P. 1
multinasional 2

multinasional 2

|Views: 569|Likes:
Dipublikasikan oleh asep_efendhi
akuntansi, pajak, perusahaan multinasional
akuntansi, pajak, perusahaan multinasional

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: asep_efendhi on Mar 02, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Pada dasarnya perencanaan pajak perusahaan multinasional dilakukan melalui penghindaran pajak berganda/tax avoidance yang sangat

bergantung kepada keputusan manajemen, menyangkut :

• Strategic planning • Management control system • Performance evaluation • A tax planning information system
• Hal ini menyangkut • Menetapkan sasaran perencanaan • Pendelegasian pertanggungjawaban pajak baik pusat atau cabang • Menentukan oprasi mana yang berdampak pada pajak • Menghimpun informasi untuk perencanaan pajak • Evaluasi dampak perencanaan pajak

• Variabel pertama menyangkut harga transfer barang dan jasa di pasar global • Variabel kedua berkenaan dengan pajak internasional serta rembesan pengaruhnya terhadap segala aspek operasional perusahaan multinasional

TRANSFER PRICING

• PENGERTIAN TRANSFER PRICING
• TRANSFER PRICING DISEBUT JUGA INTRACOMPANY PRICING , INTERCORPORATE PRICING, INTERDIVISIONAL PRICING, INTERNAL PRICING. • PENGERTIAN TRANSFER PRICING DAPAT DIBEDAKAN MENJADI 2, YAITU PENGERTIAN YANG BERSIFAT NETRAL DAN PENGERTIAN BERSIFAT PEJORATIF. • PENGERTIAN NETRAL MENGASUMSIKAN BAHWA TRANSFER PRICING ADALAH MURNI MERUPAKAN STRATEGI DAN TATIK BISNIS TANPA MOTIF PENGURANGAN BEBAN PAJAK. SEDANGKAN PENGERTIAN PEJORATIF MENGASUMSIKAN TRANSFER PRICING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGHEMAT PAJAK DENGAN TAKTIK , ANTARA LAIN MENGGESER LABA KE NEGARA YANG TARIF PAJAKNYA RENDAH.

PENGERTIAN NETRAL
• GUNADI
• TRANSFER PRICING ADALAH PENENTUAN HARGA ATAU IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN PENYERAHAN BARANG,JASA ATAU PENGALIHAN TEKNOLOGI ANTAR PERUSAHAAN YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA.

• EDWARD J.BLOCHER, KUNG H.CHEN DAN THOMAS W LIN
• TRANSFER PRICING ADALAH PENENTUAN DARI HARGA PERTUKARAN PADA SAAT UNIT-UNIT BISNIS YANG BERBEDA DI DALAM SUATU PERUSAHAAN BERTUKAR PRODUK-PRODUK ATAU JASA-JASA. PRODUKPRODUK TERSEBUT MUNGKIN MERUPAKAN PRODUK AKHIR YANG DAPAT DIJUAL PADA PELANGGAN LUAR NEGERI ATAU PRODUK MENENGAH YANG MERUPAKAN KOMPONEN PRODUK AKHIR.

HUBUNGAN ISTIMEWA
• HUBUNGAN ISTIMEWA TERJADI ANTARA PERUSAHAAN INDUK DENGAN ANAK PERUSAHAANNYA ATAU DENGAN CABANG – CABANGNYA ATAU PERWAKILANNYA YANG BERADA DI DALAM NEGERI ATAU DI LUAR NEGERI, HAL INI DIATUR DALAM UU NO.17 TAHU 2000, PASAL 18, SEBAGAI BERIKUT : DIRJEN PAJAK BERWENANG MENENTUKAN KEMBALI BESARNYA PENGHASILAN DAN PENGURANGAN SERTA MENETUKAN UTANG SEBAGAI MODAL UNTUK MENGHITUNG BESARNYA PKP BAGI WP YANG MEMILIKI HUBUNGAN ISTIMEWA DENGAN WP LAINNYA SESUAI DENGAN KEWAJARAN DAN KELAJIMAN USAHA YANG TIDAK DIPENGARUHI OLEH HUBUNGAN ISTIMEWA. DIRJEN PAJAK BERWENANG MELAKUKAN PERJANJIAN DENGAN WP DAN BEKERJA SAMA DENGAN OTORITAS PAJAK NEGARA LAIN UNTUK MENETUKKAN HARGA TRANSAKSI ANTAR PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA SEBAGAIMANA DIMAKSUD PASAL 4, YANG BERLAKU SELAMA SUATU PERIODE TERTENTU DENGAN MENGAWASI PELAKSANAANNYA SERTA MELAKUKAN NEGOSIASI SETELAH PERIODE TERTENTU TERSEBUT BERAKHIR. HUBUNGAN ISTIMEWA SEBAGAIMANA DIANGGAP ADA , APABILA : • WP MEMPUNYAI PENYERTAAN MODAL LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG PALING RENDAH 25% PADA WP LAIN, ATAU HUBUNGAN ANTARA WP DENGAN PENYERTAAN PALING RENDAH 25% ATAU LEBIH. WP MENGUASAI WP LAINNYA, ATAU DUA ATAU LEBIH WP BERADA DI BAWAH PENGUASAAN YA G SAMA BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK. TERDAPAT HUBUNGAN KELUARGA BAIK SEDARAH MAUPUN SEMENDA DALAM GARIS KETURUNAN LURUS DAN/ATAU KESAMPING SATU DERAJAT. •

