Anda di halaman 1dari 32

BANTALAN LUNCUR ( SLEEDING CONTACT BEARING )

I.Pengertian Bantalan Luncur.


Bantalan merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang
memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk
menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami
gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan
poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.

II.Klasifikasi bantalan.
Pada umumya bantalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu :
A.Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros.
1. Bantalan Gelinding.
Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar
dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat.

Gbr.1.Contoh Bantalan gelinding.

2.Bantalan Luncur.
Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena
permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan
pelumas.

Pada bantalan ini :


-Bekerja pada permukaan pelumasan yang besar
-Peredaman ayunan
-Kejutan dan kebisingan
-Kurang peka terhadap goncangan dan kemasukan debu (pelumasan gemuk
sebagai pencegah debu).

Keuntungan Bantalan Luncur :


- Mudah dipasang
- Pada putaran tinggi Mudah dibuat
- Pada goncangan dan getaran kuat
- Jauh lebih murah dari bantalan gelinding
- Memerlukan diameter pemasangan yang lebih kecil.
Pada bantalan luncur tidak ada elemen lain antara bantalan dengan bagian
yang bergerak.
Bantalan ini dipakai pada poros-poros yang berputar dengan kecepatan
tinggi dan contoh pemakaiannya adalah pada poros engkol (crankshaft).

B.Berdasarkan arah beban terhadap poros.


1.bantalan Radial.
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu.

2.Bantalan Aksial.
Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
III.Jenis bantalan luncur.
Berdasarkan konstruksinya, bantalan luncur terbagi menjadi 3 Jenis, yaitu:
1. Bantalan luncur radial (Jurnal bearing)
Bantalan ini untuk mendukung gaya radial dari batang torak saat berputar.
Konstruksinya terbagi / terbelah menjadi dua agar dapat dipasang pada
poros engkol.
2. Bantalan luncur aksial (Thrust bearing)
Bantalan ini menghantarkan poros engkol menerima gaya aksial yaitu
terutama pada saat terjadi melepas / menghubungkan plat kopling saat
mobil berjalan. Konstruksi bantalan ini juga terbelah / terbagi menjadi dua
dan dipasang pada poros jurnal bagian paling tengah.

Berdasarkan sudut kontak bantalan dengan jurnal :


1.Full Journal Bearing.
Ketika sudut kontak bantalan dengan jurnal aalah 360 derajat.
2.Partial Journal Bearing.
Ketika sudut kontak bantalan dengan jurnal adalah 120 derajat. Jenis
bantalan ini memiliki gesekan yang lebih kecil dari full journal bearing, dan
hanya dapat digunakan untuk beban satu arah.
Bantalan jurnal parsial umumnya ditemukan pada as kereta api dan
mobil.
Bantalan Jurnal penuh dan parsial dapat disebut sebagai bantalan izin
karena diameter jurnalnya lebih rendah dari bantalannya.
3.Fitted Bearing.
Ketika bantalan jurnal parsial tidak memiliki izin yaitu diameter jurnal
dan bantalan yang sama , maka bantalan disebut bantalan pas ( Fitted
Bearing).
menurut ketebalan lapisan pelumas antara bantalan dan jurnal, bantalan
luncur juga dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.Bantalan film tebal (Thick film bearing).
Bantalan film tebal adalah dimana permukaan kerja bantalan
benar-benar terpisah dari satu sama lain dengan pelumas. Jenis bantalan ini
juga sering disebut bantalan pelumas hidrodinamik.
2.Bantalan film tipis (Thin film bearing).
Bantalan film tipis adalah bantalan yang dilapisi pelumas, tapi sebagian
permukaan kerja masih saling menghubungi. Bantalan ini juga sering
disebut bantalan dilumasi terbatas.
3.Bantalan tanpa film (zero film bearing).
Bantalan ini beroperasi tanpa pelumas apapun.
4.Bantalan dengan pelumas bertekanan hidrostatik atau eksternal.
Bantalan ini dapat mendukung beban yang stabil tanpa gerak relatif antara
jurnal dan bantalan. Hal ini dicapai dengan cara memaksa pelumas
bertekanan eksternal antar anggota.

IV.Hidrodinamika pelumasan bantalan.


Berikut ini adalah asumsi dasar yang digunakan dalam teori
hidrodinamika pelumasan Bantalan :
1.Pelumas mematuhi hukum newton tentang viskositas aliran fluida.
2.Tekanan disumsikan konstan sepanjang ketebalan film.
3.Pelumas disumsikan bersifat incompressible Fluid.
4.Viskositas diasumsikan konstan sepanjang film.
5.Alirannya satu dimensi (dengan kemungkinan kebocoran samping
diabaikan).

V.Faktor penting untuk Pembentukan tebal Oli Film .


Menurut Reynold, faktor-faktor ini sangat penting dalam pembentukan
tebal oli film dalam hidrodinamika pelumasan bantalan, yaitu :
1.Suplai oli yang berkelanjutan (terus-menerus ada).
2.gerak relatif antara dua permukaan dalam arah tangensial kepermukaan.
3.Kemampuan salah satu permukaan untuk mengambil kecenderungan
kecil ke permukaan lain diarah gerak relatif .
4.Garis aksi tekanan minyak yang dihasilkan harus sesuai dengan garis
kerja dari beban eksternal antara permukaan.

