Anda di halaman 1dari 23

RANCANGAN AKTUALISASI

No

Sumbe
r

SKP

Kegiatan
Pengawasan
lalu
lintas
Barang
(Jenazah)

Output/ Hasil
Kegiatan

Tahapan Kegiatan
1. Menerima
informasi
petugas kargo.

dari

2. Memeriksa
kelengkapan
dokumen kesehatan original
jenazah.

Data informasi
satu jenazah

Form/
dokumen
pemeriksaan
kelengkapan
dokumen
jenazah

Pemaknaan Nilai - nilai Dasar


Dalam menerima informasi yang
diberikan saya melakukannya
dengan keramahan merupakan
perwujudan nilai etika publik.
Mengecek kembali informasi
yang telah diterima (Komitmen
Mutu) yang dilakukan dengan
cermat (akuntabilitas). Ketika
menerima petugas bersikap adil
(Nasionalisme, Sila kelima), dan
menyampaikan informasi dengan
jujur (Anti Korupsi).
Saat memeriksa dokumen saya
akan melakukan dengan teliti,
efektif dan efisien merupakan
perwujudan nilai Komitmen
Mutu, dengan memperhatikan
tanggal meninggal, penyebab
kematian, apakah jenazah sudah
diberi Formalin, dan adanya surat
keterangan
Rekomendasi
Kepolisian
(Akuntabilitas).
Melakukan pemeriksaan dengan
sopan (Etika Publik) dan
menunjukkan
empati
(Nasionalisme). Menyampaikan
informasi dengan jujur tentang
dokumen yang telah diberikan
(Anti Korupsi).

Kontribusi
terhadap Visi Misi
Organisasi

Penguatan
Nilai
Organisasi

3. Memverifikasi
kondisi
pemetian sesuai dengan form
pemeriksaan

Form
pemeriksaan
kondisi
pemetian
jenazah

4. Menerbitkan surat izin angkut


jenazah bila telah memenuhi
persyaratan

Surat
Angkut
Jenazah

Izin

Saat
memverifikasi
kondisi
pemetian saya akan melakukan
dengan cermat yaitu dengan
memperhatikan peti terbuat dari
kayu, tertutup rapat, tidak ada
rembesan dan tidak berbau
merupakan
wujud
nilai
Akuntabilitas,
melakukan
pengecekan kembali kondisi peti
(komitmen mutu). Meminta izin
sebelum melakukan pemeriksaan
(Etika Publik) dan menunjukkan
empati
kepada
keluarga
(Nasionalisme). Menyampaikan
informasi
tentang
kondisi
pemetian dengan jujur (Anti
Korupsi).
Saya akan menerbitkan surat izin
angkut jenazah dengan adil,
tanpa memandang suku, agama,
ras,
kekuasaan
merupakan
perwujudan nilai Nasionalisme,
sila kedua. Tidak dilakukan
dengan berlarut larut dan
memenuhi
aturan/kebijakan
(Akuntabilitas).
Tidak
memberikan informasi yang
salah atau menyesatkan (Anti
Korupsi). Memeriksa kembali
Surat Izin Angkut Jenazah yang
telah ditulis (Komitmen Mutu)
dan memberikan dengan sopan
kepada petugas kargo dan
penanggung jawab jenazah (Etika
Publik).

Surat
Tugas

Menerima
uang PNBP
(Penerimaan
Negara Bukan
Pajak)
Penerbitan
Surat Izin
Angkut
Jenazah dan

5. Mencatat di buku Register


Surat Izin Angkut Jenazah

Register Surat
Izin
Angkut
Jenazah

Saya tidak menuliskan informasi


yang salah atau menyesatkan di
dalam buku register merupakan
perwujudan nilai Anti Korupsi.
Pencatatan dilakukan dengan
teliti yaitu memperhatikan nama
jenazah, penyebab kematian,dan
tujuan bandara/KKP yang dituju
(akuntabilitas), serta memeriksa
kembali
catatan
tersebut
(Komitmen Mutu). Pencatatan
dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
(Nasionalisme).

