Anda di halaman 1dari 32

9

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Lansia
1. Pengertian Lansia
Manusia lanjut usia adalah seseorang yang karena
usianya mengalami perubahan biologis, fisik, kejiwaan
dan sosial (UndangUndang no. 23 tahun 1992 tentang
kesehatan). Menurut Nugroho (2000) Lanjut usia adalah
seorang lakilaki dan perempuan yang telah mencapai
usia 60 tahun keatas.
Dapat disimpulkan

lansia

adalah

seseorang

yang

telah berusia 60 tahun dan merupakan tahap ahir dari


perkembangan kehidupan manusia.
2. Teori - teori penuaan
Teoriteori penuaan ada 2

jenis

yaitu

teori

biologis dan teori psikologis. Teori biologis meliputi


teori seluler, sintesis protein, sintesis imun, teori
pelepasan, teori aktivitas, dan teori berkelanjutan.
a. Teori Biologis
1) Teori seluler mengemukakan bahwa sel di program
hanya

untuk

serta

kemampuan

dalam

membelah

jumlah

sel
yang

pada
yang

waktu
hanya

tertentu

yang

terbatas

dapat

membelah

dan

kebanyakan

diprogram membelah sekitar 50 kali. Jika sebuah


sel pada lanjut usia dilepas dari tubuh dan
dibiakkan dari laboratorium, lalu diobservasi,
jumlah
sedikit,

sel

yang

akan

pembelahan

sel

membelah

akan

lebih

lanjut

terlihat
mungkin

9
terjadi untuk pertumbuhan
dan perbaikan jaringan
sesuai dengan berkurangnya umur.

10

2) Teori sintesis protein mengemukakan bahwa proses


penuaan

terjadi

ketika

protein

tubuh

terutama

kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan


kurang

elastis.

protein

di

Pada

buat

lanjut

oleh

tubuh

usia,

dengan

beberapa

bentuk

dan

struktur yang berbeda dari protein tubuh orang


yang lebih muda. Banyak kolagen pada kartilago
dan

elastin

pada

fleksibilitasnya

kulit

serta

yang

menjadi

kehilangan

tebal,

seiring

dengan bertambahnya usia.


3) Teori sistem imun mengemukakan bahwa kamampuan
sistem

imun

mengalami

kemunduran

pada

masa

penuaan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan


infeksi, penyakit autoimun, dan kanker. Terdapat
juga

perubahan

tubuh

yang

untuk

progresif

berespon

dalam
secara

kemampuan
adaptif

(Homeostasis), seiring dengan pengunduran fungsi


dan

penurunan

terhadap

stres

kapasitas
biologis,

untuk

beradaptasi

dehidrasi,

hipotermi,

dan proses penyakit akut dan kronik.


4) Teori Pelepasan. Teori ini memberikan pandangan
bahwa

penyesuaian

diri

lanjut

usia

merupakan

suatu proses yang secara berangsurangsur sengaja


di lakukan mereka dengan mengurangi aktivitasnya
untuk bersamasama melepaska diri atau menarik
diri dari masyarakat.

11

5) Teori

Aktivitas.

teori

pelepasan

Teori

ini

dimana

berlawanan

teori

ini

dengan

berpandangan

bahwa walaupun lanjut usia pasti terbebas dari


aktivitas, tetapi mereka secara bertahap mengisi
waktu luangnya dengan melakukan aktivitas lain
sebagai kompensasi dan penyesuaian. dengan kata
lain

sebagai

meninggalkan

orang

yang

bentuk

mengkompensasikan

telah

aktivitas
dengan

berumur,
yang

mereka

pasti

melakukan

dan

banyak

aktivitas yang baru untuk mempertahankan hubungan


antara

sitem

sosial

dan

individu

daru

usia

pertengahan kelanjut usia.


6) Teori Berkelanjutan. Teori ini menjelaskan bahwa
sebagaimana dengan bertambahnya usia, masyarakat
berupaya

secara

kebiasaan,
sesuai

terus

pernyataan,

dengan

dnegan

menerus
dan

mempertahankan

pilihan

yang

kepribadiannya

tepat

(Darmojo,

1999 dalam Watson, 2003).

3. Batasan Lansia
Dibawah ini dikemukakan bebrapa pendapat mengenai
batasan umur lanjut usia yaitu :
a. Menurut WHO yang dikatakan lanjut

usia

dibagi

dalam tiga kategori yaitu :


1) usia lanjut yaitu 6074 tahun
2) usia tua yaitu 7589 tahun
3) usia sangat lanjut yaitu lebih dari 90 tahun.
b. Menurut Depkes R.I (2000)

12

Departemen Kesehatan Republik Indonesia membagi


lanjut usia menjadi sebagai berikut :
1) Kelompok menjelang usia lanjut yaitu
tahun,

keadaan

ini

virilitas.
2) Kelompok usia

dikatakan

lanjut

4554

sebagai

yaitu

5564

masa
tahun,

keadaan ini dikatakan sebagai masa presenium


3) Kelompokkelompok usia lanjut yaitu lebih dari
65 tahun, keadaan ini dikatakan sebagi masa
senium.
c. Menurut UndangUndang No. 13 tahun 1998
Batasan orang dikatakan lansia

menurut

UndangUndang No. 13 tahun 1998 adalah 60 tahun.


1) Kelompok lansia dini yaitu 5564 tahun, yakni
kelompok yang baru memasuki lansia
2) Kelompok lansia 65 tahun keatas
3) Kelompk lansia resiko tinggi, yaitu

lansia

yang berusia lebih dari 70 tahun.