VI.Tipe Pelumasan.
Berdasarkan derajat pemisahan permukaan oleh pelumas, secara umum
modus pelumasan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
full-film lubrication, mixed film lubrication, dan boundary lubrication.

1.Pada full film lubrication, permukaan sliding sepenuhnya dipisahkan


lapisan pelumas sehingga tak ada kontak sama sekali antara kedua
permukaan. Beban yang cenderung membuat kedua permukaan berkontak
ditahan oleh pelumas bertekanan diantara dua permukaan.Jadi secara ideal
tidak terjadi keausan dan rugi gesekan hanya terjadi pada pelumas yang
mengalami geseran. Koefisien gesekan pada full film biasanya antara 0,002
sampai 0,010, sedangkan tebal fil pelumas antara 0,008 sampai 0,02 mm.

2.Pada mixed film lubrication beberapa puncak permukaan bersentuhan dan


pada bagian lain terbentuk lapisan pelumas, Koefisien gesekan pada mode
ini antara 0,004 sampai 0,10.

3.Pada boundary lubricaton terjadi kontak terus menerus antara kedua


permukaan, tetapi pelumas juga terus menerus melumuri permukaan.
Dengan demikian koefisie gesekan menjadi rendah. Koefisien gesekan
untuk mode ini biasanya sekitar 0,05 sampai 0,20.

VII. Teori pelumasan Hidrodinamik.


Consentric journal bearing
Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa hydrodynamic bearing adalah
jenis bantalan sliding bearing yang paling banyak digunakan saat ini. Disini
kita akan membahas teori pelumasan hidrodinamik dan aplikasinya pada
journal bearing. Pertama kita akan membahas journal bearing konsentris
yang belum mendapat bebas antara journal dan bearing sangatlah kecil.
Biasanya sekitar 1/1000 kali diameter journal. Karna itu kita dapat
memodelkannya sebagai 2 buah permukaan datar sebab gap h sangat kecil
sekali dibandingkan dengan radius lengkungan bearing.

Jika permukaan bawah dijaga tetap diam dan permukaan atas digerakkan
dengan kecepatan U, maka pelumas akan mengalami geseran. Gradient
kecepatn akan menyebabkan distorsi sebesar =dx/dy. Tegangan geser yang
terjadi pada elemen fluida pelumas. Adalah proporsional dengan laju
geseran

yaitu :

Dimana n(efisiensi cari dewek) adalh viskositas jika tebal film h konstan
maka gradient kecepatan du/dy = u/h= konstan jadi gaya yang diperlukan
untuk menggerakkan plat adalah tegangan diklikan luas permukaan yaitu :

Pada gambar 11.14 ditunjukan bantalan luncur dengan sitem kordinat yang
pusatnya terletak pada tepi bantalan. dalam analisis ini dianggap bahwa
bantalan dalam keadaan diam sedangkan journal bergerak. Dari gambar
tersebut juga diketahui adanya kecepatan tangen sial U untuk bantalan dan

kecepatan tangensial t2 untuk jurnal. Perhatikan bahwa arahnya berbeda


akibat adanya eksentrisitas. T2 kemudian diurai menjadi 2 komponen yaitu
U2 pada arah x dan V2 pada arah y. karena sudut antara T2 dan U2s sangat
kecil sehingga nilai kosinusnya mendekati 1 maka dapat diasumsikan
bahwa U2 = T2 adapun adanya komponen V2 pada arah y diakibatkan oleh
menutup atau membukanay celah h pada saat berotasi sehingga V2= delta
h/delta x

Dengan menggunakan asumsi diatas dapat dituliskan persamaan Reynold


yang menghubungkan tebal celah h, kecepatan relative antara bantalan dan
journal V2 dan U1-U2 dan tekanan fluida t sebagai fungsi 2 dimensi x dan
z, serta dengan mengasumsikan bahwa journal dan bantalan adalah parallel
pada arah z dan viskositas n adalah konstan.

Dimana U = Ut + U2

Solusi long bearing :


Persamaan diatas hanya bisa dipecahkan secara numeric. Raimondi dan
boyd menemukan metode pemecahannya yang menggunakan berbagai
grafik. Namun reynold kemudian menemukan solusi pendek untuk

permasalahan tersebut dengan mengasumsikan bahwa bantalan mempunyai


panjang tak hingga pada arah z. asumsi ini mengakibatkan aliran menjadi
nol

dan

ditribusi

tekanan

sepanjang

arah

konstan.

Dengan

penyederhanaan ini persamaan reynold menjadi :

Solusi tersebut memberikan tekanan p pada lapisan pelumas sebagai fungsi


posisi angular sekeliling bntalan untuk dimensi tertentu dari radius journal
r. radial clearance c, rasio eksentrisitas, kecepatan permukaan U, dan
viskositas . ro 0 merupakan tekanan suplai pada posisi = 0
Jika p dihtung untuk rentang = 0 sampai 2pi. Karena fluida tidak dapat
menahan tekanan negative yang besar tanpa kapitasi, persamaan tersebut
biasanya dievaluasi hanya untuk rentang =0 sampai pi sementara tekanan
pada belahan sisi yang laindiasumsikan sebagai ro 0. Somerfeld juga
menentukan persamaan untuk beban total P pada long bearing sebagai
berikut

Solusi Short Bearing


Dalam dunia modern, bantalan panjang (long bearing) sangat jarang
digunakan karena beberapa alas an seperti batasan dimensi, pengangkutan,
dsb. Rasio I/ d pada bantalan modern biasanya adalah sekitar seperermpat
sampai satu. Solusi long bearing mengasumsikan bahwa tidak ada
kebocoran pelumas samping pada bantalan, namun pada rasio I/d, yan kecil
ini, kebocoran samping dapat merupakan faktor yang sangat signifikan.
Ocvirk dan Dubois, memecahkan persamaan reynold yang melibatkan
faktor kebocoran samping.

