Anda di halaman 1dari 11

2.

Biologi Sebagai Ilmu


Istilah Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti
hidup dan logos yang berarti ilmu (Brum et al., 1994). Jadi, biologi adalah
ilmu tentang kehidupan, termasuk kehidupan di masa lampau.
Kajian biologi sangatlah luas. Biologi berbicara tentang sema makhluk
hidup yang ada di muka bumi ini. Biologi mengungkapkan keterkaitan antara
berbagai makhluk hidup. Biologi juga mengungkapkan keterkaitan antara
makhluk hidup, makhluk tak hidup dan benda mati.
Ilmu pengetahuan lahir dari suatu rangkaian aktivitas akal manusia
yang disusun secara sistematis, Syarat-syarat Ilmu pengetahuan yaitu:
1. Memiliki objek
Setiap ilmu umumnya membatasi diri pada segi kajian tertentu. Biologi
memfokuskan pada objek makhluk hidup yang ada maupun yang pernah
ada di dunia ini.
2. Memiliki metode
Berkembangnya ilmu pengetahuan tidak dapat terjadi secara kebetulan
ataupun asal-asalan, melainkan mengikuti metode tertentu. Dalam
mempelajari obyek kajian biologi digunakan metode ilmiah untuk
menemukan kebenaran.
3. Bersifat sistematis
Agar mudah dikaji, ilmu pengetahuan harus tersusun mulai yang
sederhana menuju yang lebih kompleks. Konsep yang mendasari harus
mengandung hubungan sedemikian rupa yang saling mendukung dan
bukan saling bertentangan.
4. Universal
Kebenaran yang disajikan dalam ilmu pengetahuan harus berlaku secara
umum. Dalam biologi, hukum-hukum atau kaidah ilmu yang ada juga
berlaku secara umum.
5. Objektif
Pernyataan dalam suatu ilmu pengetahuan harus bersifat jujur, yaitu
menggambarkan kondisi apa adanya, mengandung data atau informasi
yang sebenarnya, bebas dari prasangka, kesenjangan, atau kepentingan
pribadi.

6. Analitis
Kajian dari sebuah ilmu akan menuju hal-hal yang lebih khusus seperti
bagian, sifat, peranan dan berbagai hubungan. Untuk memahami hal yang
bersifat khusus perlu pengkajian secara khusus pula, sehingga terdapat
antar hubungan bagian yang dikaji sebagai hasil analisa. Oleh karena itu,
sebuah ilmu akan terbagi menjadi berbagai cabang ilmu dengan kajian
yang lebih khusus.
7. Verifikatif
Kebenaran dalam sebuah ilmu bukanlah bersifat mutlak tetapi bersifat
terbuka atau verifikatif yang juga dikenal dengan kebenaran ilmiah.
Artinya, sesuatu yang semula dianggap benar suatu saat mungkin menjadi
salah bila ditemukan bukti-bukti baru yang menentang kebenaran
sebelumnya.
2.2

Cara Mempelajari Biologi


Menurut Sudjana dan Rifai dalam Khanifah et al., (2012) menjelaskan
bahwa biologi berkaitan dengan cara mencari tahu (inquiri) tentang alam
secara sistematis. Biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk
mempelajari diri sendiri dan alam sekitar,serta menyediakan pengalaman
belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Biologi menekankan pada
pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar
siswa mampu mengamati langsung ke lingkungan atau alam sekitar dan
memahaminya secara ilmiah. Dengan pengamatan langsung ke alam sekitar
siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan sendiri dan tertanam dibenak
siswa dalam jangka panjang. Lingkungan alam sekitar siswa kaya akan ilmu
pengetahuan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Dengan
pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar biologi diharapkan siswa
mendapat pengalaman belajar yang konkret karena dapat mengamati obyek

2.3

secara langsung, sehingga hasil belajar menjadi optimal.


Biologi Sebagai Ilmu Dasar
Biologi merupakan ilmu mengenai kehidupan. Di dalamnya dipelajari
berbagai aspek kehidupan dari semua makhluk hidup yang terdiri atas lima

