Anda di halaman 1dari 6

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1.
Lembaga ini bernama : LEMBAGA BINA KARYA KUTAI
TIMUR Lembaga ini berkedudukan dan berkantor pusat di
Kabupaten Kutai Timur.
WAKTU
Pasal 2.
Lembaga ini didirikan sejak tanggal 06 Januari 2010 dan
untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya
AZAS
Pasal 3.
Lembaga ini berazaskan PANCASILA dan UNDANG-UNDANG
DASAR 1945.
TUJUAN
Pasal 4.
1. Turut serta membangun untuk kemajuan disegala Struktur
bidang di Kabupaten Kutai Timur dalam arti yang seluasluasnya
2. Mengembangkan kapasitas kewirausahaan serta partisipasi
sektor swasta, usaha kecil, dan menengah dalam upaya
pembangunan.
FUNGSI
Pasal 5.
1 Lembaga ini berfungsi sebagai wadah Pengembangan
dalam kehidupan kemasyarakatan
2 Mengembangkan kapasitas sumberdaya manusia dan
kelembagaan dalam perencanaan pengembangan yang
berkelanjutan melalui penelitian, kebijakan pendidikan,
pelatihan, advokasi, pendampingan, di Kutai Timur secara
khusus.
ATRIBUT
Pasal 6.
Lembaga ini memiliki Lambang, atribut yang diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga (ART).
ANGGOTA
Pasal 7.
1. Anggota adalah mereka yang mendirikan dan telah
mendaftar serta diterima dalam Lembaga, setelah dinyatakan
lulus dalam seleksi keanggotaan
2. Anggota Kehormatan adalah mereka yang dianggap berjasa
dalam Lembaga ini.
3. Hak dan kewajiban anggota diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga (ART).
BADAN PENDIRI
Pasal 8.

1. Anggota-anggota Badan Pendiri terdiri dari :


a. Seseorang/mereka yang mendirikan Kelompok ini;
b. Seseorang/mereka yang atas usul seorang anggota
Badan Pendiri yang hendak mengundurkan diri telah
ditunjuk oleh rapat anggota Badan Pendiri untuk menjadi
penggantinya.
c. Seseorang/mereka yang menurut pendapat Badan
-Pendiri, sejak berdirinya Kelompok ini telah -memberikan
jasa-jasanya yang berguna bagi Kelompok ini.
2. Pengangkatan dan pemberhentian para anggota BadanPendiri dilakukan oleh suatu keputusan rapat para-anggota
Badan Pendiri secara musyawarah untuk mufakat.
BADAN PENGURUS
Pasal 9.
1. Lembaga ini diurus dan dikemudikan oleh suatu Badan
Pengurus yang diangkat oleh Badan Pendiri, yang
anggotanya tergantung menurut kebutuhan, akan tetapi
sekurang-kurangnya
seorang
Ketua,
Sekretaris
dan
Bendahara.
2. Apabila dianggap perlu Ketua, Sekretaris dan Bendahara,
dapat mengangkat seorang atau lebih wakil-wakilnya agar
lembaga ini dapat berjalan dengan sebaik baiknya, hal mana
akan diputuskan --dalam rapat Badan Pendiri.
3. Pengangkatan dan pemberhentian perubahan susunan
-anggota badan pengurus ditetapkan oleh rapat
Badan
Pengurus.
4. Masa jabatan para anggota badan pengurus adalah
dapat dipilih kembali sesuai aturan dengan aturan Badan
Pendiri.
5. Pembagian tugas dan pekerjaan diantara anggota Badan
Pengurus diserahkan kepada mereka sendiri.
6. Keanggotaan badan pengurus berakhir karena hal-hal
sebagai berikut :
a. meninggal dunia
b. mengundurkan diri
c. diberhentikan oleh suatu keputusan rapat
d. Badan Pendiripindah keluar negeri selama enam bulan
berturut-turut lamanya.
e. ditaruh dibawah pengampuan (onder curatele)
f. tidak aktif bekerja.
7. Untuk pertama kalinya oleh para pendiri telah
diangkat sebagai :
BADAN PENGURUS
1. Ketua
: SUPRIANTO
2. Sekretaris : RIASA
3. Bendahara : LILIS WIDIA NINGSIH