Persamaan ini juga dapat diintegrasikan untk memberikan persamaan dalam


bentuk tekanan dalm lapisan pelumas sbagai fungsi teta nari dewek.

10

Persamaan ini disebut sebagai solusi ocvirk atau solusi short bearing.
Persamaan ini biasanya dievaluasi untuk teta cari dewek=0 sampai
dengan mengasumsikan tekana sama dengan 0npada belahan sisi yang lain.
Distribusi tekana p pada arah z adalah parabolik dan puncaknya pada
tengah panjang bantalan l dan 0 pada z kurang lebih 1/2 . tekana p
bervariasi secara non linear pada seluruh teta dan memuncak pada kuadran
2.
Nilai teta maks pada p maks dapat dihitung denaga persamaan :
Dan nilai p maks dapat ditemukan dengan mensubstitusikan z=0 dan teta=
teta maks pada solusi short bearing
Sudut antara arah gaya p dengan sumbu teta= digambarkan sebagai
diameter besar sudut lambing diameter
menggunakan persamaan:

11

dapat dicari dengan

Dan besarnya gaya resultan p sebgai fungsi parameter bantalan sebagai


berikut:
Dimana kc adalah parameter tak berdimensi yang merupakan fungsi dari
rasio eksentrisitas:
Kemudian dengan mensubtitusikan U=dn, dan c sama dengan c2/2, dapat
diperoleh:

RUGI-RUGI DAYA DAN TORSI PADA BANTALAN LUNCUR


Gambar 11.15 menunjukan lapisan fluida yang mengalami geseran antara
jurnal dengan bantalan gaya gesera yang bekerja pada tipa elemen
menimbulkan torsi yang saing berlawanan T1 ada elemen yang berputar
dan Ts pada elemen yang diam. Namun kedua torsi ini tidak sama besar
karena danya eksentrisitas. Pasangan gaya p, 1. Bekerja pusat journal Ol
dan yang lainnya bekerja pada pusat banlan Ox. Membentuk kopel dengan
besar PE sin teta. Sehingga besarnya rotating torque :

12

Perhatikan bahwa persamaan diatas = persamaan petrof untuk journal


konsentrik, torsi tanpa beban, T0. Dapat dibentuk rasio torsi stasionery pada
bantalan eksentrik terhadap torsi tanpa beban sebagai berikut.

Rugi-rugi daya teta pada bantalan dapat dihitung dari rotating rokoe Tr dan
kecepatan rotasi n
Adapun koefisien gesekan pada bantalan dapat ditentukan pada rasio antar
gaya geser tangensial dan gaya normal yang bekerja P.

Perancangan Bantalan Hidrodinamik


Perancangan bantalan dilakukan untuk menemukan kombinasi
diameter bantalan dan ataupun panjang yang dapat beropasi dengan
viskositas tertentu, mempunyai clearance yang masuk akal dan dapat
dibuat, serta mempunyai ratio eksentrisitas yang akan mencegah metal to

13

metal contact. Pada kondisi pembebanan yang ditentukan. Faktor beban


design- bilangan OCVIRK.
Pendekatan yang baik untuk memecahkan persoalan perancangan ini
dilakukan dengan melakukan faktor beban. Tak berdimensi dengan yang
digunakan untuk memplot dan menghitung parameter bantalan yang lain.
Persamaan gaya resulltan pada solusi short bearing dapat disusun ulang
untuk memyediakan faktor beban ini, sebagai berikut :

Dengan menganti faktor gaya resultan dengan tekanan rata-rata diperoleh :


Suku yang berada ( adalah faktor beban yang tidak berdimensi atau
bilangan OVRICK
Gambar dibawah ini menunjukan grafik ratio eksentrisitas sebagai fungsi
dari bilangan Ovrick dan juga menunjukan data eksperimental. Kurva
hubungan antaran rasio eksentrisitas dengan bilangan ovrick diuat dengan
melakukan kurva vitting pada data yang ada. Adapun kurva empiric dapat
diaproksimasi dengan :

14

Adapun perhitungan parameter-parameter bantalan lain dapat dihitung


dengan menggunakan persamaan-persamaan diatas.
Prosedur perancangan beban dan kecepatan biasanya sudah diketahui, jika
poros sudah dirancang untuk beban dan defleksi tertentu maka diameternya
akan diketahui. Adapun panjang atau rasio I/d harus dipilih dengan
pertimbangan pengemasannya. Semakin besar rasio I/d maka akan
memberikan tekanan lapisan pelumas yang lebih rendah. Rasio clearance
didefisinikan sebagai Cd/d. biasanya rasio clearance ini berkisar antara
0,001-0,002 dan kadang kadang sampai mencapai 0,003. Semakin besar
rasio clearance akan meningkatkan faktor beban. Semakin besar bilangan
ovrick akan memberikan eksentrisitas, tekanan, dan torsi yang lebih besar
tetapi peningkatannya akan semakin kecil pada bilangan nilai ovrick yang
semakin besar.