6. Mendokumenkan berkas Surat


izin angkut jenazah beserta
dengan dokumen pelengkapnya

File Surat Izin


Angkut
Jenazah

Saat mendokumenkan berkas


saya akan melakukan dengan rapi
dan teroganisir merupakan wujud
nilai
Komitmen
Mutu,
pendokumenan sesuai dengan
nomor
urut
surat
keluar
(Akuntabilitas). Pendokumenan
dilakukan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
(Anti
Korupsi)

1. Menerima surat tugas untuk


melakukan penarikan uang
PNBP dalam rangka Penerbitan
Surat Izin angkut Jenazah

Surat Tugas

Surat Tugas akan saya terima


dengan senyum dan santun
merupakan perwujudan nilai
Etika Publik, tanpa membedabedakan suku, agama, kedudukan
pemberi surat tugas
(Nasionalisme). Memeriksa
kembali surat tugas yang
diberikan (Komitmen Mutu)

menyetorkann
ya ke
Bendahara
Penerima

dilakukan dengan cermat, dengan


memperhatikan tanggal, dan isi
surat (Akuntabilitas).
2. Menerima uang PNBP untuk
pengeluaran Surat Izin Angkut
Jenazah

Uang PNBP

Saya akan menerima pembayaran


PNBP dengan adil, dan tidak
menyalahgunakan kewenangan
merupakan wujud nilai
akuntabilitas. Tidak menerima
uang selain jumlah PNBP yang
ditentukan sesuai UndangUndang (Anti Korupsi).
Menerima uang PNBP dengan
keramahan dan sopan (Etika
Publik), tanpa membeda-bedakan
suku, agama, ras, kedudukan
yang menyerahkan uang PNBP
(Nasionalisme). Menghitung dan
memeriksa kembali jumlah uang
yang telah diserahkan
(Komitmen Mutu).

3. Membuat Kuitansi Pembayaran


PNBP

Kuitansi
Pembayaran

Saya akan menuliskan uang


PNBP dalam kuitansi dengan
jujur merupakan wujud nilai anti
korupsi. Penulisan kuitansi
dengan menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar
(Nasionalisme). Memeriksa
kembali kuitansi yang telah di
buat (Komitmen Mutu) dengan
cermat dan teliti dengan
memperhatikan nama yang
membayar, tujuan membayar,
jumlah bayaran, dan tanggal

membayar (Akuntabilitas).
4. Membuat bukti setor PNBP

Bukti Setor
PNBP

5. Menyetorkan uang PNBP ke


Bendahara Penerima untuk
disetorkan ke Bank

Lembar
penyetoran
PNBP

Saya akan membuat bukti setor


PNBP dengan jujur sesuai
dengan jumlah PNBP yang
diterima merupakan wujud nilai
anti korupsi. Bukti setor dibuat
menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar
(Nasionalisme) yang dilakukan
dengan cermat (Akuntabilitas)
dan melakukan pengecekan
kembali sehingga tidak
melakukan pengulangan
pencetakan (komitmen mutu).
Menggunakan printer untuk
mencetak laporan dengan mode
standar supaya hasil cetakan baik
dan mematikan mesin printer
setelah selesai digunakan untuk
menghemat penggunaan energi
(Etika Publik).
Dalam menyerahkan uang PNBB
saya akan berperilaku sopan dan
ramah sesuai dengan pengamalan
kode etik pegawai merupakan
cerminan nilai Etika Publik.
Menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar saat
berkomunikasi yang dimengerti
oleh semua orang sehingga tidak
memiliki pemahaman ganda atas
informasi yang disampaikan
(Nasionalisme). Menyetorkan

uang PNBP dengan jujur (anti


korupsi) dan tidak memberikan
memberikan informasi yang
salah atau menyesatkan tentang
jumlah PNBP (Akuntabilitas).
3

SKP

Menyusun
Laporan
pelaksanaan
Tugas
Laporan
pengeluaran
ICV
(International
Certificate of
Vaccination)
Bulanan

1. Menghitung jumlah dokumen


ICV yang telah masuk, keluar,
dan rusak selama satu bulan,
dan sisa dokumen ICV

Rekap
sisa
dokumen ICV

Saat mengitung rekap sisa


dokumen
ICV,
saya
melakukannya dengan jujur dan
bertanggung
jawab
yang
merupakan wujud nilai Anti
Korupsi yang dilakukan dengan
cermat dan teliti (Akuntabilitas),
lalu
mengecek
kembali
jumlahnya supaya tidak terjadi
kesalahan dalam penghitungan
(Komitmen Mutu). Berkonsultasi
(Etika publik) dan bekerja sama
(nasionalisme)
dengan rekan
sekerja dalam menghitung rekap
sisa dokumen ICV.

