Anda di halaman 1dari 3

PENYULUHAN

PROLANIS KLINIK YANI MEDIKA

Tempat

: Aula Puri Permata Asri-Depok

Waktu Pelaksanaan

: Ahad, 16 Agustus 2015

Materi Penyuluhan

: Osteoarthritis

Peserta

: 40 orang

Nara sumber

: dr. Istiqomah

Definisi:
Osteoartritis adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul
karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.
Osteoartritis terdiri atas:
1. osteoartritis primer yang dikenal juga sebagai artritis degeneratif atau penyakit
degeneratif sendi.
2. Osteoartritis sekunder yang disebabkan oleh trauma tropisme atau cedera.
Pada sendi, suatu jaringan tulang rawan yang biasa disebut dengan nama kartilago biasanya
menutup ujung-ujung tulang penyusun sendi. Suatu lapisan cairan yang disebut cairan
sinovial terletak di antara tulang-tulang tersebut dan bertindak sebagai bahanpelumas yang
mencegah ujung-ujung tulang tersebut bergesekan dan saling mengikis satu sama lain.
Pada kondisi kekurangan cairan sinovial lapisan kartilago yang menutup ujung tulang akan
bergesekan satu sama lain. Gesekan tersebut akan membuat lapisan tersebut semakin tipis dan
pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri.

Gejala Osteoarthritis:

Sendi yang biasa diserang adalah paling sering lutut, jari tangan dan kaki, bahu
dan pergelangan tangan.
Sendi yang diserang biasanya tampak sesuai tanda-tanda peradangan,
memerah, bengkak, terasa nyeri, dan akhirnya sakit bila digerakkan atau untuk
berjalan.

Penyebab Osteoarthritis:
osteortritis sebenarnya adalah penyakit yang lazim menimpa orang berusia
lanjut. Namun seiring dengan perubahan gaya hidup, penyakit yang sering
disebut dengan pengapuran ini juga ditemukan pada kelompok usia muda.
Setiap persendian memiliki lapisan bantalan tulang rawan pada setiap ujung
tulang. Tulang rawan ini memiliki permukaan yang licin sehingga memuluskan
gerakan tulang dalam persendian. Ausnya tulang rawan persendian akan
membuat permukaan yang mulus menjadi kasar dan kehilangan fungsinya
sebagai bantalan.
Ujung-ujung tulang yang tidak lagi memiliki bantalan akan menebal, sehingga
terjadilah tulang bergesek dengan tulang. Setiap tahapan proses ini
menimbulkan rasa nyeri. Ostoartritis biasanya terjadi pada lutut, leher, tangan,
atau kaki. Tetapi lutut merupakan bagian sendi yang paling mudah terkena
akibat tekanan selama aktivitas fisik sehari-hari.
Menurut Dr.Chin Pak Lin, dari Mt.Elizabeth Novena Hospital, ada beberapa gaya
hidup yang mempercepat terjadinya keausan pada bagian lutut. Mulai dari
obesitas, kurang olahraga hingga olahraga berlebihan.
"Para atlet lebih mungkin terkena osteoartritis. Mereka yang bukan atlet namun
sering mengikuti olahraga high impact seperti pelari marathon juga rentan
mengalami radang sendi di bagian lutut,"
Gejala umum radang sendi adalah rasa sakit waktu berdiri, berjalan, atau
jongkok, nyeri saat naik-turun tangga, sendi kaku, pembengkakan, hingga
perubahan bentuk pada sendi.
Untuk mengetahui ada tidaknya pengapuran, menurut Chin, pemeriksaan
rontgen saja sudah cukup. "Namun untuk pemberian terapi dokter perlu
melakukan pemeriksaan yang teliti apakah sumber nyerinya karena ligamen,
postur tubuh, atau sebab lainnya,"
Pengobatan:
Terapi non obat terdiri atas:

menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan (mutlak dilakukan, karena
salah satu penyebab utama Osteoartritis adalah kelebihan berat badan)

latihan menguatkan otot paha dan pinggul untuk menjaga kebugaran tubuh

memakai knee brance selama diperlukan

Terapi obat terdiri atas:

obat antiradang dan nyeri

suplemen untuk menumbuhkan tulang rawan

obat pelumas sendi yang disuntikkan ke sendi

Laparaskopi atau peneropongan untuk mengetahui derajat kerusakan dan juga


membetulkan atau mengikis kapur serta menambah pelumas dapat dilakukan sekaligus.

Pilihan pengobatan terbaik sampai saat in bila Osteoarthritis berat (Stadium 3 dan 4)
adalah operasi penggantian sendi. Operasi penggantian sendi; adalah operasi yang dilakukan
untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan prostesis yang berupa alat buatan yang
menyerupai bentuk bagian tubuh untuk menggantikan bagian tubuh tersebut yang hilang atau
rusak akibat trauma, baik karena penyakit, atau kondisi prakelahiran.

Pencegahan:
Pencegahan osteoartritis yang utama adalah mengubah gaya hidup, jika kegemukan maka berat
badan harus diturunkan, harus berolahraga, tetapi tidak berlebihan dan hindari high-impact,
misalnya senam high-impact dan lari jarak jauh, olahraga yang tidak banyak membebani lutut
adalah berenang dan sepeda statis.
Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang bergizi. Beberapa
suplemen makanan juga dapat digunakan untuk mencegah penyakit ini. Beberapa suplemen
yang umum digunakan antara lain adalah glukosamin dan kondroitin, tetapi suplemen-suplemen
ini belum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, sehingga efek
samping jangka panjangnya belum diketahui.

Anda mungkin juga menyukai