15

Keuntungan rasio clearance adalah aliran pelumas yang semakin besar yang
akan megakibatkan pendinginan yang semakin cepat. Adapun rasio I/d yang
semakin besar akan memerlukan rasio clearance yang lebih besar untuk
mencegah metal to metal contact akibat defleksi poros. Bilangan ovrick
dapat dipilih, sedangkan viskositas pelumas yang diperluka dapat dihitung
dengan persamaan-persamaan yang sesuai. Jika dimensi poros belum
ditentukan, diameter dan panjang bantalan dapat diliterasi dengan
menggunakan bilangan ovrick yang diasumsikan. Jenis pelumas dipilih
dengan trial and error dan viskositasnya dicari dengan menggunakan
temperature operasi yang diasumsikan dengan menggunakan grafik pada

gambar 11.7 . setelah bantalan dirancang analisi aliran fluida dan


perpindahan panas dapat dilakukan dengan menentukan laju pelumas yang
diperlukan. Analisis ini dilakukan menggunakan beberapa metode seperti
pada machinery data handbook dan sebagainya. Gambar 11.18

16

Rasio tekanan dan rasio torsi vs bilangan orvick untuk bantalan pendek.
Pemilihan bilangan ovrick mempunyai efek yang signifikan terhadap
rancangan. Untuk itu B.B Dubois telah menawarkan beberapa panduan
dengan menyarankan nilai bilangan orvick ON = 30(epsilon 0,82) sebagai
batas atas untuk pembebanan moderate ON = 60( epsilonnya 0,90) sebagai
batas untuk kondisi pembebanan Heavy dan ON = 90(epsilon 0,93) sebagai
batas untuk kondisi pembebanan Severe.pada bilangan ovrick yang lebih
besar dari 30 harus diberikan perhatian ekstra untuk mengcontrol toleransi
pembuatan, defleksi dan surface finishing. untuk pembuatan bantalan
secara umum akan lebih baik bila bilangan ovrick dijaga dibawah 30.

17

VII. Sifat Pelumas


Meskipun terdapat banyak sifat prinsip yang sebuah pelumas sebaiknya
lolos, tetapi berikut ini penting dari titik pandang subjek yang dilumasi.
1. Viskositas
Ini adalah ukuran penting derajat fluiditas (daya alir) dari sebuah
cairan. Ini adalah sifat fisik melalui bentuk dimana sebuah oli
membentuk, mempertahankan dan memberikan ketahanan terhadap
pemisahan lapisan bantalan di bawah tekanan dan panas. Semakin
besar panas dan tekanan, semakin besar pula viskositas diperlukan
dari sebuah pelumas untuk mencegah penipisan dan penyemprotan
keluar dari pelapisan. Viskositas pelumas diukur oleh saybolt
universal viscometer. Ini menentukan waktu yang di tentukan untuk
sebuah volume standar dari oli pda temperature tertentu untuk
mengalir dibawah ketinggian tertentu melalui sebuah tube (tabung)
diameter dan panjang standar. Untuk mengubah saybolt universal
viscositas dalam second keviskositas absolut (dalam centipoise)
rumusan berikut ini bisa digunakan.

Dimana : Z = viskositas absolut pada temperatur t, dalam centipoise.


S = saybolt universal viscosity, dalam seconds.
.t = spesifik gravity dari pelumas pada temperature t

Catatan : dapat dilihat pada tabel di atas bahwa viskositas oli


menurun ketika temperaturnya meninggkat. Satuan viskositas
absolut adalah poise, tetapi biasanya digunakan sebagai centipoise,
1 centipoise sama dengean 0,01 poise sama dengan 0,01
dyne.sec/cm2.
Poise adalah gaya dalam dyne yang diperlukan untuk menggerakan
salah satu muka dari 1 cm3 cairan dengan sebuah kecepatan/detik
relatif terhadap muka yang berlawanan.

18

2. Oilines (kebasahan oleh oli)


Ini adalah sifat kesatuan dari pelumas dan permukaan bantalan
dalam kon-tak. Ini adalah ukuran kualitas pelumas dibawh kondisi
batas dimana metal dasar terhadap metal dicegah hanaya oleh
lapisan yang terserap. Tidak ada ukuran yang mutlak daru oiliness.
3. Spesifik grafity
Saat ini tidak mempunyai hubungan terhadap nilai pelumasan tetapi
berguna dalam mengubah viskositas kinematic ke viskositas
absolut. Secara matematika viskositas absolut = x viskositas
kinematic (dalam centistokes)
Dimana : = spesifik grafity dari oli
Spesifik grafity dari kebanyakan oli pada 15.5 c bervariasi dari 0,86
sampai 0.95. spesifik grafity pada tiap temperature yang lain t bisa
diperoleh dari persamaan berikut ini :

4. Viscositas index (VI)


Istilah viskositas indekx digunakan untuk menandai drajad variasi
viscosi-tas dengan temperature.
5. Flash point
Ini adalah temperature terendah pada mana oli untuk memberikan
penguapan yang cukup untuk mendukung penyalaan sesaat tanpa
secara nyata menyalakan api terhadap oli ketika sebuah api dibawa
sekitar 6 [mm] pada permukaan oli.
6. Titik api
Ini adalah temperature dimana sebuah oli memberikan penguapan
yang cukup untuk membakarnya secara terus menerus ketika
dinyalakan.
7. Titik tuang atau titik pembekuan
Ini adalah temperature dimana sebuah oli akan berhenti untuk
mengalir ketika didinginkan.