2. Merekap nama
pemegang
dokumen dan nomor dokumen
ICV yang telah dikeluarkan

Rekap nama
pemegang
dokumen ICV

Saat melakukan rekap nama


pemegang dokumen ICV, saya
melakukannya dengan cermat
dan teliti dengan memperhatikan
nama pemegang dokumen dan
nomor dokumen yang telah
keluar yang merupakan wujud
nilai
Akuntabilitas,
lalu
mengecek kembali di dalam
dokumen register supaya tidak
terjadi kesalahan dalam penulisan
(Komitmen Mutu). Berkonsultasi
(Etika publik) dan bekerja sama

(nasionalisme)
dengan rekan
sekerja dalam merekap nama
pemegang
dokumen
ICV.
Melakukan perekapan dengan
jujur dan bertanggung jawab
(Anti Korupsi)
3. Melakukan
rekon internal
PNBP ICV dengan bendahara
penerima PNBP

Catatan Hasil
Rekon PNBP
ICV

Dalam melakukan rekon, saya


akan menyapa dan memberi
senyum kepada rekan pegawai
serta menjelaskan tujuan yang
ingin dilakukan dengan ramah
dan
sopan
merupakan
perwujudan nilai Etika Publik.
Menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar saat
berkomunikasi yang dimengerti
oleh semua orang sehingga tidak
memiliki pemahaman ganda atas
informasi yang disampaikan dan
mampu
bekerja
sama
(Nasionalisme).
Tidak
memberikan informasi yang
salah atau menyesatkan tentang
laporan pengeluaran ICV (Anti
Korupsi). Melakukan rekon
dengan cermat dan teliti dengan
memperhatikan jumlah PNBP
ICV yang telah disetor dengan
jumlah dokumen ICV yang telah
diterbitkan (Akuntabitas) dan
memeriksa kembali hasil rekon
yang telah dilakukan (Komitmen
Mutu).

4. Membuat Laporan Pengeluaran


ICV Bulanan

Laporan
Pengeluaran
ICV

Dalam
membuat
laporan
Pengeluaran ICV bulanan, saya
melakukan dengan cermat dan
teliti dengan memperhatikan
bulan yang akan dilaporkan, isi
laporan
yaitu
pendahuluan,
tujuan kegaiatan, alur penerbitan
ICV, hasil kegiatan berupa rekap
nama pemegang dokumen ICV,
penerbitan
dokumen
ICV
berdasarkan jenis kelamin, biro
perjalanan dan kota merupakan
wujud
nilai
Akuntabilitas.
Membuat
laporan
dengan
menggunakan Bahasa Indonesia
yang
baik
dan
benar
(Nasionalisme) dan memeriksa
kembali laporan yang sudah
diketik sehingga tidak terjadi
kesalahan dalam pencetakan
(Komitmen Mutu). Membuat
laporan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
tanpa
melebihkan atau mengurangi isi
laporan
(Anti
Korupsi).
Menggunakan printer untuk
mencetak laporan dengan mode
standar supaya hasil cetakan baik
dan mematikan mesin printer
setelah selesai digunakan untuk
menghemat penggunaan energi
(Etika Publik).

5. Menyampaikan laporan kepada


kepala seksi PKSE

Laporan
Pengeluaran

Dalam menyerahkan laporan


saya akan melakukan dengan

SKP

Melakukan
Pendampingan
Vaksinasi
Meningitis dan
Legalisasi ICV
jamaah haji

ICV
yang
telah ditanda
tangani

sopan, mendengarkan perintah


dan saran dari atasan sesuai
dengan pengamalan kode etik
pegawai merupakan cerminan
nilai Etika Publik dan tepat
waktu
(Anti
Korupsi).
Menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar saat
berkomunikasi yang dimengerti
oleh semua orang sehingga tidak
memiliki pemahaman ganda atas
informasi yang disampaikan
(Nasionalisme).
Tidak
memberikan informasi yang
salah atau menyesatkan tentang
laporan
pengeluaran
ICV
(Akuntabilitas).

