Anda di halaman 1dari 1

John dan pak Samuel adalah sepasang ayah anak.

Mereka tinggal di
permukiman yang padat penduduk. Sehari-hari pak samuel bekerja sebagai
seorang loper koran dan terkadang jadi badut sulap keliling. Di lingkungan
tempat mereka tinggal banyak sekali anak2 yang putus sekolah dan ada yang
cacat fisik nya dan sering murung . Tanpa sepengetahuan anaknya, pak samuel
sering membantu anak2 tersebut, dia menyisihkan sebagian pendapatan hasil ia
bekerja sebagai loper koran untuk dia sumbangkan ke anak2 yang kurang
mampu tersebut, bahkan ia menghibur anak yang cacat tersebut dengan
menjadi badut sulap lalu ia memeberikan buku motivasi kepada anak tersebut.
Pak Samuel mengajarkan kepada anak nya tentang hal memberi. Ia juga
mengajarkan anaknya untuk menyisihkan sebagian uang jajan nya untuk
ditabung, tanpa john ketahui uang tabungan nya kemana. Ayah nya tidak pernah
cerita bahwa uang tabungan nya itu ia donasi kan untuk anak2 yang kurang
mampu. John sering bertanya kepada ayahnya kenapa hidup mereka begini2 aja
tanpa ada perkembangan seperti orang-orang di luar. Namun ayahnya berkata
sambil tersenyum kepada John bahwa kekayaan tidak dilihat dari seberapa
banyak yang kita punya namun dari seberapa besar yang kita beri karena
dengan memberi kita akan berbagi kebahagiaan. John sering kali kecewa dengan
sikap ayahnya yang kerap kali tidak memberi uang jajan lebih kepadanya
dengan alasan untuk ditabung. Karena John kecewa dengan kehidupan mereka
yang begini-begini saja ia bertekad untuk jadi lebih baik. John berusaha untuk
giat belajar. Sampai pada akhirnya ia meraih beasiswa di kampus terbaik.
Sampai saat ia ingin pergi melanjutkan kuliah nya ayahnya berpesan agar ia
apabila ada kesusahan jangan segan untuk minta tolong dengan papahnya,
namun John bertekad tidak mau menyusahkan ayahnya dan meraih kesuksesan
dengan kerja keras sendiri.
Singkat cerita John telah lulus kuliah dengan nilai terbaik dan bekerja di
perusahaan terkenal dengan posisi yang menjanjikan. Keadaan ekonomi nya pun
meningkat menjadi lebih baik. Namun keadaan tersebut membuat dia jauh dari
orang tua nya. Setiap ayahnya menelpon dia selalu beralasan sibuk dan tidak
punya waktu untuk menjenguk ayahnya. Sampai akhir hayat ayah nya dia masih
tidak berubah cuek dengan ayahnya. Hingga pada suatu saat John pergi ke
rumah ia menemukan sebuah koper berisi barang2 peninggalan ayah nya. Dan
di sebelah koper nya ada banyak tumpukan surat-surat yang berisi undangan
untuk menghadiri malam penganugrahan tokoh inspiratif. Namun tidak ada yang
mengahadiri nya, john merasa surat-surat ini salah alamat sehingga ia mencoba
menelpon salah satu kontak yang ada di surat tersebut.
Keesokan harinya ia mengunjungi kantor yang ia telpon malam tadi