4. Perubahanperubahan yang terjadi pada lanjut usia
a. Perubahn fisik yang terjadi pada lanjut usia
Meliputi:
1) perubahan dari tingkat sel
Perubahan yang terjadi berupa lebih sedikit
jumlah

sel,

ukuran

sel

lebih

berkurangnya

jumlah

cairan

berkurangnya

cairan

intraselular,

proporsi
Disamping

protein
itu

di

jumlah

otak,
sel

dalam

otot
otak

besar,

tubuh

dan

menurunnya
dan

ginjal.

menurun,

terganggunya mekanisme perbaikan sel.


2) Sistem persarafan
Perubahan yang terjadi yaitu berat

dan

otak

menurun, cepatnya menurun hubungan persarafan,


lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi,

13

khususnya
panca

dengan

indra,

stress,

dan

kurang

sentuhan.
3) Sistem pendengaran
Perubahan yang terjadi
pendengaran,
pendengaran
terhadap

bunyi

sensitif

berupa

hilangnya
pada

mengecilnya

suara

terhadap

gangguan

kemampuan

telinga

dalam,

atau

saraf

pada

(daya)
terutama

nadanada

yang

tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti


katakata, 50% terjadi pada lansia diatas 65
tahun. Terjadi pengumpulan serumen yang dapat
mengeras karena meningkatnya keratin.
4) Sistem penglihatan
Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap
sinar,

katarak

penglihatan.

yang

menyebabkan

meningkatnya

ambang,

gangguan
pengamatan

sinar daya adaptasi terhadap kegelapan lebih


lambat, dan susah melihat dalmam cahaya gelap,
hilangnya daya akomodasi.
5) Sistem kardiovaskuler
Elastisitas
dinding
aorta
jantung
jantung

menebal

dan

memompa

elastisitas
meninggi

menjadi

darah

pembuluh
akibat

menurun,
kaku,

menurun,
darah,

pembuluh darah perifer.


6) Sistem pengaturan tempratur tubuh
Pada pengaturan suhu, hipotalamus
bekerja

sebagai

menetapkan

suatu

suatu
suhu

kemampuan
kehilangan

tekanan

meningkatnya

darah

resistensi

dianggap

thermostat,
tertentu,

katub

yaitu

kemunduran

14

terjadi

karena

mempengaruhi
hipotermia

berbagai

diantaranya
secara

faktor
apabila

fisiologik

yang
terjadi

ini

akibat

metabolisme yang menurun, keterbatasan refleks


menggigil
yang

dan

tidak

banyak

dapat

sehingga

memproduksi
terjadi

panas

rendahnya

aktivitas otot.
7) Sistem respirasi
Otototot pernapasan kehilangan kekuatan dan
menjadi kaku, menurunnya aktivitas dari silia,
paruparu
ukurannya

kehilangan
melebar

berkurang,

CO2

kemampuan

untuk

elastisitas,

dari

pada

biasa

dan

jumlahnya

tidak

berganti,

berkurang,

kemampuan

arteri

batuk

alveoli

dinding dada dan kekuatan otot pernapasan akan


menurun seiring dengan bertambahnya usia.
8) Sistem gastrointestinal
Kehilangan
gigi,
indra
pengecap
menurun,
esophagus

melebar,

pada

lambung

rasa

lapar

menurun, peristaltik usus melemah dan biasanya


timbul

konstipasi,

menciutnya

ovari

dan

uterus, atrofi payudara, selaput lender vagina


menurun,

pada

memproduksi

lakilaki

sperma

dan

masih

dapat

berangsurangsur

berkurang seiring bertambahnya usia.


9) Sistem genitourinaria
Pada ginjal nefron menjadi mengecil,

fungsi

tubulus berkurang, kadar BUN meningkat, nilai


ambang

ginjal

terhadap

glukosa

meningkat.

15

Vesika
menurun

urinaria
sampai

menjadi
200

ml

lemah,
atau

kapasitas
menyebabkan

frekuensi berkemih meningkat, pada laki laki


terjadi pembesaran prostat, atrovi vulva.
10) Sistem endokrin
Produksi dari semua hormon menurun, fungsi
paratiroid

dan

produksinya

tidak

berubah,

menurunnya aktivitas tiroid, menurunnya BMR,


menurunnya

daya

pertukaran

zat.

Menurunnya

produksi aldosteron, menurunnya sekresi hormon


kelamin.
11) Sistem kulit
Kulit mengerut
lemak,

permukaan

akibat
kulit

kehilangan
kasar

dan

jaringan
bersisik,

menurunnya respon terhadap trauma, mekanisme


proteksi kulit menurun, kulit kepala menipis
dan

rambut

elastisitas

berwarna
akibat

kelabu,

menurunnya

berkurangnya
cairan

dan

vaskularisasi, pertumbuhan kuku lebih lambat,


kuku kaki tumbuh secara berlebihan dan tumbuh
seperti tanduk, kuku menjadi pudar dan kurang
bercahaya.
12) Sistem muskuluskletal
Tulang kehilangan density (cairan) dan makin
rapuh, kifosis, pinggang, lutut dan jari jari
pergelangan terbatas, persendian membesar dan
menjadi kaku, tendon mengerut dan mengalami
sklerosis, atrofi serabut otot.
b. Perubahan psikososial

16

Lansia

akan

beradaptasi

pada

perubahan

psikososial yang terjadi selama proses penuaan.


