Anda di halaman 1dari 9

I.

Resume Jurnal
Latar Belakang
Ibuprofen merupakan obat golongan NSAID yang paling sering digunakan
di US. Ibuprofen memiliki potensi yang tergantung dosis dalam managemen nyeri
dan inflamasi serta diindikasikan pada penggunaan artritis kronik dan kondisi
selain artritis. Pada dosis yang tinggi ibuprofen dapat menyebabkan ulserasi pada
saluran gastrointestinal bagian atas sehingga memiliki komplikasi berupa
perdarahan, perforasi dan obstruksi).
Saat ini diketahui bahwa penggunaan NSAID meningkatkan penyakit pada
pembuluh darah. Pada penelitian yang menggunakan NSAID golongan inhibitor
selektif siklooksigenase 2 ditemukan adanya peningkatan resiko aterotrombosis
vaskuler. Pada tahun 2014 sebuah penenlitian metaanalisis memberikan hasil
bahwa NSAID golongan coxib dan ibuprofen memiliki risiko menimbulkan
penyakit vaskuler.
Famotidin merupakan obat golongan inhibitor reseptor histamine 2. Obat
ini terbukti mampu mencegah ulserasi pada saluran penceraan akibat induksi
NSAID. Famotidin cocok digunakan bersamaan dengan NSAID berwaktu paruh
pendek. Dalam studi RCT famotidine 80 mg yang diberikan selama terapi NSAID
menunjukkan keefektifan menurunkan resiko ulserasi pada saluran pencernaan.
Ibuprofen dan famotidine tak memiliki efek toksik yang sinergis. Adanya
sedian kombinasi yang terbentuk dalam 1 kemasan mampu meningkatkan
kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi. Pada tahun 2011 kombinasi tetap
ibuprofen 800 mg dan famotidine 26,6 mg yang digunakan dalam terapi OA dan
GA terbukti mampu menurunkan kejadian ulkus pada saluran cerna.
Tujuan
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi tingkat keamanan dari
sedian kombinasi ibuprofen/famotidine dibanding ibuprofen

dari 2 penelitian

selama 24 minggu dan tambahan selama 28 minggu, multicenter, double blinded


dalam komparasi insidensi ulserasi saluran cerna secara endoskopik.
Metode Penelitian
Penelitian ini mengevaluasi data klinis dari uji REDUCE (Registration
Endoscopic Studies To Determine Ulcer Formation of HZT-501 compared with

ibuprofen efficacy) 1 dan REDUCE 2 yang masing masing dilakukan selama 24


minggu. Kedua penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keamanan dan
efikasi dari sediaan kombinasi dan sediaan tunggal. Selain itu dilakukan pula
evaluasi data klinis dari uji tambahan selama 28 minggu yang bertujuna menilai
tingkat keamanan dari kedua obat yang diuji dalam penelitian.
Populasi penelitian ini adalah laki laki dan perempuan berusia 40-80 tahun
yang diharapkan dalam 6 bulan kedepan (setelah penelitian dimulai) memiliki
indikasi untuk mendapatkan terapi NSAID (pasien OA, RA, LBP, nyeri regional
kronik). Selain itu kriteria inklusi penelitian adalah tak menggunakan NSAID
dalam waktu 30 hari terakhir sebelum ikut dalam penelitian, tak memiliki riwayat
esophagitis erosive, tak memiliki riwayat komplikasi GI akibat NSAID, kadar
kreatinin <45 ml dan erosi GI pada endoskopi <5.
Setelah peserta terpilih melalui kriteria inklusi, pasien dieksklusikan bila
hamil, memiliki keganasan pada GI, esophagitis erosive, gangguan fungsi hepar
dan ginjal, IMA, aritmia, stroke, HT tak terkontrol, CHF, bypass coroner dan DM
tak terkontrol. Berikut adalah alur dalam REDUCE 1, REDUCE 2 dan tambahan
penelitian selama 28 minggu :

Berikut

adalah
deskripsi
sampel
penelitian :
Secara
ringkas

berikut adalah keterangan mengenai ke3 penelitian yang dievaluasi dalam jurnal
ini :

Berikut adalah

data mengenai kejadian efek samping yang timbul pada

REDUCE1, REDUCE 2 dan penelitian tambahan 28 minggu yang tercatat dari


awal penelitian hingga ekhir penelitian :

Adapun efek samping yang diutamkan di evaluasi dalam penelitian ini adalah efek
samping pada sistem kardiovaskuler dan kejadian dyspepsia yang dirangkum
sebagai berikut :

Kesimpulan

Sediaan kombinasi ibuprofen famotidine memilik tingkat keamanan yang lebih

baik dibanding ibuprofen sediaan tunggal


Efek samping yang timbul sama diantara 2 grup terapi kecuali dispepsia yang

lebih rendah pada kelompok terapi kombinasi


Gangguan sistem kardiovaskular terbukti rendah pada kedua kelompok dan tak
terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok

II.

