Anda di halaman 1dari 3

muslim.or.

id

http://muslim.or.id/al-quran/5-sifat-orang-yang-beriman.html

5 Sifat Orang Yang Beriman


Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta

23 April 2015, 9:24


pm

Menyandang gelar orang beriman adalah predikat yang mulia. Allah mensifati sifat orang-orang yang beriman
sekaligus dalam 2 ayat, yaitu ayat ke 2 dan ke 3 dari surah Al-Anfal. Allah menyebut ada 5 sifat di dalam ayat
tersebut. Berikut adalah sifat-sifatnya.

Memiliki Rasa Takut di Dalam Hatinya


Allah Taala berfirman


Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka
(QS. Al-Anfal: 2)
Hanya orang yang beriman jika disebutkan nama Allah, muncul rasa takut dalam hatinya. Rasa takutnya sebagai
bentuk mengagungkan Allah. Sebagai contoh, jika ada seseorang yang berkeinginan melakukan maksiat,
kemudian ia teringat Allah atau ada yang mengingatkannya dengan mengatakan, bertakwalah anda kepada
Allah, maka dia adalah seorang yang mukmin. Rasa takut tersebut adalah ciri-ciri orang yang beriman.

Adanya Tambahan Iman ketika Ayat Quran Dibacakan


Allah Taala berfirman

dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) (QS. Al-Anfal: 2)
Hal ini menjadi bukti keimanan seseorang ketika Al Quran dibaca baik oleh dirinya ataupun orang lain, ia dapat
mengambil manfaat dengan bertambahnya rasa iman. Sebagaimana RasulullahShallallahu alaihi
Wasallam pernah memerintahkan Ibnu Masud untuk membacakan Al Quran, lantas Ibnu Masud bertanya,
Bagaimana aku membacakan Al Quran sedang Al Quran diturunkan untukmu? .
Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam pun menjawab, Sungguh aku senang mendengar bacaan Al Quran dari
orang lain. Ibnu Masud pun membaca surah An-Nisa, tatkala sampai pada ayat 41,

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiaptiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu) (QS.
An-Nisa: 41).
Maka Nabi mengatakan, Cukup Aku pun memandangi Nabi dan melihat mata beliau berlinangan air mata. (HR.
Al-Bukhari)
Potongan ayat ke-2 surah Al-Anfal di atas menjadi dalil bahwa rasa iman bisa bertambah dan bisa berkurang.
Karena akidah ahlusunnah adalah iman itu bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan
melakukan maksiat. Dicontohkan dalam ayat di atas adalah melakukan ketaatan dengan mendengarkan bacaan
al quran. Adapun kelompok murjiah yang memiliki penyimpangan dalam akidah ini, mengatakan bahwa rasa
iman tidak dapat bertambah maupun berkurang, dan ini adalah akidah yang keliru.

Kisah Ibnu Masud di atas juga menunjukkan betapa lembutnya hati Nabi, tatkala beliau dibacakanAl Quran, hati
beliau terenyuh sehingga berlinanglah air mata beliau.

Tawakkal Hanya kepada Allah


Allah Taala berfirman

dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakkal (QS. Al-Anfal: 2).
Orang yang beriman akan menyandarkan segala urusannya hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Akan
tetapi mereka juga melakukan sebab agar terwujudnya suatu hal, di samping tetap bertawakkal kepada Allah.
Karena mereka yakin bahwa tidak akan terwujud suatu hal kecuali atas kehendak Allah.

Mendirikan Shalat
Allah Taala berfirman


(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat (QS. Al-Anfal: 3).
Banyak ayat yang menunjukkan shalat adalah bukti keimanan seseorang, salah satu dalam ayat ini. Orang yang
beriman akan mendirikan shalat secara sempurna, baik shalat yang hukumnya wajib maupun yang dianjurkan.

Senang Berinfak
Allah Taala berfirman

dan yang menginfakkan rizki yang Kami berikan kepada mereka (QS. Al-Anfal: 3).
Seorang dikatakan beriman ketika ia menginfakkan hartanya di jalan Allah. Sebagaimana yang dilakukan oleh
Abu Bakar radhiyallahu anhu, beliau menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah. Namun ada catatan penting,
ketika ada yang memiliki kebutuhan mendesak, baik dari keluarga maupun orang lain, maka tidak sepatutnya
menginfakkan seluruh hartanya.
Demikianlah 5 sifat orang beriman yang Allah sebut dalam surah Al-Anfal ayat ke-2 dan ke-3. Kemudian di awal
ayat ke 4 Allah sebut mereka itulah orang yang memiliki iman dengan sebenar benar iman. Allah mengatakan:

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya (QS. Al-Anfal: 4).
Semoga kita tergolong orang yang memiliki sifat-sifat di atas sehingga predikat orang yang beriman dapat kita
raih. Wallahul muwaffiq.
***
Referensi: Al Qaulul Mufid ala Kitabit Tauhid, karya Syaikh Ibnu Utsaimin
Penulis: Wiwit Hardi P.
Artikel Muslim.Or.Id