berputar. Akibatnya, timbul GGL induksi pada ujungujung kumparan dan arus listrik mengalir.

Dinamo sepeda
Makin cepat gerakan roda sepeda, makin cepat magnet atau
kumparan berputar. Makin besar pula GGL induksi dan arus
listrik yang dihasilkan. Jika dihubungkan dengan lampu, nyala
lampu makin terang. GGL induksi pada dinamo dapat diperbesar
dengan cara putaran roda dipercepat, menggunakan magnet yang
kuat (besar), jumlah lilitan diperbanyak, dan menggunakan inti
besi lunak di dalam kumparan.

D.

Sistem Navigasi Pada Hewan

International Science Education 2012

105

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


A. Tipe-Tipe Migrasi
Migrasi adalah perpindahan hewan secara massal dari satu tempat
ke tempat lain (Susanto, 2000:38). Migrasi dalam kehidupan
hewan dapat didefinisikan sebagai pergerakan musiman yang
dilakukan secara terus menerus dari satu tempat ke tempat lain
dan kembali ke tempat semula, biasanya dilakukan dalam dua
musim

yang

meliputi

datang

dan

kembali

ke

daerah

perkembangbiakan (Alikondra, 1990). Migrasi ada yang bersifat


dispersal, artinya sejumlah hewan pindah dari habitat yang
ditempati oleh induk dan keluarganya ke tempat lain sebagai
akibat

dari

kepadatan

populasi.

Migrasi

dapat

pula

terjadi

meskipun kepadatan populasinya tidak padat, tetapi disebabkan


oleh faktor lain, terutama faktor kondisi fisik lingkungannya,
misalnya perubahan suhu dan persediaan sumber daya makanan.
Migrasi yang disebabkan oleh perubahan kondisi lingkungan
seringkali melibatkan hampir seluruh anggota populasi, misalnya
burung yang bermigrasi dari belahan bumi utara ke belahan bumi
selatan pada musim dingin. Secara keseluruhan migrasi bertujuan
untuk mempertahankan kelangsungan hidup hewan migran.
Menurut Susanto (2008:190) migrasi dibedakan menjadi beberapa
tipe, antara lain:
1. 1.

Migrasi Harian

Migrasi harian adalah migrasi yang dilakukan dalam waktu satu


hari atau kurang untuk pergi dan kembali. Contohnya, plankton
bergerak ke permukaan air pada siang hari dan turun ke tempat
yang lebih dalam pada malam hari. Pada waktu ada di daerah
permukaan plankton dapat menyerap sinar matahari sebanyakbanyaknya untuk fotosintesis, dan di tempat yang dalam dapat
menghisap

unsur-unsur

mineral.

Keluang

dan

kelelawar

meninggalkan sarang atau liangnya untuk mencari makan pada


malam hari, dan kembali pada pagi hari. Ketam pantai bergerak
sesuai dengan gerakan air laut pada waktu pasang-naik dan
pasang-surut.
1. 2.

Migrasi musiman

Migrasi musiman disebut juga migrasi annual. Dalam hal ini, waktu
yang diperlukan hewan untuk pergi dan kembali, atau untuk
menetap (sementara atau seterusnya) kurang lebih satu musim,

International Science Education 2012

106

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


sehingga dalam tahun yang sama hewan berada di dua tempat
yang berbeda. Migrasi musiman dapat dijumpai pada banyak
hewan

