Anda di halaman 1dari 41

TES KOLESTEROL TOTAL

I. PRA ANALITIK
PERSIAPAN PASIEN
a)
b)
c)
d)

Puasa 10-14 jam boleh air putih


Tdk minum obat yang mempengaruhi kadar lipid 2 mgg
terakhir
Pasien stabil. BB, pola makan,merokok, minum kopi &
alkohol tdk berubah 2 mgg terakhir.
Pasien tidak stres oleh penyakit aku

PERSIAPAN SAMPEL
a)
b)
c)
d)

Pasien sdh duduk slm 15 mnt sblm pengambilan


sampel
Pasang torniquet 1 mnt saat ambil darah
Bila sampel ikterik, hemolisis ulangi
Sgr lakukan pemisahan serum & sampel sgr di tes.
Penyimpanan sampel : 2 hr suhu 15-25 oC
4 hr suhu 2 8 oC
3 bln suhu - 20oC

PRINSIP TES
Dilakukan dengan metode kolorimetrik enzimatik
Cholesterol esterase

Cholesterol ester + H2O

Cholesterol + RCOOH

Cholesterol Oxidase

Cholesterol + O2

4 Cholesterol-3-one + H2O2
peroksidase

2H2O2 + 4-aminophenazone + phenol


monoimino) phenazone + 4 H2O

4-(p- benzoquinone-

Dengan adanya peroksidase, hydrogen peroksida akan


mengoksidase phenol dan 4 amino phenazone membentuk
warna merah

ALAT DAN BAHAN


Alat : a) Tabung reaksi & rak tabung
b) Pipet volumetrik ( 10 l, 1000 l )
c) Fotometer

Bahan :
a)
Sampel serum, plasma (EDTA)
b)
Reagen : R1
PIPES (piperazine-1,4-bis(2-ethne sulfonic acid)
buffer
: 75 mmol / l
pH
: 6,8
Mg2+
: 10 mmol / l
Sodium cholate
: 0,2 mmol / l
4 aminophenazone : 0,15 mmol / l
phenol
: 4,2 mmol / l
fatty alkohol polyglycol ether 1 %
cholesterol esterase
: 0,5 U/ml
cholesterol oxidase (E.coli) : 0,15 U/ml
peroksidase (horseradish) : 0,25 U/ml
stabilizers

II. ANALITIK
Cara kerja semi automatik
Campurkan reagen dalam 32 ml larutan
pelarut
b) Biarkan campuran itu selama 10 menit pada
suhu kamar. Larutan stabil selama 7 hr 15
25 oC
c) Ambil sampel darah sebanyak 10 l dan
1000 l larutan reagen. Campur dan isapkan
ke fotometer.
d) Hasil akan keluar dalam bentuk print out
Nilai Rujukan : Kolesterol total < 200 mg/dl
a)

III. PASCA ANALITIK

Interpretasi
200 239 mg/dl waspada tjd PJK
240 mg/dl
resiko terjadinya PJK
Setiap 1% peninggian kolesterol akan
meningkatkan 2% terjadi PJK

TES TRIGLISERIDA

I. PRA ANALITIK
Persiapan pasien
a) Puasa 10-14 jam hentikan OR & rokok
boleh minum air putih
untuk hindari tjd lipemia
pasien indikasi tes trigliserida
b) Tidak minum obat yang mempengaruhi kdr lipid 2 mgg
terakhir
c) Pasien stabil. Tdk ada perubahan BB, pola makan, kebiasaan
merokok, minum kopi & alkohol dlm 2 mgg terakhir
d) Pasien tidak mengalami stres oleh penyakit akut

Persiapan sampel
a) Pasien duduk 5 mnt sblm pengambilan darah
b) Saat pengambilan drh psg torniquet 1 menit
c) Pisahkan serum sesegera mungkin. Sampel sgr di tes.
Penyimpanan sampel : 2 hr suhu 15 25 oC
4 hr suhu 2 8 oC
3 bln suhu -20 oC
d) Bila sampel ikterik, hemolisis sampel dilulangi

Prinsip tes
Tes trigliserida dilakukan dgn metode kolorimetrik
enzimatik (GPO/PAP)
lipase