Perubahan psikososial tersebut seperti
dimana

nilai

seseorang

sering

Pensiun

diukur

oleh

produktivitasnya dan identitas dikaitkan dengan


peranan

dalam

Kehilangan

pekerjaan,

teman

isolasi

atau

kenalan

sosial
atau

yaitu

relasi,

seksualitas, tempat tinggal, perubahan lingkungan


dan sadar akan kematian (Nugroho, 2000).
c. Perubahan mental pada lansia
1) Dibidang mental atau psikis pada lanjut usia,
perubahan

dapat

berupa

sikap

yang

semakin

egosentrik, mudah curiga, bertambah pelit atau


tamak bila memiliki sesuatu.
2) Yang perlu dimengerti adalah sikap umum yang
ditemukan
yakni

pada

keinginan

hampir

setiap

berumur

lanjut

panjang,

sedapat mungkin dihemat.


3) Mengharapkan
tetap
diberi

usia,

tenaganya

peranan

dalam

masyarakat
4) Ingin mempertahankan hak dan hartanya, serta
ingin tetap berwibawa.
5) Jika meninggalpun, mereka
secara

terhormat

2000).
B. Kesejahteraan Lanjut Usia
Kesejahteraan lanjut

dan

usia

ingin

meninggal

masuk

surga

(Nugroho,

diatur

dalam

Undang

Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 Pasal 4


yaitu, Upaya peningkatan Kesejahteraan sosial bertujuan
untuk

memperpanjang

usia

harapan

hidup

dan

masa

17

produktif, terwujudnya kemandirian dan kesejahteraannya,


terpeliharanya sistem nilai sosial budaya dan kekerabatan
Bangsa

Indonesia

serta

lebih

mendekatkan

Tuhan Yang Maha Esa.


Pelayanan dapat diberikan berupa :
1. Pelayanan fisik atau jasmani
kebutuhan biologis meliputi :
a. Kebugaran atau senam
b. Pemeriksaan kesehatan
c. Relaksasi
d. Pemberian makanan tambahan
2. Pelayanan
mental
spiritual

diri

menyangkut

menyangkut

kepada

pemenuhan

pemenuhan

kebutuhan rohani meliputi :


a. Bimbingan agama
b. Konseling atau konsultasi
3. Pelayanan Psiko-Sosial menyangkut pemenuhan kebutuahan
emosional meliputi :
a. Hiburan atau Menyanyi
b. Dinamika Kelompok atau Permainan
c. Rekreasi.
4. Pelayanan Peningkatan dan Penambahan Pengetahuan yang
menyangkut pemenuhan kebutuhan intelekual meliputi :
a. Penyelenggaraan perpustakaan
b. Seminar
c. Pemberian ketrampilan.
5. Pelayanan Sosial menyangkut pemenuhan kebutuhan sosial
meliputi :
a. Kesempatan berinteraksi
b. Kegiatan dalam rangka berpartisipasi dalam kegiatan
sosial.
C. Tinjauan Aktivitas
1. Pengertian Aktivitas
Aktivitas adalah

suatu

energi

atau

keadaan

bergerak dimana manusia memerlukan hal tersebut agar


dapat memenuhi kebutuhan hidup. Pergerakan itu sendiri
merupakan

rangkaian

muskuloskeletal

dan

yang

terintegrasi

sistem

antara

persarafan.

sistem

aktivitas

18

didefinisikan

suatu

keadaan

bergerak,

semua

manusia

memerlukan kemampuan untuk bergerak (Potter, 2005).


Aktivitas kegiatan sehari-hari pada lansia adalah
halhal yang dilakukan lansia atau seseorang dengan
dirinya sendiri dalam mempertahankan hidup, kesehatan,
dan kesejahteraan. Aktivitas ini meliputi kebersihan
diri, mandi, berpakaian, makan, buang air kecil dan
air besar dan berpindah.
2. Kemampuan aktivitas sehari hari lansia
Salah satu tanda kesehatan adalah adanya kemampuan
seseorang
berjalan

melakukan
dan

aktivitas,

bekerja.

Kemampuan

seperti

berdiri,

aktivitas

seseorang

tidak terlepas dari keadekuatan sistem persyarafan dan


musculoskeletal diantaranya dalam sistem saraf, lansia
mengalami

penurunan

koordinasi

dan

melakukan aktivitas sehari-hari.


a. Penilaian berdasarkan Indeks Katz
Berdasarkan
indeks
ketidaktergantungan
sehari-

hari

dalam

tergantung

pada

kemampuan

dalam

katz,

indeks

aktivitas

kehidupan

evaluasi

fungsional

ketidaktergantungan dan ketergantungan pasien dalam


mandi,

berpakaian,

pergi

ke

toilet,

berpindah,

kontinensia dan makan.


1) Mandi (Sponge, shower, atau tub)
Meliputi aspek ketidaktergantungan
bantuan
(seperti

yang

hanya

mandi

dalam

punggung

mandi
atau

satu

berupa
bagian

ketidakmampuan

ekstremitas) atau mandi sendiri dengan lengkap.


Ketergantungan akan bantuan saat mandi lebih dari

19

satu bagian tubuh merupakan bantuan saat masuk


dan keluar tub atau tidak mandi sendiri.
2) Berpakaian
Meliputi aspek ketidaktergantungan berupa
mengambil
mengenakan

pakaian

dari

pakaian

lemari

luar,

dan

kutang,

laci,

menangani

pengikat, melakukan pengikat tali sepatu adalah


pengecualian.
mengenakan

Ketergantungan

pakaian

sendiri

berpakaian sebagian.
3) Pergi ke toilet
Meliputi
aspek

yaitu

atau

tidak

tetap

tidak

ketidaktergantungan

meliputi pergi ke toilet yaitu masuk dan keluar


dari toilet, mengatur pakaian, membersihkan organ
ekresi (mungkin menangani bedpan sendiri yang di
gunakan pada malam hari dan mungkin atau juga
tidak menggunakan bantuan mekanis).
4) Berpindah
Meliputi
ketidaktergantungan
bergerak

masuk

dan

keluar

dari

berupa

tempat

tidur

secara mandiri dan pindah kedalam dan keluar dari


kursi secara mandiri (mungkin atau mungkin juga
tidak

menggunakan

Ketergantungan
masuk
5)

dan

bantuan

meliputi

keluar

tempat

bantuan
tidur

mekanik).

dalam
dan

bergerak

atau

kursi

yaitu melakukan satu atau dua perpindahan.