kingdom. Seiring perkembangan waktu, Biologi pun mesti mengikuti


perkembangan zaman. Berbagai masalah baru muncul serta memerlukan
pemecahan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Biologi pun sebagai
salah satu ilmu sains yang ikut berperan dalam memecahkan permasalahan
tersebut berkembang, dengan terspesialisasi menjadi cabang-cabang Biologi
yang lebih lengkap. Cabang-cabang ini memiliki kajian yang khusus
disesuaikan dengan permasalahan yang dibahas. Cabang-cabang Biologi
tersebut, di antaranya sebagai berikut.
1. Mikrobiologi : ilmu tentang organisme berukuran renik (mikroskopik).
2. Botani : ilmu tentang tumbuhan.
3. Zoologi : ilmu tentang hewan.
4. Sitologi : ilmu tentang sel.
5. Fisiologi : ilmu tentang proses serta fungsi organ tubuh.
6. Evolusi : ilmu yang mengkaji mengenai asal-usul kehidupan dan
perubahan suatu organisme dari waktu ke waktu.
7. Morfologi : ilmu tentang struktur atau bentuk luar suatu organisme.
8. Ornitologi : ilmu tentang burung.
9. Virologi : ilmu tentang virus.
10. Bakteriologi : ilmu tentang bakteri.
11. Anatomi :Ilmu tentang Struktur tubuh internal makhluk hidup.
12. Embriologi : Ilmu tentang Perkembangan embrio.
13. Genetika : Ilmu tentang Substansi genetik dan hereditas.
14. Mikologi : Ilmu tentang Jamur dan peranannya dalam kehidupan.
15. Paleontologi : Ilmu tentang Fosil dan hubungannya dengan sejarah bumi.
16. Ekologi : Ilmu tentang Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan
lingkungannya.
17. Taksonomi : Ilmu tentang Pengelompokan makhluk hidup menjadi taksontakson.
18. Evolusi : Ilmu tentang Perkembangan makhluk hidup dari bentuk yang
sederhana hingga bentuk yang rumit.
19. Iktiologi : ilmu tentang Ikan dan peranannya bagi kehidupan
20. Histologi : ilmu tentang Struktur dan fungsi jaringan tubuh.
21. Biologi molekuler : ilmu tentang Struktur dan fungsi molekul/senyawa
penyusun kehidupan dan interaksinya.
22. Biologi populasi : ilmu tentang Interaksi antara populasi hewan dan
tumbuhan dengan lingkungannya.
Biologi mencakup berbagai cabang bidang ilmu, yang dapat dipilah
berdasarkan kriteria tertentu seperti berdasarkan tingkat organisasi kehidupan,

kelompok organisme, aspek kehidupan, atau kaitannya dengan ilmu lain.


Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, biologi mencakup berbagai bidang
ilmu yang mengkaji kehidupan dari tingkat molekul hingga tingkat bioma.
Contohnya.
1. Biologi molekuler, biokimia, dan genetika, mengkaji kehidupan pada
tingkat molekul.
2. Sitologi, mengkaji kehidupan pada tingkat sel.
3. Histologi, mengkaji kehidupan pada tingkat jaringan.
4. Anatomi dan fisiologi, mengkaji kehidupan pada tingkat organ dan sistem
organ.
5. Biologi perkembangan, mengkaji kehidupan pada tingkat individu.
6. Biologi populasi, biogeografi, dan genetika populasi, mengkaji kehidupan
pada tingkat populasi.
7. Ekologi, ilmu lingkungan, toksikologi, biologi kelautan, dan limnologi

2.4

mengkaji kehidupan pada tingkat ekosistem.


8. Biologi tropis mengkaji kehidupan pada tingkat bioma, yaitu bioma tropis.
Organisasi kehidupan
Organisme hidup sebagai objek Biologi, dipelajari dalam berbagai
tingkatan organisasi. Dari yang tingkatan terkecil hingga tingkatan yang
paling besar. Tingkatan yang paling kecil dimulai dari molekul, sel,jaringan,
organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan
terakhir yang paling besar tingkat biosfer (Brum, et al., 1994). Perhatikan
gambar berikut.

Gambar 2.1 Skema Organisasi Kehidupan (Sumber Brum, et al., 1994)


1. Organisasi tingkat molekul
Menurut Campbell et al., (2008), molekul adalah struktur kimia
yang terdiri dari dua atau lebih unit kimia kecil yang disebut atom.
Molekul mengalami kondensasi sehingga membentuk asam amino,
substansi kehidupan yang akan membentuk menjadi sel. Contoh: asam
nukleat berupa DNA/RNA. Selain itu di dalam kloroplas terdapat
kehidupan tingkat molekular yaitu klorofil.

Gambar 2.2 Struktur DNA (Sumber: Lodish et al., 2004)


2. Organisasi tingkat sel
Sel adalah unit fundamental bagi struktur dan fungsi kehidupan
(Campbell et al., 2008). Beberapa jenis organisme, misalnya amoeba dan
sebagian besar bakteri, merupakan sel tunggal. Organisme lain, termasuk
tumbuhan dan hewan bersifat multiselular.
3. Organisme tingkat jaringan
Jaringan adalah suatu struktur yang merupakan kumpulan sel-sel
yang mempunyai sifat-sifat morfologi dan fungsi yang sama (Tenzer et
al., 2014). Beberapa jaringan tertentu tidak hanya terdiri atas kumpulankumpulan sel saja, misalnya jaringan ikat meliputi juga bahan dasar dan
serabut-serabut yang dihasilkan oleh sel-sel jaringan tersebut.

