Anda di halaman 1dari 34

Bayu Tofaeni R

207.311.017

Definisi
Angina pektoris adalah rasa tidak enak
di dada sebagai akibat dari suatu
iskemik miokard tanpa adanya infark

Epidemiologi

Angka kejadian di Indonesia pada tahun


2007 menacapai 8%
Dimana 1 dari 10 pasien meninggal
setelah 1 tahun karena infark jantung

ETIOLOGI
a. Arterosklerosis.
b. Aorta insufisiensi
c. Spasmus arteri koroner
d. Anemi berat.

FAKTOR PENCETUS

Exposure to cold.
Eating.
Emotional stress.
Exertional (gerak badan yang kurang).
Merokok.

Gejala Klinis

rasa tidak enak di dada


rasa sakit, tetapi dapat pula sebagai rasa penuh di
dada, tertekan, nyeri, tercekik atau rasa terbakar.
Gejala dapat terjadi pada leher, tenggorokan, daerah
antara tulang skapula, daerah rahang ataupun
lengan
sesak napas atau rasa lemah
palpitasi, berkeringat dingin, pusing ataupun
pingsan

Perbedaan Sifat Nyeri Dada

Tegang tidak enak


Tertekan
Berat
Seperti diperas
Nyeri / pegal
Menekan

Jantung

Tajam
Seperti pisau
Ditusuk
Dijahit
Ditimbulkan tekanan
Terus menerus

Non Jantung

Beratnya Angina

Kelas I: angina yg berat untuk pertama


kali, atau makin bertambah beratnya
nyeri dada
Kelas II: pada saat istirahat & terjadinya
subakut dalam 1 bulan, tidak ada
serangan angina dalam 48 jam terakhir
Kelas III: serangan angina waktu
istirahat & terjadi secara akut
sekali/lebih dlm 48 jam terakhir.

Beratnya Nyeri Dada


1.
2.
3.
4.

Dapat beraktifitas normal, nyeri timbul


bila melakukan aktifitas yg berat
Sama seperti klas 1 hanya lebih
terbatas
Aktifitas terbatas
Hampir semua aktifitas dapat
menimbulkan angina

Angina Pectoris Stabil

Kebutuhan metabolik otot jantung dan


energi tak dapat dipenuhi karena
terdapat stenosis menetap arteri koroner
yang disebabkan oleh proses
aterosklerosis

Angina Pectoris Tak


Stabil

adalah suatu spektrum dari sindroma


iskemik miokard akut yang berada di
antara angina pektoris stabil dan infark
miokard akut

Klasifikasi
- Sakit dada timbul setelah
melakukan aktivitas.
- Lamanya serangan biasanya
kurang dari 10 menit.
- Bersifat stabil tidak ada
perubahan serangan dalam
angina selama 30 hari.
- Pada phisical assessment
tidak selalu membantu
dalam menegakkan
diagnosa.

Angina yang baru pertama kali


atau angina stabil dengan
karakteristik frekuensi berat
dan lamanya meningkat.
- Timbul waktu istirahat/kerja
ringan.
- Fisical assessment tidak
membantu.
- EKG: Deviasi segment ST
depresi atau elevasi.

Angina pectoris stabil

Angina pectoris tidak


stabil

Patogenesis
Ruptur plak

oklusi subtotal / total pembuluh koroner


Enzim protease

Dinding plak lemah

Dinding plak retak

Aktivasi, adhesi & agregasi platelet

Terbentuk trombus

Px fisik

Normal pada saat tidak terjadi nyeri


dada
Pada saat nyeri dada dapat ditemukan
aritmia, gallop 3, murmur, dan ronkie.
Yang akan menghilang ketika nyeri
berhenti

Px Lab

enzim; CPK, SGOT atau LDH. Enzim


tersebut akan meninggi pada infark
jantung akut sedangkan pada angina
kadarnya masih normal
kolesterol LDH dan LDL. Trigliserida
perlu dilakukan untuk menemukan faktor
resiko seperti hyperlipidemia
pemeriksaan gula darah perlu dilakukan
untuk menemukan diabetes mellitus
yang juga merupakan faktor resiko

Px Penunjang

Gambaran EKG
berupa depresi segmen ST, depresi
segmen ST disertai inversi gelombang
T, elevasi segmen ST, hambatan cabang
ikatan His dan tanpa perubahan segmen
ST dan gelombang T.
Bila perubahan tersebut menetap
setelah 24 jam atau terjadi evolusi
gelombang Q, maka disebut sebagai
IMA.