yang

kondisi

lingkungan

habitatnya

berubah

secara

musiman. Hewan-hewan pemakan rumput yang hidup di daerah


dingin dan daerah beriklim sedang melakukan migrasi naik ke
lereng gunung atau turun ke lembah secara musiman. Perpindahan
ke tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah disebut migrasi
altitudinal. Misalnya rusa Amerika bergerak naik gunung pada
musim panas dan turun gunung pada musim dingin. Perpindahan
itu dilakukan untuk menghindari cuaca dingin di tempat tinggi
pada musim dingin dan cuaca panas di dataran rendah pada
musim panas. Migrasi itu tampaknya juga berhubungan dengan
persediaan makanan.
Migrasi musiman juga berlangsung secara latitudinal (migrasi
latitudinal), artinya hewan pindah dari satu tempat ke tempat lain
dengan melintasi garis lintang bumi. Migrasi latitudinal sering kali
dapat menempuh jarak yang sangat jauh, misalnya dari daerah
kutub utara ke belahan bumi bagian selatan dengan melawati
garis khatulistiwa. Burung-burung yang hidup secara terrestrial di
belahan bumi utara sering bermigrasi ke arah utara ke daerah
yang persediaan makanan berlimpah pada musim panas, dan
pergi ke daerah savana di selatan pada musim dingin. Di antara
burung-burung itu ada yang mengalami musim kawin di derah
paleartik selama musim dingin. Di samping itu ada burung-burung
yang dapat mencapai Afrika. Burung-burung itu menghabiskan
waktunya selama musim dingin di daerah hutan pohon berduri dan
savana.

Kedatangan

burung-burung

itu

di

tempat

tersebut

bertepatan dengan masaknya buah-buahan yang hidup di daerah


tersebut (Begon,1996).
1. 3.

Migrasi Lokal

Migrasi lokal tidak melibatkan perubahan ketinggian tempat dan


tidak sampai melintasi garis lintang. Jarak yang ditempuh amat
terbatas. Migrasi ini banyak dijumpai di daerah padang rumput
dearah

tropis

yang

musim

penghujan

dan

kemaraunya

berpengaruh terhadap persediaan air. Migrasi yang berkaitan


dengan persediaan air itu dapat dijumpai di Taman Nasional
Baluran, yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Di

International Science Education 2012

107

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Taman Nasional itu, persediaan air minum pada musim kemarau
untuk hewan liar hanya ada di daerah pantai, yaitu di rawa atau
sumber air. Pada sore dan malam hari hewan-hewan (kijang, babi
hutan, kerbau, dan banteng) pergi ke rawa dan sumber air lain
untuk minum. Hewan-hewan itu berada di daerah pantai, yang
tertutup oleh hutan pantai, selama malam hari. Pada pagi hari,
menjelang matahari terbenam hewan-hewan pergi ke arah kaki
Gunung Baluran sambil merumput di savana.
Selain itu ada pula yang disebut vagran, yaitu spesies yang
bermigrasi di luar jadwal migrasi atau di luar jangkauan jalur
migrasi. Ini sering disebut sebagai jenis migran tersasar. Misalnya,
spesies tersebut mempunyai waktu migrasi Oktober-Desember,
tetapi spesies vagran itu berkunjung di wilayah migrasinya pada
bulan Mei atau Agustus. Atau spesies tersebut memiliki jalur ke
wilayah Malaysia, tetapi beberapa jenis melakukan perjalanan
soliter ke Sumatera atau Jawa.
Burung pemangsa Di dunia terdapat 292-312 spesies burung
pemangsa

(Howard

&

Moore, 1991

serta

Thiollay, 1994).

Di

Indonesia sendiri terinterpretasi 69 spesies burung pemangsa


(Rudyanto, 2001), 26 bertipe migran interkontinental dan dua di
antaranya tipe vagran.
B. Faktor Migrasi Burung
Berikut adalah beberapa faktor yang mendorong migrasi hewan,
terutama migrasi burung. Faktor-faktor tersebut dibagi menjadi 2
yaitu:
1. Faktor Eksternal

Angin

Pada ketinggian dimana burung terbang, kecepatan angin bisa


mencapai 20 mil/jam. Angin pertama bisa saja mendorong burung
untuk terbang maju atau malah sebaliknya menghempaskannya ke
belakang, padahal angin kedua (susulan) dapat dengan mudah
menggandakan

kecepatan

tersebut.

Angin

kencang

dapat

mencegah burung kecil untuk bermigrasi. Persimpangan angin


yang kuat dapat menyeret burung sangat jauh dan dapat menjadi
bencana bagi burung darat yang terbang di atas samudra, angin
seperti inilah yang sering menjadi alasan terhadap beberapa

International Science Education 2012

108

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


burung yang kadang ditemukan jauh diluar jangkauan normalnya.

Temperatur

Pada musim semi, burung-burung daerah utara lebih memilih suhu


yang hangat dan angin selatan yang dicirikan oleh adanya sistem
tekanan tinggi di belahan selatan, di musim gugur, mereka lebih
menyukai suhu rendah dan angin utara yang terjadi mengikuti
jalur dingin di depan.

