Anda di halaman 1dari 2

Mikromeritika adalah ilmu dan tekhnologi mengenai partikel kecil.

Pengetahuan dan
kontrol dari ukuran partikel penting dalam ilmu farmasi dan material. Ukuran dan juga luas
permukaan partikel, dapat berhubungan dengan sifat fisik, sifat kimia dan sifat-sifat
farmakologi dari obat-obatan. Secara klinis, ukuran partikel obat dapat mempengaruhi
pelepasan dari bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal dan topikal.
Formulasi yang baik dari suspensi, emulsi dan tablet, baik stabilitas fisika dan respon
farmakologi juga tergantung pada ukuran partikel yang ada dalam produk.
Banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan ukuran partikel. Mikroskopi,
sieving, sedimentasi dan determinasi partikel adalah beberapa metode yang biasa digunakan.
Kecepatan alir serbuk ditentukan dengan cara mengukur waktu jatuh yang diperlukan
oleh sejumlah serbuk yang ditaruh di dalam suatu corong sampai seluruh serbuk itu turun.
Cara pengukuran tersebut di samping menentukan kecepatan alir serbuk juga dapat
menetapkan sudut istirahat yaitu sudut yang dibentuk antara lereng timbunan serbuk dengan
bidang

datar.
Kecepatan (density) didefinisikan sebagai berat per unit volume. Terdapat tiga tipe

dari kerapatan :
1.

Kerapatan Sejati (true density). Kerapatan sejati, , adalah kerapatan bahan padat
sebenarnya. Kerapatan sejati ditentukan secara piknometris.

2.

Kerapatan Curah (bukl density). Kerapatan curah didefinisikan sebagai massa dari
serbu dibagi dengan volume bulk. Kecepatan curah ditentukan dengan mengukur volume
serbuk di dalam gelas ukur dari sejumlah tertentu yang telah ditimbang. Kerapatan curah
bukan suatu properti intrinsik dari suatu material, melainkan dapat berubah, tergantung
pada bagaimana materi ditangani. Sebagai contoh, sebuag bubuk dituangkan kedalam
silinder akan memilik kerapatan curah tertentu, jika silinder terganggu, partikel serbuk
akan bergerak dan biasanya menetap lebih dekat bersama-sama, menghasilkan kerapatan
curah yang lebih tinggi.

3.

Kerapatan Mampat (tapped density). Kerapatan mampat adalah kerapatan yang


diperoleh jika serbuk di dalam gelas ukur diketuk-ketukkan ( dimampatkan sampai
volumenya tetap dengan alat tapping density.

Indeks Carr adlah indikasi dari kompresabilitas dar serbuk, formulanya adalah :

dimana B adalah bulk density dan T adalah tapped density. Indeks Carr sering digunakan
dalam ilmu farmasi sebagai indikasi dari sifat aliran. Jika Indeks Carr lebih dari 25%
dianggap sifat alirannya buruk, dan jika dibawah 15% maka sifat alirannya baik.
Indeks Carr berhubungan dengan Rasio Hausner, indikasi sifat aliran lainnya. Formula dari
Rasio Hausner adalah :

dimana

adalah bulk

density dan

adalah tapped

density.

Sifat alir/fluiditas serbuk tidak dapat dinilai atas karakter individu partikel. Paramer fluiditas
serbuk bersifat empiris dan tidak merupakan harga yang pasti yang dapat dihitung dengan
persamaan matematis yang dijabarkan dari sifat individual serbuk. Fakor-faktor yang
berpengaruh pada fluiditas serbuk :

Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel (particle size and size distribution)

Bentuk partikel (particle shape) dan tekstur (texture)

Kerapatan jenis (bulk density)

Porositas (porosity)

Kandungan lembab (MC)

Kondisi percobaan (handling and processing conditions)

Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel (particle size and size distribution)
Secara umum, untuk partikel yang ekidimensional (teratur=bulat, kubus) semakin

besar diameter maka sifat alir semakin baik. Sedang, untuk partikel yang anisometrik maka
hasilnya bisa lain. Sifat alir terbaik terjadi pada diameter optimum partikel. Pada umumnya
semakin bulat (masif=peluru) maka sifat alir semakin baik. Semakin tidak beraturan maka
sifat alir semakin jelek. Tekstur semakin halus maka semakin kecil gaya gesek friksi) antar
partikel (F2) sehingga semakin mudah mengalir. Sebaliknya, semakin kasar permukaan
partikel maka semakin besar friksi antar partikel (F2) semakin sulit mengalir. Semakin besar
porositas maka semakin kecil kontak antar partikel maka kecepatan alir akan semakin baik.
Pada kondisi kandungan lembab yang tinggi ikatan antar partikel akan lebih kuat (F2), karena
luas kontak antar permukaan serbuk naik. Apabila gaya tarik antar partikel serbuk semakin
kuat, maka serbuk akan semakin sukar mengalir.