Gambar 2.3 Jaringan Epitel (Mescher, 2010)


4. Organisasi tingkat organ
Pada semua hewan kecuali hewan paling sederhana (Porifera) dan
beberapa hewan Cnidaria (Coelenterata), jaringan-jaringan yang berbeda
saling bekerja sama membentuk organ. Pada beberapa organ seperti kulit
hewan vertebrata, organ ini antara lain tersusun oleh lapisan epidermis
yang disusun oleh epitel berlapis banyak dan lapisan lapisan dermis yang
dibangun oleh jaringan ikat. Begitupula organ-organ lainnya seperti
lambung, usus, hati, ginjal dan lain sebagainya, paling tidak organ-organ
tersebut tersusun atas dua jaringan yang berbeda dari empat jenis jaringan
yang ada. Pada tumbuhan organ dibagi menjadi dua, yaitu organ vegetatif
(akar, batang, dan daun) serta organ generatif (bunga dan buah)

Gambar 2.4 Organ Ginjal (Mescher, 2010)


5. Organisasi tingkat sistem organ
Sistem organ merupakan bagian yang menyusun individu. Sistem ini
terdiri atas bebagai jenis organ. Sistem organ memiliki struktur dan fungsi
yang khas. Sistem tubuh manusia terdiri dari (Soewolo et al., 2005)
1. Sistem rangka, menunjang dan melindungi jaringan dan organ-organ
yang lemah, serta berfungsi sebagai persediaan ion kalsium. Bersama
dengan sistem otot, sistem rangka juga memungkinkan gerakan tubuh
dan bagian-bagiannya.
2. Sistem otot, menggerakkan tulang-tulang tempat otot melekat.
3. Sistem saraf, mengontrol dan mengkoordinir aktivitas tubuh yang
memerlukan respon yang cepat.
4. Sistem endokrin, sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi
dan mengatur hormon dalam aliran darah untuk mengontrol banyak
fungsi tubuh.
5. Sistem sirkulasi, sistem transpor yang membawa berbagai zat seperti:
makanan, O2, CO2, zat sampah, elektrolit, dan hormon dari satu bagian
tubuh ke bagian tubuh yang lain.
6. Sistem kekebalan, sebagai pertahanan melawan penyusup asing dan
sel-sel tubuh yang telah menjadi kanker.
7. Sistem respirasi, mengambil O2 dari lingkungan eksternal dan
mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal.

8. Sistem pencernaan, mencerna makanan yang kita makan menjadi


molekul zat makanan yang siap diabsorbsi ke dalam plasma untuk
didistribusikan ke sel-sel tubuh.
9. Sistem integument, sebagai pelindung luar untuk melindungi
masuknya mikroorganisme asing ke dalam tubuh.
10. Sistem urinaria, mengeluarkan zat sampah metabolisme berupa urin.
11. Sistem reproduksi, berperan dalam pelestarian spesies.
6. Organisasi tingkat individu
Individu adalah makhluk hidup tunggal. Individu adalah suat satuan
struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk makhluk.
7. Organisasi tingkat populasi
Menurut Campbell et al (2008), suatu populasi terdiri dari semua individu
dari suatu spesies yang hidup dalam batas-batas daerah tertentu.
8. Organisasi tingkat komunitas
Menurut Campbell et al (2008), seluruh organisme yang menghuni suatu
ekosistem tertentu disebut komunitas biologis.
9. Organisasi tingkat ekosistem
Ekosistem terdiri dari semua makhlk hidup di daerah tertentu, bersama
dengan komponen tak-hidup dalam lingkungan yang berinteraksi dengan
makhluk hidup, misalnya tanah, air, dan cahaya (Campbell et al., 2008)
10. Organisasi tingkat bioma
Bioma merupakan daerah daratan yang cukup luas di bumi bercirikan satu
jenis tumbuhan yang dominan. Contohnya bioma gurun, bioma padang
rumput, bioma hutan hujan tropis, bioma tundra, dan bioma taiga.
11. Organisasi tingkat biosfer
Menurut Campbell et al (2008) biosfer mencakup sebagian besar wilayah
daratan, sebagian besar badan air, dan atmosfer sampai ketinggian bebrapa
kilometer.

Gambar 2.5 Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem ( Ariani, 2013)

Ariani, Deby Utami Siska. 2013. Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem (Online)
(http://debyuta.blogspot.com/) diakses pada 24 Agustus 2014
Brum,Gil.,Larry McKane, and Garry Karp. 1994. Biology: Exploring Life. Second
Edition. Toronto: John Wiley and Sons, Inc
Khanifah, Sri., Krispinus Kedati Pukan, Sri Sukaesih. 2012. Pemanfaatan
Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa. Unnes Journal of Biology Education, 1(1). (Online),
(http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujbe/article/download/379/436) , diakses 24
Agustus 2014
Lodish, H., Berk, A., Matsudaira, p., Kaiser, C.A., Krieger, M., Scott, M.P., Zipursky,
S.L., Darnell, J. 2004. Molecular Cell Biology, 5th ed. WH Freeman. New York.
Mescher, A. L. (2010) Junqueira's Basic Histology, 12th edition. New York. McGrawHill/Lange Professional Division.
Tenzer, Ami., Umie Lestari, Abdul Gofur, Sofia Erry Rahayu, Masjhudi, Nursasi
Handayani, Nuning Wulandari, Siti Imroatul Maslikah. 2014. Struktur
Perkembangan Hewan (SPH 1). Malang. Universitas Negeri Malang