Hujan, perubahan cuaca, dll.

1. Faktor Internal

Aktivitas kelenjar endokrin

Diperkirakan burung mulai bermigrasi pada waktu yang sama


setiap tahun. Keberangkatan burung untuk bermigrasi tampaknya
ditentukan

oleh

pengaruh

interaksi

kompleks

dari

berbagai

rangsangan luar (termasuk cuaca) dan penanggalan biologis yang


memungkinkan burung mengetahui perubahan musim (Peterson,
1986). Di antara penanggalan biologis tersebut terdapat kelenjar
endokrin, alat yang dapat merangsang burung jantan untuk
bernyanyi dan burung betina untuk bertelur. Burung mengalami
perubahan biologis berhubungan dengan reproduksi di saat
sebelum

dan

sesudah

musim

bersarang,

sehingga

kelenjar

endokrin menjadi sangat aktif. Dalam periode inilah kebanyakan


burung bermigrasi (Peterson, 1986). Dengan demikian kegiatan
periodik kelenjar endokrin tampaknya merupakan salah satu
penyebab burung memulai perjalanan panjangnya.

Pertambahan Populasi, dengan dampak :

a. Kompetisi dalam mendapatkan makanan dan air


Penyebab migrasi yang lain erat kaitannya dengan penambahan
populasi baru. Ledakan populasi akibat menetasnya anak burung
menyebabkan tuntutan makanan dalam jumlah besar secara tibatiba, tetapi hal ini bersifat sementara. Keadaan ini menyebabkan
burung

terbang

ke

daerah

musim

semi

untuk

memenuhi

kebutuhan makanan berlimpah yang juga bersifat sementara


(Peterson,

1986).

Penanggalan

biologis

yang

diatur

oleh

rangsangan dari luar dapat menyiapkan burung untuk bermigrasi,


tetapi saat yang paling tepat untuk memulai migrasi ditentukan
oleh cuaca.
b. Kompetisi dalam mendapatkan ruang tinggal

International Science Education 2012

109

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


Pertambahan populasi juga menyebabkan dampak yang bersifat
permanen,

seperti

perebutan

ruang

tinggal

atau

daerah

kekuasaan. Hal ini juga akan semakin potensial terjadi jika pada
daerah itu terdapat banyak spesies yang saling berkompetisi.
C. Jalur Migrasi Burung
Seperti diketahui bahwa burung terbang beratus-ratus bahkan
beribu-ribu kilometer untuk terus mempertahankan hidupnya.
Setiap akhir September sampai Desember, berlangsung musim
migrasi burung dari belahan Bumi utara meliputi wilayah Utara
daratan Asia, Eropa, dan Amerika. Saat itu berbagai macam rantai
makanan terputus oleh hibernasi berbagai spesies mangsa dan
iklim ekstrem, sehingga ribuan individu bermigrasi melintasi benua
menuju wilayah yang bisa mencukupi kebutuhan makan dan
aktivitas hariannya. Indonesia adalah salah satu negara yang
dilintasi migrasi burung pemangsa. Indonesia merupakan lokasi
yang cocok sebagai jalur migrasi dan lokasi istirahat (resting
sites) saat burung bermigrasi.
Di antara yang bermigrasi adalah jenis burung pemangsa. Mereka
kerap

dikategorikan

sebagai top

predator dalam

piramida

makanan, sehingga kadang disebut sebagai raptor, burung elang,


atau alap-alap. Sebenarnya elang dan alap-alap itu berbeda, tetapi
masyarakat

sering

mempersepsikan

sama.