Trigliserida + 3H2O

Glyserol + 3RCOOH

Glycerol kinase

Glycerol + ATP

Glycerol-3-phosphate + ATP
GPO

Glycerol-3-phosphate + O2

dyhydroxyaceton phosphate + H2O2


pereoksidase

H2O2 + 4 aminophenazone + 4 chlorophenol


4-(p-benzoquinone-mono-imino)-phenazone
+ 2 H2O + HCl (warna merah)
Dengan adanya peroksidase, hydrogen peroksidase membentuk
efek oxidase coupling dari 4-chlorophenol dan 4 aminophenazone
yang membentuk warna merah derivat quinonemine

Alat dan Bahan


Alat : a) Tabung reaksi & rak tabung
b) Pipet volumetrik (20 l, 1000 l)
c) Fotometer
Bahan :
a) Sampel serum, plasma (EDTA)
b) Reagen : R 1 buffer / 4-chlorophenol / enzyme
PIPES (piperazine-N,Nbis ( 2-ethanasulfonic
acid )
buffer
: 50 mmol/l
pH
: 6,8
Mg2+
: 40 mmol/l
Sodium cholate
: 0,20 mmol/l
ATP
: 1,4 mmol/l
4-aminophenazone : 0,13 mmol/l

4 chlorophenol
potassium hexacyanoferrate (II )
fatty alcohol polycol ether
lipoprotein lipase
glycerokinase
glycerol phosphate oxidase
peroksidase (horseradish)

: 4,7 mmol/l
: 1 mol/l
: 0,65
: 5,0 U/ml
: 0,19U/ml
: 2,5 U/ml
: 0,10 U/ml

II. ANALITIK
Cara kerja semi automatik :
Campurkan reagen dlm 32 ml larutan pelarut
Biarkan campuran selama 10 menit pd suhu
kamar. Larutan stabil selama 48 jam suhu
15 25 oC
Campur : 20 l sampel darah + 1000 l
larutan reagen
Isapkan ke fotometer
Hasil akan terbaca pada print out
Nilai Rujukan : Kadar trigliserida < 200 mg/dl

III. PASCA ANALITIK

Interpretasi :
200 399 mg/dl waspada tjd
PJK
> 400 mg/dl
resiko tjd PJK

TES KOLESTEROL HDL

I. PRA ANALITIK
Persiapan pasien :
Puasa 10-14 jam hentikan rokok &
olah raga, boleh minum air putih
Tidak mendapat obat yang
mempengaruhi kadar lipid dlm 2 mgg
Dlm 2 mgg BB, pola makan,
merokok, minum kopi & alkohol tdk
ada perubahan
Pasien tidak alami stres oleh penyakit
akut

Persiapan sampel
Saat ambil sampel pasien sdh duduk slm
5 menit
Saat ambil drh pasang torniquet < 1 menit
Pisahkan serum sesegera mungkin & sgr
lakukan tes.
Sampel stabil 2 hr suhu 15-25 oC
4 hr suhu 2 8 oC
3 bln suhu -20oC
Bila memakai plasma antikoagulan EDTA
Bila sampel ikterik & lisis ulangi
pengambilan tjd peningkatan palsu

Prinsip tes
Pemberian phosphotungstic acid dan ion
magnesium ke dlm sampel maka
kilomikron, VLDL dan LDL mengendap
(presipitasi).
Serum + HDL separating reagent
sentrifus
HDL fraksi (supernatan) +
kilomikron, VLDL, LDL fraksi (presipitasi).
Setelah disentrifus dalam supernatan hanya
terdapat HDL yg kadar
kolesterolnya
ditentukan
dgn metode kolorimetrik
enzimatik.

Alat dan Bahan


Alat : 1) Pipet mikro
2) Tabung mikro
3) Rak tabung
4) Alat Fotometer
Bahan :
a) Sampel serum, plasma (EDTA)
b) Reagen presipitasi
Phosphotungstic acid : 1,4 mmol/l
Magnesium chloride : 8,6 mmol/l

II. ANALITIK
Cara kerja :
Campur 200 l serum + 500 l reagen
presipitasi lalu inkubasi selama 10 mnt pd
suhu 15-25 oC.
Lakukan sentrifugasi slm 5 menit utk
mendapatkan supernatan yang jernih
Pipetkan 100 l supernatan jernih + 1000 l
larutan reagen (spt tes kolesterol total) ke
dlm tbg reaksi
Campur & inkubasi slm 10 mnt pada suhu
kamar
Isapkan ke fotometer
Hasil akan terbaca dlm bentuk print out
Nilai Rujukan : Laki-laki
35-55 mg/dl
Perempuan 45-65 mg/dl

III. PASCA ANALITIK

Interpretasi :
36 44 mg/dl waspada tjd PJK
35 mg/dl
resiko tjd PJK
Setiap penurunan 4 mg% HDL,
resiko tjd PJK meningkat 10%

