Anda di halaman 1dari 13

VIRUS

INFLUENZA

Virus Influenza
Mrpk Orthomyxovirus berenvelop,(RNA)
Nukleoprotein memiliki 3 tipe antigen, yg
mbtk 3 kelompk virus utama yi : Influenza A,
B, dan C.
Epidemiologi :
Influenza A & B, mrpk bentuk utama.
Influenza A menyebabkqan epidemi yg
menyebar slrh dunia secara periodik(tiap 13 th) dan pandemi yg tdk dpt dprediksi(tiap
1-2 dekade) ,virus influenza A jg
menginfeksi hewan sep. burung, babi, dan
kuda

Menunjukan variasi antigeniklbh


besar dr B. Influenza C, jarang &
mnyebabk
ISPA.sangat tinggi & berkisar
Infektivitasnya
dr sesaat sblm gejala timbul smp sesaat
stlh pireksia menghilang.
Terjadinya infeksi subklinis, & masa
inkubasi yg pendek, mempermudah
penyebaran penyakit yg cepat
Cara penularan melalui droplet, tangan
serta barang terkontaminasi(sapu
tangan).
Mortalitas tinggi pd usia lanjut.

Angka serangan pd epidemi


keseluruhan adl . 10 20 %.
Influenza B, menyebabkan infeksi
sporadik dan epidemi lokal, kira-kira
tiap tahun ke-2. Penyakit ini biasanya
ringan,khususnya mengenai anakanak.
Masa inkubasi adl 1 3 hari
( berkisar 12 jam sampai 5 hari).

Patologi dan Patogenesis :


InfluenzaA punya kemampuan u/ mhslk
varian antigenik baru pd interval yg tdk
teratur.
Viirus punya 2 antigen permukaan yi:
hemaglu tinin(antigen H) dan
neuraminidase(antigen N)
Imunitas berkembang secara spesifik thd
antigen H & N, perubahan pd salah satu
antigen, akan me4nyebakan hilangnya
imunitas sblmnya.
Perubahan besar(pergantian antigen,
antigenik shift) menyebabkan pandemi dan

dsebabkan o/ penataan ulang genetik


antara manusia dan reservoir hewan, serta
antigen H/N atau ke 2nya yg baru.
munculnya
Perub. kecil (penghanyutan antigen, anti
genik drift) mnyebabkn epidemi & disebab
kan o/ akumulasi mutasi titik acak pd RNA &
prubahan kecil slanjutny pd antigen H &/ N.
Saat ini tdpt 3 subtipe Influenza A : H1N1,
H1N2, dan H3N2.
Pd Pneumonitis : sitopatik epitel kolumnar
ber silia pd trakhea & bronchus dgn
peluruhan epitel, blanjut jd prdrhn difus &
pbtkn membran hyalin pd kasus fatal,
infiltrat inflamasi bersifat minimal.

Manifestasi Klinis :
Penyakit terjadi secara mendadak, dgn
manifestasi demam, kaku otot, nyeri kepala,
mata nyeri, myalgia, nyeri tenggorok, dan
batuk kering.
Sebag. Bsr gejala menghilang stlh 2 5 hari,
tp batuk dan malaise dpt menetap slama 12mgg
Pmrksn klinik hanya menunjukan pireksia
dan kemerahan pd wajah.
Pd ksus epidemik, srg trjadi srangan ringan
dgn demam blgsg sebentar& gejala krg
jelas.

Komplikasi :
Pernapasan :
Pneumonitis 3%
Laringotrakheobronchitis dan bronchioliitis
Otitis media, pneumonia bakterial sekunder
Eksaserbasi penyakit pernapasan kronik.
Sindrom kelelahan pasca infeksi virus.
Diluar pernapasan :
Sindrom Guillain-Barre, mielitis, ensefalitis.
Sidrom Reye
Miosiitis dan mioglobinuria
Miokarditis dan perikarditis.

Diagnosis :

Pd wabah yg sdh dikonfirmasi, seorg pndrt dgn


gejala menyerupai influenza, kmgknan
mengalami influenza, konfirmasi dpt dicapai
dgn mlakukan sbb :
Isolasi virus dari swab hidung atau tenggorok
Peningkatan atau penurunan titer antiboodi 4X
lipat/ titer antibodi tinggi pd pengukuran
tunggal dgn uji fiksasi komplemen/hemaglutin
Deteksi antigen pd aspiirat faring.
Amplifikasi asam nukleat spesifik melalui PCR.
Bila dicurigai ada infeksi sekunder :
Kultur darah serta pewarnaan Gram dan kultur
sputum harus dilakukan

Pengobatan :
Keparahan influenza bervariasi, sebag,
bsr membutuhkan terapi simtomatik.
Amantadin akan memperpendek durasi &
mengurangi keparahan gejala influenza
A, sepertiganya, bila dimulai dlm 48 jam.
Zanamivir & oseltamivir, mrpk inhibitor
neuraminidase dan aktip melawan
influenza A &B. Obat ini akan mengurangi
jml virus yg brkmbg biak & meperpdk
durasi gejala bl diberikan dlm 48 jam
setelah onset gejala.

Pengobatan u/ influenza hrsnya u/


org resting mengalami komplikasi
berat
danbersirkulasi
hanya bila dlm komunitas.
influenza
Antibiotik sep. sefotaksim, dgn aktivitas
mela wan patogen
sekunder(Staphylococcus aureus
,Streptococcus pneumoniae, dan
Hemophylus influenza) hrs dignkn pd px
dgn komplikasi pernapasan.
Aspirin sebaiknya tidak digunakan pd
anak-anak, krn tdpt risiko sindrom Reye.

Pencegahan :
Pmantauan global thd aktvitas influenza,
mrpk peringatan dini akan epidemi.
Deteksi dini penyakit menyerupai
influenza di Inggris, dlkkn melalui
jaringan dokter umum yg tersebar.
Vaksin influenza direkomendasikan u/
org dgn infeksi pernapasan, jantung,
ginjal kronik, diabet atau gangguan
endokrin lain, px imuno
kompromised(HIV),orang jompo, &
pekerja kesehatan yg merawat px.

Amantadin atau rimantadin akan


melindungi 70% dr penyakit
timbangkandan
u/ yg
terpajan blm
divaksin
simtomatik
sebaiknya
diper

mrpk pekerja kesehatan, org resting


mengalami komplikasi penyakit, org yg
punya kontraindika si imunisasi. Kedua
inhibitor neurominidase tsb tlh
menunjukan hasil yg efektip dlm
mencegah penyakit simtomatik.

Cukup sekian ..yuk qt masuk Virus


H5N1 dan H1N1..