1. Meminta jumlah manifest CJH


(Calon Jamaah Haji)

Daftar
CJH

Nama

Dalam menerima informasi yang


diberikan saya melakukannya
dengan keramahan dan sopan
merupakan perwujudan nilai
etika publik. Mengecek kembali
informasi yang telah diterima
(Komitmen
Mutu)
yang
dilakukan
dengan
cermat
(akuntabilitas). Ketika menerima
petugas
bersikap
adil
(Nasionalisme, Sila kelima), dan
menyampaikan informasi dengan
jujur (Anti Korupsi).

2. Melakukan pengawasan tes


kehamilan Wanita Usia Subur
(WUS)

Daftar Nama
CJH WUS

Dalam melakukan Pengawasan


saya akan melakukan dengan
jujur, bertanggung jawab dan

saling kerjasama merupakan


wujud nilai Anti Korupsi.
Dalam melakukan pencatatan
dilakukan dengan cermat dan
teliti yaitu memperhatikan nama
serta
umur
CJH
WUS
(akuntabilitas).
Memverifikasi
nama
yang
telah
dicatat
(Komitmen Mutu). Pengawasan
dilakukan dengan adil tanpa
membeda

bedakan
(Nasionalisme).
3. Melakukan
pengawasan
vaksinasi Meningitis CJH

Daftar Nama
CJH
yang
divaksinasi

Dalam melakukan Pengawasan


saya akan melakukan dengan
jujur, bertanggung jawab dan
saling kerjasama merupakan
wujud nilai Anti Korupsi.
Dalam melakukan pencatatan
dilakukan dengan cermat dan
teliti yaitu memperhatikan nama
serta umur CJH yang telah di
vaksinasi
(akuntabilitas).
Memverifikasi nama yang telah
dicatat
(Komitmen
Mutu).
Pengawasan dilakukan dengan
adil tanpa membeda bedakan
(Nasionalisme).

4. Mengisi
ICV
di
Buku Dokumen ICV
kesehatan jamaah haji sesuai CJH
Permenkes

Sebelum mengisi dokumen ICV


di Buku Kesehatan, saya akan
memeriksa kembali identitas
sesuai dengan Passport sehingga
tidak melakukan kesalahan saat
penulisan merupakan perwujudan

nilai
Komitmen
Mutu.
Penulisan dilakukan dengan
cermat dan teliti (Akuntabilitas),
bersikap adil, tidak membeda
bedakan (Nasionalisme), serta
menempelkan Stiker Vaksin
dengan jujur dan bertanggung
jawab (Anti Korupsi).
5. Meminta tanda tangan
ke
kepala kantor pada dokumen
ICV

Dokumen ICV
CJH
yang
sudah ditanda
tangani

6. Membuat
laporan
pendampingan vaksinasi dan
legalisasi ICV CJH

Laporan
pendampingan
vaksinasi dan
legalisasi ICV
CJH

Saat meminta tanda tangan ke


kepala kantor saya akan menyapa
terlebih dahulu dan memberikan
senyuman, melakukan dengan
sopan dan santun merupakan
perwujudan nilai Etika Publik.
Menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar saat
berkomunikasi yang dimengerti
oleh semua orang sehingga tidak
memiliki pemahaman ganda atas
informasi yang disampaikan
(Nasionalisme).
Tidak
memberikan
memberikan
informasi yang salah atau
menyesatkan
tentang
hasil
surveilans
epidemiologi
(Akuntabilitas).
Memeriksa
kembali kelengkapan dokumen
ICV yang sudah ditanda tangani
(Komitmen Mutu).
Dalam
membuat
laporan
pendampingan vaksinasi dan
legalisasi ICV, saya melakukan
dengan cermat dan teliti dengan
memperhatikan tanggal kegiatan,

SKP

Menginput
data pelayanan
penerbitan
ICV ke dalam
Sistem
Informasi
Manajemen
Kesehatan
Pelabuhan

