Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA


PADA PERMAINAN SEPAK BOLA
MELALUI PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA
SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 3 PORONG SIDOARJO

Oleh,
WIWIK NURYANINGSIH, S.Pd
NIP.19710426 200501 2 008

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 3 PORONG
2011

1. PENDAHULUAN
1.1.

PERMASALAHAN
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada dasarnya merupakan
bagian integral dari system pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk
mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran Jasmani, ketrampilan berfikir kritis,
stabilitas emosional, ketrampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui
aktivitas jasmani dan olahraga.
Guru sebagai pendidik, pembimbing dan pengajar harus dapat menyikapi
perubahan-perubahan pola berfikir tentang kegiatan mengajar untuk menciptakan
kondisi supaya kegiatan belajar dapat berlangsung. Kenyataan yang ada banyak
siswa yang bosan dengan jenis pembelajaran yang kurang kreatif, dan lagi mengingat
jam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan hanya
pembelajaran

2 jam

dalam satu minggu sehingga kurang waktu untuk berlatih dan

mengembangkan kreatifitas dalam pembelajaran


Sebagaimana seorang guru, guru Pendidikan Jasmani

Olahraga dan

Kesehatan harus melaksanakan tugasnya yang mengacu pada tujuan Pendidikan


Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
Indonesia seutuhnya. Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan adalah guru
yang mengajar dan mendidik siswa dengan aktivitas fisik, aktivitas fisik yang
dimaksud merupakan formulasi gerak yang dinamis, sistematis, anatomis, fisiologis
dan metodis.
Banyak dijumpai permasalahan di lapangan, misalnya siswa mengalami
kesulitan dalam memahami pelajaran yang akan disampaikan guru, bahan pelajaran
yang sukar dan membosankan, sehingga anak kurang tertarik dan termotifasi dalam
mengikuti pelajaran. Permasalahan itu timbul karena disebabkan oleh kurang
tepatnya guru dalam memilih metode mengajar, guru kurang kreatif dan kurang
bervariasi dalam menyampaikan pelajaran.
Didalam upaya penigkatan kualitas manusia yang ditujukan pada peningkatan
jasmani dan rohani seluruh masyarakat, pemupukan watak, disiplin, dan sportifitas
dan pengembangan dari prestasi olahraga yang dapat membangkitkan rasa

kebanggan Nasional. Sehubungan dengan itu upaya untuk mengolahragakan


masyarakat serta menciptakan iklim yang lebih mendorong pada masyarakat untuk
berpartisipasi serta tanggung jawab dalam membina dan mengembangkan olahraga
diharapkan mampu berprestasi secara aktif hal ini merupakan salah satu factor utama
yang memegang peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia sehari-hari.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian dari proses
pendidikan di sekolah. Dengan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan siswa akan
memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan kesan pribadi yang
menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki
kebugaran jasmani, kebiasaan hiduuup sehat, dan memiliki pengetahuan serta
pemahaman terhadap gerak manusia. Untuk itu kegiatan tersebut perlu mendapatkan
perhatian dalam pelaksanaan terutama dalam perhatian dari sekolah, khususnya di
tingkat SMP maka kegiatan tersebut akan mampu memberikan pengalaman belajar
gerak khususnya yang bermanfaat bagi anak didik. Mengingat anak-anak SMP
masih pada masa pertumbuhan dan perkembangan.
Dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada anak didik, perlu dipilih
model pembelajaran yang sesuai agar dapat meningkatkan kualitas pembelajran
Pendidikan

Jasmani

Olahraga

Dan

Kesehatan,

mengingat

pembelajaran pendidikan jasmani, guru diharapkan

dalam

proses

mengajarkan berbagai

keterampilan gerak dasar, tehnik dan strategi permainan dan olahraga internalisasi
nilai sportifitas serta pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui
pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian

teoritis, namun

melibatkan unsur fisik, mental intelektual, emosi dan sosial. Aktifitas yang
diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan didaktif-metodik,
sehingga aktifitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran.
Berdasarkan Permen Diknas No 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
pendidikan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah tentang bidang kurikulum

dan kegiatan pembelajaran dijelaskan setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu
perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran.
Untuk itu salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah
pembelajaran melalui

pembelajaran tutor sebaya.