Resiko ulkus pada saluran cerna rendah pada kelompok terapi kombinasi

Telaah Kritis Jurnal


Peneliti

: Alfonso E. Bello, Amy Y.Grahn, Julie Bell, Jeffrey D. Kent,

Judul Jurnal

Robert J.Holt
: One-year safety of ibuprofen/famotidine fixed combination
versus ibuprofen alone: pooled analyses of two 24-week
randomized, double-blind trials and a follow-on extension

Sumber

: Current Medical Research & Opinion Vol. 31, No. 3, 2015,


407420

A. Apakah penelitian ini valid?


1. Apakah

sampel Ya

dikelompokkan secara acak?

Pada penelitian REDUCE 1 dan 2


dijelaskan bahwa sampel penelitian ini
dikelompokkan secara acak, tercantum
pada hal 409
patiens were randomized to the
REDUCE 1 and REDUCE 2 trials in a

2. Apakah

semua

penelitian
didokumentasikan

sampel Ya

2:1 ratio treatment, either..


Penelitian
ini
mencantumkan

di

pendokumentasian sampel penelitian

dengan

dari awal hingga akhir seperti pada

tepat hingga akhir penelitian?

tabel

Apakah jumlah sampel yang

menggambarkan

diacak pada awal hingga

sampel dari awal penelitian hingga

akhir penelitian sama?

akhir penelitian REDUCE 1 dan

Apakah

sampel

dikelompokkan

1,

gambar
alur

yang

perjalanan

yang

REDUCE 2, serta gambar 2 yang

dianalisis

menggambarkan sampel pada masa


perpanjangan penelitian.

dari awal

hingga akhir

penelitian?

3. Apakah terdapat blinding Tak

Penelitian ini tak mencantunkan ada

antara pasien, peneliti, dan dicantumkan tidaknya blinding dalam penelitian


pemberi asesmen terhadap
perlakuan

yang

diberikan

dalam penelitian?
4. Apakah persamaan

antara Ya

Terdapat

pada

tabel

yaitu

sampel didokumentasikan?

karakteristik sampel serta tabel yang

Apakah

mencantunkan

terdapat

tabel

beragam

efek

karakteristik sampel?

samping terapi dari kedua kelompok

Apakah perbedaan sampel

terapi.

dapat dikendalikan?
5. Apakah setiap kelompok Ya
mendapat

perlakuan

yang

sama? (selain intervensi)

Dijelaskan bahwa pasien mendapatkan


perlakuan sama selama followup
penelitian. Dilakukan pemeriksaan
fisik, pemeriksaan darah rutin, urin
rutin serta kimia darah.

B. Apa hasil penelitian?


1. Seberapa

besar

efek

(terapi) yang diberikan?

perlakuan
Relative
risk
reduction
(RRR)
CER EER ARR/
CER

Absolute
risk
reduction
(ARR)
CEREER

Number
needed
to treat
(NNT)
1/ARR

CER

2. Seberapa

tepat

kalkulasi

EER

Absolute
risk
reduction
(ARR
CER-EER

Number
needed to
harm
(NNH)
1/ARI

efek

perlakuan (terapi)?

C. Apakah hasil penelitian dapat diterapkan terhadap pasien anda?


1. Apakah hasil penelitian dapat Ya
diterapkan pada pasien saya?
Apakah penelitian ini memiliki
persamaan

dengan

pasien

anda?
2. Apakah hasil penelitian ini Ya
penting secara klinis?

penting

dapat

hasil

sediaan

obat

yang

digunakan

juga

tersedia di Indonesia.
Secara klinis penelitian ini penting dalam
membutuhkan

nyeri
terapi

NSAID

yang
serta

pemilihan terapi NSAID yang berguna


untuk mengurangi efek samping ulserasi

digunakan?
Apakah

dengan sampel penelitian. Selain itu

penatalaksanaan

Apakah hasil penelitian yang


paling

Karakteristik pasien memiliki kesamaan

QoL

dapat

digunakan? Bagaimana cara

pada saluran pencernaan.

asesmen efek samping?


3. Apakah hasil penelitian ini Ya

Penelitian ini tidak menunjukkan efek

memiliki manfaat yang lebih

samping

besar

memberikan efek terapi yang efisien

dibandingkan

potensi

kerugiannya?

berat

yang

serius

namun

terhadap pasien.

Kesimpulan :

Penelitian ini valid

Secara klinis penelitian ini penting

Hasil penelitian ini relevan terhadap kasus yang sedang ditangani dan dapat
diaplikasikan terhadap pasien.