Foto Thorax
Untuk mengetahui apakah pasien
mengalami kelainan katup, gagal jantung,
perikarditis, dan anurisma dissekan.
Serta untuk mengetahui kelainan paru-paru

Ekokardiografi
Pasien dengan murmur sistolik (untu melihat
adanya stenosis aorta/kardiomiopati)
Luasnya iskemia
Pernah mengalami infark sebelumnya
Bila dilakukan sampai 30 menit dari
serangan akan terlihat adanya segmen
miokardium yg mengalami difusi karena
iskemia

Stress tes (dilakukan dengan treadmill


ataupun sepeda ergometer)

menilai sakit dada apakah berasal dari


jantung atau tidak.
Menilai beratnya penyakit seperti bila
kelainan terjadi pada pembuluh darah utama
akan memberi hasil positif kuat.

Terapi

Pada dasarnya bertujuan untuk


memperpanjang hidup dan memperbaiki
kualitas hidup dengan mencegah
serangan angina baik secara medikal
atau pembedahan.

Tindakan Umum

Pada perawatan di rumah sakit pasien


ditempatkan di Unit intensif koroner
Bed rest
Diberi penenang
Oksigen
Pemberian morfin maupun penitidin
hanya jika pasien masih merasakan
sakit dada walaupun sudah mendapat
nitrogliserin

Farmakologi
1.
2.
3.

Golongan nitrat
Ca- Antagonis
Beta Bloker

1. Golongan nitrat

Nitrogliserin merupakan obat pilihan utama


pada serangan angina akut. Mekanisme
kerjanya sebagai dilatasi vena perifer dan
pembuluh darah koroner. Efeknya
langsung terhadap relaksasi otot polos
vaskuler.
Nitrogliserin juga dapat meningkatkan
toleransi exercise padapenderita angina
sebelum terjadi hipoktesia miokard. Bila di
berikan sebelum exercise dapat mencegah
serangan angina

2. Ca- Antagonis

Dipakai pada pengobatan jangka


panjang untuk mengurangi frekwensi
serangan pada beberapa bentuk angina.

Cara kerjanya :
Memperbaiki spasme koroner dengan
menghambat tonus vasometer pembuluh darah
arteri koroner
Dilatasi arteri koroner sehingga meningkatkan
suplai darah ke miokard
Dilatasi arteri perifer sehingga mengurangi
resistensi perifer dan menurunkan afterload.
Efek langsung terhadap jantung yaitu dengan
mengurangi denyut, jantung dan kontraktilitis
sehingga mengurangi kebutuhan O2.

3. Beta Bloker

Cara kerjanya menghambat sistem


adrenergenik terhadap miokard yang
menyebabkan kronotropik dan inotropik
positif, sehingga denyut jantung dan
curah jantung dikurangi. Karena efeknya
yang kadiorotektif, obat ini sering
digunakan sebagai pilihan pertama
untuk mencegah serangan angina
pektoris pada sebagian besar penderita.

B. Pembedahan

Prinsipnya bertujuan untuk :


memberi darah yang lebih banyak
kepada otot jantung
memperbaiki obstruksi arteri koroner.

Ada 4 dasar jenis


pembedahan
:
1. Ventricular aneurysmectomy : Rekonstruksi

terhadap kerusakan ventrikel kiri


2. Coronary arteriotomy : Memperbaiki langsung
terhadap obstruksi arteri koroner
3. Internal thoracic mammary : Revaskularisasi
terhadap miokard.
4. Coronary artery baypass grafting (CABG) :
Hasilnya cukup memuaskan dan aman yaitu
80%-90% dapat menyembuhkan angina dan
mortabilitas hanya 1% pada kasus tanpa
kompilasi.

Metode terbaru
1. Percutanecus transluminal coronary
angioplasty (PCTA)
2. Percutaneous ratational coronary
angioplasty (PCRA)
3. Laser angioplasty

Non Farmakologi

Perubahan life style


Penurunan BB
Olahraga teratur
Mengotrol faktor resiko
Mengikut sertakan keluarga dalam
pengobatan pasien

Saran

Pencegahan terhadap faktor risiko


terjadinya angina pekrotis lebih penting
dilakukan dan sebaiknya dimulai pada
usia muda seperti
menghindarkan kegemukan,
menghindarkan stress
diet rendah lemak
aktifitas fisik yang tidak berlebihan
tidak merokok.

Referensi

IPD FK UI edisi IV jilid III


Kardiologi FK UI
Katzung edisi VI