Makan
Meliputi aspek ketidaktergantungan meliputi
bantuan

mengambil

makanan

atau

memasukan

makanannya kedalam mulut (memotong-motong daging

20

terlebih dahulu dan menyiapkan makanan, seperti


mengoleskan mentega kedalam roti). Ketergantungan
berupa bantuan dalam tindakan makan, tidak makan
sama sekali atau makan secara parenteral.
6) Kontinensia
Meliputi
aspek
ketidaktergantuan
berkemih
terkontrol

dan
oleh

defekasi
tubuh.

secara

berupa

keseluruhan

Ketergantungan

akan

inkontinensia parsial atau total dalam berkemih


atau

defekasi,

dikontrol

parsial

atau

total

dengan enema, kateter, atau penggunaan urinal dan


atau bedpan secara teratur.
Kemunduran

gerak

fungsional

dapat

di

kelompokan menjadi tiga bagian diantaranya :


1) Mandiri
Yaitu lansia mampu melaksanakan tugas tanpa
bantuan orang lain (bisa saja lansia membutuhkan
bantuan alat adaptasi seperti alat bantu jalan,
alat kerja, dan lain-lain).
2) Dibantu sebagian
Yaitu lansia mampu melaksanakan tugas dengan
beberapa bagian memerlukan bantuan orang lain.
3) Dibantu total
Yaitu aktivitas di lakukan sepenuhnya dengan
pengawasan dan bantuan orang lain karena lansia
tidak dapat melakukan aktivitasnya sendiri.
Ada
beberapa
sistem
penilaian
yang
dikembangkan dalam kemampuan fungsional menurut
indeks Katz yang mengukur aktivitas fungsional
mencakup kemampuan aktivitas mandi, berpakaian,

21

pergi ke toilet, berpindah, mengontrol defekasi


dan berkemih, dan makan.
Menurut
Katz
Aktivitas

sehari-hari

pada

lansia dapat diklasifikasikan menjadi :


a) Kebutuhan primer (aktivitas sehari-hari) adalah
hal-hal yang dilakukan seseorang dengan dirinya
sendiri dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan
kesejahteraan, meliputi makan, mandi, berpakaian,
pergi ke toilet, berpindah, buang air kecil dan
air besar.
b) Aktivitas rumah

tangga

kebersihan

kamar,

menyiapkan

makanan,

(instrumental)

tempat

tidur,

merapikan

meliputi
mencuci,

pakaian

dan

berbelanja.
c) Aktivitas waktu luang, Meliputi saling bercerita,
bermain kartu, mendengarkan radio, menonton TV,
berkebun dan berternak, mengerjakan keterampilan
tangan seperti menyulam, menjahit dan lain-lain.
b. Penilaian Indeks Barthel
Indeks barthel adalah suatu alat yang cukup
sederhana

untuk

menilai

perawatan

diri,

dan

mengukur harian seseorang berfungsi secara khusus


aktivitas sehari-hari dan mobilitas.
Indeks

Barthel

dalam

hal

mengukur

perawatan

kemandirian
diri

dan

fungsional
mobilisasi.

Penilaian ini dapat digunakan untuk menentukan


tingkat

dasar

dari

fungsi

dan

dapat

digunakan

untuk memantau perbaikan dalam aktivitas sehari-

22

hari

dari

barthel
lain

waktu

ke

didasarkan

dalam

waktu.

pada

Penilaian

tingkat

meningkatkan

indeks

bantuan

aktivitas

orang

sehari-hari

meliputi sepuluh aktivitas antar lain transfer,


hygiene personal, naik dan turun kloset, mandi,
mobilisasi, naik dan turun tangga, berpakaian,
mengontrol BAB, mengontrol BAK.
3. Penurunan aktivitas pada lanjut usia
Lanjut usia adalah orang yang sistem-sistem
biologisnya mengalami perubahan-perubahan struktur
dan fungsi dikarenakan usianya yang sudah lanjut.
Perubahan

ini

dapat

berlangsung

mulus

sehingga

tidak menimbulkan ketidakmampuan atau dapat terjadi


sangat nyata dan berakibat ketidakmampuan total.
Perubahanperubahan terjadi pada lanjut usia
seiring
fisik
yang

bertambahnya

seperti
dapat

activity)

umur,

penurunan

menurunkan
dan

mempengaruhi

kemampuan
aktifitas

latihan
lansia

antara

perubahn

muskuluskeletal
fisik

(exercise),
dalam

lain

(physical

sehingga

melakukan

akan

aktifitas

seharihari (ADL).
Perubahan kognitif, yang sering terjadi pada
lansia
Sindrom

yaitu
ini

ireversibel

demensia
ditandai

dan

dan

delirium.

adanya

progresif

yang

disfungsi

Demensia,
serebral

dikarakteristikkan

oleh adanya penurunan fungsi intelektual, perubahan


kepribadian,

kerusakan

penilaian,

dan

seringkali

23

perubahan

afek

metabolisme

yang

serebral

diakibatkan

secara

perubahan

permanen.