Karena

migrasi

berlangsung dalam jumlah besar, lintasan migrasinya harus


memiliki wilayah-wilayah ekosistem yang baik untuk memenuhi
kebutuhan mangsa burung-burung migran ini.
Migrasi burung pemangsa atau raptor migran Asia di Indonesia
memiliki dua jalur besar yaitu dari semenanjung Malaya dan dari
Kepulauan Filipina. Untuk spesies tertentu diperkirakan juga
melalui jalur kecil dari kepulauan Nicobar, India. Dari semenanjung
Malaya, kelompok-kelompok individu melewati Kepulauan Riau
(Bengkalis dan Rupat) kemudian bergerak menuju ke arah
Tenggara

melintasi

Simpanggagas

dan

Sungai
Sungai

Serka

(Riau),

Sembilang

Muara

(Sumatera

Banyuasin,
Selatan),

Lampung Timur, dan diperkirakan melewati Bakauheni untuk


menuju ke Pulau Dua, Teluk Banten.
Dari teluk Banten, kelompok tersebut bergerak menuju ke selatan

International Science Education 2012

110

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


melintasi Gunung Halimun, Kota Bogor, Puncak, dan pecah menjadi
dua jalur di wilayah utara dan selatan Bandung dan diperkirakan
melintasi

wilayah

Bantarujeg

dan

Ceremai.

Dari

Ceremai,

kelompok besar tersebut melintasi sekitar Gunung Slamet, dataran


tinggi Dieng, Sumbing sampai melintas wilayah Merapi dan
Merbabu ke arah Gunung Arjuna, Argopuro, kemungkinan melintasi
Semeru sampai pecah dua kelompok di mana satu kelompok besar
ke arah timur yaitu Pulau Bali melintasi wilayah Meru Betiri dan
kelompok kecil ke arah Sadengan dan Plengkung, Alas Purwo,
Banyuwangi.
Di Bali, kelompok-kelompok burung pemangsa migran ini bersatu
kembali di Teluk Terima, Bali Barat dan melakukan migrasi kembali
ke arah wilayah Danau Batur kemungkinan melintasi Gunung
Agung menuju ke arah Gunung Seraya. Dari Seraya, beberapa
kelompok raptor bermigrasi ke Nusa Tenggara. Catatan di wilayah
Nusa Tenggara Barat belum ada tetapi dari beberapa pulau di Nusa
Tenggara Timur,Accipiter soloensis tercatat melakukan migrasi di
wilayah Pulau Komodo, Pulau Sumba, Maumere, dan Golo Lusang,
Flores.
Untuk kelompok kecil seperti jenis Accipiter badius dan Aviceda
leuphotes kemungkinan besar melewati kepulauan Nicobar dan
Andaman menuju Kepulauan Nias dan Mentawai dan ke arah
Sumatera Selatan dan Lampung bahkan sampai Jawa. Tahun 2001
tercatat keberadaan Aviceda leuphotes di Banjar Sari dan Desa
Caringin Bogor, Jawa Barat. Di Nias dan Mentawai juga ada catatan
mengenai Accipiter

soloensis, tetapi

kemungkinan

besar

merupakan individu yang keluar dari jalur migrasi alami di


Semenanjung Malaya.
Jalur Filipina Di jalur dari Filipina kemungkinan besar pecah menjadi
dua kelompok yaitu kelompok-kelompok burung pemangsa migran
yang menuju Kalimantan Utara melewati Pulau Palawan dan
kelompok lainnya yang menuju Sangihe-Talaud melintasi Pulau
Luzon. Kelompok-kelompok

yang

berasal

dari

Pulau

Palawan

tersebut masuk melalui wilayah Sabah dan kemungkinan pecah


menjadi dua bagian di mana beberapa kelompok seperti Circus
cyaneus,

Aviceda

jerdoni(dianggap

ras

migran

walau

ada

subspesies penetap di Kalimantan) dan beberapa kelompok

International Science Education 2012

111

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


kecilMilvus migrans menuju ke Sarawak, Gunung Palung, Danau
Sentarum,

dan

daerah

Sungai

Kahayan,

pedalaman

Barito.