Bayu Mukti (2009:4)

mengemukakan Tutor sebaya adalah suatu pembelajaran yang jadi murid dan yang jadi guru
adalah teman sebaya juga atau umurnya itu sebaya.
Pengajaran tutor sebaya yang pada dasarnya sama dengan program bimbingan yang
bertujuan memberikan bantuan dari dan kepada

siswa belajar secara optimal. supaya

dapat mencapai tujuan pengajaran.


Sehubungan dengan keadaan ini maka maka selayaknya seorang guru dalam
proses pembelajaran selalu menerapkan metode yang menyenangkan untuk
meningkatkan ketrampilan dan kebugaran siswa serta mendorong keberhasilan
semua anak didik dengan memberikan motivasi anak-anak, Kepala Sekolah, dan
guru agar dapat mengenal apa yang selalu diinginkan anak-anak saat mengikuti
pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan mengaplikasikan strategi pembelajaran
tutor sebaya. Dengan latar belakang tersebut diatas, maka muncul permasalahan
Apakah Pembelajaran melalui tutor sebaya dapat Peningkatan Keterampilan
Menggiring bola pada permainan sepak bola Siswa
1.2 Tujuan

Tujuan penulisan makalah adalah mengembangkan model konseling berfokus dalam


menyelesaikan konflik antar siswa di sekolah. Secara lebih khusus, tujuannya adalah: (1)
mengembangkan model Konseling berfokus yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
konflik antar teman sebaya di kalangan remaja dan (2) Menggunakan Konseling berfokus
dalam meningkatkan perilaku damai antar siswa di sekolah.

2. PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Keterampilan

Menggiring Bola
Dalam suatu proses belajar seorang guru memegang peranan yang penting
yaitu memberikan bantuan kepada siswa berupa pengetahuan dan keterampilan.
Keterampilan adalah kecakapan untuk melaksanakan tugas ( Departemen
Pendidikan Nasional Th 2005 Kamus besar bahasa Indonesia edisi ke tiga, Jakarta ;
Balai Pustaka ).
Menggiring adalah salah satu unsur yang menarik dari sepak bola. Pada
dasarnya tujuan menggiring bola adalah meneruskan bola dari satu bagian lapangan
ke lapangan lainnya tanpa bantuan seorang teman ( Imam Syafii, 1999;41)
Menggiring dapat digunakan sekaligus untuk memindahkan bola kedaerah
yang lebih menguntungkan dan untuk mengecoh atau menghindari lawan. Bila
sebuah operan ke seorang teman tidak memungkinkan, pemain harus dapat
melindungi bola sampai teman tersebut membuka ruang kosong atau bebas. Dan jika
pemain tertutup oleh lawan, penggiring harus memperdaya lawan hingga terhindar
dari sergapannya. Seorang pakar sepak bola , Ken Jones menyebutkan, pengertian
antara menggiring dan lari dengan bola harus dibedakan. Menggiring lebih
menekankan pada sentuhan kaki yang cepat, sedangkan lari dengan bola adalah
ketrampilan membawa bola dengan selalu dalam jangkauan, langkah konstan dan
tidak selalu sering menyentuh bola
Menurut Sundoro (1993;57) menggiring bola adalah Suatu kegiatan
membelai atau mendorong bola dengan kaki agar bola bergulir terus menerus di
tanah setiap langkah.
Karl Hein Hededergot (1976:330) menambahkan Menggiring bola adalah
suatu gerakan untuk menciptakan peluang-peluang dalam permainan sepak bola,
karena menggiring bola sangat berperan dalam permainan sepak bola .
Pada dasarnya menggirng bola adalah menendang terputus-putus atau pelanpelan, oleh karena itu bagian kaki yang digunakan dalam menggiring bola sama
dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola
bertujuan antara lain untuk mendekati jarak sasaran, melewati lawan, dan
menghambat permainan. (Sucipto,dkk.2000: 28).