1. Menerima dan memverifikasi


lembar isian dokter tentang
pemeriksaan dan tindakan
vaksinasi yang telah dilakukan

Formulir
pemeriksaan
pasien

isi laporan, berupa jumlah CJH


yang mengikuti, jumlah WUS,
jumlah CJH RISTI merupakan
wujud
nilai
Akuntabilitas.
Membuat
laporan
dengan
menggunakan Bahasa Indonesia
yang
baik
dan
benar
(Nasionalisme) dan memeriksa
kembali laporan yang sudah
diketik sehingga tidak terjadi
kesalahan dalam pencetakan
(Komitmen Mutu). Membuat
laporan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
tanpa
melebihkan atau mengurangi isi
laporan
(Anti
Korupsi).
Menggunakan printer untuk
mencetak laporan dengan mode
standar supaya hasil cetakan baik
dan mematikan mesin printer
setelah selesai digunakan untuk
menghemat penggunaan energi
(Etika Publik).
Menerima lebar isian dokter
dengan saya memberikan senyum
dan bersikap santun merupakan
perwujudan nilai etika publik.
Bekerja sama dengan tim
pelayanan penyuntikan vaksin
untuk memverifikasi data vaksin
yang
telah
disuntikan
(nasionalisme)
Memverifikasi lembaran isian
dokter tentang pemeriksaan dan
pemberian vaksin (komitmen

mutu) yang dilakukan dengan


cermat dan teliti, dengan
memperhatikan
tanggal
pemeriksaan dan penyuntikan,
Tekanan Darah, Suhu, Nadi,
Respirasi dan Riwayat Alergi
merupakan
wujud
nilai
(Akuntabilitas).
2. Memverifikasi formulir data
permohonan vaksinasi dengan
data pelengkap

Dokumen
Formulir
Vaksinasi

Memverifikasi
Formulir
Vaksinasi yang telah terisi
dengan data pelengkap yaitu foto,
foto copy passport, foto copy
KTP merupakan wujud nilai
Komitmen
Mutu
yang
dilakukan dengan cermat dan
teliti, bahwa data yang diisi
sesuai dengan data pelengkapnya
(Akuntabilitas).
Melakukan
verifikasi dengan mandiri (Anti
Korupsi), dan tanpa membeda
bedakan suku maupun status
sosial (Nasionalisme).

3. Memverifikasi nomor dokumen


ICV yang dikeluarkan

Nomor
dokumen ICV

Memverifikasi nomor dokumen


ICV
yang
telah
keluar
merupakan
wujud
nilai
Komitmen Mutu, dilakukan
dengan
teliti
dan
cermat
(Akuntabilitas).

4. Menginput
SIMKESPEL

Dokumen
yang
telah
terinput
di
kespel.depkes.

Dalam menginput data pelayanan


saya melakukan dengan cermat
dan teliti dengan memperhatikan
identitas penerima vaksin, hasil

data

ke

5. Mencetak
hasil
input
dilampirkan ke laporan bulanan
ICV

go.id

pemeriksaan,
tanggal
penyuntikan, jenis pelayanan,
jenis vaksin yang diberikan,
tujuan
diberikan
vaksinasi,
nomor dokumen ICV, jumlah
dosis, dan tanggal berlaku yang
benar
merupakan
nilai
akuntabilitas.
Input data pelayanan dilakukan
dengan
cepat
dan
tepat
(Komitmen
Mutu),
tanpa
membeda-bedakan suku, agama,
ras, kedudukan (nasionalisme),
yang dilakukan dengan jujur dan
mandiri (Anti Korupsi).

Laporan

Dalam mencetak hasil entri data,


saya melakukan dengan cermat
dan teliti dengan memperhatikan
identitas penerima vaksinasi,
nomor dokumen ICV dan tanggal
penerbitan dokumen merupakan
wujud
nilai
Akuntabilitas.
Memeriksa kembali laporan yang
sudah diketik sehingga tidak
terjadi
kesalahan
dalam
pencetakan (Komitmen Mutu).
Membuat laporan dengan jujur
dan bertanggung jawab tanpa
melebihkan atau mengurangi isi
laporan
(Anti
Korupsi).
Menggunakan printer untuk
mencetak laporan dengan mode
standar supaya hasil cetakan baik
dan mematikan mesin printer