• • •

PENGERTIAN PEJORATIF
• CHARLES T.HORNGREN DAN GARY L SUNDEM
• TRANSFER PRICES ARE THE AMOUNT CHARGED BY ONE SEGMENT OF AN ORGANIZATION FOR A PRODUCT THAT IT SUPPLIES TO ANOTHER SEGMENT OF THE SAME ORGANIZATION . IN MULTINATIONAL COMPANIES, TRANSFER PRICES ARE USED TO MINIMIZE WORLWIDE INCOME TAXES AND IMPORT DUTIES.

• PROF.DR.ROCHMAT SUMITRO,SH
• TRANSFER PRICING ADALAH SUATU PERBUATAN PEMBERIAN HARGA FAKTUR PADA BARANG - BARANG JUGA JASA YANG DISERAHKAN ANTAR BAGIAN/CABANG SUATU PERUSAHAAN MULTINASIONAL.

TUJUAN TRANSFER PRICING
• Fenomena perusahaan multinasional dalam ekspansinya cenderung mengoperasikan usahanya secara desentralisasi dan melaksanakan konsep Cost profit atau corporate profit center concept,yang dapat mengukur dan menilai performance / kinerja dan motivasi divisi/unit tertentu.Untuk mencapai hal tersebut antara lain dipergunakan sistem trasnfer pricing Transfer pricing perusahaan multinasional berhubungan dengan transaksi antar divisi dalam satu unit hukum / entitas atau antar entitas dalam satu kesatuan ekonomi yang meliputi berbagai wilayah kedaulatan negara.
• 2. Tujuan yang ingin dicapai dalam transfer pricing, adalah : Memaksimalkan penghasilan global Mengamankan posisi kompetitif anak cabang 3. Evaluasi kinerja anak cabang 4. Pengendalian devisa 5. Mengurangi resiko moneter 6. Mengatur cash flow Mengurangi beban pajak dan bea masuk Mengurangi resiko pengambil alihan oleh pemerintah

1.

7. 8.

PENENTUAN TRANSFER PRICING

Menurut Matz dan Usry , terdapat 4 dasar penentuan transfer pricing, yaitu :
1. Penentuan harga transfer berdasarkan biaya/ cost basis transfer pricing 2. Penentuan harga transfer berdasarkan harga pasar/ market basis transfer pricing 3. Penentuan harga pasar berdasarkan negosiasi/ the negotiated price 4. Penentuan harga transfer arbitrasi/arbitration transfer pricing

Cost basis transfer pricing, adalah suatu sistem harga transfer yang menekankan pada konsep pusat pertanggung jawaban biaya.Kinerja manajer diukur melalui pertanggungjawabannya mengenai pengendalian biaya.konsep ini dianggap sederhana dan menghemat sumber daya, karena tersedianya informasi biaya di setiap tingkat aktifitas perusahaan Jenis transfer ini bisa vertikal yaitu transfer antar divisi di beberapa jenjang aktivitas produksi/distribusi atau horizontal, yaitu transfer antar divisi yang sama pada aktifitas produksi dan distribusi. • Market basis transfer, adalah suatu dasar penetapan harga yang dapat di jadikan tolok ukur • untuk menilai kinerja manajer divisi, karena kemampuannya menghasilkan laba dan merangsang divisi untuk bersaing dengan pihak lain. Basis baik dipakai bila pasar perantara cukup bersaing dan saling ketergantungan antar unit adalah minimal. The negotiated price, adalah transfer harga berdasarkan negosiasi, sistem ini diarahkan pada pengendalian keuntungan dan pemberian otoritas kepada unit dalam grup secara memadai dengan asumsi setiap divisi memiliki posisi tawar menawar yang sama. Kelemahan sistem ini adalah terlalu banyak memakan waktu, megulang pemeriksaan dan previsi harga transfer. Arbitration transfer pricing, adalah suatu pendekatan harga transfer yang menekankan pada interaksi kedua divisi pada tingkat yang dianggap terbaik bagi kepentingan perusahaan tanpa adanya pemaksaan oleh salah satu divisi mengenai keputusan akhir. Konsep ini mengesampingkan tujuan konsep pertanggung jawaban laba.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->