Beberapa kelompok yang kemungkinan lebih besar seperti Falco


peregrinus calidusmasuk ke wilayah Berau, ke arah pesedotan
Kutai, Delta Mahakam, Tanjung Selor, Danau Jempang, dan
mencapai wilayah Balikpapan dan Danau Riam Kanan.
Kelompok besar yang melintasi Pulau Luzon melakukan migrasi
melintasi kepulauan Sangihe-Talaud, Sulawesi. Di Sangihe-Talaud
ini kemungkinan kelompok besar tersebut pecah, di mana satu
kelompok menuju ke arah Pulau Poa (Togean) melalui Dumoga dan
kelompok lain melakukan pergerakan ke arah Pulau Ternate, Pulau
Bacan, Pulau Bisa, kemudian melintasi Obi, Pulau Seram dan
berakhir di wilayah Kepulauan Tanimbar. Ada kemungkinan dari
Pulau

Seram,

satu

kelompok Accipiter

soloensis danCircus

spinolotus menuju Papua melakukan aktivitas hariannya di Teluk


Bintuni. Tetapi, untuk Circus spinolotus juga ada spesies penetap di
Papua.
Kelompok yang bergerak dari Pulau Poa diperkirakan pecah di
mana kelompok besar melakukan pergerakan ke wilayah Rawa
Aopa

(Sulawesi

Tenggara).

Kemudian,

kelompok

tersebut

menyeberangi Teluk Bone ke arah Pare-pare dan melintas jauh ke


Pulau

Laut,

Kalimantan

Selatan.

Dari

Kalimantan

Selatan,

kelompok bergerak ke Danau Riam Kanan dan melakukan aktivitas


hariannya di pesedotan Balikpapan dan Danau Jempang. Satu
kelompok kecil dari Poa pecah ke Kepulauan Taliabu sampai di
Pulau Buru. Demikian rumitnya jalur yang harus ditempuh oleh
burung-burung pemangsa terutama Elang untuk bermigrasi. Oleh
karena itu, burung Elang haruslah memiliki sistem navigasi untuk
dapat mengetahui arah secara tepat. Untuk mengetahui kerja
sistem navigasi tersebut akan dibahas pada subbab berikutnya.
D. Sistem Navigasi pada Burung Elang
Mengapa dan bagaimana awalnya burung bermigrasi, serta apa
yang membuat mereka memutuskan untuk bermigrasi telah lama
menjadi pusat perhatian. Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa
migrasi disebabkan perubahan

musim

sementara

yang lain

percaya bahwa burung bermigrasi untuk mencari makan. Ilmuwan

International Science Education 2012

112

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


menemukan reaksi berbeda dari dari mata semua hewan terbang,
berdasarkan

lokasi

penyimpanan

medan

magnet.

Hal

ini

merupakan salah satu keajaiban alam. Bahwa burung bisa


memahami bahan kimia hanya dengan mata. Padahal secara
teknis, mata burung tidak memiliki alat deteksi.
Teori rumit ini melibatkan proses pencahayaan yang diterima mata
burung. Inilah yang menjadi perbincangan ilmuwan selama lebih
dari 30 tahun. Saat foto cahaya memasuki mata burung maka
berhubungan dengan cryptochrome.
Selanjutnya, ini akan menciptakan tekanan energi dalam belitan
kuantum, suatu keadaan di mana elektron secara spasial terpisah,
namun tetap berdampak satu sama lain.Yang perlu diperhatikan
adalah

bagaimana

burung-burung

ini-tanpa

perlindungan,

perlengkapan teknis, atau pengamanan, kecuali tubuh mereka


sendiri-dapat melakukan penerbangan yang sangat jauh. Migrasi
membutuhkan keahlian khusus seperti penentuan arah, cadangan
makanan, dan kemampuan untuk terbang dalam jangka waktu
yang lama. Hewan yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tidak
mungkin dapat berubah menjadi hewan migran, atau hewan yang
melakukan migrasi.
Para ilmuwan masih belum

menemukan

jawaban bagaimana

burung dapat menentukan waktu migrasi. Mereka percaya bahwa


makhluk hidup memiliki jam tubuh yang membantu mereka
mengetahui waktu, bila mereka berada dalam lingkungan tertutup,
dan

membedakan

perubahan

musim.