Sedangkan

yang dimaksud dengan delirium adalah sindrom otak


yang

menyerupai

secara

klinis

dimensia
dibedakan

irreversibel,
oleh

adanya

tetapi
tingkat

kesadaran tidak jelas atau lebih tepatnya perubahan


perhatian dan kesadaran (Potter & Perry, 2005).
Perubahan sosial. Lanjut usia akan beradaptasi
pada

perubahan

proses

psikososial

penuaan,

(nonproduktifitas),

yang

antara
akibatnya

terjadi
lain

selama
pensiun

seseorang

akan

mengalami kehilangan berupa kehilangan status atau


jabatan, kehilangan teman atau relasi, kehilangan
pekerjaan dan kegiatan sehingga hilangnya kekuatan
dan

ketegapan

fisik

menyebabkan

kepercayaan

negatif tentang ketidakmampuan lanjut usia sehingga


terjadi kehilangan kemandirian atau ketergantungan
(Reny, 2008).
4. Faktor faktor yang mempengaruhi aktivitas pada
lanjut usia
a. Faktor dari dalam diri sendiri
1) Umur
Kemampuan aktivitas sehari hari pada lanjut
usia dipengaruhi dengan umur lanjut usia itu
sendiri,
semakin

semakin
besar.

tua
Umur

maka

ketergantungannya

seseorang

menunjukkan

tanda kemauan dan kemampuan ataupun bagaimana

24

seseorang

bereaksi

terhadap

ketidakmampuan

melaksanakan aktivitas sehari hari.


2) Kesehatan fisiologis
Kesehatan
fisiologis
seseorang
mempengaruhi

kemampuan

dapat

partisipasi

dalam

aktivitas sehari hari. Gangguan pada sistem


ini misalnya, penyakit atau trauma injuri yang
dapat mengganggu pemenuhan aktivitas sehari
hari.
3) Fungsi kognitif
Kognitif adalah kemampuan berfikir dan memberi
rasional, termasuk proses mengingat, menilai,
orientasi,
Gangguan

persepsi,
pada

aspek

dan

memperhatikan.

aspek

dari

fungsi

kognitif dapat mengganggu dalam berfikir logis


dan menghambat kemandirian dalam melaksanakan
aktivitas seharihari (Keliat, 2005).
4) Fungsi psikologis
Fungsi ini menunjukkan kemampuan seseorang
untuk

mengingat

menampilkan

sesuatu

informasi

hal

pada

yang

suatu

lalu
cara

dan
yang

realistik. Meskipun seseorang sudah terpenuhi


kebutuhan materialnya, tetapi bila kebutuhan
psikologisnya

tidak

mengakibatkan

dirinya

terpenuhi
merasa

maka
tidak

dapat
senang

dengan kehidupannya.
5) Tingkat stres
Stres merupakan respon fisik dan non spesifik
terhadap berbagai macam kebutuhan. Stres dapat
mempunyai

efek

negatif

atau

positif

pada

25

kemampuan seseorang dalam memenuhi aktivitas


sehari hari.
b. Faktor dari luar
1) Lingkungan keluarga
Keluarga masih merupakan
yang

disukai

lanjut

tempat

usia.

berlindung

Lanjut

usia

merupakan kelompok yang rentan masalah, oleh


karenanya agar lansia tetap sehat, sejahtera
dan bermanfaat, perlu didukung oleh lingkungan
yang konduktif seperti keluarga.
2) Lingkungan tempat kerja
Kerja sangat mempengaruhi keadaan diri dalam
mereka bekerja, karena setiap kali seseorang
bekerja

maka

ia

memasuku

situasi

lingkungan

tempat yang ia kerjakan. Tempat yang nyaman


membawa seseorang untuk bekerja dengan senang
dan giat.
3) Ritme biologi
Waktu ritme bilogi

dikenal

sebagai

irama

bilogi yang mempunyai pengaruh terhadap fungsi


hidup

manusia.

Irama

bilogi

membantu

mahluk

hidup mengatur lingkungan fisik disekitarnya.


Faktor

yang

lingkungan,
serta

berperan
seperti

cuaca

seharihari.
D. Tinjauan Rekreasi
1. Pengertian Rekreasi
Rekreasi berasal

yang

dari

diantaranya

hari

terang

dan

mempengaruhi

bahasa

faktor
gelap

aktivitas

latin

yaitu

creature yang berarti mencipta, lalu diberi awalan


re

sehingga

berarti

pemulihan

daya

cipta

atau

26

penyegaran
dilakukan
berasal

daya

cipta.

diwaktu
dari

diperkenankan
kegiatan

penyegaran

senggang

kata

licere

menikmati

rutin

kembali.
Rekreasi

Kegiatan

untuk
dapat

kembali

rekreasi

biasanya

(leasuretime).

Leasure

(latin)

yang

berarti

saat-saat

yang

bebas

memulihkan

atau

menyegarkan

diartikan

tubuh

dan

sebagai

pikiran,

dari

kegiatan

sesuatu

yang

menggembirakan hati dan menyegarkan seperti hiburan,


piknik. Sedangkan rekreatif berarti bersifat rekreasi.
Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk
menyegarkan kembali fisik dan mental dari kehidupan
sehari-hari, sehingga dapat mempertinggi daya kreasi
manusia

dalam

mencapai

keseimbangan

bekerja

dan

beristirahat.
Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan seseorang
untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan.
Rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara
berkala,

sebagai

kegiatan

yang

merupakan

perubahan

bentuk rutinitas dan kewajiban seperti dalam kegiatan


bekerja.
Rekreasi merupakan proses memenfaatkan kegiatan
selama waktu luang dengan seperangkat perilaku yang
memungkinkan peningkatan waktu luang.
Rekreasi adalah penyegaran bagi
semangat

setelah

bekerja

keras.

kekuatan

Rekreasi

dan

adalah

kegiatan di waktu luang atau santai (Ismayadi, 2008).


Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan
bahwa

pengertian

rekreasi

adalah

aktivitas

yang

27

dilakukan pada waktu senggang (lapang) yang bertujuan


untuk membentuk, meningkatkan kembali kesegaran fisik,
mental,

pikiran

dan

daya

rekreasi

(baik

secara

individual maupun secara kelompok) yang hilang akibat


aktivitas

rutin

kesenangan,
dapat

sehari-hari

hiburan

memberikan

dan

dengan

kesibukan

kepuasan

dan

jalan

yang

mencari

berbeda

kegembiraan

dan
yang

ditujukan bagi kepuasan lahir dan batin manusia.


2. Ciri-ciri rekreasi adalah :
a. Bersifat fisik, mental dan emosional
b. Tidak memiliki bentuk atau macam tertentu
c. Dapat membangkitkan rasa gembira, senang dan puas
bagi pelaku
d. Dilaksanakan dalam waktu senggang
e. Bebas dari paksaan
f. Dibutuhkan

secara

universal,

tidak

dibatasi

oleh

lapisan tertentu.
g. Bersifat
dapat

fleksibel.
dilakukan

sekelompok

orang.

Tidak

dibatasi

oleh

oleh

perseorangan,

Rekreasi

tidak

tempat,
ataupun

dibatasi

oleh

kemauan seseorang, baik miskin maupun kaya dapat


menikmati dan juga tidak dibatasi oleh fasilitas
atau

alat-alat

tertentu,

dapat

dilakukan

dengan

alat-alat sederhana maupun alat-alat modern.


h. Didorong oleh kegiatan sehingga menentukan bentuk
rekreasi.

28

3. Kegunaan Rekreasi
Wing Haryono dalam artikel Pariwisata Rekreasi
dan

Entertainment

mengatakan

bahwa

kegunaan

dari

rekreasi adalah :
a. Untuk kesehatan, baik itu kesehatan tubuh maupun
pikiran
b. Untuk dapat membentuk atau membangun karakter
c. Sebagai pencegah kriminalitas
d. Sebagai sarana pendidikan moral
e. Untuk hal-hal yang behubungan dengan ekonomi
4. Tujuan Rekreasi
Adapun tujuan rekreasi antara lain :
a. Menciptakan dan membina hubungan manusia
b. Mempertahankan kelestarian alam
c. Mempertahankan nilai-nilai budaya
d. Kesenangan dan kepuasan karena dapat memenuhi rasa
ingin tahu/ bertualang
e. Memulihkan kesehatan jasmani dan rohani
5. Jenis-jenis Rekreasi
Menurut
Recreation

Patricia

Progamming

Farrel
dan

dalam

Ivor

The

Selly

Process

dalam

of

Outdoor

Recreation and The Urban Environment bahwa jenis-jenis


rekreasi yaitu :
a. Berdasarkan jenisnya rekreasi dibedakan menurut:
1) Fungsi
a) Hiburan, untuk mendapatkan kesenangan

29

b) Pendidikan,

memberi

fungsi

hiburan

dan

mendidik
2) Sifat kegiatan
a) Bermain : olah raga
b) Bersuka : belanja, menonton film, makan di
restoran, jalan-jalan.
c) Bersantai

mendengarkan

musik,

melihat

rekreasi

dengan

pemandangan.
3) Objeknya
a) Rekreasi

budaya

yaitu

objek wisatanya berupa benda-benda atau halhal yang mempunyai nilai-nilai seni, budaya
dan sejarah yang tinggi.
b) Rekreasi buatan : yaitu rekreasi yang objek
wisatanya merupakan buatan manusia.
c) Rekreasi

agro

yaitu

rekreasi

yang

memenfaatkan potensi pertanian sebagai objek


d) Rekreasi

alam

yaitu

rekreasi

yang

memanfaatkan potensi alam yang indah sebagai


objek utamanya.
4) Partisipasi Pelaku
a) Rekreasi Aktif
Dimana pelaku kegiatan turun langsung
atau

berperan

secara

langsung

untuk

melakukan tindakan rekreatif untuk dirinya.


Misalnya : olah raga dan sebagainya.

30

b) Rekreasi Pasif
Dalam hal ini perlu kegiatan pelaku
tidak

banyak

melakukan

kegiatan,

hanya

menikmati objek rekreasi dan lebih banyak


diam.

Misalnya

menonton,

membaca

dan

sebagainya.
5) Tingkat Usia
a) Anakanak

:5-13

kegembiraan

tahun

denga

Anak-anak

memperoleh

mengaktifkan

tubuh,

misalnya denga berlari-lari, bermain dengan


alat, contohnya bermain dengan boneka, bola
dan sebagainya.
b) Remaja : 14 24 tahun
Golongan remaja memilih jenis rekreasi
dimana

mereka

menemukan

dinamika

untuk

mengembangkan kreatifitas, ketertarikan pada


aktifitas

fisik

seperti

olah

raga,

seni

maupun sosial.
c) Dewasa : 25 45 tahun
Orang

dewasa

hiburan

yang

televisi,

nonton

cenderung

diperoleh
di

tidak
dari

bioskop,

aktif,
program

membaca

buku

dan sebagainya.
d) Usia lanjut : 55 tahu ke atas
Usia lanjut biasanya berekreasi dengan halhal

yang

bersifat

santai,

misalnya

jalan-

31

jalan,

duduk-duduk

di

taman

ataupun

melakukan hal yang menjadi hobinya, seperti


karaokean, merajut, nonton tv atau membaca
sambil mendengarkan musik.
6) Tingkat Pelayanan
a) Lingkungan rumah
memanfaatkan ruang di dalam rumah.
b) Lingkungan sekitar
o

rekreasi

yang

melayani

satu

lingkungan

perumahan
o

rekreasi yang melayani beberap lingkungan


perumahan atau komunitas.

c) Tingkat kota
melayani

daerah

wilayah

kota,

dapat

memberikan fasilitas pelayanan yang bersifat


umum.
d) Tingkat regional atau daerah
melayani satu atau lebih yang memiliki ciri
khas tertentu.
7) Tingkat Penghasilan
a) Tingkat penghasilan rendah
Golongan

ini

waktunya

untuk

dan

kebutuhan

lebih

banyak

menghabiskan

memenuhi

kebutuhan

pokoknya

hidupnya.