setelah selesai digunakan untuk


menghemat penggunaan energi
(Etika Publik).
6

SKP

Surveilans
Epidemiologi
pra Embarkasi
pada Jamaah
Haji

1. Melakukan
surveilans
epidemiologi ke RSUD dan
Dinas Kesehatan Kota

Data
pasien
rawat
jalan
dan
data
penyakit
di
Kota
Palangkaraya
pada saat itu

Saya akan mengumpulkan data


dari RSUD dan Dinas Kesehatan
kota dengan bekerja sama dengan
petugas tanpa membeda
bedakan suku, agama, ras
merupakan
wujud
nilai
Nasionalisme. Meminta data
dengan sopan dan santun (Etika
Publik), dilakukan dengan cermat
dan teliti dengan memperhatikan
jenis penyakit dan jumlah
penyakit. Memeriksa kembali
jumlah
data
yang
telah
dikumpulkan,
supaya
tidak
terjadi
kesalahan
pelaporan
(Komitmen Mutu). Pengumpulan
data dilakukan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
(Anti
Korupsi).

2. Membuat laporan

Laporan
Surveilans pra
Embarkasi

Dalam
membuat
laporan
Surveilans pra Embarkasi, saya
melakukan dengan cermat dan
teliti dengan memperhatikan data
penyakit yang ada di RS dan
sedang terjadi di wilayah kota
apakah ada penyakit PHEIC
(Problem Health Emergency of
International Concern) yaitu
kedaruratan kesehatan yang
meresahkan dunia atau penyakit

potensial wabah merupakan


wujud
nilai
Akuntabilitas.
Membuat
laporan
dengan
menggunakan Bahasa Indonesia
yang
baik
dan
benar
(Nasionalisme) dan memeriksa
kembali laporan yang sudah
diketik sehingga tidak terjadi
kesalahan dalam pencetakan
(Komitmen Mutu). Membuat
laporan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
tanpa
melebihkan atau mengurangi isi
laporan
(Anti
Korupsi).
Menggunakan printer untuk
mencetak laporan dengan mode
standar supaya hasil cetakan baik
dan mematikan mesin printer
setelah selesai digunakan untuk
menghemat penggunaan energi
(Etika Publik).
3. Menyampaikan laporan kepada
kepala seksi PKSE

Laporan
surveilans

Dalam menyampaikan laporan


saya akan bersikap, berperilaku
sopan,
dan
mendengarkan
perintah dan saran dari atasan
sesuai dengan pengamalan kode
etik
pegawai
merupakan
cerminan nilai Etika Publik dan
tepat waktu (Anti Korupsi).
Menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar saat
berkomunikasi yang dimengerti
oleh semua orang sehingga tidak
memiliki pemahaman ganda atas

informasi yang disampaikan


(Nasionalisme).
Tidak
memberikan
memberikan
informasi yang salah atau
menyesatkan
tentang
hasil
surveilans
epidemiologi
(Akuntabilitas).
7

SKP

Surveilans
Epidemiologi
di kedatangan
penumpang
pesawat

1. Memantau penumpang yang


datang

Data
Suhu
penumpang

Saat mengamati suhu tubuh


penumpang di thermal scanner
saya melakukan dengan cermat
dan teliti merupakan perwujudan
nilai Akuntabilitas dan bila
menemukan
suhu
tubuh
penumpang yang tinggi (>38C)
dilakukan verifikasi dengan
menggunakan
thermometer
(Komitmen
Mutu).
Dalam
pemantauan terhadap penumpang
yang datang dilakukan dengan
datang tepat waktu di terminal
kedatangan dan
tanggap
terhadap kondisi penumpang
(Etika Publik).