TES KOLESTEROL LDL

Ada 2 cara pemeriksaan kolesterol LDL


Cara tidak langsung dgn
menggunakan formula Friedewald
bila kadar Trigliserida < 400
mg/dl.
Kolesterol LDL = Kolesterol total Kolesterol HDL -1/5 Trigliserida

Secara langsung dgn metode tes


Homogeneous enzymatic
colorimetric assay

I. PRA ANALITIK
Persiapan pasien :
Puasa 10-14 jam hentikan rokok &
olah raga, boleh minum air putih
Tidak mendapat obat yang
mempengaruhi kadar lipid dlm 2 mgg
Dlm 2 mgg BB, pola makan,
merokok, minum kopi & alkohol tdk ada
perubahan
Pasien tidak alami stres oleh penyakit
akut

Persiapan sampel
Saat ambil sampel pasien sdh
duduk slm 5 menit
Saat ambil drh pasang torniquet < 1
menit
Pisahkan serum sesegera mungkin &
sgr lakukan tes.
Bila memakai plasma antikoagulan
EDTA
Bila sampel ikterik & lisis ulangi
pengambilan tjd peningkatan palsu

Prinsip tes
Metode tes : Homogeneous enzymatic
colorimetric assay
R1 (a-Cyclodextrin/buffer) dan sampel
VLDL
Mg +++
Selective
kilomikron
sugar compound
inhibition
Penambahan R2 ( buffer / enzyme / 4aminoantipyrine ) dan start reagen
HDL
detergent
Selective micellary
VLDL
formation
kilomikron
detergent

LDL + H2O

cholesterol esterase

cholesterol + free
fatty acids

cholesterol

Cholesterol + O2

Cholestenone + H2O2

oksidase
peroxidase
2H2O2 + 4 aminoantipyrine + HSDA + H2O + H
pigmen ungu kebiruan + 5 H2O

Alat dan Bahan


Alat : a) Pipet mikro
b) Tabung mikro
c) Rak tabung
d) Rak sampel
e) Alat automatik Cobas Mira

Bahan :
a) Sampel serum, plasma (EDTA)
b) R1 : buffer
MOPS (3-morpholinopropane sulfonic acid)
buffer
: 20,1 mmol/l
pH
:6
HSDA
: 0,3 g/l
ascorbate oxidase
: 3,0 U/l
cholesterol oxidase
: 2,0 kU/l
peroksidase (horseradish) : 20 kU/l
detergent

R2 : buffer / enzymes / 4-aminoantipyrine


MOPS ( 3-morpholinopropane sulfonic acid )

buffer
: 20,1 mmol/l
pH
: 6,8
MgSO4, 7H2O
: 2,0 g/l
4-aminoantipyrine
: 5 g/l
cholesterol esterase
: 3,0 kU/l
cholesterol oksidase
: 2,0 kU/l
peroksidase
: 20 kU/l
detergent
R1 dan R2 ; reagen siap pakai

II. ANALITIK
Cara kerja :
Tes dilakukan dgn alat automatik cobas mira
Masukkan 500 l serum ke tempat sampel
kemudian diletakkan pada rak sampel sesuai
nomor tes
Reagen dimasukkan dlm tempat reagen
kemudian diletakkan pada rak sesuai
program kolesterol LDL
Alat akan melakukan tes secara automatik
sesuai program ( sampel 10 l, Reagen R1
300 l dan R2 90 l )
Hasil tes akan keluar melalui print out
Nilai Rujukan : Kolesterol LDL < 130 mg/dl

III. PASCA ANALITIK

Interpretasi :
Rheumatoid faktor peningkatan
palsu bila kadarnya > 200 IU/ml
130 159 mg/dl waspada PJK
160 mg/dl
resiko tjd PJK

TES GLUKOSA DARAH

I. PRA ANALITIK
Persiapan Pasien
GDP

Pasien dipuasakan 8 12 jam


Semua obat dihentikan dulu

GD2PP

Dilakukan 2 jam setelah tes GDP


Pasien dianjurkan makan yg mengandung 100 gram
karbohidrat sblm tes dilakukan

TTGO

Tiga hari sblm tes makan seperti biasa (KH cukup)