KEKUASAAN BADAN PENGURUS


Pasal 10.
1. Ketua, Sekretaris dan Bendahara bersama-sama mewakili
Badan Pengurus, oleh karena itu mewakili kepentingankepentingan Forum ini, baik di dalam maupun di luar
Pengadilan untuk dan atas nama lembaga melakukan segala
tindakan pemilikan dan pengurusan, demikian dengan
pembatasan-pembatasan
bahwa untuk :
a. Menjaminkan kekayaan lembaga
b. Mengikat lembaga sebagai penjamin
2. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama lembaga
mereka harus mendapat persetujuan secara tertulis terlebih
dahulu dari/atau turut ditandatanganinya surat/akta yang
bersangkutan oleh Badan Pendiri
3. Badan Pengurus berkewajiban untuk mentaati anggaran
dasar ini dan mengatur serta mengurus segala sesuatu yang
berkenaan dengan lembaga ini sebaik-baiknya.
4. Badan Pengurus berhak untuk memberikan kuasa umum
maupun kuasa khusus baik sebagian maupun seluruhnya
kepada seorang anggotanya atau lebih atau kepada pihak
lain, untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut di atas,
maka Badan Pengurus berhak untuk membuat surat kuasa
umum maupun surat kuasa khusus dan setiap waktu dapat
dicabut kembali
5. Kekuasaan Badan Pengurus berada di bawah pengawasan
dan kekuasaan Badan Pendiri.
RAPAT BADAN PENGURUS
Pasal 11.
1. Rapat Badan Pengurus diadakan sekurang-kurangnya 12
(duabelas) kali dalam setahun dan/atau setiap kali jika
dianggap perlu atas permintaan sekurang-kurangnya 3 (tiga)
orang dari Badan Pengurus.
2. Rapat Badan Pengurus dipimpin/diketuai oleh Ketua
sedangkan apabila ia tidak hadir oleh Sekretaris. Rapat
Badan Pengurus hanya sah jika dalam rapat itu hadir 2/3 (dua
per tiga) dari seluruh anggota Badan Pengurus
3. Rapat Badan Pengurus mengambil keputusan-keputusan
bilamana disetujui dengan suara terbanyak mutlak, dari
suara yang dikeluarkan dengan sah.
4. Rapat tahunan diadakan 1 (satu) kali dalam setahun, untuk :
a. Mengesahkan laporan Badan Pengurus.
b. Mengesahkan neraca, perhitungan hasil usaha dan sisa
usaha
c. Mengesahkan program kerja tahunan berikutnya.
5. Tiap-tiap
anggota
Badan
Pengurus
masing-masing
mempunyai hak untuk memberikan satu suara dalam rapat

Badan Pengurus.
6. Dari apa yang dibicarakan dan diputuskan dalam rapat Badan
Pengurus harus dibuat suatu risalah yang dibubuhi tanggal
dan ditandatangani oleh Ketua dan sedapat mungkin oleh
salah seorang anggota Badan Pengurus yang hadir.
MUSYAWARAH BESAR (MUBES)
Pasal 12.
1. Musyawarah Besar adalah Pemufakatan Tertinggi Lembaga
dan diselenggarakan 3 (tiga) tahun sekali
2. Kewenangan MUBES adalah :
a. Menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga;
b. Menilai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Lama
dimisioner
c. Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Lembaga/Pokokpokok Program Kerja dan Kebijakan-kebijakan organisasi
lainnya
d. Memilih dan Menetapkan Pengurus Inti dan Personalia.
MUSYAWARAH LUAR BIASA
Pasal 13.
Musyawarah Luar Biasa dapat diadakan apabila:
a. Permintaan tertulis dari + 1 dari jumlah Pengurus
b. Urgenitas persoalan yang tak mampu lagi diselesaikan oleh
jenis-jenis permusyawaratan lain.
KEUANGAN
Pasal 14.
Keuangan untuk membiayai kegiatan organisasi diperoleh dari
1. Iuran Anggota
2. Sumbangan Anggota
3. Bantuan Pihak-pihak lain yang tidak mengikat
4. Usaha-usaha lainnya yang sah dan halal.
PENGELOLAAN & PERTANGGUNG JAWABAN KEUANGAN
Pasal 15.
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan
1. Pengurus setiap tingkatan bertanggung jawab atas
penggunaan dana dan pengelolaan harta kekayaan
organisasi sesuai dengan sistem keuangan dan Akuntansi
Indonesia
2. Bendahara secara rutin setiap 6 (enam) bulan sekali
memberikan laporan keuangan kepada Rapat Pleno Pengurus
3. Laporan pertanggungjawaban bidang keuangan harus
disusun berdasarkan hasil audit oleh tim kerja audit
4. Khusus dalam penyelenggaraan Musyawarah Besar, semua
pemasukan dan pengeluaran keuangan harus dipertanggung
jawabkan kepada Pengurus masa bakti berikutnya
PEMBUBARAN LEMBAGA
Pasal 16.

1. Pembubaran Lembaga hanya dapat dilakukan didalam


Musyawarah Luar Biasa
2. Kekayaan Lembaga setelah Lembaga dibubarkan ditentukan
lebih lanjut oleh Pengurus dan Anggota.
ATURAN PENUTUP
Pasal 17.
Hal-hal yang tidak atau kurang cukup diatur dalam
anggaran dasar ini akan diatur dalam anggaran rumah tangga
atau peraturanperaturan lain yang akan ditetapkan oleh Badan
Pengurus yang disahkan oleh Badan Pendiri.
Pasal 18.
Didalam semua dan segala sesuatu yang mengenai Lembaga ini
dan akibat-akibatnya, maka para anggota telah memilih tempat
kediaman hukum (domisili) yang tetap dan umum di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri di Kabupaten Kutai Timur.