2. Menanyakan dan mencatat


identitas penumpang yang sakit

Data
penumpang
yang sakit dan
penyakitnya

Saat menanyakan penumpang


yang sakit saya melakukan
dilakukan sopan dan ramah
merupakan wujud nilai Etika
Publik. Menunjukan Empati
kepada penumpang dan Tidak
membeda-bedakan suku, ras,
agama, kedudukan penumpang
(Nasionalisme).
Menanyakan
penyakit dan mencatat identitas

serta
penumpang
dilakukan
dengan
cermat
dan
teliti
(Akuntabilitas) dan memeriksa
kembali data yang telah dicatat
dengan memperhatikan nama,
umur, alamat dan penyakit yang
dialami penumpang supaya tidak
terjadi kesalahan data (Komitmen
Mutu). Melakukan pencatatan
dengan
jujur
dan
tidak
memberikan informasi yang
salah (Anti Korupsi).
3. Koordinasi
dengan
pihak
maskapai
tentang
jumlah
penumpang yang turun

Jumlah
penumpang
yang datang

Saat menanyakan kepada petugas


maskapai penerbangan tentang
jumlah penumpang yang turun
dari pesawat saya melakukan
dengan sopan dan ramah
merupakan wujud nilai Etika
Publik. Bekerja sama dengan
tanpa memilih / membeda
bedakan
petugas
maskapai
(Nasionalisme). Mencatat dengan
cermat, teliti jumlah penumpang
yang datang (Akuntabilitas) dan
memeriksa
kembali
catatan
dengan memperhatikan nama
maskapai, nomor penerbangan,
jam landing, jumlah penumpang
dewasa, anak anak, bayi dan
adanya kargo jenazah. Dalam
menerima informasi, tidak akan
memberikan grativikasi dalam
bentuk apapun (Anti Korupsi).

4. Mencatat hasil pengamatan di


form Surveilans Epidemiologi
Kedatangan

Form
SE
Kedatangan

Dalam
mencatat
hasil
pengamatan,
saya
tidak
menuliskan informasi yang salah
di
form
SE
merupakan
perwujudan nilai Anti Korupsi.
Pencatatan dilakukan dengan
teliti yaitu memperhatikan nama
maskapai, nomor penerbangan,
jam landing, jumlah penumpang
dewasa, anak anak, bayi dan
adanya kargo jenazah, jumlah
penumpang
yang
sakit
(akuntabilitas),
memeriksa
kembali
form
pengamatan
tersebut
(Komitmen
Mutu).
Pencatatan dengan menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan
benar (Nasionalisme).

5. Menyampaikan
Kasie PKSE

Laporan
surveilans

Dalam menyampaikan laporan


saya bersikap, berperilaku sopan,
dan mendengarkan perintah dan
saran dari atasan sesuai dengan
pengamalan kode etik pegawai
merupakan cerminan nilai Etika
Publik dan tepat waktu (Anti
Korupsi). Menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar
saat
berkomunikasi
yang
dimengerti oleh semua orang
sehingga
tidak
memiliki
pemahaman ganda atas informasi
yang
disampaikan
(Nasionalisme).
Tidak
memberikan
memberikan

laporan

ke

informasi yang salah atau


menyesatkan
tentang
hasil
surveilans
epidemiologi
(Akuntabilitas).
8

SKP

Pengawasan
alat
angkut
kapal

1. Menerima surat permohonan


tertulis dari agen kapal

Surat
permohonan

Dalam
menerima
surat
permohonan yang diberikan saya
melakukannya
dengan
keramahan
merupakan
perwujudan nilai etika publik.
Mengecek kembali surat yang
telah diterima beserta dokumen
kapal yaitu Buku Kesehatan
Kapal, SSCEC/SSCC, dan SP3K
Kapal (Komitmen Mutu) yang
dilakukan
dengan
cermat
(akuntabilitas). Ketika menerima
petugas
bersikap
adil
(Nasionalisme, Sila kelima), dan
menyampaikan informasi dengan
jujur (Anti Korupsi).