Rekreasi

bukanlan

salah satu sisi kehidupan tetapi cenderung

32

terjadi

sebagai

suatu

kebetulan

atau

ada,

namun tidak dengan biaya besar.


b) Tingkat penghasilan menengah
Tingkat
ini,

penghasilan
kebutuhan

menengah

pokok

Pada

sudah

golongan

terpenuhi,

sehingga mulai memikirkan kebutuhan lainnya,


yaitu

rekreasi

atau

hobi

yang

disesuaikan

dengan tingkat penghasilannya.


c) Tingkat penghasilan tinggi
Tingkat

kebutuhan

akan

rekreasi

pada

golongan ini terlihat jelas, dimana status


sosial

diharapkan

prestisenya,

dapat

sehingga

meningkatkan

umumnya

rekreasi

dilakukan bersifat eksklusif dan mahal yang


tidak terjangkau oleh masyarakat umumnya.
8) Tempatnya
Kegiatan

di

luar

ruangan

(outdoor)

atau

di

dalam ruangan (indoor).


9) Rekreasi berdasarkan aktifitas atau kegiatan:
1) Big

muscle

activities

rekreasi

yang

memerlukan tenaga atau fisik.


2) Social

activities

rekreasi

yang

bertujuan

sosial, seperti : bercakap-cakap, jalan-jalan


bersama,

melibatkan

kegiatan utama.

interaksi

sosial

sebagi

33

3) Physical

recreation

memerlukan

usaha

atau

kegiatan fisik sebagai kegiatan utama.


4) Cognitive recreation : melibatkan kebudayaan,
pendidikan, dan kreatifitas.
5) Environment-related recreation : rekreasi yang
memanfaatkan

potensi

alam

dalam

kegiatannya,

seperti olahraga arung jeram.


6) Rhythms and music : rekreasi yang diakibatkan
oleh

irama

dan

musik

yang

memberikan

kesenangan, persahabatan, seperti bernyanyi dan


berdansa.
7) Hand intellect : rekreasi yang mengembangkan
keterampilan

tangan

dan

pikiran,

misalnya

melukis dan mematung.


8) Creative

play

rekreasi

yang

mengembangkan

imajinasi, daya khayal akan sesuatu yang bukan


sesungguhnya, misalnya

membuat bangunan dari

pasir.
9) Nature

learning

rekreasi

di

alam

terbuka

(berkemah dan mendaki gunung)


10) Mental : rekreasi yang merupakan ekspresi dari
aktifitas

masyarakat

yang

berisfat

mendidik,

misalnya : berdebat, berdiskusi, dan lain-lain.


11) Collecting : mengumpulkan benda-benda sebagai
hobi, masuk ke dalam kelompok sosial tertentu

34

atau

memilih

salah

satu

cara

kehidupan

yang

khusus
12) Service activities : sebagian orang tertentu
merupakan kesenangan tersendiri jika melakukan
pelayanan kegiatan umum, misalnya sebagai juri,
grur, dan lain-lain.
13) Shopping activities : sebagian orang berbelanja
menjadi aktifitas rekreasi yang merupakan suatu
kesenangan.

Antara

lain

kesempatan

untuk

memperoleh pelayanan, kesenangan dalam tawarmenawar, cuci mata dengan melihat-lihat.


14) Relaxation : rekreasi yang bertujuan melepaskan
diri dari ketegangan dan kelelahan mental dan
fisik untuk mencapai kesenangan dan skesegaran,
misalnya, menikmati pemandangan alam, duduk di
taman, dan lain-lain.
15) Solitude

kesibukan

menyendiri

sehari-hari

untuk

dengan

melepaskan

beristirahat

di

tempat tertentu yang sepi, seperti keluar kota,


ke gunung (Suhartini, 2008)
6. Rekreasi menyegarkan tubuh
Rekreasi
penting

untuk

melepaskan
rileks.
lebih

juga

merupakan

dapat

ketegangan

Cukup

tenang

rekreasi
dan

salah

menghindari

satu

faktor

stres

dan

sehingga

seseorang

menjadi

membuat

seseorang

menjadi

terlepas

dari

segala

persoalan

35

yang

menghimpit,

sehingga

lebih

memudahkan

seseorang dapat istirahat dan tidur lebih banyak.


Rasa

riang

saat

membuang

penat

mekanisme

terapi.

berwisata

dan

merupakan

keinginan

pijakan

Metabolisme

untuk

kuat

tubuh

untuk

dipengaruhi

oleh sistem homeostatis (keseimbangan), dalam hal


ini

adalah

tubuh.

keseimbangan

Keseimbangan

hormon

tubuh

dan

yang

enzim-enzim

terjaga

dapat

memperlancar dan memperbaiki metabolisme. Relaksasi


memiliki

peran

utama

didalam

penyelarasan

proses

biokimiawi tubuh. Relaksasi di sini dapat meliputi


istirahat
tidak

total

total

musik,

seperti

dan

juga

merangsang
diedarkan

seperti

duduk

rekreasi

pengeluaran
melalui

tidur

maupun

santai,
dimana

ke

mendengarkan

Rekreasi

endorphin

darah

istirahat

yang

otak

dapat

kemudian

sehingga

dapat

menyegarkan otak, pikiran dan melemaskan otot yang


telah

lelah

karena

aktivitas

sehari-hari

(web-

Redaksi seripayku.com).
Menurut

Rika

(2010)

rekreasi

bernyanyi

atau

karaokean memiliki manfaat yang sangat bagus untuk


kesehatan lansia diantaranya :
a. Menjadikan
Saat
untuk

bernyanyi
bernapas

Pernapasan
Anda

Lebih

menggunakan

dengan

lebih

Baik.

seluruh

tubuh

santai.

