Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 7

Siti Ismaya Syahnur


Siti Nurkhasanah
Tia Adha M P
Viska Mawar Dona
Vivi Novianti

XII MIA 5

BAB 2
Pengelolaan Keuangan negara dan Kekuasaan
Kehakiman
A. Pengelolaan Keuangan NKRI
1) Ketentuan Konstitusional NKRI
Berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 1 UU RI Nomor 17
Tahun 2003, keuangan negara adalah semua hak dan
kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta
segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang
yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
Keuangan negara merupakan, komponen yang amat
penting dalam penyelenggaraan negara. Keuangan
negara diatur dalam UUD RI tahun 1945 Bab VII.

Ketentuan Mengenai Keuangan Negara dalam UUD


NKRI tahun 1945
A. Pasal 23
1. Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai
wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan
setiap tahun dengan UU dan dilaksanakan secara
terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar
besarnya kemakmuran rakyat.
2. Rancangan UU anggaran pendapatan dan belaja
negara diajukan oleh Presiden untuk dibahasa
bersama DPR dengan memperhatikan pertimbangan
DPR.
3. Apabila DPR tidak menyetujui rancangan anggaran
pendapatan dan belanja negara yang diusulkan oleh
Presiden, pemerintah menjalankan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun lalu.

2. Pasal 23A
Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa
untuk keperluan negara di atur dengan undangundang
3. Pasal 23B
Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan
undang-undang
4. Pasal 23C
Hal-hal lainb mengenain keuangan negara diatur
dengtan undang-undang
5. Pasal 23D
Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan,
kedudukan, kewenangan, tanggung jawab, dan
independensinya diatur dalam undang-undang

Sumber keuangan negara RI


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pajak
Retribusi
Keuntungan BUMN/BUMD
Denda dan sita
Pencetakan uang
Pinjaman
Sumbangan, hadiah dan hibah
Penyelenggaraan undian berhadiah

2) Mekanisme pengelolaan keuangan negara


Berdasarkan ketentuan UU RI No. 17 Tahun 2003
tentang keuangan Negara terutama pasal 6 ayat (1)
disebutkan bahwa Presiden selaku Kepala
Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan
keuangan negara sebagai bagian dari kekusaan
pemerintahan. Ketentuan pasal tersebut menunjukan
bahwa Presiden RI bertanggungjawab atas kegiatan
pengelolaan keuangan negara yang dilakukan untuk
mencapai tujuan negara.

Dalam pasal 6 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2003


tentang Keuagan Negara diuraikan bahwa
Kekuasaan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1):
a. Dikuasakan kepada Menteri Keuangan, selaku
Fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan
kekayaan negara yang dipisahkan.
b. Dikuasakan kepada menteri/pimpinan lembaga
selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang ke
menterian negara/lembaga yang dipimpin nya.
c. Diserahkan kepada gubernur/bupati/wali kota
selaku kepala pemerintahan daerah untuk
mengelola keuangan daerah dan mewakili
pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan
daerah yang dipisahkan.
d. Tidak termasuk kewenangan dibidang moneter,
yang meliputi antara lain mengeluarkan dan
mengedarkan uang, yang diatur dengan undangundang.

Dari ketentuan tersebut dapat dimaknai bahwa Presiden


mendelegasikan kekuasaan dalam pengelolaan keuangan negara ini
kepada Menteri Keuangan,menteri dan Pimpinan Lembaga Negara,
serta Kepala Daerah.
Pengelolaan keuangan negara akan berjalan efektif dan efisien apabila
terdapat perencanaan yang baik. Oleh klarena itu, Presiden RI
menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara(RAPBN) setiap tahun. RAPBN kemudian diajukan kepada
DPR untuk dibahas bersama dengan memperhatikan pendapat DPD
untuk mata anggaran yang berkaitan dengan daerah. RAPBN yang
telah disetujui oleh DPR kemudian menjadi APBN
(Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang telah dijadikan dalam
menjalankan berbagai program pembangunan dalam jangka waktu 1
tahun.

3. Peran Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral Negara


Republik Indonesia
Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia.
Bank Sentral adaalh pembina dan pengawsa bank. Bank
sentral mempunyai wewenang memberi dan menjabut
atau mengajukan rekomendasi pemberian ijin usaha
kepada bank. Bank sentral juga mempunyai wewenang
mengatur, mengawasi, dan mengenakan sanksi kepada
bank. Keberadaan bank Indonesia diatu dalam UUD 1945
pasal 23D. Republik Indonesia mempunyai satu bank
sentral yaitu Bank Indonesia. Bank Indonesia mempunyai
tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara
kestabalian nilai rupiah.

Untuk mencapai tujuan bank Indonesia mempunyai tugas sebagai


berikut:
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
3. Mengatur dan mengawasi bank.
Selain berkedudukan sebagai bank sentral bank Indonesia
juga berkedudukan sebagai lembaga negara. Kedudukan
bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independent tidak
sejajar dengan lembaga tinggi negara seperti DPR, BPK, dan MA.
Kedudukan bank Indonesia juga tidak sama dengan kementrian
negara karena kedudukan bank Indonesia berada diluar
pemerintahan.