Bagaimanapun,

pada

kenyataannya bahwa burung memiliki jam tubuh yang membantu


mereka mengetahui saat untuk melakukan migrasi adalah
jawaban yang tidak ilmiah.
Teknik

navigasi

merupakan

hasil

didasarkan
kombinasi

pada

banyak

beberapa

indera.

kemampuan

Cara

ini

termasuk

kemampuan mendeteksi daerah medan magnet, menggunakan


pengenalan visual dan juga isyarat pada olfactorius. Reaksi kimia
di pigmen cahaya khusus sensitif terhadap panjang gelombang
tinggi dipengaruhi oleh daerah tersebut. Dengan pengalaman
mereka mempelajari berbagai petunjuk daerah dan pemetaan ini
dilakukan oleh megnetitas pada sistem trigeminal. Beberapa
penelitian terbaru berhasil menemukan sebuah hubungan syaraf di

International Science Education 2012

113

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia


antara mata dan kelompokan N, bagian otak depan yang aktif
selama penetapan arah migrasi, yang diyakini menyebabkan
burung dapat melihat medan magnet di bumi.
Beberapa

cara

lain

yang

digunakan

burung

Elang

untuk

menentukan arah antara lain:

Sun compass (kompas Matahari)

Beberapa jenis burung Elang mampu menentukan arah dengan


baik hanya jika dapat melihat matahari dengan jelas. Bahkan
burung migrant malam menggunakan ini sabagai isyarat untuk
berangkat pada senja hari.

Star compass (kompas bintang).

Burung Elang yang terbang malam biasanya harus mengontrol


terbangnya sendiri dalam keadaan kurang jelas, langit berbintang
tapi akan menjadi tidak terlihat jika sedang berawan atau
mendung.

Maka

mereka

meggunakan

pedoman

hubungan

beberapa rasi bintang dan bukan pada 1 bintang saja.

Odor Map (Peta rangsang bau)

Biasanya dipakai oleh migrant jarak dekat untuk pulang ke sarang.

Magnetic Map (Peta medan magnet)

Burung migrasi dapat mengandalkan pada instingnya untuk


pulang. Gangguan terhadap medan magnet dapat mengganggu
kemampuan ini.

Magnetic Compass (kompas medan magnet).

Beberapa burung Elang tampaknya memiliki kompas yang


terpasang di organ tubuhnya untuk digunakan saat sedang
berawan.
Penelitian berikutnya mengenai sistem navigasi burung Elang
menunjukkan bahwa medan magnet bumi berpengaruh terhadap
beberapa spesies. Berbagai kajian menunjukkan bahwa tampaknya
burung pemangsa memiliki sistem reseptor magnetik yang maju,
yang

memungkinkan

mereka

menentukan

arah

dengan

menggunakan medan magnet bumi. Sistem ini membantu burung


menentukan arah dengan merasakan perubahan medan magnet
bumi selama migrasi. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa
burung migran dapat merasakan perbedaan medan magnet bumi
sebesar 2%.

International Science Education 2012

114

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

Daftar Pustaka
http://ltps.uad.ac.id/ Diakses tanggal 31 Desember 2014.
http://ichaltecnik.blogspot.com/2013/01/pengertian-medan-listrikatau-medan.html#sthash.EKEFYLeb.dpuf Diakses tanggal 31
Desember 2014.
http://smulab.tripod.com/ Diakses tanggal 31 Desember 2014.
http://www.rumus-fisika.com/ Diakses tanggal 31 Desember 2014.
http://purplescience.wordpress.com/ Diakses tanggal 31 Desember
2014.
Allen, A.A. 1961. The Book of Bird Life: A Study of Birds in Their
Native Haunts
(Second Edition). New Jersey: D. Van Nostrand Company, Inc.
Awalluddin, N.H. 2008. Fenomena Migrasi Burung Pemangsa.
http://sbc.web.id/2008/07/fenomena-migrasi-burungpemangsa/. Diakses tanggal 31 Desember 2014.
Lindsay, Bethany. 2005. The Compasses of Birds.
http://www.scq.ubc.ca/the-compasses-of-birds/. Diakses tanggal
31 Desember 2014.
Sukmantoro, Wishnu. 2007. Migrasi Burung Pemangsa Asia.
http://dasarburung.wordpress.com/2007/10/10/migrasi-burungpemangsa/. Diakses tanggal 31 Desember 2014.
Susanto, Pudyo. 2000. Pengantar Ekologi Hewan. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi-Departemen Pendidikan Nasional.
Zachra, Ellyzar. 2011. Sistem Navigasi Burung
Menakjubkan. (Online).

International Science Education 2012

115

UNIT 1: Melihat Indahnya Dunia

International Science Education 2012

116