2. Menerima surat tugas untuk


melakukan pemeriksaan kapal

Surat tugas

Dalam menerima surat tugas


yang
diberikan
saya
melakukannya
dengan
keramahan
merupakan
perwujudan nilai etika publik.
Mengecek kembali surat tugas
yang telah diterima (Komitmen
Mutu) yang dilakukan dengan
cermat (akuntabilitas) dengan
memperhatikan nama petugas
serta tanggal surat tugas.
Menerima surat tugas dengan
tidak membeda bedakan suku,

agama,
ras
yang
menyerahkannya (Nasionalisme,
Sila kelima), dan menyampaikan
informasi dengan jujur (Anti
Korupsi).
3. Menyiapkan alat dan bahan
untuk pemeriksaan kapal

4. Memeriksa
kapal
untuk
pemeriksaan dokumen, sanitasi
dan krew kapal bersama agen
kapal

Alat
kesehatan
Dokumen
Kapal
Form
pemeriksa
an kapal
Alat
Transporta
si

Form
pemeriksaan
kapal

Saat menyiapkan alat dan bahan


dilakukan dengan cermat dan
teliti, yaitu memperhatikan alat
yang akan dibawa seperti
Tensimeter,
Stetoskop,
dan
Thermometer, bahan yang akan
digunakan seperti dokumen
PHQC, form pemeriksaan kapal,
SSCEC/SSCC, SP3K, Form
kesehatan awak kapal merupakan
wujud
nilai
Akuntabilitas,
memeriksa kembali kelengkapan
alat bahan dan transportasi
(Komitmen Mutu).
Dalam
menyiapkan alat dan bahan
dilakukan bekerja sama dengan
rekan (Nasionalisme), meminta
bantuan dengan keramahan dan
sopan serta senyuman (Etika
Publik).
Menyiapkan
alat
dilakukan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
(Anti
Korupsi).
Saat memverifikasi dokumen
kapal saya melakukan dengan
cermat yaitu dengan
memperhatikan nama kapal dan
tanggal berlaku dokumen kapal,

memeriksa kondisi sanitasi kapal


dan kesehatan awak kapal
merupakan nilai Akuntabilitas,
melakukan pengecekan kembali
terhadap tanggal berlakunya
dokumen dan sanitasi yaitu
apakah ada binatang pembawa
penyakit seperti tikus atau kecoa
serta kebersihan kapal (komitmen
mutu). Menyampaikan informasi
tentang dokumen kapal dan
kondisi kesehatan kapal dengan
jujur dan bertanggung jawab
(Anti Korupsi). Memeriksa
dokumen dengan adil tanpa
membeda-bedakan pemilik kapal
(Nasionalisme) dan bersikap
ramah kepada Agen dan awak
kapal (Etika Publik)
5. Menerbitkan Dokumen PHQC
Kapal

Saat
menerbitkan
dokumen
PHQC saya melakukan dengan
adil, tanpa memandang suku,
agama, ras, kekuasaan pemilik
kapal merupakan perwujudan
nilai Nasionalisme, sila kedua.
Tidak dilakukan dengan berlarut
larut dan
memenuhi
aturan/kebijakan (Akuntabilitas).
Tidak memberikan informasi
yang salah atau menyesatkan dan
tidak menerima grativikasi dalam
bentuk apapun (Anti Korupsi).
Memeriksa kembali dokumen
PHQC yang telah ditulis

(Komitmen
Mutu)
memberikan
dengan
kepada Agen Kapal
Publik).
6. Menginput
SIMKESPEL

data

dan
sopan
(Etika

ke

Dokumen
yang
telah
terinput
di
kespel.depkes.
go.id/simkespe
l

Saat menginput data, saya


melakukan dengan cermat dan
teliti dengan memperhatikan
nama kapal, Nomor Registrasi
Kapal, Bendera Kapal, Berat
Kapal, Pelabuhan kedatangan,
pelabuhan berikutnya, tempat
terbit dokumen PHQC dan jam
terbit yang benar merupakan nilai
akuntabilitas.
Input data pelayanan dilakukan
dengan
cepat
dan
tepat
(Komitmen
Mutu),
tanpa
membeda-bedakan suku, agama,
ras, kedudukan pemilik kapal
(nasionalisme), yang dilakukan
dengan jujur dan mandiri (Anti
Korupsi).

7. Mendokumenkan
dokumen
PHQC yang telah diterbitkan

File Dokumen
PHQC

Saat mendokumenkan berkas


saya lakukan dengan rapi dan
teroganisir merupakan wujud
nilai
Komitmen
Mutu,
pendokumenan sesuai dengan
nomor
urut
surat
keluar
(Akuntabilitas). Pendokumenan
dilakukan dengan jujur dan
bertanggung
jawab
(Anti
Korupsi)