Hentikan rokok, minum kopi & alkohol, OR
Puasa minimal 8 jam sblm tes dilakukan

Persiapan sampel
Sampel diambil pagi hari sore hari GD lbh
rendah kasus DM tdk terdiagnosis
Tes saring/kontrol sampelnya plasma vena,
serum atau drh kapiler.
Tes diagnostik dianjurkan plasma vena, tp
bisa juga whole blood, drh vena atau kapiler.
Sampel plasma stabil < 1 jam.
Bila > 1 jam konsentr.glukosa
o/k
glikolisis ex vivo
Sampel serum stabil < 2 jam
Penyimpanan sampel tambahkan glikolisis
inhibitor. Stabil slm 24 jam suhu 15-25 oC
10 hr suhu 4 oC

Metode Tes

Metode kimia : metode ortho toluidin


Metode enzimatik : glucose oxidase/
hexokinase

Prinsip Tes
Tes UV dgn metode enzimatik.

Sampel ditambah R1 (buffer/ATPNADP)

Lalu tambahkan R2 (HK/G-6-PDH)

Rx :
HK
Glukosa + ATP
G-6-P + ADP
Heksokinase mengkatalisis fosforilase glukosa mjd glukosa -6fosfatase oleh ATP
G-6-PDH

G-6-P + NADP
Gluconate-6-P + NADPH + H
Konsentrasi glukosa diukur dgn fotometer

Alat dan Bahan


Alat : a) Tabung reaksi 4 buah
b) Pipet mikro 10 l, 1000 l
c) Fotometer
Bahan :
Sampel serum, plasma EDTA
Reagen :
R1 Buffer / ATP /NADP
TRIS (hydroxymethyl)aminomethane buffer 100 mmol
pH 7,8
Mg2+ 4 mmol/l
ATP 1,7 mmol/l

R2 HK / G-6-PDH
HEPES buffer 30 mmol/l
pH 7,0
Mg2+ 4 mmol/l
HK 8,3 U/ml
G-6-PDH 15 U/ml
Preservative

II. ANALITIK
Cara Kerja Semiautomatik
Blanko
Blanko
Blanko Sampel
Reagen I Reagen II Sampel
Reagen

NaCl
Sampel

1000 l

1000 l

1000 l

1000 l

10 l

10

Buat blanko reagen & blanko sampel seperti pada tabel


diatas
Campur dgn baik & inkubasi pd suhu ruang slm 10 menit
Pembacaan hasil tes dilakukan pd pjg glbg 540 nm

Tes GD2PP :
Setelah diberikan makanan yang
mengandung 100 gr KH, 2 jam kmdn
dilakukan tes sesuai cara tes GDP
TTGO :
Dilakukan tes GDP
Diberikan 75 gr glukosa (dewasa) atau 1,75
gr/kgBB dilarutkan dlm 250 ml air &
dihabiskan dlm 5 menit
Dilakukan tes glukosa drh 2 jam sesudah
beban glukosa
Selama tes, subjek yg diperiksa tetap
istirahat & tdk merokok

Nilai Rujukan
Tes

Sampel

(mg/dl)

(mmol/L)

GDS

Plasma vena
Drh kapiler

< 110
< 90

< 6,1
< 5,0

GDP

Plasma vena
Drh kapiler

< 110
< 90

< 6,1
< 5,0

GD2PP

Plasma vena
Drh kapiler

< 140
< 120

< 7,8
< 6,7

III. PASCA ANALITIK


Interpretasi
BUKAN DM
TES

BELUM PASTI DM

DM

SAMPEL
(mg/dL)

(mmol/L)

(mg/dL)

(mmol/L)

(mg/dL)

(mmol/L)

Plasma vena

< 110

< 6,1

110 - 199

6,1 - 11,0

200

11,1

Darah kapiler

< 90

< 5,0

90 - 199

5,0 - 11,0

200

11,1

Plasma vena

< 110

< 6,1

110 - 125

6,1 - 7,0

126

7,0

Darah kapiler

< 90

< 5,0

90 - 109

5,0 - 6,1

110

6,1

Plasma vena

< 140

< 7,8

140 - 200

7,8 - 11,1

> 200

> 11,1

Darah kapiler

< 120

< 6,7

120 - 200

6,7 - 11,1

> 200

> 11,1

GDS

GDP

GD2PP

Interpretasi TTGO (WHO)


GDP
0 jam

Kriteria
(mg/dL)
GDPT

110 serta
< 126

2 jam
(mmol/L)

6,1 serta
< 7,0

TGT

< 126

< 7,0

DM

126

7,0

(mg/dL)

(mmol/L)

< 140

< 7,8

140 serta
< 200
200

7,8 serta
<11,1
11,1