Otot

36

diafgragma akan melengkung ke bawah, paru-paru


mengembang lebih lengkap. Otot perut yang lebih
santai memungkinkan tubuh bernapas lebih aktif
dan sehat.
b. Mengoksidasi

darah.

Ketika

Anda

menggunakan

seluruh tubuh untuk bernapas, volume oksigen yang


mengaliri seluruh tubuh akan makin besar. Sel-sel
tubuh yang dialiri oksigen berfungsi lebih baik
dan menciptakan energi baru bagi pemiliknya.
c. Merangsang

aktivitas

otak

Bernyanyi

memerlukan

pemikiran. Saat bernyanyi, Anda perlu mengikuti


lirik,

melodi

dan

menghubungkannya

irama,

dengan

serta
emosi.

kata-kata
Saat

yang

bernyanyi

udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian


neuron

yang

mengintegrasikan

aktivitas

fisik,

emosional dan psikologis untuk merasa gembira.


d. Melepaskan hormon bahagia. Hormon endhorfin yang
dikeluarkan saat bernyanyi bermanfaat menciptakan
rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf
dan

fisik.

menghibur

Suara
orang

indah
lain

Anda

tetapi

tidak

hanya

akan

menciptakan

rasa

damai dan kebahagiaan.


e. Mengurangi
tingkat

stress.
stres

Ketika

menurun.

Anda

merasa

Endhorfin

senang,
membantu

37

mengurangi stres dan gelisah. Saat menyanyikan


sebuah

lagu

bernapas
jantung

dengan

lebih
serta

perasaan

dalam

dan

mengurangi

mendalam,

memperlambat
kecemasan

tubuh
denyut

berlebihan.

Saat stres, buang kepenatan dengan menyanyikan


lagu-lagu kesukaan dan bergembiralah.
f. Membangun

kepercayaan

diri.

Jika

berbicara

di

depan umum masih merupakan ketakutan utama Anda,


mulailah

dengan

bernyanyi

di

karaoke

dengan

sahabat dan orang terdekat. Bernyanyi membangun


rasa percaya diri karena Anda menjadi orang yang
sangat terbuka. Bila Anda telah berani berbagi
suara dan musik, Anda akan lebih mudah mengatasi
ketakutan Anda.
g. Meningkatkan
sedikitnya
mempelajari

memori.
harus

Bernyanyi

membaca

melodi

atau

baru,

membuat

Anda

menghafal

saat

lirik

dan

musik

kompleks. Cara ini bagus merangsang wilayah otak


yang

terlibat

dengan

memori,

belajar

dan

konsentrasi.
h. Meningkatkan

kreativitas.

Saat

anda

membangun

rasa percaya diri dan merangsang jiwa seni dengan


bernyanyi secara bersamaan Anda juga menumbuhkan

38

jiwa kreatif Anda. Anda akan keluar dari kotak


dan menjadi seorang produktif dan inovatif.
i. Menciptakan

suara

yang

bertenaga.

Profesi

pembicara, presenter, guru, pendeta atau dalam


bisnis

terkait

penjualan

akan

mendapatkan

keuntungan dari belajar menyanyi. Suara merupakan


instrumen

penting.

Bernyanyi

memberi

Anda

keahlian berbicara dengan suara bertenaga, kuat


dan percaya diri yang terpancar dari suara.
j. Membuat
menjadikan

Anda

merasa

Anda

fantastis.

memiliki

rasa

Bernyanyi

percaya

diri,

memegang kendali, lebih hidup secara fisik dan


kreatif.

Sehingga

emosional

Anda

fantastis.

akan

secara
merasa

mental,
sangat

fisik

dan

senang

dan

39

E. Kerangka Konsep

Lanjut Usia

Faktor yang
mempengaruhi:
1. dari dalam
diri
2. Faktor dari
luar

Perubahan pada lansia :


1. Perubahan fisik
2. Perubahan sosial
3. Perubahan
mental
Kemunduran
gerak

Upaya peningkatan
kesejateraan
lansia :
1. Pelayanan
3. fisik/jasmani
Pelayanan
2. Pelayan
mental
psikososial
:
spiritual
- rekreasi

fungsional (ADL)
lansia menurut
Indeks Barthel.

Pelemasan otot
, Pengurangan stress,
peningkatan
kepercayaan diri
Perubahan prestasi
: diteliti
dalam bekerja
(ADL)

Keterangan :

bernyanyi

: tidak diteliti

4. Pelayanan
penambahan
Bagan 2.1 Kerangka Konsep Efektifitas Rekreasi
Bernyanyi
pengetahuan
5. Pelayanan
Terhadap Peningkatan aktivitas
sehari-hari
sosial
pada Lansia di PSTW Puspakarma Mataram

F. Hipotesis
1. Ha yaitu

Ada

Efektifitas

Rekreasi

Bernyanyi

Terhadap Peningkatan aktivitas sehari-hari Pada Lansia


di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram

40

2. Ho yaitu : Rekreasi Bernyanyi Tidak Efektif Terhadap


Peningkatan aktivitas sehari-hari Pada Lansia di Panti
Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram.