Anda di halaman 1dari 3

8iDEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

FAKULTAS ILMU SOSIAL


Kampus Sekaran Gunung pati, Semarang 50229
RANCANGAN SKRIPSI
NAMA

: AULIA NIKAN ANGGRAINI

NIM

: 3211411021

JURUSAN

: GEOGRAFI

1. JUDUL
Proses Bermukim dan Fasilitas Permukiman di Kelurahan Ngemplak
Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang
2. PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Pertumbuhan suatu kota dicirikan oleh pertumbuhan penduduknya.
Perkembangan penduduk suatu kota mempengaruhi keadaan kota, yaitu semakin
luasnya wilayah terbangun dan semakin tinggi kepadatan penduduk di beberapa
bagian kota. Pertumbuhan jumlah penduduk juga dipengaruhi oleh tingginya arus
urbanisasi yang menjadikan kota yang sudah padat menjadi semakin padat dengan
jumlah penduduk yang semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk
menyebabkan semakin tingginya jumlah permintaan lahan permukiman.
Sebagai kota yang sedang tumbuh, perkembangan Kota Semarang ditandai
dengan tumbuhnya kawasan-kawasan pemukiman baru yang juga disertai fungsifungsi perdagangan, jasa dan sosial kemasyarakatan. Pertumbuhan dan
perkembangan pemukiman perkotaan berkembang melebar ke wilayah pinggiran
yang secara fungsional bukan diperuntukkan untuk kawasan pemukiman.
Kota Semarang terletak di sebelah utara Gunung Ungaran memiliki
topografi yang beranekaragam, seperti datar, landai, miring, berbukit hingga
bergunung. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat

menyebabkan pemanfaatan lahan sangat intensif, sehingga keberadaan lahan


sangat dimanfaatkan. Tidak terkecuali daerah bertopografi miring bahkan berbukit
pun juga dimanfaatkan untuk bermukim.
Sebagai ibukota provinsi, Kota Semarang dituntut untuk dapat memenuhi
dan menjamin kebutuhan penduduknya. Selain itu, sarana dan prasarana serta
pelayanan yang tersedia juga harus lebih ditingkatkan. Hal ini mendorong
terjadinya urbanisasi penduduk daerah di sekitar Kota Semarang untuk berpindah
terutama ke pusat kota. Urbanisasi tersebut dipacu oleh beberapa faktor, seperti
kebutuhan akan transportasi, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Urbanisasi
sendiri dapat menimbulkan beberapa permasalahan yang dapat menjadi
permasalahan khusus atau internal bagi Kota Semarang, seperti masalah banjir,
kemacetan, pengangguran, kemiskinan, dan kriminalitas.

2.2.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses bermukim masyarakat di Kelurahan Ngemplak Simongan?
2. Apa motivasi pendatang tinggal ditempat di Kelurahan Ngemplak Simongan?
3. Bagaimana pemenuhan fasilitas di Kelurahan Ngemplak Simongan?

2.3.

Tujuan Penelitian
1. Mengetahui proses bermukim masyarakat di Kelurahan Ngemplak Simongan.
2. Mengetahui motivasi pendatang memilih tinggal di Kelurahan Ngemplak
Simongan.
3. Mengetahui pemenuhan fasilitas di Kelurahan Ngemplak Simongan.

2.4

Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Sebagai referensi dan tambahan pengetahuan bagi peneliti maupun peneliti
lain dalam kajian yang berkaitan dengan proses bermukim dan pemenuhan
fasilitas permukiman.
2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi BPN,


Pemkot Semarang, serta pihak lain yang terkait agar dapat meningkatkab
pemahaman akan kondisi permukiman.
2.5

Batasan Istilah
1. Proses bermukim adalah
2. Fasilitas permukiman adalah
3. Status tanah adalah

3. KAJIAN PUSTAKA