19

Angka karakteristik dan modulus bantalan journal


Koefisien gesek dalam design bantalan adalah sangat penting,
karena ini memberikan sebuah cara untuk menentukan kerugian
tenaga (power) karena gesekan bantalan. Ini telah ditunjukan oleh
percobaan bahwa koefisen gesek untuk bantalan jurnal berpelumas
penuh adalh sebuah fungsi dari tiga variabel yaitu:
i) ZN / p
Ii) d /c
Iii) l / d
Oleh karena itu koefisien gesek bisa dinyatakan sebagai,
= [ ZN /p, d /c l / d ]
Dimana :
= koefisien gesek
= hubungan fungsional
Z = viscositas absolut pelumas dalam centipoise
N = kecepatan journal dalam rpm
P = tekanan bantalan pada luasan proyeksi bantalan
L = panjang bantalan [ cm ]
D = diameter bantalan [ cm ]
C = perbedaan diameter bishing dan diameter journal [ cm ]

Besaran ZN/p, diistilahakan sebagai angka karakteristik bantalan


(bearing characteristic number) dan adalah anka tanpa dimensi.
Boundary lubrication atau pelumasan tidak sempurna berada antara
r dan s pada kurva. Ini adalah daerah dimana viskositas berhenti
untuk menjadi sebuah ukuran karakteristik gesekan kecuali oilness
pelumas adalah efektif dalam mencegah kontak metal ke metal
sempurna dan mengauskan suku cadang.
Ini

mungkin

bisa

dicatat

bahwa

bagian

pq

dari

kurva

menggambarkan kondisi operasi stabil, karena dari tiap titik


stabilitas sebuah penurunan dalam viskositas z akan mengurang
ZN/p. Ini akan mengakibatakan penurunan dalam koefisien gesek

20

yang diikuti oleh sebuah penurunan tempeatu bantalan yang akan


mengangkat viskositas z
Koefisien gesek bantalan journal
Untuk menentukan koefisen gesek untuk bantalan jurnal penuh yang
dilumasi dengan baik hubungan emprik berikut ini didasarkan pada
data eksperimental biasa digunakan.
Koefisien gesek,
= 33 / 1010 [ ZN / p ] [ d / c ] + k
Dimana Z, N, p, d, dan c mempunyai arti yang sama seperti yang
didiskusikan didepan.
K = faktor koreksi untuk kebocoran ujung.
Nilai operasi dari ZN / p sebaiknya dibandingkan dengan nilai yang
diberikan dalam tabel untuk memastikan batas aman antara kondisi
operasi dan titik pecahnya lapisan pelumas.
Catatan :
1) Tekanan pada mana lapisan oli pecah sehingga memicu kontak
metal ke metal diketahui sebagai tekanan kritis atau tekanan operasi
minimum. Hal ini diperoleh melalui hubungan empiris berikut :
P = ZN / 475 x 106 [ d /c ] 2 [ l / l+ d]
2) Untuk tujuan desain
ZN / p [ d/ c ]2 = 1,43 x 109 disebut sebagai sommrfeld number
3) Kelonggaran diametral c dalam sebuah bantalan sebaiknya cukup kecil
untuk menghasilkan gradient kecepatan yang diperlukan sehingga tekanan
yang terbentuk akan mendukung beban. Juga kelonggaran yang kecil
keuntungan penurunan kebocoran sisi. Bagaimanapun kelebihan harus
dibuat untuk toleransi manufaktur dalam journal dan bantalan bushing.
Kelonggaran yang umum digunakan dalam mesin -mesin industri adalah
0,025 [mm] per cm diemeter journal. Ketebalan minimum lapisan oli bisa
diasumsikan sebagai

c/ 4.

4) Ratio kelonggaran diametral dan diameter journal [ c/d] dikenal sebagai


ratio kelonggaran diametral.

21

5) Jika panjang journal sama dengan diameter journal maka bantalan


dikatakan sebagai bantalan persegi (square bearing ). Sebaliknya jika I/D <
1 maka disebut short bearing dan jika I/D>1 maka disebut long bearing.
6) Karena kebocoran samping pelumas dari bantalan, maka tekanan dalam
lapisan adalah atmosfer pada ujung bantalan. Tekana rata-rata akan menjadi
lebih tinggi untuk bearing panjang dari pada bearing pendek atau square.
Oleh karna itu dari titik pandang kebocoran samping sebuah bearing
dengan ratio I/D yang besar lebih disukai. Bagaiomanapun persyaratan
ruang, toleransi, manufaktur dan defleksi poros lebih baik dipenuhi dengan
bearing pendek. Nilai i/d bisa diambil 1 sampai 2 untuk mesin industri
umum. Dalam bantalan poros engkol ratio sering diambil kurang dari 1.
Panas yang dibangkitkan dalam bantalan journal
Panas yang dibangkitkan dalam sebab bantalan adalah karena gesekan
cairan dan gesekan suku cadang yang mempunyai gerakan relatif. Secara
matematika panas yang dibangkitkan bantalan,
Hg = W V [Kg.m/menit]
Hg = W V / J [kcal/menit]
= koefisien gesek
W = beban pada bantalan
V = keceatan penggesekan
N = kecepatan journal
J = persamaan panas mekanik = 427 [Kg.m/kcal]

Setelah kesetimbangan panas tercapai panas akan dilepas pada permukaan


luar bantalan dengan pada laju yang sama ketika panas tersebut
dibangkitkan dalam lapisan oli. Jumlah panas yang dibuang akan
tergantung pada perbedaan temperatur, ukurna, massa dari permukaan yang
menyebarkan dan pada jumlah udara yang mengalir pada sekeliling

22

bantalan. Bagaimanapun untuk desain bantalan yang baik luas pembuangan


panas sebenarnya dapat dinyatakan dalam istilah luas proyeksi dari journal.
Panas yang dibuang oleh bantalan
Hd = C.A (tb-ta) [ kcal/ment]
C = koefisien pembuangan panas.
A = luasan proyeksi bantalan
Tb = temperatur permukaan bantalan
Ta = temperatur udara sekeliling
Nilai C telah ditentukan secara eksperimental oleh O.Lasche. Nilai tersebut
jenis bantalan, ventilasinya, dan perbedaan tempertur.
Nilai rata-rata dari C untuk bantalan journal bisa diambil sebagai beriukut
Bantalan tidak berventilasi : 0,0002 sampai 0,0006
Bantalan berventilasi baik : 0,0007 sampai 0,0020
Ini telah ditunjukan dalam percobaan bahwa temperatur dari bantalan (tb)
kira-kira ditengah tengah antara temperatur lapisan oli (t0) dan temperatur
udara luar
tb-ta = 1/2 [t0-ta]
Catatan:
1.Untuk deasin bantalan yang baik temperatir lapisan oli sebaiknya tidak
lebih dari 60 derajat celcius jika tidak viskositas oli menurun secara cepat
dan operasi bantalan akan menderita. Temperatur lapisan oli sering kali
disebut operating temperatur bantalan.
2.Jika temperatur lapisan oli lebih tinggi maka bantalan tersebut
didinginkan oleh sirkulasi air melaui lilitan yang dibentuk dalam bantalan.
3.Massa oli untuk embuang panas yang dibangkitkan pada bantalan dapat
diperoleh melaui penyamaan panas yang dibangkitkan terhadap panas yang
dikeluarkan oleh oli.

23

Prosedur desain bantalan journal


Prosedur ini dapat dipakai dalam mendesain bantalan journal ketika beban
bantalan, diameter, dan kecepatan poros dketahui.
1.Tentukan panjang bantalan dengan memilih ratio I/d dari tabel.
2.Periksa tekana bantalan p= W/id dari tabel untuka angka yang mungkin
memenuhi.
3.Asumsikan sebuah pelumas dari tabel dan temperatur operasinya.
4.Temperatur ini sebaiknya berada diantara 26,5 dan 60 derajat celcius
dengan 82 derajat celcius sebagai temperatur tinggi untuk seperti turbin
uap.
5.Tentukan nilai operasi dari ZN/p untuk temperatur bantalan yang
diasumsikan dan periksa nilai ini dengan nilai yang berhbungan dalam tabel
untuk menentukan kemungkinan menjaga operasi lapisan fluid.
6.Asumsikan kelonggaran ratio c/d
7.Tentuika koefisien gesek dengan menggunakan hubungan yang
didiskusikan dalam paragraf sebelumnya.
8.Tentuikan panas yang dibangkitkan dengan persamaan dalam paragraf
sebelumnya.
9.Tentukan panas yang dibuang dengan memenuhi persamaan pada
paragraf sebelumnya.
10.Tentukia kesetimbangan thermal untuk melihat bahwa panas yang
dibuang menjadi paling tidak sama dengan panas yang dibangkitkan.
Dalam kasus panas yang dibangkitkan lebih besar dari panas yang dibuang,
maka bearing harus dirancang ulang atau secara artifisial didinginkan
dengan air.
Bantalan journal Solid
Bantalan solid adalah bentuk palimnhg sedrhana dari bantalan journal. Ini
dari sebuah blok besi tuang dengan lubang utnukmporos yang memberikan
running fit (suaian jalan putar). Bagian bawah dari blok tersebut diperlebar
untuk embentuk plat dasar atau alas dengan dua lubang untuk rumah baut
untuk mengencangkannya pada rangka mesin. Kerugian utama dari bearing
ini adalah :

24

1.Tidak ada bagian penyesuaian jika aus.


2.Poros harus lolos masuk kedalam bearing secara aksial.

Karena tidak ada bagian penyesuaian keausan, oleh karena itu tipe bantalan
ini digunakan jika kecepatan poros tidak sangat tinggi dan poros hanya
membawa beban ringan.
Bantalan Bushing
Bantalan bushing adalah bantalan solid yang diperbaiki denga disediakan
sebuah bush dari perunggu atau metal gun. Sisi luar dari bush adalah
suiaian yang bergerak dalam lubang dari casting, sementara itu sisi
dalamnya adalah suaian jalan putar untuk poros. Ketika bush terauskan,
maka akan mudah digantikan. Dalam bantalan kecil, gaya geseknya sendiri
menahan bantalan pada posisinya tetapi utnuk poros yang memindahkan
power yang tinggi digunakan baut tanam untuk mencegah rotasi dan
pergeseran dari bushing.
Bantalan belah (split) atau plummer blok
Sebuah bantalan split digunakan untuk poros yang berputar pada kecepatan
tinggi dan membawa beban berat.
Sebuah bantalan split terdiri dari landasan besi tuang yang disebut juga blok
atau pedestal, metal senjata atau phosphor bronze brasses, bushing yang
dibuat dalam dua bagian dan sebuah tutup besi tuang. Dua bagian dari
perunggu ditahan bersama oleh sebuah tutup dengan baut baja dan mur.
Kadang kadang shim / ganjal tipis disisipkan antara tutup dan landasan
untuk mengatur penyesuaian karena keausan. Ketika bagian bawah aus,
satu atau dua shim dilepaskan dan kemudian ditutup dikencangkan melauim
baut.
Brases disediakan dengan collar atau flange pada kedua sisi untuk
mencegah gerakan aksial. Untuk mencegah putarannya bersama poros,
empat metoda berikut biasa digunakan :

25

1.Penyempitan diberikan pada sisi.


2.Sebuah tonjolan sempit dibuat pada bagian atas , yang pas bagian dalam .
Lubang oli ditembuskan melaui snug atau tonjolan menggunakan bor.
3.Dibuat tangga segi empat pada sisi luar dan mereka dibuat untuk sesuai
dengan bagian dalam lubang yang berkaitan .
4.Tangga dibuat oktagonal pada sisi luar dan mereka dibuat untuk sesuai
dengan bagian dalam lubang berkaitan.

Desain tutup dan bantalan baut


Ketika digunakan bantalan split, tutup bantalan dikencangkan pada bagian
atas. Beban biasanya dibawa oleh bantalan , bukan tutup, teteapi dalam
beberapa kasus, misalnya ujung bantalan penghubung split dalam mesin
uap kerja ganda, beban dapat dipertimbangkan datang pada tutup ari
bantalan. Oleh karena itu tutup dan baut yang menahan kebawah harus
didesain untuk beban penuh. Tutup bantalan umunya diarahkan sebagai
beam yang didukung secara sederhana , didukung olehg penahan baut
kebawah dan dibebani pada pusat.
Pastikan
W = beban yang didukung pada pusat.
A = jarak antara pusat untuk penahan kebawah
L = panjang bantalan
T = ketebalan tutup
Kita tahu bahwa momen bending pada pusat
M = W.a/4
Dan modulus penampang tutup
Z = 1/6 l.t2

26

Catatan:
Ketika sebuah lubang oli dibuat pada tutup, maka diameter lubang tersebut
sebaiknya dikurangkan dari panjang bantalan.
Tutup bantalan tersebut sebaiknya juga diteliti untuk kekakuannya.
Kita tahu unutk beam yang didukung sederhana yang dobebani pada pusat
maka defleksinya
= W.A3 48 E.I
T = 0,63 a3 W / Ei

Defleksi tutup sebaiknya dibatasi sekitar 0,025 [mm]


Untuk mendesain baut penahan kebawah, beban pada masing-masing baut
diambil 33% lebih tinggi dari pada beban normal pada tiap baut.

Bantalan pivot atau foot step


Sebuah tupe sederhana dari bantalan footstep sesuaimuntuk boros beban
ringan yang berputar pelan. Jika poros poros tersebut terbuat dari baja,
ujungnya harus dipaskan dengan permukaan baja. Poros tersebut dipandu
dalam sebuah bushing gunmetal, dipres ke dalam pedestal dan doicegah
dalam perputaran dengan peralatan pin.
Karena keausan proporsional terhadap kecepatan penggoresan permukaan,
dimana (mis, kecepatan penggoresan ) meningkat dengan jarak dari sumbu
(radius) dari bantalan , oleh karena itu keausan akan berbeda pada radius
yang berbeda. Karena keausan ini, distribusi dari tekanan diatas
permukaaan bantalan adalah seragam. Ini bisa dicatat bahwa keausan
adalah maksimum pada radius luar dan nol pada pusat. Untuk
mengkompensasi keausan ujung, dua metode ini bida diterapkan.
1.Poros dilubangi pada ujungnya.
2.Poros didukung pada sebuah tumpukan cakram, ini praktik biasa untuk
memberikan cakram pengganti dari material yang berbeda seperti baja dan
perunggu, sehingga cakram aus karena pelumasan yang tidak benar.

27

Ini bisa dicatat bahwa bantalan footstep sulit untuk melumasi ketika oli
terhisap keluar dari pusat oleh gatya sentrifugal.
Dalam merancang, ini dianggap bahwa tekanan adalah tersebar seragam ke
seluruh permukaan bantalan.
Pastikan :
W = beban yang dipindahkan diatas permukaan bantalan
R = radius permukaan bantalan / poros
A = luas penampang permukaan bantalan
P = tekanan bantalan per satuan luas permukaan bantalan antara permukaan
yang menggores
= koefisien gesek
N = kecepatan poros [rpm]

Ketika tekana didistribusikan secara merata diatas luasan bantalan maka


P = W /A
P = W / R2
Dan total torsi gesekan
T = 2/3 WR
Jadi tenaga kuda yang hilang dalam gesekan
P = 2 NT / 4500 [Hp]
Dimana T = torsi [Kg.m]

Bantalan collar
Dalam sebiah bantalan collar, poros memanjang melewati bantalan. Poros
tersebut bisa vertikal maupun horisontal dengan collar tunggal atau collar
banyak. Collar adalah juga bagian integral dari poros atau dipasangkan
secara kuat ke poros. Diameter luar collar biasanya diambil 1,4 sampai 1,8
kali diameter dalam collar (diameter dalam poros).
Ketebalan collar terjaga 1 /6 diameter poros dan kelonggarannya antara
collar 1 / 3 diameter poros. Dalam merancang, ini diasumsikan bahwa
tekanan disebarkan secara merata diatas permukaan bantalan.

28

Pastikan :
W= beban yang dipindahkan diatas permukaan bantalan
N= jumlah collar
R= radius luar collar
r = radius dalam collar
A = penampang permukaan bantalan
P= tekanan bantalan, per satuan luas permukaan bantalan antara bantalan
yang bergesekan.
N = kecepatan poros [rpm]
= koefisien gesek

VIII.Bahan bantalan luncur dan sifatnya.


Beberapa sifat yang dicari pada material bantalan adalah relative
softness, kekuatan yang cukup, machinabillity, lubricity, ketahanan
temperatur dan korosi, dan pada beberapa kasus, porositas (untuk menyerap
pelumas).
Kekerasan material bantalan tidak boleh melebihi sepertiga kekerasan
material yang bergesekan dengannya untuk mempertahankan embedability
dari partikel abrasiv.

29

Ringkasan

Bantalan luncur (sliding bearing) atau bantalan journal bekerja dengan


gesekan luncuran, beban yang bekerja bisa radial ataupun aksial (trust), bila
luncuran berbentuk lingkaran (mengelilingi) maka biasa disebut sebagai
bushing atau bantalan journal. Factor yang berpengaruh dalam merancang
bantalan journal antara lain beban yang bekerja koefisien gesek antara
material bantalan dan journal atau poros, pelumasan dan system
pelumasannya, dimensi bantalan, panas yang dibangkitkan akibat gesekan
dan laju pembuangan panas, kerugian power akibat gesekan.

Contoh Soal
1.

Rancanglah sebiah bantalan journal untuk pompa sentrifugal dari

data-data

berikut ini :
Beban pada journal = 4300 [kg]
Diameter journal
Kecepatan

= 15 [cm]
= 900 [rpm]

Temperatur sekeliling = 15,5 derajat celcius


Jenis oli

= SAE 10

Jawab :
Diketahui : Beban pada journal = 4300 [kg]
Diameter journal
Kecepatan

= 15 [cm]
= 900 [rpm]

Temperatur sekeliling = 15,5 derajat celcius


a. Menentukan panjang bantalan, kita temukan dari tabel 5.3 bahwa
rasio I/d

untuk pompa sentrifugal dari 1 sampai 2 diasumsikan =

1,6
Jadi

I = 1,6 x d
= 1,6 x 15 = 24 [cm]

b. Kita tahu bahwa tekanan bnatalan,


p=W/Ixd
= 4000 / 24 x 15 = 11,1 [kg/cm2]

30

Karena tekanan bantalan untuk pompa sentrifugal bervariasi dari 7


sampai 14 [kg/cm2], oleh karena itu ini aman.
c. Asumsikan bahwa temperature lapisan oli pelumas (t0) = 55
derajat celcius. Dari tabel 5.2, kita temukan bahwa pada 55 derajat
celcius viskositas absolut

oli SAE 10 adalah 17 [centipoise]

d. Jadi nilai, ZN/p = 17 x 900/11,1 = 1378


Dari tabel 5.3, kita temukan bahwa nilai operasi dari ZN/p = 2800
Dalam diskusi pada paragraph sebelumnya bahwa nilai minimum
dari

modulus bantalan dimana lapisan oli akan pecah ditetapkan

oleh.
3K = Zn/p
Jadi modulus bantalan pada titik gesekan minimum,
K = 1/3 {ZN/p} = 1/3 x 2800 = 933,3
Karena nilai modulus bantalan terhitung,
ZN/p = 1378 adalah > dari pada 933,3
Maka bantalan akan beroperasi dibawah kondisi hidrodinamik.
e. Dari tabel 5.3, kita temukan bahwa untuk pompa sentrifugal ratio
kelonggaran,
c/d = 0,0013
f.

Kita tahu bahwa koefisien gesek,


= 33 / 1010 {ZN/p} {d/c} + k
= 33 / 1010 x 1378 x 1/0,0013 + 0,002
= 0,0055

g. Panas yang dibangkitkan


Hg = x W x V / J [kcal/menit]
= x W / J { x d x N / 100} [kcal/menit]
= 21,85 [kcal/menit]
Dimana : V = x d x N / 100 [m/menit]
h. Panas yang dibuang
Hd = C x A (tb - ta) [kcal/menit]
= C x l x d (tb - ta) [kcal/menit]
Kita tahu bahwa,

31

tb - ta = (to - ta)
= 1/2 (55 15,5) = 19,75 derajat celcius
Dan untuk bantalan berventilasi,
C = 0,00176 kcal / menit.cm2. derajat celcius
Jadi, Hd = 0,00176 x 24 x 15 x 19,75 = 12,51 [kcal / menit]

Ternyata panas yang dibangkitkan lebih besar dari pada panas yang dibuang
sehingga menunjukan bahwa bantalan menjadi panas. Oleh karena itu
bantalan sebaiknya dirancang ulang dengan mengambil t0 = 65 derajat
celcius atau bantalan sebaiknya didinginkan secara artifisial oleh air.

32