Mengingat dalam menggiring bola ada tiga cara yaitu menggiring bola
dengan kaki bagian dalam, menggiring bola dengan kaki bagian luar, dan menggiring
bola dengan punggung. ( Sucipto, dkk. 2000:28 ).
Menurut Drs.Moh. Gilang, M.Pd menggiring bola dengan kaki bagian dalam
adalah sebagai berikut :
a. Badan condong kedepan kaki yang digunakan kontak dengan bola berada
didepan kaki tumpu, lutut agak ditekuk luwes.
b. Selanjutnya secara perlahan bergerak dengan posisi kaki sentuh berada didepan,
sedangkan kedua tangan bergantung lemas untuk menjaga keseimbangan badan.
Sentuhan bola pada kaki bagian dalam.
Menggiring bola dengan kaki bagian luar adalah sebagai berikut :
a. Badan condong kedepan kaki yang digunakan kontak dengan bola berada
didepan kaki tumpu, lutut agak ditekuk luwes.
b. Selanjutnya secara perlahan bergerak dengan posisi kaki sentuh berada didepan,
sedangkan kedua tangan bergantung lemas untuk menjaga keseimbangan badan.
Sentuhan bola pada kaki bagian luar.
2.2.

Pengertian tutor sebaya


Pengertian tutor adalah orang yang memberi pelajaran ( membimbing )
kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa. ( Departemen Pendidikan Nasional Th
2005 Kamus besar bahasa Indonesia edisi ke tiga, Jakarta ; Balai Pustaka ).
Pengerrtian sebaya adalah umur ; usianya sudah setengah. ( Departemen
Pendidikan Nasional Th 2005 Kamus besar bahasa Indonesia edisi ke tiga, Jakarta ;
Balai Pustaka ).
Pengertian tutor sebaya adalah sebuah prosedur siswa mengajar siswa

lainnya. Tipe satu pengajar dan pembelajar dari usia yang sama.( Edward
L. Dejnozken dan Daven E. Kopel dalam AmericanEducation)
2.3.

Pengertian
Menggiring Bola

Teknik

Teknik adalah cara / kepandaian membuat atau melakukan sesuatu yang


berhubungan dengan sesuatu. ( Departemen Pendidikan Nasional Th 2005 Kamus
besar bahasa Indonesia edisi ke tiga, Jakarta ; Balai Pustaka ).
Teknik menggiring bola adalah suatu cara kegiatan membelai atau mendorong
bola dengan kaki agar bola bergulir terus menerus di tanah setiap langkah.
Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak dan
menggiring bola kian kemari untuk diperebutkan diantara pemain yang mempunyai
tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang
sendiri agar tidak kemasukan bola.
2.4.

Teknik Menggiring Bola

melalui Pembelajaran tutor sebaya


Metode pembelajaran melalui tutor sebaya adalah pembelajaran yang dilakukan
siswa dalam satu kelompok, dimana siswa yang mempunyai kemampuan terbaik
dalam kelompok itu memberikan pembelajaran kepada siswa yang lain .
Langkah awal dengan membentuk kelompok sesuai dengan jumlah siswa
dikelas VII A SMP Negeri 3 Porong. Jumlah siswa sebanyak 36 siswa dibagi menjadi
6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa.
Dalam pelaksanaannya pembelajaran tutor sebaya dilaksanakan dengan cara
siswa sebagai tutor mengamati siswa dalam kelompoknya yang melakukan /
menggiring bola lurus sejauh 10 meter dengan kecepatan sedang dan bola selalu
berada di antara kedua kaki setelah itu dilanjutkan menggiring bola dengan kecepatan
berlari sesuai dengan kecepatan maksimal setiap siswa sejauh 10 meter dan diakhiri
menggiring zig-zag dengan menggunakan tongkat rintangan dengan jarak antar satu
tongkat dengan tongkat yang satunya 1 meter dengan jarak sejauh 10 meter.
Setelah seluruh siswa dalam kelompok sudah melakukan teknik menggiring
lurus dan zig-zag, kemudian

siswa sebagai tutor mengevaluasi dengan cara

mengoreksi dan membetulkan dengan memberi contoh bagaimana teknik menggiring


bola yang benar. Kemudian siswa tutor meminta teman siswa dalam kelompoknya
untuk mengulang teknik menggiring bola seperti sebelumnya dengan memperhatikan
penjelasan yang sudah diterima dari siswa tutor

Dalam setiap kelompok masing-masing anggota kelompok melakukan latihan


tersebut secara berulang-ulang. Cara mengidentifikasi kemajuan dalam latihan maka
dibuat tabel data yakni mengenai teknik gerakan menggiring, kecepatan menggiring,
teknik gerakan menggiring dengan bentuk gerakan zig-zag dan waktu tempuh.