Anda di halaman 1dari 10

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN LATIHAN POLRI

SEKOLAH BAHASA
DIKJUR DOKPOL ANGKATAN X

SKENARIO DEMONSTRASI PENANGANAN TKP ASPEK MEDIS


PADA LAKALANTAS BIS DAN TRUK PENGANGKUT BAHAN KIMIA
DI DEPAN SEBASA POLRI

]
NO

WAKTU

NARASI
Diceritakan persiapan rombongan
mahasiswa yang berjumlah 15
orang akan berangkat wisata
dengan menggunakan bis yang
dikemudikan oleh seorang supir
dan seorang kernet.
Pada saat melintasi pertigaan jalan
bis menabrak sebuah truk yang
mengangkut bahan kimia, dimana
truk tersebut dikemudikan seorang
supir yang membawa seorang
penumpang. Akibat tabrakan
menimbulkan
ledakan
dan
kepulan asap.
Setelah dilaporkan ke Polsek Pulo
Gadung, maka Polsek meminta
bantuan Rumah Sakit terdekat dan
segera mengirimkan tim bantuan
medis.
Tim
medis
datang
menggunakan sebuah ambulan

PELAKU

KEGIATAN
Narator

PROPERTI

Meledakan petasan

Petasan besar 2 buah


cadangan petasan 1
buah

Korban luka sedang


Korban luka ringan
Korban luka ringan

Menaruh properti

Buah salak,
jeruk,serpihan
kaca,bercak
darah,sandal
jepit,baju sobek

Pecahan kaca
Potongan
tubuh
Ceceran darah

yang diawaki oleh 2 orang dokter


dan 3 paramedis.
Tim Keslap melakukan triage
system
Dari tempat kejadian ditemukan 1 Korban : dr. Agus G
orang korban (kernet) dalam Penolong : dr Aris S
keadaan tidak sadar (diperkirakan dan dr. Sukardi
karena loncat keluar). Tim medis
segera melakukan RJP

Police line

1 orang korban kakinya terjepit Korban : dr. Andrean


kursi bis, dicurigai fraktur femur Penolong : dr. Chairul
kanan.
dan dr. Hidayatullah
1 orang korban mengalami luka Korban : dr. Antoni
bakar tk. III di atas 40%
Penolong : dr. Joko
1 orang mengalami luka bakar Korban : dr. Made
yang diakibatkan bahan kimia
Penolong : dr.Rommy
Korban
yang
tidak
sadar dr. Muhammadiah
dievakuasi ke RS terdekat, 1
orang korban dilakukan intubasi.
Perawatan luka bakar

dr. Joko & dr.Rommy


Detektor

SPK Polsek Metro Pulo Gadung Kapolsek :

Kapolsek

yang menerima laporan melalui


telpon dari masyarakat segera
menghubungi semua piket fungsi
terkait untuk segera mengirim
anggotanya untuk melakukan
pengamanan di TKP. Kita lihat
anggota Polsek Pulo Gadung yang
dipimpin
Kapolsek
sedang
melakukan pengamanan TKP,
mengatur lalu lintas dan segera
melakukan pemasangan police
line untuk menegaskan bahwa
yang boleh masuk area tersebut
hanyalah
orang-orang
yang
berkepentingan dengan penanganan kasus tersebut.

Gorontalowati
Staf :
Asep Winardi
Supriyanto
Wayan Artha

Anggota
Anggota
(memasang police
line)

TKP kit medis


Kamera

Tandu
Kit PPGD

Dalam waktu yang tidak lama,


datang beberapa petugas membuat
sket untuk mendokumentasikan
posisi dan situasi yang ada.
Seluruh tim segera bergabung
dengan tim olah TKP Polri untuk
melaksanakan
tugas
sesuai
bidangnya.
Kita lihat Tim Penyidik segera
memasuki TKP dan membuat
jalan perlewatan diikuti tim
evakuasi medis untuk mencari

Olah TKP

kemungkinan masih ada korban


hidup yang masih ada lokasi, dan
belum mendapatkan pertolongan.
Kegiatan DVI di TKP:
Sebelumnya dibagi dalam bbrp
Subunit :
1. SubUnit Pencari
2. SubUnit Property
3. SubUnit Fotografi
4. SubUnit Evakuasi
Subunit Pencari dan Fotografi
mulai mencari seluruh Barang
Bukti di area yang sebelumnya
dibatasi garis polisi dan telah
dibagi dalam 4 area. Tim ini
bergerak dari salah satu area dekat
jalan perlewatan. BB yang
diketemukan diberi label dan
difoto. BB tersebut dikumpulkan
oleh SubUnit Property. Untuk
korban meninggal dimasukkan
dalam kantung jenazah, diberi
label lalu dibawa ke kamar
jenazah RS B untuk diidentifikasi.
Dan kita lihat Tim DVI sub tim
Pengumpulan data Ante Mortem,
dan Pengumpulan Data Post
Mortem telah siap pada posnya

Tim DVI :
dr. Reni S
dr. Canti
dr. Niken
dr. Faizal
dr. Purwadi
dr. Luhut
Dewi Triana S
Korban :
dr. Fujiyanto
dr. Chaniago
boneka

Bikin jalan/pul
BB
Labfor/pul BB
Dokpol/pul BB
Ident/pul BB
-Kit TKP
Triage/Bendera -Kamera
-2 boneka untuk
korban meninggal
- Potongan tubuh
manusia dari kepala
dada dan lengan
kanan
- Dompet kusam
potongan sandal jepit
-sobekan celana jeans
-sepatu kets

masing-masing. Tim Ante Mortem


sudah mulai kewalahan melayani
masyarakat
yang
merasa
kehilangan keluarganya, atau
khawatir anggota keluarganya ikut
menjadi korban dalam kasus ini.
Banyak diantara mereka langsung
mendatangi Pos Pengumpulan
Data, maupun pemberitahuan
melalui sarana komunikasi yang
ada, seperti telp, fax, dan internet.
Seluruh data yang masuk, yang
berasal dari keluarga, teman
dekat, ataupun relasi didata ke
dalam formulir berwarna kuning.
Data-data tersebut diolah, dan
dianalisa.
Segala
informasi
maupun data yang kurang tentang
oranga yang hilang tersebut,
segera
dimintakan
dari
keluarganya.
Sementara itu, dikamar jenazah
telah mulai terdengar raungan
sirine mobil jenazah yang
bersahut-sahutan
yang
menandakan jenazah, potongan
tubuh, serpihan tubuh, yang
dievakuasi daari TKP satu persatu
tiba di rumah sakit. Tim DVI sub

Ketua Tim
Dokpol
Dokumentasi
Pelabelan
Labfor
Pencatat
Sketsa
Ukur dan pul BB

Formulir AM
Set alat dan tempat
sesuai giat

Tim Kamar Jenazah telah


mempersiapkan segala sesuatu
yang
diperlukan.
Termasuk Narator
personel yang berasal dari
berbagai disiplin dan instansi.
Tidak
ketinggalan
banyak
sukarelawan yang ikut terlibat
membantu dalam pengaturan dan
pengangkatan
jenazah.
Tim
melakukan pemeriksaan dengan
teliti
terhadap
barang
kepemilikan, seperti perhiasan,
kartu
identitas,
pemeriksaan
pakaian, dan pemeriksaan ciri-ciri
yang ada pada jenazah. Data hasil
pemeriksaan
dimasukkan
ke
dalam formulirDVI berwarna
merah muda.
Satu
persatu
pemeriksaan
terhadap barang bukti manusia
atau bagian dari tubuh manusia ini
selesai dilakukan. Sementara
pemeriksaan terus berjalan, diluar
kamar jenazah telah menunggu
banyak wartawan yang menggali
berita secepat mungkin, serta
masyarakat yang harap-harap
cemas ingin segera mengetahui
hasilnya.

Mengumpulkan Data
Ante Mortem
Formulir PM
Set alat dan tempat
untuk autopsi

Dua
hari
telah
berlalu,
pemeriksaan
korban
sudah
mencapai sepertiganya. Sementara
laporan orang menghilang masih
mengalir. Beberapa data Post
Mortem yang merupakan hasil
pemeriksaan
jenazah
telah
berhasil
dikumpulkan
dan
dianalisa. Sub Tim Rekonsiliasi
sudah
mulai
melaksanakan
tugasnya, berupa pencocokkan
data Ante Mortem yang berhasil
dikumpulkan dengan data Post
Mortem
hasil
pemeriksaan
jenazah. Beberapa diantaranya,
berdasarkan beberapa metode
sederhana
ditambah
metode
ilmiah
dinyatakan
sesuai.
Sehingga jenazah tersebut satu
persatu dinyatakan teridentifikasi.
Setelah melalui proses penelitian
ulang,
dan
surat-surat
kelengkapan yang diperlukaan
seperti surat kematian, berita
acara serah terima jenazah, dan
lainnya sudah dilengkapi, maka
sub tim Pelepasan jenazah
menyerahkan korban yang telah
teridentifikasi
kepada
keluarganya. Atas kerjasama yang

Mengumpulkan data
post morten

Set alat dan tempat


untuk acara
rekonsiliasi

baik yang terjalin dari seluruh


personel dari berbagai personel
dari berbagai instansi dan disiplin
ilmu yang tergabung dalam tim
DVI ini, serta kerjasama yang
baik dengan masyarakat maupun
instansi yang terkait dalam
penaganan kasus ini, maka
seluruh tugas dapat diselesaikan
dalam waktu relatif singkat.
Seluruh korban mati berhasil
teridentifikasi.
Team Rekonsiliasi
Demikianlah hadirin yang kami
hormati,
demonstrasi
unjuk
kemampuan oleh para pasis
Dikjur Dokpol angkatan X tahun
2006, sebagai salah satu hasil dari
pendidikan yang telah diikuti
selama 8 minggu, dimana
menunjukan peran DOKPOL
khususnya dan peran PUSDOKKES
pada
umumnya
didalam menunjang tugas POLRI
khususnya didalam penanganan
TKP, pengunggkapan perkara dan
penegakan hukum.
Terima kasih atas waktu dan
perhatian yang diberikan, tetap

jaya DOKPOL dan PUSDOKKES


kita

Semua Pasis
berdiri menghadap

Tribun undangan
Memberi hormat
Bersalaman
dengan undangan

Cipinang, September 2006


Ketua Angkatan

AKP ANTONI MIFTAH